Anda di halaman 1dari 32

PEMAMPATAN TANAH

PEMAMPATAN
TANAH
(9)

PEMADATAN
(4)
DISTRIBUSI
TEGANGAN
(8)
TEGANGAN
EFEKTIF
(7)
KLASIFIKASI
TANAH
(3)
REMBESAN AIR
DALAM TANAH
(5)
BAGAN ALIR BAHASAN
GAYA ANGKAT
DIBAWAH
BANGUNAN AIR
(6)
KOMPOSISI
TANAH
(2)
TANAH
(1)
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

A. SETTLEMENT/ PEMAMPATAN
1. Penyebab Settlement.
Penambahan beban diatas muka tanah
Penurunan muka air tanah
2. Komponen settlement.
Immediate settlement / pemampatan segera, s
i
Consolidation settlement / primary consolidation /
pemampatan konsolidasi,s
c
Secondary settlement / pemampatan sekunder, s
s
.
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

B. PEMAMPATAN SEGERA , S
i

p i
I
E
B P S
2
1
. .

=
P = Beban terbagi rata.
B = Lebar pondasi (diameternya)
I
p
= Faktor pengaruh (Tabel 8.1)
= Poisson ratio (Tabel 8.2)
E = Modulus young (Tabel 8.3)
Bentuk
Panjang I p
Lebar
L e n t u r Kaku
Pusat Pojok
Tengah sisi
terpendek
Tengah sisi
terpanjang
Rata-
rata
Rata-
rata
Bulat - 1.0 0.64 0.64 0.64 0.85 0.88
Bujur sangkar 1 1.12 0.56 0.76 0.76 0.95 0.82
Empat persegi
panjang
1.5 1.36 0.67 0.89 0.97 1.15 1.06
2.0 1.52 0.76 0.98 1.12 1.30 1.20
3.0 1.78 0.88 1.11 1.35 1.52 -
5.0 2.10 1.05 1.27 1.68 1.83 1.70
10.0 2.53 1.26 1.49 2.12 2.25 2.10
100.0 4.00 2.00 2.20 3.60 3.70 3.40
1000.0 5.47 2.75 2.94 5.03 5.15 -
10000.0 6.90 3.50 3.70 6.50 6.60 -
Tabel 8.1. Faktor Pengaruh Untuk Pondasi
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

B. PEMAMPATAN SEGERA , S
i
(LANJUTAN)
Tabel 8.2. Harga-harga Angka Poisson ().
Jenis Tanah Angka Poisson,
- Pasir lepas
- Pasir agak padat
- Pasir padat
- Pasir berlanau
- Lempung lembek
- Lempung agak kaku
0.20 - 0.40
0.05 - 0.40
0.20 - 0.43
0.20 - 0.40
0.15 - 0.25
0.20 - 0.50
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Tabel 8.3. Harga-harga Modulus Young (E).
Jenis Tanah
Modulus Young (E)
Psi kN
- Lempung lembek
- Lempung keras
- Pasir lepas
- Pasir padat
250 - 500
850 - 2000
1500 - 1000
5000 - 10000
380 - 3472
3865 - 13200
10350 - 27600
34500 - 69000
B. PEMAMPATAN SEGERA , S
i
(LANJUTAN)
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

C. PEMAMPATAN KONSOLIDASI , Sc
1. Lihat model spring analogy (Gambar 8.1)
- Pegas analog dengan : butiran tanah
- Air dalam silinder analog dengan : air pori.

2. Urutan peristiwa

a. Kondisi awal dari model (Gambar 8.1):
Tegangan air tanah = U
o

= Tegangan air tanah netral
Tegangan pada butiran tanah =
ov
= Tegangan overburden efektif.
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Gambar 8.1 Spring (Soil-water) analogy kondisi
seimbang ( Equilibrium)
Overburden
pressure (
Ov
)
Valve (closed)
Hydrostatic
pressure, u
o

Spring
(soil skeleton)
Pore water
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

C. PEMAMPATAN KONSOLIDASI , Sc ( LANJUTAN )
b. Diberi beban = (Gambar 8.2)
Saat t = 0 Gambar 8.2a
Tegangan air = U = Uo +
Tegangan pada butiran = =
ov
+ 0

Saat t = t
1
Gambar 8.2b
Tegangan air = U = Uo + U
1
U
1
<
Tegangan pada butiran : =
0v
+
1


1
<
Catatan : U
1
+
1
=



Saat t = ~ Tegangan air U = U
0
U
~
= 0
Tegangan pada butiran : =
0v
+
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Valve (closed)
Au
o
O v
Ao
Gambar 8.2a
Spring (Soil-water) analogy :
Pemberian beban, Ao, pada saat t=0
S
e

Hydrostatic
pressure,
u
O
+u

Ov
+
Small water
compression
Small spring
compression
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Valve (open)
Ao
S
c

Hydrostatic
pressure u
o

Large spring
compression

Ov
+
Au t
1

Au
t
2

t


Water
expulsion
Gambar 8.2b Soil-water analogy :
Pemberian beban , pada saat t >0

