Anda di halaman 1dari 19

Besarann-besaran dalam astronomi 1 tahun : 31.104.000 detik 1 SA : 150.000.000 km 1 Pc : 206.

265 SA 1 Pc : 3,26 tahun cahaya

Istilah istilah dalam astronomi

Eksentrisitas: penyimpangan jalur orbit dari lingkaran menjadi elips Aphelium : jarak terjauh planet ke bintang Perihlium: jarak terdekat planet ke bintang Apastron: jarak terjauh 2 bintang Periastron: jarak terdekat 2 bintang Apogee: jarak terjauh satelit dari planet Perigee: jarak terdekat satelit dari planet
Merkurius 0 1/5 Venus 3 1/150 Bumi 6 1/60 Mars 12 1/11 Asteroid 24 1/20 Jupiter 48 1/20 Saturn 96 1/18 Uranus 192 1/21 neptunus 384 1/100

Titius bode eksentrisitas

R= jari jari orbit ap = aphelium P = perihlium

e =eksentrisitas

Tata Surya Teori Heliosentris ( Nicolas copernicus) Matahari adalah pusat tata surya

Teori Geosentris ( Claudius Ptolomeus)

Bumi adalah pusat tata surya

Teori asal usul Tata surya Teori kabut / nebula ( Immanuael Kant Simmon de Laplace)

Tata surya terbentuk dari bola kabut gas yang bersuhu tinggi dan berotasi dengan sangat cepat dan akhirnya memadat menjadi matahari dan anggota tatasurya yang lain Teori Planetesimal ( T C Chamberlin FR Moulton)

Pada saat suatu bintang mendekati matahari, karena adanya gaya gravitasi dari bintang, maka sebagian materi matahari tertarik ke arah bintang, dan saat buntang menjauh, sebagian materinya ada yang kembali ke matahari dan sebagian lagi terhambur dan berubah menjadi planetesimal dan akhirnya terbentuk planet planet Teori Pasang Surut (Sir James Jeans Harold Jeffreys)

Ketika di dekat matahari lewat sebuah bintang, maka gaya gravitasinya menyebabkan pasang naik pada matahari dan bintang, dan saat bintang menjauh, bagian matahari yang terlepas membentuk cerutu, kemudian terputus putus dan terbentuklah planet Teori bintang ganda

Ketika terdapat dua buah binyang ganda, dan salah satunya meledak, maka bintang yang meledak membentuk planet dan yang tidak meledak menjadi pusatnya Teori protoplanet/awan debu (C.F. Van Weizaker G. Kuiper)

Tatasurya terbentuk dari gumpalan awan gas debu yang mengalami pemampatan membentuk gumpalan bola, memipih berupa cakram tebal di tengah dan tipis di tepi, bagiantetap berpijar menjadi matahari dan bagian tepi menjadi planet dan anggota tatasurya yang lain Anggota tatasurya seluruh planet dan benda benda lainnya yang beredar mengelilingi matahari

Planet
Menurut IAU ( International Astronomical Union) di Praha, Cekoslovakia, Planet adalah benda langit yang Mengorbit suatu bintang Massa > 5 X 10 20 kg Diameter > 800 km Orbitnya harus bersih dari benda benda lain dan tidak memotong orbit planet lain

Planet kerdil adalah benda langit yang Mengorbit suatu bintang Memiliki masa dan diameter yang cukup sehingga bisa mempertahankan bentuknya yang bulat Belum bisa membersihan jalur orbitnya Bukan satelit dari suatu planet Contoh: pluto, ceres

Klasifikasi planet Berdasarkan 1. Posisi terhadap bumi Inferior: merkurius, venus Superior: mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus 2. Posisi terhadap sabuk asteroid Planet dalam: merkurius, venus, bumi, mars Planet luar : yupiter, saturnus, uranus, neptunus 3. Penyusun Terestrial: materi penyusun utamanya batuan solid merkurius, venus, bumi, mars Jovian: atmosfirnya lebih dominan dibandingkan bebatuannya yupiter, saturnus, uranus, neptunus

