Anda di halaman 1dari 37

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan memberikan prioritas kepada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dengan tidak mengabaikan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan, termasuk pada anakanak agar tercapai derajat kesehatan secara optimal. Untuk menunjang upaya kesehatan yang optimal maka upaya dibidang kesehatan gigi perlu mendapat perhatian (Suwelo, 199 !. Penanganan di bidang kesehatan gigi yang baik, salah satunya adalah dengan memperhatikan masalah kesehatan gigi anak. Pada umumnya keadaan kebersihan mulut anak lebih buruk dan anak lebih banyak makan makanan dan minuman yang menyebabkan karies disbanding orang dewasa. "nak-anak umumnya senang gula-gula, apabila anak terlalu banyak makan gula-gula dan jarang membersihkannya, maka gigi-giginya banyak yang mengalami karies (Soemartono, #$$%!. &i negara maju pre'alensi karies gigi terus menurun sedangkan di negaranegara berkembang termasuk (ndonesia ada kecenderungan kenaikan pre'alensi penyakit tersebut. )igi sulung dalam kondisi yang baik sangat penting untuk perkembangan sistem stomatogenetik anak yang baik dan adekuat. )igi sulung yang sehat penting untuk kemampuan bicara, pencegahan kebiasaan oral yang buruk dan berperan sebagai penuntun erupsi gigi permanen. Selain itu pada masa kanak-kanak, estetika dari gigi anterior mendorong perkembangan kepribadian yang normal sehingga kepercayaan diri akan meningkat secara positi*, dapat mempengaruhi kualitas hidup anak pada masa depannya (Sutadi, #$$#!. "nak yang menderita karies dini memerlukan penanganan secepatnya sehingga mencegah kondisi yang lebih parah. Perawatan yang dilakukan akan meredakan keluhan atau rasa nyeri, serta menjaga mental dan tumbuh kembang stomatognatiknya. Suatu perawatan kesehatan gigi pada pasien anak dapat

berhasil apabila terdapat kerja sama yang baik antara perawat gigi atau dokter gigi dengan pasien anak serta orang tua anak (+endrastuti, #$$%!. 1.2 Rumusan Masalah 1. ,agaimana proses terjadinya karies #. .aktor apa saja yang menyebabkan karies%. ,agaimana perawatan karies/. ,agimana upaya pencegahan karies1.3 Tujuan Umum 0ompetensi yang akan dicapai mahasiswa adalah mampu menerapkan perawatan karies pada gigi sulung dan upaya pencegahan karies pada gigi sulung. 1. Tujuan !husus Pada akhir makalah ini, mahasiswa mampu 1 1. 2enganalisis bagaimana proses terjadinya karies pada gigi sulung #. 2enganalisis *aktor-*aktor yang menyebabkan karies pada gigi sulung %. 2enjabarkan bagaimana upaya perawatan karies /. 2enjabarkan bagaimana upaya pencegahan karies 1." H#$%tesa Perawatan gigi sulung yang tepat berpengaruh penting terhadap tingkat kejadian karies.

BAB II &!ENARI'

2.1 &kenar#% Seorang pasien laki-laki usia tahun datang ke 3S)2(P! (nstitut (lmu 0esehatan ,hakti 4iyata karena gigi gerahan kiri bawahnya berlubang, pada pemeriksaan anamnesa pasien dari orang tuannya menceritakan bahwa gigi tersebut sedikit berlubang belum pernah terasa sakit, hanya saja sering kemasukan makanan, sehingga orang tua khawatir lubang tersebut menjadi semakin besar dan ingin ditambal. 5rangtua pasien juga menceritakan kegemara anaknya makan permen dan kue manis. 5rang tua pasien ingin gigi geligi anaknya tersebut tidak mudah berlubang dikemudian hari. 2.2 !e()%r* 3estorasi, gigi sulung, perawatan karies 2.3 Learn#ng #ssue 1. ,agaimana proses terjadinya gigi berlubang pd anak. #. .aktor penyebab karies gigi pada anak %. ,agaimana perawatan karies gigi pada anak /. Upaya pencegahan karies pada gigi sulung

BAB III TIN+AUAN PU&TA!A 3.1 !ar#es 3.1.1 De,#n#s# !ar#es 0aries berasal dari bahasa 6atin yaitu caries yang artinya kebusukan. 0aries gigi adalah suatu proses kronis regresi* yang dimulai dengan larutnya mineral email sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam mikrobial dari substrat sehingga timbul destruksi komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi ka'itas (0idd, 199#!. &engan perkataan lain, dimana prosesnya terjadi terus berjalan ke bagian yang lebih dalam dari gigi sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh tubuh melalui proses penyembuhan, pada proses ini terjadi demineralisasi yang disebabkan oleh adanya interaksi kuman, karbohidrat yang sesuai pada permukaan gigi dan waktu (0idd, 199#!. Perkembangan karies dapat berbeda antara satu dan lain orang dari antara populasi satu dan populasi lain. "pabila perkembangannya lambat, mungkin membutuhkan waktu bertahun tahun lamanya sehingga karies menjadi ka'itas besar. "kan tetapi proses yang sama hanya membutuhkan waktu beberapa bulan saja, kalau perkembangannya cepat (0idd, 199#!. 3.1.2 -akt%r Terja*#n(a !ar#es 0aries terjadi bukan disebabkan karena satu kejadian saja seperti penyakit menular lainnya tetapi disebabkan serangkaian proses yang terjadi selama beberapa kurun waktu (7arigan, 199$!. 0aries merupakan penyakit multi*aktorial yaitu adanya beberapa *aktor yang menjadi penyebab terbentuknya karies. "da / (empat! *aktor utama yang memegang peranan yaitu *aktor host atau tuan rumah, agen atau mikroorganisme, substrat atau diet dan *aktor waktu, yang digambarkan sebagai empat lingkaran yang bertumpang tindih (7arigan, 199$!.

M%*el Em$at L#ngkaran Pen(e.a. !ar#es Untuk terjadinya karies, maka kondisi setiap *aktor tersebut harus saling mendukung yaitu tuan rumah yang rentan, mikroorganisme yang kariogenik, substrat yang sesuai dan waktu yang lama (7arigan, 199$!. 3.1.3 Pr%ses Terja*#n(a !ar#es Proses terjadinya karies ditandai dengan demineralisasi jaringan keras gigi yang diikuti dengan kerusakan bahan organiknya. &emineralisasi terjadi ketika karbohidrat yang dikonsumsi di*ermentasi oleh bakteri dalam plak sehingga menghasilkan asam laktat. ,akteri penyebab utama karies adalah Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan bakteri gram posit* (8!, bersi*at non motil (tidakbergerak!, berdiameter 1-# 9m, bakteri anaerob *akultati*. 2emiliki bentuk bulat atau bulat telur, tersusun seperti rantai dan tidak membentuk spora. Streptococcus mutans termasuk kelompok Streptococcus 'iridans yang merupakan anggota *loral normal rongga mulut yang memiliki si*at :-hemolitik dan komensaloportunistik "danya pembentukan asam akan menurunkan p+ plak gigi di bawah nilai p+ kritisyaitu ;,#-;,;(4illett dkk., 1991< "ri, #$$=!.

