Anda di halaman 1dari 21

Maret 2014

Pra Tugas Akhir


Causal-Comparative Research

Hendra Antomy (2211100130)


CONTROL SYSTEM ENGINEERING ITS

Daftar Isi
Daftar Isi ................................................................................................................................................... i BAB 1 - PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 1 1.1 Apakah yang Dimaksud dengan Penelitian? .............................................................................. 1 1.2 Apa Tujuan Penelitian ................................................................................................................ 2 1.3 Motivasi dalam Melakukan Penelitian....................................................................................... 3 1.4 Macam Macam Penelitian ...................................................................................................... 3 1.4.1 Descriptive Vs Analytical ..................................................................................................... 3 1.4.2 Applied Vs Fundamental ..................................................................................................... 4 1.4.3 Quantitative Vs Qualitative ................................................................................................. 4 1.4.4 Conceptual Vs Empirical ...................................................................................................... 4 1.4.5 Beberapa jenis penelitian yang lain .................................................................................... 5 1.5 Proses Penelitian........................................................................................................................ 5 1.5.1 Menformulasikan masalah .................................................................................................. 7 1.5.2 Melakukan survey literatur ................................................................................................. 7 1.5.3 Membangun sebuah hipotesis ............................................................................................ 8 1.5.4 Mempersiapkan desain penelitian ...................................................................................... 9 1.5.5 Menentukan desain sampel ................................................................................................ 9 1.5.6 Mengumpulkan data ......................................................................................................... 10 1.5.7 Mengeksekusi proyek ........................................................................................................ 10 1.5.8 Analisa data ....................................................................................................................... 10 1.5.9 Analisa Hipotesis ............................................................................................................... 11 1.5.10 Generalisasi dan Interpretasi ............................................................................................ 11 1.5.11 Menyiapkan laporan atau thesis ....................................................................................... 11 BAB 2 - PENELITIAN CAUSAL-COMPARATIVE ....................................................................................... 12 2.1 Pengertian dan Tujuan Penelitian Causal Comparative........................................................ 12 2.2 Metodologi Perancangan Penelitian Causal-Comparative ...................................................... 13

2.2.1 Memilih Topik .................................................................................................................... 13 2.2.2 Identifikasi Variabel ........................................................................................................... 13 2.2.3 Mengembangkan Hipotesis Penelitian.............................................................................. 14 2.2.4 Merumuskan Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Hipotesis Serta Prosedur Yang Akan Digunakan .......................................................................................................................... 14 2.2.5 Memilih Alat untuk Mengukur Variabel dan Mengumpulkan Data .................................. 15 2.2.6 Analisa Data dan Interpretasi ............................................................................................ 15 2.3 Kelebihan dan Kelemahan Penelitian Causal-Comparative..................................................... 15 2.3.1 Kelebihan Penelitian Causal-Comparative ........................................................................ 16 2.3.2 Kelemahan Penelitian Causal-Comparative ...................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 18

ii

BAB 1 - PENDAHULUAN
1.1 Apakah yang Dimaksud dengan Penelitian?
Diskusi utama dalam sebuah penelitian (Research) adalah mencari sebuah pengetahuan yang baru atau yang memperbarui pengetahuan yang telah ada. Penelitian juga dapat didefinisikan sebagai pencarian yang ilmiah dan sistematik untuk mencari informasi yang berhubungan dengan sebuah topik. Faktanya, penelitian merupakan seni dalam investigasi ilmiah. Penelitian adalah pencarian yang logis dan sistematis untuk informasi baru dan berguna pada topik tertentu. Dalam sajak anak-anak terkenal Twinkle Twinkle Little Star How I Wonder What You Are Penggunaan kata-kata bagaimana (How) dan apa (What) dasarnya merangkum apakah yang dimaksud dengan penelitian. Penelitian adalah investigasi untuk menemukan solusi untuk masalah ilmiah dan sosial melalui analisis obyektif yang sistematis. Penelitian adalah pencarian pengetahuan, yaitu, penemuan kebenaran yang tersembunyi. Disini pengetahuan berarti informasi tentang hal-hal secara luas. Informasi mungkin dikumpulkan dari berbagai sumber seperti pengalaman, manusia, buku, jurnal, alam semesta, dan lain lain. Sebuah penelitian dapat menyebabkan kontribusi baru pada pengetahuan yang ada. Hanya dengan melalui penelitian dimungkinkan untuk membuat kemajuan di lapangan. Penelitian sesungguhnya merupakan peradaban dan menentukan ekonomi, perkembangan politik dan sosial suatu bangsa. Hasil penelitian ilmiah sangat sering memaksa perubahan dalam pandangan filosofis masalah yang memperpanjang jauh melampaui domain terbatas ilmu itu sendiri. Penelitian tidak terbatas pada ilmu pengetahuan dan teknologi saja. Ada wilayah yang sangat luas pada arti penelitian dalam disiplin lain seperti bahasa, sastra, sejarah dan sosiologi. Apapun subjek yang memungkinkan, penelitian harus menjadi proses aktif, rajin dan sistematis sebagai penyelidikan untuk menemukan, menginterpretasikan atau merevisi fakta, peristiwa, perilaku dan teori. Menerapkan hasil penelitian untuk perbaikan pengetahuan dalam mata pelajaran lain atau dalam meningkatkan kualitas hidup manusia juga menjadi semacam penelitian dan pengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan bantuan belajar, eksperimen, observasi, analisis, perbandingan, dan penalaran. Penelitian sebenarnya kita temukan di mana-mana. Sebagai contoh, kita tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan; heroin merupakan zat yang

adiktif; kotoran sapi merupakan sumber yang berguna untuk biogas, malaria disebabkan oleh plasmodium virus protozoa; AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah karena virus HIV (Human immuno Deficiency Virus). Bagaimana kita tahu semua ini? Kita menyadari semua informasi tersebut hanya melalui penelitian. Lebih tepatnya, penelitian berusaha prediksi peristiwa, penjelasan, hubungan dan teori-teori untuk manusia.