Ov

POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

3. Test Konsolidasi 1 Dimensi.
a. Alat : (Gambar 8.3)
- Consolidometer fixed ring
- Consolidometer floating ring

Ukuran sampel : Diameter : 2.5 inchi (63.5mm)
Tinggi : 1.0 inchi (25.4mm)

Rasio penambahan beban :
1 =
A
o
o
Lama/ perioda pembeban : 24 jam untuk tiap beban.
C. PEMAMPATAN KONSOLIDASI , Sc ( LANJUTAN )
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Gambar 8.3a Alat test Konsolidasi (Oedometer Test)
Load
Base
Soil Specimen
Loading Plate
Porous Stone
Porous Stone
Confining Ring
Water / pore fluid
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Gambar 8.3b. Photo alat test Konsolidasi di laboratorium.
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Data yang diperoleh dari test konsolidasi:

t = waktu.
h = besar pemampatan
= besar penambahan beban
b. Parameter Yang Diperoleh :

- Indek kompresi (C
c
)
- Indek mengembang (C
s
)
- Teg. Prakonsolidasi (
c
)

- Koef. Konsolidasi (C
v
)
Diperlukan untuk
menghitung besar
pemampatan, S
c
.
Diperlukan untuk
menghitung lama
waktu pemampatan, t
c
.
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

c. Kurva e vs log
Kurva e vs log digambarkan dari data hasil
test konsolidasi laboratorium dengan urutan:
Hitung tinggi butiran (solid) dari tanah
( lihat Gambar 8.4 )
w s
s
s
G A
W
H
. .
=
H
s
= tinggi solid tanah
Hitung tinggi awal pori ( H
v
).
H
v
= H H
s
H = tinggi sampel yang di test konsolidasi.
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Gambar 8.4. Perubahan tinggi dari sampel pada test konsolidasi
Sample area
Solid
Void Initial
height of
sample = H
=
AH
1
AH
2
H
v
= H-H
s

w s
s
s
AG
W
H

=
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Hitung angka pori awal (e
o
).
s
v
s
v
s
v
H
H
A H
A H
V
V
e = = =
.
.
0
s
H
H
e
A
= A
Hitung perubahan angka pori, e,
akibat pemampatan tanah, H.
Buat tabulasi perhitungan.
H e e

1
H
1
e
1
e
1=
e
0
-e
1

2
H
2
e
2
e
2
=e
1
- e
2

: : : :
dst dst dst dst
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

Catatan :
2 2
2
2
2 2 3
1 1
1
1
1 1 2
1
1
o o
o
o
o o o
o o
o
o
o o o
= A =
A
A + =
= A =
A
A + =
H
1
= Pemampatan akibat beban
1
.
H
2
= Pemampatan akibat beban
2
.
- Gambar kurva e vs log (Gambar 8.5)
hari hasil perhitungan.
0.600
0.800
1.000
1.200
1.400
1.600
1.800
0.01 0.1 1 10 100
Pressure (kg/cm
2
)
V
o
i
d

R
a
t
i
o

(
e
)
Gambar 8.5 Kurva hubungan antara angka pori (e) Vs log tegangan ()
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

d. Tegangan Prakonsolidasi Efektif (

c
)

Cara menentukan
c

adalah sebagai berikut:


- Tentukan satu titik pada bagian kurva e vs log yang
mempunyai jari-2 terpendek (bagian terlengkung dari
kurva), yaitu titik A pada Gambar 8.6.
- Melalui titik A, gambar garis horisontal A-1
- Melalui titik A, gambar garis singgung A-2
- Gambar garis bagi A-3 pada sudut 1-A-2 (< 1A2)
- Gambar garis 4-5 yang merupakan perpanjangan
dari bagian kurva yang lurus hingga memotong garis
bagi A-3 di titik E
- Absis dari titik E merupakan harga dari
c



0.600
0.800
1.000
1.200
1.400
1.600
1.800
0.01 0.1 1 10 100
Pressure (kg/cm
2
)
V
o
i
d

R
a
t
i
o

(
e
)
|
|
2
1
3
4
o
c

5
A
E


Gambar 8.6 Cara menentukan tegangan prakonsolidasi efektif (
c
)
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

e. Normally Consolidated (NC) Soil dan Over
Consolidated (OC) Soil
- Tentukan tegangan overburden efektif (
o

