Anda di halaman 1dari 101

EPIDEMIOLOGI

H. Sukemi M. Zen, SKM.,M.Kes.

Epidemiologi berasal dari kata Yunani ;

Epi, berarti Pada. Demos, berarti penduduk, populasi, manusia, orang. Logos, berarti ilmu yang mempelajari.

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang terjadi pada masyarakat.

Batasan dan Pengertian Epidemiologi menurut ;

Mac Mahon, B & Pugh, T. P, thn 1970


Epidemiologi, adalah ilmu yang mempelajari distribusi penyakit dan diterminan yang mempengaruhi frekuensi penyakit pada kelompok manusia.

Lowe C. R. & Koestrzewski. J., thn 1973


Epidemiologi, adalah studi tentang faktor yang menentukan frekuensi dan distribusi penyakit pada populasi manusia.

Batasan dan Pengertian Epidemiologi menurut ;

Mausnern J. S. & Bahn, thn 1974


Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan diterminan penyakit dan ruda paksa pada populasi manusia.

Lilienfeld A. M. & D. E. Lienfeld, thn 1980.


Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi penyakit atau keadaan fisiologi pada penduduk dan diterminan yang mempengaruhi distribusi tersebut.

Batasan dan Pengertian Epidemiologi menurut ;

Barker, D. J. P., thn 1982


Epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan diterminan penyakit pada populasi manusia.

Azrul Azwar
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.

Dari Batasan dan Pengertian yang didefenisikan beberapa ilmuwan tersebut dapat disimpulkan bahwa

Epidemiologi adalah ;
Ilmu yang mempelajari tentang distribusi, frekuensi penyakit dan diterminannya pada kelompok manusia (masyarakat).

Pengertian Epidemiologi
Pengertian Epidemiologi dapat ditinjau berbagai aspek sesuai tujuan, yaitu ;
1. 2. 3. 4. Aspek Aspek Aspek Aspek Akademik Praktis Klinis Administratif.

1. Aspek Akademik ;
Epidemiologi berarti ;
Analisis data kesehatan, sosial ekonomi, dan kecenderungan yang terjadi untuk mengadakan identifikasi dan interpretasi perubahan-perubahan keadaan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi di masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu.

2. Aspek Praktis
Epidemiologi merupakan ;
Ilmu yang ditujukan pada upaya pencegahan penyebaran penyakit yang menimpa individu, kelompok, atau masyarakat umum. Dalam hal ini, penyebab penyakit tidak harus diketahui secara pasti, tetapi diutamakan pada cara penularan, infeksivitas, menghindarkan agent yang diduga sebagai penyebab, toksin atau lingkungan, dan membentuk kekebalan untuk menjamin kesehatan masyarakat.

3. Aspek Klinis
Epidemiologi merupakan ;
Suatu usaha untuk mendeteksi secara dini perubahan insidensi atau prevalensi melalui penemuan klinis atau laboratoris pada awal kejadian luar biasa atau timbulnya penyakit baru.

4. Aspek Administratif
Epidemiologi merupakan ;
Suatu usaha untuk mengetahui status kesehatan masyarakat disuatu wilayah atau negara agar dapat diberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Usaha ini membutuhkan data tentang pengalaman petugas kesehatan setempat, data populasi, dan data tentang pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat.

Tujuan Mempelajari Epidemiologi

Mengidentifikasi penyebab dari suatu penyakit dan faktor resikonya Pengaruh penyakit tersebut di masyarakat Beban/besarnya penyakit bagi masyarakat Mempelajari riwayat alamiah penyakit Prognosa dari suatu penyakit Evaluasi pencegahan, pengobatan dan cara pelayanan kesehatan Pengembangan kebijakan publik dan keputusan dalam membuat peraturan

Tiga komponen penting dalam Epidemiologi ;


1. Frekuensi masalah kesehatan.
Menunjukkan banyaknya kelompok masyarakat yang terserang penyakit, untuk mengetahuinya harus dilakukan langkah-langkah sebagai berikut ; a. Menemukan masalah kesehatan melalui cara ; - Penderita yang datang berobat, terutama penderita penyakit menular yang berbahaya. - Laporan masyarakat yang datang ke Puskesmas. - Kunjungan rumah dalam rangka perawatan keluarga. b. Penelitian/survei kesehatan. c. Studi kasus.