1.2 Apa Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian adalah untuk menemukan jawaban atas pertanyaan melalui penerapan prosedur ilmiah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan kebenaran yang tersembunyi dan yang belum ditemukan. Meskipun masing-masing penelitian memiliki tujuan sendiri yang spesifik, kita mungkin berpikir tujuan penelitian sebagai jatuh ke dalam sejumlah kelompok berikut: Untuk mendapatkan keakraban dengan fenomena atau untuk mencapai wawasan baru ke dalamnya (studi dengan ini objek dalam pandangan ini disebut sebagai exploratory atau study formulative research); Untuk menggambarkan secara akurat karakteristik individu tertentu, situasi atau kelompok (penelitian dengan objek ini dalam pandangan dikenal sebagai studi penelitian deskriptif ); Untuk menentukan frekuensi dengan mana sesuatu terjadi atau dengan yang terkait dengan sesuatu yang lain (penelitian dengan objek ini dalam pandangan dikenal sebagai diagnostic research studies); Untuk menguji hipotesis dari hubungan sebab akibat antara variabel (studi tersebut dikenal sebagai hipotesis testing research); Dapat disimpulkan bahwa tujuan utama dari sebuah penelitian adalah sebagai berikut: Untuk menemukan fakta-fakta baru; Untuk memverifikasi dan menguji fakta-fakta penting; Untuk menganalisis suatu peristiwa atau proses atau fenomena untuk mengidentifikasi hubungan sebab dan akibat; Untuk mengembangkan alat ilmiah baru , konsep dan teori untuk memecahkan dan memahami ilmiah dan masalah non scientific; Untuk mencari solusi untuk masalah ilmiah , tidak ilmiah dan sosial; dan Untuk mengatasi atau memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari- hari kita.

1.3 Motivasi dalam Melakukan Penelitian


Apa yang membuat orang untuk melakukan penelitian? Ini adalah pertanyaan yang penting dan mendasar. Motif yang mungkin untuk melakukan penelitian mungkin disebabkan oleh hal halberikut ini: Keinginan untuk mendapatkan gelar penelitian bersama dengan manfaat konsekuensialnya; Keinginan untuk menghadapi tantangan dalam memecahkan masalah yang belum terpecahkan; Keinginan untuk mendapatkan sukacita intelektual dengan melakukan beberapa pekerjaan kreatif; Keinginan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat; dan Keinginan untuk mendapatkan kehormatan Namun, ini bukanlah daftar lengkap faktor memotivasi orang untuk melakukan studi penelitian. Banyak faktor yang lain dan lebih memeberikan rasa motivasi seperti arahan dari pemerintah, kondisi kerja, rasa ingin tahu tentang hal yang baru, keinginan untuk memahami hubungan kausal, pemikiran dan kebangkitan sosial, dan sejenisnya mungkin sebagai motivasi seseorang untuk melakukan sebuah riset.

1.4 Macam Macam Penelitian


1.4.1 Descriptive Vs Analytical
Penelitian deskriptif mencakup survei dan pertanyaan fakta dari jenis yang berbeda. Tujuan utama dari penelitian deskriptif adalah deskripsi keadaan seperti yang ada dan terjadi saat ini. Dalam ilmu sosial dan penelitian bisnis kita cukup sering menggunakan istilah Causalcomparative untuk studi penelitian deskriptif. Ciri utama dari metode ini adalah bahwa peneliti tidak memiliki kontrol atas variabel, ia hanya dapat melaporkan apa yang telah terjadi atau apa yang terjadi. Kebanyakan proyek penelitian causal-comparative digunakan untuk studi deskriptif di mana peneliti berusaha untuk mengukur barang-barang seperti, misalnya, frekuensi belanja, preferensi orang, atau data data yang sejenis. Penelitian Causal-comparative juga termasuk upaya oleh para peneliti untuk menemukan penyebab walaupun mereka tidak dapat mengendalikan variable yang ada dalam penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif adalah metode survey semua jenis, termasuk metode komparatif dan korelasional. Dalam penelitian analitis, di sisi lain, peneliti harus menggunakan fakta atau informasi yang telah tersedia, dan menganalisis ini untuk membuat evaluasi kritis terhadap materi.

