Anda di halaman 1dari 8

KARSINOMA GASTER

DEFINISI Karsinoma gaster merupakan mutasi sel gaster yang kebanyakan menyerang antrum gaster dan merupakan kanker adenokarsinoma. Karsinoma gaster merupakan bentuk neoplasma gastrointestinal yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2,4 % kematian akibat kanker.

ETIOLOGI
Penyebab karsinoma gaster (kanker lambung) tidak diketahui secara pasti, tetapi dikenal faktor-faktor predisposisi tertentu. Faktor genetik berperan penting, sebagai contoh kanker lambung lebih sering pada orang dengan golongan darah A. Faktor geografis dan lingkungan, dibuktikan kanker lambung sangat sering terdapat di Jepang, Chili, dan Islandia. Faktor makanan, alkohol, aklorhidria, dan merokok. Faktor ulkus gastrikum adalah salah satu faktor pencetus terjadinya karsinoma gaster.

EPIDEMIOLOGI
Karsinoma gaster merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2,6 % dari semua kematian akibat kanker. Laki-laki lebih sering terserang dan sebagian besar kasus timbul setelah usia 40 tahun.

PATOFISIOLOGI
Pada stadium awal, karsinoma gaster sering tanpa gejala karena lambung masih dapat berfungsi normal. Gejala biasanya timbul setelah massa tumor cukup membesar sehingga bisa menimbulkan gangguan anoreksia, dan gangguan penyerapan nutrisi di usus sehingga berpengaruh pada penurunan berat badan yang akhirnya menyebabkan kelemahan dan gangguan nutrisi. kerja usus terganggu penurunan penyerapan zat besi anemia gangguan perfusi jaringan penurunan pemenuhan kebutuhan oksigen di otak efek pusing sering terjadi. Pada stadium lanjut bila sudah metastase ke hepar bisa mengakibatkan hepatomegali. Tumor yang sudah membesar akan menghimpit atau menekan saraf sekitar gaster sehingga impuls saraf akan terganggu, hal ini lah yang menyebabkan nyeri tekan epigastrik.

Gambaran Klinis
Gamabran umum kanker : Lemas, Lesu, Penurunan Berat Badan, dll Pada stadium awal kanker lambung, gejalanya tidak jelas dan sering tidak dihiraukan. Jika gejalanya berkembang, bisa membantu menentukan dimana lokasi kanker lambung tersebut. Sebagai contoh; perasaan penuh atau tidak nyaman setelah makan bisa menunjukkan adanya kanker pada bagian bawah lambung. Penurunan berat badan atau kelelahan biasanya disebabkan oleh kesulitan makan atau ketidakmampuan menyerap beberapa vitamin dan mineral. Anemia bisa diakibatkan oleh perdarahan bertahap yang tidak menyebabkan gejala lainnya. Kadang penderita juga bisa mengalami muntah darah yang banyak (hematemesis) atau mengeluarkan tinja kehitaman (melena). Bila kanker lambung bertambah besar, mungkin akan teraba adanya massa pada dinding perut. Pada stadium awal, tumor lambung yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat yang jauh. Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, sakit kuning (jaundice), pengumpulan cairan di perut (asites) dan nodul kulit yang bersifat ganas. Penyebaran kanker juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang, sehingga terjadi patah tulang.

DIAGNOSIS
Beadakan dengan tukak lambung. Bila gejala tidak hilang setelah penderita minum obat untuk ulkus atau bila gejalanya meliputi penurunan berat badan, maka dicurigai suatu kanker lambung. Pemeriksaan rontgen yang menggunakan barium untuk menandai perubahan di permukaan lambung sering dilakukan, tetapi jarang bisa menemukan kanker lambung yang kecil dan dalam stadium awal. Endoskopi adalah prosedur diagnostik yang paling baik karena : - memungkinkan dokter melihat lambung secara langsung - bisa mencari adanya Helicobacter pylori, kuman yang berperan dalam kanker lambung - bisa mengambil contoh jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis.

TATALAKSANA
Untuk kanker lambung stadium awal yang hanya terbatas pada mukosa atau submukosa, operasi hasilnya baik sekali, angka survival 5 tahun mencapai 80% lebih. Terapi kanker lambung yang tidak dapat atau tidak sesuai dioperasi, Terutama adalah: (1) kanker lambung stadium sedang dan lanjut progresif, kanker sudah menginfiltrasi lapisan otot dinding lambung, berlekatan atau menginvasi organ sekitarnya, terdapat metastasis ke kelenjar limfe regional; (2) walaupun lesinya kecil, tapi terdapat metastasis jauh; (3) kekambuhan pasca operasi kanker lambung; (4) kakeksia, sudah metastasis luas; (5) pasien yang tidak menghendaki dioperasi.

Terhadap pasien kanker lambung yang tidak dapat atau tidak ingin dioperasi, selain kemoterapi konvensional, dapat diambil tindakan berikut: 1. Terapi endoskopik: sering kali dengan endoskopi disuntikkan obat kemoterapi, atau dengan gelombang mikro, laser membakar kanker. 2. Terapi fotodinamik: untuk sebagian pasien kanker lambung stadium dini yang karena usia lanjut, komplikasi penyakit lain hingga tidak dapat atau tidak ingin dioperasi, metode ini merupakan pilihan pertama. 3. Injeksi obat kemoterapi atau/dan embolisasi ke dalam arteri gastrika: kateterisasi arteri gastrika dan injeksi satu atau beberapa jenis obat antitumor, serta dengan minyak iodisasi mengoklusi arteri pemasok jaringan kanker, dapat membuat lesi kanker nekrosis. 4. Imunoterapi kanker lambung: pasien kanker lambung memiliki cacat fungsi imunitas, kemampuan membunuh sel kanker berkurang, maka kondisi imunitas pasien harus diperbaiki.