Anda di halaman 1dari 3

PATOFISIOLOGI MULTIPLE SKLEROSIS

Etiologi Virus (rubella dan herpes)

Mengaktifkan WBC (lymphocyte) dalam aliran darah menuju otak Terjadi ekstravasasi selT CD8 dan selT CD4 (mekanisme pertahanan)

Mengganggu system kekebalan (secara tidak langsung mengubah system kekebalan tubuh) Sel-sel tersebut menyerang dan menghancurkan myelin Terjadi focal lymphocytic infiltration (sel T secara terus-menerus bermigrasi menuju lokasi (sel-sel dan jaringan) dan melakukan penyerangan seperti yang layak terjadi pada setiap infeksi)

Proses peradangan tersebut mereda Mungkin terjadi regenerasi selaput myelin Sembuh Sementara ( kambuh setelah 1-3bulan) (Pada kondisi ini gejala awal= disfungsi Neurologis yang berangsur kali membaik)

Sel T mensekresi sitokin mengaktivasi sejumlah microglia dan astrosit (sejenis fagosit yang ada pada jaringan otak dan STB Disfungsi sawar otak serta degenerasi saraf kronis yang berkelanjutan Kerusakan lapisan myelin (Demyelinasi) dan oligodendroglia Terbentuk plak yang tersebar Gliosis (bekas luka) dan plak terdapat pada substansi alba system persarafan

Peradangan fase akut dan gliosis terjadi berulang kali pada akson dan glia Rasio IL-2 dan IFN-gamma dlm darah mengalami Trjdi krsakan serat akson&lebam pd otak&STB

Terhentinya alur impuls saraf dari atas maupun dari bawah Saraf optic dan khiasma Penglihatan kabur, Lapang pandang Gangguan Penglihatan Resti Cidera Batang otak Mengenai jaras serabut atau nucleus Otot Ekstraokuler Diplopia pergerakan tdk terkendali Nistagmus Serebelum Cidera Neuromuskular Ataksia Serebral Disatria Gangguan Komunikasi Verbal Serebrum Disfungsi Serebral Hilangnya daya ingat (dimensia) Medula Spinalis

Perubahan kemampuan merawat diri sendiri Deficit perawatan diri

Kehilangan kemampuan menyelesaikan masalah, perubahan mengawasi keadaan yang kompleks dan berpikir abstrak, Emosi labil, pelupa, apatis, loss deep memory Perubahan Proses Pikir

Pada Lobus Frontalis Menyerang substansi alba Gangguan afek (euphoria dan depresi)

Gangguan Interaksi Sosial

Koping Tidak Efektif

Koping Keluarga tdk efektif Perubahan peran dalam keluarga

Lesi kortikospinalis

Pada traktus piramidal (keterlibatan jaras motorik utama)

Pada traktus lateral Gangguan sensorik (perasaan sensasi yang terganggu seperti tidak merasa, merasa kesemutan, ditusuk-tusuk atau merasa panas yang tidak nyaman dan nyeri hebat)

Gangguan Sfingter Perubahan Eliminasi Urinarius (Hiperefleksi, Hiporefleksi,dan Campuran keduanya)

Kelemahan spastic anggota gerak Gangguan Mobilitas Fisik Tirah baring lama Resti kerusakan integritas kulit

Lesi pada kolumna posterior Tanda Lhermitte (Fleksi pd leher menyebabkan sensasi syok yang menuruni spinalis)

Keterlibatan jaras kortikospinalis reflex tendon dpt menjadi hiperaktif& tdk terdapat reflex abdomen, Tanda Babinski

gerakan volunteer yg tdk terkoordinasi, tremor intensional, gg.keseimbangan