1.4.2 Applied Vs Fundamental


Penelitian terapan (Applied) bertujuan mencari solusi untuk masalah mendesak yang dihadapi masyarakat atau organisasi industri/bisnis, sedangkan dasar penelitian ini terutama berkaitan dengan generalisasi dan dengan perumusan teori. Mengumpulkan pengetahuan demi pengetahuan itu disebut sebagai penelitian dasar (Fundamental Research). Penelitian tentang beberapa fenomena alam atau berkaitan dengan matematika murni adalah contoh penelitian dasar. Demikian pula, studi penelitian mengenai perilaku manusia yang dijalankan dengan maksud untuk membuat generalisasi tentang perilaku manusia, juga contoh penelitian dasar. Tetapi penelitian yang bertujuan untuk kesimpulan tertentu menghadapi masalah sosial atau bisnis yang konkret/nyata adalah contoh dari penelitian terapan. Penelitian untuk mengidentifikasi tren sosial, ekonomi atau politik yang dapat mempengaruhi lembaga tertentu, riset pemasaran, atau penelitian evaluasi adalah contoh dari penelitian terapan. Dengan demikian, tujuan utama penelitian terapan adalah untuk menemukan solusi untuk beberapa masalah praktis yang menekan, sedangkan penelitian dasar diarahkan mencari informasi yang memiliki dasar yang luas dan demikian sehingga mampu menambah yang sudah ada pada struktur dari pengetahuan ilmiah.

1.4.3 Quantitative Vs Qualitative


Penelitian kuantitatif didasarkan pada pengukuran kuantitas atau jumlah dari beberapa karakteristik. Hal ini berlaku untuk fenomena yang dapat dinyatakan dalam hal kuantitas. Penelitian kualitatif, di sisi lain mengkonsentrasikan dengan fenomena kualitatif, yaitu fenomena yang berkaitan dengan atau melibatkan kualitas atau jenis. Misalnya, ketika kita tertarik menyelidiki alasan perilaku manusia (mengapa orang berpikir atau melakukan hal-hal tertentu), kita cukup sering berbicara tentang ' Motivation Research, salah satu jenis penelitian kualitatif yang penting. Jenis penelitian ini bertujuan untuk menemukan motif dan keinginan yang mendasari, menggunakan secara mendalam, menggunakan wawancara untuk mengetahui tujuan atau motif tertentu. Penelitian kualitatif secara khusus penting dalam ilmu perilaku manusia di mana tujuannya adalah untuk menemukan mendasari motif perilaku manusia. Melalui penelitian tersebut kita dapat menganalisis berbagai faktor-faktor yang memotivasi orang untuk berperilaku dengan cara tertentu atau yang membuat orangorang tidak suka hal tertentu.

1.4.4 Conceptual Vs Empirical


Penelitian konseptual adalah yang berkaitan dengan beberapa ide abstrak atau teori. Hal ini umumnya digunakan oleh para filsuf dan pemikir untuk mengembangkan konsep baru atau menafsirkan yang sudah ada. Di sisi lain, penelitian empiris bergantung pada 4

pengalaman atau observasi saja, jarang memperhatikan sistem dan teori. Penelitian empiris adalah penelitian berbasis data, datang dengan kesimpulan yang mampu diverifikasi dengan observasi atau eksperimen. Kita juga dapat menyebutnya sebagai jenis eksperimen penelitian. Dalam penelitian tersebut maka perlu mendapatkan fakta-fakta secara langsung pada sumbernya, dan secara aktif melakukan hal-hal tertentu untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Dalam penelitian tersebut, peneliti pertama kali harus menyimpulkan dengan hipotesis kerja atau menebak untuk hasil kemungkinan dari eksperimen yang akan dilakukan, kemudian bekerja untuk mendapatkan fakta-fakta yang cukup (data) untuk membuktikan atau menyangkal hipotesis tersebut. Dia kemudian membuat desain eksperimen yang akan dimanipulasi atau diubah nilainya sehingga menghasilkan informasi tambahan. Penelitian tersebut dicirikan oleh adanya kontrol eksperimen atas variabel yang diteliti dan manipulasi yang disengaja untuk mempelajari dampak dari perubahan variabel tersebut.

1.4.5 Beberapa jenis penelitian yang lain


Bentuk lain dari penelitian adalah variasi dari satu atau lebih pendekatan atau jenis yang telah kita bahas sebelumnya, baik berdasarkan tujuan penelitian atau waktu diperlukan untuk mencapai penelitian, pada lingkungan di mana penelitian dilakukan, atau pada dasar dari beberapa faktor lain yang serupa. Dari segi sudut pandang waktu, kita bisa membagi penelitian menjadi dua jenis, yaitu penelitian satu kali dan penelitian longitudinal. Dalam kasus yang pertama penelitian ini adalah terbatas pada periode waktu tunggal, sedangkan dalam kasus terakhir penelitian dilakukan di lebih dari beberapa - periode waktu. Penelitian juga dapat dibedakan atas tempat melaukan aktivitas penelitia, misalnya penelitian lapangan, penelitian laboratorium atau penelitian simulasi, tergantung pada lingkungan di mana penelitian tersebut harus dilakukan. Penelitian dapat juga dipahami sebagai penelitian klinis atau diagnosis. penelitian tersebut mengikuti metode studi kasus atau pendekatan mendalam untuk mencapai hubungan kausal yang mendasar.

1.5 Proses Penelitian


Proses penelitian terdiri atas serangkaian tindakan atau langkah yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian secara efektif. Serangkaian tindakan ini digambarkan pada flowchart di bawah ini. Diagram alur tersebut mengindikasikan beberapa aktifitas yang saling berelasi. Ada beberapa tahapan atau aktifitas yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian, sesuai dengan diagram di bawah ini. Oleh karena itu, pada bahasan selanjutnya kita akan membahas

mengenai masing masing tahapan tersebut, sehingga akan membentuk konseptual kita terhadap penelitian yang baik.

