Anda di halaman 1dari 47

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.1 Sering kali gangguan kesehatan fisik dan kesehatan jiwa berjalan beriringan, berdasarkan penelitian Katon dan Sulli an (!""3) diperkirakan 1# sampai 33 persen orang yang pergi ke dokter sebenarnya menderita penyakit karena sebab emosional$ stress, khawatir, ketakutan, frustasi dan rasa tidak aman. %al&hal tersebutlah yang menjadi faktor risiko yang menimbulkan bermacam&macam keluhan seperti sariawan, serangan jantung, susah tidur, usus buntu, diabetes, asma, ski'ofrenia, gangguan pencernaan dan kanker.! Sur ei yang dilakukan (ersatuan )okter Spesialis Kedokteran *iwa (()SK*) menyebutkan sekitar +,- masyarakat .ndonesia mengidap depresi dari mulai tingkat ringan hingga paling berat. (ada tahun !""/ telah terjadi peningkatan pada orang yang

mengalami stress dibandingkan data pada tahun !""0 di beberapa kota seperti di Kediri, (angkal (inang, 1ogor dan Surabaya. 2ereka yang datang rata&rata mengalami gangguan kejiwaan seperti fobia,cemas dan depresi. ! )epresi merupakan problem kesehatan masyarakat yang cukup serius. World Health Organization (3%4) menyatakan bahwa depresi berada pada urutan ke empat penyakit di dunia. Sekitar !"- wanita dan 1!- pria pada suatu waktu dalam kehidupannya pernah mengalami depresi.3 5egara&negara berkembang saat ini lebih memperhatikan masalah depresi, diprediksikan oleh 3%4 bahwa pada tahun !"!" depresi akan menjadi salah satu penyakit mental yang banyak dialami dan depresi berat akan menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan jantung. %al ini dikarenakan tingkat stres yang sangat tinggi akibat tuntutan hidup yang semakin bertambah juga masyarakat yang sudah bersifat hedonis, yang tidak memedulikan nilai&nilai spiritual.! 2asyarakat yang mengalami depresi bukan hanya remaja dan dewasa muda tetapi lanjut usia (lansia) juga tidak terhindar dari depresi, masalah keuangan, kesepian karena anaknya tidak punya waktu untuk mengurus orangtua mereka dan masalah kesehatan yang semakin banyak dialami oleh masyarakat lanjut usia dapat memicu terjadinya depresi. Stroke, kanker, penyakit jantung dan penyakit otak dementia juga dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi.! )epresi pada lanjut usia ini muncul dalam bentuk keluhan fisik seperti, insomnia, kehilangan nafsu makan, masalah pencernaan, sakit kepala, dan lain sebagainya. )epresi merupakan kondisi yang mudah membuat lanjut usia putus asa,

kenyataan yang menyedihkan karena kehidupannya terlihat suram dan diliputi banyak masalah. 6ansia dengan depresi biasanya lebih menunjukkan keluhan fisik daripada keluhan emosi. Keluhan fisik sebagai akibat depresi sulit untuk dibedakan apakah disebabkan faktor fisik atau psikis, yang sering menyebabkan keterlambatan dalam penanganannya.! )epresi merupakan kondisi umum yang terjadi pada lansia. Kondisi ini sering berhubungan dengan kondisi sosial, kejadian hidup seperti kehilangan kerabat dekat, masuk rumah sakit, menderita sakit berkepanjangan atau merasa ditolak oleh teman dan keluarganya., 7dapun faktor yang mempengaruhi depresi dibagi menjadi tiga bagian yaitu faktor genetik, faktor psikologi dan faktor risiko. 8aktor psikologi mempelajari proses mental dan jiwa dalam kaitannya dengan prilaku manusia. 2anusia menempati kedudukan yang istimewa, sebagai objek juga sebagai subjek.! Salah satu faktor psikologi dalam depresi ialah kepribadian. Kepribadian menurut teori ini dibahas dengan menggunakan konsep alam tidak sadar, alam prasadar dan alam sadar. )i dalam psikologi, apa yang dibahas dalam teori kepribadian sangat ber ariasi dan tergantung dari teori yang dianut oleh peneliti. Sehingga sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menentukan kepribadian seseorang.! 8aktor risiko adalah karakteristik, tanda dan gejala pada indi idu yang secara statistik berhubungan dengan peningkatan insiden penyakit. 8aktor risiko merupakan faktor&faktor yang ada sebelum terjadinya penyakit. 8aktor risiko biasanya tidak

menyebabkan penyakit tetapi hanya mengubah probabilitas seseorang untuk mendapatkan penyakit.# (entingnya kita mengetahui faktor risiko ialah untuk prediksi atau meramalkan penyakit, untuk membantu proses diagnosis dan dapat membantu mencegah penyakit.! )efinisi lanjut usia menurut 9ndang&9ndang 5o. 13 tahun 1++/ tentang kesejahteraan lanjut usia dikatakan bahwa yang dimaksud dengan lanjut usia adalah seseorang yang berusia :" tahun keatas. 2enurut perkiraan dari United States Bureau of Census 1++3, populasi usia lanjut di .ndonesia diproyeksikan pada tahun 1++" ; !"!3 akan naik ,1, - suatu angka tertinggi di seluruh dunia dan pada tahun !"!", .ndonesia akan menempati urutan keempat jumlah usia lanjut paling banyak sesudah <ina, .ndia, dan 7merika.: 2eningkatnya jumlah lansia membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lansia mengalami penurunan baik dari segi fisik, biologi, maupun mental dan hal ini tidak terlepas dari masalah ekonomi, sosial dan budaya sehingga perlu adanya peran serta keluarga dan adanya peran sosial dalam penanganannya. 2enurunnya fungsi berbagai organ dalam tubuh lansia menjadi rentan terhadap penyakit yang bersifat akut atau kronis. 7da kecenderungan terjadi penyakit degeneratif, penyakit metabolik, gangguan psikososial dan penyakit infeksi yang meningkat.3 6anjut usia sering mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga banyak keluarga yang merasa terbebani untuk mengurus orang tua mereka atau keluarga lansia terlalu sibuk dengan akti itas sehari&harinya

sehingga banyak dari mereka yang menitipkan orang tuanya ke panti werdha. (anti werdha bukan merupakan tempat yang buruk, terdapat banyak fasilitas yang memadai guna menunjang kehidupan para lansia disana. 5amun hal ini tidak sepenuhya dapat diterima oleh orang tua yang dapat menyebabkan tekanan batin yang berdampak depresi.0 2aka dari itu untuk memberikan pemahaman lebih kepada semua golongan masyarakat baik yang tua atau pun yang muda, yang memiliki atau tidak memiliki orang tua maka perlu untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang dapat mempengaruhi depresi itu sendiri pada lansia. 2aka dari itu peneliti mengambil judul skripsi mengenai hubungan antara faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9nit (elayanan =erpadu )aerah (9(=)) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar6ampung Selatan.

