Anda di halaman 1dari 7

Archive for the Tag KELAINAN KELENJAR SALIVA KELAINAN KELENJAR SALIVA Posted by De Haantjes van Het Oosten

in Jul 08, 2012, under Ilmu Bedah Mulut (Oral Surgery), Ilmu Penyakit Mulut (Oral Medicine) Glandula saliva atau kelenjar saliva merupakan organ yang terbentuk dari sel-sel khusus yang mensekresi saliva. Saliva adalah cairan oral yang kompleks dan tidak berwarna yang terdiri dari campuran sekresi dari kelenjar besar dan kelenjar kecil (mayor dan minor) yang ada pada mukosa oral. Fungsi saliva itu sendiri adalah: Melicinkan dan membasahi rongga mulut sehingga membantu proses mengunyah dan menelan makanan Membasahi dan melembutkan makanan menjadi bahan setengah cair ataupun cair sehingga mudah ditelan dan dirasakan Membersihkan rongga mulut dari sisa-sisa makanan dan kuman Mempunyai aktivitas antibacterial dan sistem buffer Membantu proses pencernaan makanan melalui aktivitas enzim ptyalin (amilase ludah) dan lipase ludah Berpartisipasi dalam proses pembekuan dan penyembuhan luka karena terdapat faktor pembekuan darah dan epidermal growth factor pada saliva Jumlah sekresi air ludah dapat dipakai sebagai ukuran tentang keseimbangan air dalam tubuh. Membantu dalam berbicara (pelumasan pada pipi dan lidah) KLASIFIKASI GLANDULA SALIVA Klasifikasi Glandula Saliva berdasarkan ukuran : Glandula saliva Mayor Glandula saliva Minor Glandula saliva mayor terdiri dari : Glandula Parotis Glandula Submandibularis Glandula Sublingualis

Glandula saliva minor terdiri dari: Glandula Labial Superior inferior Glandula Bucalis Minor Glandula Palatina Glandula Lingualis anterior Glandula Lingualis Posterior Glandula Glossopalatinus Kelainan kelenjar saliva adalah suatu keadaan abnormal dalam kelenjar saliva yang dapat merujuk pada kondisi yang menyebabkanpembengkakan atau nyeri. Terdapat beberapa kelainan pada kelenjar saliva antara lain; mucocele, ranula, sialadenitis, sjorgen syndrome dan sialorrhea. 1. MUCOCELE

Mucocele adalah Lesi pada mukosa (jaringan lunak) mulut yang diakibatkan oleh pecahnya saluran kelenjar liur dan keluarnya mucin ke jaringan lunak di sekitarnya. Mucocele bukan kista, karena tidak dibatasi oleh sel epitel. Mucocele dapat terjadi pada bagian mukosa bukal, anterior lidah, dan dasar mulut. Mucocele terjadi karena pada saat air liur kita dialirkan dari kelenjar air liur ke dalam mulut melalui suatu saluran kecil yang disebut duktus. Terkadang bisa terjadi ujung duktus tersumbat atau karena trauma misalnya bibir sering tergigit secara tidak sengaja, sehingga air liur menjadi tertahan tidak dapat mengalir keluar dan menyebabkan pembengkakan (mucocele). Mucocele juga dapat terjadi jika kelenjar ludah terluka. Manusia memiliki banyak kelenjar ludah dalam mulut yang menghasilkan ludah. Ludah tesebut mengandung air, 3iopsy, dan enzim. Ludah dikeluarkan dari kelenjar ludah melalui saluran kecil yang disebut duct (pembuluh). Terkadang salah satu saluran ini terpotong. Ludah kemudian mengumpul pada titik yang terpotong itu dan menyebabkan pembengkakan, atau mucocele. Pada umumnya mucocele didapati di bagian dalam bibir bawah. Namun dapat juga ditemukan di bagian lain dalam mulut, termasuk langit-langit dan dasar mulut. Akan tetapi jarang didapati di atas lidah. Pembengkakan dapat juga terjadi jika saluran ludah (duct) tersumbat dan ludah mengumpul di dalam saluran. Etiologi Umumnya disebabkan oleh trauma 4iops, misalnya bibir yang sering tergigit pada saat sedang makan, atau pukulan di wajah. Dapat juga disebabkan karena adanya penyumbatan pada duktus (saluran) kelenjar liur minor. Mucocele Juga dapat disebabkan oleh obat-obatan yang mempunyai efek mengentalkan ludah. Gambaran Klinis

