Anda di halaman 1dari 46

Nama : fathan Ihtifazhuddin Kel: A-13 Skenario : 2 (otitis media)

1. MM ANATOMI TELINGA 1.1. Makroskopis Telinga

Telinga uar Telinga luar terdiri dari pinna atau aurikula yaitu daun kartilago yang menangkap gelombang bunyi dan menjalarkannya ke kanal auditori eksternal (meatus ! suatu lintasan sempit yang panjangnya sekitar "!#$m yang merentang dari aurikula sampai membran timpani. (%loane! "&&' Liang telinga berbentuk (uru) % dengan rangka tulang ra*an pada sepertiga bagian luar! sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri dari tulang. +ada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelenjar serumen (kelenjar keringat dan rambut. ,elenjar keringat terdapat pada seluru( kulit liang telinga. +ada dua pertiga bagian dalamnya (anya dijumpai sedikit kelenjar serumen. (%oepardi! "&&-

Telinga Tengah Terletak di rongga berisi udara dalam bagian dalam bagian petrosus tulang temporal. .atas/batas telinga tenga( adala( sebagai berikut 0 - .atas luar 0 membran timpani

- .atas depan - .atas ba*a(

0 tuba eusta$(ius 0 1ena jugularis (bulbus jugularis

- .atas belakang 0 aditus ad antrum! kanalis )asialis pars 1ertikalis - .atas atas 0 tegmen timpani (meningen2otak

.atas dalam 0 berturut/turut dari atas ke ba*a( kanalis semisirkularis (ori3ontal! kanalis )asialis! tingkap lonjong (o1al *indo* ! tingkap bundar (round *indo* dan promontorium Membran timpani berbentuk bundar dan $ekung bila dili(at dari ara( liang telinga dan terli(at oblik ter(adap sumbu liang telinga. Membran timpani merupakan perbatasan telinga tenga(! berbentuk keru$ut dan dilapisi kulit pada permukaan eksternal dan membran mukosa permukaan internal. Membran ini memisa(kan telinga luar dan telinga tenga( dan memiliki tegangan! ukuran dan ketebalan yang sesuai untuk menggetarkan gelombang bunyi se$ara mekanis. .agian atas disebut pars )laksida (membran %(arpnell sedangkan bagian ba*a( pars tensa (membran propria .

Tulang pendengaran di telinga tenga( terdiri dari maleus! inkus dan stapes yang saling ber(ubungan. +rosesus longus maleus melekat pada membran timpani! maleus melekat pada inkus dan inkus melekat pada stapes. %tapes terletak pada tingkap lonjong yang ber(ubungan dengan koklea. Tulang/tulang ini mengara(kan getaran dari membran timpani ke )enestra 1estibulii yang

memisa(kan telinga tenga( dari telinga dalam.

Tuba eusta$(ius termasuk dalam telinga tenga( yang meng(ubungkan daera( naso)aring dengan telinga tenga(. Tuba yang biasanya tertutup dapat terbuka saat menguap! menelan atau mengunya(. %aluran ini ber)ungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membran timpani.

Telinga !alam .erisi $airan dan terletak dalam tulang temporal! di sisi medial telinga tenga(. Telinga tenga( terdiri dari dua bagian 0 a"irin tulang (ossea) Merupakan ruang berliku berisi perilim)e! suatu $airan yang menyerupai $airan serebrospinalis. .agian ini melubangi bagian petrosus tulang temporal

dan terbagi menjadi tiga bagian 0

1# / /

$esti"ula 4inding lateral 1estibula mengandung )enestra 1estibuli dan 1enestra $o$(leae! yang ber(ubungan dengan telinga tenga(. Membran melapisi )enestra untuk men$ega( keluarnya $airan perilim)e.

2# / / / /

Saluran Semisirkularis Menonjol dari bagian posterior 1estibula. %aluran semisirkular anterior dan posterior mengara( pada bidang 1ertikal di setiap sudut kanannya. %aluran semisirkular lateral terletak (ori3ontal dan pada sudut kanan kedua saluran di atas. +ada irisan melintang koklea tampak skala 1estibuli sebela( atas! skala timpani di sebela( ba*a( dan skala media (duktus koklearis di antaranya. %kala 1estibuli berisi perilim)a! sedangkan skala media berisi endolim)a. / / / 4asar skala 1estibuli disebut membran 1estibuli (%eissner&s mem"rane sedangkan skala media adala( membran basalis. +ada membran basalis terdapat organ $orti. +ada skala media terdapat bagian yang berbentuk lida( yang disebut membran tektoria.

/ +ada membran basal melekat sel rambut dalam! sel rambut luar dan $analis $orti yang membentuk organ $orti.

3# Koklea / Telinga dalam terdiri dari koklea (ruma( siput yang berupa dua setenga( lingkaran dan 1estibuler yang terdiri dari ' bua( kanalis semisirkularis. / 5jung atau pun$ak koklea disebut (elikotrema! meng(ubungkan perilim)a skala timpani dengan skala 1estibuli. / ,oklea mengandung reseptor pendengaran.

a"irin mem"ranosa Merupakan serangkaian tuba berongga dan kantong yang terletak dalam labirin tulang dan mengikuti kontur labirin tersebut. .agian ini mengandung endolim)e! $airan yang menyerupai $airan intraseluler.

1. Labirin membranosa dalam regia 1estibula merupakan lokasi a*al dua kantong! utrikulus dan sakulus yang di(ubungkan dengan duktus endolim)e sempit dan pendek. ". 4uktus semisirkuler yang berisi endolim)e terletak dalam saluran semisirkular pada labirin tulang yang mengandung perilim)e.

'. %etiap duktus semisirkuler! utrikulus dan sakulus mengandung reseptor untuk ekuilibrium statis dan ekuilibrium dinamis. 6. 5trikulus ter(ubung dengan duktus semisirkuler sedangkan sakulus ter(ubung dengan duktus koklear dalam koklea. '(%!A%A)AN T( IN*A +erdara(an telinga terdiri dari " ma$am sirkulasi yang masing 7 masing se$ara keseluru(an berdiri satu7satu memperdara(i telinga luar dan tenga(! dan satu lagi memperdara(i telinga dalam tampa ada satu pun anastomosis diantara keduanya. Telinga luar terutama diperdara(i ole( $abang aurikulo temporal a.temporalis super)i$ial di bagian anterior dan dibagian posterior diperdara(i ole( $abang aurikuloposterior a.karotis e8terna Telinga tenga( dan mastiod diperdara(i ole( sirkulasi arteri yang mempunyai banyak sekali anastomosis. 9abang timpani anterior a.ma8ila e8terna masuk melalui )isura retrotimpani. Melalui dinding anterior mesotimpanum juga berjalan aa.karotikotimpanik yang merupakan $abang a.karotis ke timpanum .dibagian superior! a.meningia media memberikan $abang timpanik superior yang masuk ketelinga tenga( melalui )isura petroskuamosa. A.meningea media juga memberikan per$abangan a.petrosa super)i$ial yang berjalan bersama Ner1us petrosa mayor memasuki kanalis )asial pada (iatus yang berisi ganglion genikulatum. +embulu(/ pembulu( ini beranastomose dengan suatu $abang a.auri$ula posterior yaitu a.stilomastoid! yang memasuki kanalis )asial dibagian in)erior melalui )oramen stilomastoid. %atu $abang dari arteri yang terak(ir ini! a.timpani posterior berjalan melalui kanalikuli korda timpani. %atu arteri yang penting masuk dibagian in)erior $abang dari a.)aringeal asenden$.arteri ini adala( perdara(an utama pada tumor glomus jugular pada telinga tenga(. Tulang/tulang pendengaran menerima pendara(an anastomosis dari arteri timpani anterior! a.timpani posterior! suatu arteri yang berjalan dengan tendon stapedius! dan $abang 7 $abang dari pleksus pembulu( dara( pada promontorium. +embulu( dara( ini berjalan didalam mukosa yang melapisi tulang/tulang pendengaran! memberi ba(an makanan kedalam tulang. +roses longus in$us mempunyai perdara(an yang paling sedikit se(ingga kalau terjadi peradangan atau gangguan mekanis ter(adap sirkulasinya biasanya mengalami ne$rosis. Telinga dalam memperole( perdara(an dari a.auditori interna (a. labirintin yang berasal dari a.serebelli in)erior anterior atau langsung dari a. basilaris yang merupakan suatu end arteri dan tidak mempunyai pembulu( dara( anastomosis. %etela( memasuki meatus akustikus internus! arteri ini ber$abang ' yaitu 0 Arteri 1estibularis anterior yang mendara(i makula utrikuli! sebagian makula sakuli! krista ampularis! kanalis semisirkularis superior dan lateral serta sebagian dari utrikulus dan sakulus. Arteri 1estibulokoklearis! mendara(i makula sakuli! kanalis semisirkularisposterior! bagian in)erior utrikulus dan sakulus serta putaran basal dari koklea. Arteri koklearis yang memasuki modiolus dan menjadi pembulu(/pembulu( arteri spiral yang mendara(i organ $orti! skala 1estibuli! skala timpani sebelum berak(ir pada stria 1askularis. Aliran 1ena pada telinga dalam melalui ' jalur utama. :ena auditori interna mendara(i putaran tenga( dan apikal koklea. :ena akuaduktus koklearis mendara(i putaran basiler koklea! sakulus dan utrikulus dan berak(ir pada sinus petrosus in)erior. :ena akuaduktus 1estibularis mendara(i kanalis semisirkularis sampai utrikulus. :ena ini mengikuti duktus endolim)atikus dan masuk ke sinus

sigmoid. Aliran 1ena telinga luar dan tenga( dilakukan ole( pembulu(7pembulu( dara( yang menyertai arteri 1.emisari mastoid yang meng(ubungkan kortek keluar mastoid dan sinus lateral. Aliran 1ena telinga dalam dilakukan melalui ' jalur aliran .dari koklea putaran tenga( dan api$al dilakukan ole( 1.auditori interna. 5ntuk putaran basiler koklea dan 1estibulum anterior dilakukan ole( 1.kok(lear melalui suatu saluran yang berjalan sejajar dengan akuadutus kok(lea dan masuk kedalam sinus petrosa in)erior. %uatu aliran 1ena ketiga mengikuti duktus endolim)a dan masuk ke sinus sigmoid pleksus ini mengalirkan dara( dari labirin posterior. 1# +# '(%SA%A,AN T( IN*A 4aun telinga dan liang telinga luar menerima $abang7$abang sensoris dari $abang aurikulotemporal sara) ke7# (N. Mandibularis dibagian depan! dibagian posterior dari Ner1us aurikuler mayor dan minor! dan $abang7$abang Ner1us Glo)aringeus dan :agus. 9abang Ner1us :agus dikenal sebagai Ner1us Arnold. %timulasi sara) ini menyebabkan re)lek batuk bila teliga luar dibersi(kan. Liang telinga bagian tulang sebela( posterior superior dipersara)i ole( $abang sensorik Ner1us ;asial .

Tuba auditi1a menerima serabut sara) dari ganglion pterygopalatinum dan sara)7sara) yang berasal dari pleksus timpanikus yang dibentuk ole( Ner1us 9ranialis :II dan I<. M.tensor timpani dipersara)i ole( Ner1us Mandibularis (Ner1us 9ranial :' .sedangkan M.%tapedius dipersara)i ole( Ner1us ;asialis. ,orda timpani memasuki telinga tenga( tepat diba*a( pinggir posterosuperior sulkus timpani dan berjalan keara( depan lateral ke prosesus longus inkus dan kemudian kebagain ba*a( le(er maleus tepat diatas perlekatan tendon tensor timpani setela( berjalan keara( medial menuju ligamen maleus anterior! sara) ini keluar melalui )isura petrotimpani . N. akustikus bersama N. )asialis masuk ke dalam porus dari meatus akustikus internus dan ber$abang dua sebagai N. 1estibularis dan N. koklearis. +ada dasar meatus akustikus internus terletak ganglion 1estibulare dan pada modiolus terletak ganglion spirale

1.".

Mikroskopis Telinga

A. Telinga luar Aurikula Aurikula atau pinna terdiri atas lempeng tulang rawan elastis dengan bentuk tidak teratur, setebal 0,5-1 mm dibungkus perikondrium yang mengandung banyak serat elastis. Kulit yang menutupi tulang rawan mempunyai lapis subkutan dibagian posterior aurikula. Meatus akustikus eksternus Merupakan saluran antara aurikula sampai membran timpani, dengan panjang sekitar 2,5cm. epertiga bagian luar merupakan lanjutan dari tulang rawan aurikula dan dua pertiga dalamnya adala! saluran dalam tulang temporal. "aringan kulit tipis, #olikel rambut, gladula sebacea, glandula serumen $modi#ikasi glandula sudori#era tubuler bergelung, apokrin% ekret glandula serumen bercampur dengan sekret glandula sebacea disebut serumen $earwa&% yang si#atnya bakterisid, berbentuk seperti malam, dan berwarna kecoklatan.

Membrana timpani '(al, semi transparan )uar * epidermis tipis tanpa rambut dan kelenjar +alam * epitel selapis gepeng,kuboid, jaringan pengikat kolagen, jaringan pengikat elastis , #ibroblas -ars #laccid,membran !rapnell * kuadran antero superior, daera! segitiga kecil yang lunak, tidak terdapat serat kolagen. -ars tensa * bagian terbesar di luar pars #laccid B. Telinga Tengah Kavum timpani .erisi * udara -osterior * ber!ubungan dengan ruangan-ruangan processus mastoideus Anterior * ber!ubungan dengan tuba /ustac!ii 0 $tiga% tulang pendengaran yang meng!ubungkan membrana timpani dengan #oramen o(ali s* os maleus, os incus, os stapes. Memiliki #ungsi meneruskan getaran dari membrana timpani ke cairan di telinga dalam. 1erdapat M.tensor tympani dan M.stapedius Ka(um tympani, tulang penegara, ner(us, musculus dilapisi mukosa yang terdiri dari epitel selapis gepeng,kuboid, lamina propria tipis yang ber!ubungan dengan periosteum dibawa!nya /pitel ka(um tympani sekitar muara tuba eustac!ii epitel elapis kubid,silindris silia.