B. Rumusan Masalah 7pakah terdapat hubungan antara faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan>

C. Tujuan Penelitian 1. =ujuan 9mum 2engetahui hubungan antara faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan>

!. =ujuan Khusus a. 2engetahui hubungan faktor jenis kelamin dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan. b. 2engetahui hubungan faktor usia dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan. c. 2engetahui hubungan faktor penyakit fisik lansia dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan. d. 2engetahui hubungan faktor lingkungan keluarga dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan. e. 2engetahui hubungan status perkawinan dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan. f. 2engetahui hubungan letak geografis rumah lansia terdahulu dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan.

D. Manfaat Penelitian 1. 1agi (eneliti

a. 9ntuk mengetahui cara penulisan dan pembuatan karya tulis ilmiah. b. 9ntuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana dan menambah
pengetahuan serta wawasan mengenai hubungan faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia. !. 1agi (erkembangan .lmu (engetahuan Sebagai bahan masukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan tentang hubungan antara faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan tahun !"1! sehingga dapat dijadikan sebagai masukan untuk pencegahan depresi pada lansia. 3. 1agi .nstitusi (endidikan Sebagai bahan bacaan dan referensi untuk menambah wawasan khususnya mengenai hubungan antara faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan tahun !"1!.

,.

1agi (enelitian Selanjutnya )iharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk melakukan penelitian& penelitian yang lain atau serupa atau yang lebih lanjut terkait dengan faktor risiko yang mempengaruhi depresi pada lansia

E. Ruang Lingku

*enis penelitian yang digunakan penelitian cross sectional dengan subjek penelitian adalah lansia yang depresi bertempat tinggal di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan tahun !"1!.

BAB II TIN!AUAN PU"TA#A

A. De resi $. Definisi De resi )epresi adalah gangguan alam perasaan (mood) yang ditandai dengan kemurungan dan kesedihan yang mendalam serta berkelanjutan sehingga menyebabkan hilangnya kegairahan hidup, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas (Reality Testing Ability), kepribadian yang utuh tidak mengalami keretakan kepribadian?s liting of ersonality perilaku dapat

mengganggu tetapi masih dalam batas&batas normal.! )epresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putusasa dan tidak berdaya, serta bunuh diri./ )epresi adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan oleh defisiensi relatif salah satu atau beberapa aminergi! neurotransmiter "noradrenalin# serotonin#

1"

do amin$ pada sina s neuron dalam sistem saraf pusat (SS() terutama pada sistem limbik./ )epresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai oleh hilangnya perasaan kendali dan pengalaman subjektif adanya penderitaan berat. %ood adalah keadaan emosional internal yang meresap dari seseorang, dan bukan afek, yaitu ekspresi dari isi emosional saat itu.+ + %. Eti&l&gi )asar penyebab depresi yang pasti tidak diketahui, banyak usaha untuk mengetahui penyebab dari gangguan ini. 8aktor&faktor yang dihubungkan dengan penyebab dapat dibagi atas$1" a. 'akt&r (enetik )ata genetik menyatakan bahwa faktor yang signifikan dalam perkembangan gangguan mood adalah genetik. (ada penelitian anak kembar terhadap gangguan depresi berat, pada anak kembar monozigot adalah #" -, sedangkan dizigot 1" ; !# -.1" Seseorang yang dalam keluarganya diketahui menderita depresi berat memiliki risiko lebih besar menderita gangguan depresi daripada masyarakat pada umumnya, gen (kode biologis yang diwariskan dari orang tua) berpengaruh dalam terjadinya depresi, tetapi ada banyak gen di dalam tubuh kita dan tidak ada seorangpun peneliti yang mengetahui secara pasti bagaimana

11

gen bekerja. )an tidak ada bukti langsung bahwa ada penyakit depresi yang disebabkan oleh faktor keturunan. Seseorang tidak akan menderita depresi hanya karena ibu, ayah, atau saudara menderita depresi, tetapi risiko terkena depresi meningkat. 1" ). 'akt&r Psik&l&gi (eristiwa kehidupan dan stress lingkungan juga mempengaruhi, suatu pengamatan klinik menyatakan bahwa peristiwa atau kejadian dalam kehidupan yang penuh ketegangan sering mendahului episode gangguan mood. Satu teori menjelaskan bahwa stress yang menyertai episode pertama akan menyebabkan perubahan fungsional neurotransmitter dan sistem pemberi tanda intra neuronal yang akhirnya perubahan tersebut menyebabkan seseorang mempunyai risiko yang tinggi untuk menderita gangguan mood selanjutnya.1" Salah satu bagian psikologis adalah kepribadian, aspek ini ikut pula mempengaruhi tinggi rendahnya depresi yang dialami serta kerentanan terhadap depresi. 7da indi idu&indi idu yang lebih rentan terhadap depresi, yaitu yang mempunyai konsep diri serta pola pikir yang negati&e, pesimis, juga tipe kepribdian intro&ert.1" Seseorang dengan kepribadian yang lebih tertutup, mudah cemas, hipersensitif dan lebih bergantung pada orang lain lebih, rentan terhadap depresi.11

1!

*.