Gambar 1 Proses Penelitian

1.5.1 Menformulasikan masalah


Ada dua jenis masalah penelitian, yaitu masalah yang berhubungan dengan keadaan alam dan masalah yang berhubungan dengan hubungan antar variabel. Pada langkah awal, peneliti harus menentukan masalah apa yang ingin dipelajari, yaitu ia harus memutuskan area umum kepentingan atau aspek subjek-materi yang ia ingin menyelidiki. Awalnya masalah dapat dinyatakan secara umum luas dan kemudian jika ada akan timbul ambiguitas, yang berkaitan dengan masalah yang diselesaikan. Kemudian kelayakan solusi tertentu harus dipertimbangkan sebelum formulasi kerja dari sebuah masalah diatur. Penyusunan topik umum menjadi masalah penelitian tertentu, dengan demikian merupakan langkah pertama dalam penyelidikan ilmiah. Pada dasarnya dua langkah yang terlibat dalam merumuskan masalah penelitian, yaitu memahami masalah secara menyeluruh, dan mengulang hal yang sama ke dalam istilah yang berarti dari sudut pandang analitis. Cara terbaik untuk memahami suatu masalah adalah untuk membicarakan hal ini dengan rekan-rekan sendiri atau dengan orang-orang yang memiliki keahlian dalam hal ini. Dalam sebuah lembaga akademis peneliti dapat mencari bantuan dari seorang pemandu yang biasanya merupakan orang yang berpengalaman dan memiliki beberapa masalah penelitian. Seringkali, pemandu menempatkan masalah secara umum dan terserah kepada peneliti untuk mempersempit dan menyusun masalah dalam hal operasional. Pada saat yang sama, peneliti harus memeriksa semua literatur yang tersedia untuk mengetahui lebih dalam tentang masalah yang dipilih. Dia dapat meninjau dua jenis literatur literatur konseptual tentang konsep dan teori, dan literatur empiris yang terdiri dari studi yang dilakukan sebelumnya yang mirip dengan yang diusulkan. Hasil dasar ulasan ini akan menjadi pengetahuan seperti apa data dan bahan lain yang tersedia untuk tujuan operasional yang akan memungkinkan peneliti untuk menentukan masalah penelitian sendiri dalam konteks yang bermakna. Setelah ini peneliti menyusun ulang masalah ke dalam istilah analitis atau operasional yaitu, untuk menempatkan masalah dalam hal sespesifik mungkin. Langkah ini adalah untuk merumuskan atau mendefinisikan masalah penelitian yang merupakan langkah terpenting dalam proses penelitian secara keseluruhan. Masalah yang akan diteliti harus didefinisikan secara jelas yang akan membantu membedakan data yang relevan dan yang tidak relevan.

1.5.2 Melakukan survey literatur


Setelah masalah dirumuskan, ringkasan singkat mengenai masalah yang dipilih harus ditulis. Pada tahap ini peneliti harus melakukan survei literatur yang luas yang berhubungan dengan masalah. Jurnal akademik, prosiding konferensi, laporan pemerintah, buku dan lain 7

lain, harus dibaca tergantung pada kebutuhan penelitian. Dalam proses ini, harus diingat bahwa salah satu sumber akan mengarah ke yang lain. Penelitian sebelumnya, jika ada, yang mirip dengan studi ditangani harus dipelajari secara hati-hati. Perpustakaan yang baik akan sangat membantu peneliti pada tahap ini.

1.5.3 Membangun sebuah hipotesis


Setelah survei literatur yang luas, peneliti harus menyatakan secara jelas hipotesis kerja dari kemungkinan penyelesaian masalah yang diambil. Hipotesis adalah asumsi tentatif dibuat dalam rangka untuk menarik keluar dan menguji konsekuensi logis atau empiris. Sehingga hipotesis penelitian yang dikembangkan sangat penting karena hipotesis tersebut memberikan titik fokus untuk penelitian. Hipotesis juga mempengaruhi cara di mana tes harus dilakukan dalam analisis data dan secara tidak langsung kualitas data yang dibutuhkan untuk analisis. Dalam sebagian besar jenis penelitian, pengembangan hipotesis kerja memainkan peran penting . Hipotesis harus sangat spesifik dan terbatas pada bagian dari penelitian yang dilakukan, oleh karena itu harus diuji. Peran hipotesis adalah untuk membimbing peneliti dengan pembatasan bidang penelitian dan untuk membuatnya tetap di jalur yang benar. Ini mempertajam pemikiran dan memfokuskan perhatian pada aspek yang lebih penting dari masalah. Hal ini juga menunjukkan jenis data yang diperlukan dan jenis metode analisis data yang akan digunakan. Bagaimana cara pengembangan hipotesis kerja? Jawabannya adalah dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut: Diskusi dengan rekan-rekan dan para ahli tentang asal-usul masalah dan tujuan dalam mencari solusi; Pemeriksaan data dan catatan jika tersedia, mengenai masalah bagi kemungkinan data sebagai petunjuk lain ; Ulasan dari penelitian serupa di daerah atau dari studi tentang masalah yang sama, dan Investigasi pribadi, eksplorasi yang melibatkan wawancara lapangan asli pada skala terbatas dengan pihak yang berkepentingan dan individu dengan maksud untuk menambah wawasan yang lebih besar mengenai aspek-aspek praktis dari masalah. Dengan demikian, hipotesis kerja timbul sebagai akibat dari a-priori berpikir tentang subjek, pemeriksaan data yang tersedia dan material termasuk studi terkait dan nasihat para ahli dan pihak yang berkepentingan. Hipotesis kerja lebih berguna bila dinyatakan dalam istilah-istilah yang tepat dan jelas.