Tiga komponen penting dalam Epidemiologi ;


2. Penyebaran masalah kesehatan.
Tiga variabel penyebaran masalah kesehatan yaitu ; - Orang ( variable person/man ) - Tempat ( variable place ) - Waktu ( variable time ) Untuk mempelajari penyebaran penyakit, berarti kita harus menjawab variabel diatas sebagai pertanyaan ; - Siapa yang terserang, - Dimanakah serangan terjadi - Bilamana/kapan serangan terjadi

Tiga komponen penting dalam Epidemiologi ;


3. Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.
Ditujukan pada faktor penyebab masalah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebaran atau yang menerangkan penyebab dari masalah kesehatan itu sendiri. Langka-langkah untuk mengetahui faktor ini adalah ; - Mempelajari hubungan timbulnya penyakit pada masing-masing penduduk thd faktor resiko yang ada - Menyusun hipotesa - Menguji hipotesa untuk membuktikannya. - Menarik kesimpulan.

Ruang lingkup Epidemiologi


Ruang lingkup Epidemiologi dapat dibedakan ; 1. Masalah kesehatan sebagai Subjek dan Objek
Epidemiologi tidak hanya mempelajari masalahmasalah penyakit saja, tetapi mempelajari masalah kesehatan sangat luas yang ditemukan dimasyarakat. Diantaranya Keluarga Berencana, Kesehatan lingkungan, Pengadaan tenaga SDM, Sarana Kesehatan, dll.)

Ruang lingkup Epidemiologi


2. Masalah kesehatan pada sekelompok manusia,
Epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan, akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian pada sekelompok manusia yang menyangkut masalahmasalah Penyakit, Keluarga Berencana, atau Kesehatan lingkungan. Setelah dianalisa dan diketahui penyebabnya, kemudian dilakukan upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya.

Ruang lingkup Epidemiologi


3. Pemanfaatan data tentang Frekuensi dan Penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan Penyebab timbulnya masalah kesehatan.
Epidemiologi akan mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebabnya, dengan cara menganalisa data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat yang dilakukan melalui uji statistik.

Macam-macam Epidemiologi ;
Epidemiologi dibagi menjadi 2 macam ; 1. Epidemiologi Diskriptif,
Mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan tanpa memandang perlu mencari jawaban terhadap faktor-faktor penyebab timbulnya masalah kesehatan tersebut. Epidemiologi Diskriptif akan menjawab pertanyaan ; - Siapa (Who), kelompok masyarakat terserang - Dimana (Where), serangan terjadi - Kapan (When), waktu serangan itu

Macam-macam Epidemiologi ;
2. Epidemiologi Analitik,
Menekankan pada pencarian jawaban terhadap terjadinya frekuensi, penyebaran serta munculnya suatu masalah kesehatan. Epidemiologi Analitik diupayakan untuk mencari jawaban mengapa(Why), kemudian dianalisa hubungannya dengan akibat yang ditimbulkan. Harus dirumuskan hipotesa yang berkaitan dengan masalah yang timbul, kemudian hipotesa diuji melalui penelitian, selanjutnya ditarik kesimpulan tentang sebab akibat timbulnya suatu penyakit.

Proses terjadinya penyakit


Proses terjadinya penyakit, dikenal ada 3 proses yaitu; 1. Model Segitiga Epidemiologi, 2. Model Jaring-jaring sebab akibat, 3. Model Roda.

