Anda di halaman 1dari 10

TUGAS TUTORIAL MAKALAH HIV/ AIDS

Oleh Yopi Ardhiaswari 112010101050

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

HIV/ AIDS
1. Definisi
HIV merupakan singkatan dari Human Immunodefisiency Virus . Seperti halnya virus biasanya, virus ini menimbulkan gejala flu like syndrome dan demam. Namun terdapat suatu hal yang membuat virus ini berbeda dengan lainnya yaitu, virus ini tidak dapat dibunuh oleh system imun melainkan dia menurunkan kadar imunitas pada tubuh penderitanya. AIDS A - Acquired - AIDS bukanlah sesuatu yang Anda mewarisi dari orang tua. Seseorang mendapatkan AIDS setelah lahir. I - Immuno - sistem kekebalan tubuh a mencakup semua organ dan sel-sel yang bekerja untuk melawan infeksi atau penyakit. D - Defficiency Seseorang mendapatkan AIDS ketika sistem kekebalan tubuh adalah "defisiensi", atau tidak bekerja dengan cara yang seharusnya. S - Sindrom - Sindrom adalah kumpulan gejala dan tanda-tanda penyakit. AIDS adalah sindrom, bukan penyakit tunggal, karena itu adalah penyakit yang kompleks dengan berbagai komplikasi dan gejala.

2. Etiologi
Infeksi virus HIV. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan individu tersebut rentan terhadap infeksi dan kanker. Bakteri , yeast, parasit, dan virus yang biasanya tidak menyebabkan penyakit serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat berubah mematikan bagi pasien AIDS.

3. Faktor Risiko dan Transmisi


Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan orang dengan HIV positif Memiliki penyakit menular seksual lain seperti syphilis, herpes, chlamydia, gonorrhea atau bacterial vaginosis. Bergantian dalam memakai jarum suntik Mendapatkan transfusi darah yang terinfeksi virus HIV Memiliki sedikit salinan gen CCL3L1 yang membantu melawan infeksi HIV Ibu yang memiliki HIV

4. Patofisiologi
Penyakit AIDS disebabkan oleh Virus HIV. Masa inkubasi AIDS diperkirakan antara 10 minggu sampai 10 tahun. Diperkirakan sekitar 50% orang yang terinfeksi HIV akan menunjukan gejala AIDS dalam 5 tahun pertama, dan mencapai 70% dalam sepuluh tahun akan mendapat AIDS. Berbeda dengan virus lain yang menyerang sel target dalam waktu singkat, virus HIV menyerang sel target dalam jangka waktu lama. Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang disebut limfosit. Materi genetik virus dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinfeksi. Di dalam sel, virus berkembangbiak dan pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan partikel virus yang baru. Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya.

Virus menempel pada limfosit yang memiliki suatu reseptor protein yang disebut CD4, yang terdapat di selaput bagian luar. CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. Sel-sel yang memiliki reseptor CD4 biasanya disebut sel CD4+ atau limfosit T helper. Limfosit T helper berfungsi mengaktifkan dan mengatur sel-sel

lainnya pada sistem imunitas (misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T sitotoksik), semuanya merupakan agent penghancur antigen yang masuk dalam tubuh. Infeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T helper, sehingga terjadi kelemahan imunitas dalam melindungi tubuh terhadap infeksi dan kanker.

Seseorang yang terinfeksi oleh HIV akan kehilangan limfosit T helper melalui 3 tahap selama beberapa bulan atau tahun. Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL darah. Pada bulan pertama setelah terinfeksi HIV, jumlahnya menurun sebanyak 40-50%. Pada bulan ini penderita dapat menularkan HIV kepada orang lain karena banyaknya partikel virus yang terdapat di dalam darah. Meskipun tubuh berusaha melawan virus, tetapi tubuh tidak mampu meredakan infeksi. Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus di dalam darah mencapai kadar yang stabil, yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel CD4+ dan penularan penyakit kepada orang lain terus berlanjut. Kadar partikel virus yang tinggi dan kadar limfosit CD4+ yang rendah membantu dokter dalam menentukan orang-orang yang beresiko tinggi menderita AIDS. 1-2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya menurun drastis. Jika kadar limfosit CD4+ tersebut menurun hingga 200 sel/ml maka penderita akan mudah terserang infeksi.