1.5.4 Mempersiapkan desain penelitian


Masalah penelitian yang telah dirumuskan dalam istilah yang sederhana, peneliti akan diminta untuk mempersiapkan desain penelitian, yaitu ia harus menyatakan struktur konseptual di mana penelitian akan dilakukan. Fungsi desain penelitian ini adalah untuk menyediakan pengumpulan bukti yang relevan dengan melakukan usaha yang minimal, serta waktu dan uang yang minimal. Tapi bagaimana semua ini dapat dicapai terutama tergantung pada tujuan penelitian. Tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu eksplorasi, deskripsi, diagnosis, dan eksperimen. Sebuah desain penelitian yang fleksibel yang memberikan kesempatan bagi mempertimbangkan berbagai aspek masalah yang dianggap tepat jika tujuan dari penelitian adalah eksplorasi. Tapi ketika tujuan menjadi deskripsi akurat tentang situasi atau hubungan antara variabel, desain yang cocok akan menjadi salah satu yang meminimalkan biaya dan memaksimalkan keandalan data yang dikumpulkan dan dianalisis. Ada beberapa desain penelitian, seperti eksperimental dan hipotesis non eksperimental. Desain eksperimental dapat berupa desain resmi atau desain formal dari mana peneliti harus memilih salah satu untuk penelitian yang dilakukan. Penyusunan desain penelitian, sesuai untuk masalah penelitian tertentu, biasanya melibatkan pertimbangan sebagai berikut: sarana untuk memperoleh informasi; ketersediaan dan keterampilan peneliti dan stafnya; penjelasan cara dimana informasi dapat diperoleh sehingga informasi yang masuk akan diorganisir yang mengarah ke tujuan seleksi informasi ; waktu yang tersedia untuk penelitian; dan faktor biaya yang berkaitan dengan penelitian, yaitu keuangan tersedia untuk tujuan tersebut.

1.5.5 Menentukan desain sampel


Semua hal yang dipertimbangkan dalam setiap bidang penyelidikan merupakan 'semesta' atau ' himpunan semesta'. Pencacahan atau proses pendataan dari semua hal dalam populasi dikenal sebagai penyelidikan sensus. Dapat disimpulkan bahwa dalam penyelidikan tersebut ketika semua anggota dari semesta didata, maka data yang dihasilkan memiliki akurasi yang semakin tinggi. Tapi dalam prakteknya cara ini memiliki kendala. Kendalanya adalah penyelidikan melibatkan banyak waktu, uang dan energi. Tidak hanya itu, penyelidikan sensus tidak mungkin dalam praktek dalam banyak keadaan. Misalnya, tes darah dilakukan hanya atas dasar sampel. Oleh karena itu, cukup sering kita memilih hanya beberapa anggota dari semesta

untuk tujuan penelitian. Anggota yang dipilih yang dipilih dari semesta tersebut merupakan apa yang secara teknis disebut sampel. Peneliti harus memutuskan cara memilih sampel atau apa yang dikenal sebagai desain sampel. Dengan kata lain, desain sampel adalah rencana yang pasti ditentukan sebelum data tersebut diterima untuk memperoleh sampel dari populasi tertentu. Sampel dapat berupa sampel probabilitas atau sampel non - probabilitas. Dengan sampel probabilitas setiap elemen memiliki probabilitas yang dikenal untuk dimasukkan dalam sampel, tetapi untuk sampel non probabilitas tidak memungkinkan peneliti untuk menentukan probabilitas ini.

1.5.6 Mengumpulkan data


Dalam menghadapi masalah kehidupan nyata sering ditemukan bahwa data yang dimiliki tidak memadai. Oleh karena itu, perlu untuk mengumpulkan data yang sesuai. Ada beberapa cara pengumpulan data yang sesuai yang sangat berbeda dalam konteks biaya, waktu dan sumber daya lainnya. Data primer dapat dikumpulkan baik melalui percobaan atau melalui survei. Jika peneliti melakukan percobaan, ia mengamati beberapa pengukuran kuantitatif, atau data, sebagai bantuan untuk meneliti kebenaran yang terkandung dalam hipotesis.

1.5.7 Mengeksekusi proyek


Pelaksanaan proyek ini adalah langkah yang sangat penting dalam proses penelitian. Jika pelaksanaan proyek berlangsung di jalur yang benar, data yang akan dikumpulkan akan cukup dan dapat diandalkan. Peneliti harus melihat bahwa proyek ini dilaksanakan secara sistematis dan tepat waktu. Jika survei yang akan dilakukan melalui kuesioner terstruktur, data dapat dengan mudah diproses. Dalam situasi seperti ini, pertanyaan serta jawaban yang mungkin dapat dikodekan.