Proses terjadinya penyakit ;


1. Model Segitiga Epidemiologi, Proses terjadinya penyakit disini karena adanya interaksi dari ; - Agent (Penyebab Penyakit), - Host (Pejamu), - Environtment (Lingkungan). Ketiga interaksi tersebut dikenal dengan SEGITIGA EPIDEMIOLOGI ( The epidemiologic triangle )

Proses terjadinya penyakit


1. Segitiga Epidemiologi
Host (Pejamu)

Agent (Penyebab Penyakit)

Environtment (Lingkungan)

Proses terjadinya penyakit


Faktor Agent (Penyebab Penyakit), meliputi ; Biologis : virus, bacterium, parasit, jamur, rihketsia. Kimia : makanan tercemar pestisida , food additive, obat-obatan, limbah industri, zat metabolit pada diabetic asidosis, uremia.

Nutrisi : Cholesterol berlebihan , defisiensi vitamin , protein Fisik : Panas , sinar , radiasi , suara , getaran obyek yg bergerak, mekanik ( patah tulang , dll ).

Faktor Host (Pejamu) meliputi : Genetik. Umur, sex ,ethnis , status perkawinan. Status fisiologis : kelemahan, kehamilan, pubertas, stress, status gizi. Pengalaman imunologi sebelumnya : alergi, infeksi terdahulu, imunisasi. Prilaku manusia : hygiene perorangan, diet, kontak antar personal, dll.

Faktor Lingkungan meliputi ; Lingk Fisik : iklim, kondisi udara, kondisi perumahan, geologi Lingk Biologi : kepadatan penduduk, hewan atau tumbuhan ( sbg agent, reservoir vector) Lingk Sosek : Terpapar pada agent kimia, berjejal didaerah urban, ketegangan dan tekanan perang, banjir dan kemiskinan.

Proses terjadinya penyakit ;


2. Jaring-Jaring sebab akibat
Terjadi penyakit tidak tergantung dari suatu sebab yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat.

Dengan demikian tibulnya suatu penyakit dapat dicegah dengan memotong mata rantai dari berbagai faktor penyebab.

Proses terjadi penyakit


2. Jaring-jaring sebab akibat
Faktor 8
Fakyor 3 Faktor 9 Faktor 4 Faktor 1

Faktor 10
Faktor 5 Faktor 11 Faktor 6 Faktor 2

Penyakit X

Faktor 12
Faktor 7

Proses terjadinya penyakit ;


3. Model Roda
Pada Model Roda ini yang dipentingkan adalah hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Besar peranan masing-masing lingkungan sangat tergantung dengan penyakit yang bersangkutan, Contohnya ; - Lingkungan Sosial ; Stres mental - Lingkungan Biologis ; Penyakit yang ditularkan melalui vektor. - Lingkungan Genetik ; Penyakit keturunan.

Proses terjadinya penyakit


3. Model Roda
Lingkungan Sosial

Lingkungan Fisik

Genetik

Lingkungan Biologis

Proses terjadinya penyakit


Dari ketiga model diatas akan dijelaskan model pertama yaitu Model Segitiga Epidemiologi. Dimana hubungan ketiga faktor yang dapat menyebabkan penyakit sangat komplek, karena ketiga faktor ini saling mempengaruhi, dan saling berlomba untuk menarik keuntungan dari lingkungan.

Proses terjadinya penyakit ;


1. Manusia dalam keadaan sehat
PENJAMU AGENT

LINGKUNGAN

2. Manusia menderita penyakit karena daya tahan tubuh berkurang


PENJAMU BIBIT PENYAKIT LINGKUNGAN

Proses terjadinya penyakit ;


3. Manusia menderita penyakit karena kemampuan bibit penyakit meningkat
BIBIT PENYAKIT PENJAMU LINGKUNGAN

4. Manusia menderita penyakit karena perubahan lingkungan


BIBIT PENYAKIT PENJAMU LINGKUNGAN

Faktor-faktor penyebab penyakit menurut Segitiga Epidemiologi ;