"da beberapa hal yang menyebabkan karies gigi bertambah parah adalah gula, air liur, dan juga bakteri pembusuknya. Setelah mengkonsumsi sesuatu yang mengandung gula, terutama adalah sukrosa, dan bahkan setelah beberapa menit penyikatan gigi dilakukan, glikoprotein yang lengket (kombinasimolekul protein dankarbohidrat! bertahanp ada gigi untuk mulai pembentukan plak pada gigi. Pada waktu yang bersamaan berjuta-juta bakteri yang dikenal sebagai Streptococcus mutans juga bertahan pada glikoprotein itu. 4alaupun banyak bakteri lain yang juga melekat, hanya Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan rongga atau lubang pada gigi (4illett dkk., 1991< "ri, #$$=!. Pada langkah selanjutnya, bakteri menggunakan *ruktosa dalam suatu metabolism glikolisis untuk memperoleh energi. +asil akhir dari glikolisis di bawah kondisi anaerob adalah asam laktat. "sam laktat ini menciptakan kadar keasaman yang ekstra untuk menurunkan p+ sampai batas tertentu sehingga dapat menghancurkan >at kapur *os*at di dalam email gigi pembentukan suatu rongga atau lubang. Streptococcus mutans ini yang mempunyai suatu en>im yang disebut glucosyltrans*erase diatas permukaannya yang dapat menyebabkan polimerisasi glukosa pada sukrosa dengan pelepasan dari *ruktosa, sehingga dapat mensintesa molekul glukosa yang memiliki berat molekul yang tinggi yang terdiri dari ikatan glukosaal*a (1-?! al*a (1-%! (4illett dkk., 1991< "ri, #$$=!. Pembentukan al*a (1-%! ini sangat lengket, sehingga tidak larut dalam air. +al ini diman*aatkan oleh bakteri streptococcus mutans untuk berkembang dan membentuk plak gigi. @n>im yang sama melanjutkan untuk menambahkan banyak molekul glukosa kesatu sama lain untuk membentuk deAtran yang memiliki struktur sangat mirip dengan amylase dalam tajin. &eAtran bersama dengan bakteri melekat dengan erat pada enamel gigi dan menuju ke pembentukan plak pada gigi. +al ini merupakan tahap dari pembentukan rongga atau lubang pada gigi yang disebut dengan karies gigi(4illett dkk., 1991< "ri, #$$=!. Streptococcus mutans melekat pada permukaan gigi dengan perantara glukan, dimana produksi glukan yang tidak dapat larut dalam air merupakan *aktor 'irulensi yang penting, glukan merupakan suatu polimer dari glukosa sebagai hasil reaksi katalis glucosyltrans*erase. )lukosa yang dipecah dari

sukrosa dengan adanya glucosyltrans*erase dapat berubah menjadi glukan. Streptococcus mutans menghasilkan dua en>im, yaitu glucosyltrans*erase dan *ruktosyltrans*erase. @n>im-en>im ini bersi*at spesi*ik untuk substrat sukrosa yang digunakan untuk sintesa glukan dan *ruktanataule'an (4illett dkk., 1991< "ri, #$$=!. Plak dapat menghambat di*usi asam keluar dalam sali'a sehingga konsentrasi asam pada permukaan enamel meningkat. "sam akan melepaskan ion hidrogen yang bereaksi dengan 0ristal apatit dan merusak enamel, berpenetrasi lebih dalam kedalam gigi sehingga 0ristal apatit menjadi tidak stabil dan larut. +al ini menyebabkan produksi asam meningkat, reaksi pada ka'itas oral juga menjadi asam dan kondisi ini akan menyebabkan proses demineralisasi gigi terus berlanjut sehingga menyebabkan gigi menjadi berlubang(3egina, #$$ !. 3.1. In*#kat%r Pen#la#an !ar#es

3.1." Pera)atan /#g# &ulung Pada gigi dengan karies yang telah mengenai saluran akar hendaknya dilakukan perawatan endodontic terlebih dahulu sebelum dilakukan penambalan,

sedangkan pada gigi dengan karies yang belum mengenai pulpa dapat langsung dilakukan penambalan (3iyanti, #$$;!. 1. Perawatan @ndodontik 7ujuan dasar dari perawatan endodontic pada anak mirip dengan pasien dewasa, yaitu untuk meringankan rasa sakit dan mengontrol sepsis dari pulpa dan jaringan periapikal sekitarnya serta mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat diterima secara biologis oleh jaringan sekitarnya dan untuk mempertahankan panjang lengkung rahang (3iyanti, #$$;!. a. Pulp Bapping Pulp Bapping dide*inisikan sebagai aplikasi dari satu atau beberapa lapis bahan pelindung di atas pulpa 'ital yang terbuka.,ahan yang biasa digunakan untuk pulp capping ini adalah kalsium hidroksida karena dapat merangsang pembentukan dentin sekunder secara e*ekti* dibandingkan bahan lain. 7ujuan pulp capping adalah untuk menghilangkan iritasi ke jaringan pulpa dan melindungi pulpa sehingga jaringan pulpa dapat mempertahankan 'italitasnya.

Pulp capping Direct

Pulp capping Indirect

7eknik pulp capping dibagi menjadi indirect dan direct. 1. Pulp Bapping (ndirect Cakni memberi material proteksi pada dentin yang terin*eksi diatas pulpa yang belum terbuka In*#kas#1 0aries yang dalam dimana lapisan dentin diatas pulpa sudah sedemikian tipis tanpa gejala in*lamasi. !%ntra #n*#kas#0 adanya sakit spontan, adanya tanda kondisi patologik klinis maupun radiogra*.

7ahapan1 #. 3ontgen gigi daerah kerja untuk mengetahui kedalaman karies (solasi daerah kerja ,uka dan bersihkan karies dengan bur *isur, irigasi ka'itas, lalu keringkan 7empatkan basis kalsium hidroksida pada dentin di dasar ka'itas 7utup dengan semen *os*at, lalu restorasi Pulp Bapping &irect

Pemberian material terapitik pada pulpa yang terbuka untuk merangsang terbentuknya barrierD dentin reparati*, In*#kas#0 pulpa 'ital yang terbuka kecil (pin point! dengan diameter kurang dari 1mm, untuk gigi tetap muda yang pembentukan akar dan apeksnya belu sempurna. !%ntra #n*#kas#0 sama dengan pulp capping indirect. 7ahapan1 Preparasi dan bersihkan karies dengan bur (rigasi lalu keringkan ka'itas 6etakkan bahan kalsium hidroksida pada pulpa yang terbuka dan biarkan kering 7utup dengan semen *os*at dan tambalan sementara. Setelah ? minggu, apabila reaksi pulpa terhadap panas dan dingin normal, restorasi dengan restorasi tetep. b. Pulpotomi Pulpotomi adalah pembuangan pulpa 'ital dari kamar pulpa kemudian diikuti oleh penempatan obat di atas ori*is yang akan menstimulasikan perbaikan atau memumi*ikasikan sisa jaringan pulpa 'ital di akar gigi. Pulpotomi disebut juga pengangkatan sebagian jaringan pulpa.

c. Pulpektomi Pulpektomi adalah pengangkatan seluruh jaringan pulpa. Pulpektomi merupakan perawatan untuk jaringan pulpa yang telah mengalami kerusakan yang bersi*at irre'ersible atau untuk gigi dengan kerusakan jaringan keras yang luas. 2eskipun perawatan ini memakan waktu.

#.