Batas tegas konsistensi lunak Warna transluscent Ukuran biasanya kecil Tidak ada keluhan sakit kadang-kadang pecah, hilang tapi tidak lama kemudian akan timbul lagi Diagnosis Diagnosis mukokel bisa secara langsung dari riwayat penyakit, keadaan klinis dan palpasi. Langkah-langkah cara mendiagnosis ranula adalah : Melakukan anamnesa lengkap dan cermat secara visual Bimanual palpasi intra & extraoral Aspirasi Melakukan pemeriksaan laboratories Pemeriksaan radiologis dengan kontras media Pemeriksaan mikroskopis, pemeriksaan biopsy/PA Differential Diagnosa Differential diagnosis dari mukokel adalah sebagai berikut : Adenoma Pleomorfik Suatu nodula keras kebiru-biruan Kista Nasolabial Suatu nodula berfluktuasi pada palpasi Kista Implantasi Penatalaksanaan Mucocele adalah lesi yang tidak berumur panjang, bervariasi dari beberapa hari hingga beberapa minggu, dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun banyak juga lesi yang sifatnya kronik dan membutuhkan pembedahan eksisi. Pada saat di eksisi, dokter gigi sebaiknya mengangkat semua kelenjar liur minor yang berdekatan, dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk menegaskan Biopsy dan

menentukan apakah ada kemungkinan tumor kelenjar liur. Selain dengan pembedahan, mucocele juga dapat diangkat dengan laser. Beberapa dokter saat ini ada juga yang menggunakan menggunakan injeksi Kortikosteroid sebelum melakukan pembedahan, ini terkadang dapat mengempiskan pembengkakan. Jika berhasil, maka tidak perlu dilakukan pembedahan. Penatalaksanaan mukokel biasanya dilakukan dengan eksisimukokel dengan modifikasi teknik elips. yaitu setelah pemberian anesthesi lokal dibuat dua insisi elips yang hanya menembus mukosa, kemudian lesi dipotong dengan teknik gunting lalu dilakukan penjahitan. 2. RANULA Etiologi Dan Patogenesis Ranula terbentuk sebagai akibat normal melalui duktus ekskretorius major yang membesar atau terputus atau terjadinya rupture dari saluran kelenjar terhalangnya aliran liur yang sublingual (duktus Bartholin) atau kelenjar submandibuler (duktus Wharton), sehingga melalui rupture ini air liur keluar menempati jaringan disekitar saluran tersebut. Selain terhalangnya aliranliur, ranula bisa juga terjadi karena trauma dan peradangan. Ranulamirip dengan mukokel tetapi ukurannya lebih besar. Bila letaknya didasar mulut, jenis ranula ini disebut ranulaSuperfisialis. Bila kista menerobos dibawah otot milohiodeusdan menimbulkan pembengkakan submandibular, ranula jenisini disebut ranula Dissecting atau Plunging. Gambaran Klinis Bentuk dan rupa kista ini seperti perut kodok yang menggelembung keluar (Rana=Kodok) Dinding sangat tipis dan mengkilap Warna translucent Kebiru-biruan Palpasi ada fluktuasi Tumbuh lambat dan expansif Diagnosis Diagnosis mukokel bisa secara langsung daririwayat penyakit, keadaan klinis dan palpasi. Langkah-langkah cara mendiagnosis ranula adalah : Melakukan anamnesa lengkap dan cermat Secara visual Bimanual palpasi intra & extraoral Punksi dan aspirasi

