Anda di halaman 1dari 52

Immanuel Van Donn Batubara Grace Priscarina Kurmasela Eunike Laluyan Erina Tandirerung Riany Mantiri

Karsinoma payudara merupakan kanker yang paling umum ditemukan pada wanita dan menduduki tempat nomor dua setelah karsinoma serviks uterus.3
Diperkirakan >508.000 wanita di seluruh dunia meninggal pada tahun 2011 akibat karsinoma payudara

Karsinoma mammae adalah proses proliferasi yang bersifat ganas yang berlaku pada sel epitelial pada duktus dan lobules payudara.1

ANATOMI Letak: sebagian besar di anterior otot pektoralis mayor, sebagian kecil dari bagian lateroinferiornya terletak di depan otot seratus anterior. Pada bagian lateral atasnya jaringan kelenjar ini keluar dari bulatannya ke arah aksila, disebut penonjolan Spence atau ekor payudara. Setiap payudara terdiri atas 12 sampai 20 lobus kelenjar yang masing-masing mempunyai saluran ke papilla mammae yang disebut duktus laktiferus.3

Kelenjar Getah Bening Regional Ada tiga rute drainase kelenjar getah bening aksila, yaitu : Aksilar (ipsilateral): KGB interpektoral (Rotters) dan KGB sepanjang vena aksilaris dan cabang-cabangnya di bagi ke dalam beberapa level:
Level I (Low axilla): KGB terletak di sisi lateral dari otot

pektoralis minor. Level II (Mid axilla): KGB terletak di sisi lateral dan medial otot pektoralis minor dan interpektoral (Rotters node). Level III (Apical axilla): KGB terletak di sisi medial otot pektoralis minor.

Mammari interna (ipsilateral): KGB terletak di celah interkostal sepanjang tepi stenum di dalam fasia endotorasik. Supraklavikular: KGB di fossa supraklavikular yang didefinisikan sebagai suatu segitiga yang dibentuk oleh otot omohioideus dan tendon (bagian superior dan lateral), vena jugular interna (bagian medial), klavikula dan vena subklavia (bagian bawah). Diluar dari KGB sekitar segitiga dianggap sebagai KGB lower cervical (M1).3,6

Fungsi faal dasar dari kelenjar mammae adalah mensekresi susu, menyusui bayi. Fungsi lainnya adalah sebagai ciri seksual sekunder yang penting dari wanita, termasuk organ seks yang penting.6

Klasifikasi TNM pada karsinoma payudara menurut AJCC Cancer Staging Manual, Edisi 6.6,7
Klasifikasi stadium klinis6

Tumor Primer (T) TX T0 Tis Tis (DCIS) Tis (LCIS) Tis (Paget) Tumor primer tidak dapat ditentukan Tidak ada bukti adanya tumor primer Karsinoma in situ Karsinoma in situ duktal Karsinoma in situ lobular Penyakit paget papila mammae tanpa nodul (penyakit paget dengan nodul diklasifikasikan menurut ukuran nodul) T1 T1mic T1a T1b T1c T2 Diameter tumor terbesar 2 cm Infiltasi mikro 0,1 cm Diameter terbesar >0,1 cm, tapi 0,5 cm Diameter terbesar >0,5 cm, tapi 1 cm Diameter terbesar >1cm, tapi 2 cm Diameter tumor terbesar >2 cm, tapi 5 cm

T3
T4

Diameter tumor >5 cm


Berapapun ukuran tumor, menyebar langsung ke dinding toraks atau kulit

T4a T4b

Menyebar ke dinding toraks, tetapi tidak melibatkan muskulus pektoralis Udem (termasuk Peau dorange) atau ulserasi, atau nodul satelit di mammae ipsilateral

