Anda di halaman 1dari 16

HUKUM DAN KELANGSUNGAN MASYARAKAT

DI MASA DEPAN
Dr. Shinta Dewi Rismawati, SH., MH.
Dosen Jrsan S!ariah STAIN Pe"a#on$an
Pene#iti %an Keta Psat St%i Gen%er &PSG' STAIN Pe"a#on$an
A(stra"s
Relasi antara law and society sangatlah erat, sebab hukum pada dasarnya merupakan produk
masyarakat. Sebagai salah satu sub sistem dalam kehidupan masyarakat, maka hukumpun
senantiasa berubah mengikuti dinamika masyarakatnya baik bersifat evolutif maupun revolutif.
Hukum selain sebagai alat yang dapat difungsikan untuk menciptakan social order) juga dapat
difungsikan sebagai alat untuk mendorong perubahan sosial yang dapat menjamin kelangsungan
masyarakat di masa mendatang. Praktek hukum yang berorientasi pada masa depan ini dapat
dilakukan oleh para yuris. Hukum yang dapat didayagunakan sebagai salah satu penjamin masa
depan adalah hukum yang bercorak adanya mekanisme kerjasama baik di level individu,
komunitas maupun antar negara serta mencakup wilayah baik lokal, nasional maupun
internasional
Kata Kn)i , H"m, Re"a!asa, Mas!ara"at, Masa De*an
A. Pen%ah#an
unia bergerak dengan cepat dan
tengah mendekati titik nadirnya!
demikian pernyataan "skup #gung
$ulfstan yang disampaikan dalam
kotbahnya di %ew &ork pada tahun '(
)#ntony *iddens, +,,,, -'.). /isa
dibayangkan bahwa perasaannya yang
sama juga diungkapkan pada 0aman
sekarang. #pakah harapan dan
kegelisahan di setiap periode hanyalah
salinan dari masa!masa sebelumnya1
#pakah dunia tempat kita hidup di abad
ke!+' ini sungguh berbeda dengan waktu
sebelumnya1 &a memang sungguh
berbeda saat ini kehidupan telah
memasuki abad modern. *iddens
melukiskan kehidupan modern sebagai
sebuah Juggernaut )panser raksasa).
*iddens mengatakan bahwa kehidupan
kolektif modern ibarat panser raksasa
yang tengah melaju hingga taraf tertentu
bisa dikemudikan, tetapi juga terancam
akan lepas kendali hingga menyebabkan
dirinya hancur lebur. Panser raksasa ini
akan menghancurkan orang yang
menentangnya dan meski kadang!
kadang menempuh jalur yang teratur
'
namun ia juga sewaktu!waktu berbelok
kearah yang tidak terbayangkan
sebelumnya. Perjalanannya bukannya
sama sekali tak menyenangkan atau
tidak bermanfaat, adakalanya memang
menyenangkan dan berubah sesuai
dengan yang diharapkan, tetapi
sepanjang institusi modernitas ini terus
berfungsi, kita tak akan pernah mampu
mengendalikan sepenuhnya baik arah
maupun kecepatan perjalanannya.
2itapun tak akan pernah sepeuhnya baik
sama sekali karena kawasan yang
dijelajahinya penuh dengan bahaya
)*eorge Rit0er dan ouglas 3. *oodman
, +,,4 , 44+).
#da alasan kuat dan objektif
untuk mempercayai bahwa kita sedang
melalui sebuah periode besar transisi
sejarah. Selain itu, perubahan yang
sedang mempengaruhi kita tidak
berbatas di satu wilayah saja di muka
bumi, tetapi menjangkau hampir setiap
tempat. 2ehidupan jaman kita
berkembang di bawah pengaruh ilmu,
teknologi dan pemikiran rasional yang
berasal dari 5ropa abad ke!'6 dan ke!'7.
/udaya industri /arat dibentuk oleh
pencerahan )enlightenment), oleh
tulisan!tulisan pemikiran yang melawan
dominasi pengaruh agama dan dogma,
serta ingin menggantikannya dengan
pendekatan yang lebih berdasarkan akal
budi dalam kehidupan praktis, baik
langsung maupun tidak langsung telah
mempengaruhi kehidupan masa kini.
Para filsuf pencerahan mempunyai
ajaran yang sederhana, menurut mereka,
semakin kita mampu memahami dunia
dan diri kita sendiri secara rasional,
semakin dapat kita membentuk sejarah
untuk tujuan diri kita sendiri. 2ita harus
membebaskan diri dari kebiasaan dan
prasangka masa lalu untuk
mengendalikan masa depan )Pier
Stompka , +,,8 , +',)
Paul 9riilo mengatakan bahwa
saat ini dunia tengah mengalami
percepatan yang luar biasa, menurutnya
kecepatan menjadi ciri kemajuan
sehingga dia dapat membentuk
kemajuan!kemajuan yang lebih tinggi.
alam hal ini, bagi 9rillo revolusi
industri hakikatnya tidak lebih dari
:revolusi dromokratik!revolusi
kecepatan, demokrasi tidak lebih dari
dromokrasi, :demos; dan :kratia;,
artinya pemerintahan di mana kekuasaan
tertinggi terletak pada kecepatan. Semua
serba cepat, instant, masyarakat menjadi
bagian percepatan dan percepatan itu
sendiri akitabya perubahan yang tidak
dapat dideteksi, para futurology sudah
tidak dapat meramalkan masa depan
karena masa depan selalu membawa
sesuatu yang mengejutkan. <leh karena
itu kompleksitas dunia begitu besar dan
proyeksi belum tentu benar )Paul 9rillo ,
+
'(66 , 87). Sementara #ntoni *iddens
menyebutnya dengan Runway the world
atau dunia yang tidak terkendali )#ntony
*idden, +,,8, 6). =idak hanya
kekuasaan pengetahuan )knowing
power) tetapi juga kekuasaan pergerakan
)moving power) telah membawa
kemajuan pesat pada kehidupan manusia
)S=. Sularto , +,,, , '.).
