Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN PEMASARAN

BIMA SETIAJI (F0212024)

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


2013/2014

Melaksanakan Riset Pemasaran dan Meramalkan Permintaan 1. SISTEM RISET PEMASARAN Para manajer pemasaran sering meminta perusahaan lain melakukan kajian pemasaran secara formal mengenai masalah dan peluang tertentu. Mereka mungkin meminta survei pasar, pengujian preferensi (kelebihsukaan) produk, ramalan permintaan menurut wilayah, atau evaluasi terhadap iklan. Riset pemasaran merupakan perancangan, pengumpulan, analisis, dan pelaporan data dan temuan secara sistematis. Perusahaan biasanya menganggarkan riset pemasaran sekitar 1 sampai 2 persen dari penjualan tahunan perusahaan itu. Perusahaan-perusahaan riset pemasaran terbagi dalam 3 kelompok; 1. 2. 3. Perusahaan riset jasa sindikasi. Perusahaan riset pemasaran sesuai pesanan.. Perusahaan riset pemasaran lini-terspesialisasi.

Perusahaan-perusahaan kecil dapat menyewa jasa perusahaan riset pemasaran atau melakukan riset dengan cara yang kreatif dan biaya yang terjangkau seperti berikut ini; 1. Menugaskan mahasiswa atau dosen perguruan tinggi untuk merancang dan menjalankan proyek riset pemasaran 2. 3. Menggunakan internet Mengamati para pesaing. 2. PROSES RISET PEMASARAN Riset pemasaran yang efektif melibatkan lima langkah yang diperlihatkan sebagai berikut. Langkah I. Mendefinisikan masalah, alternatif keputusan. Langkah II Menyusun rencana riset.Pemasaran mengharuskan penyusunan rancangan yang paling efisien untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Langkah II Mengumpulkan informasi.Tahap pengumpulan data umumnya merupakan tahap yang paling mahal dan paling sering terjadi kesalahan.. Langkah IV Menganalisis informasi.Berikutnya adalah menyaring temuan-temuan yang berguna dari data yang dikumpulkan. Peneliti membuat tabulasi dan distribusi frekuensinya.

Langkah V. Menyajikan hasil temuan.Sebagai langkah terakhir, temuan-temuan disajikan dan harus relevan dengan keputusan pemasaran utama yang dihadapi manajemen. Langkah VI. Mengambil keputusan.Para manajer yang mengadakan riset perlu memberi bobot atas buktinya. Mengatasi hambatan penggunaan riset pemasaran Walaupun riset pemasaran tumbuh pesat, banyak perusahaan yang masih saja gagal memanfaatkannya secara memadai atau tepat karena beberapa alasan berikut ini; 1. 2. 3. 4. 5. Konsepsi riset pemasaran yang sempit. Periset pemasaran yang tidak cakap. Kurang baik dalam menempatkan masalah. Hasil temuan riset pemasaran yang terlambat dan terkadang salah. Perbedaan kepribadian dan penyajian. 3. MENGUKUR PRODUKTIVITAS PEMASARAN Satu tugas penting riset pemasaran adalah menilai efisiensi dan efektivitas aktivitas pemasaran. Riset pemasaran dapat membantu mengarahkan kebutuhan akuntabilitas yang semakin meningkat. Dua pendekatan yang saling melengkapi untuk mengukur produktivitas pemasaran adalah; 1. Metriks pemasaran.

2. Pembentukan bauran pemasaran untuk memperkirakan hubungan kausal dan bagaimana kegiatan pemasaran dapat mempengaruhi hasil. 1. Metriks pemasaran Pemasar menggunakan banyak sekali ukuran untuk menilai efek pemasaran. Metriks pemasaran adalah perangkat ukuran yang membantu perusahaan menghitung, membandingkan, dan menginterpretasikan kinerja pemasaran mereka. Mengukur kinerja pemasaran Pemasar dewasa ini menunjukkan minat yang makin besar dalam mengembangkan metriks pemasaran yang lebih baik untuk mengukur kinerja rencana pemasaran. Manajer dapat menggunakan analisis sebagai alat untuk memeriksa kinerja rencana; 1 3. Analisis penjualan. 2. Analisis pangsa pasar. 3.Analisis keuangan.

Analisis biaya atas penjualan pemasaran..

5.

Analisis profitabilitas.

6. Analisis profitabilitas pemasaran;

Biaya langsung versus biaya penuh: 1. Biaya langsung adalah biaya yang dapat dibebankan langsung pada entitas pemasaran yang tepat..

2. Biaya umum yang dapat dilacak. Biaya yang hanya dapat dibebankan secara tidak langsung, tetapi masih tetap masuk akal, pada entitas-entitas pemasaran. 3. Biaya umum yang tidak dapat dilacak yaitu yang pengalokasiannya pada entitas pemasaran dilakukan dengan sangat sewenang-wenang. 2. Pembentukan bauran pemasaran Akuntabilitas pemasaran juga berarti bahwa para pemasar dapat lebih tepat mengestimasikan efek dari investasi pemasaran yang berbeda. Model bauran pemasaran menganalisis data dari berbagai sumber, seperti data pemindai pengecer, data pengiriman perusahaan, penetapan harga, media dan data pengeluaran promosi, untuk memahami lebih tepat efek dari kegiatan pemasaran khusus. 4. PERAMALAN DAN PENGUKURAN PERMINTAAN Salah satu alasan utama perusahaan melakukan riset pemasaran adalah untuk mengidentifikasi peluang pasar. Ukuran permintaan pasar Permintaan dapat diukur untuk enam level produk yang berbeda, lima level ruang yang berbeda, dan tiga level waktu yang berbeda. Pasar potensial. Pasar sasaran . Pasar yang tersedia. Pasar yang tertembus

Perbendaharaan kata untuk pengukuran permintaan Di dalam permintaan pasar dan permintaan perusahaan, kita membedakan fungsi permintaan, ramalan penjualan dan potensi pasar. 1. 3. 5. Permintaan pasar. Potensi pasar 4. 2. Ramalan pasar. Permintaan perusahaan. 6. Potensi penjualan perusahaan.

Ramalan penjualan perusahaan.

Mengestimasi permintaan terkini Para eksekutif pemasaran mengestimasi potensi pasar total, potensi pasar wilayah, dan penjualan industri total serta pangsa pasar. 1. 2. Potensi pasar total. Potensi pasar wilayah.

Penjualan industri dan pangsa pasar. Selain memperkirakan potensi total dan potensi wilayah, perusahaan perlu mengetahui penjualan industri aktual yang terjadi di pasarnya. Tugas itu berarti mengidentifikasi para pesaingnya dan mengestimasi penjualan mereka. Mengestimasi permintaan yang akan datang Sangat sedikit produk atau jasa yang mudah untuk dibuat ramalannya. Dari yang sedikit itu, umumnya adalah produk yang level atau kecenderungan absolutnya relatif konstan dan tidak mengalami persaingan (perusahaan penyedia jasa umum) atau produk yang menghadapi persaingan yang stabil (oligopoli). Seluruh ramalan dirancang berdasarkan satu dari antara tiga dasar informasi; 1. 2. 3. Apa yang dikatakan orang. Apa yang dilakukan orang. Apa yang telah dilakukan orang.