T4c T4d

Terdapat 4a dan 4b sekaligus Karsinoma mammae inflamatorik

Nodul limfe regional (N) NX N0 N1 N2 Kelenjar regional tidak dapat ditentukan Tak ada metastasis kelenjar limfe regional Di fosa aksilar ipsilateral terdapat metastasis kelenjar limfe mobil Kelenjar limfe metastasik fosa aksilar ipsilateral saling konfluen dan terfiksasi dengan jaringan lain; atau bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna namun tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar N2a N2b Kelenjar limfe aksilar ipsilateral saling konfluen dan terfiksasi dengan jaringan lain Bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna namun tanpa metastasis kelenjar limfe aksilar N3 Metastasis kelenjar limfe infraklavikular ipsilateral, atau bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna dan metastasis kelenjar limfe aksilar

atau metastasis kelenjar limfe supraklavikular ipsilateral


N3a N3b Metastasis kelenjar limfe infraklavikular Bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mamaria interna dan metastasis kelenjar limfe aksilar N3c Metastasis kelenjar limfe supraklavikular

M (Metastasis Jauh)

MX
M0 M1

Tidak dapat ditentukan metastasis jauh


Tidak ada metastasis jauh Terdapat metastasis jauh termasuk ke kelenjar

supraklavikuler

Stadium

Ukuran
Tumor

Palpable Lymph
Node
N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1-2 N apapun N3 N apapun

Metastase

0 I IIA

Tis T1 T0 T1 T2

M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1

IIB

T2 T3

IIIA

T0 T1 T2 T3

IIIB IIIC IV

T4 T apapun T apapun

Riwayat keluarga dan gen terkait karsinoma mammae. Usia. Reproduksi. Kelainan kelenjar mammae. Hormon. Radiasi pengion. Diet dan gizi.

Massa Tumor
Massa mammae yang tidak nyeri, sering kali

ditemukan secara tak sengaja. Lokasi massa kebanyakan di kuadran lateral atas, umumnya lesi soliter, konsitensi agak keras, batas tidak tegas, permukaan licin, mobilitas kurang. Massa cenderung membesar bertahap, dalam beberapa bulan bertambah secara jelas.6

Perubahan Kulit
Tanda lesung, perubahan warna kulit jeruk (peau

dorange), nodul satelit kulit Invasi, ulserasi kulit (perubahan berwarna merah atau merah gelap) Perubahan inflamatorik: secara klinis disebut karsinoma mammae inflamatorik, tampil sebagai keseluruhan kulit mammae berwarna merah bengkak, mirip peradangan, dapat disebut tanda peradangan.

Perubahan Papila Mammae


Retraksi, distorsi papila mammae, sekret papilar

(umumnya sanguineus), perubahan eksematoid

Pembesaran Kelenjar Limfe Regional


Pembesaran kelenjar limfe aksilar ipsilateral dapat

soliter atau multipel Awalnya mobil, kemudian dapat saling berkoalesensi atau adhesi dengan jaringan sekitarnya.

Anamnesis

Status haid Perkawinan Partus Laktasi Riwayat kelainan mammae sebelumnya Riwayat keluarga yang menderita kanker, fungsi kelenjar tiroid, penyakit ginekologik, dll. Dalam riwayat penyakit sekarang terutama harus diperhatikan waktu timbulnya massa, kecepatan pertumbuhan, dan hubungan dengan haid, dll.6

Pemeriksaan fisik menyeluruh Pemeriksaan kelenjar mammae.


(1)

Inspeksi, amati ukuran, simetri kedua mammae, perhatikan apakah ada benjolan tumor atau perubahan patologi kulit (misalnya cekungan, kemerahan, oedem, erosi, nodul satelit)..

(2) Palpasi, umumnya penderita dalam posisi

berbaring, juga dapat kombinasi duduk dan baring.


Pijat lembut areola mammae dan papila mammae lihat apakah keluar sekret. Jika terdapat sekret papila mammae, harus buat sediaan apus untuk pemeriksaan sitologi. Jika terdapat tumor, harus secara rinci periksa dan catat lokasi, ukuran, konsistensi, kondisi batas, permukaan mobilitas, nyeri tekan. Periksa perlekatan dasar tumor. Jika tumor dan kulit atau dasar melekat, mobilitas terkekang, kemungkinan kanker sangat besar.

