Anda di halaman 1dari 2

Kusnanto Mukti W/ M0209031

Elektrolisis & Elektroplating Elektrolisis Elektrolisis yaitu peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah dilaliri oleh aurs listrik searah. Sedangkan sel di mana terjadinya reaksi tersebut disebut sel elektrolisis. Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat menghantarkan listrik yang disebut elektrolit, dan dua buah elektroda yang berfungsi sebagai katoda. Pada elektrolisis, katode bermuatan negatif, sedangkan anode bermuatan positif.

Cara Kerja Elektrolisis: Elektrolisis terdiri atas zat yang dapat mengalami ionisasi (larutan elektrolit), elektorde, dan sumber listrik (baterai). Mula-mula aliran listrik dialirkan dari kutub negatif baterai ke katode yang bermuatan negatif. Larutan elektrolit akan terionisasi menjadi kation dan anion. Selanjutnya, kation di katode akan mengalami reduksi. Di anode, anion akan mengalami oksidasi.

(Gambar sel elekrolisis) Kegunaan Elektrolisis: 1. Produksi Zat Banyak zat kimia yang diproduksi melalui elektrolisis seperti logam-logam alkali, magnesium, aluminium, fluorin, klorin, natrium, dan lainnya. 2. Pemurnian Logam 3. Penyepuhan Penyepuhan digunakan untuk melindungi logam terhadap korosi, atau untuk memperbaiki penapilan. Pada penyepuhan, logam yang akan disepuh dijadikan ketoda, sedangkan logam penyepuh sebagai katoda. Kedua elektroda harus dicelup kedalam larutan garam dari logam penyepuh. Sumber; Justiana, Sandri. 2009. Kimia 3. Jakarta: Yudistira. http://phiin.wordpress.com/2010/10/11/percobaan-elektrolisis/ http://jeffrysains.blogspot.com/2009/11/karya-ilmiah-kimia-reaksi-elektrolisis.html

Kusnanto Mukti W/ M0209031

Elektroplating Merupakan proses pengendapan ion-ion logam pada katoda dengan cara electrolisa. Terjadinya endapan karena ion-ion bermuatan listrik berpindah dari katoda melalui electrolit yang akan mengendap pada anoda. Reaksi yang terjadi pada proses ini adalah reaksi reduksi maupun oksidasi yang berlangsung secara terus menerus menuju arah tertentu secara tetap. Kelebihan Elektroplating: Temperatur proses, rendah Kondisi proses, pada lingkungan atmosfir biasa Peralatan, relatif murah Komposisi larutan, luas Laju pengendapan, cepat Porositas pada lapisan, relatif rendah Dapat menghasilkan beberapa lapisan Kekurangan Elektroplating: Terbatas pada logam & paduannya Perlu perlakuan awal thd bendakerja Terbatas pada benda kerja yg bersifatkonduktor Prinsip dasar dari pelapisan listrik, berpedoman pada Hukum Faraday yang menyatakan: Jumlah zat (unsur) yang terbentuk dan terbebas dari electroda selama proses electrolisa sebanding dengan jumlah arus listrik yang mengalir dalam larutan electrolit. Jumlah zat (unsur) yang dihasilkan oleh arus listrik yang sama selama electrolisa adalah sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut.

Sumber: Aribanto Akuan, Ir., MT. Dasar-dasar Proses Elektroplating. Teknik Metalurgi .UNJANI.