Pembuatan 3estorasi "lat restorasi yang dapat digunakan untuk perawatan karies gigi sulung

adalah semen glass ionomer, composit resin strip crown, dan mahkota stainless steel. "nak-anak dengan keadaan seperti ini adalah mungkin untuk dilakukan preparasi ka'itas kelas ((( dan kelas (E.Semen glass ionomer dan resin komposit dapat digunakan untuk restorasi lesi-lesi kelas ((( pada gigi sulung anterior, gabungan resin komposit dan glass ionomer (compomerDcompoglass! juga dapat digunakan untuk lesi kelas (E. Sedangkan mahkota stainless steel digunakan untuk lesi karies pada gigi posterior (3iyanti, #$$;!. a. 3estorasi &irect Semen )lass (onomer Semen glass ionomer terbentuk karena reaksi antara bubuk kaca alumino silikat yang khusus dibuat dengan asam poliakrilat. Setelah tercampur pasta semen ini ditumpatkan kedalam ka'itas pada saat bahan ini belum mengeras. Semen glass ionomer yang berisi logam perak dalam bubuknya telah dikembangkan serta dikenal dengan nama generiknya yaitu cermet. Semen semacam ini mempunyai ketahanan terhadap abrasi dan bersi*at radiopak. Semen

1$

glass ionomer sebaiknya tidak digunakan sebagai alat restorasi untuk kerusakan gigi yang luas karena kurang kuat menerima daya kunyah yang berlebih. Pemakaian Semen )lass (onomer sangat di utamakan karena dapat melekat dengan baik pada enamel dan dentin serta berpotensial memiliki antikariogenik dengan melepaskan *lour. )abungan 3esin 0ompositdan )lass (onomer 3esin komposit diindikasikan untuk ka'itas kelas ( atau kelas (( pada gigi anak yang kooperati*, untuk lesi interproksimal kelas ((( pada gigi anterior, lesi kelas E pada permukaan *asial gigi anterior, hilangnya sudut insisal gigi, *raktur gigi anterior, lesi oklusal dan interproksimal gigi posterior kelas ( dan ((. Pasien dengan insidensi karies dan kebersihan mulut yang kurang baik merupakan kontraindikasi restorasi resin komposit. b. 3estorasi (ndirect Stainless Steel Brown Stainless Steel Brown (SSB! adalah tumpatan sementara berbentuk anatomi gigi terbuat dari paduan logam (alloy! nirkarat yang mudah dibentuk untuk diadaptasikan pada gigi sulung posterior.

(ndikasi SSB adalah (,akar, #$1%!1 1. 0erusakan gigi yang sangat parah #. )igi molar desidui yang telah dilakukan terapi pulpa %. )igi desidui atau permanen yang hypoplasia, dan /. )igi-gigi anak-anak dengan resiko karies tinggi Poly Barbonat Brown (PBB! 3estorasi poly carbonat biasa digunakan untuk gigi anterior decidui yang mengalami karies yang luas (,akar, #$1%!.

11

3.1.1 Pert#m.angan Rest%ras# /#g# &ulung a. Usia anak Usia anak berhubungan dengan sikap anak dalam mengahadapi perawatan dan juga kondisi gigi geligi. Semakin kecil usia anak, semakin dibutuhkan penanganan ekstra karena cenderung merasa takut dan tidak kooperati* saat dilakukannya suatu perawatan dental. Sejak usia 1= bulan anak-anak dapat menjalani pemeriksaan gigi, namun umumnya baru usia # atau % tahun. b. &erajat keparahan karies &erajat keparahan karies menjadi salah satu wacana yang dapat digunakan sebagai pertimbangan, hal ini berkaitan dengan kondisi gigi yang terkena karies super*isial, media, ataupun pro*unda hingga pro*unda per*orasi. c. 0ondisi gigi F tulang penyangga dilihat dari *oto rontgen 2enjadi bahan pertimbangan karena kondisi gigi dan tulang penyangga yang baik akan turut mempengaruhi proses dari suatu restorasi. "pakah gigi keadaan gigi baik, dengan tulang yang baik, ataukah terjadi kelainan pada akar, ruang pulpa, dan lain sebagainya. d. 4aktu normal gigi tanggal Setiap gigi mempunyai masa waktu untuk tanggal. 2asa waktu untuk tanggal inilah yang kemudian dijadikan dokter gigi atau perawat gigi dadlam melakukan restorasi. ,iasanya apabila gigi yang terkana karies sudah mendekati waktu tanggal perawatan yang sering digunakan untuk gigi decidui adalah perawatan sementara, yang lebih banyak menggunakan bahan yang dapat melepas *luoride. e. @*ek bila gigi tersebutdicabut 5perator hendaknya mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi dari pencabutan gigi. Pertimbangan banyak ditekankan pada pertimbangan kondisi ruang pada rahang. )igi anak yang lepas sebelum waktunya, misalnya karena berlubang ataukarena terlepas dengan sendirinya, dapat menyebabkan ruangan yang tertinggalmenyempit karena pergeseran gigi

1#

sebelahnya. 3uangan yang menyempit ini akanmengganggu

erupsi gigi

tetap di bawahnya. +al ini dapat mengakibatkan gigitetap tumbuh dalam posisi yang kurang baik dan susunan gigi pun menjadi tidak rapi (7edjosasongko, Udijanto, #$$9!. 3.1.2 Per.e*aan $era)atan g#g# sulung 1. 2or*ologi anatomi gigi sulung berbeda dengan gigi permanen 1 a. 2ahkota yang cembung dan ser'ikal jelas b. ,idang oklusal sempit c. Ser'ikal ke apeks menonjol d. @namel tipis e. 7anduk pulpa tinggi *. Saluran akar kecil g. &asar pulpa tipis h. "da gigi permanen yg akan tumbuh i. (nklinasi prisma enamel berbeda

#. Perawatan gigi anak membutuhkan pendekatan ataupun keahliah khusus dalam hal 1 A. Management Per#laku Anak 2empertimbangkan perasaan anak, membentuk rasa percaya dan kerja sama anak agar mau melakukan perawatan dengan cara simpatik dan baik. 7idak hanya memberikan perawatan sekarang, tetapi juga mengusahakan masa depan kesehatan gigi anak dengan membentuk sikap dan tingkah laku yang positi* terhadap perawatan gigi.

1%

B. Desa#n Ruang Praktek Pas#en Anak 0unjungan ke dokter gigi saat ini belum merupakan sesuatu yang rutin dilakukan terutama pada anak-anak. 0unjungan baru dilakukan bila terdapat keluhan dan program pencegahan belum sepenuhnya dijalankan. "nggapan bahwa gigi sulung merupakan gigi yang keberadaannya di rongga mulut hanya sementara sehingga perawatannya tidak perlu terlalu diperhatikan masih banyak dianut oleh para orang tua. Selain itu, *aktor kecemasan juga berhubungan dengan kurang berminatnya seorang anak datang ke dokter gigi. 0ecemasan yang dialami oleh pasien anak perlu mendapat perhatian khusus, karena e*eknya bukan hanya terhadap pasien anak itu sendiri tetapi juga terhadap dokter gigi dan keberhasilan perawatan gigi. +al tersebut akan menjadi permasalahan tersendiri bagi dokter gigi dalam menangani pasien anak tersebut (0ent dan ,linkhorn, #$$;!. +asil penelitian 4illiam pada tahun 19=; memberikan gambaran bahwa anak-anak yang cemas cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar dan sulit beradaptasi. +al tersebut menunjukkan bahwa anak-anak seperti itu akan mendatangkan lebih banyak masalah pada kunjungan ke praktik dokter gigi.2ani*estasi dari kecemasan anak dapat berupa tingkah laku kurang kooperati* terhadap perawatan gigi sehingga anak menolak untuk dilakukan perawatan gigi, misalnya mendorong instrumen agar menjauh darinya, menolak membuka mulut, menangis, sampai meronta-ronta, dan membantah. 5leh sebab itu, dokter gigi harus bekerja ekstra dalam menghadapi permasalahan yang ditimbulkan akibat kecemasan pada saat anak dirawat gigi (,rauer, 199;!.