Mammografi

USG

MRI Mammae

Pemeriksaan Biopsi

Terapi Bedah
Mastektomi radikal Mastektomi radikal modifikasi Mastektomi total

Radioterapi
Radioterapi murni kuratif Radioterapi adjuvan Radioterapi paliatif :

Kemoterapi Terapi hormonal

Survival 5 tahun pasca operasi pada kasus kelenjar limfe negatif dan positif adalah masingmasing 80% dan 59%, survival 5 tahun untuk stadium 0-I, II, dan III adalah masing-masing 92%, 73%, dan 47%. Sedangkan pada yang non-operabel, survival 5 tahun kebanyakan dilaporkan dalam batas 20%. Oleh karena itu dalam kondisi dewasa ini untuk meningkatkan angka kesembuhan kanker mammae kuncinya adalah penemuan dini, diagnosis dini, terapi dini dan tepat.6

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. AT Umur : 45 tahun Jenis kelamin : Perempuan Pekerjaan : Ibu rumah tangga Alamat : Bunong Kecamatan Bintauna Agama : Muslim Pendidikan : SLTA Status : Kawin MRS : 4 Maret 2014

Keluhan Utama : benjolan pada payudara kanan dan kiri Riwayat Penyakit Sekarang : Benjolan di payudara kanan dan kiri dialami penderita sejak 1 tahun. Awalnya timbul benjolan sebesar kelereng di bawah puting susu sebelah kanan, ukuran 2 cm, tidak nyeri, tidak ada perubahan warna dengan kulit sekitar payudara dan tidak ada cairan yang keluar dari puting susu. Penderita sudah pernah menjalani operasi pengangkatan benjolan pada payudara kanan 3 tahun yang lalu di RS Gorontalo. Kemudian penderita merasakan benjolan di payudara sebelah kiri 1 tahun yang lalu. Riwayat haid pertama kali pada usia 15 tahun, belum menopause, siklus haid normal setiap bulan. Penderita memiliki 2 anak, menyusui kedua anaknya hingga berumur 2 tahun, melahirkan anak pertama pada usia 31 tahun dan anak kedua pada usia 35 tahun. Riwayat penggunaan KB implan ada. Riwayat demam tidak ada, penurunan berat badan tidak ada. Mual dan muntah tidak ada. Buang air kecil dan buang air besar biasa. Penderita lalu berobat ke RS Bintauna lalu dirujuk ke RSUP Prof. R. D. Kandou.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat penyakit hipertensi, penyakit jantung,

diabetes, dan asam urat disangkal penderita.

Riwayat Penyakit Keluarga :


Kakak pertama dan adik penderita mengalami hal

yang sama dengan penderita


Riwayat Sosial :
Sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak.

Kebiasaan :
Riwayat alkohol (-), merokok (-), konsumsi obat-

obatan (-)

Status Generalis Keadaan Umum : tampak sakit Kesadaran : compos mentis Tanda vital

Kepala
Leher

Tekanan darah : 130/80 mmHg Nadi : 80x/menit Respirasi : 20x/menit Suhu badan : 36,50C
kiri=kanan 3mm-3mm, refleks cahaya +/+ normal.

Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), pupil isokor Pembesaran kelenjar getah bening (-)

Thoraks

Cor:

Pulmo: Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi

: pergerakan dada simetris kiri=kanan : suara napas vesikuler kiri=kanan : stem fremitus kiri=kanan : sonor kiri=kanan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan

Abdomen Tulang belakang Ekstremitas (Superior & Inferior) Status Urologis


BJ normal, HR 80x/menit, reguler, murmur (-), gallop (-)

: Tidak ada kelainan

CVA : tidak ada kelainan Suprapubik : tidak ada kelainan OUE : tidak ada kelainan Genitalia : Tidak ada kelainan

Status Lokalis Regio Mammae Dextra Inspeksi : tampak skar operasi (+) 10 cm, peau de orange (+), tanda lesung(+), nipple discharge (-), perdarahan(-) Palpasi : benjolan ukuran 5cm, konsistensi keras, mobile (+), nyeri tekan (-) Regio axillaris : pembesaran KGB, muliple nodul (+).
Regio Mammae Sinistra Inspeksi : peau de orange (-), nipple discharge (-), perdarahan (-) Palpasi : benjolan ukuran 3cm, konsistensi keras, mobile (+), nyeri tekan (-) Regio axillaris : pembesaran KGB membesar