'akt&r Risik& 8aktor risiko adalah karakteristik, tanda dan gejala pada indi idu yang secara statistik berhubungan dengan peningkatan insiden penyakit. 8aktor risiko merupakan faktor&faktor yang ada sebelum terjadinya penyakit. 8aktor risiko biasanya tidak menyebabkan penyakit tetapi hanya mengubah probabilitas seseorang untuk mendapatkan penyakit.0

1. *enis Kelamin )epresi lebih sering terjadi pada wanita. 7da dugaan bahwa wanita lebih sering mencari pengobatan sehingga depresi lebih sering terdiagnosis. Selain itu, ada juga yang menyatakan bahwa wanita lebih sering terpajan dengan stressor lingkungan dibandingkan dengan pria. 7danya depresi yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon pada wanita menambah tingginya re&alensi depresi pada wanita, misalnya adanya depresi prahaid, postpartum dan postmenopause.11 )ari laporan 5egara&negara di dunia mendapatkan pre alensi rata&rata depresi pada lansia 13,# - dengan perbandingan wanita& pria 1,,1 $ /,:

13

persen.1!

!. 9sia Sejauh ini, pre alensi depresi pada lansia di dunia berkisar /&1# - dan hasil meta analisis dari laporan negara&negara di dunia mendapatkan pre alensi rata&rata depresi pada lansia 13,# -, sedangkan pre alensi depresi pada lansia yang menjalani perawatan di @S dan panti werdha sebesar 3"&,# -. 1!

3. (enyakit fisik (ada indi idu lanjut usia penyakit fisik adalah penyebab yang paling umum terjadinya depresi. (enelitian Abrahim (!"",) terhadap 1,+ penderita stroke menunjukan adanya gangguan afektif depresi pada penderita stroke akut setelah enam bulan. 1eberapa penyakit menyebabkan depresi karena pengaruh terhadap tubuh. )epresi dapat menyertai penyakit (arkinson dan multi le sclerosis karena efeknya terhadap otak. (enelitian Starkstein (!""!) menunjukan bahwa dari 1"# penderita penyakit parkinson !1- mengalami depresi berat dan !" - mengalami depresi ringan, sisanya tidak depresi.! Ketidaknyamanan, ketidakmampuan, ketergantungan dan ketidakamanan dapat membuat seseorang cenderung menjadi depresi. 4rang yang sakit keras jadi rentan terhadap depresi saat mereka dipaksa dalam posisi di mana mereka

1,

tidak berdaya atau karena energy yang mereka perlukan untuk melawan depresi sudah habis untuk penyakit jangka panjang. 1eberapa ahli percaya bahwa seseorang yang ditempatkan untuk waktu yang lama dalam situasi dimana mereka tidak punya kekuatan dan tidak dapat melarikan diri lebih mudah terserang depresi. =ingkat depresi tinggi ditemukan pada orang yang terbaring di ranjang atau harus menggunakan kursi roda, yang tergantung pada suster untuk semua hal. (enelitian Starkstein (!""#) menemukan bahwa ada hubungan yang erat antara tingkat ketidakmampuan pada penderita (arkinson dengan tingkat depresi. %al ini didukung penelitian Bon Korff (!""0) yang menunjukan pasien medis yang mengalami ketidakmampuan fisik dan memerlukan perawatan beresiko terkena depresi berat. )emikian pula dengan kecemasan terhadap ketidakamanan finansial bisa menjadi faktor yang penting terjadinya depresi.!

,. 6ingkungan keluarga .ndi idu yang kehilangan ibu atau kerabat mereka ketika muda memiliki risiko lebih besar terserang depresi. Kehilangan yang besar ini akan membekas secara psikologis dan membuat seseorang lebih mudah terserang depresi tetapi di satu sisi mungkin saja membuat seseorang lebih tabah.!

1#

)epresi lebih sering pada orang yang tinggal sendiri bila dibandingkan dengan yang tinggal bersama kerabat lain.11

#. Status (erkawinan Cangguan depresi mayor lebih sering dialami indi idu yang bercerai atau berpisah bila dibandingkan dengan yang menikah atau lajang. Status perceraian menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi untuk menderita depresi.11 )epresi dapat diakibatkan oleh adanya peristiwa&peristiwa negatif yang menyebabkan perubahan, pengalaman penuh stres yang ekstrim seperti bencana alam, perang, kematian, perceraian, serta mikrostressor yang meliputi aktifitas sehari&hari. %al ini sesuai dengan penelitian 1ilings dkk yang menunjukukan bahwa orang yang depresi mengalami lebih banyak peristiwa yang penuh tekanan dalam khidupannya dibanding dengan orang yang tidak depresi. (enderita depresi pada umumnya cenderung mengingat serta melaporkan hal&hal yang negatif. Sebagian besar kasus depresi dilaporkan berkaitan dengan masalah&masalah pernikahan. )ampak suatu peristiwa terhadap seseorang sulit didiagnosis, karena suatu peristiwa yang menyebabkan seseorang menjadi stress serta depresi, belum tentu menimbulkan gangguan yang serupa pada orang lain.!

1:

(ermasalahan dengan pasangan hidup seperti kematian pasangan, perpisahan, perceraian maupun masalah pernikahan merupakan peristiwa hidup yang memiliki tingkat stress yang paling tinggi. %al ini dapat disebabkan karena di dalam suatu rumah tangga, pasangan (suami atau istri) adalah orang yang paling dekat dan paling sering berinteraksi, sehingga kemungkinan terjadi konflik juga lebih besar, terutama bila gagal menyesuaikan diri dengan pasangannya. Suatu hubungan interpersonal memerlukan adanya proses penyesuaian yang berkesinambungan. Keberhasilan ataupun kegagalan proses tersebut sangat berpengaruh bagi kesehatan mental indi idu./

:. Ceografis (enduduk kota lebih sering menderita depresi dibandingkan dengan penduduk desa. Karena di desa cenderung kehidupannya lebih nyaman dan tenang, sedikit polusi, %al ini berpengaruh terhadap fisik ataupun psikis.11

+. Aki)at ,ang Ditim)ulkan -leh De resi )ampak atau komplikasi depresi dapat bermacam&macam contohnya $ a. 1unuh diri