1/

1. Ruang Tunggu 3uang tunggu merupakan *aktor utama untuk timbulnya rasa cemas. Pemandangan di sekitar ruang praktik yang dilihat oleh pasien sangat penting. Pam*let dan poster di dalam ruang tunggu dapat memberikan e*ek negati* pada pasien kerena gambar monster yang aneh digunakan dalam pam*let atau poster. Susunan alat-alat, alat bor, dan instrumen lain yang dapat menakuti pasien harus dijauhkan dari pandangan pasien. Suara juga dapat menimbulkan rasa takut pasien. 3uang praktik diusahakan tidak terlalu dekat dengan ruang tunggu (@llis, #$$ !. Pasien biasanya mengatakan bahwa kecemasan mereka sampai pada puncaknya ketika menunggu di ruang tunggu. 2enghadapi bayangan yang mungkin terjadi sering kali lebih buruk daripada kejadian itu sendiri. Pasien biasanya mengatakan bahwa kecemasan mereka lebih tinggi ketika menunggu di ruang tunggu daripada ketika mereka sudah duduk di unit kursi gigi. 2enghadapi bayangan yang akan terjadi seringkali lebih buruk daripada kejadian itu sendiri (0ent dan ,linkhorn, #$$;!. Suatu perilaku anak yang tidak kooperati* pada ruang perawatan gigi biasanya dipicu oleh perasaan untuk menghindari keadaan yang tidak menyenangkan dan rasa sakit yang mungkin akan terjadi, serta dita*sirkan olehnya sebagai ancaman bagi kesehatannya (.inn, #$$%!. Pada saat anak memasuki ruang perawatan gigi dengan sejumlah perasaan takut, hal yang pertama harus dilakukan oleh dokter gigi adalah menempatkan anak senyaman mungkin dan mengarahkannya bahwa pengalamannya ini bukanlah hal yang tidak biasa. Gika tempat praktik tidak terbatas hanya untuk pasien anak-anak, salah satu metode yang e*ekti* di antaranya adalah dengan pembuatan ruang tunggu yang dibuat sedemikian rupa sehingga anak merasa berada di lingkungan rumahnya sendiri. 2embuat ruang penerimaan yang nyaman dan hangat sehingga anak merasa tidak asing ketika memasukinya, oleh karena itu dekorasi ruangan sangat memegang peranan penting dan erat kaitannya dengan kondisi psikologis mereka (.inn, #$$%!.

1;

Tata Ruang Tunggu 2usik yang lembut dapat memberikan e*ek baik pada orang tua maupun anak dalam memecahkan keheningan di ruang tunggu. ,ahan-bahan bacaan yang disediakan di ruang tunggu tidak saja buat anak-anak, tetapi juga buat orang tuanya. Sediakan pula kursi dan meja kecil bagi anak untuk duduk dan membaca. ,uku-buku disediakan untuk semua usia anak. Selain buku bacaan, dapat disediakan juga buku akti'itas, seperti buku mewarnai (.inn, #$$%!.

2. Ruang Pera)atan 7empat praktik yang tidak terbatas hanya untuk pasien anak-anak, salah satu metoda yang e*ekti* di antaranya adalah dengan pembuatan ruang tunggu yang dibuat sedemikian rupa sehingga anak merasa berada di lingkungan rumahnya sendiri. 3uang penerimaan dibuat nyaman dan hangat sehingga anak merasa tidak asing ketika memasukinya, oleh karena itu dekorasi ruangan sangat memegang peranan penting dan erat kaitannya dengan kondisi psikologis mereka, sehingga banyak kecurigaan dari anak akan menjadi hilang (.inn, #$$%!. Salah satu jalan yang paling sederhana untuk melakukan ini adalah dengan membuat satu sudut ruang tunggu yang khusus untuk mereka sendiri. 2emiliki meja dan kursi anak-anak sehingga mereka dapat duduk dan membaca. Perpustakaan kecil dengan buku untuk anak-anak untuk berbagai tingkatan usia. 2enyiapkan beberapa majalah anak-anak yang bagus< menjadikan seorang dokter gigi berlangganan majalah anak secara berkala. 2enyediakan suatu lampu kecil di atas meja dengan suatu keremangan yang menarik. ,eberapa mainan sederhana

1?

tapi kokoh menjadi sebuah pilihan yang baik untuk ditempatkan diruangan tersebut untuk menghibur anak yang paling kecil. 3uang perawatan dapat membuat lebih menarik bagi anak-anak dengan menempatkan beberapa gambargambar di atas dinding sehingga lebih menyenangkan bagi anak-anak ketika bermain (.inn, #$$%!. &ekorasi ruangan dapat diatur berdasarkan setting tertentu, misalnya seperti sirkus, luar angkasa, atau serial dan tokoh kartun yang sedang digemari anak. &ekorasi tersebut dapa memberikan kehangatan dan *antasi ruangan yang cenderung menghilangkan rasa takut. Selain itu, dapat pula diletakkan akuarium yang dapat terlihat oleh anak saat berada di kursi gigi. "kuarium selalu merupakan sumber hiburan bagi anak (.inn, #$$%!.

Ruang Perawatan dengan Setting Laut 3uang perawatan dapat dipisahkan dengan ruang konsultasi. Selama anak dalam perawatan gigi, orang tua dapat menunggu di ruang konsultasi. 4alaupun terpisah, sebaiknya ruang ini tidak dipisahkan oleh pintu yang tertutup sehingga anak dapat tetap merasakan kehadiran orang tuanya (.inn, #$$%!.

Ruang Konsultasi Terpisah dengan Ruang Perawatan

3uang perawatan dapat dibuat lebih menarik bagi seorang anak jika terdapat beberapa gambar anak-anak yang sedang bermain. .oto seorang anak sedang bermain bebas dan tertawa-tawa dapat memberikan sugesti positi* bagi seorang anak. &iusahankan pula untuk menata ruangan agar anak tidak melihat pasien dewasa kesakitan saat dalam perawatan atau melihat darah padanya. Pasien lain yang terlihat dengan mata memerah karena habis menangis dapat mempengaruhi emosi anak. 5leh karena itu, alangkah lebih baiknya jika dapat dibuat pintu keluar dan pintu masuk yang berbeda (.inn, #$$%!. 4arna dinding ruangan, kursi gigi, dan perlengkapan lainnya dapat memberikan e*ek pada anak. 4arna-warna yang lembut dan cerah akan memberikan e*ek menenangkan dibandingkan warna-warna terang dan menyala. Selain itu, dapat pula diberikan paduan warna yang serasi sehingga anak cenderung untuk tetap tenang ()raham, 199/!.

Paduan Warna dan Gambar-gambar di Dinding Ruang Perawatan 3. Ruang Pen(uluhan Selain ruang tunggu dan ruang perawatan, ruang praktik sebaiknya dilengkapi dengan ruang penyuluhan, tempat anak dan orang tuanya mendapatkan instruksi prosedur pencegahan. 4alaupun in*ormasi mengenai prosedur pencegahan dapat diberikan di ruang perawatan, ruangan yang terpisah dapat memberikan e*ek yang baik bagi pasien. 3uangan ini dapat dilengkapi oleh gambar-gambar cara perawatan gigi, model, slide, pam*let, dan lain-lain. 7ata warna ruang harus dipilih warna cerah dengan pencahayaan yang baik (.inn, #$$%!.

1=

Penyuluhan di Kursi Gigi 3.1.3 Tekn#k Pre$aras# Prinsip preparasi ka'itas pada gigi sulung dan gigi permanen umumnya sama karena bentuk ka'itas banyak ditentukan oleh banyaknya pembuangan karies di email dan dentin. 1! 5utline .orm ()aris tepiD,atas! #! 3esistance .orm (,entuk resistensi! %! 3etention .orm (,entuk retensi! /! Bon'enience .orm ;! 3emo'al o* Baries (Penyingkiran Garingan karies! ?! .inishing 7he @namel 2argin (2enghaluskan dinding enamel margin! ! 7oilet o* 7he Ba'ity (2embersihkan 0a'itas! (,akar,#$1$!.