Tuba Eustachii Merupakan saluran antara bagian anterior ka(um timpani dan bagian lateroposterior naso#aring )umen sempit, gepeng 2,0 bagian kartilago elastis ara! naso#aring, 1,0 bagian tulang Mukosa membentuk rugae dengan epitel selapis silindris,epitel bertingkat silindris dengan silia dan )amina propria tipis Mukosa dekat naso#aring* kelenjar tubulo al(eolar, sel goblet, lim#osit ekitar muara naso#aring terdapat tonsila tuba C. Telinga Dalam .erbagai komponen telinga dalam mengisi rongga peng!ubung bagian petrosus tulang temporal, yang bersama-sama membentuk labirin oseosa. +idalam rongga ini terdapat labirin membranosa. emua bagian labirin membranosa mengandung cairan endolim#. +indingnya dipisa!kan ole! labirin oseosa dengan ruang perilim#atik yang mengandung cairan perilim#. .agian sentral labirin oseosa mengandung utrikulus dan sakulus yang disebut (estibulum Labirin Oseosa 1erdapat (estibulum, terletak disebela! medial rongga timpai dengan #enestra o(alis -ada posterior (estibulum, bermuara tiga bua! kanalis semisirkuaris $anterior, posterior, lateral%. 2ang setiap saluran mempunyai pelebaran,ampula. 3jung kanalis semicircularis posterior dan anterior yang tidak melebar, bersatu membentuk crus commune Keara! anterior (estibulum, ber!ubungan dengan koklea. .entuknya mirip kerucut dengan diameter 4 mm dan tinggi dari dasar sampai puncak 5 mm. -oros yang dikitari ter!adap tulang, disebut modiolus Labirin Membranosa +i dalamnya terdapat endolim#, yang ditandai dengan renda!nya kadar natrium dan tinggi kadar kalium.

Sakulus an utrikulus akulus dan utrikulus terdiri dari lembaran-lembaran tipis jaringan ikat yang dilapisi epitel selapis gepeng. -ada dinding sakulus dan utrikulus terdapat daera!-daera! kecil dengan selsel neuroepitel yang berkembang yaitu macula yang disara#i ole! cabangcabang ner(us (estibularis. Macula sakulus terletak di dasar sedangkan macula utrikulus terdapat di dinding lateral se!ingga membentuk sudut tegak lurus. el reseptor $!air cell% ditandai dengan stereosilia kaku dan satu kinosilium panjang. +idalm sel ini terdapat struktur mikro tubulus 452 di bagian proksimal. +i dalamnya terdapat dua jenis sel rambut. el tipe 6 bentuknya lebi! menyerupai mangkok sementara sel tipe 66 banyak terdapat ujung a#eren. el penyokong diantara sel-sel rambut berbentuk silindris dengan mikro(ili dipermukaan apikalnya. 7euroepitel ini ditutupi ole! lapisan gelatinosa yang disekresi ole! sel penyokong dengan endapan di bagian permukaan yang disebut otolit.

Duktus semisirkularis +aera! reseptornya di dalam ampula berbentuk mirip rabung disebut Krista ampularis. Krista secara structural mirip dengan macula namun lapisan glikoproteinnya lebi! tebal berbetuk kerucut disebut kupula dan tidak ditutupi otolit.

Duktus an sakus en olim!atikus .agian awal duktus endolim#atikus dilapisi epitel selapis gepeng. Makin mendekati sakuus endolim#atikus, epitel duktus ini secara berangsur beruba! menjadi epitel silindris tinggi yang terjadi 2 jenis sel * sala! satu jenis memiliki mikro(ili pada permukaan apikalnya dan banyak (esikel pinositik serta (akuol. el-sel ini ber#ungsi untuk mengabsorbsi endolim# dan mengendositosis materi asing. Duktus koklearis 1erbagi menjadi 0 ruangan * skala (estibule, skala media $duktus koklearis% di tenga!, dan skala timpani. +uktus koklearis yang mengandung endolim# berak!ir di apeks koklea. Kedua skala lain mengandung perilim#. kala-skala ini ber!ubungan di bagian apeks koklea melalui suatu muara yang dikenal sebagai !elikotrema. Membrane (estibularis $membrane 8eissner% terdiri atal 2 lapisan epitel gepeng, satu lapisan dari skala (estibularis, dan lapisan lainnya berasal dari skala media. 1autan erat kedua lapisan ini ber#ungsi untuk memperta!ankan gradient ion. tria (askularis merupakan epitel (ascular yang terletak di dinding lateral duktus koklearis, terdapat sejumla! mitokondria dan bertanggung jawab ter!adap komposisi ion di endolim#. truktur telinga bagian dalam mengandung reseptor auditori k!usus disebut organ corti9 organ ini mengandung sel rambut yang berespons ter!adap berbagai #rekuensi suara. 'rgan corti terletak pada substansi dasar tebal: membrane basalis. 1erdapat 2 jenis sel reseptor, satu sel berbentuk !uru# ; $sel rambut luar%

dan sel lainnya berbentuk linear $sel rambut dalam%. +i ujungnya terdapat serabut-serabut sara# yang akan menyatu membentuk ganglion spiralis. .erbeda dari resepror (estibular, kinosilium tak dijumpai. Akan tetapi ujung stereosili yang tertinggi akan membenamkan sel rambut pada membrane tektoria yang terdiri dari secret kaya glikoprotein di!asilkan dari sel-sel pada limbus spiralis. +ari sel-sel penyokong, sel pilar mengandung mikrotubulus yang agaknya memeberi kekakuan pada sel ini. el tersebut membentuk ruang segitiga antara sel rambut luar dan dalam, yakni terowongan dalam. truktur ini penting untuk transduksi suara. Antara skala (estibuli dengan duktus koklearis dipisa!kan ole! membran (estibularis $8eissner%. Antara duktus koklearis dengan skala timpani dipisa!kan ole! membran basilaris. kala (esibularis dan skala timpani mengandung perilim# dan di dindingnya terdiri atas jaringan ikat yang dilapisi ole! selapis sel gepeng yaitu sel mesenkim, yang menyatu dengan periosteum disebela! luarnya. kala (estibularis ber!ubungan dengan ruang perilim# (estibularis dan akan mencapai permukaan dalam #enestra o(alis. kala timpani menjulur ke lateral #enestra rotundum yang memisa!kannya dengan ruang timpani.

". MM ;I%IOLOGI +EN4ENGA=AN Secara umum, kenyaringan suara berhubungan dengan amplitudo gelombang suara dan nada suara dengan berhubungan frekuensi (jumlah gelombang per unit waktu). Semakin besar amplitudo, makin keras suara, dan semakin besar frekuensi, semakin tinggi nada suaranya. Namun, pitch juga ditentukan oleh faktor-faktor kurang dipahami lain selain frekuensi, dan frekuensi mempengaruhi kenyaringan, karena ambang pendengaran lebih rendah di beberapa frekuensi dari yang lain. Amplitudo dari gelombang suara dapat dinyatakan dalam perubahan tekanan maksimum pada gendang telinga, tetapi skala relatif lebih nyaman. Skala desibel adalah skala tertentu. ntensitas suara dalam satuan bels adalah logaritma rasio intensitas suara itu dan suara standar. Sebuah desibel (d!) adalah ",# bel. $leh karena itu, intensitas suara adalah sebanding dengan kuadrat tekanan suara. %ingkat referensi standar suara yang diadopsi oleh Acoustical Society of America sesuai dengan " desibel pada tingkat tekanan ","""&"' ( dyne)cm&, nilai yang hanya di ambang pendengaran bagi manusia rata-rata. *enting untuk diingat bahwa skala desibel adalah skala log. $leh karena itu, nilai " desibel tidak berarti tidak adanya suara tapi tingkat intensitas suara yang sama dengan yang standar. +ebih jauh lagi, " , #'" decibel dari ambang tekanan sampai tekanan yang berpotensi merusak organ -orti sebenarnya merupakan #". (#" juta) kali lipat tekanan suara. /rekuensi suara yang dapat didengar untuk manusia berkisar antara &" sampai maksimal &".""" siklus per detik (cps, 01). Ambang telinga manusia ber2ariasi dengan nada suara, sensiti2itas terbesar berada antara #""" - '"""-01. /rekuensi dari suara pria rata-rata dalam percakapan adalah sekitar #&" 01 dan bahwa dari suara wanita rata-rata sekitar &3" 01. 4umlah frekuensi yang dapat dibedakan dengan indi2idu rata-rata sekitar &""", namun musisi yang terlatih dapat memperbaiki angka ini cukup. *embedaan dari frekuensi suara yang terbaik berkisar antara #""" - 5"""-01 dan lebih buruk pada frekuensi yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Masking Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kehadiran satu suara menurunkan kemampuan indi2idu untuk mendengar suara lain. /enomena ini dikenal sebagai masking. 0al ini diyakini karena perangsangan reseptor pendengaran baik secara relatif ataupun secara absolut terhadap rangsangan lain. %ingkat dimana nada memberikan efek masking terhadap nada lain tergantung dari frekuensinya. Transmisi Suara %elinga mengubah gelombang suara pada lingkungan luar menjadi potensial aksi pada saraf-saraf pendengaran. 6etaran diubah oleh gendang telinga dan tulangtulang pendengaran menjadi energi gerak yang menggerakkan kaki dari stapes. *ergerakan ini akan memberikan gelombang pada cairan di telinga dalam. 6etaran pada organ korti akan menghasilkan potensial aksi di saraf-saraf pendengaran Fungsi dari Membran Timpani dan Tulang-tulang Pendengaran 7alam menanggapi perubahan tekanan yang dihasilkan oleh gelombang suara pada permukaan eksternal, membran timpani bergerak masuk dan keluar. 8embran itu berfungsi sebagai resonator yang mereproduksi getaran dari sumber suara. 8embran akan berhenti bergetar segera ketika berhenti gelombang suara. 6erakan dari membran timpani yang diteruskan kepada manubrium maleus. 8aleus bergerak pada sumbu yang melalui prosesus bre2is dab longusnya, sehingga mentransmisikan getaran manubrium ke inkus. nkus bergerak sedemikian rupa sehingga getaran ditransmisikan ke kepala stapes. *ergerakan dari kepala stapes mengakibatkan ayunan ke sana kemari seperti pintu berengsel di pinggir posterior dari jendela o2al. $ssicles pendengaran berfungsi sebagai sistem tuas yang mengubah getaran resonansi membran timpani menjadi gerakan stapes terhadap skala 2estibuli yang berisi perilymph di koklea. Sistem ini meningkatkan tekanan suara yang tiba di jendela o2al, karena tindakan tuas dari maleus dan inkus mengalikan gaya #,5 kali dan luas membran timpani jauh lebih besar daripada luas kaki stapes dari stapes. %erdapat kehilangan energi suara sebagai akibat dari resistensi tulang pendengaran, tetapi dalam penelitian didapatkan bahwa pada frekuensi di bawah 5""" 01, 9": dari insiden energi suara pada membran timpani diteruskan ke cairan di dalam koklea Refleks Timpani Saat otot-otot telinga tengah berkontraksi (m.tensor tympani dan m.stapedius), mereka akan menarik manubrium mallei kedalam dan kaki-kaki dari stapes keluar. 0al ini akan menurukan transmisi suara. Suara keras akan menginisiasi refleks kontraksi dari otot-otot ini yang dinamakan refleks tympani. /ungsinya adalah protektif, yang akan memproteksi dari suara keras agar tidak menghasilkan stimulasi yang berlebihan dari reseptor auditori. %api, refleks ini memiliki waktu reaksi untuk menghasilkan refleks selama '"-#9" ms, sehingga tidak akan memberikan perlindungan pada stimulasi yang cepat seperti tembakan senjata. Konduksi Tulang dan Konduksi Udara ;onduksi gelombang suara ke cairan di telinga bagian dalam melalui membran timpani dan tulang pendengaran, sebagai jalur utama untuk pendengaran normal, disebut konduksi tulang pendengaran. 6elombang suara juga memulai getaran dari

