Anda di halaman 1dari 5

NAMA NIM KELAS/OFF MATAKULIAH U!

UL 13

: SATRIYA LENCANA HERLAMBANG : 120511427488 : A1-9G : PRATIKUM PEMESINAN : MESIN BUBUT " #$%&-'#$%& ()*)+, -.%/ &#/+) (#01-1-+)$ +%/-&2 #$%& '#$%& ()*)+

a)

Pahat kiri Pahat bubut rata kiri memiliki sudut baji 55o dan sudut-sudut bebas lainnya. Pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang ysng pemakaiannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi kepala lepas pahat potong.

b)

Pahat Potong Pahat yang digunakan khusus untuk memotong suatu benda kerja hingga ukuran panjang tertentu.

c)

Pahat kanan

Pahat bubuk rata kanan memiliki sudut baji 80o dan sudut-sudut bebas lainnya. Pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi cekam. d) e) f) Pahat rata Digunakan untuk meratakan Pahat radius Digunakan untuk membuat bentuk berbentuk lingkaran Pahat alur Pahat alur, biasanya digunakan pahat tempel dengan lebar ,! mm, dan dalam alur maskimal ,5 mm. g) Pahat ulir Pahat bubut ulir memiliki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan dibuat, sudut puncak 55o adalah untuk membuat ulir jenis "hit"hort. #edangkan untuk pembuatan ulir jenis metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat $0o. h) Pahat muka Pada bubut muka memiliki sudut baji 550 dan sudut-sudut bebas lainnya sebagaimana gambar diatas. Pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata permukaan benda kerja yang pemakanannya dapat dimulai dari luar benda kerja ke arah mendekati titik senter dan juga dapat di mulai dari titik senter ke arah luar benda kerja tergantung arah putaran mesinnya. i) Pahat kasar Pahat kasar digunakan untuk pengerjaan pembubutan a"al baik untuk pembubutan memanjang, melintang, menyudut maupun radius %luar atau dalam). 23 M#01-1-+ U.%/ Pada umumnya bentuk ulir adalah segitiga atau & %ulir metrik dengan sudut $0' dan ulir withworth 55'), segi empat dan trapesium %sudut ulir !('). )ara membubut ulir segitiga adalah sebagai berikut* . +ubutlah diameter ulir. !. +ubutlah alur pembebas sedalam atau lebih sedikit dari dalamnya ulir. ,. Pinggulah ujung dari benda kerja. -. #erongkan eretan atas setengah dari sudut ulir yang akan dibuat dan pasanglah pahat ulir.

5. .mbillah mal ulir yang akan dibuat. $. /empatkanlah ujung pahat tegak lurus terhadap benda kerja. 0. 1encangkan baut-baut penjepit bila pahat sudah sama tinggi dengan senter dan lurus dengan benda kerja. 8. /empatkan tuas-tuas pengatur transporter menurut table sesuai dengan banyaknya ulir yang akan dibuat. (. 2asukkan roda gigi agar mesin jalannya secara ganda. 0. 3alankan mesin dan kenakan ujung pahat sampai benda kerja tersentuh. . 4entikan mesin dan tariklah eretan kekanan. !. Putarlah cincin pembagi, sehingga angka 0 segaris dengan angka 0 pada eretan lintang dan tidak merubah kedudukannya.

,. 2ajukan eretan lintang , garis pada cincin pembagi, maka pahat maju untuk penyayatan. -. Putar cincin pembagi sehingga angka 0 lagidan eretan lintang idak boleh bergerak. 5. 3alankan mesin. $. 2asukkan tua penghubung transporter pada "aktu salah satu angka pada penunjuk ulir bertepatan dengan angka 0. 0. +ila pahat sudah masuk pada pembebas, putarlah kembali eretan lintang sehingga pahat bebas dari benda kerja. 8. 1embalikan eretan. (. 4entikan mesin. !0. Periksalah jarak ulir dengan mal ulir yang sesuai dengan jumlah gangnya. ! . 1embalikan ujung pahat pada kedudukan semula dengan memutar eretan lintang sehingga angka 0 segaris dengan angka 0 pada cincin pembagi. !!. 2ajukan pahat ulir untuk penambahan penyayatan sebanyak , garis

dengan memutar eretan atas. !,. 1embalikan cincin pembagi pada angka 0 segaris dengan angka 0. !-. 3alankan mesin. !5. 4ubungkan tuas penghubung bila ujung pahat sampai pada saat angka semula berhadap dengan angka 0. !$. 5epaskan tuas penghubung bila ujung pahat sampai pada alur pembebas sambil eretan lintang kebelakang. !0. 1embalikan eretan lintang pada kedudukan semula dengan tangan. !8. 5akukan berulang-ulang seperti yang diterangkan dalam no. ! s6d !0 sampai selesai. )atatan * Dengan memajukan pahat ulir oleh eretan lintang, maka mengurangi gesekan pahat. 7ntuk penghalusan pembuatan ulir, eretan lintang kita gerakan cukup dengan menambah garis dari cincin pembagi dari kedudukan semula dan eretan atas tidak dirubah kedudukannya, sehingga penyayatan seluruh bidang dari ulir mendapat gesekan yang kecil. 5akukan hal ini ! sampai , kali dengan menambah penyayatan sehingga hasil dari ulir akan bagus. #etiap memulai pembubutan harus menggunakan lonccng %thread dial) yaitu pada saat akan memulai pembubutan, jarum dengan angka yang telah ditentukan harus tepat bertemu, langsung handle otomatis dijalankan, bila sampai ulir, handle dilepas. 43 M#01-1-+ T%/-& 2enggunakan eretan atas, untuk tirus luar dan dalam dengan sudut yang besar, tidak dapat dilakukan dengan otomatis, dengan menggunakan rumus sebagai berikut*

2enggeser kepala lepas bagian atas secara melintang, hanya untuk tirus luar dengan sudut kecil dapat dilakukan dengan otomatis, dengan menggunakan rumus sebagai berikut*