Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

Petunjuk: Kerjakan tugas ini bersama dalam kelompok. Anggota kelompok maksimal 6 (enam) orang. Tugas dikumpulkan hari Rabu tanggal 26 Februari 2014 melalui email ke alamat: muzdalifah.agri@gmail.om 1. Identifikasi masalah budaya yang terjadi di sekitar Anda. Menurut Anda apa penyebabnya dan apakah ada solusi untuk pemecahan masalah tersebut. (maksimal 2 masalah) 2. Identifikasi juga hal-hal yang menurut Anda berpotensi akan menjadi masalah sosial-budaya di lingkungan Anda. Dan apa yang bisa dilakukan untuk meredam kondisi tersebut.

Selamat bekerja!

Dikerjakan oleh: Amalia Desy W. Dewita Fitri W. Maulida Eriana Nurjanah Yunita Ariani

Jawaban: 1. Permasalahan pertama: Pengaruh Pengunaan Teknologi Internet terhadap Moral Dewasa ini penggunaan gadget serta internet seakan-akan menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat, khususnya para remaja. Kebanyakan remaja menggunakan gadget dengan teknologi canggih agar dapat mengakses dengan cepat ataupun dengan tujuan lainnya. Teknologi awalnya diciptakan untuk mendekatkan yang jauh agar dapat berkomunikasi dengan orang atau kerabat kita. Kini yang terjadi justru sebaliknya, menjauhkan orang yang ada disekitar kita menjadi orang lain yang tak terhiraukan. Misalnya saja, saat berkumpul bersama orang-orang terdekat, sebagian besar justru asyik dengan gadget-nya, sibuk dengan diri mereka masing-masing. Sehingga sifat sosialisasi seseorang tidak berkembang di dunia nyata. Adapun orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengedarkan situs-situs bagi orang dewasa secara bebas. Hal ini, sangat menghawatirkan bagi anak-anak yang berusia di bawah umur. Anak-anak yang seharusnya dapat belajar banyak pengetahuan dari internet, kini lebih tertarik dengan situs-situs tersebut. Tentu saja, ini dapat merusak moral generasi penerus anak bangsa. Walaupun dampaknya tidak terlihat secara nyata, perlahan ini akan mempengaruhi pola pikir mereka yang tidak seharusnya mengetahui hal yang tidak sesuai dengan usia mereka. Dengan adanya teknologi sekarang ini tentunya sangatlah mengkhawatirkan untuk masa depan generasi muda bangsa kita. Pengaruh tersebut tentunya dapat menyebabkan degradasi moral anak-anak bangsa yang buruk. Adanya pengaruh buruk teknologi ini, sebagian besar dikarenakan oleh adanya kebebasan gaya hidup yang kian mewah, mereka saling berlombalomba memamerkan gadget-gadget canggih keluaran terbaru yang mereka miliki tanpa memperdulikan apa manfaat yang seharusnya. Bukan hanya itu, peran orang tua dalam pengawasan terhadap anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi juga kurang mendapat perhatian, sehingga anak nya dengan bebas dapat mengakses apa yang mereka inginkan.