Peringkasan jarak dan waktu
lewat kemajuan >P=52 menjadi sebuah
realitas strategis yang menimbulkan
konsekuensi!konsekuensi sosial di
bidang ekonomi, budaya, politis dan
hukum yang besar karena dia berkaitan
dengan penolakan dan dekonstruksi
ruang. Sol0henitsyn, menyimpulkan
bahwa pada masa itu, akan terjadi :The
Victory of technological Civilization has
also instilled a spiritual insecurity in us.
Its Gifts !ut enslave us as well.
2emenangan dari peradapan teknologi
juga telah menciptakan kecemasan
spritual, teknologi memang memperkaya
kita tetapi sekaligus juga memperbudak
kita )Sol0henitsyn , +,,, , 8).
?enimbang kenyataan hidup
seperti yang diilustrasikan di atas, maka
tulisan ini bermaksud menganalisis
terhadap beberapa pertanyaan mendasar
yakni , apakah benar masyarakat
sekarang memiliki koneksitas dengan
masyarakat di masa mendatang1 serta
bagiamanakah peran para yuris untuk
menjamin kelangsungan masyarakat
dimasa mendatang tersebut1
+. Pem(ahasan
,. Kone"si-itas Mas!ara"at Se"aran$
Den$an Mas!ara"at Di Masa
Men%atan$
?enurut ?ac >ver dan Page
mengatakan bahwa masyarakat adalah
suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara,
dari wewenang dan kerja sama antara
berbagai kelompok dan penggolongan,
dari pengawasan tingkah laku serta
kebebasan manusia. 2eseluruhan yang
selalu berubah disebut masyarakat.
?asyarakat merupakan jalinan
hubungan sosial dan masyarakat selalu
berubah )#chmad #li, +,,-, 7().
engan mengarisbawahi masyarakat
selalu berubah, maka jelas bahwa
masyarakat bukanlah sesuatu yang
bersifat statis melainkan dinamis.
2ondisi ini tentu saja mempengaruhi
masa di mana masyarakat yang
bersangkutan tersebut hidup.
2ehidupan manusia dari masa ke
masa tidaklah pernah sama, karena
perubahan sosial yang terjadi
didalamnya tidaklah statis melainkan
dinamis. 2onsekuensinya, potret
kehidupan manusia membuat tiap era
menjadi berbeda baik karena proses
perubahan sosial yang bersifat evolutif
maupun revolutif. @ogikanya
bagaimanapun masyarakat diibaratkan
-
seperti organisme, dia lahir, kemudian
tumbuh dan berkembang dari
masyarakat sederhana!modern!
postmodern, maupun dari masyarakat
agraris ke industrialis )Pier Stompka ,
+,,8 , +'.). @intasan perubahan sosial
dalam kehidupan masyarakat tersebut
tersaji secara gamblang dalam tesisnya
5mile urkheim tentang solidaritas
mekanik ke solidaritas organis,
Aerninand =onnies tentang gemainschaft
ke gesselschaft, Henry S. ?aine tentang
from status to contrac dan lain
sebagainya.
?asa lalu adalah pijakan masa
sekarang, sehingga masa depan adalah
kelanjutan dari masa sekarang. 5dward
Shill mengatakan bahwa masyarakat
sekarang memiliki keterkaitan yang erat
dengan masyarakat di masa lalunya,
kaitan antara masa kini dan masa lalu
adalah basis tradisi )Piort Stompk, +,,8 ,
84). engan ancangan di atas maka
seyogyanya masyarakat saat ini
memperlakukan masa sekarang sebagai
sesuatu yang dipinjam dari masyarakat
di masa mendatang. Sesuatu dipinjam
adalah hutang dan harus dikembalikan
seperti semula. 2alau masa sekarang
diperlakukan sebagai warisan nenek
moyang, maka masyarakat saat ini bisa
saja memperlakukan masa kini secara
tidak bijak tanpa memikirkan bagaimana
masa depan masyarakat di masa
mendatang. Sebagai contoh dengan
sikap yang tidak peduli serta tidak bijak
dalam menjalani kehidupan, maka
masyarakat sekarang dapat saja
mengeksploitasi potensi!potensi sumber
daya alam dan sumber daya hayati hanya
untuk memenuhi kebutuhan masa
sekarang, tanpa memperhatikan
keberlanjutan serta kelestariannya,
niscaya keberadaan mereka terancam
punah. ?ereka hanya ada di masa
sekarang tetapi tidak di masa mendatang.
engan kata lain apa yang ada di masa
sekarang, akan menjadi mitos karena
hanya tersimpan rapi di musium maupun
perpustakaan belaka.
ari ilustrasi tersebut di atas
maka hukum alam tentang ada sebab
menimbulkan suatu akibat menjadi hal
yang masuk akal. Suatu :sebab; yang
dilakukan pada maka kini, dapat
menimbulkan :akibat; sebagai sebuah
konsekuensi pada masa kini juga masa
mendatang. engan demikian apabila
tindakan :rakus dan brutal; masyarakat
sekarang dalam menjalani kehidupannya
saat ini tidak diatur dan dikendalikan
dengan norma!norma hukum dan norma!
norma sosial lainnya, maka kehidupan
manusia bisa saja berakhir di sini dan
tidak ada lagi masa depan. Sebagai
contohnya adalah apabila saat ini tidak
diatur larangan terhadap pengunaan
sejata nuklir, larangan terhadap senjata
.
pemusnah massal, larangan eksploitasi
S#, serta anjuran untuk konservasi
flora serta fauna. 2etiadaan larangan!
regulasi baik yang bersifat lokal,
nasional maupun internasional tersebut
dapat menyebabkan manusia masa kini
akan mempergunakan >P=52 yang
dikuasainya untuk :menahlukkan dan
menjajah; manusia lainnya, dan ini bisa
berarti :kiamat sudah dekat;.