Infeksi HIV juga menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B (limfosit yang menghasilkan antibodi) dan seringkali menyebabkan produksi antibodi yang berlebihan. Antibodi ini terutama ditujukan untuk melawan HIV dan infeksi yang dialami penderita, tetapi antibodi ini tidak banyak membantu dalam melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS. Pada saat yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan berkurangnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali organisme dan sasaran baru yang harus diserang.

Setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh dibutuhkan waktu selama 3-6 bulan sebelum titer antibodi terhadap HIV positif. Fase ini disebut periode jendela (window period). Setelah itu penyakit seakan berhenti berkembang selama lebih

kurang 1-20 bulan, namun apabila diperiksa titer antibodinya terhadap HIV tetap positif (fase ini disebut fase laten). Beberapa tahun kemudian baru timbul gambaran klinik AIDS yang lengkap (merupakan sindrom/kumpulan gejala). Perjalanan penyakit infeksi HIVsampai menjadi AIDS membutuhkan waktu sedikitnya 26 bulan, bahkan ada yang lebih dari 10 tahun setelah diketahui HIV positif.

5. Manifestasi Klinis
Early stage 2- 4 minggu setelah infeksii HIV o Demam o Nyeri tenggorokan o Pembesaran KGB o Pusing o Nyeri otot dan sendi o Rash o Sakit Kepala

Clinical Latency Stage Periode dimana virus yang berada dalam tubuh penderita tidak menimbulkan gejala, sering disebut Asymptomatic HIV Infection.

Progression to AIDS o Penurunan berat badan secara progresif o Keringat malam o Demam o Mudah lelah o Pembengkakan KGB dibeberapa tempat o Diare > 1 minggu o Luka pada mulut, anus dan organ genitalia o Pneumonia o Rash

o Neurologi Disorder

6. Pemeriksaan
CD4 cell count Sel CD4+ merupakan sasaran dari virus HIV. Pada orang sehat jumlahnya bervariasi mulai dari 500-1000 sel/ml namun pada orang HIV positif hasil pemeriksaan akan menunjukkan penurunan jumlah sel CD4+ hingga dibawah 200 sel/ml. HIV Viral Load Menghitung jumah virus HIV dalam tubuh. Orang dengan jumlah virus lebih tinggi prognosisnya akan lebih buruk daripada orang dengan jumlah virus lebih rendah. Drug Resistance Untuk menentukan jenis virus HIV tersebut, apakah resisten obat atau tidak.

7. Tata Laksana
Penatalaksanaan HIV -AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis, Psikologis dan Aspek Sosial. 1. Aspek Medis meliputi : a. Pengobatan Suportif. Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi hal hal yang berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebabkan perburukan keadaan penderita dengan cepat. Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makan. Bila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat Anabolik Steroid. Proses Penyedian makanan sangat perlu diperhatikan agar pada saat proses tidak terjadi penularan yang fatal tanpa kita sadari. Seperti misalnya pemakaian alat-alat memasak, pisau untuk memotong daging tidak boleh digunakan untuk mengupas buah, hal ini di maksudkan untuk mencegah

terjadinya penularan Toksoplasma, begitu juga sebaliknya untuk mencegah penularan jamur. b. Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik. Meliputi penyakit infeksi Oportunistik yang sering terdapat pada penderita infeksi HIV dan AIDS. Tuberkulosis Sejak epidemi AIDS maka kasus TBC meningkat kembali. Dosis INH 300 mg setiap hari dengan vit B6 50 mg paling tidak untuk masa satu tahun. Toksoplasmosis Sangat perlu diperhatikan makanan yang kurang masak terutama daging yang kurang matang. Obat : TMP-SMX 1 dosis/hari. CMV Virus ini dapat menyebabkan Retinitis dan dapat menimbulkan kebutaam. Ensefalitis, Pnemonitis pada paru, infeksi saluran cernak yang dapat menyebabkan luka pada usus. Obat : Gansiklovir kapsul 1 gram tiga kali sehari. Jamur Jamur yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah jamur Kandida. Obat : Nistatin 500.000 u per hari Flukonazol 100 mg per hari.