Melakukan pemeriksaan laboratories Pemeriksaan radiologis dengan kontras media Pemeriksaan mikroskopis, pemeriksaan biopsy/PA Differential Diagnosa Kista Dermoid

Kista dermoid yang tampak sebagai suatu pembengkakan jaringan lunak dalam mulut Batu kelenjar liur (sialolit)

Penatalaksanaan Penatalaksanaan ranula biasanya dilakukan dengan caramarsupialisasi ranula atau pembuatan jendela pada lesi.Biasanya menggunakan anestesi blok lingual ditambah denganinfiltrasi regional. Di sekitar tepi lesi ditempatkan rangkaianjahitan menyatukan mukosa perifer dengan mukosa lesi danjaringan dasar lesi. Kemudian dilakukan juga drainase denganpenekanan lesi. Setelah itu dilakukan eksisi pada atap lesisesuai dengan batas penjahitan kemudian lesi ditutup dengan tampon. 3. SIALADENITIS Sialadenitis adalah infeksi bakteri dari glandula salivatorius, biasanya disebabkan oleh batu yang menghalangi atau hyposecretion kelenjar. Proses inflamasi yang melibatkan kelenjar ludah disebabkan oleh banyak faktor etiologi. Proses ini dapat bersifat akut dan dapat menyebabkan pembentukan abses terutama sebagai akibat infeksi bakteri. Keterlibatannya dapat bersifat unilateral atau bilateral seperti pada infeksi virus. Sedangkan Sialadenitis kronis nonspesifik merupakan akibat dari obstruksi duktus karena sialolithiasis atau radiasi eksternal atau mungkin spesifik,yang disebabkan dari berbagai agen menular dan gangguan imunologi. Etiologi Sialadenitis biasanya terjadi setelah obstruksi hyposecretion atau saluran tetapi dapat berkembang tanpa penyebab yang jelas. Terdapat tiga kelenjar utama pada rongga mulut,diantaranya adalah kelenjar parotis, submandibular, dan sublingual. Sialadenitis paling sering terjadi pada kelenjar parotis dan biasanya terjadi pada pasien dengan umur 50-an sampai 60-an, pada pasien sakit kronis dengan xerostomia, pasien dengan sindrom Sjgren, dan pada mereka yang melakukan terapi radiasi pada rongga mulut. Remaja dan dewasa muda dengan anoreksia juga rentan terhadap gangguan ini. Organisme yang merupakan penyebab paling umum pada penyakit ini adalah Staphylococcus aureus; organisme lain meliputi Streptococcus, koli, dan berbagai bakteri anaerob. Gejala Umum

