Anda di halaman 1dari 19

Original Article :

Association between parity and breastfeeding with maternal high blood pressure
By :

Samantha J. Lupton, BMedRes; Christine L. Chiu, PhD; Sanja Lujic, MBiostat; Annemarie Hennessy, MBBS, PhD; Joanne M. Lind, PhD University of Western Sydney, School of Medicine, Campbelltown, NSW, Australia
Publised at : Am J Obstet Gynecol 2013;208:454.e1-7. Downloaded at : 12 February 2014

Tujuan
Mengetahui hubungan paritas dan menyusui dengan

tinggi tekanan darah pada ibu, dan bagaimana usia mempengaruhinya.

Kehamilan dan menyusui

perubahan profil

hormonal pada wanita .


Penelitian lain baru-baru ini menunjukkan menyusui

bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular ibu.


Hipertensi

penyakit kardiovaskular yang paling umum, prediktor kuat padapenyakit jantung termasuk aterosklerosis ,infark miokard , dan stroke.

Umur adalah prediktor yang kuat untuk hipertensi

Desain Penelitian
74.785 sampel diperoleh dari 45 and Up Study, Australia.

Para wanita ini beusia 45 tahun keatas, dengan uterus normal, dan tidak didiagnosa dengan hipertensi sebelum kehamilan. Perekrutan studi dimulai pada tahun 2006 dan selesai pada tahun 2009, data didapatkan menggunakan kuesioner.

Hasil

Wanita yang melahirkan dan menyusui berhubungan

dengan penurunan kemungkinan terjadinya darah tinggi dibandingkan dengan wanita nullipara, dan tidak ada peberbedaan signigfikan antara ibu yang tidak menyusui dngan wanita nullipara.

Wanita yang menyusui selama lebih dari 6 bulan selama

masa hidupnya, atau lebih dari 3 bulan per anak rata rata, memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terjadi darah tinggi dibandingkan dengan wanita melahirkan yang tidak menyusui. Kemungkinannya semakin kecil seiring lamanya durasi meyusui, dan tidak lagi signifikan pada wanita diatas 64 tahun.

Komentar
Penelitian ini menunjukkan :
a. Adanya hubungan antara wanita yang melahirkan dan

menyusui dengan kecenderungan rendah terjadinya kenaikan tekanan darah di kemudian hari. b. Tidak adanya perbedaan yang bermakna antara wanita yang melahirkan namun tidak menyusui dengan wanita yang sama sekali tidak melahirkan dalam hal kecenderungan terjadinya kenaikan darah di kemudian hari. c. Tidak adanya perbedaan antara jumlah anak terhadap kecenderungan terjadinya kenaikan tekanan darah pada wanita multipara.

d. Durasi menyusui setidaknya selama 6 bulan dalam

seumur hidup, atau setidaknya 3 bulan per kelahiran terbukti secara signifikan berhubungan dengan penurunan kecenderungan terjadinya kenaikan tekanan darah di kemudian hari.

Menyusui kemungkinan mengubah kecenderungan

terjadinya kenaikan tekanan darah melalui pengubahan struktur pembuluh dara atau di profil lipid dan hormonal ibu. Perubahan ini mungkin menginduksi perubahan di sistem kariovaskuler ibu karena pejanan oxytocin yang berulang tiap kali menyusui.
Pajanan oksitosisn memiliki efek pada hormon adrenocorticotropin dan sekresi kortisol, mengurangi stimulasi sistem nervus simpatis dan mengurangi tekanan darah.

WHO merekomendasikan untuk menyusui selama minimal 6 bulan per anak. Dari hasil penelitian ini, kami merekomendasikan para ibu untuk menyusui selama mungkin sebelum usia 64 tahun untuk mengurangi resiko terjadinya kenaikan tekanan darah di kemudian hari.

Kesimpulan : Para wanita dianjurkan untuk menyusui

selama mungkin dan riwayat menyusui sebaiknya juga dipertimbangkan dalam menilai kemungkinan terjadinya kenaikan tekanan darah di kemudian hari.