Anda di halaman 1dari 5

da di : Home > Tokoh Psikologi > Biografi dan teori belajar behaviorisme Thorndike

Biografi dan teori belajar behaviorisme Thorndike

BIOGRAFI DAN TEORI BELA AR BE!A"IORI#$E T!ORNDI%E A& Biografi Thorndike Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika. Lulus S1 dari Universi as !esleyen ahun 1"#$% S& dari Harvard ahun 1"#' dan meraih gelar dok or di (olumbia ahun 1"#". )uku*buku yang di ulisnya an ara lain +du,a ional Psy,hology -1#./0% 1en al and so,ial 1easuremen s -1#.20% Animal 3n elligen,e -1#110% A ea,her4s !ord )ook -1#&10%5our (i y -1#/#0% dan Human 6a ure and The So,ial 7rder -1#2.0 B& Teori Thorndike dalam Belajar Teori bela8ar behavioris ik men8elaskan bela8ar i u adalah perubahan perilaku yang dapa diama i% diukur dan dinilai se,ara konkre . Perubahan er8adi melalui rangsangan -s imulans0 yang menimbulkan hubungan perilaku reak if -respon0 berdasarkan hukum*hukum mekanis ik 1enuru Thorndike% bela8ar merupakan peris i9a erben uknya asosiasi*asosiasi an ara peris i9a*peris i9a yang disebu s imulus -S0 dengan respon -: 0. S imulus adalah sua u perubahan dari lingkungan eks ernal yang men8adi anda un uk mengak ifkan organisme un uk beraksi a au berbua sedangkan respon dari adalah sembarang ingkah laku yang dimun,ulkan karena adanya perangsang Thorndike memplokamirkan eorinya dalam bela8ar ia mengungkapkan bah9asanya se iap makhluk hidup i u dalam ingkah lakunya i u merupakan hubungan an ara s imulus dan respon adapun eori horndike ini disebu eori koneksionisme. )ela8ar adalah pemben ukan hubungan s imulus dan respon sebanyak*banyaknya. ;alam ar ian dengan adanya s imulus i u maka diharapkan imbulah respon yang maksimal eori ini sering 8uga disebu dengan eori rial and error dalam eori ini orang yang bisa menguasai hubungan s imulus dan respon sebanyak*banyaknya maka dapa dika akan orang ini merupakan orang yang berhasil dalam bela8ar. Adapun ,ara un uk memben uk hubungan s imulus dan respon ini dilakukan dengan ulangan*ulangan.