3.1.4 U$a(a Pen5egahan !ar#es 1. 2odi*ikasi 0ebiasaan "nak

19

2odi*ikasi kebiasaan anak bertujuan untuk merubah kebiasaan anak yang salah mengenai kesehatan gigi dan mulutnya sehingga dapat mendukung prosedur pemeliharaan dan pencegahan karies #. Pendidikan 0esehatan )igi H &+@ (&ental +ealth @ducation! &+@ merupakan pendidikan kesehatan gigi yang diberikan kepada anak besertaorang tuanya. Pendidikan kesehatan yang dapat kita berikan kepada pasien seperti memberikan petunjuk tentang bagaimana cara menyikat gigi yang benar, kemudian kontrol diet berupa pengecekan jumlah asupan gula dari pasien sehingga kita dapat mencegah terjadinya kerusakan gigi, serta langkah-langkah yang dapat diambil oleh pasien untuk peningkatan oral hygiene (kebersihan rongga mulut!. %. 0ebersihan 2ulut Penyikatan gigi, *lossing dan pro*esional propilaksis disadari sebagai komponen dasar dalam menjaga kebersihan mulut. 0eterampilan penyikatan gigi harus diajarkan dan ditekankan pada anak di segala umur. "nak di bawah umur ; tahun tidak dapat menjaga kebersihan mulutnya secara benar dan e*ekti* maka orang tua harus melakukan penyikatan gigi anak setidaknya sampai anak berumur ? tahun kemudian mengawasi prosedur ini secara terus menerus. Penyikatan gigi anak mulai dilakukan sejak erupsi gigi pertama anak dan tatacara penyikatan gigi harus ditetapkan ketika molar susu telah erupsi. /. &iet dan 0onsumsi )ula 0ontrol diet yang dimaksud disini bukanlah diet yang dilakukan untuk menurunkan berat badan, melainkan pengaturan jumlah dan *rekuensi asupan makanan serta minuman yang dilakukan %- hari sehingga dapat kita ketahui kebiasaan makan dari pasien apakah itu baik atau buruk. +al-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kontrol diet adalah

0ita mengurangi *rekuensi makan dari pasiennamun tidak mengurangi jumlahnya. jadi, dalam sehari pasien makan % makanan utama dan # atau % makanan tambahan. 2akanan tambahan berupa makanan yang hanya mengandung sedikit sukrosa (gula!.

#$

Gangan ngemil diantara jam makan karena dapat mengganggu kerja sali'a dalam menetralkan asam. "nak-anak boleh dikasih permen hanya sekali seminggu atau diberikan permen yang tidak mengandung gula seperti Aylitol.

Bara melakukan kontrol diet1 Pada kunjungan pertama, kita berikan borang kepada pasien untuk diisi dirumah. ,orang ini berupa tabel yang harus diisi pasien dengan jujur mengenai apa saja yang dikonsumsi oleh pasien setiap harinya dalam seminggu. Batat juga waktunya saat pasien makan. Pada kunjungan berikutnya, pasien menyerahkan borang yang sudah diisi lalu kita hitung asupan makanan pasien (dalam hal ini jumlah sukrosa!. 0ita berikan penjelasan mengenai kontrol diet yang benar kepada pasien ;. "plikasi .luor Pengaplikasian *luor terbagi #, yaitu1 a. Secara Sistemik Pengaplikasian *luor dengan cara diminum sehingga *luor bekerja melalui aliran sistemik tubuh. ,iasanya dilakukan dengan minum air atau makan makanan ber*luoride. Pemberian asupan *luor melalui sistemik ini cukup beresiko terjadinya kelebihan *luor, karena sulit untuk mengatur keseimbangan asupan *luor saat kita makan sehari-hari. b. Secara 7opikal. "plikasi *luor dilakukan untuk mencegah terjadinya karies. ,iasanya diberikan kepada pasien yang mengalami white spot pada gigi. Pengaplikasiannya dengan cara mengoles atau berkumur dengan larutan mengandung *luoride. ?. Penggunaan Pit dan .issure Sealant Pit dan *issure merupakan bentuk anatomis normal yang terdapat pada gigi. +anya saja, pit dan *issure ini bisa sewaktu-waktu menjadi bertambah dalam akibat makanan ataupun akibat demineralisasi asam sehingga perlu ditutup

#1

dengan menggunakan sealant sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut berupa karies. 3.1.16 !ar#es Terhent# 0aries terhenti atau lesi karies yang tidak berkembang bisa disebabkan karena *aktor lingkungan. 0aries ini biasanya paling sering terjadi dibagian labial maupun lingual gigi, terkadang apabila terdapat perubahan kondisi lingkungan yang sangat baik, dapat menyebabkan karies melambat bahkan terkadang pada lesi karies terjadi proses remineralisasi.

0aries terhenti masuk dalam karies yang dilihat dari progresi'itasnya Pencabutan molar pertama dapat membuat lesi karies terhenti, karena keadaan lingkungan yang sudah berubah sehingga mempermudah perawatan pada gigi-gigi yang masih tersisa meskipun sudah terkena karies. Penanganan pada gigi sulung dengan karies yang telah terhenti dengan kondisi gigi coklat atau menghitam, harus melihat masa erupsi gigi permanen. "pabila masa erupsi gigi permanen dekat dapat dilakukan pencabutan ataupun dengan dibiarkan saja menunggu goyang dengan sendirinya. Iamun bilamana waktu erupsi gigi permanennya masih lama dapat dibuatkan Stainless Steel rown tergantung seberapa lebar luas karies terhenti pada gigi dan juga perawatan dan diet gula secara intensi* hingga gigi permanen menyundul gigi sulung yang terkena karies. 3.2 A$l#kas# -lu%r 3.2.1 In*#kas# *an !%ntra#n*#kas# -lu%r Pa*a Anak 2enurut &onley (#$$%!, meliputi 1

##

(ndikasi1 pasien anak di bawah ; tahun yang memiliki resiko karies sedang sampai tinggi gigi dengan permukaan akar yang terbuka gigi yang sensiti'e anak-anak dengan kelainan motorik, sehingga sulit untuk membersihkan gigi (contoh1&own syndrome! pasien yang sedang dalam perawatan orthodontic

0ontraindikasi 3.2.2 pasien anak dengan resiko karies rendah pasien yang tinggal di kawasan dengan air minum ber*luor ada ka'itas besar yang terbuka 7ara Pem.er#an -lu%r .luoride sistemik adalah *luoride yang diperoleh tubuh melalui pencernaan dan ikut membentuk struktur gigi. .luoride sistemik juga memberikan perlindungan topikal karena *luoride ada di dalam air liur yang terus membasahi gigi. .luoride sistemik ini meliputi *luoridasi air minum dan melalui pemberian makanan tambahan *luoride yang berbentuk tablet, tetes atau tablet isap. Iamun di sisi lain, para ahli sudah mengembangkan berbagai metode penggunaan *luor, yang kemudian dibedakan menjadi metode perorangan dan kolekti*. Bontoh penggunaan kolekti* yaitu *luoridasi air minum (biasa kita peroleh dari air kemasan! dan *luoridasi garam dapur ("rs creation, #$1$!. 7erdapat tiga cara pemberian *luor secara sistemik, yaitu 1 1. -lu%r#*as# a#r m#num 7elah dibuktikan, apabila dalam air minum yang dikonsumsi oleh suatu daerah, atau kota tertentu dibubuhi >at kimia *luor maka penduduk di situ akan

A. Pem.er#an -lu%r &e5ara &#stem#k

#%

terlindung dari karies gigi. Pemberian *luor dalam air minum ini jumlahnya ber'ariasi antara 1-1,# ppm (part per million!. Selain dapat mencegah karies, *luor juga mempunyai e*ek samping yang tidak baik yaitu dengan adanya apa yang disebut Jmottled enamelK pada mottled enamel gigi-gigi kelihatan kecoklatcoklatan, berbintik-bintik permukaannya dan bila *luor yang masuk dalam tubuh terlalu banyak, dapat menyebabkan gigi jadi rusak sekali (Lel'ya P.3.&, #$$%!. 0onsentrasi optimum *luorida yang dianjurkan dalam air minum adalah $, M1,# ppm.1= 2enurut penelitian 2urray and 3ugg-gun cit! 6inano* bahwa *luoridasi air minum dapat menurunkan karies /$M;$N pada gigi susu ("mi "ngela, #$$;!.