10

)epresi yang tidak ditangani dapat meningkatkan resiko percobaan bunuh diri. Sangat sering bagi indi idu yang mengalami depresi memiliki pikiran untuk bunuh diri.! (erasaan kesepian dan ketidakberdayaan adalah faktor yang sangat besar seseorang melakukan bunuh diri. 4rang yang lanjut usia merupakan populasi yang paling merasa kesepian. 4rang yang menderita depresi kadang&kadang merasa begitu putus asa sehingga mereka benar&benar mempertimbangkan membunuh dirinya sendiri. =elah diketahui bahwa orang yang bunuh diri sangat kurang mendapat dukungan sosial. Sekitar :#- orang yang bunuh diri pernah memberikan tanda peringatan. +"- dari perilaku percobaan bunuh diri adalah penderita penyakit kejiwaan. 0"- dari perilaku bunuh diri mengidap depresi./ Kasus bunuh diri di .ndonesia sebagian besar menimpa golongan dewasa dan sedikit yang menimpa remaja. %al ini sebenarnya banyak berkaitan dengan status orang dewasa tersebut. 1anyak penelitian yang menemukan bahwa sebagian besar orang&orang yang bunuh diri berlatarbelakang keluarga bro!en home. Selain itu tuntutan ekonomi sering menjadi alasan bunuh diri. (enyakit yang tidak kunjung sembuh menjadi alasan berikutnya. /

1/

b. Cangguan tidur (insomnia dan hipersomnia) 9mumnya penderita depresi selalu mengalami sulit tidur, gangguan tidur meliputi beberapa bentuk berikut.! Susah tidur walaupun sudah lelah 1angun lebih pagi dari biasa dan tidak bisa tidur lagi =idur dengan gelisah dan sering bangun pada malam hari =idur berlebihan pada siang hari

Kesulitan tidur dianggap sebagai gejala gangguan mood. Setidaknya /"- orang yang menderita depresi mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur, seringkali kesulitan untuk tetap tertidur. )epresi juga berpengaruh terhadap kualitas tidur yang menyebabkan seseorang merasa lelah setelah bangun. Sekitar dari 1#- dari yang mengalami depresi tidur berlebihan.! .nsomnia bukanlah suatu penyakit, insomnia adalah cara tubuh bereaksi terhadap stress. (ada orang yang mengalami depresi, mereka tidur dengan cepat namun sering terbangun pada malam hari. (erasaan yang tidak nyaman dan tidak rileks, merasa malam sangat lambat berlalu dan bangun dengan perasaan lebih lelah daripada ketika tidur.!

1+

%ipersomnia adalah perasaan mengantuk berlebihan. %ipersomnia adalah sym tom untuk gangguan bipolar atau manik depresif. *uga berhubungan dengan kesulitan bangun.!

2erasa capai sepanjang waktu (erlu waktu tidur siang 2erasa mengantuk meskipun sudah tidur dan tidur siang Kesulitan berpikir dan membuat keputusan 7patis Kesulitan mengingat dan konsentrasi

c. Cangguan dalam hubungan Sebagai akibat dari depresi, seseorang cenderung mudah tersinggung, senantiasa sedih sehingga lebih banyak menjauhkan diri dari orang lain atau dalam situasi lain menyalahkan diri dari orang lain atau dalam situasi lain menyalahkan orang lain, hal ini menyebabkan hubungan dengan orang lain menjadi tidak baik.!

!"

Selain itu depresi berdampak pada pernikahan. )alam suatu sur ei, hampir setengah dari orang yang menderita gangguan kejiwaan sebelum atau ketika pernikahan pertama mereka berakhir dengan perceraian dibandingkan dengan tingkat perceraian 3:- pada pasangan yang tidak mengalami gangguan emosional. (asangan dari orang yang menderita depresi punya resiko tinggi terkena depresi.! Secara keseluruhan, depresi dapat mengganggu hubungan penderita depresi dengan orang lain terutama orang yang dekat dengannya. 9ntuk itu depresi perlu mendapatkan penanganan yang serius agar tidak merusak hubungan dengan orang yang dicintai.!

d. Cangguan dalam pekerjaan (engaruh depresi sangat terasa dalam kehidupan pekerjaan seseorang. American 'sychiatric Association "A'A$ melaporkan dalam studi gangguan depresi tahun !""! bahwa pekerja dengan depresi membebani majikan lebih dari tiga kali jumlah yang diakibatkan oleh hilangnya produkti itas. Studi tersebut memperkirakan bahwa depresi di tempat kerja membebani majikan ,, miliar dollar setahun, dengan !"- biaya akibat absenteisme dan /"- karena berkurangnya produkti itas di tempat kerja.1"

!1

7lasan&alasan mengapa seseorang mengalami penurunan performa kerja ada pada simtom&simtom depresi yaitu $! 2enurunnya keterkaitan?kesenangan dalam melakukan akti itas sehari& hari. 2enurunnya konsentrasi dan daya ingat. 2embuat kesalahan yang tidak biasanya dilakukan. (erasaan kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari sehingga bekerja lebih lambat daripada biasanya. 1erkurangnya kemampuan pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. 2udah tersinggung sehingga menyebabkan masalah dengan rekan kerja. (enurunan pada performa pekerjaan yang terus menerus ditambah dengan masalah&masalah hubungan di tempat kerja menyebabkan seseorang yang depresi lebih cenderung dipecat dan menjadi pengangguran. 2enjadi pengangguran dapat menciptakan depresi yang lebih berat, karena kehilangan pekerjaan menciptakan stress yang tinggi pada indi idu tersebut.!

!!

e. Cangguan pola makan )epresi dapat menyebabkan gangguan pola makan dan gangguan pola makan dapat menyebabkan depresi. (ada orang yang menderita depresi terdapat dua kecenderungan umum mengenai pola makan yang secara nyata mempengaruhi berat tubuh yaitu $! =idak selera makan Keinginan makan&makanan manis bertambah

1eberapa gangguan pola makan yang diakibatkan oleh depresi adalah bulimia ner osa, anoreksia ner osa dan obesitas.!

f. Cangguan perilaku 1eberapa perilaku yang disebabkan oleh depresi adalah $! 1) 7gresi itas dan kekerasan (ada indi idu yang terkena depresi perilaku yang ditimbulkan bukan hanya berbentuk kesedihan, namun bisa juga dalam bentuk mudah tersinggung dan agresif.

