Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

Data Pasien
Nama Umur Alamat

Agama
Pendidikan Pekerjaan

: Ny. S : 28 tahun : Pacitan : Islam : SMP : IRT

Data Suami
Nama Umur

Alamat
Agama Pendidikan

Pekerjaan

: Tn. Y : 30 tahun : Pacitan : Islam : SMA : Swasta

Status perkawinan

Jumlah perkawinan
Umur Pertama Kawin No. RM

Tanggal masuk RS
Ruangan

: Kawin : 1 kali : 21 tahun (2007) : 252xxx : 12 Februari 2013 : VK

KELUHAN UTAMA

Hamil 8 bulan dengan kenceng

kenceng di perut bawah

RIWAYAT
A. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dengan surat rujukan dari bidan dengan letak lintang. Pasien mengaku hamil 8 bulan, dan merasakan kenceng kenceng di perut, belum ada darah dan cairan yang keluar lewat jalan lahir. Sejak usia kandungan 6 bulan pasien sudah merasakan gerakan janin. Riwayat pemeriksaan USG (-) HPHT: 12 Juni 2013 HPL : 19 Maret 2014 UK : 35 Minggu (preterm)

B. Riwayat Obstetri GIVP0A3 : 1. Hamil I : abortus usia kehamilan 2 bulan (2008) 2. Hamil II : abortus usia kehamilan 3 bulan (2009) 3. Hamil III : abortus usia kehamilan 5 bulan (2011) 4.Hamil ini C. Riwayat KB : Pasien tidak memakai KB Riwayat ANC : dokter spesialis obstetri dan ginekologi pada bulan bulan awal kehamilan dan selanjutnya tiap bulan di bidan

D.Riwayat Haid Menarche Siklus Lamanya haid

: 14 tahun : 28 hari : 5 hari

E. Riwayat Penyakit Dahulu Jantung : disangkal Hipertensi : disangkal Diabetes melitus : disangkal Asma : disangkal Alergi : disangkal F. Riwayat Penyakit Keluarga Jantung : disangkal Hipertensi : disangkal Diabetes melitus : disangkal Asma : disangkal Alergi : disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis (12 Februari 2014) Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Vital Sign : Tek. darah : 110/80 mmHg Nadi : 86 kali/menit Suhu (aks) : 36,7 oC Respirasi : 20x/menit Kepala : konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-) Leher : dalam batas normal Thorax : Pulmo : dalam batas normal Cor : dalam batas normal Mammae : tidak ada kelainan Abdomen : pemeriksaan obstetri Ekstremitas : edema (-) , akral hangat (+)

Status Obstetrik Pemeriksaan luar Inspeksi : dinding perut lebih tinggi dari dinding dada striae (-), hipervenectasi (-), sikatriks (-). Palpasi : TFU 28 cm, 2 Jari atas umbilicus. Teraba janin intra uterine melintang, Leopold 1 : teraba bagian kecil janin, Leopold II: teraba bagian keras, bulat di kiri, Leopold III : teraba tahanan memanjang , Leopold IV : bagian terbawah belum masuk PAP. His (+) Auskultasi: peristaltik (+), DJJ: 144 x/menit reguler.

Pemeriksaan Dalam

: v/u taa , Fluksus (-) , Dinding vagina : tidak ada kelainan, Portio : Dilatasi 2 cm, effacement : 25 %, konsistensi : keras, kulit ketuban (+) teraba bahu, hodge (-)

KESIMPULAN GIVP0A3, usia kehamilan 35 minggu, pembukaan 2cm effecement 25 % ketuban (+) dengan letak lintang dan riwayat obstetri jelek, ASSESMENT LETAK LINTANG MULTIGRAVIDA NULIPARA HAMIL PRETERM DALAM PERSALINAN KALA 1 FASE LATEN

Rencana Diagnostik

USG Kandungan
Rencana Terapi

1.Pro SC 2.Stabilisasi hemodinamik selama 6 jam (Infus NaCl 20 tm, Pasang Cateter) 3.Pro lab untuk tindakan operatif

Rencana Edukasi Informed Consent tentang kondisi pasien.

Penatalaksanaan yang telah dilakukan


Pada tanggal 12 Februari 2014 pukul 19.00 telah

dilakukan SCTP, bayi lahir perabdominal perempuan, 2500 gram, 46 cm


Didapatkan kelainan anatomi uterus berupa uterus

bicornu.
Dx: P010A3H1 post SCTP dan insersi IUD atas indikasi

letak lintang & uterus bicornu.

1. Letak lintang
suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada salah 1 fosa iliaka & bokong pd fosa iliaka yg lain (Prawirohardjo, 2010).

Pada letak lintang, bisasanya bahu berada di atas pintu atas panggul.

2. Jenis Letak Lintang


LLi I Apabila posisi kepala janin berada pada sebelah kiri. LLi II Apabila posisi kepala janin berada pada sebelah kanan.

