Anda di halaman 1dari 1

TK 4202 Keselamatan Proses Kimia Anggi Febrina 13010107 Case Sudy ALOHA

Tugas ini dilakukan untuk menganalisa hal-hal yang akan mempengaruhi penyebaran zat akibat kebocoran di suatu pabrik. Hal-hal yang akan mempengaruhi penyebaran zat adalah bahan kimia, kondisi atmosferik, dan sumber kebocoran. Pada studi kasus kali ini dilakukan tinjauan mengenai pengaruh perubahan kondisi atmosferik terhadap model penyebaran zat. Bahan kimia yang digunakan adalah benzene, dan sumber kebocoran adalah tangki. Kondisi atmospheric divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya. Terdapat beberapa hal yang dapat diubah seperti kecepatan angin, arah angin, kekasaran tanah, kondisi langit, temperature udara, kelas stabiliti, pilihan tinggi inversi, dan kelembaban. Pengaruh Kecepatan Angin Kecepatan angin divariasikan dari 5 mph, 7 mph, dan 14 mph. Model persebaran zat menggunakan software ALOHA untuk masing-masing kecepatan 5,7,dan 14 mph ditampilkan pada Gambar 1, Gambar 2, dan Gambar 3. Gambar 1 - Kecepatan 5 mph Gambar 2- Kecepatan 7 mph Gambar 3- Kecepatan 14 mph

Dari hasil pemodelan tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan, seperti : Semakin besar kecepatan angin, maka daerah persebarannya akan semakin kecil. Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa dengan kecepatan angin 5 ppm, persebarannya akan mencapai sekitar 700 m sesuai arah angin dari pabrik, dan 400 m ke arah vertical. Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa dengan kecepatan angin 7 ppm, persebarannya akan mencapai sekitar 600 m sesuai arah angin dari pabrik, dan 200 m ke arah vertical. Pada Gambar 3 dapat dilihat bahwa dengan kecepatan angin 145 ppm, persebarannya akan mencapai sekitar 300 m sesuai arah angin dari pabrik, dan 50 m ke arah vertical. Semakin besar kecepatan angin, konsentrasi zat bocor yang tersebar akan semakin encer . Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa dengan kecepatan angin 5 ppm, terdapat cukup besar wilayah dengan konsentrasi zat bocor di atas 1000 ppm (sangat pekat). Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa dengan kecepatan angin 7 ppm, wilayah dengan konsentrasi zat bocor di atas 1000 rpm semakin mengecil. Pada Gambar 3 dapat dilihat bahwa dengan kecepatan angin 145 ppm, tidak terdapat wilayah dengan konsentrasi zat bocor di atas 1000 rpm.

Dengan demikian, sebagai tindakan pencegahan tersebarnya zat bocor dengan lebih jauh dan pekat, sebaiknya pabrik berlokasi di daerah dengan kecepatan angin yang tinggi.