!3

(erilaku agresif lebih cenderung ditunjukan oleh indi idu pria yang mengalami depresi. %al ini karena pengaruh hormon. (ada kasus yang ekstrem, agresi yang meningkat dapat menyebabkan tindak pembunuhan. 5amun walaupun lebih banyak agresi itas oleh pria, wanita yang depresi juga dapat menyebabkan perilaku agresif yang serius, misalnya merusak barang&barang bahkan melukai dan membunuh anaknya sendiri. 7nak&anak dan remaja juga cenderung menunjukan perilaku agresif ketika terserang depresi. 5amun sering kali perilaku agresif akibat dari depresi remaja sering kali tidak tedeteksi karena perilaku umum remaja ditandai oleh naik turunnya mood. !) (enggunaan alkohol dan obat&obatan terlarang =elah diketahui bahwa penggunaan alkohol dan obat&obatan terlarang pada remaja selain karena pengaruh teman kelompok juga dapat disebabkan oleh keadaan depresi, sebagai cara untuk mencari pelepasan sementara keadaan yang tidak menyenangkan.

3) (erilaku merokok

!,

(enelitian menunjukan bahwa ada hubungan anatara emosi negati e yang ditimbulkan oleh depresi dengan frekuensi merokok. Seseorang

yang mengalami depresi, merokok lebih banyak dari biasanya. =elah diketahui bahwa beberapa 'at kimia dari rokok dapat menyebabkan stress untuk sementara sehingga merokok bagi beberapa orang dianggap dapat menanggulangi stres.

.. Penatalaksanaan De resi a. (sikoterapi (sikoterapi yaitu terapi yang digunakan untuk menghilangkan keluhan& keluhan dan mencegah kambuhnya gangguan psikologik atau pola perilaku maladaptif. =erapi ini dilakukan dengan jalan pembentukan hubungan professional antara terapis dengan pasien.3 (sikoterapi dapat diberikan secara indi idu, kelompok atau pasangan sesuai dengan gangguan psikologik yang mendasarinya. 1eberapa hal dapat menjadi pertimbangan untuk pemilihan jenis psikoterapi yang

diindikasikan. 1eberapa pasien dan klinisi sangat meyakini manfaat inter ensi psikoterapi tetapi ada pula yang sebaliknya yaitu tidak percaya

!#

dengan psikoterapi. 1erdasarkan ini, keputusan untuk melakukan psikoterapi sangat dipengaruhi oleh penilaian dokter maupun pasien.3

1) =erapi kognitif )epresi diterapi dengan memberikaan pasien latihan keterampilan dan memberikan pengalaman&pengalaman tentang kesuksesan. =erapi ini bertujuan untuk menghilangkan sym tom depresi melalui usaha yang sistematis yaitu merubah cara pikir maladaptif dan otomatik pada pasien&pasien depresi.3 (asien harus menyadari cara berfikir yang salah. Kemudian ia harus belajar cara merespon cara pikir yang salah tersebut dengan cara yang lebih adaptif. )ari perspektif kognitif, pasien dilatih untuk mengenal dan menghilangkan pikiran&pikiran negatif dan harapan& harapan negatif. =erapi ini berlangsung lebih kurang 1!&1: sesi. 7da tiga fase yaitu.3 8ase awal (sesi 1&,) $ membentuk hubungan terapeutik dengan pasien. 2engajarkan pasien tentang bentuk kognitif yang salah dan pengaruh terhadap emosi dan fisik. 2enentukan tujuan

!:

terapi. 2engajarkan pasien untuk menge aluasi pikiran&pikiran yang negatif. 8ase pertengahan (sesi #&1!) $ mengubah secara berangsur& angsur kepercayaan yang salah. 2embantu pasien mengenal akar kepercayaan diri. (asien diminta memperhatikan keterampilan berespons terhadap hal&hal yang despresogenik dan

memodifikasinya. 8ase akhir (sesi 13&1:) $ menyiapkan pasien untuk terminasi dan memprediksi situasi beresiko tinggi yang rele an untuk terjadinya kekambuhan dan mengkonsolidasikan pembelajaran melalui tugas&tugas terapi sendiri. !) =erapi perilaku Afektif untuk pasien yang menarik diri dari sosial dan anhedonia. =erapi ini sering digunakan bersama&sama dengan terapi kognitif. =ujuan terapi perilaku adalah meningkatkan perasaan yang

menyenangkan.3 8ase awal, pasien diminta untuk memantau akti itas mereka, menilai derajat kesulitan akti itasnya, serta kepuasan terhadap

!0

akti itasnya. (asien diminta melakukam akti itas yang menyenangkan. 6atihan keterampilan sosial.3 8ase akhir, fokus berpindah ke latihan mengontrol diri dan pemecahan masalah. )iharapkan ilmu yang didapat di dalam terapi dapat digeneralisasi dan dipertahankan dalam lingkungan pasien sendiri.3 3) (sikoterapi suportif (sikoterapi ini diindikasikan memberikan kehangatan, empati, pengertian dan optimis. 1antu pasien mengidentifikasi dan

mengekspresikan emosinya serta untuk entilasi. 1antu memecahkan problem eksternal (misalnya masalah pekerjaan, rumah tangga). 6atih pasien untuk mengenali tanda&tanda dekompensasi yang akan datang.3 =emui pasien sesering mungkin (mula&mula 1&3 kali per minggu) dan secara teratur, tetapi jangan sampai tidak berakhir atau selamanya. Kenalilah bahwa beberapa pasien depresi dapat mempro okasi kemarahan terapis (kemarahan yang tidak jelas, tuntutan yang tak masuk akal, dan sebagainya).3 ,) (sikoterapi psikodinamik

!/

=erapi ini dilakukan dalam periode jangka panjang. (erhatikan permasalah pasien yang mendasari gangguan depresi. 2isalnya problem yang berkaitan dengan rasa bersalah, rasa rendah diri, berkaitan dengan pengalaman yang memalukan, pengaturan emosi yang buruk, defisit interpersonal akibat tidak adekuatnya hubungan dengan keluarga.3 #) (sikoterapi dinamik singkat Sesinya berlangsung pendek, tujuannya menciptakan

lingkungan yang aman buat pasien.3 :) Konseling kelompok dan dukungan sosial Konseling secara kelompok adalah pelaksanaan wawancara konseling yang dilakukan antara seseorang konselor professional dengan beberapa pasien sekaligus dalam kelompok kecil. Konseling kelompok dapat mewujudkan beberapa ciri seperti interaksi, persepsi, hubungan afektif dan saling bergantung.3 =erapi kelompok sangat efektif untuk terapi jangka pendek pasien rawat jalan. =erapi ini juga lebih efektif untuk depresi ringan.3.