1. Penjamu (Host),
Faktor yang terdapat dalam diri yang dapat mempengaruhi dan timbulnya suatu penyakit antara lain ; - Daya tahan tubuh manusia terhadap penyakit - Genetik - Jenis kelamin - Adat kebiasaan - Ras - Pekerjaan

Faktor-faktor penyebab penyakit menurut Segitiga Epidemiologi ;


2. Agent,
Suatu golongan atau substansi tertentu yang keberadaannya atau ketidak beradaannya dapat menimbulkan atau mempengaruhi perjalanan penyakit, - Biologik - Gizi - Fisik - Kimia - Mekanik

Faktor-faktor penyebab penyakit menurut Segitiga Epidemiologi ;


3. Lingkungan
Segala sesuatu yang berada disekitar manusia yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangannya, yang dapat dibedakan ; - Lingkungan Fisik (Cuaca, Musim, Geografis, Geologi) - Lingkungan Non fisik (Sosial budaya dan ekonomi) - Lingkungan Biologis ( Segala bentuk kehidupan disekitar manusia yang dapat menimbulkan penyakit)

Reservoir
- Peranan lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit adalah Reservoir Bibit Penyakit. - Tempat hidup yang dipandang paling sesuai bagi bibit penyakit untuk berkembang biak. - Reservoir bibit penyakit yang menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit al ; a. Human Reservoir b. Animal Reservoir c. Antropode Reservoir

Reservoir
a. Human Reservoir
Bibit penyakit yang hidup dalam tubuh manusia. Timbulnya penyakit sangat tergantung dengan bibit penyakit tersebut dan daya tahan tubuh manusia.

b. Animal Reservoir
Bibit penyakit yang hidup dalam tubuh binatang, dan karena sesuatu dapat menyerang manusia

c. Antropode Reservoir
Bibit penyakit yang hidup dalam tubuh binatang kelompok antropode, dan karena sesuatu dapat menyerang manusia.

Perjalanan Penyakit
Perjalanan penyakit digolongkan menjadi 5 tahap;
1. 2. 3. 4. 5. Tahap Tahap Tahap Tahap Tahap Pre-patogenesis. Inkubasi. Penyakit dini. Penyakit lanjut. Akhir penyakit.

Perjalanan Penyakit
1. Tahap Pre-patogenesis
Terjadi interaksi antara pejamu dengan bibit penyakit, tetapi bibit penyakit belum masuk ke dalam tubuh manusia, karena daya tahan tubuh manusia masih kuat, dan belum ada tanda-tanda sakit.

2. Tahap Inkubasi
Masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh penjamu, tetapi gejala tersebut belum nampak. Tiap tiap bibit penyakit mempunyai masa inkubasi yang bebeda.

Perjalanan Penyakit
3. Tahap Penyakit Dini
Dihitung mulai dari munculnya gejala penyakit, pada tahap ini penjamu sudah jatuh sakit tetapi masih dalam yang ringan, keadaan ini sangat tergantung kepada daya tahan tubuh, keadaan gizi, pola istirahat dan perawatan di rumah.

Perjalanan Penyakit
4. Tahap Penyakit Lanjut
Penyakit penjamu bertambah parah, penjamu sangat tidak berdaya dan tidak sanggup menjalani aktivitas karena tidak diobati atau pengobatannya tidak teratur. Penjamu memerlukan perawatan dan pengobatan yang intensif.

Perjalanan Penyakit
5. Tahap Akhir Penyakit
Tahap akhir suatu penyakit dibagi dalam 5 keadaan, sebagai berikut : 1. Sembuh sempurna 2. Sembuh tetapi cacat 3. Karier 4. Kronis 5. Meninggal

Proses Terjadinya Penyakit Menular


Terjadinya suatu penyakit menular karena interaksi antara penjamu, agent dan lingkungan, yang meliputi 6 komponen, yaitu :
1. 2. 3. 4. 5. Penyebab penyakit Reservoir dari penyebab penyakit Tempat keluarnya penyakit penyakit dari penjamu Cara transmisi dari orang ke orang Tempat masuknya penyebab penyakit ke penjamu baru 6. Kerentanan penjamu

Penyebab Penyakit
1. Protozoa
Binatang bersel satu yang memerlukan perkembangan di luar tubuh yang ditularkan melalui vektor.

