Anda di halaman 1dari 14

PERADILAN AGAMA

PERADILAN

PERADILAN: PROSES PEMBERIAN KEADILAN DI SUATU LEMBAGA YANG DISEBUT PENGADILAN PENGADILAN: LEMBAGA ATAU BADAN YANG BERTUGAS MENERIMA, MEMERIKSA, MENGADILI DAN MENYELESAIKAN SETIAP PERKARA YANG DIAJUKAN KEPADANYA PERADILAN AGAMA: PROSES PEMBERIAN KEADILAN BERDASAR HUKUM AGAMA ISLAM KEPADA ORANG ISLAM YANG DILAKUKAN DI PENGADILAN AGAMA DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA PENGADILAN AGAMA: LEMBAGA ATAU BADAN YANG BERTUGAS MENERIMA, MEMERIKSA, MENGADILI DAN MENYELESAIKAN SETIAP PERKARA YANG DIAJUKAN KEPADANYA BERDASAR HUKUM AGAMA ISLAM KEPADA ORANG ISLAM

SEJARAH

FIQH IJTIHADI TENTANG SEBUAH LEMBAGA KHUSUS TELAH ADANYA ATURAN TENTANG:
QADHI (HAKIM YANG MEMUTUS), SAKSI SUMPAH CARA PEMBUKTIAN

SEJARAH PERADILAN AGAMA DI INDONESIA

LEMBAGA TAHKIM: ASAL-USUL PERADILAN AGAMA YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG BERSAMA DENGAN PERTUMBUHAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA, KHUSUSNYA UNTUK HUKUM PERKAWINAN DAN WARIS DIAKUI DAN DIMANTAPKAN:

JAWA MADURA (1 !): PRIESTERRAAD" RAAD AGAMA SEBAGIAN BESAR KALIMANTAN SELATAN DAN TIMUR (1#$%): KERAPATAN QADHI DAN MAHKAMAH SYARIAH DI LUAR WILAYAH DI ATAS (1#&%): PENGADILAN AGAMA

PERADILAN AGAMA TIDAK TERDAPAT

SEJARAH: HUBUNGAN TEORI BERLAKUNYA HUKUM ISLAM DAN PERADILAN AGAMA

LEGAL HISTORY JAMAN HINDIA BELANDA TERBAGI ! PERIODE:


PERIODE PENERIMAAN HUKUM ISLAM SEPENUHNYA (TEORI RECEPTIO IN COMPLE'U)


COMPEDIUM FREIJER, PEPAKEM CIREBON DLL PASAL %& RR: (OLEH HAKIM INDONESIA ITU HENDAKLAH DIPERLAKUKAN UNDANG-UNDANG AGAMA)**+

PERIODE PENERIMAAN HUKUM ISLAM OLEH HUKUM ADAT (TEORI RECEPTIE)

PASAL 1$, AYAT (!) IS: (DALAM HAL TERJADI PERKARA PERDATA ANTARA SESAMA ORANG ISLAM AKAN DISELESAIKAN OLEH HAKIM AGAMA ISLAM APABILA HUKUM ADAT MEREKA MENGHENDAKINYA DAN SEJAUH ITU TIDAK DITENTUKAN LAIN DENGAN SESUATU ORDONANSI+ AKIBAT TEORI RECEPTIE: DENGAN BERDASAR PADA ALASAN BAHWA WARIS ISLAM BELUM SEPENUHNYA DITERIMA OLEH HUKUM ADAT, PADA 1#$% MEMINDAHKAN WEWENANG MENGATUR WARIS DARI PENGADILAN AGAMA (PRIESTERRAAD) KEPADA PENGADILAN NEGERI (JAWA DAN MADURA), SEHINGGA KOMPETENSI PENGADILAN AGAMA YANG TELAH ADA SEJAK TAHUN 1 ! DIALIHKAN KE PENGADILAN NEGERI

KESIMPULAN: DASAR HISTORIS DAN SOSIOLOGIS UU PERADILAN AGAMA

FAKTA BAHWA LEMBAGA PERADILAN AGAMA SEBAGAI SASARAN UTAMA POLITIK HUKUM KOLONIAL DENGAN TUJUAN MELEMAHKAN KESADARAN BERAGAMA APAKAH ISLAM MINTA AGAR DIISTIMEWAKAN- TIDAK, KARENA KEBUTUHAN UMAT LAIN, YAITU KRISTEN TELAH TERPENUHI DENGAN BAIK (MIS* HOCI, PENGADILAN UMUM, YANG BERDASAR PADA MORALITAS AGAMA KRISTEN) UU PERADILAN AGAMA ADALAH MENGEMBALIKAN KESEIMBANGAN, KESERASIAN DAN KESELARASAN DI BIDANG KEBUTUHAN HUKUM DARI GOLONGAN DI INDONESIA, KARENA POLITIK HUKUM KOLONIAL BELANDA MENYEBABKAN TRAUMA PANJANG BAGI UMAT ISLAM DALAM BERHADAPAN DENGAN SUPERIORITY COMPLEX HUKUM ISLAM TIDAK HANYA MENYANGKUT MASALAH

ISI UU NO 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA


.