membran timpani sekunder yang menutup jendela bulat. *roses ini, penting dalam pendengaran normal, disebut sebagai konduksi udara. 4enis ketiga konduksi, konduksi tulang, adalah transmisi getaran tulang tengkorak dengan cairan dari telinga bagian dalam. konduksi tulang yang cukup besar terjadi ketika garpu tala atau benda bergetar lainnya diterapkan langsung ke tengkorak. <ute ini juga memainkan peranan dalam transmisi suara yang sangat keras 'er-alanan *elom"ang +ergerakan dari kaki stapes meng(asilkan serangkaian perjalanan gelombang di perilymp( pada skala 1estibuli. %ebagai gelombang bergerak naik koklea! yang tinggi meningkat menjadi maksimum dan kemudian turun dari $epat. >arak dari stapes ke titik ketinggian maksimum ber1ariasi dengan )rekuensi getaran memulai gelombang. suara bernada tinggi meng(asilkan gelombang yang men$apai ketinggian maksimum dekat pangkal koklea? suara bernada renda( meng(asilkan gelombang yang pun$ak dekat pun$ak. 4inding tulang dari skala 1estibule yang kaku! tapi membran =eissner adala( )leksibel. Membran basilaris tidak di ba*a( ketegangan! dan juga siap tertekan ke dalam skala timpani ole( pun$ak gelombang dalam skala 1estibule. +erpinda(an dari $airan dalam skala timpani yang (ilang ke udara pada jendela bundar. Ole( karena itu! suara meng(asilkan distorsi pada membran basilaris! dan situs di mana distorsi ini maksimum ditentukan ole( )rekuensi gelombang suara. .agian atas sel/sel rambut pada organ 9orti diadakan kaku ole( lamina retikuler! dan rambut dari sel/sel rambut luar tertanam dalam membran te$torial. ,etika bergerak stapes! kedua membran bergerak ke ara( yang sama! tetapi mereka bergantung pada sumbu yang berbeda! se(ingga ada gerakan geser yang lengkungan bulu. =ambut dari sel/sel rambut batin tidak melekat pada membran te$torial! tetapi mereka tampaknya dibengkokkan ole( )luida bergerak antara membran te$torial dan sel/sel rambut yang mendasarinya. ,ungsi dari Sel %am"ut %el/sel rambut dalam! sel/sel sensoris primer yang meng(asilkan potensial aksi pada sara) pendengaran! dirangsang ole( pergerakan $airan pada telinga dalam. %el/sel rambut luar! di sisi lain! memiliki )ungsi yang berbeda. Ini menanggapi suara! seperti sel/sel rambut dalam! tapi depolarisasi membuat mereka mempersingkat dan (iperpolarisasi membuat mereka memperpanjang. Mereka melakukan ini lebi( dari bagian yang sangat )leksibel dari membran basal! dan tindakan ini enta( bagaimana meningkatkan amplitudo dan kejelasan suara. +eruba(an pada sel rambut luar terjadi se$ara paralel dengan peruba(an prestin! protein membran! dan protein ini mungkin menjadi protein motor sel/sel rambut luar. %el/sel rambut luar menerima persara)an kolinergik melalui komponen e)eren dari sara) pendengaran! dan asetilkolin (yperpolari3es sel. Namun! )ungsi )isiologis dari persara)an ini tidak diketa(ui. 'otensial Aksi .ada Saraf-saraf 'endengaran ;rekuensi potensial aksi dalam satu serat sara) pendengaran adala( proporsional dengan kenyaringan dari rangsangan suara. +ada intensitas suara yang renda(! melepaskan setiap akson suara (anya satu )rekuensi! dan )rekuensi ini ber1ariasi dari akson ke akson tergantung pada bagian dari koklea dari serat yang berasal. +ada

intensitas suara yang lebi( tinggi! debit akson indi1idu untuk spektrum yang lebi( luas dari )rekuensi suara k(ususnya untuk )rekuensi renda( dari yang di mana simulasi ambang terjadi. +enentu utama dari pit$( yang dirasakan ketika sebua( gelombang suara pemogokan telinga adala( tempat di organ 9orti yang maksimal dirangsang. Gelombang perjalanan yang didirikan ole( nada meng(asilkan depresi pun$ak membran basilaris! dan stimulasi reseptor akibatnya maksimal! pada satu titik. %eperti disebutkan di atas! jarak antara titik dan stapes berbanding terbalik dengan nada suara! nada renda( meng(asilkan stimulasi maksimal pada pun$ak koklea dan nada tinggi memproduksi stimulasi maksimal di pangkalan. >alur dari berbagai bagian koklea ke otak yang berbeda. %ebua( )aktor tamba(an yang terlibat dalam persepsi pit$( pada )rekuensi suara kurang dari "&&& @3 mungkin pola potensi aksi pada sara) pendengaran. ,etika )rekuensi $ukup renda(! serat/serat sara) mulai merespon dengan dorongan untuk setiap siklus gelombang suara. +entingnya e)ek 1olley! bagaimanapun! adala( terbatas? )rekuensi potensial aksi dalam serabut sara) diberikan pendengaran menentukan terutama kenyaringan! bukan lapangan! dari suara. Aalaupun pit$( suara tergantung terutama pada )rekuensi gelombang suara! kenyaringan juga memainkan bagian? nada renda( (di ba*a( #&& @3 tampaknya nada renda( dan tinggi (di atas 6&&& @3 tampak lebi( tinggi dengan meningkatnya kekerasan mereka. >angka *aktu juga mempengaru(i pit$( sampai tingkat ke$il. +it$( dari nada tidak dapat dirasakan ke$uali itu berlangsung selama lebi( dari &!&1 s! dan dengan jangka *aktu antara &!&1 dan &!1 s! naik pit$( dengan meningkatnya durasi. Ak(irnya! nada suara kompleks yang men$akup (armonisa dari )rekuensi yang diberikan masi( dirasakan ba(kan ketika )rekuensi primer ((ilang pokok tidak ada. Respon Saraf-saraf Pendengaran di Medula Oblongata <espon dari neuron kedua dalam inti koklea terhadap suara rangsangan adalah seperti pada serat saraf pendengaran. /rekuensi dengan intensitas rendah membangkitkan tanggapan yang ber2ariasi dari unit ke unit, dengan peningkatan intensitas suara, dan frekuensi yang respon terjadi menjadi lebih luas. *erbedaan utama antara respon dari neuron pertama dan kedua adalah adanya =cut off= lebih tajam di sisi frekuensi rendah di neuron meduler. ;ekhususan ini lebih besar dari neuron orde kedua mungkin karena semacam proses penghambatan di batang otak, tapi bagaimana hal itu dicapai tidak diketahui. Korteks Pendengaran Primer 4alur impuls naik dari nukleus koklea bagian dorsal dan 2entral melalui kompleks yang unilateral maupun kontralateral. *ada hewan, ada pola yang terorganisasi pada lokalisasi tonal dalam korteks pendengaran primer (area '#). *ada manusia, nada rendah yang di arahkan pada daerah anterolateral dan nada tinggi pada posteromedial di korteks pendengaran. Area Lain yang er!ubungan dengan Pendengaran 8eningkatnya ketersediaan *>% scanning dan 8< menyebabkan peningkatan pesat dalam pengetahuan tentang daerah asosiasi auditori pada manusia. 4alur pendengaran di korteks menyerupai jalur 2isual bahwa semakin kompleks pengolahan informasi pendengaran bersama mereka. 0al yang menarik adalah

bahwa meskipun daerah pendengaran terlihat sangat sama pada kedua sisi otak, tetapi ada spesialisasi pada masing-masing hemisfer. Sebagai contoh, daerah !rodmann?s && berkaitan dengan pemrosesan sinyal pendengaran yang berkaitan dengan pembicaraan. Selama pemrosesan bahasa, jauh lebih aktif di sisi kiri daripada sisi kanan. Area && di sisi kanan lebih peduli dengan melodi, nada, dan intensitas suara. Ada juga plastisitas besar dalam jalur pendengaran, dan, seperti jalur 2isual dan somastatik, mereka dimodifikasi oleh pengalaman. -ontoh plastisitas pendengaran pada manusia adalah bahwa pada indi2idu-indi2idu yang menjadi tuli sebelum kemampuan bahasa sepenuhnya dikembangkan, melihat bahasa isyarat mengaktifkan daerah asosiasi pendengaran. Sebaliknya, orang yang menjadi buta dalam awal hidup akan menunjukkan lokalisasi suara yang lebih baik dibandingkan orang dengan penglihatan normal. 8usisi memberikan contoh-contoh tambahan plastisitas pada kortikal. *ada indi2idu, ada peningkatan ukuran daerah pendengaran diaktifkan oleh nada musik. Selain itu, pemain biola telah merubah somatosensori representasi dari wilayah yang jari-jari mereka gunakan dalam memainkan instrumen mereka. 8usisi juga memiliki cerebellums lebih besar dari nonmusicians, mungkin karena belajar dalam gerakan jari yang tepat. 3. Lokalisasi Suara *enentuan arah dari mana suara berasal di bidang hori1ontal tergantung dari pendeteksian perbedaan waktu antara datangnya stimulus dalam dua telinga dan perbedaan konsekuensi dalam tahap gelombang suara pada kedua sisi, dan juga tergantung pada kenyataan bahwa suara itu lebih keras di sisi paling dekat dengan sumbernya. *erbedaan terdeteksinya waktu tiba suara, yang dapat lebih kecil dari &" @s, dikatakan menjadi faktor yang paling penting pada frekuensi di bawah 5""" 01 dan perbedaan kenyaringan yang paling penting pada frekuensi di atas 5""" 01. Neuron di korteks pendengaran yang menerima masukan dari kedua telinga merespon maksimal atau minimal ketika waktu kedatangan stimulus pada satu telinga tertunda oleh periode tertentu relatif terhadap waktu kedatangan di telinga yang lain. *eriode ini tetap ber2ariasi dari neuron ke neuron. Suara yang datang dari langsung di depan indi2idu berbeda dalam kualitas dari mereka yang datang dari belakang karena masing-masing pinna dihadapkan sedikit ke depan. Selain itu, pantulan dari gelombang suara akibat tidak ratanya permukaan pinna sebagai suara bergerak ke atas atau bawah, dan perubahan dalam gelombang suara merupakan faktor utama dalam mencari suara di bidang 2ertikal. +okalisasi suara yang terganggu secara mencolok diakibatkan oleh lesi pada korteks pendengaran. 2# 1# ,ISI/ /*I '(N!(N*A%AN +endengaran adala( persepsi sara) mengenai energi suara. =eseptor/reseptor k(usus
untuk suara terletak di telinga dalam yang berisi $airan. 4engan demikian! gelombang suara (antaran udara (arus disalurkan ke ara( dan dipinda(kan ke telinga dalam! dan dalam prosesnya melakukan kompensasi ter(adap berkurangnya energi suara yang terjadi se$ara alamia( se*aktu gelombang suara berpinda( dari udara ke air. ;ungsi ini dilakukan ole( telinga luar dan telinga tenga(.1'

4aun telinga! mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke saluran telinga luar. .anyak spesies (anjing! $onto(nya dapat memiringkan daun telinga mereka ke ara( sumber suara untuk mengumpulkan lebi( banyak gelombang suara!

tetapi daun telinga manusia relati) tidak bergerak. ,arena bentuknya! daun telinga se$ara parsial mena(an gelombang suara yang mendekati telinga dari ara( belakang dan! dengan demikian! membantu seseorang membedakan apaka( suara datang dari ara( depan atau belakang.1' Lokalisasi suara untuk menentukan apaka( suara datang dari kanan atau kiri ditentukan berdasarkan dua petunjuk. +ertama! gelombang suara men$apai telinga yang terletak lebi( dekat ke sumber suara sedikit lebi( $epat daripada gelombang tersebut men$apai telinga satunya. ,edua! suara terdengar kurang kuat se*aktu men$apai telinga yang terletak lebi( jau(! karena kepala ber)ungsi sebagai sa*ar suara yang se$ara parsial mengganggu perambatan gelombang suara. ,orteks pen/ dengaran mengintegrasikan semua petunjuk tersebut untuk menentukan lokasi sumber suara. ,ita sulit menentukan sumber suara (anya dengan satu telinga.1'!16 Membran timpani! yang teregang menutupi pintu masuk ke telinga tenga(! bergetar se*aktu terkena gelombang suara. 4aera(/daera( gelombang suara yang bertekanan tinggi dan renda( berselang/seling menyebabkan gendang telinga yang sangat peka tersebut menekuk keluar/masuk seirama dengan )rekuensi gelombang suara.11!1'
Telinga tenga( meminda(kan gerakan bergetar membran timpani ke $airan di telinga dalam. +eminda(an ini dipermuda( ole( adanya rantai yang terdiri dari tiga tulang yang dapat bergerak atau osikula (maleus! inkus! dan stapes yang berjalan melintasi telinga tenga(. Tulang pertama! maleus! melekat ke membran timpani! dan tulang terak(ir! stapes! melekat ke jendela o1al! pintu masuk ke koklea yang berisi $airan. ,etika membrana timpani bergetar sebagai respons ter(adap gelombang suara! rantai tulang/tulang tersebut juga bergerak dengan )rekuensi sama! meminda(kan )rekuensi gerakan tersebut dan membran timpani ke jendela o1al. Tekanan di jendela o1al akibat setiap getaran yang di(asilkan menimbulkan gerakan seperti gelombang pada $airan telinga dalam dengan )rekuensi yang sama dengan )rekuensi gelombang suara semula. Namun! seperti dinyatakan sebelumnya! diperlukan tekanan yang lebi( besar untuk menggerakkan $airan. Terdapat dua mekanisme yang berkaitan dengan sistem osikuler yang memperkuat tekanan gelombang suara dan udara untuk menggetarkan $airan di koklea. +ertama! karena luas permukaan membran timpani jau( lebi( besar daripada luas permukaan jendela o1al! terjadi peningkatan tekanan ketika gaya yang bekerja di membrana timpani disalurkan ke jendela o1al (tekanan gaya2satuan luas . ,edua! e)ek pengungkit tulang/tulang pendengaran meng(asilkan keuntungan mekanis tamba(an. ,edua mekanisme ini bersama/sama meningkatkan gaya yang timbul pada jendela o1al sebesar dua pulu( kali lipat dari gelombang suara yang langsung mengenai jendela o1al. Tekanan

tamba(an ini $ukup untuk menyebabkan pergerakan $airan koklea.1!"!6!11!1'!16 .agian koklearis telinga dalam yang berbentuk seperti siput adala( suatu sistem tubulus bergelung yang terletak di dalam tulang temporalis. Akan lebi( muda( untuk mema(ami komponen )ungsional koklea! jika organ tersebut Bdibuka gulungannyaB! seperti diperli(atkan dalam. 4i seluru( panjangnya! koklea dibagi menjadi tiga kompartemen longitudinal yang berisi $airan. 4uktus koklearis yang buntu! yang juga dikenal sebagai skala media! membentuk kompartemen tenga(. %aluran ini berjalan di sepanjang bagian tenga( koklea! (ampir men$apai ujungnya. ,ompartemen atas! yakni skala 1estibuli! mengikuti kontur bagian dalam spiral! dan skala timpani! kompartemen ba*a(! mengikuti kontur luar spiral. 9airan di dalam duktus koklearis disebut endolim)e. %kala 1estibuli dan skala timpani keduanya mengandung $airan yang sedikit berbeda! yaitu perilim)e. 4aera( di luar ujung duktus koklearis tempat $airan di kompartemen atas dan ba*a( ber(ubungan disebut (elikotrema. %kala 1estibuli disekat dare rongga telinga tenga( ole( jendela o1al! tempat melekatnya stapes. Lubang ke$il berlapis membran lainnya! yakni jendela bundar! menyekat skala timpani dari
telinga tenga(. Membrana 1estibularis yang tipis memisa(kan duktus koklearis dare skala 1estibuli. Membrana basilaris membentuk lantai duktus koklearis! memisa(kannya dare skala timpani. Membrana basilaris sangat penting karena mengandung organ 9orti! organ untuk indera pendengaran.11!1'!16