)

o
= h

o
tegangan akibat berat efektif tanah diatas
bidang / titik dimana sampel tanah diambil
Berat volume tanah efektif.
h Kedalaman titik dimana sampel tanah diambil.
- Tentukan harga OCR (Over Consolidated Ratio)
'
'
o
c
OCR
o
o
=
Bila harga :
- OCR = 1 Tanah Terkonsolidasi Normal
(Normally Consolidated / NC Soil)
- OCR > 1 Tanah Terkonsolidasi Lebih
(Over Consolidated / OC Soil)
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

f. Indek Kompresi (C
c
).
- Indek kompresi lapangan (C
c-lap
) diperlukan untuk
memprakirakan besar pemampatan konsolidasi S
c
yang
akan terjadi di lapangan akibat adanya beban .
- Cara menentukan C
c-lap
Untuk NC- Soil (Gambar 8.7)
Tentukan harga
c
dari kurva e vs log seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya (Gambar 8.6)
Tentukan / plot harga e
o
pada sumbu ordinat pada kurva
e vs log .
Buat garis datar melalui e
o
hingga memotong garis
kerja
c
di titik B.
Buat garis datar melalui titik D (titik D terletak pada
ordinat 0.42 eo) hingga memotong perpanjangan
garis 4-5 di titik C.
Hubungkan titik B dan titik C; kemiringan/ tangen
dari garis BC adalah C
c(Lapangan)
.
' log ' log
42 . 0
1
) (
c
o o
LAP c
e e
C
o o

=
0.600
0.800
1.000
1.200
1.400
1.600
1.800
0.01 0.1 1 10 100
Pressure (kg/cm
2
)
V
o
i
d

R
a
t
i
o

(
e
)
o
0
=o
c

|
|
2
1
3
4
e
0

0.42 e
0

Cc
lapangan

B
C
A
5
Gambar 8.7 Cara menentukan indek kompresi lapangan (C
c-lap
) NC-Soil
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

- Cara menentukan C
c-lap
Untuk OC- Soil (Gambar 8.8)
Tentukan harga
c
dari kurva e vs log seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya (Gambar 8.6)
Tentukan / plot harga e
o
pada sumbu ordinat pada kurva e
vs log .
Tentukan / plot harga tegangan overburden efektif (
o

)
yang telah dihitung sebelumnya.
Buat garis datar melalui e
o
hingga memotong garis kerja
o

di titik B.
Buat garis yang mempunyai kemiringan sama dengan garis
F-G dari titik B hingga memotong garis kerja
c
di titik C.
Buat garis datar melalui titik D (titik D terletak pada ordinat
0.42 eo) hingga memotong perpanjangan bagian yang
lurus dari kurva di titik E.
Hubungkan titik C dan titik E; kemiringan/ tangen dari garis
C-E adalah Cc(Lapangan).
' log ' log
) (
C E
E C
LAP c
e e
C
o o

=
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

g. Indek Mengembang (C
s
).
Harga C
s
merupakan

kemiringan dari garis FG
Gambar 8.8 , yaitu:
Log
G
' log
F
'
e
F

- e
G

C
s
=
0.600
0.800
1.000
1.200
1.400
1.600
1.800
0.01 0.1 1 10 100
Pressure (kg/cm
2
)
V
o
i
d

R
a
t
i
o

(
e
)
e
0

0.42 e
0

Cc
lapangan

F
C
B
G
E
C
S
D
o
c
o
0

Gambar 8.8 Cara menentukan indek kompresi lapangan (C
c-Lapangan
) untuk OC-Soil
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

4. Pemampatan Konsolidasi Satu Dimensi.
0 0 0 0
1 e
e
H
H
A x H
A x H
V
V
+
A
=
A
=
A
=
A
Gambar 8.9 Phase diagram tanah yang mengalami pemampatan
A e
solids
voids
solids
voids
A H = Sc
H
f

H
0

e
0

1
e
f

1
C. PEMAMPATAN KONSOLIDASI , Sc ( LANJUTAN )
a. Perubahan volume
Perubahan volume akibat
berkurangnya ruang pori
dapat di lihat Gambar 8.9.
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

b. Besar pemampatan konsolidasi (s
c
) di lapangan.
H
e
e
S H
e
e
H
H
o
c
o o
+
A
= = A
+
A
=
A
1 1
Bila :
Pada tegangan overburden,
0
, harga e = e
o
.
Akibat penambahan beban, , harga e
o
berkurang
menjadi e
1
.(e = e
o
e
1
).
Untuk NC- Soil
Harga e diganti dengan harga C
c
(Gambar.8.7.)
e = C
c
(log
1
- log
o
)
1
=
o
+
(

A +
= A
'
'
log
o
o
c
C e
o
o o
Maka :
Dari Gambar 8.9.
POKOK
BAHASAN
A. Settlement /
pemampatan
B. Pemampatan
segera
C. Pemampatan
konsolidasi /
primer
D. Pemampatan
sekunder

- Bila (
o
+ )
o

(

|
|
.
|

\
|
A +
+
=
'
'
log
1
~
o
o
s
o
c
C
e
H
S
o
o o
- Bila (
o
+ ) >
c

(

A +
+
+
(

+
=
'
'
log
1 '
'
log
1
0 0
~
c
o
c
o
c
s c
C
e
H
C
e
H
S
o
o o
o
o
Besar pemampatan konsolidasi untuk OC-Soil
Harga e diganti dengan harga C
c
(Gambar 8.8)
(

|
|
.
|

\
|
A +
+
=
'
'
log
1
~
o
o
c
o
c
C
e
H
S
o
o o
Formula untuk memprediksi
besar pemampatan
konsolidasi untuk NC-Soil,
menjadi