3urgen #thal mengatakan bahwa
kehidupan masa depan adalah
konsekuensi dari apa yang kita lakukan
sekarang, ini berarti bahwa segala
perbuatan yang kita lakukan pada masa
sekarang akan memiliki pengaruh baik
secara langsung maupun tidak langsung
terhadap kehidupan masa mendatang,
dengan skala kecil maupun skala besar,
karena pada dasarnya masa kini menjadi
dasar bagi kehidupan di masa yang akan
datang )Pier Stompka, +,,8, '(6).
engan demikian terhadap
permasalahan pertama, maka niscaya
jawabannya adalah tidak, artinya mereka
tidak akan secara pasrah begitu saja
menerima definisi, konsep, model!model
yang diciptakan di era sekarang.
#lasannya adalah bahwa konteks
kehidupan yang akan dihadapi oleh
generasi mendatang sebagai konsekuensi
bahwa masyarakat akan senantiasa
berevolusi baik secara lambat maupun
secara cepat, pastilah akan melahirkan
sejumlah peluang sekaligus tantangan
yang sangat jauh berbeda dengan
konteks sekarang. Hal ini selaras dengan
penglihatan Henry S. ?aine tentang
masyarakat bukan sesuatu model atau
tipe ideal yang permanen melainkan
sebagai suatu sistem variable yang tidak
pernah bisa terbebas dari berlakunya
dinamika proses. ?asyarakat bukanlah
sesuatu yang latent, melainkan sesuatu
yang serba contingent. alam alam yang
serba kontigent )yang karena itu serba
berkepastian untuk terjadi namun serba
tak berketentuan dalam hal wujudnya)
itu masyarakat akan berlangsung secara
progresif dari awal kuno ke yang
kompleks dan modern. Seiring dengan
progresi tersebut, hukumpun berubah
fungsinya untuk mengkukuhkan
hubungan!hubungan lama dalam
masyarakat yang bersifat antar status ke
hubungan baru yang bersifat
konstraktual )Soetandyo $ignosoebroto,
+,,4, -4).
efinisi masyarakat yang
diidealkan menurut ukuran sekarang,
seiring dengan berjalannya waktu,
tentulah tidak akan ideal untuk ukuran
kehidupan masa mendatang. @ihat saja
evolusi bentuk pemerintahan yang dari
waktu ke waktu juga berbeda, apa yang
dianggap ideal pada masanya, menjadi
sesuatu yang tidak ideal bahkan dijauhi
pada era berikutnya, misalnya evolusi
4
dan peralihan dari pemerintahan
monarkhi absolut ke monarkhi
konstitusional dan akhirnya berubah
menjadi pemerintahan yang demokratis.
/rian B. =amanaha
mengilustrasikan dengan konsep %egara
hukum berdasarkan waktu tidaklah
statis. #da dua versi %egara hukum yang
berkembang yaitu versi formal dan
subtantif yang masing!masing
berkembang dalam tiga bentuk. 2onsep
%egara hukum versi formal dimulai
dengan konsep rule of law dimana
hukum dimaknai sebagai instrument
tindakan pemerintah. 2emudian
berkembang dalam bentuk formal
legality dimana konsep hukum diartikan
sebagai norma umum, jelas, prospektif
dan pasti. Sedangkan perkembangan
terakhir dari konsep %egara hukum versi
formal adalah democracy and legality,
dimana kesepakatanlah yang
menentukan isi hukum. Sedangkan versi
substantif konsep %egara hukum
berkembang dari individual rights
dimana privasi dan otonomi individu
serta kontrak sebagai landasan yang
paling pokok. 2emudian berkembang
pada prinsip hak!hak atas kebebasan
pribadi dan atau keadilan )dignity of
man) serta berkembang menjadi konsep
social welfare yang mengandung
prinsip!prinsip substantive, persamaan,
kesejahteraan serta kelangsungan
komunitas )/rian B. =amanaha, +,,8,
.4).
Soetandyo $ignosoebroto
memberikan penjelasan dengan bahasa
sebagai berikut , bahwa realitas sosial itu
ada yang bersifat anorganik, organik dan
supra organik. *ejala!gejala sosial
adalah gejala!gejala supraorganik yang
sifatnya amat lebih abstrak dan bersifat
:lebih tak teraba; dari pada gejala gejala
alam yang anorganik dan gejala!gejala
hayati yang organik yang lebih kongkrit
sifatnya itu. 2arena realitas sosial
sifatnya supraorganik, maka dia
hanyalah berupa suatu konstruksi
rasional yang bersifat imajinatif, oleh
karena itu dia hanya dapat dikatakan
akan tetapi tidak akan segera dapat
diwujudkan dalam fenomenanya.
efinisi kemiskinan, kesejahteraan,
keadilan dan demokrasi, status sosial,
kekuasaan, in"group feelings, kohesi
kelompok, perilaku menyimpang, atribut
gender, kesehatan, hukum yang
responsif, pelarian modal adalah
beberapa saja dari sekian ribu contoh!
contoh fenomena sosial yang sifatnya
yang supraorganik itu akan jauh lebih
sulit untuk ditegaskan dan dijelaskan
dalam konsep dan dengan definisi
apapun. ?isalnya saja mengenai
kemiskinan atau wujud konstitusiolisme,
tidaklah ada wujud!wujud fisik yang
akan dapat ditunjuk dan ditunjukkan
8
agar bisa lebih diamati cermat!cermat
secara indrawi, yang dapat ditunjukkan
hanyalah beberapa manifestasinya saja
)itupun mungkin saja tidak bisa lengkap)
dan bukan fenomena atau realitasnya
yang utuh itu sendiri )Soetandyo
$ignosoebroto, +,,8, +). @ebih lanjut
Soetandyo mengatakan bahwa selain
kesulitan verbalitas tersebut berangkat
dari sesuatu yang bersifat abstraks, akan
tetapi juga karena gejala sosial sifatnya
sangat kompleks dan multidimensional
)Soetandyo $ignosoebroto, +,,8, .).
