Anda di halaman 1dari 5

Jembatan Rangka Baja

SPESIFIKASI TEKNIS JEMBATAN RANGKA BAJA B60


I.1 Umum Sistem jembatan rangka baja ini terdiri dari komponen-komponen baja standar yang dirakit dengan baut. Jembatan ini direncanakan menggunakan lantai beton yang mengisi pelat baja gelombang yang dapat menahan beban hidup dan beban mati. Jembatan tersebut dipasok lengkap termasuk tumpuan karet, penahan

melintang, peredam gempa, sandaran, alat-alat kerja dan peralatan yang dibutuhkan untuk merakit bagian-bagian jembatan menjadi jembatan yang utuh. Komponen-komponen secara jelas dapat dirakit dengan urutan yang ditunjukan dalam gambar perakitan. Komponen-komponen dengan nomor komponen yang sama dapat saling dipertukarkan. Komponen paling besar mempunyai panjang maksimum 12,0 m dan berat maksimum 2,0 ton. Perakitan menggunakan peralatan sederhana yang disediakan bersama-sama dengan seluruh komponen jembatan.

1.2

Kriteria Perencanaan

I.2.a. Tipe Struktur Struktur Jembatan dipergunakan dengan system rangka tipe Warren dimana badan jalan melewati di bawahnya. Komponen rangka dibuat dan satu profil dan merupakan profil yang terbuka, yang dapat saling dipertukarkan (interchangeable) untuk setiap bentang jembatan. Setiap komponen dihubungkan dengan sambungan baut di lokasi (Lapangan).

Jembatan Rangka B60

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Jembatan Rangka Baja

l.2.b. Klasifikasi,Ruang Bebas dan Dimensi Jembatan 1. Potongan Melintang jembatan rangka Tipe B mempunyai lebar lantai kendaraan 6 Meter (Dua Jalur) dan lebar trotoar 0.5 meter dengan sandaran di kedua sisinya. 2. Tinggi Ruang bebas vertikal sebesar 5.3 Meter di atas permukaan badan jalan.

Gambar 1 Penampang Melintang


l.2.c. Panjang Standar Bentang Jembatan 60 meter dengan interval bentang 5 Meter jarak antar titik buhul. I.2.d. Pembebanan Kriteria perencanaan didasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum yaitu Peraturan Perencanaan Jembatan dan Penjelasannya BMS 1992, termasuk juga beberapa peraturan lain yang dipandang perlu untuk dijadikan acuan perencanaan antara lain SNI, AASHTO, AISC, dan lain-lain . Pembebanan jembatan baik kelas A dan B adalah pembebanan dua lajur dengan intensitas beban 100% (BM100) untuk beban Jalur (D) dan beban Truk (T) berdasarkan Peraturan Pembebanan untuk Jembatan Jalan Raya, BMS 1992. Dalam perencanaan diambil kondisi beban gempa bumi terbesar dengan koefisien C = 0,23 dan faktor kepentingan I=1,2.

Jembatan Rangka B60

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Jembatan Rangka Baja

1.3

Perencanaan Struktur Bangunan atas jembatan dihitung berdasarkan perhitungan gelagar sederhana

dengan dua perletakan serta direncanakan berdasar metode ultimate dengan tegangan Iuluh sesuai dengan jenis material yang dipergunakan. 1. Rangka Baja diberikan lengkungan awal sebagai lawan Iendut sebesar 150% dan total lendutan akibat beban mati. 2. Semua sambungan baut direncanakan berdasarkan kekuatan sambungan geser kritis (Slip Critical) yang diperiksa dengan kekuatan sambungan secara daya dukung (Bearing Type). 3. Peraturan perencanaan yang dipakai meliputi perencanaan berdasarkan BMS 1992, dan yang tidak diatur/dijelaskan didalamnya menggunakan, Peraturan pada AASHTO (American Association of State Highway and Transport Officials) , SK SNI, AISC ASD dan LRFD-AISC Spec. 1997. 1.4

Sistem Lantai 1. Lantai jembatan mempunyai ketebalan sebesar 220 mm dipinggir lalu intas dan 270 mm pada bagian tengah jalur lalu lintas untuk kelas B , dengan ketebalan trotoar 500 mm. Beton lantai dengan mutu fc30 Mpa (K-350) dan tulangan ulir dengan mutu minimal BJTD 39 (U-39). Pada permukaan beton harus ditutup waterproofing dan aspal setinggi 5 cm. 2. Bentuk steel deck dan ketebalan sama untuk semua tipe jembatan. Sambungan antara steel deck dengan cross girder atau stringer menggunakan baut.

1.5

Material Spesifikasi bahan elemen struktur baja yang digunakan adalah 1. 2. 3. JIS SM 490 YB atau yang setara, digunakan untuk komponen struktur utama. JIS SM 400 B sebagai material untuk komponen standard. Spesifikasi Baut menggunakan Baut mutu tinggi ASTM A325 Gr.8.8 atau yang sebanding.

Jembatan Rangka B60

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Jembatan Rangka Baja

Gambar 2 Pandangan Umum Jembatan Rangka Baja

I.6 Sandaran Sandaran berupa pipa baja yang digalvanisasi yang berdiameter 2,5 inch dari material standar JIS 3452 atau ekivalen. Sandaran ini diikatkan pada batang-batang diagonal dengan menggunakan klem yang dibuat pada sayap batang diagonal. Baut-baut yang digunakan berdiameter 16 mm grade 4.6 sesuai dengan standar ASTM A 307 atau ekivalennya.

I.7 Sambungan Penyambungan bagian-bagian baja dilakukan dengan menggunakan baut galvanis mutu tinggi sesuai standar ASTM A325M-93 grade 8.8 atau ekivalen dengan variasi diameter 16 mm dan 24 mm. Baut direncanakan berdasarkan perhitungan dengan

kekuatan sambungan kuat geser (friction) dengan faktor gesekan sebesar 0,30. Sambungan ujung lantai (Expantion Joint) terdiri dari protection angle dengan karet pengisi.

Jembatan Rangka B60

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Jembatan Rangka Baja

I.9 Komponen Cadangan a. b. c. Baut, mur, dan ring disediakan cadangan sebesar 5% dari jumlah total tiap bentang. Bantalan disediakan cadangan 10% komponen untuk setiap tipe jembatan. Disediakan zinc rich paint untuk perbaikan permukaan yang cacat sejumlah 0,10 liter dan thinner sebanyak 0,05 liter untuk setiap ton komponen jembatan.

I.10 Alat-Alat Kerja Setiap bentang jembatan dilengkapi 1 set toolkit dikemas dalam kotak kuat yang terdiri dari:

ITEM Torque Wrech Double Ring Wrench Combination Wrench Hammer Drifts Double Ended Tubular Wrench Socket Pipe Wrench Measuring Tape Wire Brush Tool Box Hidraulic Jack - Capacity150 metric ton (min) - Stroke 150 mm (min)

QTY 2 4 8 2 7 4 10 2 1 2 1 per 2 bentang 1

Tabel 1. Peralatan dan Dongkrak

Jembatan Rangka B60

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Anda mungkin juga menyukai