1.5.8 Analisa data


Setelah data telah dikumpulkan, peneliti memilii tugas untuk menganalisis datadata tersebut. Analisis data membutuhkan sejumlah operasi terkait erat seperti pembentukan kategori. Penerapan kategori ini untuk data mentah melalui pemrogramani dan kemudian menarik kesimpulan statistik. Data yang besar tentu harus diringkas menjadi beberapa kelompok dikelola menjadi data dengan jumlah sedikit untuk analisa lebih lanjut. Dengan demikian, peneliti harus mengklasifikasikan data mentah ke dalam beberapa kategori yang memiliki tujuan dan bermanfaat dalam analisa. Operasi pemrograman biasanya dilakukan pada tahap ini melalui mana kategori data diubah menjadi simbol-simbol yang dapat dimasukkan komputer dan dihitung.

10

Dalam proses analisis, hubungan atau perbedaan mendukung atau bertentangan dengan hipotesis asli atau baru harus dikenakan uji signifikansi untuk menentukan dengan apa keabsahan data dapat dikatakan untuk menunjukkan kesimpulan apapun. Melalui penggunaan uji statistik kita dapat menentukan apakah perbedaan tersebut adalah satu nyata atau merupakan hasil dari fluktuasi acak. Jika perbedaan terjadi menjadi nyata, kesimpulan bahwa dua sampel berasal dari alam semesta yang berbeda dan jika perbedaannya adalah karena kebetulan, kesimpulannya adalah dua sampel merupakan anggota semesta yang sama. Demikian pula, teknik analisis varians dapat membantu kita dalam menganalisis apakah tiga atau lebih varietas pada bidang-bidang tertentu menghasilkan hasil yang berbeda secara signifikan atau tidak. Singkatnya, peneliti dapat menganalisis data yang dikumpulkan dengan bantuan ukuran statistik.

1.5.9 Analisa Hipotesis


Setelah menganalisa data, peneliti berada dalam tahapan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Apakah fakta-fakta mendukung hipotesis atau faktafakta tersebut bertentangan? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab saat uji hipotesis. Berbagai tes telah dikembangkan oleh para ahli statistik untuk tujuan tersebut. Hipotesis dapat diuji melalui penggunaan satu atau lebih dari tes tersebut, tergantung pada sifat dan objek penyelidikan penelitian. Hipotesis pengujian akan menghasilkan baik menerima hipotesis atau menolaknya.

1.5.10 Generalisasi dan Interpretasi


Jika hipotesis diuji dan dibenarkan beberapa kali, dimungkinkan bagi peneliti untuk tiba di generalisasi, yaitu untuk membangun teori. Sebagai masalah fakta, nilai riil dari penelitian terletak pada kemampuannya untuk sampai pada generalisasi tertentu. Jika peneliti tidak memiliki hipotesis yang benar, peneliti dapat menjelaskan temuannya atas dasar beberapa teori. Hal ini dikenal sebagai interpretasi. Proses interpretasi mungkin cukup sering memicu pertanyaan-pertanyaan baru yang dapat menyebabkan penelitian lebih lanjut.

1.5.11 Menyiapkan laporan atau thesis


Akhirnya, tahapan paling akhir dalam proses penelitian adalah penyusunan laporan penelitian atau thesis. Laporan ini harus memenuhi sistematika dan penyusunan laporan secara baik dan benar. Selain itu juga perlu dipertimbangkan pemilihan kosakata yang baik dan benar sesuai dengan ejaan Bahasa yang telah ditentukan.

11

BAB 2 - PENELITIAN CAUSALCOMPARATIVE


2.1 Pengertian dan Tujuan Penelitian Causal Comparative
Penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda dan menemukan hubungan sebab-akibatnya. Sementara itu, menurut Kerlinger, menyatakan bahwa penelitian kausal komparatif (causal comparative research) adalah penyelidikan empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena keberadaan dari variabel tersebut telah terjadi atau karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi. Kemudian, Gay mengemukakan bahwa studi kausal komparatif adalah penelitian yang berusaha menentukan penyebab atau alasan, untuk keberadaan perbedaan dalam perilaku atau status dalam kelompok individu. Dengan kata lain, penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang diarahkan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat berdasarkan pengamatan terhadap akibat yang terjadi dan mencari faktor yang menjadi penyebab melalui data yang dikumpulkan. Dalam penelitian ini pendekatan dasarnya adalah memulai dengan adanya perbedaan dua kelompok dan kemudian mencari faktor yang mungkin menjadi penyebab atau akibat dari perbedaan tersebut. Penelitian causal-comparative sering disebut sebagai penelitian ex post facto (dalam Bahasa latin) yang artinya setelah fakta. Karena dalam metode penelitian ini, seorang peneliti harus menganalisa data data berdasarkan fakta yang telah terjadi di dunia nyata untuk dapat mengambil keputusan dalam penelitiannya. Ada 2 jenis dari penelitian causal-comparative ini, yaitu: Retrospectve causal-comparativ: Penelitian ini memiliki ciri bahwa peneliti mulai menyelidiki pertanyaan tertentu ketika efek telah terjadi dan peneliti mencoba untuk menentukan apakah satu variabel mungkin telah mempengaruhi variabel lain. Prospective causal-comparative Penelitian ini terjadi ketika seorang peneliti memulai studi dimulai dengan penyebab dan menyelidiki efek dari suatu kondisi. Sejauh ini, retrospective causal-comparative merupakan metode yang umum digunakan dibandingkan dengan prospective causal-comparative. Hal ini nampak dari metode yang ditawarkan. Pada retrospective causal-comparative, peneliti memulai penelitiannya dengan 12

menyelidiki data data yang diperoleh terlebih dahulu kemudian baru menemukan penyebab atau problem dari sebuah penelitian, kemudian menentukan penyelesaiannya. Penelitian ini lebih riil karena dalam menganalisa penyebab, harus melakukan pengkajian data data terlebih dahulu; kecuali untuk kasus kasus yang memiliki penyebab yang sudah jelas. Jika ada sebuah kasus yang sudah jelas penyebabnya, peneliti dapat menggunakan prospective causalcomparative. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebabakibat berdasarkan atas pengamatan terhadap akibat yang ada, dan mencari kembali fakta yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