?asyarakat mendatang sangat
mungkin membangun tatanan
masyarakatnya sendiri, meskipun
demikian mereka :tetap; akan
melonggok sejarah kehidupan masa kini
maupun masa lalu untuk dijadikan bahan
referensi serta pembelajaran, selanjutnya
definisi tersebut mereka kritisi, dan
modifikasi agar lebih sesuai dengan
tuntutan kebutuhan pada masa itu.
efinisi yang dibangun saat ini tidaklah
akan hilang begitu saja, dia akan tetap
menjadi landasan dasar untuk
pembaharuan, pengembangan dan
pembangunan definisi di masa
berikutnya melalui proses dialektika.
Pembaharuan dan pembangunan
definisi masyarakat yang diidealkan
tersebut sangat tergantung dengan faktor
perubahan sosial terhadap kehidupan
bersama pada masa mendatang juga ikut
berperan menentukan pilihan!pilihan
tersebut. #pa yang dianggap :ideal; di
era sekarang di masa depan belum tentu
demikian, karena tergantung situasi,
kondisi, nilai!nilai tertentu dan lain
sebagainya. ?eskipun demikian tidak
berarti masyarakat sekarang menjadi
tidak peduli dengan kehidupan
masyarakat di masa mendatang.
Aenomena perubahan sosial akan terus
ada, dan juga menerpa kehidupan
masyarakat di masa mendatang.
?enimbang perubahan sosial yang pasti
akan terjadi maka sudah sepatutnya jika
masyarakat di masa mendatang tetap
diberi kebebasan dan kesempatan untuk
membangun masyarakatnya berdasarkan
ukuran serta nilai!nilai mereka sendiri.
?eskipun demikian tidaklah berarti
bahwa masyarakat sekarang bersikap
acuh dengan kehidupan masyarakat di
masa mendatang. ?asyarakat saat ini
memiliki tanggung jawab untuk
meletakkan pondasi atau konsep dasar
yang kokoh dan bersifat universal untuk
menjadi pedoman serta pegangan
generasi mendatang. Hawley
mengatakan bahwa perubahan sosial
adalah setiap perubahan yang tak
terulang dari sistem sosial sebagai satu
kesatuan )Hawley, +,,-, '-8). #gus
Salim mengatakan bahwa perubahan
social adalah suatu bentuk peradaban
manusia akibatnya adanya ekskalasi
6
perubahan alam, biologis serta fisik yang
terjadi sepanjang kehidupan manusia
)#gus Salim, +,,+, '). engan demikian
masyarakat senantiasa memproduksi
perubahasan sosialnya. 2ondisi ini
menyebabkan masyarakat di masa
mendatang dalam beberapa hal berbeda
dengan kondisi di masa sekarang, namun
disisi lain ada koneksitas kondisi
sekarang dengan kondisi di masa
mendatang.
.. Pra"te"/Pra"te" H"m Yan$
+eroreintasi Pa%a Masa De*an
?asyarakat dan hukum
sesungguhnya memiliki hubungan yang
sangat erat. ?anusia dalam kehidupan
masyarakat merupakan pusat dari
pembangunan hukum itu sendiri. 5rlich
mengatakan bahwa hukum sebagai
aturan tidak berada diluar angota!
anggota masyarakat, melainkan
diwujudkan dan diungkapkan dalam
kelakuan mereka sendiri. Hukum lahir
dari rahim kesadaran masyarakat akan
kebutuhannya )5rlich, '(8+, 48).
?asyarakat sesungguhnya adalah proses
evolusioner random yang menuju
tatanan sosial yang terus menerus
diperbaharui dengan tindakan apa para
yuris memperlakukan hukum dan
yurisprudensi sebagai praktek!praktek
intelektual dan atau professional untuk
menuju masa depan, maka pada
dasarnya para yuris melalui produk!
produk hukumnya seperti putusan hakim
)yurisprudensi!#udge made law),
memiliki kontribusi besar untuk
membuat kebijakan!regulasi!hukum
sebagai suatu tata tertib kehidupan
masyarakat )social order), tidak saja
terbatas pada orientasi pada kehidupan
masa sekarang tetapi juga di masa
mendatang yang lebih sejahtera serta
berkeadilan.
Pernyataan di atas dilandasi
bahwa secara empirikal, produk!produk
hukum baik dalam bentuk peraturan
perundang!undangan, yurisprudensi
bahkan doktrin )pendapat para ahli)
merupakan sumber hukum formil yang
memiliki peran dalam mendorong
terjadinya perubahan sosial di bidang
nilai!nilai )values), perilaku )!ehavior)
dan tindakan atau perbuatan )action)
manusia dalam kehidupan
bermasyarakat agar lebih menghargai
masa depan dengan memperlakukan
masa sekarang secara lebih bijaksana.