Pemeriksaan Laboratium (Selasa, 27 Februari 2014) LED : 12 mm/jam Trombosit MCH : 28 pg Kreatinin Darah MCHC : 33,6 g/dL Ureum Darah MCV : 83,2 fl Hematokrit 3 Leukosit : 9.100/mm Eritrosit Hemoglobin : 14,3 g/dL SGOT Bleeding time : 121 SGPT Clotting time : 1200 Tumor marker CA 15-3 (breast) : 5,69 U/ml
EKG Kesan : dalam batas normal X-foto thoraks Kesan : dalam batas normal

: 242.000/mm3 : 0,88 mg/dL : 21 mg/dL :42,5x103/mm3 :5,11x106/mm3 : 19 U/L : 14 U/L

Pemeriksaan patologi anatomi (Selasa, 27 Februari 2014) Makroskopik : dua potong jaringan masing-masing 5x4x3cm dan 3x2x1cm. Mikroskopik : kedua sediaan merupakan tumor jenis mamma: Carcinoma mammae duktal invasif

DIAGNOSA Ca Mammae Dextra St. IIIA post lumpectomy, T3 N2 M0 + Tumor mammae Sinistra
TERAPI Pro MRM dextra + eksisional biopsi mammae sinistra (10/03/2014)

Mammae Dextra

Mammae Sinistra

Penderita telentang dengan general anestesi. Asepsis dan antisepsis lapangan operasi. Tampak massa tumor pada payudara kanan.

Insisi marker Stewart kemudian dilakukan flap kranial ke kaudal. Flap kranial

sampai infra klavikula, kaudal sampai inframamary fold, ke medial sampai linea sternalis, lateral sampai linea axillaris posterior. Dilakukan mastektomi dan diseksi KGB axilla level I+II+IIIa secara en bloc dengan preservasi N. Thoracalis loongus, A/V/N thoraco dorsalis, N. Interkosto brachialis.
Kontrol perdarahan, pasang drain. Luka operasi dijahit lapis demi lapis. Tampak tumor ukuran 3x4cm pada mammae sinistra, terfiksasi pada kulit. Dilakukan lumpektomi.

Kontrol perdarahan
Luka dijahit lapis demi lapis. Operasi selesai.

Instruksi post operasi:


IVFD RL : D5 2:1 Ceftriaxone 2x1gr IV

Ketorolac 3x1 amp IV k/p


Ranitidin 2x1 amp IV Cek DL post operasi Rawat luka

05/03/2014 06/03/2014 S :benjolan di payudara kanan dan kiri O :VS = dbn mammae (D) :benjolan ukuran 5cm, konsistensi keras, mobile (+), KGB axilla (D) membesar mammae (S) : benjolan ukuran 3cm, konsistensi keras, mobile (+), KGB axilla (S) membesar A : Ca mammae Dextra et Sinistra P : Rencana operasi
07/03/2014 S : benjolan di payudara kanan dan kiri O : VS = dbn mammae (D) : benjolan ukuran 5cm, konsistensi keras, mobile (+), KGB axilla (D) membesar mammae (S) : benjolan ukuran 3cm, konsistensi keras, mobile (+), KGB axilla (S) membesar A : Ca mammae dextra st.IIIA (T3N2M0) + Tumor mammae sinistra P : Pro MRM Dextra + eksisional biopsi mammae sinistra, Konsul anastesi

08/03/2014 09/03/2014 S : benjolan di payudara kanan dan kiri O : VS = dbn A : Ca mammae dextra st.IIIA (T3N2M0) + Tumor mammae sinistra P : Pro MRM Dextra + eksisi biopsi mammae sinistra 10/03/2014 11/03/2014 S : nyeri pada luka operasi, flatus (+), muntah (-), demam (-) O : KU = sedang TD: 120/80 N: 84x/m R: 18x/m Sb: 36,5oC Konjungtiva anemis (-) mammae (D) : luka tertutup elastic verband. Drain I: 50cc serohemoragik. Drain II: 100cc serohemoragik. mammae (S) : luka tertutup elastic verband. A : Post MRM (D) + Lumpektomi (S) P : IVFD NaCl 0,9% : D5 = 2:1 Ceftriaxone 2x1gr IV Ketorolac 3x1 amp IV Ranitidin 2x1 amp IV Boleh makan bubur