Menurut letak punggung


Dorso anterior Dorso inferior Dorso posterior

Dorso superior

3. Etiologi
relaksasi berlebihan dinding abdomen
bayi prematur, bayi dengan hidrosefalus

Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul
tumor di daerah panggul

Kelainan bentuk rahim

4. Patofisiologi
Relaksasi dinding abdomen pada perut yang

menggantung menyebabkan uterus beralih ke depan, sehingga menimbulkan defleksi sumbu memanjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir, yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang

5. Diagnosis
Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya.

PEMERIKSAAN LUAR

Pada palpasi fundus uteri kosong, kepala janin berada di samping, dan di atas simfisis kosong, kecuali bila bahu sudah turun ke dalam panggul.

Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilicus

PEMERIKSAAN DALAM
Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul, pada

pemeriksaan dalam dapat diraba tulang-tulang iga. Bila ketiak dapat diraba, arah menutupnya menunjukkan letak di mana kepala janin berada. Kalau ketiak menutup ke kiri, kepala berada di sebelah kiri, sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan, kepala berada di sebelah kanan. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya scapula dan ruas tulang belakang, sedangkan dada dengan terabanya klavikula. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung.

6. Mekanisme Persalinan
Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan, tidak dapat terjadi persalinan spontan

6. Komplikasi
Komplikasi dari letak lintang adalah cedera tali pusat,

timbul sepsis setelah ketuban pecah dan lengan menumbung melalui vagina, kematian janin, ruptura uteri.

7. Prognosis

Letak lintang merupakan letak yang tidak mungkin lahir spontan dan berbahaya bagi ibu dan bayi

KELAINAN KONGENITAL PADA SISTEM REPRODUKSI PADA UTERUS

Uterus mempunyai peranan vital dalam proses

reproduksi. Kelainan uterus, baik yang bawaan maupun yang diperoleh, dapat mengganggu lancarnya kehamilan dan persalinan.

Secara embriologis uterus, serviks, dan vagina

dibentuk dari kedua duktus Muller yg mengalami proses penyatuan (fusi). Kelainan bawaan dapat terjadi akibat gangguan dalam penyatuan, dalam berkembangnya kedua saluran Muller, dan dalam kanalisasi. Ada sebagian wanita yang memiliki rahim abnormal sehingga mengalami gangguan kesehatan reproduksi. Angka kejadian rahim tidak normal sangat jarang, hanya sekitar 0,1 % dari populasi

Diskusi
Pasien multigravida GIVP00030 usia kehamilan preterm

(UK 35 minggu) rujukan bidan dengan letak lintang datang dengan keluhan kenceng kenceng di perut. Pasien mempunyai riwayat keguguran 3 x. Dari pemeriksaan palpasi didapatkan teraba janin tunggal, melintang, bagian terkecil janin teraba di fundus, kepala teraba di bagian kiri, punggung teraba di bawah namun belum masuk panggul. DJJ 144 x/mnt di sekitar umbilikus, his (-), TFU 28 cm. Pemeriksaan dalam didapatkan vulva urethra tenang, dinding vagina licin, serviks keras, mendatar, pembukaan 2 cm, portio effacement 25 %, hodge (-)

Dari hasil pemeriksaan fisik dapat disimpulkan

diagnosis kerja letak lintang, multigravida, hamil preterm dengan riwayat obstetrik jelek (ROJ) dalam persalinan. Pada kasus ini kehamilan diakhiri dengan seksio sesarea trans peritoneal . Hal ini dilakukan karena pasien sudah dalam persalinan sedangkan janin tidak mungkin dilahirkan pervaginam. Setelah dilakukan SCTP ternyata didapatkan diagnosis P01031 dengan letak lintang dan uterus bicornu sehingga IUD yang dipasang 2 buah

Uterus bicornu adalah kelainan bentuk rahim seperti

bentuk hati mempunyai dinding dibagian dalamnya dan terbagi 2 dibagian luarnya. Kelainan rahim ini dapat mempengaruhi kemampuan reproduksi wanita. Uterus bicornu ini mempengaruhi implantasi blastokista pada endometrium sehingga mudah terjadi abortus berulang. Sedangkan bentuk uterus ini sendiri mengakibatkan timbulnya letak lintang pada kehamilan ini.

BAB IV Kesimpulan
Letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.

Letak lintang merupakan salah satu malpresentasi janin yang dapat menyebabkan kelambatan atau kesulitan dalam persalinan

Letak lintang merupakan keadaan yang berbahaya karena besarnya kemungkinan risiko kegawatdaruratan pada proses persalinan baik pada ibu maupun janin

Oleh karena itu, jika seorang ibu mengalami kehamilan dengan letak lintang harus segera mendapat penanganan dari dokter spesialis kebidanan.

Uterus bicornu adalah kelainan bentuk rahim seperti bentuk hati mempunyai dinding dibagian dalamnya dan terbagi 2 dibagian luarnya. Kelainan rahim ini dapat mempengaruhi kemampuan reproduksi wanita.

DAFTAR PUSTAKA
Cunningham, F. Gary et al., 2002. Obstetri Williams Edisi 21.

Jakarta : EGC Mochtar, Rustam. 2006. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC Prawirohardjo, Sarwono. 2010. ILMU KEBIDANAN. Edisi keempat cetakan ketiga. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Sastrawinata, R.S., 2010. Obstetri Patologi. Bandung : Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Wiknjosastro, Hanifa. 2002. Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Williams., 2002. Obstetri Wiliams. Edisi 23 Volume 2. Jakarta: EGC pp 1165-1187