Anda di halaman 1dari 10

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS

CARA PENGGUNAAN INHALER


Terapi inhalasi adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran nafas dengan melakukan penghisapan. Inhalation devices atau yang dikenal alat-alat inhalasi atau inhaller terdapat berbagai jenis, diantaranya : 1. M I !Meter ose Inhaler" #. M I dengan spacer $. %I ! ry %o&der Inhaler" : rotahaler, turbohaler, disk-haler '. (ebuli)er 1. Metered- ose Inhaler !M I" *erikut contoh dari M I

+ara %enggunaan dari M I ini yaitu : ,epaskan penutup aerosol

%egang tabung obat diantara ibu jari dan jari telunjuk kemudian kocok seperti di gambar

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS -kspirasi maksimal. .emakin banyak udara yang dihembuskan, semakin dalam obat dapat dihirup.

,etakkan mouthpiece di antara kedua bibir, katupkan kedua bibir kuat-kuat. ,akukan inspirasi secara perlahan. %ada a&al inspirasi, tekan M I seperti pada gambar. ,anjutkan inspirasi anda selambat dan sedalam mungkin.

Tahan nafas selama kurang lebih 1/ detik agar obat dapat bekerja 0eluarkan nafas secara perlahan 0umur setelah pemakaian !mengurangi -. stomatitis"

#. M I dengan .pacer

*1*231,-4 55

66 .%1+-4 -7I+-.

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS $. ry %o&er Inhaler ! %I" 8enis dari %I ini ada $, yaitu : a. 4otahaler b. Turbuhaler c. isk-haler a. 4otaheler +ara %enggunaan : o %egang bagian mulut 4otahaler secara vertikal. Tangan lain memutar badan 4otahaler sesuai dengan gambar sampai maksimal o Masukkan 4otacaps dengan sekali menekan secara tepat, ke dalam lubang ' persegi sehingga puncak 4otacaps berada pada permukaan lubang.

o %egang permukaan 4otahaler secara hori)ontal dengan titik putih diatas dan putar badan 4otahaler berla&anan arah sampai maksimal untuk membuka 4otacaps. o 0eluarkan napas sepenuhnya, letakkan bagian mulut 4otahaler antara gigi dan bibir anda dengan kepala agak ditengadahkan kebelakang. 3iruplah dengan kuat dan dalam, kemudian tahan napas selama mungkin, sambil keluarkan 4otahaler dari mulut, sambil keluarkan napas secara perlahan-lahan.

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS b. Turbuhaler

+ara %emakaian : 1. *uka tutup turbuhaler #. %utar ke kanan sampai habis !maksimal" $. %utar ke kiri sampai berbunyi 9klik: '. 0eluarkan nafas !ekspirasi maksimal", masukkan mulut ke turbuhaler ;. 3isap secara kuat dan cepat !inspirasi maksimal" <. Tahan napas dan hitung sampai ;-1/ =. Tutup kembali turbuhaler >. 0umur setelah menghisap c. isk 3aler

+ara penggunaan : 1. *uka tutup mouthpiece disk-haler #. *uka tutup disk-haler !disk-haler lid" untuk membuka plastik penutup obat $. 0eluarkan nafas !ekspirasi maksimal", masukkan mulut ke turbuhaler '. 3isap secara kuat dan cepat !inspirasi maksimal" ;. Tahan napas dan hitung sampai ;-1/

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS <. Tutup kembali turbuhaler =. Tarik tempat disk ke depan agar obat yang sudah habis bergeser, dorong ke tempat semula >. 0umur setelah menghisap '. (ebuli)er

+ara %enggunaan : 1. 1lat didekatkan, pakai sarung tangan #. 1tur pisisi fo&ler $. 8alan nafas dibersihkan, hidung dibersihkan dengan kapas lembab '. ?bat dimasukkan dlm tempat penampungan obat ;. 3ubungkan masker@nasal canule@mouthpiece pada pasien sehingga uap dan obat tidak keluar <. %asien dianjurkan nafas dalam secara teratur =. *ila pasien merasa lelah, matikan nebuli)er sebentar, berikan kesempatan pasien istirahat >. .etelah obat sudah habis, matikan mesin nebuli)er A. *erikan /# B liter@mnt atau sesuai instruksi 1/. %erhatikan keadaan umum 11. 1lat dibersihkan dan dirapikan, sarung tangan dilepas 1#. +uci tangan