Penciptaan hukum pada dasarnya dalam
rangka untuk memenuhi kebutuhan hajat
manusia, karena dengan adanya hukum
)""!regulasi!kebijakan) masyarakat
dapat diatur, ke0aliman dapat dicegah,
hak!hak manusia dapat dijamin, keadilan
dapat dilaksanakan. engan hukum
inilah suatu bangsa dapat diarahkan
)#bdul 2adir, '((7, 48). engan
7
demikian fungsi umum dari hukum
tidaklah semata!mata untuk menciptakan
social order dan rekayasa sosial tetapi
lebih dari itu hukum diciptkan untuk
melayani masyarakat dan memenuhi
kebutuhan!kebutuhan masyarakat,
hukum diciptakan untuk mendatangkan
kebahagiaan bagi manusia )masyarakat)
yang membuatnya )Satjipto Rahardjo,
+,,6, +'), yakni dengan terciptanya
kepastian, keadilan serta keadilan
)#chmad #li , +,,+ ,7(). Sebagai asas
berlakunya dalam arti materiil, ""
merupakan sarana )as a tool)
semaksimal mungkin dapat mencapai
kesejahteraan spiritual dan material
bagi masyarakat maupun individu
)#hmad Sukarjo, +,,,, ')
Hukum hanyalah tatanan
manusiawi, artinya hukum hanyalah
wujud kehendak manusia belaka tentang
bagaimana seharusnya masyarakat
dibina dan kemana harus diarahkan. ari
paparan tersebut di atas maka, peranan
apa yang dapat dimainkan oleh
intelektual hukum untuk mengatur
proses!proses kemasyarakatan yang
berlangsung secara terarah untuk menuju
masa depan adalah mengunakan hukum
sebagai sarana rekayasa sosial. Satjipto
Rahardjo mengatakan bahwa $aw is a
great anthropological document, maka
sesungguhnya makna yang terkandung
di dalamnya cukup mendalam dan
merupakan pengakuan bahwa hukum!
justru sebagai dokumen manusia!maka
dia tidak mungkin hanya dilihat sebagai
unit terisolir yang lepas dari dimensi
sosial dan kemanusiaan. #sasnya adalah
bahwa bangunan hukum ikut ditentukan
oleh kompleksitas hidup manusia itu
sendiri. Hukum sejatinya merupakan
upaya manusia dalam hidup bersama
untuk menata, menertibkan dan menjaga
kehidupan bersama secara tertib
)Satjipto Rahardjo , +,,, , vi), tidak saja
beroreintasi pada mengatasi persoalan di
masa sekarang saja melainkan juga
dimasa mendatang. 2ondisi semacam ini
oleh @on @. Auller dikatakan bahwa
hukum yang bermoral adalah hukum
yang tidak bersifat ad hoc ) @on @.
Auller , '(67 , +-)
#lih!alih simpulan di atas maka
hukum sesungguhnya bicara tentang
tatanan ketertiban dari sudut pandang
manusia. Hukum bicara tentang pola!
pola relasi!interaksi manusia apa yang
seharusnya terjadi dan yang tidak
seharusnya terjadi dalam kehidupan
bersama tersebut. Hukum bicara tentang
apa yang boleh dilakukan serta apa yang
tidak boleh dilakukan, bukan bicara
dalam ranah apa yang baik atau buruk
sebagaimana yang menjadi kajian etika.
Pola interaksi hubungan antar manusia
tidak dapat dilepaskan dengan segala
bentuk interaksi yang berlangsung dalam
(
pergaulan masyarakat, baik yang
dilakukan oleh individu, kelompok
maupun negara. Pola interaksi ini dapat
berupa kerjasama )cooperation%
persaingan )competion) dan
pertentangan )conflic) )= ?ay Rudy,
+,,-, .4)
ari ketiga bentuk interaksi ini
maka pola hubungan kerjasamalah yang
diharapkan muncul ke permukaan dari
produk hukum yang dibuat oleh para
yuris, sebab dengan kentalnya
mekanisme kerjasama yang
memperlihatkan adanya keseimbangan
antar hak dan kewajiban baik dilevel
antar individu, komunitas maupun antar
negara maka dimungkinkan kehidupan
di masa mendatang lebih terjamin.
Hukum sebagai alat rekayasa sosial di
sini dapat memerankan fungsi strategis
untuk memelihara, mempertahankan dan
meningkatkan kerjasama yang
berlangsung secara adil dan
menguntungkan. Sekaligus pula mampu
menghindari serta mencegah konflik,
serta mampu mengubah kondisi!kondisi
persaingan dan pertentangan menjadi
kerjasama.
Pola hubungan kerjasama yang
diatur dan dilahirkan dari hukum inilah
yang pada akhirnya akan mampu
menyelesaikan masalah!masalah
kemanusian di era global baik masa kini
maupun masa mendatang seperti
kemiskinan, kebodohan, pertumbuhan
penduduk, penyakit menular, kerusakan
lingkungan, perubahan iklim global,
perang nuklir, ketidakadilan gender dan
lain sebagainya. engan demikian
hukum berbicara tentang manusia yang
menciptakan dan mengunakan dengan
segala kompleksitasnya kehidupan masa
kini juga masa depan. 2arena
bagaimanapun masa depan merupakan
garis lineir masa sekarang, masa depan
sangat :ditentukan; oleh model!model
yang digunakan pada masa kini. #thal
pun telah menegaskan bahwa masa
depan kita adalah segala konsekuensi
apa yang kita lakukan sekarang )3urgen
#thal , +,,-, 6).
ewasa ini peranan hukum
dalam kehidupan bermasyarakat
sangatlah besar, karena dia telah
mengintervensi segala aspek kehidupan
manusia, sebab pada dasarnya hukum
merupakan suatu gejala yang sangat
penting oleh karena dia menjadi dasar
legalisasi maupun legislasi pelbagai
gejala social lainnya yang juga menjadi
lembaga social seperti keluarga,
perkawinan, pewarisan dan seterusnya.