!+

=erapi perkawinan (roblem perkawinan dan keluarga sering menyertai depresi. .a dapat mempengaruhi penyembuhan fisik. 4leh karena itu, perbaiki hubungan perkawinan merupakan hal penting dalam terapi ini.3 b. 4bat antidepresan Sebagian besar penderita membutuhkan antidepresan (0"-&/"-) pasien berespons terhadap antidepresan.3 1eberapa obat antidepresan./ 1) (ithium adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar !) 274.Ds (%onoamine Oridase )nhibitors) obat ini menghalangi aktifitas monoamine neurotransmitters norene hrine# serotonine dan do amine. 3) Ticyclics. 4bat ini meningkatkan aktifitas neurotransmitter monoamine nore ine hrine dan serotonin dengan menghambat reu ta!e ke dalam neurone. ,) SS@.s. 4bat ini hanya menghambat reu ta!e serotonin namun tidak menghalangi neurotransmitter lain. c. 4lahraga

3"

Keadaan mood yang negatif seperti depresi, kecemasan dan kebingungan disebabkan oleh pikiran serta perasaan yang negatif pula. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan pikiran dan perasaan positif yang dapat menghalangi munculnya mood negatif adalah dengan berolahraga.! 1ryant, psikolog olahraga di American Council of *+ercise "7<A) mengatakan bahwa olahraga dapat membantu indi idu mengatasi stress, depresi ringan dan memperbaiki mood. )engan berolahraga secara teratur maka depresi dan kecemasan semakin menurun. Sebagian studi menunjukan bahwa orang yang berolahraga atau yang memiliki tubuh bugar mengalami kecemasan, depresi dan tekanan hidup yang lebih kecil dari pada mereka yang tidak berolahraga.! (enelitian menemukan bahwa olahraga memiliki efek sebagai ,oloft, obat yang terkenal untuk depresi klinis. .lmuwan )uke Uni&ersity %edical Center melakukan tes olahraga dan ,oloft menemukan bahwa kemampuan keduanya atau kombinasi keduanya untuk mengurangi simptom depresi hampir sama, bahkan olahraga lebih efektif dalam menjaga agar simptom depresi tidak kembali lagi. 4lahraga tersebut seperti jalan, sepeda statis atau jogging untuk 3" menit ditambah 1" menit pemanasan dan # menit pendinginan, tiga kali seminggu.!

31

d. 2engatur pola makan (diet$ Simptom depresi dapat diperparah oleh ketidakseimbangan nutrisi didalam tubuh. Ketidakseimbangan nutrisi yang dapat menyebabkan depresi semakin parah yaitu.! 1) Konsumsi kafein secara berkala !) Konsumsi sukrosa (gula) 3) Kekurangan biotin, asam folat dan tembaga, magnesium dan potassium ,) Kelebihan magnesium atau anadium #) Ketidakseimbangan asam amino :) 7lergi makanan 9ntuk mencegah terjadinya depresi disarankan untuk menghindari konsumsi kopi, gula, alkohol dan produk susu dalam jumlah besar. )alam penelitian peminum kopi berat memiliki skor lebih tinggi dalam skala depresi dibandingkan peminum kopi ringan.! Kekurangan nutrisi dapat mengubah fungsi otak yang mengakibatkan depresi, kecemasan dan gangguan mental. Bitamin yang berpengaruh untuk menjaga kondisi fisik agar terhindar dari depresi adalah itamin 1 itamin 1, itamin <, kalsium,

3!

kompleks

dan

itamin dalam

<.

Bitamin

<

berperan

sebagai

katalis adalah

(mempercepat)

produksi

serotonin,

serotonin

neurotransmitter yang mengatur mood. Bitamin 1 komplek meningkatkan imun dan system saraf, juga mempertahankan kesehatan kulit, otot dan pertumbuhan sel.!

/. Pr&gn&sis Sepertiga dari pasien&pasien dengan depresi yang sembuh setelah selama satu tahun dirujuk kepelayanan psikiatri usia lanjut. Setengah dari pasien&pasien tersebut mengalami relaps. (enelitian&penelitian lainnya melaporkan prognosis yang lebih cerah yaitu lebih dari :" - sembuh dalam waktu satu tahun.: 0. Diagn&sis De resi Pa1a Lansia S a l a h s a t u i n s t r u m e n y a n g d a p a t m e m b a n t u a d a l a h -eriatri! .e ression Scale (C)S) yang terdiri dari 3" pertanyaan yang harus dijawab oleh pasien sendiri. C)S ini dapat dipadatkan menjadi hanya 1# pertanyaan saja dan ini mungkin lebih sesuai untuk dipergunakan dalam praktek umum sebagai alat ukur depresi pada usia lanjut agar lebih akurat dan mempersingkat waktu. 7da beberapa pertanyaan pokok yang harus diajukan dalam proses pemeriksaan yaitu.: =abel !.1

33

-eriatri .e resion Scale


5o. 1. ! 3 , # : 0 / + 1" 11 1! 13 1, 1# (ertanyaan 7pakah anda sebenarnya puas dengan kehidupan anda > 7pakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan minat atau kesenangan anda> 7pakah anda merasa kehidupan anda kosong> 7pakah anda sering merasa bosan> 7pakah anda mempunyai semangan yang baik setiap saat> 7pakah anda takut bahwa sesuatau yang buruk akan terjadi pada anda> 7pakah anda merasa bahagia untuk sebagian besar hidup anda> 7pakah anda sering merasa tidak berdaya> 7pakah anda senang tinggal dirumah daripada keluar dan mengerjakan sesuatu yang baru> 7pakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengan daya ingat anda dibandingkan kebanyakan orang> 7pakah anda piker bahwa hidup anda sekarang ini menyenangkan> 7pakah anda merasa tidak berharga seperti perasaan anda saat ini> 7pakah anda merasa anda penuh semangat> 7pakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan> 7pakah anda piker bahwa orang lain lebiih baik keadaanya daripada anda> *awaban =idak Ea Ea Ea =idak Ea =idak Ea Ea Ea =idak Ea =idak Ea Ea

