Anda di halaman 1dari 2

1.

3 Cara menghitung koloni bakteri Terdapat berbagai cara untuk menghitung koloni bakteri, namun dalam percobaan kali ini digunakan cara pembagian kuadran bakteri pada cawan petri berisi agar. Setelah dibagi berdasarkan kuadran (rata-rata menggunakan 4-8 kuadran) jumlah koloni dalam satu kuadran dihitung kemudian dikalikan dengan jumlah kuadrannya. Dengan begitu didapatkan jumlah koloni bakteri pada cawan petri tersebut. 1.7. Cara mengeram (inkubasi) bakteri secara aerob dan anaerob 1.7.1. Inkubasi Aerob Terdapat berbagai cara untuk inokulasi bakteri aerob. Sebagian besar laboratorium memilih medium sesuai dengan sifat dan asal specimen. Sebagian besar specimen dioleskan ke media agar dengan metode pengolesan empat kuadran (four quadran streaking method). Apabila diinginkan hasil kuantitatif dapat digunakan metode pengolesan hitung koloni (colony count streaking method). Medium agar didalam tabung diinokulasikan dengan mengoleskan specimen ke permukaan agar yang miring. Suhu inokulasi standar untuk biakan aerobic adalah 35C sampai 37C. Suhu inkubasi yang lain dapat digunakan dalam keadaan tertentu. Atmosfer inkubasi harus medapat pasokan CO2 sebesat 5 sampai 10 persen selama inkubasi primer medium agar yang mengandung darah atau agar coklat yang mengandung darah karena pasokan CO2 . judibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri dan beberpa pathogen penting. Durasi inkubasi bervariasi sesuai pathogen yang dicari. Umumnya durasi pada medium agar dan lempeng berkisar 48-72 jam, namun apabila dicurigai ada pathogen yang tumbuh secara lambat, durasi dapat diperpanjang. 1.7.2. Inkubasi Anaerob Ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam inkubasi anaerob, seperti; Specimen tidak diambil dari bagian tubuh yang umumbya dikolonisasi anaerob Specimen harus dikirim ke laboratorium dengan cara yang konsisten dengan kelangsungan hidup mikroba anaerob. Untuk mencegah terkontaminasi atau rusaknya bakteri akibat bakteri lain yang tumbuh lebih cepat, perlu ditambahkan bahan-bahan khusus untuk mematikan kontaminan secara efektif. Seperti pada inkubasi aerob, suhu yang diperlukan adalah 35C sampai 37C dan

kandungan CO2 juga 5-10%.

Sumber: Sacher, R. A., & Mcpherson, R. A. (2004). Tinjauan klinis hasil pemeriksaan, laboratorium. (11th ed., pp. 409-410). Jakarta: EGC. Retrieved from http://books.google.co.id/books?id=XTQ7NuDtzEEC&printsec=frontcover 2.1. Phosphate Buffer Saline adalah larutan garam seimbang yang umumnya digunakan pada laboratorium biologi. Fungsi esensial dari PBS adalah untuk mempertahankan PH dan keseimbangan osmosis seperti menyediakan air dan ion anorganik untuk sel. PBS umumnya digunakan untuk mempertahankan keseimbangan sel dalam jangka pendek saat dimanipulasi diluar area pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Dengan begitu fungsi PBS dalam praktikum ini adalah untuk mempertahankan keseimbangan mikroorganisme (dalam percobaan ini bakteri) agar tetap dapat tumbuh walaupun bukan dalam lingkungan regulernya.

Sumber:

Pbs

(phosphate-buffered

saline)).

(n.d.).

Retrieved

from

http://www.cytospring.com/pages/DPBS.pdf