Anda di halaman 1dari 1

Tol Cipularang adalah jalan tol di Indonesia yang menghubungkan kotan Jakarta dan Bandung.

Tol ini membentang dari Cikampek Purwakarta Padalarang. Tol dengan panjang 54 km ini selesai dibangun pada akhir April 2005 dengan pengelola PT Jasamarga (Persero) Tbk. Tol ini berada di pegunungan sehingga mempunyai geometric jalan yang naik-turun dan mempunyai banyak jembatan yang panjang dan tinggi. Melalui tol ini, jarak Jakarta Bandung hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Sejak dibuka pada 26 April 2005, telah terjadi peristiwa amblasnya jalan, yaitu pada tanggal 28 November 2005 Tol Cipularang KM 91,6 dan 29 Januari 2006 Tol Cipularang KM 96,8. Dan yang barubaru ini terjadi tepatnya di Tol Cipularang KM 72 pada Jumat 24 Januari 2014. Menurut peneliti dari Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bandung, Adrin Tohari mengatakan, peristiwa di jalan Tol Cipularang KM 72 bukan amblas melainkan soil sliding, lereng tanah bergerak meluncur ke bawah. Kalau amblas cenderung hanya pergerakkan turun vertical, seperti jalan Tol Cipularang KM 91,6 pada 28 November 2005, kata dia. Menurut Adrin, ruas tanah jalan Tol Cipularang KM 64 - 72 menggunakan kontruksi timbunan setinggi 40 meter. Semula tanah asli di tempat itu berupa sawah dan aliran kali. Dimana tanah asli itu merupakan tanah yang mudah mengembang terkena air lalu bergerak meluncurkan lereng jalan tol. Sebelum ruas tol tersebut dibangun, dibawahnya terdapat aliran kali dari sisi barat ke timur atau memotong ruas tol, ujar Adrin. Genangan dari air kali tersebut diyakini akibat tidak berfungsinya sistem drainase di bawah timbunan. Bisa mampet akibat sedimentasi atau material yang terbawa aliran kali sehingga air lari ke tanah dan menggenang, ujar Adrin. Jasa Marga dan pakar jalan dari ITB Ade Sjafrudin mengatakan, Perbaikkannya dilakukan dengan cara memasang kontruksi baru seperti tiang pancang atau pelat baja untu meredam pergerakkan tanah di bawahnya. Ruas jalan tol arah Jakarta ke Bandung di KM 72 + 100 turun antara 12-60 sentimeter sepanjang 60 meter. Direktur Operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Hasanudin, mengatakan struktur tanah pada ruas jalan Tol Cipularang KM 72 merupakan clay shale yang keras jika belum terekspos udara, tapi lunak seperti bubur jika sebaliknya. Direktur Operasional Jasa Marga Hasanudin mengatakan, saat ini beberapa pekerjaan sedang dilakukan. Ruas jalan yang mengalami penurunan 30 cm ini akan ditahan menggunakan bronjong batu kali. Yang kita lakukan adalah bagaimana mencegah sliding, lalu diinjeksi dengan semen dan resin, kata Hasanudin. Selain itu, besok permukaan bawah jalan akan ditopang dengan 180 tiang pancang agar pondasi lebih kuat dan juga meratakan permukaan jalan (leveling). Selama masa perbaikan tersebut, Jasa Marga memberlakukan contra flow sejak pukul 22.00 WIB Jumat 24 Februari 2014 malam yang khusus untuk kendaraan-kendaraan ringan.