Anda di halaman 1dari 3

KATETERISASI URINE Definisi Kateterisasi urine adalah pemasukan selang yang terbuat dari plastic atau karet melalui

uretra menuju kandung kemih. Tujuan Kateterisasi Urine Bertujuan Melancarkan pengeluaran urine pada klien yang tidak dapat mengontrol mik si atau mengalami obstruksi pada saluran kemih. Memantau pengeluaran urine pada klien yang mengalami gangguan hemodinami k Karena kateterisasi urine meresiko bagi klien untuk mengalami Urinaria Tractus I nfection (UTI) atau Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan menyebabkan trauma pada uret hra, maka kateterisasi lebih dianjurkan untuk pemasangan sementara. <a href='http://imgads.night-hawk.net/ck.php?n=abc5806f&amp;cb=270672012' target ='_blank'><img src='http://imgads.night-hawk.net/avw.php?zoneid=95&amp;cb=270672 012&amp;n=abc5806f' border='0' alt='' /></a>

Tipe Kateter Jenis kateter terdiri dari 2 bentuk yaitu keteter tetap dan kateter sementara. Dengan keteter tetap menggunakan satu lumen dan hanya memerlukan waktu 5-10 meni t sampai kandung kemih. Penggunaan kateter sementara dapat diulangi penggunaanny a tetapi penggunaan yang terus menerus akan meningkatkan resiko infeksi dan trau ma pada urethra. Pemasangan kateter atau keteter tetap dalam jangka waktu yang lama dapat digunak an sesuai dengan kebutuhan. Akan lebih baik jika kateter diganti secara teratur sesuai dengan batas waktu pemasangan dari setiap jenis kateter. Kateter tetap ad a yang mempunyai 2 lumen atau tiga lumen. Lumen pertama adalah untuk pengeluaran urine. Lumen kedua untuk memasukkan cairan steril untuk fiksasi kateter. Lumen ketiga adalah untuk memasukkan cairan atau obat ke dalam vesika urinaria. Penggunaan kateter tergantung dari kebutuhan dan indikasi. Jenis-jenis kateter. 1. Kateter plastic : digunakan sementara kerena mudah rusak dan tidak fleksibel 2. Kateter latex/karet : digunakan untuk penggunaa/ pemakaian d alam jangka waktu sedang (kurang dari 3 minggu) 3. Kateter silicon murni / telfon: untuk penggunaan jangka waktu lama 2-3 b ulan karena bahan lebih lentur pada meatus urethra. 4. Kateter PVC : sangat mahal untuk penggunaan 4-6 ming gu, bahannya lembut, tidak panas dan nyaman bagi urethra. 5. Kateter logam : digunakan untuk pemakaian sementara biasanya p ada pengosongan kandung kemih pada ibu yang melahirkan. Ukuran kateter 1. Anak : 8-10 French(Fr) 2. Wanita : 14.-16 Fr 3. Laki-laki: 16-18 Fr Indikasi Pemasangan Kateter Kateter diindikasikan untuk beberapa alasan. Pemasangan kateter dalam jangka wak tu yang pendek akan meminimalkan infeksi, metode pemsangan kateter sementara ada

lah metode yang paling baik. 1. Kateter sementara Mengurangi ketidaknyamanan pada distensi Vesika Urinaria Pengambilan urine residu setelah pengosongan Vsika Urinaria 2. Kateter tetap jangka pendek Obstruksi saluran kemih (pembesaran kelenjar prostat) Pembedahan untuk memperbaiki organ perkemihan, seperti vesika urinaria, urethra dan organ sekitarnya. Preventif pada obstruksi urethra dari perdarahan Untuk memantau output urine Irigasi Vesika Urinaria 3. Kateter tetap jangka panjang Retensi urine pada penyembuhan penyakit ISK/UTI Skin rash, ulcer dan luka yang iritatif apabila kontak dengan urine Klien dengan penyakit terminal Pemasangan kateter 1. Pemasangan kateter dilakukan atas program dari dokter 2. Prinsip pemasangan kateter menggunakan teknik aseptic/steril 3. Kateter tetap dan sementara menggunakan prinsip yang sama, perbedaannya adalah pada kateter tetap difiksasai dengan balon 4. Setelah pemasangan kateter perawat menjaga system drainage untuk meminim alkan resiko infeksi 5. Urine bag terbuat dari plastic yang dapat menampung 1000-1500 ml urine. Urine bag harus digantung pada tepi tempat tidur atau kursi roda tanpa menyentuh lantai. Jangan pernah menggantungkan urine bag pada posisi lebih tinggi dari ab domen. Jika klien berjalan, klien atau perawat membawa urine bag di bawah lutut klien. 6. Karena urine dapat menjadi media bagi tumbuhnya mikroorganisme, maka pen gosongan urine bag dilakukan setiap 6-8 jam sekali. Perawatan kateter Klien yang terpasang kateter memerlukan perawatan khusus, yang ditujukan terutam a untuk mencegah infeksi dan mempertahankan agar aliran urine tetap lancer (menc egah obstruksi). Sekresi yang banyak dan timbulnya kerak di sekitar kateter merupakan sumber timb ulnya iritasi dan infeksi. Mempertahankan system drainage urine tertutup sangat penting untuk mengontrol infeksi. Kerusakan system pemasangan kateter dapat meni ngkatkan masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Tempat- tempat yang berisiko untuk masuknya mikroorganisme: 1. Site of chateter insertion 2. Drainage bag/ urine bag 3. Spigot 4. Tube injection 5. The junction of the tube and the bag Program perawatan kateter dilakukan 2-3 kali sehari dan setelah defekasi untuk m eminimalkan ketidaknyamanan dan infeksi. Petunjuk perawatan kateter 1. Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah perawatan kateter 2. Jangan biarkan spigot/klep pada system drainage tersentuh area yang terk ontaminasi 3. Jangan biarkan hubungan sisitem drainage terbuka/ terputus 4. Jika selang pada system drainage terputus, jangan sentuh bagian ujung ka teter atau selang. Usapkan antimicrobial solution sebelum selang atau ujung kate ter dihubungkan kembali. 5. Cegah terjadinya refluks urine ke bladder (letakkan kantong urine di baw ah bladder, jika melakukan transfer klien klem selang kateter terlebih dahulu, s ebelum melakukan latihan atau ambulasi lakukan pengosongan urine yang ada di sel ang) 6. Kosongkan kantong urine setiap 8 jam atau jika sudah penuh 7. Ganti kateter sesuai rencana keperawatan / 3-4 hari sekali

8. Lakukan perineal hygiene secara rutin sesuai dengan kebijakan RS dan set elah defekasi