Anda di halaman 1dari 2

WARDATUL BAEDHO 101810301045 1.

Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak

esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil), adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Karena minyak atsiri memiliki bau yang khas maka minyak atsiri terdapat pada tanaman-tanaman yang memiliki bau yang khas juga seperti cengkeh dan sereh sehingga dalam percobaan ini sampel yang digunakan adalah cengkeh dan sereh. 2. Komponen senyawa minyak atsiri yang terdapat dalam cengkeh adalah eugenol, strukturnya dan nama strukturnya adalah
H3CO CH2

HO

2-metoksi-4-(2-propenil)-fenol

Sedangkan komponen minyak atsiri yang terdapat dalam sereh adalah sitronellal dan garaniol, struktur dan nama strukturnya adalah Sitronellal
H3C H3C H3C O

Garaniol
H3C H3C H3C OH

3,7-dimethyloct-6-en-1-al

(trans)-3,7-dimethyl-2,6-octadien-1-ol

3. Potongan cengkeh dan sereh dimasukkan ke dalam labu alas bulat dan ditambahkan MgSO4, kemudian ditambahkan air sebanyak setengah dari volume labu alas bulat. Kemudian didestilasi, pada saat destilasi pelarut akan terserap ke dalam sel jaringan tanaman sehingga menyebabkan minyak atsiri yang terkandung didalam jaringan tanaman tersebut keluar ke permukaan terbawah oleh pelarut sehingga dihasilkan ekstrak minyak atsiri, reaksinya adalah

CH2

CH2

+
OCH 3 OH
H3C H3C H3C

MgSO 4 OMg
OH

+
OCH 3

HSO 4

H3C MgSO 4 H3C H3C

OMg

HSO 4

H3C H3C H3C

MgSO 4

H3C H3C H3C

+ H2SO 4