Hukum tertulis )""), secara sosiologis
mempunyai dua fungsi yakni legalisasi
dan legislasi. @egalisasi berarti
mengesahkan gejala!gejala yang sudah
ada dalam masyarakat, sehinga
perundang!undangan merupakan sarana
',
untuk mengadakan pengendalian sosial
)social"control) dan memperlancar
interaksi social )social interaction%.
@egislasi merupakan proses mengadakan
pembaharuan, sehingga peraturan
perundang!undang merupakan sarana
untuk menciptakan yang baru )social
engineering). Aungsi!fungsi ini biasanya
tercermin dalam perundang!undangan,
kadang!kadang dijumpai perundang!
undangan yang memberikan tekanan
pada salah satu fungsi saja )Soeryono
Soekanto , +,,+ , 7+).
alam mempersiapkan serta
memberdayakan hukum untuk masa
depan, maka hal yang harus diperhatikan
sekaligus dilakukan oleh para intelektual
hukum )yuris) adalah pertama dia harus
mau bergeser dari paradigma normative
positisvisme ke paradigma
postpositivisme, dan kedua para yuris
mau bekerjasama dan berkolabarasi
dengan bidang!bidang non hukum
lainnya, agar produk hukum yang
dilahirkan memiliki sifat efektifisme
yang tinggi dalam menata masa depan.
onald /lack menegaskan bahwa
hukum bukan semata!mata hanya rule
and logic, akan tetapi social structure
and !ehavior, artinya hukum tidak bisa
hanya dipahami secara sempit dalam
prespektif aturan!aturan dan logika, akan
tetapi juga melibatkan struktur sosial dan
perilaku. <leh karena itu hukum tidak
hanya merupakan :urusan keadilan;
tetapi juga :urusan!urusan ekonomi,
politik dan lain sebagainya )onald
/lack, +,,+, 7+).
ari penyataan onald /lack di
atas, maka sangat jelas bahwa kajian
hukum yang bersifat nomatif atau
dogmatic yang melihat hukum semata!
mata bersifat logis dan konsisten, dengan
pendekatan yang bersifat preskriptif
tanpa melihat dimensi lain dari hukum
seperti apa yang menjadi basis social
daripada hukum dan bagaimana
bekerjanya hukum itu dalam masyarakat
)Satjipto Rahardjo, '(7+, ') dengan
pendekatan semacam ini telah
menjadikan hukum itu suatu dunia yang
:esoteric; yang hanya dapat dimasuki
oleh orang!orang yang mempunyai
keahlian khusus dan terdidik untuk
menangani hukum )Philip Sel0nick ,
'((' , ''4).
Satjipto Rahadjo menambahkan
bahwa pemahaman hukum secara
legalistik!positivistik dan berbasis
peraturan )rule !ounded) tidak mampu
menangkap kebenaran karena memang
tidak mau melihat atau mengakui hal itu.
alam ilmu hukum yang legalitis!
positifistis, hukum sebagai intitusi
pengaturan yang kompleks telah
direduksi menjadi sesuatu yang
sederhana, linier, mekanistik dan
deterministic terutama untuk
''
kepentingan profesi, tidak akan
membuat hukum memanusiakan
manusia )Satjipto Rahardjo, +,,+, -)
melainkan justru hukum memperbudak
manusia. Hukum haruslah dipahami
dalam konteksnya, artinya menempatkan
hukum dalam konteks sosialnya yang
lebih besar. engan kata lain hukum itu
tidak dipahami sebagai suatu intitusi
yang esoteric dan otonomi melainkan
sebagai proses sosial yang lebih besar.
?enimbang bahwa hukum dan
masyarakat merupakan suatu gejala yang
tidak dapat dipisahkan, dan pada
dasarnya hukum juga merupakan
masyarakat. Soeryono Soekanto
mengatakan bahwa secara sosiologis,
hukum merupakan suatu lembaga social,
artinya hukum merupakan kesatuan
kaidah!kaidah yang bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan!kebutuhan dasar
manusia pada semua tingkatan yang
bertujuan untuk mencapai kedamaian
dalam masyarakat )Soeryono Soekanto ,
+,,+ , 86), maka pengkajian hukum
dengan cara :klasik: tidaklah akan
memberikan pemahaman secara tuntas
tentang hukum dan pelaksanaan hukum
dalam suatu masyarakat, karena
walaupun bagaimana bekerjanya hukum
dalam masyarakat tidak terlepas dari
aspek!aspek kemasyarakatan lainnya.
/ilamana kita mencoba melihat soal
interdependensi antara hukum dan
aspek!aspek kemasyarakatan lainnya
maka kita sudah harus meninggalkan
kajian lama yang bersifat normative dan
mulai memasuki kajian hukum yang
bersifat sosiologis, sehingga
pendekatannya tidak lagi perskriptif
melainkan bersifat deskriptif
)#bdurahman, '(74, +')
.
=ujuan
keberadaan tujuan hukum adalah untuk
melayani dan memanusiakan manusia,
maka bantuan ilmu!ilmu non hukum
)ekonomi, sosiologi, antropologi, politik)
sangat diperlukan untuk mengkajian
hukum yang progresif.
Pendekatan sosiologis terhadap
hukum perlu dilakukan sebelum
membuat peraturan perundangan, karena
penelitian!penelitian terhadap hubungan!
hubungan yang dilandaskan pada
kekuasaan, penting bagi hukum yang
justru bertujuan untuk menciptakan
keadilan dari hubungan!hubungan itu
dan untuk mengaturnya agar tercapai
kepastian dan kesebandingan. #pabila
ingin disusun perundang!undangan yang
berkaitan dengan hal itu, misalanya
terlebih dahulu harus dimengerti
landasan!landasan sosiologis kekuasaan.
#pabila gejala itu tidak dipahami, maka
cepat atau lambat perundang!undangan
itu akan menjadi huruf mati yang sama
sekali tidak mempunyai efektifitas.
