Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENYAKIT ASMA

Pokok Bahasan : Kesehatan Lingkungan Sub Pokok Bahasan : Penyakit Asma Sasaran : Keluarga Tn H Target : An. B Hari / Tanggal : Kamis, 20 Maret 2014 Waktu : 10.30 11.00 WIB Tempat : Rumah Tn H I. LATAR BELAKANG Berdasarkan pengkajian di keluarga Tn H didapatkan data bahwa kesehatan lingkungan merupakan masalah yang kurang dipahami oleh sebagian besar masyarakat dan kurang mendapatkan perhatian. Adanya permintaan penyuluhan kesehatan mengenai kesehatan lingkungan merupakan momentum yang sesuai untuk menyampaikan informasi mengenai penyakit-penyakit akibat lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. II. TUJUAN a. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan,keluarga Tn H mampu memahami tentang penyakit asma. b. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan wargadapat 1) Memahami pengertian, tanda dan gejala dan penyebab penyakit asma 2) Memahami pertolongan pertama bagi penderita asma 3) Memahami cara pencegahan kekambuhan penyakit asma 4) III. Strategi Penyampaian a. Metode Ceramah dan Tanya jawab b. MEDIA Leaflet,Flip chart

IV.

MATERI a. Isi Materi 1. Pengertian, tanda dan gejala asma 2. Cara pencegahan kekambuhan asma

V. NO 1

Kegiatan pendidikan kesehatan Kegiatan Pembukaan Salam Perkenalan Menjelaskan tujuan penyuluhan dan kontrak waktu penyuluhan Penyuluhan Individu target Keluarga TN. H Waktu 5 Menit

Kegiatan Inti Menjelaskan tentang pengertian dan klasifikasi penyakit asma Menjelaskan tentang penyebab asma Menjelaskan tentang tanda dan gejala asma Menjelaskan tentang cara mengatasi asma

Individu

Keluarga TN.H

15 Menit

Penutup Menanyakan kembai pengertian, jenis,penyebab,tanda dan gejala serta cara pencegahan asma Menyimpulkan bersama sama hasil kegiatan penyuluhan Salam peutup

Individu

Keluarga TN. H

10 enit

VI.

EVALUASI a. Evaluasi struktur 1. SAP sudah di buat dan di koreksi 2. Leaflet sudah di buat dan di koreksi 3. Materi penyuluhan sudah di kuasai b. Evaluasi pelaksanaan 1. Pelaksanaan sesuai waktu yang telah di tetapkan 2. Keluarga aktif bertanya 3. Keluarga mendengarkan dengan perhatian 4. Keluarga dapat memahami pengertian,jenis,penyebab, tanda dan gejala,cara mengatasi asma c. Evaluasi hasil 1. Keluarga dapat menyebabkan pengertian dan klasifikasi asma 2. Keluarga dapat menyebabkan penyebab asma, 3. Keluarga dapat menyebabkan tanda dan gejala asma 4. Keluarga dapat menyebabkan cara pencegahan asma

VII.

Materi Penyuluhan a. Pengertian dan klasifikasi asma b. Penyebab asma c. Panda dan gejala asma d. Para pencegahan asma

ASMA Pengertian

Asma adalah penyakit sukar bernapas yang ditandai adanya penyempitan saluran napas, napas mencuit-cuit atau bengek.. Asma bersifat refersibel. Asma terjadi ketika bronchi mengalami inflamasi dan hiperresponsif. Penyakit ini menyebabkan penyempitan pada saluran nafas sehihngga menimbulkan kesulitan bernafas. Asma adalah penyakit obstruksi saluran peranfasana yang bersifat refersibel dan berbeda dari obstruksi saluran peranafasan lain seperti pada penyakit empisema maupun bromnkitis kronis yang bersifat ireversibel dan kontinyu.