Transmisi Gelombang %uara (a Gerakan $airan di dalam perilim)e ditimbulkan ole( getaran jendela o1al mengikuti dua jalur0 (1 melalui skala 1estibuli! mengitari (elikotrema! dan melalui skala timpani! menyebabkan jendela bundar bergetar? dan (" Bjalan pintasB dan skala 1estibuli melalui membrana basilaris ke skala timpani. >alur pertama (anya menyebabkan peng(amburan energi suara! tetapi jalur kedua men$etuskan pengakti)an reseptor untuk suara dengan membengkokkan rambut di sel/sel rambut se*aktu organ 9orti pada bagian atas membrana basilaris yang bergetar! mengalami peruba(an posisi ter(adap membrana tektorial di atasnya. (b .erbagai bagian dart membrana basilaris bergetar se$ara maksimal pada )rekuensi yang berbeda/beda. ($ 5jung membrana basilaris yang pendek dan kaku! yang terletak paling dekat dengan jendela o1al! bergetar maksimum pada nada ber)rekuensi tinggi. Membrana basilaris yang lebar dan lentur dekat (elikotrema bergetar maksimum pada nada/nada ber)rekuensi renda(.1!"!1'!16 Organ 9orti! yang terletak di atas membrana basilaris! di seluru( panjangnya mengandung sel/sel rambut! yang merupakan reseptor untuk suara. %el/sel rambut meng(asilkan sinyal sara) jika rambut di permukaannya se$ara mekanis mengalami peruba(an bentuk berkaitan dengan gerakan $airan di telinga dalam. =ambut/rambut ini se$ara mekanis terbenam di dalam membrana tektorial! suatu tonjolan mirip tenda/ ruma( yang menggantung di atas! di sepanjang organ 9orti.1' Gerakan stapes yang menyerupai piston ter(adap jendela o1al menyebabkan timbulnya gelombang tekanan di kompartemen atas. ,arena $airan tidak dapat ditekan! tekanan di(amburkan melalui dua $ara se*aktu stapes menyebabkan jendela o1al menonjol ke dalam0 (1 peruba(an posisi jendela bundar dan (" de)leksi membrana basilaris. +ada jalur pertama! gelombang tekanan mendorong perilim)e ke depan di kompartemen atas! kemudian mengelilingi (elikotrema? dan ke kom/ partemen ba*a(! tempat gelombang tersebut menyebabkan jendela bundar menonjol ke luar ke dalam r$ngga telinga tenga( untuk mengkompensasi peningkatan tekanan. ,etika stapes bergerak mundur dan menarik jendela o1al ke luar ke ara( telinga tenga(! perilim)e mengalir dalam ara( berla*anan! menguba( posisi jendela bundar ke ara( dalam. >alur ini tidak menyebabkan timbulnya persepsi suara? tetapi (anya meng(amburkan tekanan.1'!16 Gelombang tekanan )rekuensi yang berkaitan dengan penerimaan suara mengambil Bjalan pintasB. Gelombang tekanan di kompartemen atas dipinda(kan melalui membrana 1estibularis yang tipis! ke dalam duktus koklearis! dan kemudian melalui membrana basilaris ke kompartemen ba*a(! tempat gelombang tersebut menyebabkan jendela bundar menonjol ke luar/masuk bergantian. +erbedaan utama pada jalur ini adala( ba(*a transmisi gelombang tekanan melalui membrana basilaris menyebabkan membran ini bergerak ke atas dan ke ba*a(! atau bergetar! se$ara sinkron dengan gelombang tekanan. ,arena organ 9orti menumpang pada membrana basilaris! sel/sel rambut juga bergerak naik turun se*aktu membrana basilaris bergetar. ,arena rambut/rambut dari sel reseptor terbenam di dalam membrana tektorial yang kaku dan stasioner! rambutrambut tersebut akan membengkok ke depan dan belakang se*aktu membrana basilaris menggeser posisinya ter(adap membrana tektorial. +eruba(an bentuk mekanis rambut yang maju/mundur ini menyebabkan saluran/saluran ion gerbang/mekanis di sel/sel rambut terbuka dan tertutup se$ara bergantian. @al ini menyebabkan peruba(an potensial depolarisasi dan (iperpolarisasi yang bergantianpotensial reseptorCdengan )rekuensi yang sama dengan rangsangan suara semula.1'! 16 %el/sel rambut adala( sel reseptor k(usus yang berkomunikasi melalui sinaps kimia*i dengan ujung/ujung serat sara) a)eren yang membentuk sara) auditorius (koklearis .

4epolarisasi sel/sel rambut (se*aktu membrana basilaris bergeser ke atas meningkatkan ke$epatan pengeluaran 3at perantara mereka! yang menaikkan ke$epatan potensial aksi di serat/serat a)eren. %ebaliknya! ke$epatan pembentukan potensial aksi berkurang ketika sel/sel rambut mengeluarkan sedikit 3at perantara karena mengalami (iperpolarisasi (se*aktu membrana basilaris bergerak ke ba*a( ."!1'!16 4engan demikian! telinga menguba( gelombang suara di udara menjadi gerakan/ gerakan berosilasi membrana basilaris yang membengkokkan pergerakan maju/ mundur rambut/rambut di sel reseptor. +eruba(an bentuk mekanis rambut/rambut tersebut menyebabkan pembukaan dan penutupan (se$ara bergantian saluran di sel! reseptor! yang menimbulkan peruba(an potensial berjenjang di reseptor! se(ingga mengakibatkan peruba(an ke$epatan pembentukan potensial aksi yang merambat ke otak. 4engan $ara ini! gelombang suara diterjema(kan menjadi sinyal sara) yang dapat dipersepsikan ole( otak sebagai sensasi suara.11!1'!16

0agan 1# ,isiologi 'endengaran

1st order dari 2 telinga


< 7euron sensory di cabang =oc!lear 7. >666 < nuclei =oc!learis $di Medulla 'blongata% * pada sisi yang sama < susunan sinyal auditory dikirim kemudian ditangkap ole! a&on dan dialirkan menuju < nuclei oli(ary superior $pada kedua sisi -ons% )emniscus )ateralis < impuls tiba $perbedaan tipis tergantung letak sumber suara jau! atau dekat% di nuclei oli(ary dan nuclei coc!lea < dialirkan ole! a&on ke =oliculus in#erior $di Mid .rain% < =orpus ?enikulatum $di 1alamus% < susunan auditory sinyal sampai ke area auditory primer pada gyrus superior temporal (di Cortex Cerebral) < masuk ke area broadman @1 dan @2 se!ingga terjadi < -ema!aman uara

2. 2.

FISIOLOGI KESEIMBANGAN

%elain perannya dalam pendengaran yang bergantung pada koklea! telinga dalam memiliki komponen k(usus lain! yakni aparatus 1estibularis! yang memberikan in)ormasi yang penting untuk sensasi keseimbangan dan untuk koordinasi gerakan/ gerakan kepala dengan gerakangerakan mata dan postur tubu(. Aparatus 1estibularis terdiri dari dua set struktur yang terletak di dalam tulang temporalis di dekat kokleaC kanalis semisirkularis dan organ otolit! yaitu utrikulus dan sakulus. "!1'!16 Aparatus 1estibularis mendeteksi peruba(an posisi dan gerakan kepala. %eperti di koklea! semua komponen aparatus 1estibularis mengandung endolim)e dan dikelilingi ole( perilim)e. >uga! serupa dengan organ 9orti! komponen 1estibuler masing/masing mengandung sel/sel rambut yang berespons ter(adap peruba(an bentuk mekanis yang di$etuskan ole( gerakan/gerakan spesi)ik endolim)e. %eperti sel/sel rambut auditorius!

reseptor 1estibularis juga dapat mengalami depolarisasi atau (iperpolarisasi! bergantung pada ara( gerakan $airan. Namun! tidak seperti sistem pendengaran! sebagian besar in)ormasi yang di(asilkan ole( sistem 1estibularis tidak men$apai tingkat kesadaran."!11!1' ,analis semisirkularis mendeteksi akselerasi atau deselerasi anguler atau rotasional kepala! misalnya ketika memulai atau ber(enti berputar! berjungkir balik! atau memutar kepala. Tiap/tiap telinga memiliki tiga kanalis semisirkularis yang se$ara tiga dimensi tersusun dalam bidang/bidang yang tegak lurus satu sama lain. %el/sel rambut resepti) di setiap kanalis semisirkularis terletak di atas suatu bubungan (ridge yang terletak di ampula! suatu pembesaran di pangkal kanalis. =ambut/rambut terbenam dalam suatu lapisan gelatinosa seperti topi di atasnya! yaitu kupula! yang menonjol ke dalam endolim)e di dalam ampula. ,upula bergoyang sesuai ara( gerakan $airan! seperti ganggang Taut yang mengikuti ara( gelombang air.1'!16 Akselerasi (per$epatan atau deselerasi (perlambatan selama rotasi kepala ke segala ara( menyebabkan pergerakan endolim)e! paling tidak! di sala( satu kanalis semisirkularis karena susunan tiga dimensi kanalis tersebut. ,etika kepala mulai bergerak! saluran tulang dan bubungan sel rambut yang terbenam dalam kupula bergerak mengikuti gerakan kepala. Namun! $airan di dalam kanalis! yang tidak melekat ke tengkorak! mulamula tidak ikut bergerak sesuai ara( rotasi! tetapi ter/ tinggal di belakang karena adanya inersia (kelembaman . (,arena inersia! benda yang diam akan tetap diam! dan benda yang bergerak akan tetap bergerak! ke$uali jika ada suatu gaya luar yang bekerja padanya dan menyebabkan peruba(an. ,etika endolim)e tertinggal saat kepala mulai berputar! endolim)e yang terletak sebidang dengan gerakan kepala pada dasarnya bergeser dengan ara( yang berla*anan dengan ara( gerakan kepala (serupa dengan tubu( Anda yang miring ke kanan se*aktu mobil yang Anda tumpangi berbelok ke kiri . Gerakan $airan ini menyebabkan kupula $ondong ke ara( yang berla*anan dengan ara( gerakan kepala! membengkokkan rambut/rambut sensorik yang terbenam di dalamnya. Apabila gerakan kepala berlanjut dalam ara( dan ke$epatan yang sama! endolim)e akan menyusul dan bergerak bersama dengan kepala! se(ingga rambut/rambut kembali ke posisi tegak mereka. ,etika kepala melambat dan ber(enti! keadaan yang sebaliknya terjadi. Endolim)e se$ara singkat melanjutkan diri bergerak seara( dengan rotasi kepala sementara kepala melambat untuk ber(enti. Akibatnya! kupula dan rambutrambutnya se$ara sementara membengkok sesuai dengan ara( rotasi semula! yaitu berla*anan dengan ara( mereka membengkok ketika akselerasi. +ada saat endolim)e se$ara berta(ap ber(enti! rambut/rambut kembali tegak. 4engan demikian! kanalis semisirkularis mendeteksi peruba(an ke$epatan gerakan rotasi kepala. ,analis tidak berespons jika kepala tidak bergerak atau ketika bergerak se$ara sirkuler dengan ke$epatan tetap."!1'!16 =ambut/rambut pada sel rambut 1estibularis terdiri dari dua pulu( sampai lima pulu( stereosilia! yaitu mikro1ilus yang diperkuat ole( aktin! dan satu silium! kinosilium. %etiap sel rambut berorientasi sedemikian rupa! se(ingga sel tersebut mengalami depolarisasi ketika stererosilianya membengkok ke ara( kinosilium? pembengkokan ke ara( yang berla*anan menyebabkan (iperpolarisasi sel. %el/sel rambut membentuk sinaps 3at perantara kimia*i dengan ujung/ujung terminal neuron a)eren yang akson/ aksonnya menyatu dengan akson struktur 1estibularis lain untuk membentuk sara) 1estibularis. %ara) ini bersatu dengan sara) auditorius dari koklea untuk membentuk sara) 1estibulokoklearis. 4epolarisasi sel/sel rambut meningkatkan ke$epatan pembentukan potensial aksi di serat/serat a)eren? sebaliknya! ketika sel/sel rambut mengalami (iperpolarisasi! )rekuensi potensial aksi di serat a)eren menurun.1'!16