ISI UU NO % TAHUN 1# # TENTANG PERADILAN AGAMA

PERADILAN AGAMA TERDIRI DARI:


1*

PENGADILAN AGAMA
PENGADILAN TINGKAT PERTAMA BERKEDUDUKAN DI KOTA"KAB

!*

PENGADILAN TINGGI AGAMA


PENGADILAN TINGKAT BANDING BERKEDUDUKAN DI IBUKOTA PRO/INSI

$*

KEDUANYA BERPUNCAK DI MAHKAMAH AGUNG SEBAGAI PENGADILAN NEGARA TERTINGGI

KEKUASAAN PERADILAN AGAMA


PASAL ,# AYAT (1): PENGADILAN AGAMA BERTUGAS DAN BERWENANG MEMERIKSA, MEMUTUS DAN MENYELESAIKAN PERKARA-PERKARA DI TINGKAT PERTAMA ANTARA ORANG BERAGAMA ISLAM DI BIDANG:

PERKAWINAN

I0IN BERISTRI LEBIH DARI SATU, I0IN BAGI YANG BERUSIA KURANG DARI !1 TAHUN, JIKA TERJADI PERBEDAAN PENDAPAT PADA ORANGTUA, DISPENSASI KAWIN, PENCEGAHAN PERKAWINAN, PEMBATALAN PERKAWINAN, PENYELESAIAN HARTA BERSAMA DLL

KEWARISAN, WASIAT DAN HIBAH YANG DILAKUKAN BERDASARKAN HUKUM ISLAM


PENENTUAN SIAPA AHLI WARIS, PENENTUAN HARTA PENINGGALAN DLL

WAKAF DAN SHADAQAH BACA UU PERADILAN AGAMA TAHUN 2006 TERKAIT KE ENANGAN MASALAH MUAMALAH !EKONOMI"

PENJELASAN UMUM:

PARA PIHAK SEBELUM BERPERKARA DAPAT MEMPERTIMBANGKAN UNTUK MEMILIH HUKUM APA YANG DIPERGUNAKAN DALAM PEMBAGIAN WARISAN !BACA UU PERADILAN AGAMA TAHUN 2006, KEMUDIAN BANDINGKAN TERKAIT DENGAN PILIHAN HUKUM" DALAM RANGKA MEMPERTIMBANGKAN KEPENTINGAN ATAU KEMASLAHATAN AHLI WARIS HUKUM ISLAM MEMBERI PELUANG BAGI AHLI WARIS UNTUK BERDAMAI, BERMUSYAWARAH UNTUK MENCAPAI MUFAKAT DALAM MENENTUKAN PEROLEHAN MASING-MASING BERDASAR KERELAAN, KEIKHLASAN DAN

HUKUM ACARA PERADILAN AGAMA

1* !*

HUKUM ACARA YANG BERLAKU DI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA ADALAH HUKUM ACARA PERDATA YANG BERLAKU PADA PENGADILAN DALAM LINGKUNGAN PERADILAN UMUM, KECUALI YANG DIATUR SECARA KHUSUS*

PENGATURAN KHUSUS, YAITU: CERAI TALAK YANG DATANG DARI PIHAK SUAMI CERAI GUGAT YANG DATANG DARI ISTRI ATAU SUAMI $* CERAI KARENA ALASAN 0INA

PENETAPAN DAN PUTUSAN HARUS MENCANTUMKAN KALIMAT (BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM+ (DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG)

KETENTUAN LAIN:

TERDAPAT JURU SITA KETERGANTUNGAN PERADILAN AGAMA TERHADAP PERADILAN UMUM DIHAPUS (DALAM PELAKSANAAN EKSEKUSI) PERADILAN AGAMA MENJADI PERADILAN MANDIRI

PERBAIKAN DAN PENYEMPURNAAN DENGAN ADANYA UU PERADILAN AGAMA


1* !* $* ,* &* 1* %* 8# #*

KESERAGAMAN NAMA LEMBAGA KESERAGAMAN TUGAS DAN WEWENANG EKSISTENSI SEMAKIN JELAS SEBAGAI PELAKSANA KEKUASAAN KEHAKIMAN MANDIRI, TANPA PERLU EKSEKUTORIAL /ERKLARING DARI PN TERDAPAT JURU SITA SEBAGAI PERLENGKAPAN YANG BERARTI MEMILIKI HUKUM ACARA (UMUM MAUPUN KHUSUS) MEMBERIKAN PERLINDUNGAN DAN PENINGKATAN KEDUDUKAN KAUM WANITA KUALITAS HAKIM MENGARAH KEPADA KUALITAS KERJA HAKIM SEBAGAI PRO$ESI MUJTAHID PENGEMBALIAN MASALAH WARIS MENJADI KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA (MESKIPUN BERSIFAT PILIHAN HUKUM)

KELEMAHAN DAN KENDALA


HAKIM ADALAH PROFESI YANG DIANGKAT NEGARA (BUKAN PENGHULU YANG LEBIH MERAKYAT) PERADILAN AGAMA ADALAH LEMBAGA FORMAL YANG TERIKAT DENGAN KETENTUAN FORMAL DAN PROSEDURAL (BUKAN LAGI SEBAGAI LEMBAGA INFORMAL YANG DAPAT BERKEMBANG LELUASA, BAIK DALAM BERACARA MAUPUN MEMBUAT PUTUSAN) KURANGNYA PENGETAHUAN HAKIM TENTANG HUKUM ISLAM, KHUSUSNYA HUKUM FIQH YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN TUNTUTAN KEBUTUHAN KELUARGA KURANGNYA KEMAMPUAN HAKIM PENGADILAN AGAMA UNTUK MENANGANI PERKARA MENURUT PROSEDUR HUKUM ACARA YANG BERLAKU KURANGNYA SARANA DAN FASILITAS