2. Metazoa
Jenis parasit yang memerlukan perkembangan di luar tubuh, penularannya secara tidak langsung.

Penyebab Penyakit
3. Bakteria
Tumbuhan bersel tunggal yang berkembang biak dilingkungan sekitar manusia, penularannya dari orang ke orang atau dari lingkungan orang tersebut.

4. Virus
Ukurannya sangat kecil, pada umumnya ditularkan secara langsung.

Penyebab Penyakit
5. Fungi (Jamur)
Tumbuhan bersifat uniseluler maupun multiseluler, penularannya secara tidak langsung dari orang ke orang dan reservoirnya adalah tanah.

6. Riketsia
Parasit bersifat intraseluler dengan ukuran besar dan membutuhkan sel hidup untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Faktor faktor yang dapat meningkatkan kemampuan mikroorganisme


Faktor faktor yang dapat meningkatkan kemampuan mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit adalah :
1. Kerentanan penjamu 2. Kemampuan mikroba untuk hidup dan berkembang biak 3. Tingkat virulensinya

Cara Masuk/Keluarnya Bibit Penyakit


Cara masuk/keluarnya bibit penyakit dari penjamu, yaitu :
1. 2. 3. 4. Saluran pernapasan Saluran pencernaan Saluran perkemihan Melalui kulit

Cara Transmisi Penyebab Penyakit


Hal hal yang berperan dalam penularan penyakit adalah :
1. Tempat keluarnya penyakit 2. Reservoir atau perantara vektor 3. Tempat masuknya

Cara Penularan Penyakit


1. Secara langsung
1. Kontak langsung 2. Droplet infeksi melalui percikan ludah

2. Secara tidak langsung


Dapat melalui binatang (vektor), air, tanah dan sebagainya.

Kerentanan pejamu
Kerentanan atau kepekaan penjamu terhadap penyakit sangat tergantung dengan ;
Faktor Genetik Daya tahan tubuh penjamu Keadaan gizi Pola hidup dan sebagainya

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


Angka Kesakitan (Morbiditas)
1. Insiden, Gambaran tetang prekuensi penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka tertentu dikelompok manusia.

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


a. Angka Insiden, Jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka tertentu (umumnya satu tahun) dibagi dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan tahun jangka waktu bersangkutan dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


b. Angka serangan, Jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada satu saat dibagi dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut saat tersebut dalam persen atau permil. Rumus

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


c. Angka Serangan skunder, Jumlah penderita baru suatu penyakit yang terjangkit pada serangan kedua, dibandingkan dengan jumlah penduduk dikurangi yang pernah terkena pada serangan pertama dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


2. Prevalensi, Gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada jangka waktu tertentu, pada sekelompok masyarakat tertentu. a. Angka Prevalensi priode, Jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu bersangkutan dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


b. Angka Prevalensi Poin, Jumlah penderita lama dan baru pada satu saat, dibagi dengan jumlah penduduk pada saat itu dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


Angka Kematian (Mortalitas)
a. Angka Kematian Kasar, Jumlah semua kematian yang ditemukan pada satu jangka waktu (satu tahun) dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan waktu yang bersangkutan dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


b. Angka Kematian Bayi, Jumlah seluruh kematian bayi (umur dibawah satu tahun) pada jangka waktu satu tahun dibagi dengan jumlah seluruh kelahiran hidup dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


c. Angka Kematian penyebab khusus, Jumlah seluruh kematian karena suatu penyebab dalam satu jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


d. Angka Kasus Fatal, Jumlah seluruh kematian karena satu penyebab dalam jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah seluruh penderita pada waktu yang sama dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


e. Angka Kematian Neonatal, Jumlah angka kematian bayi dibawah usia 28 hari pada jangka waktu (satu) tahun dibagi jumlah kelahiran hidup pada jangka waktu tahun yang sama dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


f. Angka Kematian Perinatal, Jumlah kematian bayi 1 minggu dalam satu tahun dibagi dengan jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesakitan dan kematian


g. Angka Kematian Ibu, Jumlah kematian ibu karena kehamilan, persalinan, dan nifas dalam satu tahun dibagi dengan jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesuburan


Angka Kesuburan (Fertility rate)
a. Angka Kelahiran Kasar, Jumlah kelahiran hidup per tahun dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesuburan


b. Angka Kesuburan Umum, Jumlah lahir hidup pertahun dibagi dengan jumlah wanita usia subur pertengahan tahun dalam persen atau permil. Rumus ;

Pengukuran angka kesuburan


c. Angka Kesuburan Spesifik, Jumlah lahir hidup pertahun dibagi dengan jumlah wanita subur pertahun dalam persen atau permil.

Cara menghitung Jumlah Penduduk pertengahan tahun


1. Bila diperoleh data jumlah penduduk hasil sensus pada 1 Januari dan 31 Desember pada tahun yang sama maka Jumlah penduduk pertengahan tahun adalah ; P = ( P1 + P2 ) : 2 P = Penduduk pertengahan tahun P1 = Jumlah Penduduk Januari P2 = Jumlah Penduduk Desember

Cara menghitung Jumlah Penduduk pertengahan tahun


2. Bila diperoleh data Jumlah Penduduk 1 Maret dan 31 Desember pada tahun yang sama maka Jumlah Penduduk pertengahan tahun ; P = P1 + (3/12) x P2 P = Jumlah Penduduk Pertengahan tahun P1 = Jumlah Penduduk 1 Maret P2 = Jumlah Penduduk 31 Desember

Cara menghitung Jumlah Penduduk pertengahan tahun


3. Bila Jumlah Penduduk pertengahan tahun yang diinginkan terletak antara dua sensus maka Jumlah Penduduk pertengehan tahun ; P = P1 + n N (P2 P1) P = Jumlah Penduduk pertengahan tahun P1 = Jumlah penduduk pada sensus pertama P2 = Jumlah penduduk pada sensus kedua n = Jumlah bulan antara sensus pertama dan pertengahan tahun N = Jumlah bulan antara dua sensus

Screening Test
Gejala yang timbul dan dirasakan masih bersifat subjektif, oleh karena itu perlu diuji dengan tes konfirmasi yang disebut Screening test Thoner dan Remain (1961).
Tes Konfirmasi Positif Negatif Total

Keluhan Sakit
Positif True positif False negatif Total sakit Negatif False positif True negatif Total sehat

Total Total positif Total negatif

Kriteria indikator Thorner-Remain


Sensitivitas ; Proporsi mereka yang mengeluh sakit, pada tes konfirmasi tetap menunjukan hasil positif Si = True positif : Total sakit Spesifisitas ; Proporsi mereka yang tidak mengeluh sakit, pada tes konfirmasi tetap menunjukan hasil negatif. Sp = True negatif : Total sehat

Nilai Prediktif ; Proporsi mereka yang true positif diantara keseluruhan penderita yang menunjukan hasil tes positif. Np = True positif : Total positif Prevalensi ; Proporsi total hasil tes positif diantara populasi penduduk setempat. P = Total positif : Populasi

Pengamatan Epidemiologi (Surveilans)


Pengamatan Epidemiologi (Surveilans) Penyakit menular ; Kegiatan yang teratur mengumpulkan, meringkas, dan analisis data tentang insidensi penyakit menular untuk mengidentifikasikan kelompok penduduk dengan resiko tinggi, memahami cara penyebaran dan mengurangi atau memberantas penyebarannya.

