Anda di halaman 1dari 32

BELERANG

Kimia Anorganik 1/2012

Ari Vitri Wulandari Rizky Yuniarti Fransiska Hesti P. KELOMPOK 4 Aris Tri Susanto Moch. Syaifudin Presented by

Lingkup Pembahasan
Sumber
Apa itu belerang

Alotrop

Hidrogen sulfilda

Persenyawaan Senyawa

Sulfida Oksida Belerang Asam Sulfat

Belerang

Garam Oksi-belerang
Halida Belerang

BELERANG
Berada dalam kerak bumi sebagai unsurnya, mineral sulfida dan sulfat, gas H2S dalam gas alam, dan sebagai senyawa belerang organik dalam batubara dan minyak. Dapat ditambang menurut prose Frasch. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa. Dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Memiliki kesamaan sifat dengan oksigen. Merupakan unsur penting untuk kehidupan.
NEXT

Sifat-sifat Belerang
Nama: Sulfur Lambang: S Nomor atom: 16 Deret kimia: non metal Golongan/Periode: VI/3 Blok: p Massa atom: 32.065 g/mol Konfigurasi elektron: [Ne] 3s2 3p4 Jumlah elektron tiap kulit: 2, 8, 6

NEXT

Ciri-ciri fisik
Fase: solid Massa jenis (sekitar suhu kamar) (alpha): 2.07 g/cm Massa jenis (sekitar suhu kamar) (beta): 1.96 g/cm Massa jenis (sekitar suhu kamar) (gamma):1.92 g/cm Titik lebur: 388.36 K (115.21 C, 239.38 F) Titik didih: 717.8 K (444.6 C, 832.3 F)

NEXT

Ciri-ciri atom
Struktur kristal: orthorhombic Bilangan oksidasi: 1, 2, 4, 6 Elektronegativitas: 2.58 (skala Pauling) Energi ionisasi : ke-1: 999.6 kJ/mol ke-2: 2252 kJ/mol ke-3: 3357 kJ/mol Jari-jari atom:100 pm Jari-jari kovalen: 102 pm Jari-jari Van der Waals: 180 pm

Sumber Belerang

Sumber

Kerak Bumi

Gas Alam
Batu Bara dan Minyak Bumi

Alotrop
Alotrop belerang alamiah dilambangkan dengan (S) yaitu Siklooktasulfur . Alotrop belerang dapat mengkristal pada temperatur 95. Apabila temperaturnya dibawah 95 terdapat 2 macam bentuk kristal yaitu monoklin(6 lingkar S)dan rombik(6 lingkar S). Pada temperatur 116 belerang menjadi cair. Pada temperatur 445 belerang mendidih dan menghasilkan belerang uap.

Persenyawaan pada Belerang


Hidrogen Sulfida

Halida Belerang Senyawa


Garam Oksibelerang

Sulfida

Oksida Belerang

Asam Sulfat

Hidrogen Sulfida
Hidrogen sulfida (HS) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. Tak berwarna b. Berbau seperti telur busuk c. Bersifat Racun Dalam laboratorium Gas HS dipreparasikan dari reaksi sulfida dengan asam encer. FeS(s) + 2HCl(aq) FeCl(aq) + HS(g)

Sulfida
Hampir semua sulfida tidak dapat larut dalam air, hanya sulfida golongan 1,2, dan alumunium saja yang dapat larut. Dalam air, sulfida-sulfida tersebut terhidrolisis dan bersifat basa.

Reaksi hidrolisis Sulfida :

1) S2-(aq) + H2O(l) 2) HS-(aq) + H2O(l)

HS-(aq) + OH-(aq)
H2S(s) + OH-(aq)

Manfaat Sulfida.
1) Bahan kosmetik, misalnya Sb2S3 yang berwarna hitam sebagai penghitam bulu mata. 2) Bahan dasar pembuatan baterei berkemampuan tinggi, yaitu natrium-belerang. Dapat diisi ulang (re-charge), namun hanya dapat beroperasi pada suhu tinggi, 3000C.