Sementara kanalis semisirkularis memberikan informasi mengenai perubahan rotasional gerakan kepala kepada SSP, organ otolit memberikan informasi mengenai posisi kepala relatif terhadap gravitasi dan juga mendeteksi perubahan dalam kecepatan gerakan linier (bergerak dalam garis lurus tanpa memandang arah). Utrikulus dan sakulus adalah struktur seperti kantung yang terletak di dalam rongga tulang yang terdapat di antara kanalis semisirkularis dan koklea. ambut!rambut pada sel!sel rambut reseptif di organ!organ ini juga menonjol ke dalam suatu lembar gelatinosa di atasnya, yang gerakannya menyebabkan perubahan posisi rambut serta menimbulkan perubahan potensial di sel rambut. "erdapat banyak kristal halus kalsium karbonat#otolit ($batu telinga$)#yang terbenam di dalam lapisan gelatinosa, sehingga lapisan tersebut lebih berat dan lebih lembam (inert) daripada cairan di sekitarnya. %etika seseorang berada dalam posisi tegak, rambut!rambut di dalam utrikulus berorientasi secara vertikal dan rambut!rambut sakulus berjajar secara hori&ontal. %akulus memiliki )ungsi serupa dengan utrikulus! ke$uali ba(*a is berespons se$ara selekti) ter(adap kemiringan kepala menjau(i posisi (ori3ontal (misalnya bangun dari tempat tidur dan ter(adap akselerasi atau deselerasi liner 1ertikal (misalnya melon$at/lon$at atau berada dalam ele1ator .1' %inyal/sinyal yang berasal dari berbagai komponen aparatus 1estibularis diba*a melalui sara) 1estibulokoklearis ke nukleus 1estibularis! suatu kelompok badan sel sara) di batang otak! dan ke serebelum. 4i sini in)ormasi 1estibuler diintegrasikan dengan masukan dari permukaan kulit! mata! sendi! dan otot untuk0 (1 mem/ perta(ankan keseimbangan dan postur yang diinginkan? (" mengontrol otot mata eksternal! se(ingga mata tetap ter)iksasi ke titik yang sama *alaupun kepala bergerak? dan (' mempersepsikan gerakan dan orientasi. .eberapa indi1idu! karena alasan yang tidak diketa(ui! sangat peka ter(adap gerakan/ gerakan tertentu yang mengakti)kan aparatus 1estibularis dan menyebabkan gejala pusing (di33iness dan mual? kepekaan ini disebut mabuk perjalanan (motion si$kness . ,adangkadang ketidakseimbangan $airan di telinga dalam menyebabkan penyakit Meniere. Tidakla( meng(erankan! karena baik aparatus 1estibularis maupun koklea mengandung $airan telinga dalam yang sama! timbul gejala keseimbangan dan pendengaran. +enderita mengalami serangan sementara 1ertigo (pusing tuju( keliling .

6. MM OTITI% ME4IA A,5T 6.1. Menjelaskan 4e)inisi Otitis Media Akut

Otitis media adala( in)lamasi pada bagian telinga tenga(. Otitis media sebenarnya adala( diagnosa yang paling sering dijumpai pada anak 7 anak di ba*a( usia 1# ta(un. Ada ' ( tiga jenis otitis media yang paling umum ditemukan di klinik! yaitu 0 Otitis Media Akut! Otitis Media %erosa (Otitis media dengan e)usi !Otitis Media ,ronik.

/titis media akut adala( keadaan dimana terdapatnya $airan di dalam telinga tenga( dengan tanda dan gejala in)eksi./titis media serosa 1 efusi adala( keadaan terdapatnya $airan di dalam telinga tenga( tanpa adanya tanda dan gejala in)eksi akti). %e$ara teori! $airan ini sebagai akibat tekanan negati1e dalam telinga tenga( yang disebabkan ole( obstruksi tuba eusta$(ii. +ada penyakit ini! tidak ada agen penyebab de)initi1e yang tela( diidenti)ikasi! meskipun otitis media dengan e)usi lebi( banyak terdapat pada anak yang tela( sembu( dari otitis media akut dan biasanya dikenal dengan Dglue earE. .ila terjadi pada orang de*asa! penyebab lain yang mendasari terjadinya dis)ungsi tuba eusta$(ii (arus di$ari. E)usi telinga tenga( sering terli(at pada pasien setela( mengalami radioterapi dan barotrauma ( eg 0 penyelam dan pada pasien dengan dis)ungsi tuba eusta$(ii akibat in)eksi atau alergi saluran napas atas yang terjadi./titis media kronik sendiri adala( kondisi yang ber(ubungan dengan patologi jaringan irre1ersible dan biasanya disebabkan ole( episode berulang otitis media akut yang tak tertangani. %ering ber(ubungan dengan per)orasi menetap membrane timpani. In)eksi kronik telinga tenga( tak (anya mengakibatkan kerusakan membrane timpani tetapi juga dapat meng(an$urkan osikulus dan (ampir selalu melibatkan mastoid. %ebelum penemuan antibioti$! in)eksi mastoid merupakan in)eksi yang mengan$am ji*a. %ekarang! penggunaan antibioti$ yang bijaksana pada otitis media akut tela( menyebabkan mastoiditis koalesens akut menjadi jarang. ,ebanyakan kasus mastoiditis akut sekarang ditemukan pada pasien yang tidak mendapatkan pera*atan telinga yang memadai dan mengalami in)eksi telinga yang tak ditangani. Mastoiditis kronik lebi( sering! dan beberapa dari in)eksi kronik ini! dapat mengakibatkan pembentukan kolesteatoma! yang merupakan pertumbu(an kulit ke dalam ( epitel skuamosa dari lapisan luar membrane timpani ke telinga tenga(. ,ulit dari membrane timpani lateral membentuk kantong luar! yang akan berisi kulit yang tela( rusak dan ba(an sebaseus. ,antong dapat melekat ke struktur telinga tenga( dan mastoid. .ila tidak ditangani! kolesteatoma dapat tumbu( terus dan menyebabkan paralysis ner1us )asialis ( N. 9ranial :II ! ke(ilangan pendengaran sensorineural dan2 atau gangguan keseimbangan (akibat erosi telinga dalam dan abses otak. 6.". 6.'. Menjelaskan Epidemiologi Otitis Media Akut Menjelaskan Etiologi Otitis Media Akut

+enyebab utama otitis media akut adala( masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tenga( yang normalnya adala( steril. +aling sering terjadi bila terdapat dis)ungsi tuba eusta$(ii seperti obstruksi yang disebabkan ole( in)eksi saluran perna)asan atas! in)lamasi jaringan disekitarnya (eg 0 sinusitis! (ipertro)i adenoid atau reaksi alergik ( eg 0 r(initis alergika . .akteri yang umum ditemukan sebagai organisme penyebab adala( %trepto$o$$us peneumoniae! @emop(ylus in)luen3ae! %trepto$o$$us pyogenes! dan Mora8ella $atarr(alis. 1..akteri .akteri piogenik merupakan penyebab OMA yang tersering. Menurut penelitian! F#/-#G kasus OMA dapat ditentukan jenis bakteri piogeniknya melalui isolasi bakteri ter(adap kultur $airan atau e)usi telinga tenga(. ,asus lain tergolong sebagai non/ patogenik karena tidak ditemukan mikroorganisme penyebabnya. Tiga jenis bakteri

penyebab otitis media tersering adala( Streptococcus pneumoniae (6&G ! diikuti ole( 0aemophilus influen1ae ("#/'&G dan 8oraAella catarhalis (#"-#3:). ,ira/kira #G kasus dijumpai patogen/patogen yang lain seperti Streptococcus pyogenes (group A beta- hemolytic), Staphylococcus aureus, dan organisme gram negati). Staphylococcus aureus dan organisme gram negati) banyak ditemukan pada anak dan neonatus yang menjalani ra*at inap di ruma( sakit. 0aemophilus influen1ae sering dijumpai pada anak balita. >enis mikroorganisme yang dijumpai pada orang de*asa juga sama dengan yang dijumpai pada anak/anak (,ers$(ner! "&&- . ". :irus :irus juga merupakan penyebab OMA. :irus dapat dijumpai tersendiri atau bersamaan dengan bakteri patogenik yang lain. :irus yang paling sering dijumpai pada anak/anak! yaitu respiratory syncytial 2irus (=%: ! influen1a 2irus, atau adeno2irus (sebanyak '&/6&G . ,ira/kira 1&/1#G dijumpai parainfluen1a 2irus, rhino2irus atau entero2irus. :irus akan memba*a dampak buruk ter(adap )ungsi tuba >ustachius, menganggu )ungsi imun lokal! meningkatkan ad(esi bakteri! menurunkan e)isiensi obat antimikroba dengan menganggu mekanisme )armakokinetiknya (,ers$(ner! "&&- . 4engan menggunakan teknik polymerase chain reaction (+9= dan 2irus specific en1yme-linked immunoabsorbent assay (ELI%A ! 1irus/1irus dapat diisolasi dari $airan telinga tenga( pada anak yang menderita OMA pada -#G kasus (.u$(man! "&&' . Menurut .luestone ("&&1 dalam ,lein ("&&H ! distribusi mikroorganisme yang diisolasi dari $airan telinga tenga(! dari "I&- orang pasien OMA di *ittsburgh $titis 8edia <esearch -enter, pada ta(un 1HI& sampai dengan 1HIH adala( seperti berikut0 Gambar ".'. 4istribusi mikroorganisme yang diisolasi dari $airan telinga tenga( pasien OMA.

2ni3ersitas Sumatera 2tara

2#3# ,aktor %isiko ;aktor risiko terjadinya otitis media adala( umur! jenis kelamin! ras! )aktor genetik! status sosioekonomi serta lingkungan! asupan air susu ibu (A%I atau susu )ormula! lingkungan merokok! kontak dengan anak lain! abnormalitas kranio)asialis kongenital! status imunologi! in)eksi bakteri atau 1irus di saluran pernapasan atas! dis)ungsi tuba >ustachius, inmatur tuba >ustachius dan lain/lain (,ers$(ner! "&&- . ;aktor umur juga berperan dalam terjadinya OMA. +eningkatan insidens OMA pada bayi dan anak/anak kemungkinan disebabkan ole( struktur dan )ungsi tidak matang atau imatur tuba >ustachius. %elain itu! sistem perta(anan tubu( atau status imunologi anak juga masi( renda(. Insidens terjadinya otitis media pada anak laki/laki lebi( tinggi dibanding dengan anak perempuan. Anak/anak pada ras Nati2e American, nuit, dan ndigenous Australian menunjukkan pre1alensi yang lebi( tinggi dibanding dengan ras lain. ;aktor genetik juga berpengaru(. %tatus sosioekonomi juga berpengaru(! seperti kemiskinan! kepadatan penduduk! )asilitas (igiene yang terbatas! status nutrisi renda(! dan pelayanan pengobatan terbatas! se(ingga mendorong terjadinya OMA pada anak/ anak. A%I dapat membantu dalam perta(anan tubu(. Ole( karena itu! anak/anak yang kurangnya asupan A%I banyak menderita OMA. Lingkungan merokok menyebabkan anak/anak mengalami OMA yang lebi( signi)ikan dibanding dengan anak/anak lain. 4engan adanya ri*ayat kontak yang sering dengan anak/anak lain seperti di pusat penitipan anak/anak! insidens OMA juga meningkat. Anak dengan adanya abnormalitas kranio)asialis kongenital muda( terkena OMA karena )ungsi tuba >ustachius turut terganggu! anak muda( menderita penyakit telinga tenga(. Otitis media merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat in)eksi saluran napas atas! baik bakteri atau 1irus (,ers$(ner! "&&- .

6.6.

Menjelaskan ,lasi)ikasi Otitis Media Akut

%kema +embagian Otitis Media

%kema +embagian Otitis Media .erdasarkan Gejala Stadium /4A OMA dalam perjalanan penyakitnya dibagi menjadi lima stadium! bergantung pada peruba(an pada mukosa telinga tenga(! yaitu stadium oklusi tuba >ustachius! stadium (iperemis atau stadium pre/supurasi! stadium supurasi! stadium per)orasi dan stadium resolusi (4jaa)ar! "&&- .

Gambar ".#. Membran Timpani Normal 1. %tadium Oklusi Tuba >ustachius +ada stadium ini! terdapat sumbatan tuba >ustachius yang ditandai ole( retraksi membran timpani akibat terjadinya tekanan intratimpani negati) di dalam telinga tenga(! dengan adanya absorpsi udara. =etraksi membran timpani terjadi dan posisi malleus menjadi lebi( (ori3ontal! re)leks $a(aya juga berkurang. Edema yang terjadi pada tuba >ustachius juga menyebabkannya tersumbat. %elain retraksi! membran timpani kadang/ kadang tetap normal dan tidak ada kelainan! atau (anya ber*arna keru( pu$at. E)usi mungkin tela( terjadi tetapi tidak dapat dideteksi. %tadium ini sulit dibedakan dengan tanda dari otitis media serosa yang disebabkan ole( 1irus dan alergi. Tidak terjadi demam pada stadium ini (4jaa)ar! "&&-? 4(ingra! "&&- . ". %tadium @iperemis atau %tadium +re/supurasi

+ada stadium ini! terjadi pelebaran pembulu( dara( di membran timpani! yang ditandai ole( membran timpani mengalami (iperemis! edema mukosa dan adanya sekret eksudat serosa yang sulit terli(at. @iperemis disebabkan ole( oklusi tuba yang berpanjangan se(ingga terjadinya in1asi ole( mikroorganisme piogenik. +roses in)lamasi berlaku di telinga tenga( dan membran timpani menjadi kongesti. %tadium ini merupakan tanda in)eksi bakteri yang menyebabkan pasien mengelu(kan otalgia! telinga rasa penu( dan demam. +endengaran mungkin masi( normal atau terjadi ganggua n ringan! tergantung dari $epatnya proses (iperemis. @al ini terjadi karena terdapat tekanan udara yang meningkat di ka1um timpani. Gejala/gejala berkisar antara dua belas jam sampai dengan satu (ari (4jaa)ar! "&&-? 4(ingra! "&&- .