Pengamatan Epidemiologi (Surveilans)


Secara garis besar dapat dilakukan ; a. Surveilans aktif ; Pengumpulan data yang dilakukan secara langsung untuk mempelajari penyakit tertentu dalam waktu yang relatif singkat dan dilakukan oleh petugas kesehatan secara teratur satu minggu atau dua minggu satu kali.

Pengamatan Epidemiologi (Surveilans)


Secara garis besar dapat dilakukan ; b. Surveilans pasif ; Pengumpulan data yang diperoleh dari laporan bulanan dari daerah. Dari data yang didapat dapat diketahui distribusi geografis tentang berbagai penyakit menular, penyakit masyarakat, perubahanperubahan yang terjadi, dan kebutuhan tentang penelitian sebagai tindak lanjutnya.

Pengamatan Epidemiologi (Surveilans)


Umumnya pengamatan epidemiologis dilakukan pada ; 1. Penyakit yang dapat menimbulkan wabah. 2. Penyakit kronis. 3. Penyakit endemis. 4. Penyakit baru yang dapat menimbulkan masalah epidemiologi. 5. Penyakit yang dapat menimbulkan epidemi ulang

Tujuan Surveilans

Mengetahui distribusi geografis penyakit endemis dan penyakit yang dapat menimbulkan epidemi. Mengetahui periodesitas suatu penyakit Menentukan apakah peningkatan insidensi suatu penyakit yang terjadi disebabkan oleh kejadian luar biasa atau karena periodesitas penyakit tertentu. Mengetahui situasi penyakit tertentu, misal ; penyakit rabies di Jabar yang dilaporkan Kanwil Kes Jabar setiap bulan.

Tujuan Surveilans

Memperoleh gambaran epidemiologi tentang penyakit tertentu, misalnya pada laporan kejadian luar biasa. Melakukan pengendalian penyakit, melalui pengamatan epidemiologis dapat diketahui dengan segera bila terjadi peningkatan insiden penyakit yang diamati atau timbul kasus baru penyakit yang belum lama menimbulkan wabah.

Tujuan Surveilans

Mengetahui adanya letusan penyakit yang pernah menimbulkan epidemi, Untuk mendeteksi adanya perkembangan tipe baru dari kuman penyebab penyakit tertentu, misalnya pengamatan epidemiologi terhadap adanya tipe baru virus influenza, karena ada dugaan timbulnya pandemi influenza tipe baru.

Sasaran
Sasaran pengamatan epidemiologi adalah ; Individu Populasi lokal/kelompok individu. Populasi nasional. Populasi internasional

Pengamatan pada Individu


1. Pengamatan pada individu yang terinfeksi dan mempunyai potensi untuk menularkan penyakit. 2. Pengamatan dilakukan sampai individu tersebut tidak membahayakan dirinya maupun lingkungannya, seperti ; - Penderita, - Karier - Orang dengan resiko tinggi

Pengamatan pada individu


3. Pengamatan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui ; - Contact person, - Terjadinya infeksi lebih lanjut, - Pengobatan yang dilakukan, - Pengamatan lanjutan.

Pengamatan pada populasi lokal

Pengamatan pada kelompok penduduk terbatas pada orang-orang dengan resiko terkena suatu penyakit (population at risk), seperti ; 1. Pengamatan yang dilakukan pada individu yang kontak dengan penderita atau karier, misalnya ; - Pengamatan epidemiologi morbili. - Pengamatan parotitis.

Pengamatan pada populasi lokal


2. Pengamatan yang dilakukan pada pejamu yang rentan, misalnya ; - Pengamatan pada bayi. - Pengamatan pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi atau anak-anak yang belum pernah menderita penyakit yang menimbulkan kekebalan.

Pengamatan pada populasi lokal


3. Pengamatan dilakukan terhadap orang yang menderita penyakit yang mudah selapse, misalnya Penyakit Tuberculose 4. Pengamatan terhadap kelompok individu yang mempunyai peluang untuk kontak dengan penderita, misalnya dokter, perawat, bidan, petugas laboratorium dll.