"luoridasi air minum

2. Pem.er#an ,lu%r melalu# makanan 0adang-kadang makanan yang kita makan sudah mengandung *luor yang cukup tinggi, hingga dengan makanan itu saja sudah mencegah terjadinya karies gigi. Gadi harus diperhatikan bahwa sumber yang ada sehari-hari seperti di rumah, contohnya di dalam air mineral, minuman ringan dan makanan sudah cukup mengandung *luoride. 0arena itu makanan *luoride harus diberikan dengan hatihati. 2akanan tambahan *luoride hanya dianjurkan untuk mereka (terutama anakanak! yang tinggal di daerah yang sumber airnya rendah *luor atau tidak di*luoridasi. .luoride dapat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. "pabila pemakaian *luoride tidak terkontrol dan tidak disiplin, maka tidak akan mencapai

#/

sasaran dan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Bontohnya adalah *luorosis ("rs creation, #$1$!.

3. Pem.er#an ,lu%r *alam .entuk %.at8%.atan Pemberian *luor dapat juga dilakukan dengan tablet, baik itu dikombinasikan dengan 'itamin-'itamin lain maupun dengan tablet tersendiri. Pemberian tablet *luor disarankan pada anak yang berisiko karies tinggi dengan air minum yang tidak mempunyai konsentrasi *luor yang optimal (#,# mg Ia., yang akan menghasilkan *luor sebesar 1 mg per hari! ("ngela, #$$;!. 7ablet *luor dapat diberikan sejak bayi berumur # minggu hingga anak 1? tahun. Umur # minggu-# tahun biasanya diberikan dosis $,#; mg, #-% tahun diberikan $,; mg, dan %-1? tahun sebanyak 1 mg (Io'a, #$1$!. "njuran pemberian dosisnya 1 (1 tablet Ia. H #,#1mg Ia. H 1mg .!

"nak usia $-# tahun "nak usia #-% tahun

1 1 tablet untuk 1 Ouart hari 1 1 tablet untuk selang 1 hari

"nak usia %-1$ tahun 1 1 tablet D hari

,ila air minum yang mengandung *luor P $,; ppm maka tablet tidak dianjurkan. &i (ndonesia menurut Suwelo anjuran pemberian tablet adalah untuk daerah M daerah yang kadar *luor air minumnya Q $,% ppm, dengan dosis pemakaian 1

"nak usia $-# tahun 1 $,#; mg D hari atau R tablet "nak usia #-/ tahun 1 $,; mg D hari atau S tablet "nak usia T / tahun 1 $,; M 1 mg tablet D hari atau S M 1 tablet

Untuk air kemasan 1 $,$$# M $,#= ppm

B. Penggunaan -lu%r &e5ara T%$#kal 2enurut "ngela (#$$;!, tujuan penggunaan *luor adalah untuk melindungi gigi dari karies, *luor bekerja dengan cara menghambat metabolisme bakteri plak

#;

yang dapat mem*ermentasi karbohidrat melalui perubahan hidroksil apatit pada enamel menjadi *luor apatit yang lebih stabil dan lebih tahan terhadap pelarutan asam. 3eaksi kimia 1 Ba1$(P5/!?(5+!#8. U Ba1$(P5/!?(5+.! menghasilkan enamel yang lebih tahan asam sehingga dapat menghambat proses demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi. 3emineralisasi adalah proses perbaikan kristal hidroksiapatit dengan cara penempatan mineral anorganik pada permukaan gigi yang telah kehilangan mineral tersebut (0idd dan,echal, 1991!. &emineralisasi adalah proses pelarutan kristal hidroksiapatit email gigi, yang terutama disusun oleh mineral anorganik yaitu kalsium dan *os*at, karena penurunan p+ plak sampai mencapai p+ kritis (p+ ;! oleh bakteri yang menghasilkan asam (3osen, 1991< 4olinsky, 199/!. Penggunaan *luor sebagai bahan topikal aplikasi telah dilakukan sejak lama dan telah terbukti menghambat pembentukan asam dan pertumbuhan mikroorganisme sehingga menghasilkan peningkatan yang signi*ikan dalam mempertahankan permukaan gigi dari proses karies. Penggunaan *luor secara topikal untuk gigi yang sudah erupsi, dilakukan dengan beberapa cara (Canti, #$$#!1 1. 7opikal aplikasi yang mengandung *luor #. 0umur-kumur dengan larutan yang mengandung *luor %. 2enyikat gigi dengan pasta yang mengandung *luor 1. T%$#kal A$l#kas# Cang dimaksud dengan topikal aplikasi *luor adalah pengolesan langsung *luor pada enamel. Setelah gigi dioleskan *luor lalu dibiarkan kering selama ; menit, dan selama 1 jam tidak boleh makan, minum atau berkumur (6ubis, #$$1!.

#?

Topi#al $pli#asi "luo dan "luor Gel Sediaan *luor dibuat dalam berbagai bentuk yaitu Ia., Sn., "P. yang memakainya diulaskan pada permukaan gigi dan pemberian 'arnish *luor. Ia. digunakan pertama kali sebagai bahan pencegah karies. Ia. merupakan salah satu yg sering digunakan karena dapat disimpan untuk waktu yang agak lama, memiliki rasa yang cukup baik, tidak mewarnai gigi serta tidak mengiritasi gingi'a. Senyawa ini dianjurkan penggunaannnya dengan konsentrasi #N, dilarutkan dalam bentuk bubuk $,# gram dengan air destilasi 1$ ml (Canti, #$$#!.

