Anda di halaman 1dari 6

"

INVENTARISASI DAN KOMUNITAS ADAT TENGGER NGADISARI SUKAPURA PROBOLINGGO JAWA TIMUR

Penulis:

J. Nicolaas Warouw
Ambar Adrianto Darto Harnoko Aprilia Ambarwati Aryo Priyanggono Ni Putu Ayu Amrita Pradnyaswari Bhakti Lisanti Agustini

! .." .'.'. .
"f:~-

/~ '.'
.j ..

( ";'f"

FAKULTAS ILMU BUDAYA


UNlVEHSlTA5 GADJAtJ MADA

BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA


YOGYAKARTA

Inventarisasi dan Komunitas Adat Tengger Ngadisari Sukapura Probolinggo JawaThnur Disusun oleh: J. Nieolaas Warouw Ambar Adrianto Darto Hamoko Aprilia Ambarwati Aryo Priyanggono Ni Putu Ayu Amrita Pradnyaswari Bhakti Lisanti Agustini penulis, 2012 Desain sampul Setting & Layout Team Elmatera Team Elmatera

Cetakan pertama: Desember 2012 Diterbitkan pertamakali oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogyakarta. JI. Brigjend Katamso 139 Yogyakarta Telp. (0274) 373241, 379308 Fax. (0274) 381555 email: senitra@bpsnt-jogja.info website: http://www.bpnst-jogja.info Bekerja sarna dengan Fakultas llmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarla Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan eara apapun, tanpa izin tertulis dari Penulis dan Penerbit. Perpustakaan Nasional Katalog Dalam Terbitan (KDT) J. Nieolaas Warouw, dkk Inventarisasi Dan Komunitas Adat Tengger Ngadisari Sukapura Probolinggo Jawa Timur, J. Nieolaas Warouw, dkk, Cetakan I, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) bekerja sarna dengan Fakultas llmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta xvi + 120 hIm.; 17 x 24 em

1. Judul

1. Penulis
\

.L ..

ABSTRAK

Kajian tentang masyarakat adat pada umumnya berpusar pada upaya inventarisasi nilai-nilai, pola perilaku, bentuk-bentuk kebudayaan, serta budaya material yang menyertainya. Masyarakat adat digambarkan memiliki keunikan budaya yang berbeda akibat adaptasi terhadap alam, proses sejarah sosial dan politik, serta kosmologi yang khas, hingga mencapai bentuknya yang sekarang, Hal serupa juga berlaku untuk kajian atas Komunitas Tengger di Jawa Timur yang mendiami empat wilayah administratif. Tulisan-tulisan mengenai Komunitas Tengger memberikan penegasan mengenai bentuk-bentuk kebudayaan yang relatif tidak berubah di tengah perubahan jaman. Perubahan memperoleh pengakuan sebatas menjadi bagian dari proses masa lampau demi memberikan alasan bagi keberadaan kelompok ini pada masa sekarang. Manusia Tengger digambarkan memilil<i kearifan lokal untuk tetap mempertahankan tradisi yang dianggap menjadi warisan dari pendahulu mereka. Kajian-kajian dalam aras ini, dengan demikian, cenderung bersifat deskriptif dan menempatkan komunitas dalam isolasi kultural. Penelitian ini adalah tentang masyarakat Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang telah mewarisi ritual, baik domestik maupun publik, dari generasi mereka terdahulu. Ritual yang didokumentasikan secara sederhana dalam tulisan ini menunjukkan beberapa aspek yang nampak tidak berubah dari praktek-praktek sebelumnya. Peran Dukun Pandhita dan Petinggi yang sentral juga menegaskan upaya masyarakat Tengger untuk mempertahankan dan melestarikan konsistensi ajaran keyakinan dan praktek ritual beserta tata caranya dari masa lampau hingga hari ini. Sejarah sebagai keturunan langsung penduduk Ke,
jNVENTARlSASI DAN KOMUNITAS AVAT TENGGER PR080LlNGGO