2.2 Metodologi Perancangan Penelitian Causal-Comparative


Metodologi perancangan causal-comparative tidak jauh berbeda dengan penelitian pada umumnya yang telah kita bahas pada Bab 1. Untuk lebih meyakinkan pembaca dan meningkatkan konsepsi tentang metode penelitian ini, berikut akan dijelaskan langkah langkah dalam membuat atau merancang penelitian caual-comparative:

2.2.1 Memilih Topik


Seperti telah dibahas sebelumnya, topik yang dipilih pada desain penelitian kausal - komparatif biasanya berdasarkan pengalaman atau situasi yang telah terjadi di dunia nyata. Pengalaman atau situasi ini menjadi menarik untuk diteliti. Oleh karena itu, sebagai seorang peneliti menyadari bahwa pengetahuan tentang peristiwa tersebut mungkin berdampak terhadap masa depannya. Dalam hal ini, masa depan diartikan sebagai masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh umat manusia. Sebagai contoh, seorang pengamat lingkungan ingin meneliti tentang pengaruh merokok; yang menjadi salah satu kebiasaan manusia, dengan pemanasan global. Dapat disimpulkan pemilihan kasus atau topik permasalahan pada jenis penelitian ini adalah masalah masalah yang sudah terjadi di dunia nyata. Masalah tersebut terlihat nyata ada di sekitar kita. Sehingga dengan demikian peneliti dapat dengan leluasa menentukan atau bahkan mengeksplorasi lebih jauh mengenai berbagai masalah yang timbul di dunia nyata. Dengan kata lain, penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian yang kompleks namun mendasar; masalah yang dipilih benar benar ada dan nyata.

2.2.2 Identifikasi Variabel


Kerena prinsip dari penelitian ini adalah mengangkat masalah yang telah ada, maka bisa disimpulkan bahwa variabel variabel yang akan diteliti telah memiliki nilai tertentu. Meninjau literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti sangat penting ketika 13

melakukan penelitian kausal-komparatif karena dapat digunakan sebagai review dan dapat membantu peneliti dalam menentukan variabel asing yang belum ditemukan. Dengan kata lain; pada tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dari penelitian causal-comparative. Setelah meninjau literatur yang diterbitkan pada topik, peneliti kemudian dapat mengidentifikasi variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependent (variabel tak bebas). Yang paling penting, variabel independen harus didefinisikan dengan cara yang baik eksplisit dan operationalizable.

2.2.3 Mengembangkan Hipotesis Penelitian


Hipotesis yang dikembangkan untuk penelitian causal-comparative mirip dengan hipotesis yang dikembangkan untuk penelitian eksperimental karena kedua jenis penelitian meliputi identifikasi variabel independen dan dependen. Hipotesis penelitian causalcomparative harus menjelaskan dampak yang diharapkan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Sementara proses pengembangan hipotesis tampaknya lurus ke depan; bagi para peneliti melakukan studi causal-comapartive memilih hipotesis penelitian dapat menjadi proses yang kompleks untuk membedakan kemungkinan penyebab efek yang diamati atau karakteristik. Seringkali, para peneliti keliru menganggap bahwa setiap peristiwa terkait yang telah terjadi sebelum variabel dependen adalah penyebabnya. Daripada mengasumsikan bahwa salah satu variabel penyebab lain hanya karena urutan di mana peristiwa terjadi, peneliti juga harus mempertimbangkan penjelasan lain seperti penyebab terbalik.

2.2.4 Merumuskan Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Hipotesis Serta Prosedur Yang Akan Digunakan
Setelah membuat sebuah hipotesis, langkah selanjutnya adalah menentukan berbagai asumsi-asumsi yang mendasari hipotesi. Hal ini bertujuan agar penelitian lebih fokus dan terarah, sesuai dengan masalah yang diangkat. Pemilihan asumsi ini juga membatasi masalah agar tidak melebar; karena masalah masalah yang diangkat pada penelitian causalcomparative biasanya merupakan masalah yang memiliki banyak variabel. Setelah melakukan asumsi-asumsi langkah selanjutnya adalah menentukan prosedur penelitian yang akan digunakan. Langkah ini sebenarnya bukan untuk penelitian ini saja, namun untuk semua jenis penelitian. Pemilihan prosedur penelitian akan mempengaruhi pengambilan data dan sekaligus keefektifan dalam melakukan penelitian. Keefektifan ini dapat diartikan efektif dan efisien dalam hal alokasi biaya dan waktu penelitian.

14

2.2.5 Memilih Alat untuk Mengukur Variabel dan Mengumpulkan Data


Setelah menentukan prosedur penelitian langkah selanjutnya tentu saja adalah menjalankan prosedur tersebut. Dalam menjalankan prosedur penelitian kita akan dihadapkan pada proses pengukuran variabel independen dan dependent. Oleh karena itu kita harus menentukan apa alat ukur atau apa tolok ukur kita agar nilai nilai variabel dapat diukur dan diubah menjadi data untuk proses selanjutnya, yaitu analisa data. Dalam melakukan prosedur penelitian, kita juga harus mengumpulkan semua data yang kita peroleh. Kemudian data ini akan dianalisa lebih lanjut dengan prosedur statistic pada langkah selanjutnya.