Kedudukan planet M= matahari Oposisi P= planet lain B = bumi

M
Konjungsi inferior

M
Konjungsi Superior

Elongasi , minimum 0 planet inferior elongasi maksimum saat garis hubung bumi-planet tegak lurus garis hubung planeth ,

= sudut elongasi

Rotasi dan Revolusi bumi

Vernal equinox

21 Maret

Atumnal equinox Summer solstice

Winter solstice

22 Juni

22 Desember

Winter solstice Atumnal equinox

Summer solstice

Bagian equinox seharusnya sejajar dengan matahari tetapi untuk mempermudah, sedikit diturunkan

23 September

Vernal equinox

Summer solstice : musim panas Winter solstice: musim dingin Vernal equinox: musim semi Autumnal equinox : musim gugur

Pergantian musim terjadi karena adanya kemiringan poros bumi yaitu sebesar 23,5 karena kemiringan tersebut, cahaya matahari yang diterima tidak merata sehingga ada bagian yang menerima pencahayaan lebih lama dan ada yang menerma pencahayaan lebih sedikit, yang menerima pencahayaan lebih banyak akan mengalami musim panas dan yang mengalami pencahayaan lebih sedikit akanmengalami musim dingin, sedangkan pada equinox kemiringan tidak memberikan efek karena sudut kemiringan tegak lurus terhadap arah sinar matahari Jika bumi tidak 23,5 ka musim hanya akan ada 2 seperti di indonesia.

Dampak yang dihasilkan rotasi dan revolusi 1. Rotasi bumi Pembelokan arah angin Membuat pergerakan semu objek Pergantian siang dan malam Perbedaan waktu Pembelokan arus laut 2. Revolusi bumi Pergantian rasi bintang Pergantian musim Gerak semu matahari Adanya perbedaan lama siang dan malam 3. Revolusidan rotasi bumi Adanya waktu sideris

Bulan Satelit adalah suatu benda langit yang mengorbit suatu planet dikarenakan tarikan gravitasi planet tersebut. Sekarang yang kita bahas adalah satelit alami, untuk bumi, yang dimilikinya adalah bulan. Proses pembentukan Sejauh ini para peneliti mempercayai bahwa bulan terbentuk akarena adanya proses pemisahan. Pada zaman dahulu kala ada planet seukuran mars menabrak bumi sehingga, bagian bagian bumi ada yang terhambur ke angkasa. Bagian yang terhambur ke angkasa bersatu, menggumpal dan berotasi hingga berbentuk bulat dan memadat seperti sekarang, karena tarikan gravitasi bumi bulan mengorbit bumi. Data umum Radius : 1737,1 km Massa: 7,347 X1022 kg Jarak ke bumi: 380.000 km Fenomena yang ditimbulkan Pasang laut Pasang laut adalah naik atau turunnya air laut dikarenakan gravitasi bulan dan matahari. Dalam pasang laut bulan berkontribusi sebesar 70%, sedangkan matahari hanya 30%, hal itu dikarenakanjarak bulan yang sangat dekat dengan bumi. Dapat dilihat bahwa pasang naik maksimum terjadi saat matahari dan bulan berada pada garis lurus dan pasang minimum terjadi saat bulan dan matahari membentuk sudut 90. Maksudnya pasang dipengaruhi oleh revolusi bulan adalah, karena revolusi bulan , maka posisi bulan berubah, sehingga menghasilkan dampak seperti gambar dibawah

Berikut ilustrasi dari beberapa jenis pasang

Pasang naik

Pasang surut

Karena bagian kiri tertarik gravitasi bagian kanan ikut naik

3
Gravitasi bulan dan matahari saling maniadakan sehingga pasang yang dihasilkan minimum

Gambar:

1. Bulan pada posisi bulan purnama, pasang maksimum 2. Bulan pada posisi bulan baru, pasang maksimum 3. Bulan pada posisi bulan setengah, pasang minimum

Gerhana Gerhana adalah fenomena dimana cahaya matahari ditutupi baik oleh bulan ataupun bumi dikarenakan berada pada garis lurus. Gerhana dapat dibagi menjadi dua yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari o Gerhana matahari total