Diagnosis karsinoma mammae pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada kasus ini penderita berusia 45 tahun dimana ada risiko menderita karsinoma payudara meningkat. Seperti pada banyak jenis karsinoma, insidens menurut usia naik sejalan dengan bertambahnya usia. Kurva insidens usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker jarang sekali ditemukan pada wanita usia di bawah 20 tahun. Angka tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun.3

Pada anamnesa, penderita datang dengan keluhan benjolan di payudara kanan dan kiri yang dialami penderita sejak 1 tahun sebelum masuk rumah sakit. Awalnya timbul benjolan sebesar kelereng di bawah puting susu, ukuran 5 cm, konsistensi keras, tidak nyeri, tidak ada perubahan warna dengan kulit sekitar payudara dan tidak ada cairan yang keluar dari puting susu.

Tanda atau gejala yang mendorong penderita karsinoma datang ke dokter, antara lain: benjolan yang tidak nyeri (60%), benjolan yang nyeri (10%), pengeluaran cairan dari puting susu (10%), perubahan mammae seperti retraksi atau udem setempat (10%).3 Pada kasus ini ditemukan hal yang sama yaitu penderita tidak merasakan adanya nyeri pada waktu benjolan muncul, sehingga penderita berpikir ini hanya benjolan biasa dan membiarkannya saja.

Konsistensi kelainan ganas biasanya keras,3 penderita juga merasakan keluhan yang sama. Penderita memiliki riwayat penyakit yang sama dalam keluarga. Perlu diketahui bahwa penelitian menemukan pada wanita dengan saudara primer menderita karsinoma mammae, probabilitaster kena karsinoma mammae lebih tinggi 2-3 kali dibanding wanita tanpa riwayat keluarga. Penelitian dewasa ini menunjukkan gen utama yang terkait dengan timbulnya karsinoma mammae adalah BRCA-1 dan BRCA2.6 Jadi risiko probabilitas terkena karsinoma mammae pada kasus ini lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki penyakit yang sama dalam keluarga.

Data reproduksi seperti usia menarche kecil, menopause yang terlambat dan siklus haid pendek merupakan faktor risiko tinggi karsinoma mammae.6 Pada kasus ini diperoleh data yaitu penderita mengalami menarke pada usia 15 tahun. Rata-rata usia menopause adalah antara 48 sampai 52 tahun (paling sering usia 51 tahun), tetapi setiap saat antara usia 40 sampai 60 tahun normal,9 dalam kasus ini penderita belum menopause pada usia 45 tahun.

Selain itu, faktor risiko lainnya adalah yang seumur hidup tidak menikah atau belum menikah, partus pertama berusia lebih dari 30 tahun dan setelah partus belum menyusui, berinsiden relatif tinggi.6 Penderita dalam kasus ini sudah memiliki dua orang anak, anak yang pertama dilahirkan pada usia 31 tahun dan anak kedua dilahirkan pada usia 35 tahun. Riwayat menyusui kedua anak (+) sampai usia 2 tahun. Riwayat penggunaan KB implant (+) pada penderita, seperti yang diketahui bahwa penggunaan terapi hormon merupakan salah satu faktor risiko terjadinya karsinoma payudara. KB implant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam kapsul silastic-silicone (polydimethylsiloxane) dan disusukkan di bawah kulit. Jumlah kapsul yang disusukkan di bawah kulit sebanyak 6 kapsul dan berisi 36mg levonorgestrel. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Saika K dan Sobue T, diperoleh data bahwa hanya terapi pengganti hormonal estrogen-progesteron dapat meningkatkan risiko karsinoma payudara, sedangkan untuk kontrasepsi oral tidak ditemukan adanya hubungan dengan risiko peningkatan karsinoma payudara.10 .