vii

T
rajaan Jawa Majapahit pra-Islam seolab menjadi tugas para pemuka adat untuk mempertahankan keberbedaan mereka dari Jawa kontemporer yang terislamkan, melalui ritual-ritual dan cara hidup mereka. Keyakinan akan manusia Tengger yang mempertahankan tradisi secara teguh dalam jaman yang senantiasa berubah, namun demikian, telah menafikan kenyataan tentang masyafilkat yang dinamis di tengah kondisi ekologis dan geografis yang seolah mengisolasikan mereka dari dunia luar. Pada kenyataannya, sejak dekade 1980an telah ditegaskan oleh peneliti lain bahwa manusia Tengger memiliki gaya hidupnya yang jauh dari sifat konservatif dibanding penduduk yang tinggal di dataran rendahJawa yang telah mengalami modernitas Islam, pasar, dan negara kontemporer. Lebih jauh, sejak dekade 1960-1970an masyarakat Tengger telah mengkondisikan sistem keyakinannya untuk 'terdisiplinkan' dalam keyakinan dan tradisi Hindu yang terlembagakan di bawah bayang-bayang polilik kebudayaan (dan agama) negara Indonesia pascakolonial, terutama saat Orde Baru. Ritual beserta tata caranya yang nampak menjadi substansi dari bertahannya 'ada!', 'tradisi', dan 'budaya' Tengger justru merupakan arena yang telah dan sedang mengalarni negosiasi.

viii

I ,.

N,COlAAS WAROUW, DKK.

r
DAFTARISI

SAMBUTAN KEPALA BPNB YOGYAKARTA...................................... ABSTRAK...................................................................................................... DAFTAR lSI DAFTAR TABEL

iii

v vii ix xi xiii 1 1 2 4 4 4 5 5

i
f!

DAFTAR FOTO PETA KAWASAN GUNUNG BROMO DAN TENGGER BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Kerangka Pemildran C. Rumusan Masalah................................................................ D. Pertanyaan Penelitian E. Metode Penelitian................................................................. F. Lokasi Penelitian................................................................... G. Sistematika Penulisan BAB 2 TENGGER: LATAR BELAKANG KERUANGAN DAN SISTEM PENGETAHUAN............................................. A. Desa Ngadisari yang Bertumbuh....................................... B. Manusia Tengger B.l B.2 B.3 B.4 B.5 Pengertian Tengger Sejarah Tertulis Masyarakat Tengger Asal Mula Nama Tengger Legenda-legenda Masyarakat Tengger Warisan Leluhur ,;.......

r
f

7 7 13 13 14 16 19 22 23

C. Organisasi Sosial : Petinggi dan Dukun

INVENTARISASI DAN KOMUNITAS ADAT TENGGER PROBOLlNGGO

ix

BAB 3

RITUAL PUBLIK........................................................................
A. .Yadnya Kasada

29 29 37 42 45 48 52 55 57 62 62 64 65 65 68 68 68 71 71 78 82 83 86 93 93 98 99 103 105

B.
C.

D. E.
F.

" ,' : Yadnya Kasada dalam Ajaran Hindu Tengger................. Dukun Pandhita : Pernimpin Yadnya Kasada.................. Parisadha Hindu Dharma Indonesia dan Hindu Tengger Ekologi Tengger : Pertanian Yadnya Kasada sebagai Magnet Pariwisata F.1 Penginapan di Ngadisari F.2 Penyedia Jasa Sewa Jip Hardtop dan Sewa Kuda....

G. Ritual Publik di luar Yadnya Kasada

G.1 Upacara Karo G.2 Upacara Unan-unan...................................................... G.3 Upacara Pujan................................................................


1. 2. 3. 4.

Pujan Kapat............................................................. Pujan Kapitu Pujan Kawolu Pujan Kasanga

BAB 4

RITUAL DOMESTIK
A. Upacara Entas-Entas B. Upacara Pangruwatan C. Upacara Tugel Gombak dan TugelKuncung.................... D. Upacara Tetesan Mrajakani E. Wacana Sekuler dalam Ritual.............................................

BAB 5

PENUTUP A. Pembahasan dan Kesimpulan B. Saran dan Rekomendasi......................................................

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR INFORMAN LAMPIRAN

I J.

N/cOLMS WAROUW, DKK.