c. Pengobatan Antiretroviral (ARV) 1. Jangan gunakan obat tunggal atau 2 obat 2. Selalu gunakan minimal kombinasi 3 ARV disebut HAART (Highly Active Anti Retroviral therapy) 3. Kombinasi ARV lini pertama pasien nave (belum pernah pakai ARV sebelumnya) yang dianjurkan : 2NRTI + 1 NNRTI. 4. Di Indonesia : a. Lini pertama : AZT + 3TC + EFV atau NVP

b. Alternatif

: d4T + 3TC + EFV atau NVP AZT atau d4T +

3TC + 1PI (LPV/r) 5. Terapi seumur hidup, mutlak perlu kepatuhan karena resiko cepat terjadi resisten bila sering lupa minum obat.

2. Aspek Psikologis, meliputi : a. Perawatan personal dan dihargai b. Mempunyai seseorang untuk diajak bicara tentang masalah-masalahnya c. Jawaban-jawaban yang jujur dari lingkungannya d. Tindak lanjut medis e. Mengurangi penghalang untuk pengobatan f. Pendidikan/penyuluhan tentang kondisi mereka 3. Aspek Sosial. Seorang penderita HIV AIDS setidaknya membutuhkan bentuk dukungan dari lingkungan sosialnya. Dimensi dukungan sosial meliputi 3 hal: a. Emotional support, miliputi; perasaan nyaman, dihargai, dicintai, dan diperhatikan b. Cognitive support, meliputi informasi, pengetahuan dan nasehat c. Materials support, meliputi bantuan / pelayanan berupa sesuatu barang dalam mengatasi suatu masalah. Dukungan sosial terutama dalam konteks hubungan yang akrab atau kualitas hubungan perkawinan dan keluarga barangkali merupakan sumber dukungan sosial yang paling penting. Membedakan empat jenis dimensi dukungan social : a. Dukungan Emosional Mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap pasien dengan HIV AIDS yang bersangkutan b. Dukungan Penghargaan

Terjadi lewat ungkapan hormat / penghargaan positif untuk orang lain itu, dorongan maju atau persetujuan dengan gagasan atau perasaan individu dan perbandingan positif orang itu dengan orang lain c. Dukungan Instrumental Mencakup bantuan langsung misalnya orang memberi pinjaman uang, kepada penderita HIV AIDS yang membutuhkan untuk pengobatannya d. Dukungan Informatif Mencakup pemberian nasehat, petunjuk, sarana.

DAFTAR PUSTAKA Sudoyo W, Setiyohadi, Idrus, dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi V. Interna Publishing. Jakarta April Cashin-Garbutt. What is HIV/AIDS?. Diperoleh 23 Februari 2014, dari http://www.news-medical.net/health/What-is-HIVAIDS.aspx Aids Gov. 19 Desember 2013. HIV/ AIDS 101. Diperoleh 23 Februari 2014 dari http://aids.gov/hiv-aids-basics/hiv-aids-101/signs-and-symptoms/index.html MayoCLinic. 11 Agustus 2012. Disease and Conditions HIV/ AIDS. Diperoleh 23 Februari 2014 dari http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-

aids/basics/tests-diagnosis/con-20013732 WebMd. HIV & AIDS Health Center. Diperoleh 23 Februari 2014. http://www.webmd.com/hiv-aids/guide/hiv-treatment-care