Pada pemeriksaan fisik status generalis dalam batas normal, pada status lokalis: regio mammae dextra, inspeksi ditemukan adanya skar operasi 10 cm, peau d orange ada, tanda lesung/dimpling ada, perdarahan tidak ada, nipple discharge tidak ada; pada palpasi adanya benjolan ukuran 5cm, konsistensi keras, dapat mobile, tidak ditemukan adanya nyeri tekan, terdapat pembesaran kelenjar getah bening di regio axilla dextra.Regio mammae sinistra, inspeksi tidak ditemukan peau dorange, nipple discharge; pada palpasi ditemukan benjolan ukuran 3cm, konsistensi keras, dapat mobile, dan di regio axilla tidak ada pembesaran. Pada kasus keganasan biasa ditemukan tanda-tanda perubahan kulit seperti tanda lesung, peau dorange, nodul satelit kulit, invasi, ulserasi kulit dan perubahan inflamatorik.6 Pada kasus ini dapat dilihat bahwa penderita sudah pernah menjalani operasi pengangkatan benjolan payudara 3 tahun yang lalu, sehingga tanda-tanda perubahan kulit tidak tampak

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada penderita yaitu pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan biopsi patologi anatomi. Pada pemeriksaan patologi anatomi setelah penderita dioperasi 3 tahun yang lalu ditemukan adanya keganasan, sehingga penderita kembali untuk menjalani operasi pengangkatan payudara kanan.. Penderita mengaku pernah menjalani operasi pengangkatan benjolan pada payudara kanan 3 tahun yang lalu. Operasi yang dilakukukan adalah lumpektomi. Lumpektomi adalah eksisi bedah hanya pada lesi yang teraba pada karsinoma mammae. Indikasi lumpektomi,11 antara lain: (1) Tumor yang kecil (ukuran kurang dari 4 cm); (2) Nodi lympathici axilares negatif secara klinik; (3) payudara ukuran adekuat untuk memungkinkan dosis seragam terapi radiasi; dan (4) ahli terapi radiasi berpengalaman dengan modalitas terapi ini.12Pada kasus ini ditemukan riwayat benjolan 2cm dan belum ada pembesaran kelenjar getah bening, hal ini sesuai dengan indikasi untuk dilakukan lumpektomi.

Operasi kedua yang dilakukan pada penderita adalah MRM (Mastektomi Radikal Modifikasi). Pada MRM lingkup reseksi sama dengan teknik radikal, tetapi mempertahankan m. Pektoralis mayor dan minor (model Auchhincloss) atau mempertahankan m. Pektoralis mayor, mereseksi m. Pektoralis minor (model Patey). Prognosis pada penderita tergantung kondisi kelenjar limfe dan stadium. Pada kasus ini penderita termasuk dalam stadium IIIb. Oleh karena itu dalam kondisi dewasa ini untuk meningkatkan angka kesembuhan kanker mammae kuncinya adalah penemuan dini, diagnosis dini, terapi dini dan tepat.6

Kesimpulan Karsinoma mammae adalah proses proliferasi yang bersifat ganas yang berlaku pada sel epitel pada duktus atau lobules dari payudara. . Sampai saat ini etiologi karsinoma mammae masih belum jelas, tetapi data menunjukkan terdapat kaitan erat dengan faktor risiko seperti riwayat keluarga dan gen terkait karsinoma mammae, usia, reproduksi, hormon, radiasi, diet dan gizi.

Diagnosis karsinoma mammae pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan untuk karsinoma mammae berupa terapi bedah (mastektomi radikal, mastektomi radikal modifikasi, mastektomi total), radioterapi, kemoterapi, dan terapi hormonal. Keberhasilan terapi kanker sangat bergantung pada jenis kanker dan luas penyebarannya. Banyak faktor yang mempengaruhi prognosis kanker, tapi yang jelas berpengaruh adalah kondisi kelenjar limfe dan stadium.

Saran Perlu dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat. Perencanaan pengobatan yang baik, pemilihan modalitas pengobatan yang tepat, dan penemuan atau diagnosa kanker secara dini merupakan kunci kesembuhan penderita kanker.

Anda mungkin juga menyukai