"luor Topical $plication Tray Pemberian 'arnish *luor dianjurkan bila penggunaan pasta gigi mengandung *luor, tablet *luor dan obat kumur tidak cukup untuk mencegah atau menghambat perkembangan karies. Pemberian 'arnish *luor diberikan setiap empat atau enam bulan sekali pada anak yang mempunyai resiko karies tinggi. Salah satu 'arnish *luor adalah duraphat (colgate oral care! merupakan larutan

alkohol 'arnis alami yang berisi ;$ mg Ia.Dml (#,; N sampai kira-kira #;.$$$ ppm *luor!. Earnish dilakukan pada anak-anak umur ? tahun ke atas karena anak dibawah umur ? tahun belum dapat menelan ludah dengan baik sehingga dikhawatirkan 'arnish dapat tertelan dan dapat menyebabkan *luorosis enamel ("ngela, #$$;!. Cara Pemberiannya: 2enggosok gigi dan *lossing dari sisa-sisa makanan sebelum aplikasi *luor. )igi dibersihkan dengan pasta pumice dan rubber cup. (solasi gigi geligi, bisa dengan menggunakan sali'a ejektor atau gulungankapas agar sali'a terserap oleh kapas sehingga nantinya *luor tidak larut dalamsali'a. )igi dikeringkan dengan semprotan udara. 5leskan #N larutan sodium *luoride dengan menggunakan kapas (cotton pellet ! atau disemprotkan. ,iarkan kering selama / menit. 0emudian setelah / menit, bersihkan larutanDgel dari permukaan gigi. Gumlah*luor yang dioleskan dalam jumlah sedikit sehingga jangan sampai anak menelan *luor, boleh meludah (untuk meludahkan sisa-sisa *luor! tapi jangan berkumur. Setelah perawatan dianjurkan kepada pasien agar tidak makan dan minumselama %$ menit. "plikasi sodium *luoride diulangi setiap 1 minggu hingga / kali pemberiansebagai tahap permulaan, karena kalau tidak maka gigi yang sudah dirawattadi akan sia-sia saja sesudah perawatan pertama. Setelah perawatan / kali maka e*ek pencegahan karies gigi diharapkan dapat bertahan sampai % tahun

Pengulangan aplikasi dengan inter'al V % tahun untuk disesuaikan dengan pola erupsigigi anak-anak. "plikasinya adalah sebagai berikut 1

#=

(. ((.

&ibuat pada umur % tahun untuk melindungi gigi susu. &ibuat pada umur tahun untuk melindungi gigi insisi'us dan molar.

(((. &ibuat pada umur 1$ tahun untuk melindungi gigi kaninus dan premolar. (E. &ibuat pada umur 1% tahun untuk melindungi molar kedua. 2. Pasta g#g# ,lu%r Penyikatan gigi dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung *luor terbukti dapat menurunkan karies ("ngela, #$$;!. "kan tetapi pemakaiannya pada anak pra sekolah harus diawasi karena pada umunya mereka masih belum mampu berkumur dengan baik sehingga sebagian pasta giginya bisa tertelan. 0ebanyakan pasta gigi yang kini terdapat di pasaran mengandung kirakira 1 mg .Dg (1 gram setara dengan 1# mm pasta gigi pada sikat gigi! (0idd dan ,echal, 1991!. 3. '.at kumur *engan ,lu%r 5bat kumur yang mengandung *luor dapat menurunkan karies sebanyak #$-;$N. Penggunaan obat kumur disarankan untuk anak yang berisiko karies tinggi atau selama terjadi kenaikan karies ("ngela, #$$;!. ,erkumur *luor diindikasikan untuk anak yang berumur diatas enam tahun karena telah mampu berkumur dengan baik dan orang dewasa yang mudah terserang karies, serta bagi pasienpasien yang memakai alat ortho (0idd dan ,echal, 1991!.

%bat Kumur dengan "luor

#9

3.3 !%nse$ -%ur Han*e* Dent#str( ,erbagai peralatan kedokteran gigi yang dijual di pasaran pada saat ini, hampir semuanya telah memperhatikan aspek ergonomis ketika didesain oleh pabrik pembuatnya. Iamun kelebihan ini akan berkurang nilainya apabila pada saat penempatan peralatan tidak berdasarkan prinsip desain tata letak yang benar. &esain tata letak (lay out design! adalah proses alokasi ruangan, penataan ruangan dan peralatan sedemikian rupa sehingga pergerakan berlangsung seminimal mungkin, seluruh luasan ruangan terman*aatkan dan menciptakan rasa nyaman kepada operator yang bekerja serta pasien yang menerima pelayanan. &esain tata letak memegang peranan penting dalam e*ekti*itas dan e*isiensi operasi tempat praktek dokter gigi, oleh karena itu perlu direncanakan secara matang sebelum tempat praktek dibangun dan tidak tertutup kemungkinan untuk dire'isi dikemudian hari bila dinilai sudah tidak layak lagi (.inkbeiner, #$$1!. Seiring dengan makin kompleksnya pelayanan kedokteran gigi, pro*esi di bidang ini turut ikut berkembang. ,ila dahulu cukup hanya dokter gigi saja yang memberikan pelayanan, kini di negara-negara maju seperti "merika Serikat, pelayanan diberikan oleh sebuah tim yang terdiri dari &entist, &ental +ygienist, &ental "ssistant, dan &ental 7echnician. &entist adalah dokter gigi yang memberikan pelayanan kedokteran gigi. &ental +ygienist bertugas mengisi 3ekam 2edis, serta melakukan tindakan Pre'enti'e &entistry seperti membersihkan karang gigi secara mandiri. &ental "ssistant bertugas sebagai asisten yang membantu dokter gigi mengambil alat, menyiapkan bahan, mengontrol sali'a, membersihkan mulut, serta mengatur cahaya lampu selama suatu prosedur perawatan sedang dilakukan. &ental 7echnician berkerja di 6aboratorium, membuat protesa dan alat bantu yang akan dipasang (&ougherty, #$$?!. &i (ndonesia kondisinya sedikit berbeda, hanya dikenal # pro*esi kesehatan gigi diluar dokter gigi yaitu Perawat )igi dan 7ekniker )igi. Perawat )igi bertugas seperti &ental "ssistant dan &ental +ygienist, sedangkan 7ekniker )igi

%$

bertugas sama seperti &ental 7echnician. Pada saat pelayanan kedokteran gigi dilakukan, hanya akan ada # orang yang berada di sekitar pasien yaitu &okter )igi dan Perawat )igi. 7ugas kedua orang ini berbeda namun saling mendukung, ini kemudian melahirkan istilah "our &anded Dentistry (&ougherty, #$$?!. 0onsep "our &anded Dentistry telah diadopsi oleh para produser pembuatan dental unit, sehingga saat ini seluruh dental unit yang dibuat selalu dilengkapi dengan sisi &ental "sistant disebelah kiri pasien. 5leh karena itulah konsep "our &anded Dentistry menjadi dasar dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi (&ougherty,#$$?!. 3.3.1 +alur !erja Dan Pergerakan &alam konsep "our &anded Dentistry dikenal konsep pembagian >ona kerja disekitar &ental Unit yang disebut loc# oncept. ,ila kepala pasien dijadikan pusat dan jam 1# terletak tepat di belakang kepala pasien, maka arah jam 11 sampai jam # disebut Static 'one, arah jam # sampai jam / disebut $ssisten(s 'one, arah jam / sampai jam = disebut Trans)er 'one, kemudian dari arah jam = sampai jam 11 disebut %perator(s 'one sebagai tempat pergerakan &okter )igi (Iusanti, #$$$!.

'one acti*ity )or right-handed dentist

%1

Static 'one adalah daerah tanpa pergerakan dokter gigi maupun perawat gigi serta tidak terlihat oleh pasien. Lona ini untuk menempatkan meja instrumen bergerak (+obile abinet! yang berisi instrumen tangan serta peralatan yang dapat membuat takut pasien. $ssistant(s 'one adalah >ona tempat pergerakan perawat gigi. Pada dental unit di sisi ini dilengkapi dengan semprotan air D angin dan penghisap ludah serta light cure unit pada dental unit yang lengkap. Trans)er 'one adalah daerah tempat alat dan bahan dipertukarkan antara tangan dokter gigi dan tangan perawat gigi. %perator(s 'one sebagai tempat pergerakan dokter gigi (Iusanti, #$$$!. Prinsip utama dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi adalah prinsip ergonomis, yaitu menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala *asilitas yang digunakan baik dalam berakti'itas maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia, baik *isik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik. 0onsep "our &anded Dentistry dan ergonomis menjadi dasar dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi, semuanya bertujuan agar seluruh luasan ruangan terman*aatkan dengan baik serta menciptakan rasa nyaman kepada operator yang bekerja dan pasien yang menerima pelayanan (.inkbeiner, #$$1!.

