Anda di halaman 1dari 11

Makalah Evaluasi Pembelajaran

Disusun Oleh : Kelompok 3 1. 2. 3. 4. Zulkandri Andriyani Maria Selviani Agus Prayitno (06111010019) (06111010033) (06111010042) (06111010045)

Dosen Pengasuh : Dr. Effendi nawawi, M.Si Drs. A. Rachman Ibrahim, M.Sc.Ed

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014

PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam

setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan dalam setiap pembelajaran. Hasil yang dimaksud adalah baik, tidak baik, bermanfaat, atau tidak bermanfaat, dll. Pentingnya diketahui hasil ini karena ia dapat menjadi salah satu patron bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Artinya, apabila pembelajaran yang dilakukannya mencapai hasil yang baik, pendidik tentu dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran dan demikian pula sebaliknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai evaluasi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, evaluasi program pendidikan, dan evaluasi pendidikan.

I.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diketahui rumusan masalah, yaitu: a. Apa pengertian evaluasi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, evaluasi program pendidikan, dan evaluasi pendidikan? b. Apa perbedaan dari evaluasi pembelajaran dengan evaluasi hasil belajar? c. Apa perbedaan dari evaluasi pembelajaran dengan evaluasi program pendidikan?

d. Apa perbedaan dari evaluasi pembelajaran dengan evaluasi pendidikan?

I.3 Tujuan Adapun tujuan yang akan dicapai setelah mempelajari makalah ini yaitu, Mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian evaluasi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, evaluasi program pendidikan, dan evaluasi pendidikan 2. Menjelaskan perbedaan dari evaluasi pembelajaran dengan evaluasi hasil belajar 3. Menjelaskan perbedaan dari evaluasi pembelajaran dengan evaluasi program pendidikan 4. Menjelaskan perbedaan dari evaluasi pembelajaran dengan evaluasi pendidikan

PEMBAHASAN 1. Pengertian evaluasi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, evaluasi program pendidikan, dan evaluasi pendidikan a) Evaluasi Pembelajaran Davies mengemukakan bahwa evaluasi merupakan proses untuk memberikan atau menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, maupun objek (Davies, 1981:3). Menurut Wand dan Brown, evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu (dalam Nurkancana, 1986:1).

Pengertian evaluasi lebih dipertegas lagi dengan batasan sebagai proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu ( Sudjana, 1990:3). Dengan berdasarkan batasan-batasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, maupun objek) berdasarkan kriteria tertentu. Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Erman (2003:2) menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai penentuan kesesuaian antara tampilan siswa dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini yang dievaluasi adalah karakteristik siswa dengan menggunakan suatu tolak ukur tertentu. Karakteristik-karakteristik tersebut dalam ruang lingkup kegiatan belajar-mengajar adalah tampilan siswa dalam bidang kognitif (pengetahuan dan intelektual), afektif (sikap, minat, dan motivasi), dan psikomotor (ketrampilan, gerak, dan tindakan). Tampilan tersebut dapat dievaluasi secara lisan, tertulis, mapupun perbuatan. Dengan demikian mengevaluasi di sini adalah menentukan apakah tampilan siswa telah sesuai dengan tujuan instruksional yang telah dirumuskan atau belum. Apabila lebih lanjut kita kaji pengertian evaluasi dalam pembelajaran, maka akan diperoleh pengertian yang tidak jauh berbeda dengan pengertian evaluasi secara umum. Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah

ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif. Evaluasi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana efisiensi proses pembelajaran yang dilaksanakan dan efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam rangka kegiatan pembelajaran, evaluasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Bila ditinjau dari tujuannya, evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif, penempatan, formatif dan sumatif. Bila ditinjau dari sasarannya, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasi konteks, input, proses, hasil dan outcome. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan. Evaluasi pembelajaran terdapat tiga jenis sesuai dengan sasaran evaluasi pembelajaran, yaitu evaluasi masukan, proses dan keluaran/hasil pembelajaran. Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran, karakteristik dan kesiapan guru,

kurikulum dan materi pembelajaran, strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran, serta keadaan lingkungan dimana pembelajaran berlangsung. Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada evalusi pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pembelajar meliputi keefektifan strategi pembelajaran yang dilaksanakan, keefektifan media pembelajaran, cara mengajar yang dilaksanakan, dan minat, sikap serta cara belajar mahasiswa. Evaluasi hasil pembelajaran antara lain mengguakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar sebagai prestasi belajar, dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap siswa. Terkait dengan ketiga jenis evaluasi pembelajaran tersebut, dalam praktek pembelajaran secara umum pelaksanaan evaluasi pembelajaran menekankan pada evaluasi proses pembelajaran atau evaluasi manajerial, dan evaluasi hasil belajar atau evaluasi substansial. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran kedua jenis evaluasi tersebut merupakan komponen sistem pembelajaran yang sangat penting, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Selanjutnya masukan tersebut pada gilirannya dipergunakan sebagai bahan dan dasar memperbaiki kualitas proses pembelajaran menuju ke perbaikan kualitas hasil pembelajaran.