'.%tadium%upurasi %tadium supurasi ditandai ole( terbentuknya sekret eksudat purulen atau bernana( di telinga tenga( dan juga di sel/sel mastoid. %elain itu edema pada mukosa telinga tenga( menjadi makin (ebat dan sel epitel super)isial ter(an$ur. Terbentuknya eksudat yang purulen di ka1um timpani menyebabkan membran timpani menonjol atau bulging ke ara( liang telinga luar. +ada keadaan ini! pasien akan tampak sangat sakit! nadi dan su(u meningkat serta rasa nyeri di telinga bertamba( (ebat. +asien selalu gelisa( dan tidak dapat tidur nyenyak. 4apat disertai dengan gangguan pendengaran kondukti). +ada bayi demam tinggi dapat disertai munta( dan kejang. %tadium supurasi yang berlanjut dan tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan iskemia membran timpani! akibat timbulnya nekrosis mukosa dan submukosa membran timpani. Terjadi penumpukan nana( yang terus berlangsung di ka1um timpani dan akibat trombo)lebitis 1ena/1ena ke$il! se(ingga tekanan kapiler membran timpani meningkat! lalu menimbulkan nekrosis. 4aera( nekrosis terasa lebi( lembek dan ber*arna kekuningan atau yellow spot. ,eadaan stadium supurasi dapat ditangani dengan melakukan miringotomi. .eda( ke$il ini kita lakukan dengan menjalankan insisi pada membran timpani se(ingga nana( akan keluar dari telinga tenga( menuju liang telinga luar. Luka insisi pada membran timpani akan menutup kembali! sedangkan apabila terjadi ruptur! lubang tempat per)orasi lebi( sulit menutup kembali. Membran timpani mungkin tidak menutup kembali jikanya tidak utu( lagi (4jaa)ar! "&&-? 4(ingra! "&&- .

Gambar ".-. Membran Timpani !ulging dengan +us +urulen 6. %tadium +er)orasi %tadium per)orasi ditandai ole( ruptur membran timpani se(ingga sekret berupa nana( yang jumla(nya banyak akan mengalir dari telinga tenga( ke liang telinga luar. ,adang/kadang pengeluaran sekret bersi)at pulsasi (berdenyut . %tadium ini sering disebabkan ole( terlambatnya pemberian antibiotik dan tingginya 1irulensi kuman. %etela( nana( keluar! anak beruba( menjadi lebi( tenang! su(u tubu( menurun dan dapat tertidur nyenyak. >ika mebran timpani tetap per)orasi dan pengeluaran sekret atau nana( tetap berlangsung melebi(i tiga minggu! maka keadaan ini disebut otitis media supurati) subakut. >ika kedua keadaan tersebut tetap berlangsung selama lebi( satu setenga( sampai dengan dua bulan! maka keadaan itu disebut otitis media supurati) kronik (4jaa)ar! "&&-? 4(ingra! "&&- .

Gambar ".I. Membran Timpani +e)orasi #. %tadium =esolusi ,eadaan ini merupakan stadium ak(ir OMA yang dia*ali dengan berkurangnya dan ber(entinya otore. %tadium resolusi ditandai ole( membran timpani berangsur normal (ingga per)orasi membran timpani menutup kembali dan sekret purulen akan berkurang dan ak(irnya kering. +endengaran kembali normal. %tadium ini berlangsung *alaupun tanpa pengobatan! jika membran timpani masi( utu(! daya ta(an tubu( baik! dan 1irulensi kuman renda(. Apabila stadium resolusi gagal terjadi! maka akan berlanjut menjadi otitis media supurati) kronik. ,egagalan stadium ini berupa per)orasi membran timpani menetap! dengan sekret yang keluar se$ara terus/menerus atau (ilang timbul. Otitis media supurati) akut dapat menimbulkan gejala sisa berupa otitis media serosa. Otitis media serosa terjadi jika sekret menetap di ka1um timpani tanpa mengalami per)orasi membran timpani (4jaa)ar! "&&-?

4(ingra! "&&- .

6.#.

Menjelaskan +ato)isiologi Otitis Media Akut

+ada gangguan ini biasanya terjadi dis)ungsi tuba eusta$(ii seperti obstruksi yang diakibatkan ole( in)eksi saluran na)as atas! se(ingga timbul tekanan negati1e di telinga tenga(. %ebaliknya! terdapat gangguan drainase $airan telinga tenga( dan kemungkinan re)luks sekresi esop(agus ke daera( ini yang se$ara normal bersi)at steril. 9ara masuk bakteri pada kebanyakan pasien kemungkinan melalui tuba eusta$(ii akibat kontaminasi se$ret dalam naso)aring. .akteri juga dapat masuk telinga tenga( bila ada per)orasi membran tymp(ani. Eksudat purulen biasanya ada dalam telinga tenga( dan mengakibatkan ke(ilangan pendengaran kondukti). +ato)isiologi terjadinya OMA dimulai saat ada kuman (ematogen atau perkontinuatum yang mengin)eksi tubu( dan menyebabkan in)eksi saluran perna)asan atas (I%+A . %eperti kita keta(ui naso)aring (sala( satu bagian saluran perna)asan atas di(ubungkan dengan $a1um timpani (rongga telinga tenga( melalui tuba Eusta$(ius. ,uman dari in)eksi pada saluran perna)asan atas dapat menyebar (ingga ke tuba Eusta$(ius! menyebabkan radang pada mukosa tuba Eusta$(ius yang pada ak(irnya menyebabkan terjadinya gangguan pada motilitas silia tuba! dimana silia tuba menjadi lumpu(. %ilia yang lumpu( ini mengakibatkan dis)ungsi tuba se(ingga )ungsi pen$ega(an in1asi kuman menjadi terganggu dan kuman dapat masuk ke dalam telinga tenga( dan mengakibatkan peradangan telinga tenga(.

6.F.

Menjelaskan Mani)estasi ,linis Otitis Media Akut

Gejala klinis OMA bergantung pada stadium penyakit serta umur pasien. +ada anak yang suda( dapat berbi$ara kelu(an utama adala( rasa nyeri di dalam telinga! di samping su(u tubu( yang tinggi. .iasanya terdapat ri*ayat batuk pilek sebelumnya. +ada anak yang lebi( besar atau pada orang de*asa! selain rasa nyeri! terdapat gangguan pendengaran berupa rasa penu( di telinga atau rasa kurang mendengar. +ada bayi dan anak ke$il! gejala k(as OMA adala( su(u tubu( tinggi dapat men$apai 'H!#J9 (pada stadium supurasi ! anak gelisa( dan sukar tidur! tiba/tiba anak menjerit *aktu tidur! diare! kejang/kejang dan kadang/kadang anak memegang telinga yang sakit. .ila terjadi ruptur membran timpani! maka sekret mengalir ke liang telinga! su(u tubu( turun dan anak tidur tenang (4jaa)ar! "&&- . +enilaian klinik OMA digunakan untuk menentukan berat atau ringannya suatu penyakit. +enilaian berdasarkan pada pengukuran temperatur! kelu(an orang tua pasien tentang anak yang gelisa( dan menarik telinga atau tugging! serta membran timpani yang kemera(an dan membengkak atau bulging. Menurut 4agan ("&&' dalam Titisari ("&&# ! skor OMA adala( seperti berikut0 Tabel ".1. %kor OMA %u(u Tarik ,emera(an pada .engkak pada membran %kor Gelisa( (J9 telinga membran timpani timpani (bulging Tidak & K'I!& Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada 'I!&/ 1 =ingan =ingan =ingan =ingan 'I!# 'I!F/ " %edang %edang %edang %edang 'H!& ' L'H!& .erat .erat .erat .erat! termasuk otore +enilaian derajat OMA dibuat berdasarkan skor. .ila didapatkan angka & (ingga '! berarti OMA ringan dan bila melebi(i '! berarti OMA berat. +embagian OMA lainnya yaitu OMA berat apabila terdapat otalgia berat atau sedang! su(u lebi( atau sama dengan 'HJ9 oral atau 'H!#J9 rektal. OMA ringan bila nyeri telinga tidak (ebat dan demam kurang dari 'HJ9 oral atau 'H!#J9 rektal (Titisari! "&&# . 6.-. Menjelaskan 4iagnosis! 4iagnosis .anding! +; dan ++ Otitis Media Akut

Kriteria !iagnosis /4A Menurut ,ers$(ner ("&&- ! kriteria diagnosis OMA (arus memenu(i tiga (al berikut! yaitu0 1. +enyakitnya mun$ul se$ara mendadak dan bersi)at akut. ". 4itemukan adanya tanda e)usi. E)usi merupakan pengumpulan $airan di telinga tenga(. E)usi dibuktikan dengan adanya sala( satu di antara tanda berikut! seperti menggembungnya membran timpani atau bulging, terbatas atau tidak ada gerakan

pada membran timpani! terdapat bayangan $airan di belakang membran timpani! dan terdapat $airan yang keluar dari telinga. '. Terdapat tanda atau gejala peradangan telinga tenga(! yang dibuktikan dengan adanya sala( satu di antara tanda berikut! seperti kemera(an atau erythema pada membran timpani! nyeri telinga atau otalgia yang mengganggu tidur dan akti1itas normal. Menurut =ubin et al. ("&&I ! kepara(an OMA dibagi kepada dua kategori! yaitu ringan/sedang! dan berat. ,riteria diagnosis ringan/sedang adala( terdapat $airan di telinga tenga(! mobilitas membran timpani yang menurun! terdapat bayangan $airan di belakang membran timpani! membengkak pada membran timpani! dan otore yang purulen. %elain itu! juga terdapat tanda dan gejala in)lamasi pada telinga tenga(! seperti demam! otalgia! gangguan pendengaran! tinitus! 1ertigo dan kemera(an pada membran timpani. Ta(ap berat meliputi semua kriteria tersebut! dengan tamba(an ditandai dengan demam melebi(i 'H!&J9! dan disertai dengan otalgia yang bersi)at sedang sampai berat. 2#5#2# 'er"edaan /4A dan /titis 4edia dengan (fusi OMA dapat dibedakan dari otitis media dengan e)usi yang dapat menyerupai OMA. E)usi telinga tenga( (middle ear effusion) merupakan tanda yang ada pada OMA dan otitis media dengan e)usi. E)usi telinga tenga( dapat menimbulkan gangguan pendengaran dengan &/#& decibels hearing loss.

5ntuk memeriksa pendengaran diperlukan pemeriksaan (antaran melalui udara dan melalui tulang dengan memakai garpu tala atau audiometer nada murni. ,elainan (antaran melalui udara menyebabkan tuli kondukti)! berarti ada kelainan di telinga luar atau telinga tenga(! seperti atresia liang telinga! eksostosis liang telinga! serumen! sumbatan tuba Eusta$(ius serta radang telinga tenga(.

T(S '(NA A +emeriksaan ini merupaka tes kualitati). Terdapat berbagai ma$am tes penala seperti tes =inne! tes Aeber! ters %$(*aba$(! tes .ing dan tes %tenger. Tes %inne adala( tes untuk membandingkan (antaran melalui udara dan (antaran melalui tulang pada telinga yang diperiksa. 9ara pemeriksaaan 0 penala digerakkan! tangkainya diletakkan di prosessua mastoid! setela( tidak terdengar penala dipegang di depan telinga kira/kira " M $m. bila msi( terdengar disebut =inne positi) (N ! bila tidsak terdengar disebut =inne negati) (/ . Tes 6e"er adala( tes pendengaran untuk membandingkan (antaran tulang telinga kiri dengan telinga kanan. 9ara pemeriksaan 0 penala digetarkan dan tangkai penala diletakkan di garis tenga( kepala (di 1erteks! da(i! pangkal (idung! di tenga(/tenga( gigi seri atau di dagu . Apabila bunyi penala terdengar lebi( keras pada sala( satu telinga disebut Aeber lateralisasi ke telinga tersebut. .ila tidak dapat dibedakan kea ra( telinga mana bunyi terdengar lebi( keras disebut Aeber tidak ada lateralisasi. Tes S7h8a"a7h adala( membandingkan (antaran tulang orang yang diperiksa dengan pemeriksa yang pendengarannya normal. 9ara pemeriksaan 0 penala digetarkan! tangkai penala diletakkan pada prosessus mastoideus sampai tidak terdengar bunyi. ,emudian tangkai penala segera dipinda(kan pada prosessus mastoideus telinga pemeriksa yang pendengarannya normal. .ila pemeriksa masi( dapat mendengar disebut %$(*aba$( memendek! bila pemeriksa tidak dapat mendengar! pemeriksa diulang dengan $ara sebaliknya yaitu penala diletakkan di prosessus mastoideus pemeriksa lebi( dulu. .ila pasien masi( dapat mendengar bunyi disebut %$(*aba$( memanjang dan bila pasien dan pemeriksa kira/kira ssama/sama mendengarnya disebut dengan %$(*aba$( sama dengan pemeriksa. Tes Stenger digunakan pada pemeriksaan tuli anorganik (stimulasi atau pura/pura tuli

9ara pemeriksaan 0 menggunakan prinsip masing. Misalnya pada seseorang yang berpura/pura tuli pada telinga kiri. 4ua bua( penala yang identik digetarkan dan masing/masing diletakkan di depan telinga kiri dan kanan! dengan $ara tidak keli(atan ole( yang diperiksa. +enala pertama digetarkan dan diletakkan di depan telinga kanan (yang normal se(ingga jelas terdengar. ,emudian penala yang kedua digetarkan

lebi( keras dan diletakkan di depan telinga kiri (yang pura/pura tuli . Apabila kedua telinga normal karena e)ek masking! (anya telinga kiri yang mendengar bunyi? jadi telinga kanan tidak akan mendengar bunyi. Tetapi bila telinga kiri tuli! telinga kanan tetap mendengar bunyi.