%#

BAB I9 !ERAN/!A !'N&EP

PA&IEN ANA!

PEMERI!&AAN

DIA/N'&A

!ARIE& /I/I ANA!

PEN7E/AHAN ANAN

PERA:ATAN AN

PRIMER

&E!UNDER

%%

BAB 9 PEMBAHA&AN 0aries gigi adalah suatu proses kronis regresi* yang dimulai dengan larutnya mineral email sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam mikrobial dari substrat sehingga timbul destruksi komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi ka'itas. 0aries dapat dengan mudah terjadi pada anak karena *aktor-*aktor utama seperti gigi, sali'a, mikroorganisme dan substrat. &imana gigi sulung memiliki enamel yang banyak mengandung air dan bahan organik, serta sedikit mineral. 7ebal enamel yang hanya setengah dari tebal enamel gigi permanen memudahkan meluasnya karies. 0arbohidrat memiliki peranan langsung dalam terjadinya karies, karena kemampuannya menyediakan sumber energi yang dapat di*ermentasi secara sempurna oleh mikroorganisme. Selain itu, terdapat beberapa *aktor penunjang terjadinya karies pada anak. "nak-anak memiliki kesadaran dan pengetahuan yang kurang mengenai kebersihan mulut, disinilah peran ibu untuk mengajarkan dan mendemotrasikan cara menjaga kebersihan mulut. 2enurut 6enher 19=$ *aktor herediter juga menunjang terjadinya karies, karena imunitas terhadap streptococcus mutans dapat berpindah dari (bu ke Ganin. .aktor-*aktor tersebut bekerja bersama dan saling mendukung satu sama lain. ,akteri plak akan mem*ermentasikan karbohidrat (misalnya sukrosa! dan menghasilkan asam, sehingga menyebabkan p+ plak akan turun dalam waktu 1M% menit sampai p+ /,;M-;,$ (Suwelo, 199=!. 0emudian p+ akan kembali normal pada p+ sekitar dalam %$M?$ menit, dan jika penurunan p+ plak ini terjadi secara terus menerus maka akan menyebabkan demineralisasi pada permukaan gigi. 0ondisi asam seperti ini sangat disukai oleh Streptococcus mutans dan Lactobacillus sp, yang merupakan mikroorganisme penyebab utama dalam proses terjadinya karies gigi!. Pertama kali akan terlihat white spot pada permukaan enamel kemudian proses ini berjalan secara perlahan sehingga lesi kecil tersebut berkembang, dan dengan adanya destruksi bahan organik, kerusakan berlanjut pada dentin disertai kematian odontoblast.

%/

Secara perlahan-lahan demineralisasi interna berjalan ke arah dentin melalui lubang *okus tetapi belum sampai ka'itasi (pembentukan lubang!. 0a'itasi baru timbul bila dentin terlibat dalam proses tersebut. Iamun kadangkadang begitu banyak mineral hilang dari inti lesi sehingga permukaan mudah rusak secara mekanis, yang menghasilkan ka'itasi yang makroskopis dapat dilihat. Pada karies gigi dentin yang baru mulai yang terlihat hanya lapisan keempat (lapisan transparan, terdiri atas tulang dentin sklerotik, kemungkinan membentuk rintangan terhadap mikroorganisme dan en>imnya! dan lapisan kelima (lapisan opakD tidak tembus penglihatan, di dalam tubuli terdapat lemak yang mungkin merupakan gejala degenerasi cabang-cabang odontoblas!. ,aru setelah terjadi ka'itasi, bakteri akan menembus tulang gigi. Pada proses karies gigi yang amat dalam, tidak terdapat lapisan-lapisan tiga (lapisan demineralisasi, suatu daerah sempit, dimana dentin partibular diserang!, lapisan empat dan lapisan lima. Pada gigi dengan karies yang telah mengenai saluran akar hendaknya dilakukan perawatan endodontic terlebih dahulu sebelum dilakukan penambalan, sedangkan pada gigi dengan karies yang belum mengenai pulpa dapat langsung dilakukan penambalan. &alam merestorasi gigi sulung harus memperhatikan hal-hal seperti usia anak, derajat keparahan, e*ek bila gigi itu dicabut. Pada anak dapat mulai dilakukan sejak usia 1= bulan, dan normalnya dapat dilakukan perawatan ketika usia #-% tahun. "pabila dilakukan pencabutan pada gigi sulung, sebaiknya diberikan space maintainer unntuk menjaga ruang tempat gigi permanen tumbuh. &alam merestorasi gigi anak dapat diberikan restorasi direct seperti dengan )(B maupun kompomer, dan restorasi (ndirect seperti Stainless Steel Brown yang terbuat dari paduan logam alloy nirkarat , serta dapat juga diberikan Poly Barbonat Brown (PBB! "pabila karies telah mengenai pulpa dapat dilakukan perawatan endodontik. 7ujuan dasar dari perawatan endodontic pada anak mirip dengan pasien dewasa, yaitu untuk meringankan rasa sakit dan mengontrol sepsis dari

%;

pulpa dan jaringan periapikal sekitarnya serta mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat diterima secara biologis oleh jaringan sekitarnya dan untuk mempertahankan panjang lengkung rahang. Pulp capping indirect dapat di berikan apabila terdapat lesi yang dalam yang jika semuandentin yang karies dibuang mungkin akan menyebabkan terbukanya pulpa. "pabila jaringan pulpa yang telah mengalami kerusakan yang bersi*at irre'ersible atau untuk gigi dengan kerusakan jaringan keras yang luas dilakukan pulpektomi. Untuk mencegah terjadinya kembali karies pada gigi yang lain, dapat dilakukan beberapa pencegahan seperti merubah keiasaan buruk anak, pemberian &ental +ealth @ducation baik pada orangtua dan anak, serta diet gula dan karbohidrat.

%?

BAB 9I PENUTUP 1.1 !es#m$ulan 1. Proses terjadinya karies ditandai dengan demineralisasi jaringan keras gigi yang diikuti dengan kerusakan bahan organiknya. &emineralisasi terjadi ketika karbohidrat yang dikonsumsi di*ermentasi oleh bakteri dalam plak sehingga menghasilkan asam laktat. ,akteri penyebab utama karies adalah Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan bakteri gram posit* (8!, bersi*at non motil (tidakbergerak!, berdiameter 1-# 9m, bakteri anaerob *akultati*. #. "da / (empat! *aktor utama yang memegang peranan yaitu *aktor host atau tuan rumah, agen atau mikroorganisme, substrat atau diet dan *aktor waktu, yang digambarkan sebagai empat lingkaran yang bertumpang tindih. %. Perawatan karies tergantung pada kedalamannya. "pabila belum mencapai pulpa maka dilakukan restorasi baik itu direct ataupun indirect. Iamun apabila sudah hampir atau mengenai pulpa dilakukan perawatan endodontik (pulp capping, pulpotomi, atau pulpektomi!. /. Pencegahan karies gigi pada anak dapat dilakukan dengan cara modi*ikasi kebiasaan anak, pendidikan kesehatan gigi (dental health education!, kebersihan mulut, diet dan konsumsi gula, aplikasi *luor baik sistemik atau topikal, dan penggunaan pit dan *issure sealant. 1.2 &aran &iharapkan bagi dokter gigi dan orang tua untuk lebih memperhatikan kebutuhan anak dalam perawatan kedokteran gigi khususnya kebutuhan psikologis anak agar dikemudian hari anak tidak memiliki kecemasan apabila berkunjung ke praktek dokter gigi.