;alam eori rial and error ini% berlaku bagi semua organisme dan apabila organisme ini dihadapkan denagan keadaan a au si uasi yang baru maka se,ara o oma is oarganisme ini memberikan respon a au indakan* indakan yang bersifa ,oba*,oba a au bias 8uga berdasarkan naluri karena pada dasarnya dise iap s imulus i u pas i di emukakn respon. Apabila dalam indakan* indakan yang dilakukan i u menelurkan perbua an a au indakan yang ,o,ok a au memuaskan maka indakan ini akan disimpan dalam benak seseoarang a au organisme lainya karena dirasa dian a ara indakan* indakan yang paling ,o,ok adalah i u% selama yang elah dilalakukan dalam menanggapi s imulus dan si uasi baru. <adi dalam eori ini pengulangan*pengulangan respon a au indakan dalam menanggapi s imulus a au si uasi baru i u sanga pen ing sehingga seseorang a au organisme mampu menemukan indakan yang epa dan dilakukan se,ara erus menerus agar lebih a8am dan idak er8adi kemunduran dalam indakan a au respon erhadap s imulus. ;alam membuk ikan eorinya horndike melakukan per,obaan erhadap seekor ku,ing yang lapar dan ku,ing i u di aruh dalam kandang% yang mana kandang ersebu erdapa ,elah*,elah yang ke,il sehingga seekor ku,ing i u bisa meliha makakanan yang berada diluar kandang dan kandang i u bisa erbuka dengan sendiri apabila seekor ku,ing adi menyen uh salah sa u 8eru8i yang erdapa dalam kandang ersebu . mula*mula ku,ing ersebu mengi ari kandang bebarapa kali sampai ia menemukan 8eru8i yang bisa membuka pin u kandang ku,ing ini melakuakn respon a u indakan dengan ,ara ,oba*,oba ia idak maenge ahui 8alan keluar dari kandang ersebu % ku,ing adi melakukan respon yang sebanyak*banyaknya sehingga menemukan indakan yang ,o,ok dalam si uasi baru a au s imulus yang ada. Thorndike melakukan per,obaan ini berkali*kali pada ku,ing yang sama dan si uasi yang sama pula. 1emang per ama kali ku,ing ersebu % dalam menemuka 8alan keluar membu uhkan 9ak u yang lama dan pas inya mengi ari kandang dengan 8umblah yang banyak pula% akan e api karena sifa dari se iap organisme i u selalu memegang indakan yang ,o,ok dalam menghadapi si uasi a au s imulus yang ada% maka ku,ing adi dalam menemukan 8eru8i yang menyebabkan ku,ing adi bisa keluar dari kandang ia pegang indakan ini sehingga ku,ing adi dalam keluar un uk mendap kan makanan idak lagi perlu mengi ari kandang karena indakan ini dirasa idak ,o,ok% akan e api ku,ing adi langsung memegang 8eru8i yang menyebabkannya bisa keluar un uk makan. '& !(k(m)!(k(m Belajar Hukum kesiapan =La9 of :eadiness> ;alam bela8ar seseorang harus dalam keadaan siap dalam ar ian seseorang yang bela8ar harus dalam keadaan yang baik dan siap% 8adi seseorang yang hendak bela8ar agar dalam bela8arnya menuai keberhasilan maka seseorang di un u un uk memiliki kesiapan% baik fisik dan psikis% siap fisik seper i seseorang idak dalam keadaan saki % yang mana bisa menagganggu kuali as konsen rasi. Adapun ,on oh dari siap psikis adalah seper i seseorang yang 8i9anya idak lagi erganggu% seper i saki 8i9a dan lain*lain. ;isamping sesorang harus siap fisik dan psikis seseorang 8uga harus siap dalam kema angan dalam penguasaan penge ahuan ser a ke,akapan*ke,akapan yang mendasarinya.

Hukum La ihan>La9 of +?er,ise>

Un uk menghasilkan indakan yang ,o,ok dan memuaskan un uk merespon sua u s imulus maka seseorang harus mengadakan per,obaan dan la ihan yang berulang*ulang% adapun

la ihan a au pengulangan prilaku yang ,o,ok yang elah di emukan dalam bela8ar% maka ini merupakan ben uk peningka an e?is ensi dari perilaku yang ,o,ok ersebu agar indakan ersebu semakin kua -La9 of Use0. ;alam sua u eknik agar seseorang dapa men rasfer pesan yang elah ia dapa dari sor ime memory ke long ime memory ini di bu uhkan pengulangan sebanyak*banyak nya dengan harapan pesan yang elah di dapa idak mudah hilang dari benaknya. Adapun dalam per,obaan Throndike pada seekor ku,ing yang lapar yang di aruh dalam kandang% per ama* ama ku,ing adi membu uhkan 9ak u yang lama un uk menge ahui pin u kandang ersebu dan un uk menemukan pin u ersebu membu uhkan pe,obaan ingkah laku yang berulang*ulang dan membu uhkan 9ak u yang rela ive lama un uk mendapa kan ingkah laku yang ,o,ok% sehingga ku,ing adi un uk keluar idak membu uhkan 9ak u yang lama.