5hrlich menegaskan bahwa
hukum yang baik adalah hukum yang
'+
sesuai atau mencerminkan nilai!nilai
yang hidup dalam masyarakat. hukum
positif hanya akan efektif apabila serasi
atau sesuai dengan living law dalam
masyarakat )5rlich , '(8+ , 7(), dan
untuk mengetahui keadaan itu maka
bantuan dari ilmu!ilmu sosial )sosiologi)
diperlukan. Soetandyo $ignosoebroto
menegaskan perlunya ahli hukum
bekerjasama dengan ahli!ahli ilmu sosial
lainnya dengan paparan sebagai berikut
pendekatan untuk saling menyapa dan
bertransaksi antara ilmu hukum dan ilmu
social terjadi di sana sini, dari waktu ke
waktu, dalam wujud lintasan!lintasn dua
arah. Para sarjana dan praktisi hukum
menimba fakta temuan penelitian!
penelitian social untuk membuat legal
#udgements yang lebih realistic, tidak
hanya dalam proses!proses penciptaan
hukum in a!stracto akan tetapi juga
dalam proses!proses penemuan hukum
in concreto. Sementara itu di pihak lain,
kini mulai banyak juga ilmuawan social
yang menekuni upaya!upaya bagaimana
hasil!hasil temuan penelitian social yang
bermakna untuk menata dan
meningkatkan taraf kesejahteraan
masyarakat dapat mencapai dan
diperhatikan para pengambil kata putus,
sehingga temuan!temuan yang baik itu
tidak hanya terhenti dalam wujudnya
sebagai fakta semata, akan tetapi juga
ikut terproses menjadi #udgements yang
sah untuk mempengaruhi perilaku dan
pola perilaku sosial )Soetandyo
$ignosoebroto, +,,8 , vi).
Seruan agar para yuris agar mau
:menengok dan menerima; bantuan dari
bidang ilmu!ilmu social lainnya,
sehingga keputusannya mencerminkan
keadilan juga dilontarkan oleh /enjamin
%athan Cardo0o, yang mengatakan
bahwa perlunya ditumbuhkembangkan
kepekaan peradilan dan lembaga
legislative pada realitas!realitas social
yang ada berikut segala perubahannya.
/agi Cardo0o, perkembangan hukum tak
pelak lagi adalah suatu proses kejadians
ejarah yang berlangsung di bawah
kondisi perubahan!perubahan sosial dan
perubahan pendapat!pendapat
masyarakat tentang apa yang harus
diadatkan dan apa pula yang di pandang
sebagai moral. <leh sebab itu, hakim
dan pembuat undang!undang!yang tak
dapat mengungkari kewajibannya untuk
berperan serta dalam perkembangan ini
lewat penciptaan!penciptaan hukum!
haruslah dengan sungguh!sungguh dan
secara terus!menerus memperhatikan
kondisi!kondisi sosial dan kondisi!
kondisi ekstenal lainya, berikut segala
permasalahannya yang terkait. Hakim
sebagai seorang pencipta hukum
memang harus terus berupaya
mengarahkan hukum ke tujuan
utamanya, ialah memenuhi kebutuhan
'-
banyak orang yang harus hidup di
tengah!tengah masyarakat yang sedang
mengalami transformasi sebagai akibat
perubahan!perubahan teknologi dan
industrialisasi. Hakim sebagai mana
ahli!ahli hukum modern lain pada
umumnya!harus tanpa ragu dan tanpa
kunjung putus menilai kegunaan sosial
setiap ayat hukum yang berlaku dan
yang akan diberlakukan. The final cause
of is the welfare of the society
)Soetandyo $ignosoebroto, +,,8, 4)
itengah situasi dunia yang kian
kompleks dan dinamis ini, para yuris
harus bersedia mengembangkan tata
hukum menjadi objek kajian yang tetap
dalam konsepnya sebagai suatu sistem
norma positif akan tetapi yang tak lagi
dimodelkan sebagai sistem tertutup
melainkan sistem yang terbuka. Sebagai
sistem yang terbuka, hukum akan mudah
beradaptasi dan bertransaksi dengan
lingkungan sosial, dalam hal ihwal
meng!input!kan fakta sosial,
memprosesnya di dalam sistem sebagai
throughputs yang secara sosial relevan
untuk kemudian meng!output!kan
kembali ke tengah masyarakat sebagai
suatu socio"legal #udgement yang benar!
benar fungsional.
C.3.? Schuyt mengatakan
hukum sebagai lembaga social, dia tidak
hanya menciptakan keteraturan bagi
lembaga!lembaga social lainnya akan
tetapi juga menciptakan nilai!nilai, a0as!
a0as dan kaidah!kaidah sendiri, seperti
ketertiban, ketentraman, keamanan,
kebebasan berkontrak dan lain
sebagainya. #danya nilai!nilai, asas!asas
dan kaidah!kaidah itu menyebabkan
timbulnya mekanisme perangkat peranan
dan kedudukan tertentu. engan dengan
demikian hukum bukanlah semata!mata
hanya merupakan suatu kekuatan yang
mengamankan, akan tetapi justru suatu
kekuatan yang menciptakan fasilitas
untuk menyederhanakan dan
melancarkan proses interaksi social.
Hukum bukan hanya merupakan sarana
untuk mencapai tujuan tertentu, akan
tetapi merupakan gejala yang
berkembang secara mandiri dengan
tujuan!tujuan tersendiri pula )C.3.?.
Schuyt, +,,-, '-6).
2ehidupan damai bersama
dengan hukum sebagai pengayomDdan
tidak semata!mata keajegan dan
ketertiban )rust en orde), #rtinya,
dinamika masyarakat tetap diakomodir
oleh seperangkat nilai dan norma yang
juga dinamis, turut berkembang sejalan
dengan perkembangan masyarakat itu
sendiri. 3adi bukan anomi dan bukan
pula status &uo, melainkan hukum yang
hidup, tidak mati dalam kitab!kitab
undang!undang semata.