%itung jumlah jawaban yang sesuai dengan jawaban yang ada dibelakang setiap pertanyaan, setiap jawaban yang sesuai mempunyai nilai 1. Skor nilai lebih dari # termasuk depresi. 9ntuk pengukuran status depresi, peneliti memilih menggunakan C)S&1# (sensiti itas //,+-F spesifisitas ,0,/-) karena memiliki tingkat akurasi (sensiti itas dan spesifisitas maksimum) dibandingkan %inimum .ata Set/based .e ression Rating Scale (2)S)@S) (sensiti itas ,!,+-F spesifisitas 1"","-)

B. Lanjut Usia

3,

6anjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. )alam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut 1adan Koordinasi Keluarga 1erencana 5asional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial.13 (ada usia ## sampai :# tahun merupakan kelompok umur yang mencapai tahap prapenisiun pada tahap ini akan mengalami berbagai penurunan daya tahan tubuh?kesehatan dan berbagai tekanan psikologis. )engan demikian akan timbul perubahan&perubahan dalam hidupnya. )emikian juga batasan lanjut usia yang tercantum dalam 9ndang&9ndang 5o., tahun 1+:# tentang pemberian bantuan penghidupan orang jompo, bahwa yang berhak mendapatkan bantuan adalah mereka yang berusia #: tahun ke atas. )engan demikian dalam undang&undang tersebut menyatakan bahwa lanjut usia adalah yang berumur #: tahun ke atas.1! 6anjut usia (lansia) menurut 99 5omor 13 =ahun 1++/ tentang Kesejahteraan 6anjut 9sia pasal 1 ayat ! adalah seseorang yang telah mencapai usia enam puluh tahun ke atas. Selanjutnya pada pasal # ayat 1 disebutkan bahwa lanjut usia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (asal : ayat 1 menyatakan bahwa lanjut usia mempunyai kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.1, 2enua itu telah terprogram secara genetik untuk spesies tertentu. 2enua terjadi karena perubahan molekul dalam sel tubuh sebagai hasil dari mutasi spontan yang terakumulasi seiring dengan usia. 1#

3#

2enurut 3%4, lanjut usia dikelompokkan menjadi $1#

a. b. c. d.

9sia pertengahan (%iddle age)$ kelompok usia ,#&#+ tahun 6anjut 9sia (*derly) $ antara :" dan 0, tahun 6anjut usia tua (Old) $ antara 0# dan +" tahun 9sia sangat tua (0ery old) $ diatas +" tahun )epresi pada lansia adalah perubahan status sosial, bertambahnya penyakit dan

berkurangnya kemandirian sosial serta perubahan&perubahan akibat prosesmenua.1# $. Ciri 2 *iri masa tua 1eberapa ciri&ciri orang lanjut usia, yaitu $ 1# G 9sia lanjut merupakan periode kemunduran. Kemunduran pada lansia sebagian datang dari faktor fisik dan faktor psikologis. Kemunduran dapat berdampak pada psikologis lansia. Kemunduran pada lansia semakin cepat apabila memiliki moti asi yang rendah, sebaliknya jika memiliki moti asi yang kuat maka kemunduran itu akan lama terjadi. G 4rang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas. 6ansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat& pendapat klise yang jelek terhadap lansia. (endapat&pendapat klise itu

3:

seperti, lansia lebih senang mempertahankan pendapatnya daripada mendengarkan pendapat orang lain. G 2enua membutuhkan perubahan peran. (erubahan peran tersebut dilakukan karena lansia mulai mengalami kemunduran dalam segala hal. (erubahan peran pada lansia sebaiknya dilakukan atas dasar keinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari lingkungan. G (enyesuaian yang buruk pada lansia. (erlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia cenderung mengembangkan konsep diri yang buruk. 6ansia lebih memperlihatkan bentuk perilaku yang buruk. Karena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian diri lansia menjadi buruk.

C. #erangka Te&ri
8aktor (sikologi Kepribadian (ola pikir %arga diri Stres 8aktor @esiko & *enis Kelamin & 9sia & (enyakit fisik & 6ingkungan keluarga &Status (erkawinan & 6etak Ceografis

30

8aktor Cenetik

)epresi pada 6ansia

Keterangan $ =idak diteliti )i teliti Cambar !.! Kerangka =eori

D. #erangka #&nse Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep&konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian&penelitian yang dilakukan, dalam penelitian ini dengan mengacu pada latar belakang dan landasan teori, maka dalam penelitian ini dibuat kerangka konsep sebagai berikut$

3/

8aktor @isiko & *enis Kelamin & 9sia & (enyakit fisik & 6ingkungan keluarga &Status (erkawinan & 6etak Ceografis

)epresi pada lansia

Cambar !.3 Kerangka Konsep

E. Hi &tesis =erdapat hubungan antara faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan.

BAB III MET-D-L-(I PENELITIAN

A. !enis Penelitian

(enelitian ini termasuk jenis penelitian sur&ey analiti!# mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan

3+

analisis dinamika korelasi antara fenomena faktor risiko dengan faktor efek.1: (enelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan.

B. 3aktu 1an Tem at

(enelitian ini dilakukan di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan, dilakukan pada bulan September tahun !"1! sampai dengan selesai.