2.2.6 Analisa Data dan Interpretasi


Seperti yang telah dibahas pada Bab 1, setelah melakukan pengumpulan data, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. Analisa data ini bertujuan untuk memeberikan perhitungan kepada data yang diperoleh sehingga data yang diperoleh dapat menghasilkan sebuah interpretasi yang kongkrit. Pada langkah ini, kita perlu untuk memahami beberapa prosedur statistic yang banyak dilakukan dalam menganalisa data. Hasil analisa data adalah sebuah kesimpulan atau interpretasi. Sekarang saatnya seorang peneliti menentukan, apakah hasil dari penelitiannya bertentangan atau selaras dengan hipotesis yang telah disusun diawal. Hipotesis yang tidak selaras dan peneliti merasa bahwa seharusnya hipotesisnya benar, dapat melakukan peninjauan ulang hipotesis dan data penelitian untuk meyakinkan peneliti.

2.3 Kelebihan dan Kelemahan Penelitian Causal-Comparative


Sebelum membahas mengenai kelebihan dan kelemahan dari penelitian causalcomparative, kita bahas karakteristik dari penelitian ini. Berdasarkan uraian di atas, penelitian causal-comparative merupakan penelitian untuk menjelaskan atau menemukan bagaimana variable-variabel dalam penelitian saling berhubungan atau berpengaruh, tetapi juga mengapa gejala-gejala atau perilakun itu terjadi. Karakteristik Penelitian Causal-comparative: Data dikumpulkan setelah semua peristiwa terjadi. Variabel terikat ditentukan terlebih dahulu, kemudian merunut ke belakang untuk menemukan sebab, hubungan, dan maknanya. Penelitian deskriptif yaitu menjelaskan penemuannya sebagaimana yang diamati. Penelitian korelasional, mencoba menemukan hubungan kausal fenomena yang diteliti.

15

Penelitian causal-comparative menggunakan dasar logika yang digunakan untuk menentukan validitas empiris. Penelitian causal-comparative dilakukan jika dalam beberapa hal penelitian eksperimen tidak dapat dilaksanakan. Hal tersebut adalah: Jika tidak mungkin memilih, mengontrol, dan memanipulasi faktor-faktor yang diperlukan untuk meneliti hubungan sebab akibat secara langsung. Jika control semua variable kecuali independent tunggal, tidak realistik, dan artificial, mencegah interaksi yang normal dengan variable lain yang mempengaruhi. Jika kontrol secara laboratori untuk beberapa tujuan tidak praktis, dari segi biaya dan etik dipertanyakan.

2.3.1 Kelebihan Penelitian Causal-Comparative


Kelebihan Penelitian Causal-comparative antara lain: Sesuai untuk keadaan yang tidak dapat dilakukan oleh penelitian eksperimen Informasi tentang sifat fenomena apa yang terjadi, dengan apa kejadiannya, di bawah kondisi apa fenomena terjadi, dan dalam sekuensi dan pola seperti apa fenomena terjadi, Kemajuan dalam teknik statistik membuat desain causal-comparative lebih bertahan.

2.3.2 Kelemahan Penelitian Causal-Comparative


Kelemahan Penelitian Causal-comparative antara lain: Kurang kontrol terhadap variable bebas Sulit memastikan apakah faktor-faktor penyebab telah dimasukkan dan diidentifikasi Tidak ada faktor tunggal yang menjadi sebab suatu akibat, tetapi beberapa kombinasi dan interaksi faktor-faktor berjalan bersama di bawah kondisi tertentu menghasilkan akibat tertentu. Suatu fenomena mungkin bukan saja hasil dari sebab yang banyak, tetapi juga dari satu sebab dalam satu hal dan dari sebab yang lain. Jika hubungan antara dua variable ditemukan, sulit menemukan mana yang sebab dan mana yang akibat. Kenyataan yang menunjukkan bahwa dua atau lebih faktor berhubungan tidak mesti menyatakan hubungan sebab akibat. Semua faktor bias jadi berhubungan dengan suatu faktor tambahan yang tidak dikenal atau tidak diamati. Mengklasifikasikan subyek ke dalam kelompok dikotomi (misalnya yang berprestasi dan yang tidak berprestasi) untuk tujuan komparasi penuh dengan masalah, karena kategori seperti ini adalah samar-samar, dapat bervariasi, dan sementara.

16

Penelitian komparatif dalam situasi yang alami tidak memberikan seleksi subyek yang terkontrol. Sulit menempatkan kelompok subyek yang sama dalam segala hal kecuali pemaparan mereka terhadap satu variable

17

DAFTAR PUSTAKA
[1] F. N. Kerlinger, Foundations of Behavorial Research third edition, Orlando: Harcourt Brace & Company, 1986. [2] L. R. Gay and G. E.Mills, Educational Research: Compentencies for Analysis and Applications, New Jersey: Pearson education, 2006. [3] S. Rajasekar, P.Philominathan and V.Chinnathambi, Research Methodology, Tamilnadu: Tiruchirapalli Press, 2013.

18