Manfaat Sulfida.
3) Sebagai pengubah permanen bentuk rambut, dari lurus menjadi keriting atau sebaliknya. Mekanismenya : a) HSCH2CO2- memotong ikatan S S pada rantai asam amino rambut menjadi S H. b) H2O2 mengoksidasi SH menjadi S S .

S S : ikatan asam amino pada rambut lurus S H : ikatan asam amino pada rambut keriting

Oksida Belerang
A. Belerang dioksida (SO2) belerang dioksida mudah larut dalam air, namun hampir semua gas yang larut dalam bentuk molekul SO2. hanya sebagian kecil yang bereaksi dengan air membentuk H2SO3. Pembuatan gas SO2 dapat dilakukan dengan : SO32- (aq) + 2 H3O+ (l) HSO3- (aq) + H3O+ (l) 3H2O (l) + SO2 (g) 2H2O (l) + SO2 (g)

Oksida Belerang
B. Belerang trioksida (SO3) belerang trioksida bersifat asam lewis kuat sehingga mampu membentuk polimer berantai sangat panjang [HO(SO3)nOH, n= 105] dalam fase padat pada P dan T kamar. Belerang trioksida mudah bereaksi dengan air membentuk asam sulfat : SO3(g) + H2O (l) H2SO4(l)

C. Perbedaan SO2 dan SO3


Faktor Pembeda SO2 SO3

Bentuk struktur
Titik didih Sudut ikatan Panjang ikatan S-O Sifat asam lewis

Bengkok atau V
-100c 1190

Segitiga sama sisi


44,80c

1200

1,43
Lemah

1,63
kuat

Asam Sulfat
Sifat Umum
Berupa cairan kental seperti minyak Membeku pada 10,40c Mempunyai sifat hantaran listrik yang signifikan (kuat)
1.Sebagai suatu asam 2.Sebagai pengering terhadap air 3.Sebagai pengoksidasi 4.Sebagai agen sulfonasi 5.Sebagai suatu basa

H2SO4 memiliki lima peran yang berbeda, diantaranya :

1. H2SO4 sebagai Suatu Asam H2SO4 encer adalah suatu asam diprotik membentuk dua anion, ion hidrogen sulfat, HSO4- dan ion sulfat, SO42-. H2SO4(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + HSO4-(l)

2. H2SO4 sebagai Suatu Pengering Terhadap Air H2SO4 pekat mampu melenyapkan komponen air dari struktur formula suatu senyawa. Contoh :

C12H22O11(s) + H2SO4(l)

12C(s) + 11H2O(g) + H2SO4(aq)

3. H2SO4 sebagai Pengoksidasi H2SO4 pekat-panas merupakan oksidator yang baik, namun tak sekuat pada HNO3. Contoh reaksi : Cu(s) Cu2+(aq) + 2e

4. H2SO4 sebagai Agen Sulfonasi H2SO4 pekat mampu menggantikan satu atom H dalam suatu senyawa organik dengan gugus asam sulfonik, -SO3H. Contoh reaksi : H2SO4(l) + CH3C6H5(l) CH3C6H4SO3H(s) + H2O(l)

5. H2SO4 sebagai Suatu Basa

Suatu asam Bronsted-Lowry hanya dapat bertindak sebagai basa apabila ditambahkan pada suatu donor proton yang lebih kuat. Misalnya pada reaksi H2SO4 dengan HSO3F (asam fluorpsulfonik) :
H2SO4(l) + HSO3F(l) H3SO4+(H2SO4) + SO3F-(H2SO4)

Garam Oksi-belerang
A. Sulfat
1. 2. 3. 4. Mengapa sulfat banyak digunakan? Sumber kation logam Dapat membentuk garam dari logam Basa konjugasi dari asam yang moderat kuat Stabil oleh pemanasan; Reaksi Pembuatan Garam Sulfat :

