Anda di halaman 1dari 17

TUGAS

MUHAMMAD AKBAR

Resep Ke 3
R/ Kloramfenikol 250 mg S 3 dd 1 New Diatab S 3 dd 1 Parasetamol S 3 dd 1 Pro: Tn. Ande 40 tahun Keterangan: Pasien DM langganan, Gliben klamid S 2 dd 1 dan Metfotmon S 1 dd 1 tanpa R/ dari dokter XV X XV

Cont
1. Kloramfenikol = Cloramphenicol 250mg Caps. Indikasi : 1) Obat pilihan tifus dan paratifus dan salmonelosis lainnya. 2) Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. Influensa, riceksia, lymphogranoloma psittacosis, dan beberapa gram negatif lainnya. Cara Pakai : Dewasa 50 mg/KgBB sehari dalam dosis terbagi 3 - 4

Cont
2. New Diatab Indikasi : Pengobatan Simptomatik pada diare nonspesifik Cara Pakai : Deawa dan anak-anak 12 tahun atau lebih : tablet setelah buang air besar, maksimum untuk 12 tablet dalam waktu 24 jam.

Cont
3. Parasetamol Indikasi : Analgesik, antipiretik Cara Pakai : 3 4 x Sehari 1 tab

Cont
4. Glibenklamid Indikasi : Pengobatan Diabetes Melitus tipe II Cara Pakai : Di mulai dari dosis rendah I kali pemberian perhari, setelah itu dosis dapat di naikkan sesuai dengan respon terhadap obat. Dosis awal 2,5mg bersama sarapan

Cont
5. Metformin Indikasi : Untuk penderita diabetes tipe II, sebagai kombinasi terap. Cara Pakai : Sehari 2 3 x 500mg, maksimum sehari 3g, sebelum atau setelah makan.

Interaksi Obat
Kloramfenikol + Obat diabetes oral (glibenklamid = golongan sulfonilurea) = Efek obat diabetes dapat meningkat, akibat adanya kadar gula turun terlalu rendah. Gejala hipoglikemi yang dilaporkan antara lain: gelisah, pingsan, lesu, berkeringat, bingung, aritmia jantung, takhikardia, nanar, gangguan penglihatan.

Solusi
Dosis glibenklamid di turunkan (disarankan ke dokter) Selalu di pantau kadar gula darah pasien.

Resep Ke 5
R/ Digoksin S 2 dd 1 Eritromisin S 3 dd 1 Quibron T S 3 dd 1 Enervon C s 1 dd 1 Paracetamol XX XV

XX
X XV

Pro : Husein 50 Tahun

Cont
1. Digoksin
Indikasi : Untuk Mengobati gagal jantung kongestif, juga digunakan untuk pengobatan fibrilasi atrial, gangguan irama jantung pada atrium (serambi bagian atas jantung yang membiarkan darah mengalir ke jantung) Cara Pakai : 62,5 250mcg melalui mulut (per oral) 1-2 kali sehari

Cont
2. Eritromisin (Golongan Makroide) Indikasi : Untuk infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah yang di sebabkan oleh infeksi bakteri, seperti : tonsitis, abses periton siler, langiritis, sinusitis, bronkitis akut dan kronis, pneuminia dan bronkietasis. Cara Pakai : 4 kali sehari 250 500 mg

Cont
3. Quibron T (Teofilin anhidrat) Indikasi : Pengobatan gejala-gejala bronkuspasme yang berhubungan dengan asma bronkhial, bronkhitis dan emfisema pulmonal. Cara Pakai : Dewasa 2/3 1 tablet tiap 12 jam

Cont
4. Enervon C (Vit B1 50 mg, Vit B2 25mg, Vit B6 10 mg, Vit B12 5mcg, Vit C 500mg, Niaclanamid 50 mg, Ca Pantothenat 20mg) Indikasi : Supplement Cara Pakai : Sehari 1x1 tablet, di minum sesudah makan agar absorbsi lebih baik

Cont
5. Parasetamol Indikasi : Analgesik, antipiretik Cara Pakai : 3 4 x Sehari 1 tab

Interaksi Obat
Eritromisin + Digoksin = Efek digoksin meningkat, akibatnya efek samping yang merugikan karena banyak digoksin efek mual, aritmia jantung, sakit kepala, takhikardia dll Eritromisin + Quibron T (teofilin anhidrat) = Efek obat asma meningkat Mual Sakit kepala, Pusing, Insomnia, Aritmia Jantung, kemungkinan kejang

Solusi
Interaksi eritromisin + digoksin - dosis digoksin di turunkan - dipantau kadar digoksin dalam darah Interaksi eritromisin + Quibron T (teofilin anhidrat) - Dosis Quibron T diturunkan - dipantau kadar Quibron T dalam darah