C. Ran*angan Penelitian

@ancangan penelitian ini menggunakan metode cross/sectional karena hanya satu kali pengambilan data dalam waktu yang sama.1:

D. "u)4ek Penelitian 1. (opulasi

3#

(opulasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di 9(=) (elayanan Sosial =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan yang berjumlah 1"3 lansia.
2. Sampel

,"

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili. )alam mengambil sampel penelitian ini digunakan cara atau teknik&teknik tertentu, sehingga sampel tersebut sedapat mungkin mewakili populasinya.1: Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak /! lansia diambil dari jumlah sampel yang terpenuhi ditambah 1"- sebagai cadangan. )alam menentukan jumlah sampel ini digunakan rumus sebagai berikut $ nH 5 1 I 5 ( d! ) Keterangan 5 n d $ $ 1esar populasi $ 1esar sampel $ )erajat Ketetapan Eang )iinginkan (sebesar ","#)

)engan rumus di atas, besar sampel dapat dihitung dengan cara sebagai berikut $ nH 1"3 1 I 1"3 (#-)! H /!

,1

1erdasarkan perhitungan diatas diperoleh jumlah sampel sebanyak /! lansia. 3. <ara (engambilan Sampel <ara pengambilan sampel menggunakan teknik non random sam ling ur osi&e# pengambilan sampel didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat&sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya pada populasi di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan. 10 Kriteria .nklusi $
1. 6ansia yang tinggal di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna

3erdha 5atar 6ampung Selatan.


2. 9mur J :" thn 3. 1ersedia diwawancarai 4. =idak mengalami gejala psikotik

Kriteria Akslusi $
1. 1ukan warga yang tinggal di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia

=resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan.


2. 9mur K :" thn 3.

=idak bersedia diwawancarai

,!

4.

2emiliki gejala psikotik

B. 5aria)el Penelitian

Bariabel yang diteliti pada penelitian ini antara faktor risiko (0ariable )nde endent) dengan kondisi depresi pada lansia (0ariable .e endent)

C. Definisi - erasi&nal 5aria)el

=abel 3.1 )efinisi operasional hubungan antara faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan
Bariabel 8aktor @isiko )efinisi 4perasional 8aktor risiko yang mempengaruhi depresi meliputi a. *enis kelamin b. (enyakit fisik c. 6ingkungan keluarga d. Status perkawinan e. letak geografis <ara 9kur Kuesioner 7lat 9kur 3awancara %asil 9kur a. " H pria 1 H wanita b. " H tdak terdapat penyakit fisik yang berat baik akut atau kronis (stroke, cardio ascular, gastrointestinal , penyakit fisik yang memberatkan lainnya) 1 H terdapat penyakit fisik yang berat baik akut atau kronis(stroke, cardio ascular, gastrointestinal , penyakit fisik Skala nominal

,3

yang memberatkan lainnya) c. " Hmemiliki keluarga atau kerabat dekat 1 H tidak memiliki keluarga atau kerabat dekat d. " H menikah 1 H tidak menikah?berce rai?meninggal e. " H di desa 1 H di kota

D. Pengum ulan Data

$. Alat Pengum ulan Data )alam penelitian ini digunaan teknik wawancara terpimpin (structured inter&ie1$, wawancara jenis ini dilakukan berdasarkan pedoman&pedoman berupa kuesioner yang telah disiapkan dengan baik sebelumnya. Sehingga peneliti hanya membacakan serta menjelaskan pertanyaan&pertanyaan tersebut kepada res onden. (ertanyaan&pertanyaan dalam pedoman (kuesioner) tersebut disusun sedemikian rupa sehingga mencakup ariabel& ariabel yang berkaitan dengan tujuan penelitian.10 Kuesioner disiapkan dengan uji aliditas contrasted gru . %. Cara Pengum ulan Data <ara pengumpulan data penelitian ini adalah pencatatan dengan field rating, jadi pewawancara mempersiapkan terlebih dulu formulir isian atau

,,

kuesioner

mengenai

data

yang

akan

dikumpulkan

dan

sekaligus

memperhitungkan jawaban yang digolongkan ke dalam beberapa kategori.10

E. Peng&lahan Data (engolahan data di lakukan dengan $10 2. *diting 7dalah untuk memastikan apakah data sudah terisi dengan lengkap atau belum, serta dapat dibaca dengan rele an atau tidak. 3. Coding Setelah data atau kuesioner diedit langkah berikutnya adalah mengkoding data, yaitu mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan. =ujuannya untuk memudahkan klasifikasi data, menghindari terjadinya pencampuran data yang bukan jenis dan kategorinya. *uga untuk memudahkan pada saat analisis data dan proses entry dengan bantuan perangkat lunak komputer. 4. *ntry )ilakukan dengan cara memasukan data yang telah dicoding ke dalam computer.

5. Cleaning

,#

Cleaning data bertujuan untuk membersihkan data atau mencek dari kemungkinan data yang tidak memenuhi syarat atau missing, yaitu data& data yang salah kode, ketidaklengkapan dan sebagainya

A. Urutan #erja 1. =ahap persiapan 2eliputi $ a. Konsultasi dengan pembimbing b. (engajuan judul pada =im Komisi c. Studi pendahuluan di tempat penelitian (engumpulan data pertama dengan cara membagikan kuisioner C)S kepada seluruh lansia di 9(=) (elayanan Sosial 6anjut 9sia =resna 3erdha 5atar 6ampung Selatan. 2enyalin dan menyeleksi data sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. d. (enyusunan proposal e. Seminar proposal f. (engurusan ijin penelitian

,:

!. =ahap penatalaksanaan penelitian 2eliputi $ a. (engumpulan data kedua dengan cara membagikan kuisioner hubungan faktor risiko dengan kondisi depresi pada lansia di 9(=) (elayanan sosial =resna 3erdha kepada seluruh lansia yang terdiagnosis depresi. b. 2enyalin dan menyeleksi data ke dua. 3. =ahap pengolahan dan analisis data, serta seminar hasil penelitian.

F.

Analisis Data 9ji statistik menggunakan soft1are statistik komputer program S(SS. 7nalisis data yang digunakan meliputi, 1. 7nalisis bi&ariate dilakukan terhadap dua berhubungan atau berkorelasi.1: !. 7nalisis bi&ariate chi/s6uare test dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang bermakna dengan uji signifi!asi '/0alue L ","#.1: ariabel yang diduga

,0

3. (engolahan data dilakukan dengan menggunakan soft1are statistik komputer.