Hukum Akiba =La9 of +ffe, >

Se iap organisme memiliki respon sendiri*sendiri dalam menghadapi s imulus dan si uasi yang baru% apabila sua u organisme elah mene ukan respon a au indakan yang melahirkan kepuasan dan keo,okan dengan si uasi maka hal ini pas i akan di pegang dan dilakuakn se9ak u*9ak u ia di hadapakan dengan si uasi yang sama. Sedangkan ingkah laku yang idak melahirkan kepuasaan dalam menghadapi si uasi dan s imulus maka respon yang seper i ini aka di inggalkan selama*lamanya oleh pelaku. Hal ini er8adi se,ara o oma is bagi semua binan ang -o oma isme0. Hukum bela8ar ini imbul dari per,obaan horndike pada seekor ku,ing yang lapar dan di aruh dalam kandang% yang di aruh makanan diluar kandang ersebu epa didepan pin u kandang. 1akanan ini merupakan effe, posi if a au 8uga bisa dika akan ben uk dari gan8aran yang elah diberikan dari respon yang dilakukan dalam menghadapi si usai yang ada. Thorndike mengungkapkan bah9a organisme i u sebagai mekanismus yang hanya ber indak 8ika ada perangsang dan si uasi yang mempengaruhinya. ;alam dunia pendidikan La9 of +ffe, ini er8adi pada indakan seseoranng dalam memberikan punishmen a au re9ard . Akan e api dalam dunia pendidikan menuru Thorndike yang lebih memegang peranan adalah pemberian re9ard dan inilah yang lebih dian8urkan. Teori Thorndike ini biasanya 8uga disebu eori koneksionisme karena dalam hukum bela8arnya ada =La9 of +ffe, > yang mana disini er8adi hubungan an ara ingkah laku a au respon yang dipengaruhi oleh s imulus dan si uasi dan ingkah laku ersebu menda angkan hasilnya-+ffe, 0. D& *rinsi+)*rinsi+ Belajar ,ang Dikem(kakan oleh Thorndik 1. Pada saa seseorang berhadapan dengan si uasi yang baru% berbagai respon yang ia lakukan. Adapun respon*respon iap* iap individu berbeda*beda idak sama 9alaupun menghadapi si uasi yang sama hingga akhirnya iap individu mendapa kan respon a au indakan yang ,o,ok dan memuaskan. Seper i ,on oh seseorang yang sedang dihadapkan dengan problema keluarga maka seseorang pas i akan menghadapi dengan respon yang berbeda*beda 9alaupun 8enis si uasinya sama% misalnya orang ua dihadapkan dengan prilaku anak yang kurang 9a8ar. &. ;alam diri se iap orang sebenarnya sudah er anam po ensi un uk mengadakan seleksi erhadap unsur*unsur yang pen ing dan kurang pen ing% hingga akhirnya menemukan respon yang epa . Seper i orang yang dalam masa pekembangan dan menyongsong masa depan maka sebenarnya dalam diri orang ersebu sudah menege ahui unsur yang