Solusi dari adanya pegaruh negatif dari teknologi ini adalah dengan mengontrol penggunaannya. Seperti adanya batasan dalam waktu pemakaian internet. Misalnya, dalam sehari hanya menggunakan internet selama 1 jam dan kesadaran dimana seharusnya mereka menggunakannya. Bagi anak yang di bawah umur perlu adanya pengontrolan ataupun pengawasan oleh orang tua. Misalnya, mengetahui situs apa yang sering mereka kunjungi, apakah mereka benar-benar menggunakan untuk keperluan ilmu pengetahuan atau hal tidak bermanfaat. Permasalahan kedua: Beralihnya Budaya Pakaian Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa gaya pakaian budaya barat sangat menarik, dan modern. Masyarakat cenderung memakai pakaian yang agak terbuka daripada memakai pakaian yang cenderung tertutup khas budaya Indonesia. Kini, sudah hampir 80% gaya berpenampilan masyarakat kita sudah terpengaruh menggunakan adat penampilan budaya barat. Tentunya kita dan beberapa orang yang masih mencintai budaya Indonesia merasa sedih karena kebudayaan Negara tempat dimana masyarakat tinggal dan bertahan hidup ini, kini mulai pudar, Ini merupakan salah satu masalah dalam mempertahankan kebudayaan Indonesia yang masih ada. Kecenderungan masyarakat memakai gaya pakaian budaya barat disebabkan oleh budaya asing atau budaya barat yang masuk ke Indonesia. Budaya asing terutama budaya barat, sudah lama masuk dan menjamur diberbagai daerah di Indonesia. Masuknya budaya asing membuat rakyat Indonesia mulai menjauhi dan melupakan budaya negara. Semakin banyaknya budaya barat yang masuk ke Negara kita ini maka semakin hancur saja budaya asli dari negara kita ini. Dalam permasalahan tersebut, terjadi perubahan yang mengarah kearah negatif. Oleh sebab itu, perlu adanya solusi dalam pemecahan masalah ini. Dalam pemecahan kita mungkin tidak bisa menghentikan perubahan budaya yang tejadi, tetapi mungkin kita bisa menghentikan perkembangan nya di generasi yang selanjutnya. Untuk saat ini perlu adanya kesadaran dari masingmasing pribadi dalam mengoreksi diri dan menyaring budaya asing itu sendiri.

2. Hal yang menurut berpotensi akan menjadi masalah sosial-budaya di lingkungan yakni meningkatnya jumlah wanita karir, yang berawal dari emansipasi wanita itu sendiri. Pada masa sekarang, wanita karir itu tidak menimbulkan banyak masalah. Namun, hal ini berpotensi sebagai masalah sosial-budaya yang akan ditimbulkan pada masa yang akan datang. Banyak hal negatif yang disebabkan dari perkembangan budaya tersebut. Bagi wanita karir yang masih lajang, banyak hal yang dapat mempengaruhi kehidupan nya. Pertama, jika wanita itu terlalu fokus terhadap pekerjaannya, maka ia tidak memikirkan lagi untuk mencari pasangan hidup. Kedua, apabila ia terlalu sibuk dan mengharuskan pulang larut malam, maka akan membahayakan dirinya sendiri sebagai seorang wanita. Ketiga, terkadang para pria menjadi tidak percaya diri untuk mendekatinya karena kesetaraan sosial pada latar belakang pendidikan ataupun jabatan. Sedangkan bagi wanita yang sudah menikah, selain sisi positifnya juga terdapat beberapa hal negatif. Pertama, apabila wanita itu terlalu mementingkan pekerjaannya maka urusan rumah tangga dapat menjadi dinomorduakan dan

dikesampingkan. Kedua, tidak punya waktu untuk melayani suaminya, sehingga dapat berakibat atau berujung pada perceraian. Ketiga, anak-anak yang seharusnya butuh perhatian lebih dari kasih sayang seorang ibu, akan terabaikan. Keempat, apabila sampai terjadi perceraian, maka anak-anak pula yang akan menjadi korban dari hal tersebut. Hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi masalah tersebut, mungkin bisa dimulai dari diri wanita itu sendiri. Bagi seorang ibu rumah tangga, apabila wanita tersebut mampu mengatur waktunya, maka masalah sosialbudaya tersebut dapat dihindari. Tapi apabila wanita tersebut belum bisa mengatur waktunya dengan baik, maka kemungkinan masalah sosial-budaya akan terjadi. Karena itu, untuk mengatasi masalah ini wanita itu dapat memilih, ingin tetap menjadi wanita karir atau hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan, bagi seorang wanita yang lajang, harus bisa menjaga keselamatan diri nya sendiri dan dapat mengontrol diri agar jangan terlena terhadap pekerjaannya.