Etiologi Etiologi asma mungkin merupakan reaksi alergi yang sering terjadi pada pasien dengan umur kurang dari 30 tahun. Namun, munculnya asma pada pasien dengan menyebabkan asma antara lain yaitu beberapa bahan iritan seperti debu-debu yang beterbangan, asap, produk pembersih atau bau. Pemicu tambahan lainnya adalah udara dingin, infeksi saluran peranfasan atas atau bawah dan stres.

Paofisiologi Patofiiologi asma diawali dengan reaksi inflamasi pada slauran peranfasan yang memicu terjadinya perubahan patofisiologi yang berupa bronki menjadi hiperresponsif dna terjadi bronkospasme. Sehingga mengganggu proses pertukaran udara dan ventilasi. Kebanyakan pasien berupaya mengatasi penyakit asma dengan baik. Namun begitu, pasien yang mengidap penyakit asma perlu diangani secara serius karena reaksi asma bisa mengarah pada gagal nafas dan akhirnya menyebabkan kematian.

Tanda dan Gejala Tanda dan gejala asma meliputi batuk (krok-krok, krek-krek), dispnea, wheezing, hiperventilasi (salah satu gejala awal), pusing-pusing, kebiruan di mulut dan sekitarnya, perasaan yang merangsang, skait kepala, nausea, penigkatan nafas pendek, kecemasan, diaporesis, dan kelelahan, dan gejala meningkat pada malam dan dini hari. Tingkat keparahan dari serangan asma tergantung pada tingkat obstruksi pada

saluran peranfasan, kadar saturasi oksigen, pembawaan pola pernafasan, perubahan status mental, dna bagaimana tanggapan penderita terhadap pernafasannya. Tandatanda buruk dari perubahan status mental biasanya meliputi hal-hal berikut : kurang istirahat yang makin meningkat kemudian diikuti dengan atau gampang mengantuk.Ketika orang tersebut jatuh akibat kelelahan yang amat sangat, maka kondisi kritis ini seirng mengarah pada aggal nafas akut. Beberapa penderita memliki penurunan reaksi asma yang lambat. Tetapi ada beberapa yang cepat, misalnya dalam hitungan menit. Oleh karena itu, waktu bukanlah parameter yang etrbaik utnuk mennetukan apakah perlu memamnggil dokter dulu atau mencari pertolongan darurat secepat mungkin. Sehingga semua indikator yang disebutkan diatas perlu mendapatkan perhatian yang semestinya.

Penyebab kekambuhan asma Kekambuhan asma terjadi karena terpapar faktor pencetus, yaitu : Emosi ( keadaan sedih, banyak pikiran, kaget) Cuaca ( hujan, udara dingin, udara terlalu panas) Infeksi ( flu, nyeri tenggorokan) Udara kotor ( asap dapur, asap rokok, asap obat nyamuk ,debu rumah, kapuk, bulu kucing, kecoa, dll) Makanan (coklat, kacang tanah, es, bumbu masak, tomat, minyak goreng, dll)

Yang terjadi pada penderita Asma :

Ada 3 hal yang terjadi pada saluran napas: Otot dinding saluran napas mengerut Dinding saluran napas membengkak Saluran napas terisi banyak lendir

Cara pencegahan Kekambuhan asma Hindari faktor pencetus Bina suasana hormonis dalam keluarga Mengenal gejala awal serangan Asma dan selalu tersedia obat.

Pentalaksanaan Manajemen terapeutik difokuskan pada aturan pengobatan, penyuluhan ekstensif bagi pasien dan keluarganya mengenai penanganan penyakit asma, perubahan gaya hidup dan terapi pernafasan. Sedangkan terapi obat yang terus dijalani meliputi bronchodilator, b-adrenergic, pereda sakit, methylxanthines, dan kortikosteroid.

REFERENSI Dainur, 1992, Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat, Widya Medika, Jakarta Notoatmojoyo, S, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta Setyono, Joko; 2001, Keperawatan Medikal Medah, Salemba Medika, Jakarta