http://id.scribd.com/doc/101430780/cara-penggunaaninhaler

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS

Cara Pemakaian upositoria !ang "enar


%osted in emergency C medicine, medicine D # +omments

.upositoria adalah sediaan padat yang umumnya berbentuk peluru atau torpedo yang penggunaannya dapat melalui beberapa cara yaitu melalui rektal !anus", vagina, atau uretra !saluran kencing". Tapi yang umumnya digunakan pada bayi dan anak adalah supositoria yang melalui rektal !anus", .upositoria ini mudah meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. .upositoria biasanya diberikan pada pasien yang sedang tidak sadarkan diri, pasien yang jika menerima sediaan oral akan muntah, pasien bayi dan anak, serta dalam keadaan tidak memungkinkannya diberikan obat suntik !parenteral". %ada pasien bayi dan anak supositoria ini digunakan sebagai obat anti kejang atau penurun panas secara cepat. Pen!impanan upositoria 1. %enyimpanan supositoria dalam &adah tertutup baik dan pada suhu yang berkisar #E+>E+ serta terlindung dari cahaya. #. isarankan pada orang tua yang mempunyai anak dengan ri&ayat 0ejang emam atau -pilepsi, untuk menyediakan supositoria penurun panas atau supositoria anti kejang sebagai persediaan obat di rumah.

Cara penggunaan upositoria :

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS 1. +uci tangan 1nda sampai bersih dengan air sabun #. 0eluarkan supositoria dari kemasan dan basahi sedikit dengan air bersih $. *ila supositoria terlalu lembek, maka dinginkan lebih dahulu dala leari es selama $/ menit, atau rendam dalam air dingin sebelum membuka kemasan. '. 1tur posisi tubuh anak berbaring menyamping dengan kaki bagian ba&ah diluruskan, sementara kaki bagian atas ditekuk ke arah perut

;. menjangkau daerah anus.

1ngkat bagian atas dubur untuk

<.

Masukan supositoria, ditekan dan ditahan dengan jari telunjuk sampai betul betul masuk ke bagian otot sfinkter rektum !sekitar /,; F 1 inci dari lubang dubur". 8ika tidak dimasukan sampai bagian otot sfinkter, supositoria akan terdorong keluar lagi dari lubang dubur

=.

Tahan posisi tubuh anak agar tetap berbaring menyamping dengan kedua kaki menutup selama kurang lebih ; menit untuk menghindari supositoria terdorong keluar.

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS

http://dokteranakku.net/articles/2012/10/cara-pemakaian-supositoria-yang-benar.html Suppositoria adalah salah satu bentuk sediaan farmasi yang digunakan untuk obat luar, dalam hal ini melalui rectal/ anal, vaginal atau uretral. yang ditu ukan untuk mencapai efek lokal maupun sistemik. !enurut "armakope #ndonesia edisi #$ yang dimaksud dengan sediaan suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang diberikan melalui rektal, vagina, atau uretra. %mumnya meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh. Suppositoria dapat bertindak sebagai pelindung aringan setempat, sebagai pemba&a 'at terapeutik yang bersifat lokal atau sistemik. (ahan dasar suppositoria umumnya lemak coklat , gelatin trigliserinasi, minyak nabati terhidrogenasi, campuran polietilen glikol berbagai bobot molekul dan ester asam lemak polietilen glikol.

menurut )nsel, 200* (entuk dan ukurannya harus sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam lubang atau celah yang diinginkan tanpa meninggalkan ke anggalan begitu masuk, har us dapat bertahan untuk suatu &aktu tertentu

Penggunaan suppositoria ertu!uan " 1. %ntuk tu uan lokal seperti pada pengobatan &asir atau hemoroid dan penyakit infeksi lainnya. Suppositoria untuk tu uan sistemik karena dapat diserap oleh membran mukosa dalam rektum. 2. %ntuk memperoleh ker a a&al yang lebih cepat +. %ntuk menghindari perusakan obat oleh en'im di dalam saluran gastrointestinal dan perubahan obat secara biokimia di dalam hati , Syamsuni, 200* Penggo#ongan suppositoria er$asar%an te&pat pe& eriann'a $i agi &en!a$i" () Suppositoria re*ta# " suppositoria rectal untuk de&asa berbentuk berbentuk lon ong pada satu atau kedua u ungnya dan biasanya berbobot lebih kurang 2 g , anonim, 1..*-. Suppositoria untuk rektum umumnya dimasukkan dengan ari tangan. (iasanya suppositoria rektum pan angnya / +2 mm ,1,* inchi-, dan berbentuk silinder dan kedua u ungnya ta am. (entuk suppositoria rektum antara lain bentuk peluru,torpedo atau ari- ari kecil, tergantung kepada bobot enis bahan obat dan basis yang digunakan. (eratnya menurut %S0 sebesar 2 g untuk yang menggunakan basis oleum cacao , )nsel,200* -. supositoria enis ini biasanya disebut suppositoria di pasaran. +) Suppositoria ,agina# " umumnya berbentuk bulat atau bulat telur dan berbobot lebih kurang *,0 g dibuat dari 'at pemba&a yang larut dalam air atau yang dapat bercampur dalam air seperti polietilen glikol atau gelatin tergliserinasi. Suppositoria ini biasa dibuat sebagai 1pessarium2 .