b) Evaluasi Hasil Belajar Sudijono (2008: 30), evaluasi terhadap hasil belajar setidaknya mencakup dua hal, yaitu evaluasi pencapaian peserta didik terhadap tujuan khusus dan evaluasi pencapaian peserta didik terhadap tujuan umum pengajaran. Evaluasi hasil belajar dapat terlaksana jika menggunakan tiga prinsip dasar yakni: (1) prinsip keseluruhan, (2) prinsip kesinambungan, dan (3) prinsip objektivitas. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dalam rangka menilai ketercapaian peserta didik terhadap indikator atau kriteria yang telah ditentukan disebut evaluasi hasil belajar. Hamalik (2006: 159) menyatakan evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Evaluasi hasil belajar antara lain mengunakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar. Tes dapat didefinisikan sebagai seperangkat pertanyaan dan/atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait, atribut pendidikan, psikologik atau hasil belajar yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka pada status atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau objek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen test maupun non-test. Penilaian dimaksudkan untuk memberi nilai tentang kualitas hasil belajar secara klasik tujuan evaluasi hasil belajar adalah untuk membedakan kegagalan dan keberhasilan seorang peserta didik. Namun dalam perkembangannya evaluasi dimaksudkan untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik maupun kepada pembelajar sebagai pertimbangan untuk melakukan perbaikan serta jaminan terhadap pengguna lulusan sebagai tanggung jawab institusi yang telah meluluskan. Tes, pengukuran, dan penilaian berguna untuk: seleksi, penempatan, diagnosis dan remedial, umpan balik, memotivasi dan membimbing belajar, perbaikan kurikulum dan program pendidikan serta pengembangan ilmu. Mengacu dari teori yang dikemukakan oleh Sudijono, ciri-ciri evaluasi hasil belajar dibedakan atas lima, yaitu sebagai berikut. 1) Evaluasi dilaksanakan dalam rangka mengukur keberhasilan belajar peserta didik, pengukuran tidak dapat dilakukan secara langsung, tetapi hanya didasarkan pada

indikator-indikator atau gejala-gejala yang nampak. Oleh karena itu, masalah ketepatan alat ukur yang digunakan (valid) menjadi masalah tersendiri. 2) Pengukuran dalam rangka menilai keberhasilan belajar peserta didik pada umumnya menggunakan ukuran-ukuran kuantitatif atau angka-angka. 3) Kegiatan evaluasi hasil belajar pada umumnya digunakan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap. 4) Prestasi belajar yang dicapai olih peserta didik dari waktu ke waktu setelah bersifat relatif, tidak akan menunjukkan kesamaan dan tergantung pada faktor-faktor, seperti peserta didik, penilai, dan situasi yang terjadi pada saat penilai berlangsung. 5) Kegiatan hasil belajar sulit dihindari terjadinya kekeliruan pengukuran ( error), yang disebabkan oleh (a) alat ukurnya (tidak valid dan realiabel); (b) penilai (faktor subyektif, kecenderungan nilai murah atau mahal, kesan pribadi terhadap peserta tes, pengaruh hasil yang lalu, kesalahan menghitung, suasana hati penilai); (c) kondisi fisik dan psikis peserta tes; dan (d) kesalahan akibat suasana ujian (suasana gaduh, pengawasan yang tidak baik dan sebagainya).

c) Evaluasi Program Pendidikan Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program. Melakukan evaluasi program adalah kegiatan yang dimaksud untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan. Yang menjadi titik awal dari kegiatan evaluasi program adalah keingintahuan penyusun program untuk melihat apakah tujuan program sudah tercapai atau belum. a. Jika sudah tercapai, bagaimana kualitas pencapaian kegiatan tersebut b. Jika belum tercapai: 1. Bagian manakah dari rencana kegiatan yang telah dibuat yang belum tercapai. 2. Apa sebab bagian rencana kegiatan tersebut belu tercapai ataukah factor luar. Dengan kata lain, evaluasi program dimaksud untuk melihat pencapaian target program. Untuk menentukan seberapa jauh target rogram sudah tercapai, yang dijadikan tolak ukur adalah tujuan yang sudah dirumuskan dalam tahap perencanaan kegiatan. Sebagai contoh, misalnya seorang guru menargetkan sekurang-kurangnya ada 7 orang siswa yang dapat memperoleh nilai 10, dan setelah diperiksa ternyata hanya ada 3 orang siswa yang

