Anda di halaman 1dari 3

Semesta Bilangan : Komputer versus Reality Oleh : Smoosh TIF4C

Pada penerapannya, ilmu komputer sangat amat tidak bisa dilepaskan dari matematika. Bisa dibilang bahwa komputeradalah sebuah dimensi praktis dari matematika teori. Komputer membantu pemecahan banyak paradoks matematis. Ya, dengan memanfaatkan resource komputer, problem matematis yang pemecahannya sebelumnya terbatasi kemampuan fungsional manusia, menjadi bisa diselesaikan dengan memuaskan. Namun, apakah teori setiap pola matematis bisa diurutkan sebagai algoritma komputer? komput Atau lebih dasar lagi, apakah semua persamaan matematis bisa dipahami komputer? Atau, yakinkah anda bahwa bilangan matematis di dunia nyata (RL) itu sama dengan apa yang komputer pahami sebagai bilangan? Menarik sekali membedahnya. etiga, dengan gamblang saya menjawab, TIDAK. Apa? Mengapa? Apa dasarnya? Untuk pertanyaan ketiga, Mudah, semesta bilangan. Komputer, secanggih apapun, sedimensional apapun, sebesar apapun storage device nya, memiliki batasan semesta bilangan. Tidak ada satupun type data yang bisa menampung bilangan dengan urutan tak hingga. Dalam dunia nyata, 'real' number adalah dari -~ hingga ~, dimana ~+~=~ dan ~-~=~. ~=~. It's huge, endless, complicated, dude.

Lebih dari itu, sebuah komputer bahkan tidak bisa menampung 1 deret bilangan real! Not sure? s Pernah mendengar dedekind cut? (boleh googling kok) Disitu kuncinya, pada teorinya semesta bilangan real terdiri dari deretan bilangan rasional yang disekat sekat bilangan irrasional (nah loh), dengan kata lain, jika kita potong sebagian jalur dari s semesta emesta tersebut, kita tetap akan memiliki sebuah lorong yang memiliki bilangan rasional dan irrasional.

Misalnya kita ambil dua bilangan integer, yakni 1 dan 2, nah, karena integer adalah himpunan bilangan real, maka track bilangan yang timbul dengan bata batas s kiri 1 dan batas kanan 2 bisa disebut sebagai sebuah jalur himpunan bagian dari semesta real.

Komputer, secanggih apapun, bahkan tidak mempu menampung jalur ini! Mengapa? Karena elemen bilangan real yang terdapat diantara 1 dan 2 berjumlah ~. (Lihat gambar) Nah? Masih yakin kalau komputer bisa menampung sistemasi matematika RL? Tidak? Sekarang, anggap ada seorang ahli matematika membantah konklusi yang saya jabarkan di atas dengan kalimat berikut: Pembahasan diatas memang mewakili sistemasi matematika RL, namun tidak sepenuhnya! Mengapa? Irrasional adalah bilangan teroistis, tidak eksis selain di atas kertas, jadi konklusi yang melibatkan irrasional sebagai perbandingan tidak bisa diterima! Saya -> Waw, (kena deh), hmm, dari sini kita harus merujuk variabel nyatanya, sang RL, reality, atau kehidupan sehari hari yang nyata senyata anda membaca artikel ini. Yap! Benar sekali, irrasional adalah bilangan yang hanya eksis di atas kertas, teoristis. Tapi perbandingan teoristis inilah yang akan membuka jalan menuju perbandingan sebenarnya antara komputer matematis dan dunia nyata. Mari kita buka prespektif baru : Ingat lagi konklusi terakhir, bahwa sebuah potongan semesta real memiliki elemen real dengan jumlah ~. Konklusi di atas seharusnya berujung pada konklusi ganas berbunyi : maka manusia seharusnya tidak bisa bergerak! :bengong: Yap! Konklusi ini disebut paradox of motion atau the Zeno's Paradox (http://en.wikipedia.org/wiki/Zeno%27s_paradoxes). Jika dijabarkan dalam narasi, bunyinya adalah : Jika A ingin bergerak menuju B, maka A HARUS melewati titik (A+B)/2 Masuk akal? Tentu, Jika anda berada di angka 1 dan ingin bergerak menuju angka 2, maka anda harus melewati 1.5 di dalam perjalanan bukan? Sekarang, jika anda ingin menuju angka 1.5 (sebagai syarat menuju angka 2) anda harus mencapai angka 1.25 terlebih dahulu Lagi, saat anda ingin menuju angka 1.25 (sebagai syarat menuju angka 1.5) anda harus mencapai angka 1.125 bukan?

Ini looping? Ya Saya mengerjai anda? Tidak. Kapan loopingnya berakhir? Tidak pernah.

Ya, tidak pernah, anda ingat bahwa track line antara 1 dan 2 menampung jumlah elemen real sebanyak ~ bukan? Sehingga looping ingin bergerak itu endless, Anda tidak akan bergerak sebelum looping berakhir, karena status ke n adalah syarat bagi status ke n n-1. 1. Dan karena loopingnya tidak berakhir, maka anda belum um bisa bergerak, dan tidak akan pernah bergerak! Is that? Tidak. Buktinya, secara nyata, kita bergerak. Dari titik A ke titik B, dari kamar ke toilet, dari tuts keyboard ke fingerring area. Teorima di atas pasti ngawur! Begitu? Tidak, justru ini membawa kita kesimpulan selanjutnya :) Bahwa bilangan itu paralel, alih alih seri, setiap bilangan memiliki gap gap perdempetan sehingga memungkinkan sebuah titik dihuni oleh dua elemen. Dan hal ini menyebabkan A bisa bergerak menuju B karena A dan B berada di t titik itik yang sama.

:berbusa: .... Mencengangkan bukan? Bukti teoritisnya bisa dilihat sendiri, bahwa 0.999...=1, bukan karena pembulatan, namun benar benar SAMA. Oleh karena itu 0.999...=1 dan 0.333... tetap < 4. Setelah menerima bahwa bilangan RL baik secara teoritis ata ataupun upun praktis adalah paralel, maka anda akan bisa menyimpulkan bahwa komputer tidak akan pernah memiliki kemampuan penyimpanan semesta bilangan paralel. Di dalam komputer bilangan itu linear, 0.999... akan selalu < 1 karena komputer tidak punya ability untu untuk menyimpan the real 0.999.. yang endless. Apa tanggapan anda?