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS


, )nonim,1..*3 )nsel, 200*-. suppositoria enis ini, dipasaran disebut sebagai ovula. 3) Suppositoria uretra " suppositoria untuk saluran urine yang uga disebut 1bougie2. (entuknya ramping seperti pensil, gunanya untuk dimasukkan ke dalam saluran urine pria atau &anita. Suppositoria saluran urin pria berdiameter +- 4 mm dengan pan ang / 150 mm, &alaupun ukuran ini masih bervariasi satu dengan yang lainnya. )pabila basisnya dari oleum cacao maka beratnya / 5 gram. Suppositoria untuk saluran urin &anita pan ang dan beratnya 6 dari ukuran untuk pria, pan ang / 70 mm dan beratnya 2 gram, bila digunakan oleum cacao sebagai basisnya , )nsel, 200*-. -euntungan penggunaan suppositoria antara #ain" 1. 8apat menghindari ter adinya iritasi pada lambung 2. 8apat menghindari kerusakan obat oleh en'im pencernaan +. 9bat dapat masuk langsung saluran darah dan ber akibat obat dapat memberi efek lebih cepat daripada penggunaan obat per oral 5. (aik bagi pasien yang mudah muntah atau tidak *. (entuknya seperti terpedo mengunt sadarungkan karena suppositoria akan tertarik masuk dengan sendirinya bila bagian yang besar masuk melalui otot penutup dubur ,)nief, 200*3 Syamsuni, 200*-. -erugian penggunaan entu% se$iaan suppositoria antara #ain" 1. :idak menyenangkan penggunaan 2. )bsorbsi obat sering tidak teratur dan sedikit diramalkan. http://studifarmasi.blogspot.com/2011/0./suppositoria.html #$%$&' P('))$'&&' 1. (*ek +okal %ada umumnya digunakan untuk pengobatan &asir, konsipasi, infeksi dubur. Gat aktif yang biasa digunakan: 1nastetik lokal !ben)okain, tetrakain" 1dstringen !Gn?, *i-subgalat, *i-subnitrat" 7asokonstriktor !efedrin 3+," 1nalgesik !turunan salisilat" -mollient !balsam peru untuk &asir" 0onstipasi !glisin bisakodil" 1ntibiotika untuk infeksi ,. (*ek istemik Meringankan penyakit asma !teofilin, efedrin, amonifilin" 1nalgetik dan antiinflamasi !turunan salisilat, parasetamol" 1nti arthritis, radang persendian !fenilbutason, indometasin" 3ipnotik C sedatif !turunan barbiturat" Trankuili)er dan anti emetik !fenotia)in, klorproma)in" 0hemoterapetik !antibiotik, sulfonamida" (Lachman, Teory and Practice of Industrial Pharmacy, hal 565) http:// uliansuprianto.1.blogspot.com/2012/12/suppositoria-i.html

DHERY MADYATI MANURUNG D3 FARMASI UNS *erikan supositoria vagina: a. ,epaskan supositoria dari bungkusan aluminium dan oleskan jeli pelicin yang larut dalam air pada bagian yang halus dan bulat. Hunakan juga pelumas pada jari telunjuk tangan yang dominan yang sudah menggunakan sarung tangan. b. c. engan tangan non Fdominan, lihat ubang vagina dengan cara mambuka dengan lembut lipatan labia mayora. engan tangan dominan, masukkan dengan lembut bagian ujung bulat supositoria sepanjang dinding posterior vagina. %anjang keseluruhan jari !=,;-1/ cm atau $-' inci" untk memastikan distrbusi obat sepanjang dinding vagina telah merata. 1$. Menggunaakan krim atau busa: a. b. c. Isi aplikator krim atau busa sesuai petunjuk yang ada dikemasan obat. engan tangan non-dominan yang telah memakai sarung tangan , lihat lubang vagina dengan cara membuka lipataan labia mayora dengan lembut. engan tangan yang dominan, masukan aplikator kira-kira ;-=,; cm !#-$ inci". aplikator untuk memasukan obat kedalam vagina sehingga distribusi obat merata. orong

d. 0eluarkan aplikator, dan letakan pada kertas handuk. *erssihkan sisa krim dari labia mayora atau lubang vagina. 1'. 4apikan semua peralatan, lepaskan sarung tangan, dan cucilah tangan. 1;. %erintahkan klien untuk tetap terlentang minimal 1/ menit untuk membiarkan obat didistribusikan dan diserap dengan merata diseluruh dinding vagina dan tidak keluar dari pintu lubang vagina. 1<. +atat pemberian obat pada M14. 1=. 8ika menggunakan aplikator, dengan menggunakan sarung tangan, cucilah dengan air sbun dan air hangat, bilas dan simpan untuk penggunaan berikutnya. 1>. Ta&arkan klien apa ia memerlukan pembalut perineal. 1A. -valuasi respons klien terhadap pengobatan, dan periksa timbulnya sekret pada lubang vagina dan kondisi genitalia eksternal.
http://rikyshiro.blogspot.com/2012/0*/normal-0-false-false-false-en-us-;-none.html