Tes "inne

Tes #eber

Tes Sch$abac h

Diagnosis

-ositi#

1idak ada lateralisasi

Normal ama dengan pemeriksa Tuli konduktif

7egati#

)ateralisasi ke telinga yang sakit

Memanjang

-ositi#

)ateralisasi ke telinga yang se!at

Memendek

Tuli sensorineur al

=atatan* -ada tuli kondukti# A00 d., 8inne bisa masi! positi#

T(S 0(%0ISIK +emeriksaan ini bersi)at semi/kuantitati)! menentukan derajat ketulian se$ara kasar. @al yang perlu diper(atikan iala( ruangan $ukup tenang! dengan panjang minimal F meter. +ada nilai normal tes berbisik 0 #2F 7 F2F. Alat-alat Lampu kepala 9orong telinga Otoskop +elilit kapas +engait serumen +inset telinga Garputala

9ara umum +asien duduk dengan posisi badan $ondong sedikit kedepan dan kepala lebi( tinggi sedikit dari kepala pemeriksa untuk memuda(kan meli(at liang telinga dan membrane tympani. Mula/mula dili(at keadaan dan bentuk daun telinga! daera( belakang daun telinga! apaka( terdapat tanda peradanagn atau sikatriks bekas operasi. 4aun telinga ditarik ketas dan kebelkanag se(ingga liang telinga menjadi lebi( lurus dan akan mempermuda( untuk meli(at keadaan liang telinga dan membrane tympani. 5ntuk lebi( jelas pakaila( otoskop. Otoskop dipegang dengan tangan kanan untuk memeriksa telinga kanan dan sebaliknya. 5ntuk stabil! jari kelingking diletakkan pada pipi pasien. .ila terdapat serumen dalam liang telinga yang menyumbat maka (arus dikeluarkan.

:enis--enis Tes 'endengaran Tes "er"isik %yarat0 - Tempat 0 ruangan sunyi dan tidak ada e$(o (dinding dibuat rata atau dilapisi Eso)t boardE 2 gorden serta ada ajarak sepanjang F meter - +enderita (yang diperiksa 0 Mata ditutup atau di(alangi agar tidak memba$a gerak bibir. Telinga yang diperiksa di(adapkan ke ara( pemeriksa. Telinga yang tidak diperiksa ditutup (bisa ditutupi kapas yang dibasa(i gliserin . Mengulang dengan keras dan jelas kata/kata yang dibisikkan - +emeriksa ,ata/kata dibisikkan dengan udara $adangan paru/paru! sesuda( ekspirasi biasa. ,ata/kata yang dibisikkan terdiri dari 1 atau " suku kata yang dikenal penderita! biasanya kata/kata benda yang ada di sekeliling kita. +emeriksaan 0

Mula/mula penderita pada jarak F m dibisiki beberapa kata. .ila tidak menya(ut pemeriksa maju 1 m (# m dari penderita dan tes ini dimulai lagi. .ila masi( belum menya(ut pemeriksa maju 1 m! demikian seterusnya sampai penderita dapat mengulangi I kata/kata dari 1& kata/kata yang dibisikkan. >arak dimana penderita dapat menya(ut I dari 1& kata disebut sebagai jarak pendengaran. 9ara pemeriksaan yang sama dilakukan untuk telinga yang lain sampai ditemukan satu jarak pendengaran. @asil tes 0 +endengaran dapat dinilai se$ara kuantitati) (tajam pendengaran dan se$ara kualitati) (jenis ketulian ,5ANTITATI; ;5NG%I %5A=A +EN4ENGA=AN .I%I, Normal 4alam normal Tuli ringan Tuli sedang Tuli berat Fm batas # m 6m '/"m O 1m T5LI %EN%O=INE5=AL %ukar mendengar (uru) desis ()rekuensi tinggi ! seperti (uru) s 7 sy 7 $ T5LI ,ON45,TI; %ukar mendengar (uru) lunak ()rekuensi renda( ! seperti (uru) m7n7* ,5ALITATI;

'emeriksaan audiometri

,etajaman pendengaran sering diukur dengan suatu audiometri. Alat ini meng(asilkan nada/nada murni dengan )rekuensi melalui aerp(on. +ada sestiap )rekuensi ditentukan intensitas ambang dan diplotkan pada sebua( gra)ik sebagai prsentasi dari pendengaran normal. @al ini meng(asilkan pengukuran obyekti) derajat ketulian dan gambaran mengenai rentang nada yang paling terpengaru(. 4e)inisi Audiometri berasal dari kata audir dan metrios yang berarti mendengar dan mengukur (uji pendengaran . Audiometri tidak saja dipergunakan untuk mengukur ketajaman pendengaran! tetapi juga dapat dipergunakan untuk menentukan lokalisasi kerusakan anatomis yang menimbulkan gangguan pendengaran. Audiometri adala( subua( alat yang digunakan untuk mengta(ui le1el pendengaran seseorang. 4engan bantuan sebua( alat yang disebut dengan audiometri! maka derajat ketajaman pendengaran seseorang dapat dinilai. Tes

audiometri diperlukan bagi seseorang yang merasa memiliki gangguan pendengeran atau seseorang yag akan bekerja pada suatu bidang yang memerlukan ketajaman pendngaran.

+emeriksaan audiometri memerlukan audiometri ruang kedap suara! audiologis dan pasien yang kooperati). +emeriksaan standar yang dilakukan adala( 0 Audiometri nada murni %uatu sisitem uji pendengaran dengan menggunakan alat listrik yang dapat meng(asilkan bunyi nada/nada murni dari berbagai )rekuensi "#&/#&&! 1&&&/ "&&&! 6&&&/I&&& dan dapat diatur intensitasnya dalam satuan (d. . .unyi yang di(asilkan disalurkan melalui telepon kepala dan 1ibrator tulang ketelinga orang yang diperiksa pendengarannya. Masing/masing untuk menukur ketajaman pendengaran melalui (ntaran udara dan (antran tulang pada tingkat intensitas nilai ambang! se(ingga akan didapatkankur1a (antaran tulang dan (antaran udara. 4engan memba$a audiogram ini kita dapat mengta(ui jenis dan derajat kurang pendengaran seseorang. Gambaran audiogram rata/rata sejumla( orang yang berpendengaran normal dan berusia sekitar "&/"H ta(un merupakan nilai ambang baku pendengaran untuk nada muri. Telinga manusia normal mampu mendengar suara dengan kisaran )rek*uensi "&/"&.&&& @3. ;rek*ensi dari #&&/"&&& @3 yang paling penting untuk mema(ami per$akapan se(ari/(ari. Tabel berikut memperli(atkan klasi)ikasi ke(ilangan pendengaran

Kehilangan dalam !esi"el &/1# L1#/"# L"#/6& L6&/##

Klasifikasi

+endengaran normal ,e(ilangan pendengaran ke$il ,e(ilangan pendengaran ringan ,e(ilangan pendengaran sedang

L##/-& L-&/H& LH&

,e(ilangan pendenngaran sedang sampai berat ,e(ilangan pendengaran berat ,e(ilangan pendengaran berat sekali

+emeriksaan ini meng(asilkan gra)ik nilai ambang pendengaran psien pada stimulus nada murni. Nilai ambang diukur dengan )rekuensi yang berbeda/beda. %e$ara kasar ba(*a pendengaran yang normal gra)ik berada diatas. Gra)iknya terdiri dari skala de$ibel! suara dipresentasikan dengan aerp(on (air kondution dan skala skull 1ibrator (bone $ondu$tion . .ila terjadi air bone gap maka mengindikasikan adanya 9@L. Turunnya nilai ambang pendengaran ole( bone $ondu$tion menggambarkan %N@L.

Audiometri tutur

Audiometri tutur adala( system uji pendengaran yang menggunakan kata/kata terpili( yang tela( dibakukan! dituturkan melalui suatu alat yang tela( dikaliberasi! untuk mrngukur beberapa aspek kemampuan pendengaran. +rinsip audiometri tutur (ampir sama dengan audiometri nada murni! (anya disni sebagai alat uji pendengaran digunakan da)tar kata terpuili( yang dituturkan pada penderita. ,ata/kata tersebut dapat dituturkan langsung ole( pemeriksa melalui mikropon yang di(ubungkan dengan audiometri tutur! kemudian disalurkan melalui telepon kepala ke telinga yang diperiksa pendengarannya! atau kata/kata rekam lebi( da(ulu pada piringan (itam atau pita rekaman! kemudian baru diputar kembali dan disalurkan melalui audiometer tutur.

+enderita diminta untuk menirukan dengan jelas setip kata yang didengar! dan apabila kata/kata yang didengar makin tidak jelas karena intensitasnya makin dilema(kan! pendengar diminta untuk mnebaknya. +emeriksa men$atata presentase kata/kata yang ditirukan dengan benar dari tiap dena( pada tiap intensitas. @asil ini dapat digambarkan pada suatu diagram yang absisnya adala( intensitas suara kata/kata yang didengar! sedangkan ordinatnya adala( presentasi kata/kata yanag diturunkan dengan benar.

4ari audiogram tutur dapat diketa(ui dua dimensi kemampuan pendengaran yaitu 0 o ,emampuan pendengaran dalam menangkap #&G dari sejumla( kata/kata yang dituturkan pada suatu intensitas minimal dengan benar! yang la3imnya disebut persepsi tutur atau N+T! dan dinyatakan dengan satuan de/sibel (d. . o ,emamuan maksimal perndengaran untuk mendiskriminasikan tiap satuan bunyi ()onem dalam kata/kata yang dituturkan yang dinyatakan dengan nilai

diskriminasi tutur atau N4T. %atuan pengukuran N4T itu adala( persentasi maksimal kata/kata yang ditirukan dengan benar! sedangkan intensitas suara barapa saja. 4engan demikian! berbeda dengan audiometri nada murni pada audiometri tutur intensitas pengukuran pendengaran tidak saja pada tingkat nilai ambang (N+T ! tetapi juga jau( diatasnya.

Audiometri tutur pada prinsipnya pasien disuru( mendengar kata/kata yang jelas artinya pada intensitas mana mulai terjadi gangguan sampai #&G tidak dapat menirukan kata/kata dengan tepat.

,riteria orang tuli 0 o =ingan masi( bisa mendengar pada intensitas "&/6& d. o %edang masi( bisa mendengar pada intensitas 6&/F& d. o .erat suda( tidak dapat mendengar pada intensitas F&/I& d. o .erat sekali tidak dapat mendengar pada intensitas LI& d.

+ada dasarnya tuli mengakibatkan gangguan komunikasi! apabila seseorang masi( memiliki sisa pendengaran di(arapkan dengan bantuan alat bantu dengar (A.42(earing AI4 suara yang ada diampli)ikasi! dikeraskan ole( A.4 se(ingga bisa terdengar. +rinsipnya semua tes pendengaran agar akurat (asilnya! tetap (arus pada ruang kedap suara minimal sunyi. ,arena kita memberikan tes paa )rekuensi tertetu dengan intensitas lema(! kalau ada gangguan suara pasti akan mengganggu penilaian. +ada audiometri tutur! memng kata/kata tertentu dengan 1o$al dan konsonan tertentu yang dipaparkan kependrita. Intensitas pad pemerriksaan audiomatri bisa dimulai dari "& d. bila tidak mendengar 6& d. dan seterusnya! bila mendengar intensitas bisa diturunkan & d.! berarti pendengaran baik. Tes sebelum dilakukan audiometri tentu saja perlu pemeriksaan telinga 0 apaka( $ongok atau tidak (ada $airan dalam telinga ! apaka( ada kotoran telinga (serumen ! apaka( ada lubang gendang telinga! untuk menentukan penyabab kurang pendengaran.

Tujuan Mediagnostik penyakit telinga Mengukur kemampuan pendengaran dalam menagkap per$akpan se(ari/(ari! atau dengan kata lain 1aliditas sosial pendengaran 0 untuk tugas dan pekerjaan! apaka( butu( alat pembantu mendengar atau pndidikan k(usus! ganti rugi (misalnya dalam bidang kedokteran ke(kiman dan asuransi . %krinig anak balita dan %4

Memonitor untuk pekerja/pekerja dinetpat bising.

A2!I/4(T%I NA!A 42%NI +ada pemeriksaan audiometri$ nada murni perlu dipa(ami (al/(al seperti ini! nada murni! bising N. (narro* band dan AN (*(ite noise ! )rekuensi! intensitas bunyi! ambang dengar! nila nol audiometri$! standar I%O dan A%A! notasi pada audiogram! jenis dan derajat ketulian serta gap dan masking. 5ntuk membuat audiogram diperlukan alat audiometer. .agian dari audiometer tombol pengatur intensitas bunyi! tombol pengatur )rekuensi! (eadp(one untuk memerksa A9 ((antaran udara ! bone $ondu$tor untuk memeriksa .9 ((antaran tulang . 4erajat ketulian I%O 0 &/"# d. L"#/6& d. L6&/## d. L##/-& d. L-&/H& d. LH& d. 0 normal 0 tuli ringan 0 tuli sedang 0 tuli sedang berat 0 tuli berat 0 tuli sangat berat

6.I.