memperoeh nilai 10. Dengan demikian tingkat keberrhasilan guru tersebut hanya 3/7 x 100% yaitu lebih kurang 47 %. Stake dalam Farida Yusuf Tayibnapis (2008: 21) memandang bahwa evaluasi program adalah kegiatan untuk merespon suatu program yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan. Stake mengemukakan bahwa evaluasi program pendidikan berorientasi langsung pada kegiatan dalam pelaksanaan program dan evaluasi dilakukan untuk merespon pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai program tersebut, Stake menekankan adanya dasar kegiatan dalam evaluasi yaitu deskriptions, dan judgement dan membedakan adanya tiga tahap dalam program pendidikan atendent (context), transactions (process) dan outcomes (output). Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi program adalah kegiatan pengumpulan informasi tentang berfungsi tidaknya suatu program, sehingga menjadi alternatif dalam pengambilan keputusan dalam pelaksanaan program selanjutnya. Hal ini merupakan salah satu ciri yang dimiliki pendidikan luar sekolah dalam berkiprah menerjemahkan apa yang sebenarnya diinginkan masyarakat setelah selesai mengikuti suatu program belajar. Evaluasi program biasanya dilakukan utuk kepentingan pengambilan kebijakan untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Dengan melalui evaluasi program, langkah evaluasi bukan hanya dilakukan serampngan saja tetapi sistematis, rinci, dan menggunakan prosedur yang sudah diuji secara cermat. Dengan metode-metode tertentu maka akan diperoleh data yang andal dan dapat dipercaya. Penetuan kebijakan akan tepat apabila data yang digunakan sebagai dasar pertimbangan itu benar, akurat, dan lengkap.

d) Evaluasi Pendidikan Evaluasi sebagaimana di kemukakan oeh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1997): Evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Menurut definisi ini, maka istilah evaluasi itu menunjuk kepda atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan, maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud untuk) atau suatu proses (yang berlangsung dalam rangka) menentukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan, atau yang tejadi di lapangan pendidikan). Atau singkatnya evaluasi

pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Lembaga evaluasi Negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1. Proses/ kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibanding dengan tujuan yang telah ditentukan; 2. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan. Evaluasi pendidikan pada prinsipnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga cakupan penting, yaitu evaluasi pembelajaran, evaluasi program, dan evaluasi system. Hal ini sesuai dengan pasal 57 ayat 2, UU RI No. 20 Tahun 2003, evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang satuan dan jenis pendidikan.

2. Perbedaan Evaluasi dengan Evaluasi Hasil Belajar, Evaluasi Program Pendidikan, dan Evaluasi Pendidikan Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif. Evaluasi hasil pembelajaran atau

evaluasi hasil belajar antara lain mengguakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar sebagai prestasi belajar, dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap siswa. Evaluasi hasil belajar merupakan salah satu jenis atau bagian dari evaluasi pembelajaran. Evaluasi program adalah kegiatan pengumpulan informasi tentang berfungsi tidaknya suatu program, sehingga menjadi alternatif dalam pengambilan keputusan dalam pelaksanaan program selanjutnya. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Evaluasi pendidikan pada prinsipnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga cakupan penting, yaitu evaluasi pembelajaran, evaluasi program, dan evaluasi system.

PENUTUP

Kesimpulan Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif. Evaluasi hasil belajar antara lain mengunakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar. Evaluasi hasil belajar merupakan salah satu jenis atau bagian dari evaluasi pembelajaran. Evaluasi program adalah kegiatan pengumpulan informasi tentang berfungsi tidaknya suatu program, sehingga menjadi alternatif dalam pengambilan keputusan dalam pelaksanaan program selanjutnya. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Evaluasi Hasil Belajar, (online), (http://www.scribd.com/doc/

15440094/Evaluasi-Hasil-Belajar, diakses 18 Februari 2014). Eka. 2011. Evaluasi Belajar Pembelajaran, (online), (http://ekacrudhgeograf.blogspot. com/2011/07/evaluasi-belajar-pembelajaran.html, diakses 18 Februari 2014). Munir, Syahrul. 2012. Makalah Pengukuran Penilaian dan Evaluasi, (online), (http://smoeland.blogspot.com/2012/04/makalah-pengukuran-penilaian-dan. diakses 18 Februari 2014) Sudijiono, Anas. 2007. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Suharsimi. Arikunto. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi aksara. Sukardi H.M. 2011. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi aksara. Yasatuminggal, I Wayan Jati. 2013. Teknik- Teknik Evaluasi Hasil Belajar, (online), (http://iwayanjatiyasatumingal.blogspot.com/2013/10/teknik-teknik-evaluasi-hasilbelajar_21.html, diakses 18 Februari 2014). Walad, Muhammad Bilal Khairul. Teknik Instrumen Hasil Belajar, (online), html,

(http://wwwqolbu.blogspot.com/2013/10/teknik-instrumen-evaluasi-hasilbelajar.html, diakses 18 Februari 2014).