Adalah keadaan dimana bulan sepenuhny amenutupi matahari, itu karena diameter sudut bulan sama atau le bih besar dari diameter sudut matahari o Gerhana matahari cincin Adalah keadaan dimana bulan tidak dapat sepenuhny amenutupi matahari, karena jarak bulan yang terlalu jauh atau jarak matahari yang terlalu dekat, sehingga diameter sudut bulan lebih kecil dari matahari. Gerhana bulan o Gerhana bulan total

Adalah keadaan dimana bulan sepenuhnya berada dalam umbra bumi sehingga tidak ada bagian bulan yang terlihat o Gerhana bulan sebagian Adalah keadaan dimana sebagian daerah bulan berada di umbra bumi, dan sebagian lagi berada di penumbra bumi, sehinga daerah bulan yang terlihat hanya sebagian o Gerhana bulan penumbra Adalah keadaan dimana selurh bagian berada di penumbra bumi, sehingga bulan dapat terlihat sepenuhnya tetapi warnanya gelap

Berikut adalah perbedaan dari gerhana-gerhana Gerhana matahari total


Pengamat A Penampakan

Gerhana matahari cincin

Bulan D

Penampakan

Gerhana bulan

Waktu sideris dan waktu sinodis Waktu sideris adalah lamanya waktu suatu benda bergerak dari suatu posisi ke posisi awal lagi, sedangkan waktu sinodis adalah lamanya suatu benda bergerak dari suatu fase kembali ke fase itu lagi.

Waktu sideris

Waktu sinodis

Jika dalam konteks waktu satu hari, waktu sideris adalah lamanya bumi berotasi dari 36 (kembali ke posisi yang sama) sedangkan waktu sinodis adalah lamanya waktu yang dibuthkan oleh suatu posisi di bumi dari melihat matahari h h h 36 ( f y ) j d d w d d d y 4 .K w d 24 jam, maka waktu sideris 23 jam 56menit. Waktu sideris sinodis juga dapat digunakan untuk mengetahui kapan dua buah benda berada dalam fase yang sama. Untuk menghitunnya dapat menggunakan rumus berikut

Sideris a adalah waktu sideris yang lebih besar agar hasilnya tidak negatif

Fotometri & Spektroskopi


Fotometri adalah ilmu dalam astronomi yang mempelajari tentang pengukuran cahaya. Besaran yang dipakai dalam ilmu ini adalah magnitudo, semakin kecil magnitudo sebuah benda, akan semakin terang benda tersebut. Manusia bisa melihat benda, minimal yang magnitudonya 6, lebih dari itu sudah tak terlihat lagi, atau kita harus menggunakan alat bantu seperti teleskop untuk melihatnya. Sebenarnya magnitudo itu sendiri adalah tingkat kecerlangan suatu benda. Sedangkan spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari bintang dengan melihat spektrumnya. Ada yang disebut magnitudo mutlak ada yang disebut magnitudo semu, magnitudo mutlak adalah magnitudo suatu benda digeser ke jarak 10 parsec, sedangkan magnitudo semu adalah magnitudo suatu benda sebagaimana benda tersebut terlihat oleh pengamat, sehingga, magnitudo mutlak dan semu belum tentu sama tergantung jaraknya. Magnitudo semu dicari dengan fotometri sedangkan magnitudo mutlak dicari dengan spektroskopi.
Kedua rumus ini jarang digunakan

Magnitudo mutlak dan semu dapat dihubunkan dengan rumus + Av m= magnitudo semu M = magnitudo mutlak d = jarak bintang dalam parsec Av = penyerapan oleh materi antarbintang (untuk bintang dekat diabaikan) Dan jika tidak ada kalkulator untu menghitung log, rumus tersebut dapat diturunkan

100,2(m-M+5-Av) = d
sehingga jika d = 10 Pc, maka m = M (kecerlangan sama) d > 10 Pc, maka m > M (lebih redup) d < 10 Pc, maka m < M (lebih terang) selain magnitudo, sebuah bintang juga memiliki luminositas, luminositas adalah energi yang dipancarkan suatu bintang ke segala arah dalam sedetik, sehingga kita bisa menyebutnya daya. Jika luminositas energi yang dipancarkan ke segala arah, fluks adalah energi persatuan luas.