pen ing yang harus dilakukan demi mendapa kan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan. /. 7rang ,enderung memberikan respon yang sama erhadap si uasi yang sama. Seper i apabila seseorang dalam keadaan s ress karena dipu us oleh pa,arnya dan ia mengalami ini bukan hanya kali ini melainkan ia pernah mengalami ke8adian yang sama karena hal yang sama maka sudah barang en u ia akan merespon si uasi ersebu seper i yang ia lakukan seper i dahulu yang ia lakukan. E& A+likasi Teori Behavioristik terhada+ *embelajaran #is-a Aplikasi Teori Thorndike Sebelum guru dalam kelas mulai menga8ar% maka anak*anak disiapkan men alnya erlebih dahulu. 1isalnya anak disuruh duduk% re9ard dan punishmen sehingga memberikan mo ivasi proses bela8ar menga8ar yang rapi% enang dan sebagainya. @uru mengadakan ulangan yang era ur% bahkan dengan ulangan yang ke a a au sis em drill. @uru memberikan bimbingan% pemberian hadiah% dan pu8ian. Sebagai konsekuensi eori ini% para guru yang menggunakan paradigma behaviorisme akan menyusun bahan pela8aran dalam ben uk yang sudah siap% sehingga u8uan pembela8aran yang harus dikuasai sis9a disampaikan se,ara u uh oleh guru. @uru idak banyak memberi ,eramah% e api ins ruksi singka yng diiku i ,on oh*,on oh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. )ahan pela8aran disusun se,ara hierarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. Tu8uan pembela8aran dibagi dalam bagian ke,il yang di andai dengan pen,apaian sua u ke rampilan er en u. Pembela8aran berorien asi pada hasil yang dapa diukur dan diama i. Aesalahan harus segera diperbaiki. Pengulangan dan la ihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapa men8adi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan eori behavioris ik ini adalah eben uknya sua u perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapa pengua an posi if dan perilaku yang kurang sesuai mendapa penghargaan nega if. +valuasi a au penilaian didasari a as perilaku yang ampak. 1e ode behavioris ik ini sanga ,o,ok un uk perolehan kemampaun yang membu hkan prak ek dan pembiasaan yang mengandung unsur*unsur seper i : Ae,epa an% spon ani as% kelen uran% reflek% daya ahan dan sebagainya% ,on ohnya: per,akapan bahasa asing% menge ik% menari% menggunakan kompu er% berenang% olahraga dan sebagainya. Teori ini 8uga ,o,ok di erapkan un uk mela ih anak*anak yang masih membu uhkan dominansi peran orang de9asa% suka mengulangi dan harus dibiasakan% suka meniru dan senang dengan ben uk*ben uk penghargaan langsung seper i diberi permen a au pu8ian. Penerapan eori behaviroris ik yang salah dalam sua u si uasi pembela8aran 8uga mengakiba kan er8adinya proses pembela8aran yang sanga idak menyenangkan bagi sis9a yai u guru sebagai ,en ral% bersikap o ori er% komunikasi berlangsung sa u arah% guru mela ih dan menen ukan apa yang harus dipela8ari murid. 1urid dipandang pasif % perlu mo ivasi dari luar% dan sanga dipengaruhi oleh pengua an yang diberikan guru. 1urid hanya mendengarkan denga er ib pen8elasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai ,ara

bela8ar yang efek if. Penggunaan hukuman yang sanga dihindari oleh para behavioris ik 8us ru dianggap me ode yang paling efek if un uk mener ibkan sis9a.

okoh

F& %elemahan)kelemahan dari teori Thorndike 1. Terlalu memandang manusia sebagai mekanismus dan o oma isme belaka disamakan dengan he9an. 1eskipun banyak ingkah laku manusia yang o oma is% e api idak selalu bah9a ingkah laku manusia i u dapa dipengaruhi se,ara rial and error. Trial and error idak berlaku mu lak bagi manusia. &. 1emandang bela8ar hanya merupakan asosiasi belaka an ara s imulus dan respon. Sehingga yang dipen ingkan dalam bela8ar ialah memperkua asosiasi ersebu dengan la ihan*la ihan% a au ulangan*ulangan yang erus menerus. /. Aarena bela8ar berlangsung se,ara mekanis is% maka peneger ian idak dipandangnya sebagai sua u yang pokok dalam bela8ar. 1ereka mengabaikan penger ian sebagai unsur yang pokok dalam bela8ar. 2. 3mplikasi dari eori behavioris ik dalam proses pembela8aran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebela8ar un uk berkreasi% bereksperimen asi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Aarena sis em pembela8aran ersebu bersifa o oma is*mekanis dalam menghubungkan s imulus dan respon sehingga erkesan seper i kiner8a mesin a au robo . Akiba nya pebela8ar kurang mampu un uk berkembang sesuai dengan po ensi yang ada pada diri mereka.