0. Pent*
'.
,. Kesim*#an
a. ?asyarakat sekarang merupakan
kelanjutan masyarakat di masa lalu
melalui suatu proses evolusiner menuju
tatanan yang lebih tertib ternyata juga
memiliki konektifitas yang erat dengan
masyarakat di masa mendatang. 2onsep
serta model ideal masyarakat sekarang
tetap akan menjadi referensi serta
pijakan dasar masyarakat di masa
mendatang dalam menjalankan
kehidupannya.
b. Para yuris memiliki peran besar untuk
menjamin keberlangsungan masyarakat
di masa mendatang yakni dengan
memfungsikan hukum sebagai alat untuk
mendorong perubahan sosial baik dalam
ranah values"!ehavior maupun action
yang berorientasi pada terjaminnya
masyarakat di masa mendatang
.. Saran
a. Hukum yang diproduksi para yuris
dapat bekerja secara efektif apabila para
intelektual hukum )ahli hukum dan
praktisi) mau serta mampu
berkolaborasi dengan pakar di bidang!
bidang sosial lainnya, sehingga produk
hukum yang dilahirkan dapat menjamin
kehidupan masa depan yang lebih baik
dari masa sebelumnya.
b. 2olaborasi serta sinergitas antara kajian
hukum normatif dengan kajian hukum
sosiologis justru akan memperlihatkan
bagaimana sesungguhnya wajah serta
beroperasinya hukum dalam masyarakat
yang sebenarnya.
#A=#R P"S=#2#
#bdurahman, Te!aran 'emikiran Tentang
(tudi )ukum dan *asyarakat ?edia
Sarana Press, 3akarta, '(74
#li, #chmad, *enguak Ta!ir )ukum,
*unung #gung, 3akarta, +,,-
/lack, onald, The +ehavior of law,
#cademic Press, %ew &ork, '(68 juga
3.$. Haris, $aw and $egal (tructure
,n In&ury into the Concepts $egal
Rule and $egal (ystem, Clarendon
Press, EFford, '(7+.
5hrlich, 5ugen, -undamental 'rinsiples of
The (ociology of $aw, %ew &ork,
Russell G Russell, '(8+.
*iddens, #ntony, Runway The .orld
/+agaimana Glo!alisasi *erom!ak
0ehidupan 0ita% *ramedia, 3akarta,
+,,,.
2adir, #bdul Islam dan 'erundang"
undangan, =anpa =empat,
>nternasional >slamic Aederation of
Student <rgani0ations, '(67
Rahardjo, Satjipto, .a#ah )ukum 1i 2ra
Reformasi, Citra #ditya /andung,
+,,,HHHHHHH.., *anfaat
Telaah (osial Terhadap )ukum,
Pidato Pengukuhan *uru /esar
Sosiologi Hukum pada AH "%>P
Semarang, Semarang '(7,.
'4
HHHHHHHHHHH, )ukum dan
Realitas (osial 1alam ,lam
'emikiran 'ara 'akar )ukum
,merika /)olmes Cardozo dan
'ound% /ahan 2uliah >lmi!>lmu
Sosial P>H "%>P, Semarang, +,,8
Rit0er, *eorge dan ouglas 3. *oodman,
Teori (osiologi *odern, Prenada
?edia, 3akarta, +,,4
Rudy, =. ?ay )u!ungan Internasional
0ontemporer dan *asalah"*asalah
Glo!al /Isu 0onsep Teori dan
'aradigma% Refika #ditama,
/andung, +,,-
Salim, #gus 'eru!ahan (osial (ketsa Teori
1an Refleksi *etodologi 0asus 1i
Indonesia =iara $acana, &ogyakarta,
+,,+
Sel0nick, Philip, The (ociology of $aw,
dalam Robert 2. ?erton )5d)
Sociology =oday, /asic /ook >nc %ew
&ork, '(8'
Soekanto, Soeryono 'endekatan (osiologi
Terhadap )ukum, #lumni, /andung,
'(78
Sol0henitsyn, dalam /ondan $inarno,
Tongkrongan Glo!al 'aradigma
$okal, 2ompas, +7 3uni +,,,.
Sukarjo, #hmad, )ukum 0eluarga, ?akalah
disampaikan pada pelatihan teknis
&ustisial Hakim Peradilan =ingkat
/anding dan Hakim Peradilan =ingkat
Pertama seluruh >ndonesia, ?# R>,
3akarta, +,,,
Sularto, S=., *anusia Indonesia 1alam
1unia 3ang +eru!ah Cepat, 2ompas,
+7 3uni +,,,
S0tompka, Piotr Teori"Teori 'eru!ahan
(osial, Pustaka Pelajar, &ogyakarta,
+,,-.
=amanaha, /rian B., , General
Jurisprudence of $aw and (ociety
<Fford "niversity Press, %ew &ork,
+,,8
$ignosoebroto Soetandyo, Ilmu )ukum dan
Ilmu 'engetahuan (osial /'ositive
Jurisprudence versus 2mpirical (ocial
(cience), /ahan 2uliah >lmu!ilmu
Sosial P>H "%>P, Semarang,
+,,8HHHHHHH., *ulai
+ertindak 4tentik, dalam 2ompas +-
?aret +,,+
HHHHHHHHHHH., Realitas (osial
1alam 0onsep 1an Teori Ilmu"Ilmu
(osial /ahan 2uliah =eori!=eori
Sosial P>H "%>P, +,,8.
9rillo, Paul, (peed and 'olitics, SemioteF
)e), %ew &ork, '(66
'8