Luminositas L = 4r eT
2 4

L= luminositas T= suhu bintang

Fluks dibagi menjadi dua Fluks pancaran : adalah energi yang dipancarkan setiap 1 meter persegi Fluks diterima: adalah energi yang diterima setiap 1 meter persegi

Anggap garis merah adalah daerah yang luasnya 1 meter persegi, jadi dapat terlihat bahwa fluks pancaran adalah energi pada permukaan bintang sedangkan fluks diterima adalah fuks yang diterima

Untuk menghitung besar fluks digunakan rumus Fluks pancaran

Fluks diterima Rumus fluks yang paling sering dipakai adalah yang diterima Mengapa luminositas dibagi oleh luas permukaan bola(4r2)? Itu karena energi yang dipancarkan bintang terpancar ke semua arah yang akhirnya membentuk bola seperti gambar di atas, karena fluks adalah energi per luas, maka untuk menghitungnya kita garus membagi luminositas dengan luas permukaan bola. Berarti sejauh ini kita memiliki 4 besaran dalam fotometri yaitu magnitudo semu, magnitudo mutlak, fluks, dan luminositas. Apakah besaran-besaran tersebut berhubungan? Ya, ada beberapa hubungan. Magnitudo mutlak dan luminositas nilainya tidak tergantung pada posisi pengamat, hanya tergantung pada bintang itu sendiri, sedangkan magnitudo semu dan fluks nilainya dapat berubah tergantung pada posisi pengamat. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan dengan rumus berikut.
M= magnitudo mutlak L= luminositas m= magnitudo semu F= Fluks

Dan jika tidak suka menggunkan log dapat menggunakan rumus

Dalam fotometri magnitudo semu dapat dibagi menjadi mv/V pada gelombang visual , = 55 mb/B pada gelombang biru, = 45 mi/I mu/U pada gelombang ungu, = 35

dalam spektroskopi magnitudo mutlak dapat dibagi menjadi Mv pada gelombang visual Mb pada gelombang biru Mu pada gelombang ungu Maksudnya pada gelombang visual, biru, atau ungu adalah magnitudo tersebut didapatkan dengan teleskop atau alat lainnya yang dapat menangkap gelombang tersebut Color index Adalah index warna dari sebuah bintang dan dapat dicari dengan magnitudo semu, yaitu magnitudo biru dan visual CI = B V CI << : biru = panas CI >> : merah = dingin B V 1 -2 -2 2 -3 -1 3 1 0 Paling terang = bintang 1 (V terkecil) Paling panas = bintang 2 ( B-V terkecil) Paling dingin = bintang 3 (B-V terbesar) Bintang

Reaksi fusi Selama hidupnya inti bintang mengalami reaksi yang disebut reaksi fusi

masih aneh

Siklus hidup bintang

temperatur

d = 2 6265 1 pc = 206265 Au Detik busur

Satuan do = d, jika do menggunakan parsec, d juga parsec Jika do SA, d juga SA


do

Paralaks
p d

1SA

d harus dalam parsec, karena yang berubah hanya do

Astrofisika Astrofisika adalah ilmu yang mempelajari fenomena di alam ini dan menggunakan hukum hukum fisika. Yang paling sering dibahas adalah tentang gravitasi Gravitasi adalah gaya tarik menarik yang terjadi diantara partikel yang memiliki massa. Seperti gaya gravitasi bumi yang menahan kita. Dibawah ini adalah dua planet yang saling tarik menarik diakibatkan massanya

R M F F m

Gaya tarik menarik 2 benda

M R

Percepatan gravitasi yang diakibatkan massa yang besar

Rb

Ra

Hubungan periode dan jari jari

Kecepatan orbit planet mengelilingi matahari Hubungan periode, jari jari, dan massa orbit

Kecepatan lepas planet