Anda di halaman 1dari 4

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis memberikan implikasi keperawatan yang diharapkan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

A. KESIMPULAN Setelah melaksanakan asuhan keperawatan langsung pada pasien acut coronary syndrome, penulis dapat menyimpulkan pada pengkajian penulis menggunakan pola pengkajian fungsional Gordon. Pada pengkajian ada beberapa pengkajian yang tidak terdapat pada teori tapi ada pada kasus. Pengkajian yang tedapat pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus yaitu sirkulasi, kenyamanan, hygiene dan pengetahuan. Pengkajian yang tidak ada pada teori tetapi ada pada kasus yaitu pola fungsional, perspsi kesehatan dan managemen kesehatan, persepsi kognitif, persepsi diri dan konsep diri, pola seksualitas dan reproduksi, mekanisme koping dan toleransi stress, pola nilai dan kepercayaan. Pengkajian yang ada pada teori dan kasus yaitu nyeri neurosensori, respirasi, aktivitas dan latihan, nutrisi interaksi social dan eliminasi. Diagnosa yang dimunculkan diperoleh dari data pada pengkajian. Pada pasien ditemukannyeri dada kiri, sesak napas dan pusing berputar-putar.. Dalam kasus Ny. P, penulis menegakkan delapan diagnosa keperawatan

yaitunyeri berhubungan dengan iskhemik jaringan sekunder terhadap

74

75

sumbatan arteri koroner, intolerransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai O2 miokard, nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake tidak adekuat, ancietas berhubungan dengan ancaman kehilangan/kematian, resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan iskhemik miokard, resiko tinggi perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran darah, gangguan istirahat tidur berhubungan dengan suplai O2 tidak adekuat, Resiko tinggi infeksi sistemik berhubungan dengan efek pemasangan alat infasif. Diagnosa ini ditegakkan karena didukung data yang diperoleh dari pengkajian. Adapun diagnosa yang tidak muncul dalam kasus adalahresiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan, kurang pengetahuan mengenai kondisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang informasi tentang fungsi jantung dan status kesehatan akan datang. Srdangkan diagnose yang tidak muncul dalam teori adalah nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, gangguan istirahat tidur berhubungan dengan suplai O2 tidak adekuat, resiko tinggi infeksi berhubungan dengan pemasangan alat infasif. Pada intervensi yang penulis lakukan meliputi intervensi mandiri juga kolaborasi seperti observasi keadaan umum, monitor tanda-tanda vital, tindakan langsung pada pasien dan pemberian terapi obat sesuai advis dokter. Intervensi belum semua bisa diberikan karena keadaan dan kondisi pasien yang tidak mendukung untuk dilakukan intervensi dan juga karena keterbatasan waktu.

76

Untuk evaluasi dilakukan pada tanggal 04 Maret 2011. Evaluasi yang didapat menunjukkan bahwa nyeri berkurang, skala nyeri 3, sesak napas berkurang, RR : 28 x/mnt, pusing berkurang. Keadaan umum pasien membaik, sedangkan aktivitas dan kegiatan pasien belum bisa dilakukan sendiri dan pasien juga masih lemas. Penulis menyimpulkan dari kedelapan diagnosa yang dimunculkan dalam kasus teratasi sebagian. Oleh sebab itu, untuk masing-masing diagnosa intervensinya tetap dilanjutkan. Dari semua data yang diperoleh, penulis menemukan data yang sama dengan yang ada pada teori dan muncul pada kasus juga data yang tidak ada pada teori dan muncul pada kasus, baik dari pengkajian maupun pada intervensi.

B. SARAN 1. Pada pengkajian diharapkan menggunakan referensi yang sama sehingga tidak dijimpai banyak perbedaan, sebagai contoh : pada kasus pembahasan menggunakan Gordon dan pada teori menggunakan Doengus. 2. Pada diagnose diharapkan memprioritaskan pada hanya Hirarki Maslow tapi juga ditinjau dari kompetensi yang ada, salah satunya di triase dengan konsep ABCD. 3. Pada intervensi diharapkan semua intervensi yang ada bisa dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan sehingga mempercepat proses kesembuhan pasien. 4. Pada implementasi diharapkan pada setiap diagnose harus memperhatikan atau mampu mengukur analisa SWOT.

77

5. Pada evaluasi diharapkan mampu menentukan batasan antara tujuan yang ada pada diagnose dengan evaluasi hasil.