2NaOH(aq) + H2SO4(aq) Zn(s) + H2SO4(aq)

Na2SO4(aq) + 2H2O(l) ZnSO4(aq) + H2(g)

B. Hidrogen Sulfat Nilai ionsasi asam sulfat sangat besar sehingga garam hidrogen sulfat bersifat asam menurut reaksi:

HSO4-(aq) + H2O(l)

H3O-(aq) + SO42-(aq)

Preparasi hidrogen sulfat dengan mereaksikan natrium hidroksida dengan asam sulfat dan kemudian menguapkannya

NaOH(aq) + H2SO4(aq)

NaHSO4(aq) + H2O(l)

C. Sulfit Preparasi natrium sulfit dengan mengalirkan gas belerang dioksida ke dalam larutan natrium hidroksida 2 NaOH(aq) + SO2(g) Na2SO3(aq) + H2O(l) Ion sulfit mengalami oksidasi menjadi ion sulfat SO3-(aq) + 3 H2O(l) SO42-(aq) + 2 H3O-(aq) + 2e

D. Tiosulfat Ion tiosulfat mirip dengan ion sulfat (lihat gambar). Namun salah satu atom oksigen diganti dengan atom belerang (tio-merupakan awalan yang berarti belerang).

Struktur ion tiosulfat, tetrationat, dan peroksodisulfat

Tiosulfat bereaksi dengan asam membentuk endapan kuning belerang dan gas belerang dioksida menurut persamaan reaksi: S2O32-(aq) + 2H3O+(aq) H2S2O3(aq) + 2 H2O(l)

H2S2O3 (aq)

H2O (l) + S(s) + SO2 (g)

E. Peroksodisulfat Walaupun ion sulfat mengandung belerang dengan tingkat oksidasi tertinggi, +6, namun masih dapat dioksidasi lagi secara elektrolitik menjadi pereksodisulfat dengan menggunakan elektrode halus platina, larutan asam dan rapatan arus yang tinggi. Kondisi ini mendukung terjadinya oksidasi tanpa menghasilkan gas hasil oksidasi air menjadi oksigen, persamaan setengah reaksinya:

2HSO4-(aq) + 2H2O(l)

S2O82-(aq) + 2H3O+(aq) + 2e

Asam peroksodisulfat berupa padatan putih, dua garam yang penting sebagai agen oksidator adalah kalium dan amonium peroksodisulfat, dengan ion peroksodisulfat tereduksi menjadi ion sulfat menurut persamaan setengah reaksi:
S2O82-(aq) + 2e 2SO42-(aq) E0= +2,01 V

Halida Belerang
Beberapa senyawa penting Halida Belerang yaitu belerang-fluorin, dan belerang-klorin. A. Belerang-fluorin 1. Belerang heksafluorida (SF6) Berupa gas tak berwarna, tidak berbau, tak reaktif, serta stabil. Bermanfaat sebagai insulator dalam sistem listrik bertegangan tinggi, mendekteksi polusi udara, dan yang lainnya. Pembuatan SF6 berdasarkan persamaan : S(l) + 3F2(g) SF6(g)

2. Belerang Tetrafluorida (SF4) Berupa gas yang sangat reaktif, karena terdapat pasangan elektron mandiri. Dapat terurai oleh udara lembab (air) menjadi belerang dioksida dan hidrogen fluorida.
SF4(g) + 2H2O(l) SO2(g) + 2HF(g)

B. Belerang-klorin Terbentuk hanya pada tingkat oksidasi rendah. Lelehan belerang dialiri dengan gas diklorin menjadi disulfur diklorida, yaitu cairan kuning yang beracun. Persamaan reaksi : 2S(l) + Cl2(g) S2Cl2(l) S2Cl2 banyak digunakan pada proses vulkanisasi karet agar karet lebih kuat.

QUIT