Menjelaskan +enatalaksanaan dan +en$ega(an Otitis Media Akut

+enatalaksanaan OMA tergantung pada stadium penyakitnya. +engobatan pada stadium a*al ditujukan untuk mengobati in)eksi saluran napas! dengan pemberian antibiotik! dekongestan lokal atau sistemik! dan antipiretik. Tujuan pengobatan pada otitis media adala( untuk meng(indari komplikasi intrakrania dan ekstrakrania yang mungkin terjadi! mengobati gejala! memperbaiki )ungsi tuba >ustachius, meng(indari per)orasi membran timpani! dan memperbaiki sistem imum lokal dan sistemik (Titisari! "&&# . +ada stadium oklusi tuba! pengobatan bertujuan untuk membuka kembali tuba >ustachius se(ingga tekanan negati) di telinga tenga( (ilang. 4iberikan obat tetes (idung @9l e)edrin &!# G dalam larutan )isiologik untuk anak kurang dari 1" ta(un atau @9l e)edrin 1 G dalam larutan )isiologis untuk anak yang berumur atas 1" ta(un pada orang de*asa. %umber in)eksi (arus diobati dengan pemberian antibiotik (4jaa)ar! "&&- . +ada stadium (iperemis dapat diberikan antibiotik! obat tetes (idung dan analgesik. 4ianjurkan pemberian antibiotik golongan penisilin atau eritromisin. >ika terjadi resistensi! dapat diberikan kombinasi dengan asam kla1ulanat atau se)alosporin.

5ntuk terapi a*al diberikan penisilin intramuskular agar konsentrasinya adekuat di dalam dara( se(ingga tidak terjadi mastoiditis terselubung! gangguan pendengaran sebagai gejala sisa dan kekambu(an. Antibiotik diberikan minimal selama - (ari. .ila pasien alergi te(adap penisilin! diberikan eritromisin. +ada anak! diberikan ampisilin #&/1&& mg2kg..2(ari yang terbagi da lam empat dosis! amoksisilin atau eritromisin masing/masing #& mg2kg..2(ari yang terbagi dalam ' dosis (4jaa)ar! "&&- . +ada stadium supurasi! selain diberikan antibiotik! pasien (arus dirujuk untuk melakukan miringotomi bila membran timpani masi( utu( se(ingga gejala $epat (ilang dan tidak terjadi ruptur (4jaa)ar! "&&- . +ada stadium per)orasi! sering terli(at sekret banyak keluar! kadang se$ara berdenyut atau pulsasi. 4iberikan obat $u$i telinga (ear toilet) @"O" 'G selama ' sampai dengan # (ari serta antibiotik yang adekuat sampai ' minggu. .iasanya sekret akan (ilang dan per)orasi akan menutup kembali dalam - sampai dengan 1& (ari (4jaa)ar! "&&- . +ada stadium resolusi! membran timpani berangsur normal kembali! sekret tidak ada lagi! dan per)orasi menutup. .ila tidak terjadi resolusi biasanya sekret mengalir di liang telinga luar melalui per)orasi di membran timpani. Antibiotik dapat dilanjutkan sampai ' minggu. .ila keadaan ini berterusan! mungkin tela( terjadi mastoiditis (4jaa)ar! "&&- . %ekitar I&G kasus OMA sembu( dalam ' (ari tanpa pemberian antibiotik. Obser1asi dapat dilakukan. Antibiotik dianjurkan jika gejala tidak membaik dalam dua sampai tiga (ari! atau ada perburukan gejala. Ternyata pemberian antibiotik yang segera dan dosis sesuai dapat ter(indar dari tejadinya komplikasi supurati) seterusnya. Masala( yang mun$ul adala( risiko terbentuknya bakteri yang resisten ter(adap antibiotik meningkat. Menurut American Academy of *ediatrics ("&&6 dalam ,ers$(ner ("&&- ! mengkategorikan OMA yang dapat diobser1asi dan yang (arus segera diterapi dengan antibiotik sebagai berikut.

4iagnosis pasti OMA (arus memiliki tiga kriteria! yaitu bersi)at akut! terdapat e)usi telinga tenga(! dan terdapat tanda serta gejala in)lamasi telinga tenga(. Gejala ringan adala( nyeri telinga ringan dan demam kurang dari 'HJ9 dalam "6 jam terak(ir. %edangkan gejala berat adala( nyeri telinga sedang/berat atau demam 'HJ9. +ili(an

obser1asi selama 6I/-" jam (anya dapat dilakukan pada anak usia enam bulan sampai dengan dua ta(un! dengan gejala ringan saat pemeriksaan! atau diagnosis meragukan pada anak di atas dua ta(un. /ollow-up dilaksanakan dan pemberian analgesia seperti asetamino)en dan ibupro)en tetap diberikan pada masa obser1asi (,ers$(ner! "&&- . Menurut American Academic of *ediatric ("&&6 ! amoksisilin merupakan first-line terapi dengan pemberian I&mg2kg..2(ari sebagai terapi antibiotik a*al selama lima (ari. Amoksisilin e)ekti) ter(adap Streptococcus penumoniae. >ika pasien alergi ringan ter(adap amoksisilin! dapat diberikan se)alosporin seperti cefdinir. Second-line terapi seperti amoksisilin/kla1ulanat e)ekti) ter(adap 0aemophilus influen1ae dan 8oraAella catarrhalis, termasuk Streptococcus penumoniae (,ers$(ner! "&&- . *neumococcal .- 2alent conjugate 2accine dapat dianjurkan untuk menurunkan pre1alensi otitis media (American Academic of *ediatric, "&&6 . 'em"edahan Terdapat beberapa tindakan pembeda(an yang dapat menangani OMA rekuren! seperti miringotomi dengan insersi tuba timpanosintesis! dan adenoidektomi (.u$(man! "&&' . 1. Miringotomi Miringotomi iala( tindakan insisi pada pars tensa membran timpani! supaya terjadi drainase sekret dari telinga tenga( ke liang telinga luar. %yaratnya adala( (arus dilakukan se$ara dapat dili(at langsung! anak (arus tenang se(ingga membran timpani dapat dili(at dengan baik. Lokasi miringotomi iala( di kuadran posterior/ in)erior. .ila terapi yang diberikan suda( adekuat! miringotomi tidak perlu dilakukan! ke$uali jika terdapat pus di telinga tenga( (4jaa)ar! "&&- . Indikasi miringostomi pada anak dengan OMA adala( nyeri berat! demam! komplikasi OMA seperti paresis ner1us )asialis! mastoiditis! labirinitis! dan in)eksi sistem sara) pusat. Miringotomi merupakan terapi third-line pada pasien yang mengalami kegagalan ter(adap dua kali terapi antibiotik pada satu episode OMA. %ala( satu tindakan miringotomi atau timpanosintesis dijalankan ter(adap anak OMA yang respon kurang memuaskan ter(adap terapi second-line, untuk menidenti)ikasi mikroorganisme melalui kultur (,ers$(ner! "&&- . ". TimpanosintesisMenurut .luestone (1HHF dalam Titisari ("&&# ! timpanosintesis merupakan pungsi pada membran timpani! dengan analgesia lokal supaya mendapatkan sekret untuk tujuan pemeriksaan. Indikasi timpanosintesis adala( terapi antibiotik tidak memuaskan! terdapat komplikasi supurati)! pada bayi baru la(ir atau pasien yang sistem imun tubu( renda(. Menurut .u$(man ("&&' ! pipa timpanostomi dapat menurun morbiditas OMA seperti otalgia! e)usi telinga tenga(! gangguan pendengaran se$ara signi)ikan dibanding dengan plasebo dalam tiga penelitian prosperti)! randomi1ed trial yang tela( dijalankan. '. Adenoidektomi Adenoidektomi e)ekti) dalam menurunkan risiko terjadi otitis media dengan e)usi dan OMA rekuren! pada anak yang perna( menjalankan miringotomi dan insersi tuba

timpanosintesis! tetapi (asil masi( tidak memuaskan. +ada anak ke$il dengan OMA rekuren yang tidak perna( dida(ului dengan insersi tuba! tidak dianjurkan adenoidektomi! ke$uali jika terjadi obstruksi jalan napas dan rinosinusitis rekuren (,ers$(ner! "&&- .

6.H.

Menjelaskan ,omplikasi Otitis Media Akut Komplikasi yang serius adala!*

1. B 6n#eksi pada tulang di sekitar telinga tenga! $ mastoiditis atau petrositis% 2. B Labirintitis $in#eksi pada kanalis semisirkuler% 0. B Kelumpu!an pada waja! @. B 1uli 5. B -eradangan pada selaput otak $meningitis% C. B Abses otak.

1anda-tanda terjadinya komplikasi* 1. - sakit kepala 2. - tuli yang terjadi secara mendadak 0. - vertigo $perasaan berputar% @. - demam dan menggigil.

6.1&.

Menjelaskan +rognosis Otitis Media Akut

+rognosis pada kebanyakan orang dengan in)eksi telinga tenga( sangat baik. In)eksi dan gejala biasanya (ilang sepenu(nya. 4alam kasus yang para( yang tidak diobati! in)eksi dapat menyebar! menyebabkan in)eksi pada tulang mastoid (mastoiditis atau ba(kan meningitis! tapi ini jarang terjadi. ,esulitan mendengar dapat terjadi. %ementara mereka tidak selalu permanen! mereka dapat mempengaru(i perkembangan bi$ara dan ba(asa anak/anak muda.

Mampu men%elaskan an memahami kesehatan in era pen engaran menurut pan angan islam

-endengaran adala! benteng perta!anan kedua dari segi ba!ayanya setela! lisan. 2aitu,yang kedua dalam mempengaru!i !ati dan menguasainya. 'le! karena itu,Al-Daris Al-Mu!asibi berkata,Etidak ada luka yang lebi! berba!aya bagi seorang !amba setela! lisannya selain pendengarannya,karena pendengaran itu utusan yang lebi! cepat pada !ati dan lebi! muda! jatu! kedalam #itna!.

-endengan !ati ter!adap kebenaran itu ada 0 macam, ketiganya ada dalam AlFuran *

M/7+/7?A8KA7 3713K M/7?/1AD36.

+erajat ini muncul ketika seseorang !anya menggunakan indera pendengaran. ebagaimana yang diberitakan ole! Al-FurGan ketika menceritakan tentang jinjin yang beriman, mereka berkata,E esunggu!nya kami tela! mendengarkan AlFurGan yang menakjubkanE. $F .Al-"in HI2J*1%

M/M-/8+/7?A8KA7 3713K M/MADAM6.

Adapun memperdengarkan untuk mema!ami dalam mena#ikan orang yang suka berpaling dan lalai, sebagaimana #irman Alla!, EMaka sunggu!,engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling kebelakangK. $Ar-8um H20J*52%.

+emikian juga #irman Alla!,E unggu! Alla! memberi pendengaran kepada siapa yang dia ke!endaki dan engkau $Mu!ammad% tidak akan sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengarE. $Al-Lat!ir H05J*22% Kek!ususan ini adala! untuk memperdengarkan pema!aman dan pengeta!uan. +emikian juga #irman Alla!,E+an sekiranya Alla! mengeta!ui ada kebaikan pada mereka,tentu dia jadikan mereka dapat mendengar. +an jika Alla! menjadikan mereka dapat mendengar,niscaya mereka berpaling,sedang mereka memalingkan diriE.$Al-An#al HMJ*20%

+engan kata lain,jika seandainya Alla! mengeta!ui orang-orang ka#ir itu terdapat penerimaan dan ketundukan,tentu Alla! akan menjadikan mereka dapat mema!ami. "ika tidak,berarti mereka tela! mendengar dengan pendengaran pengeta!uan. eandainya Alla! menjadikan mereka dapat mema!ami,niscaya mereka tidak akan tunduk dan tidak mengambil man#aat dari apa yang dipa!aminya. Karena

didalam !ati mereka terdapat #aktor yang menolak dan meng!alang-!alangi mereka untuk mengambil man#aat dari apa yang mereka dengar

M/7+/7?A8KA7 3713K M/7/86MA +A7 M/M/73D6 -A7??6)A7.

Adapun mendengarkan untuk menerima dan memenu!i panggilan,dalam #irman Alla! yang menceritakan tentang !amba-!amba-7ya yang beriman,mereka berkata, Ekami mendengar, dan kami taatE. $F .An-7ur H2@J*51%

6nila! bentuk mendengarkan untuk menerima dan memenu!i panggilan yang berbua! ketaatan. Mendengarkan untuk menerima dan memenu!i panggilan ini mencakup 2 macam sebelumnya,yaitu mendengarkan untuk mengeta!ui dan memperdengarkan untuk mema!ami. Mendengarkan untuk mengeta!ui sedikitpun tidak berguna,karena binatang juga mendengar sebagaimana orang ka#ir dapat mendengar. Mendengarkan untuk mema!ami juga,sedikitpun tidak berguna,karena orang-orang yang !atinya membatu juga dapat mema!ami,tapi mereka tidak mengamalkan.

Adapun mendengarkan untuk menerima dan memenu!i panggilan saja yang dapat memberatkan timbangan amal kebaikan anda dan menunjukkan pada ke!idupan !ati anda serta beredarnya denyutan didalamnya.

Mendengarkan untuk menerima dan memenu!i panggilan ini akan !adir ketika perkataan yang didengar itu bertemu dengan sekejap kek!usyukan,atau ketika dalam kondisi bertaubat, atau ketika merasa terpukul dengan dosanya,atau !anya dengan pertolongan Alla! yang tersembunyi, atau juga dengan kelembutan yang jelas,dengan sebab ataupun tanpa sebab.

Ketika itula!,anda akan dapati pori-pori !ati terbuka,se!ingga terjadila! pengaru! yang luar biasa dan kondisi !ati menjadi beruba! seluru!nya,dari !ati yang mati menuju !ati yang !idup, dari !ati yang rapu! menuju !ati yang kuat.