Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN Kromatografi gas merupakan suatu metode yang dinamis untuk pemisahan dan deteksi senyawa-senyawa organik yang

mudah menguap dan juga untuk melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa dalam suatu campuran. Senyawa yang diuji (sampel) pada percobaan ini adalah campuran metil salisilat dan kamfer. Kedua sampel memenuhi persyaratan untuk dapat dianalisis dengan kromatografi gas, yaitu mudah menguap dan termostabil. Berikut ini pemerian masing-masing senyawa: 1. 2. MS (titik lebur ) Kamfer Pada kromatografi gas, komponen-komponen dari sampel dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan kecepatan migrasi dari komponen-komponen (senyawa-senyawa) tersebut yang dibawa oleh fase gerak dan ditahan secara selektif oleh fase diam. Fase gerak hanya mendorong komponen melewati kolom, jadi tidak berpengaruh pada selektifitas. Berdasarkan wujud fase diam dan fase geraknya, kromatografi gas pada percobaan ini tergolong kromatografi gas-cair (GLC; Gas Liquid Chromatography) dimana fase gerak berupa gas, yaitu gas Nitrogen, sedangkan fase diam berupa cairan, OV-17. Pada simulator langkah awal yang kita lakukan adalah menentukan sampel yang akan kita pisahkan, mulai dari single sampel, dimana ada senyawa murni dan campuran, kemudian juga ada sampel multi, artinya lebih dari satu, berikut gambarnya

Gambar 3.1 single sample dan multi sample

selanjutnya setelah pemilihan sample, kita masuk kebagian gas chromatography start up, dimana pada bagian ini kita mengeset tekanan, gas yang ingin digunakan, jenis detector, jenis kolom, Coulom, ada dua jenis kolom yang digunakan dalam GC. Yang pertama adalah kolom kemas, yaitu berupa tabung yang terbuat dari gelas atau steinstless berisi suatu padatan inert yang dikemas secara rapi. Kolom ini memiliki ukuran panjang 1,5-10 m dan diameter 2,2-4 nm. Yang kedua adalah kolom kapiler, yang biasanya terbuat dari silica dengan lapisan poliamida. Kolom jenis ini biasanya memiliki ukuran panjang 20-26 m dengan diameter yang sangant kecil, sedangkan Detektor berfungsi sebagai pendeteksi komponen-komponen yang telah dipisahkan dari kolom secara terus-menerus, cepat, akurat, dan dapat melakukan pada suhu yang lebih tinggi. Fungsi umumnya mengubah sifat-sifat molekul dari senyawa organik menjadi arus listrik kemudian arus listrik tersebut diteruskan ke rekorder untuk menghasilkan kromatogram. Detektor yang umum digunakan: a. Detektor hantaran panas (Thermal Conductivity Detector_ TCD) b. Detektor ionisasi nyala (Flame Ionization Detector_ FID) Setelah kita selesai di start-up,kita masuk kebagian control panel, kita set seperti gambar dibawah ini, karena suhu merupakan factor yang mempengaruhi lebar puncak, berikut gambarnya

Gambar 3.2 Control Panel

Bagian Integrator/plotter adalah bagian akhir, dimana pada bagian ini kita dapat melihat lebar puncak dari sampel yang kita injeksikan di awal, pada hasilnya terdapat 2 puncak,dan jika dilihat dari gambar sudah terpisah dengan baik, dimana puncak terpisah, berikut ini adalah gambarnya

Gambar 3.3 Integrattor/plotter

Kesimpulan

1. Suhu dapat mempengaruhi lebar puncak 2.bagian dalam kromatografi gas adalah sample, start-up,control panel kemudian ke manual inject