Pengamatan pada Polpulasi nasional

Pengamatan yang dilakukan terhadap semua penduduk secara nasional. Hal ini dilakukan setelah Program pemberantasan dilaksanakan, misalnya ; Pengamatan penyakit malaria setelah dilakukan pemberantasan penyakit malaria secara nasional.

Pengamatan pada Populasi Internasional

Pengamatan yang dilakukan oleh berbagai negara secara bersama-sama. Pengamatan ditujukan untuk penyakit-penyakit yang mudah menimbulkan epidemi atau pandemi, misalnya ; Cacar, Colera, Influenza. Tujuan pengamatan agar dapat saling memberikan informasi tentang epidemi yang timbul pada suatu negara, agar negara lain yang tidak terkena dapat melakukan upaya pencegahan.

Hospital Surveilans
Infeksi Nasokomial - Infeksi yang didapat penderita selama penderita dirawat di rumah sakit. - Rumah Sakit merupakan tempat yang paling mudah menularkan penyakit. - Pengamatan epidemiologis harus dilakukan secara intensif oleh petugas khusus.

Hospital Surveilens
Penderita yang dirawat di rumah sakit merupakan pejamu yang rentan, disebabkan oleh ; - Menderita suatu penyakit atau kondisi yang telah ada, misal bayi prematur. - Karena pengobatan, seperti penggunaan antibiotika, kemoterapi, radiasi, operasi. - Pemasangan infus, kateter, jarum suntik. - Peralatan yang digunakan terkontaminasi kuman yang patogen.

Hospital Surveilans
Penularan penyakit di rumah sakit dapat terjadi melalui ; - Penderita ke penderita - Petugas kesehatan ke penderita - Alat-alat yang digunakan - Sumber air yang tercemar

Kegiatan Surveilens ;
Dalam melakukan pengamatan atau surveilens epidemiologi ada 4 kegiatan ; 1. Pengumpulan data. 2. Pengolahan data. 3. Analisis dan penarikan kesimpulan. 4. Penyebaran informasi.

Kegiatan Surveilens
Pengumpulan dan Pengolahan data ; Pengumpulan dilakukan dengan mengadakan pencatatan insiden terhadap orang-orang yang dicurigai (population at risk) melalui kunjungan rumah atau pencatatan insiden berdasarkan laporan rutin dari sarana pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas dll.

Kegiatan Surveilens
Analisis data dan Penyebaran informasi ; Analisis data dilakukan secara deskriftif berdasarkan variabel orang, tempat dan waktu, sehingga diperoleh gambaran dan sistematis tentang penyakit yang diamati dan hasilnya dilaporkan ke semua instansi yang terkait, serta dimuat dalam buletin khusus yang dikeluarkan Departemen Kesehatan.

Istilah-istilah dalam Epidemiologi


Epidemi ; Suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit), yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frequensi yang meningkat.
Pandemi ; Suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit), yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat frequensinya meningkat sangat tinggi serta penyebarannya mencakup wilayah yang sangat luas.

Istilah-istilah dalam Epidemiologi


Endemi ; Suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekuensinya (jumlah) pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama.
Sporadik ; Suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ada disuatu wilayah tertentu frekuensinya (jumlah) berubah-ubah menurut perubahan waktu.

Istilah-istilah dalam Epidemiologi


Patogenisitas ; Adalah kemampuan bibit penyakit untuk menimbulkan reaksi pada pejamu sehingga timbul penyakit. Virulensi ; Adalah ukuran keganasan atau derajat kerusakan yang ditimbulkan bibit penyakit. Vektor ; Binatang yang dapat memindahkan atau menularkan bibit penakit.

Istilah-istilah dalam Epidemiologi


Antigenesitas ; Adalah kemampuan bibit penyakit merangsang timbulnya mekanisme pertahanan tubuh pada diri pejamu.
Infektifitas ; Adalah kemampuan bibit penyakit mengadakan invasi dan menyesuaikan diri,

Anda mungkin juga menyukai