meliputi gumpalan lembut yang nyeri di pipi atau di bawah dagu, terdapat pembuangan pus dari glandula ke bawah mulut dan dalam kasus yang parah, demam, menggigil dan malaise (bentuk umum rasa sakit). Penatalaksanaan Perawatan awal harus mencakup hidrasi yang memadai, kebersihan mulut baik, pijat berulang pada kelenjar, dan antibiotik intravena. Evaluasi USG atau computed tomography (CT) akan menunjukkan apakah pembentukan abses telah terjadi. Sialography merupakan kontraindikasi.Insisi dan drainase paling baik dilakukan dengan mengangkat penutup parotidectomy standar dan kemudian menggunakan hemostat untuk membuat beberapa bukaan ke dalam kelenjar, tersebar di arah umum dari syaraf wajah. Sebuah saluran kemudian ditempatkan di atas kelenjar dan luka tertutup. Dalam beberapa kasus, dimungkinkan untuk melakukan aspirasi jarum yang dipandu CT atau USG-pada abses parotis, yang dapat membantu menghindari prosedur operasi terbuka. Hal ini juga untuk diingat bahwa fluktuasi kelenjar parotis tidak terjadi sampai fase sangat terlambat karena beberapa investasi fasia dalam kelenjar. Jadi, adalah mustahil untuk menentukan adanya pembentukan abses awal berdasarkan pemeriksaan fisik saja. 4. SJORGEN SYNDROME Sjorgen syndrome merupakan suatiupenyakit auto imun yang ditandai oleh produksi abnormal dari extra antibodi dalam darah yang diarahkan terhadap berbagai jaringan tubuh. Ini merupakan suatu penyakit autoimun peradangan pada kelenjar saliva yang dapat menyebabkan mulut kering dan bibir kering Diagnosis Peradangan kelenjar saliva dapat dideteksi dengan radiologic scan, juga dapat dilihat dengan berkurangnya kemampuan kelenjar saliva memproduksi air liur. Dapat juga didiagnosis dengan cara biopsi. Untuk mendapatkan sampel biopsi, biasa diunakan pada kelenjar dari bibir bawah. Prosedur biopsi kelenjar saliva bibir bawah diawali dengan anastesi lokal kemudian dibuat sayatan kecil dibagian dalam bibir bawah. Gejala Gejala dari sjorgen syndrome antara lain; mulut kering, kesulitan menelan, kerusakan gigi, penyakit gingiva, mulut luka dan pembengkakan, dan infeksi pada kelenjar parotis bagian dalam pipi. Penatalaksanaan Mulut yang kering dapat dibantu dengan minum air yang banyak dan perawatan gigi yang baik untuk menghindari kerusakan pada gigi. Kelenjar dapat dirangsang dengan menghisap tetesan air lemon tanpa gula atau gliserin pembersih.

Perawatan tambahan untuk gejala mulut kering adalah obat resep untuk menstimulasi air liur seperti pilocarpine dan ceuimeline. Obat-obatan ini harus dihinari oleh orang yang berpenyakit jantung, asma, dan glukoma. Penyebab Penyebab sjorgen syndrome tidak diketahui, ada dukungan ilmiah yang menyatakan bahwa penyakit ini adalah penyakit turunan atau adanya faktor genetik yang dapat memicu terjadinya sjorgen syndrome, karena penyakit ini kadang-kadang penyakit ditemukan pada anggota keluarga lainnya. Hal ini juga ditemukan lebih umum pada orang yang memiliki penyakit autoimun lainnya seperti lupus eritematous sistemik, autoimun penyakit tiroid, diabetes, dll. 5. SIALORRHEA Sialorrhea adalah suatu kondisi medis yang detandai dengan menetesnya air liur atau sekresi saliva yang berlebihan. Penyebab Penyebab dari sialorrhea dapat bevariasi berupa gejala dan gangguan neurologis, infeksi atau keracunan logam berat dan insektisida serta efek samping dari obat-obatan tertentu. Penatalaksanaan Pengobatan dan perawatan sialorrhea biasanya tergantung pada sumber penyebabnya. Apabila disebabkan oleh efek samping obat-obatan maka penanggulangannya hanya sebatas mengatur kelebihan sekresi saliva. Pada tahap awal dapat diberikan obat, jika terjadi dalam jangka waktu yang lama dapat dilakukan operasi dengan mengangkat satu atau lebih glandula salivarius mayor. PENUTUP Pada gangguan kelenjar saliva seringkali ditemukan gejala seperti pembengkakan pada wajah,pembengkakan pada telinga, sakit diwajah, kesulitan membuka mulut dan mulut kering. Gangguan kelenjar liur dapat dicegah sekaligus dirawat dengan mengkonsumsi makanan atau cairan yang dapat merangsang produksi saliva seperti makanan yang asam dan tetesan air lemon. Selain itu dapat dilakukan pijatan kelenjar liur yang dapat meningkatkan aliran dan membantu mencegah infeksi.