Anda di halaman 1dari 42

BAGIAN 2

Dasar-dasar Mikroekonomi: Konsumen dan Perusahaan

7 Proses Produksi: Perilaku dari Perusahaan yang Memaksimalkan Laba

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PRODUKSI

Walaupun saling berbeda dalam ukuran dan organisasi internalnya, semua perusahaan memerlukan input dan mengolahnya menjadi output dengan proses produksi

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

ASUMSI-ASUMSI
Tak ada satu perusahaan pun yang bisa mengontrol harga dalam persaingan sempurna, sesuai dengan asumsi:
Industri kompetitif sempurna terdiri dari banyak perusahaan yang masing-masing ukurannya relatif kecil dibandingkan ukuran industri keseluruhan Setiap perusahaan dalam industri kompetitif sempurna memproduksi produk homogen

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

ELASTISITAS SEMPURNA DARI KURVA PERMINTAAN KOMPETITIF


Perusahaan kompetitif menghadapi kurva permintaan yang elastis sempurna:
Perusahaan yang menaikkan harga melampaui harga pasar tidak akan bisa menjual produknya sama sekali
Sebaliknya, tidak ada dorongan bagi perusahaan untuk menurunkan harga karena perusahaan bisa menjual semua produknya sesuai harga pasar
Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN 1


Di semua industri, perusahaan yang memaksimalkan keuntungan harus menentukan tiga pilihan:
Berapa banyak output yang ditawarkannya
Bagaimana cara memproduksi output tersebut Berapa banyak input yang dimintanya
Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN 2

Laba sama dengan penerimaan total dikurangi biaya total

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN 3


Biaya total (biaya ekonomis) meliputi:
Biaya yang benar-benar dikeluarkan Biaya oportunitas setiap faktor produksi (mencakup juga tingkat penghasilan normal dari modal)

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN 4


Tingkat penghasilan normal (normal rate of return) dari modal termasuk ke dalam biaya total karena pengikatan sumber daya ke dalam simpanan modal perusahaan akan menghasilkan biaya oportunitas
Investor mengharapkan tingkat penghasilan normal ketika mendanai bisnis atau membeli saham

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN 5

Tingkat laba (profit) positif adalah tingkat penghasilan modal di atas normal

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN 6


Jangka pendek (short run) memiliki asumsi:
Skala tetap atau faktor produksi tetap Tak ada perusahaan yang masuk atau keluar dari industri

Jangka panjang (long run) memiliki asumsi:


Perusahaan bisa memilih skala operasi apapun Bisa ada perusahaan yang masuk ke atau keluar dari industri
Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN 7


Dalam mengambil keputusan, perusahaan perlu mengetahui tiga hal, yaitu:
Harga pasar output
Teknik produksi yang tersedia Harga input
Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PROSES PRODUKSI 1

Fungsi produksi atau fungsi produk total adalah hubungan antara input dan output (teknologi produksi) yang dinyatakan dengan angka atau secara matematis

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PROSES PRODUKSI 2
Produk marjinal dari input variabel adalah output tambahan yang akan diproduksi oleh input tambahan tersebut jika semua input lain konstan
Hukum hasil yang menurun menyatakan bahwa penambahan unit input variabel terhadap input tetap melampaui titik tertentu akan menurunkan produk marjinal dari input variabel tersebut
Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PROSES PRODUKSI 3
Produk rata-rata adalah jumlah rata-rata produk dari tiap unit faktor produksi variabel, dengan interaksi sebagai berikut:
Produk marjinal di atas produk rata-rata, maka produk ratarata akan menurun Produk marjinal di bawah produk rata-rata, maka produk rata-rata akan meningkat
Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PROSES PRODUKSI 4
Modal dan tenaga kerja merupakan input komplemeter dan juga input substitusi Modal bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tapi juga bisa mensubstitusikan tenaga kerja

Penerbit Erlangga

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku Perusahaan yang Memaksialkan Keuntungan

PILIHAN TEKNOLOGI
Salah satu keputusan penting yang harus diambil oleh semua perusahaan adalah teknologi mana yang akan dipergunakan
Perusahaan yang memaksimalkan laba akan memilih kombinasi input yang meminimalkan biaya dan memaksimalkan laba

Penerbit Erlangga

BAGIAN 2

Dasar-dasar Mikroekonomi: Konsumen dan Perusahaan

8 Biaya Jangka-Pendek dan Pilihan Output

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

PENGHITUNGAN BIAYA PRODUKSI


Penghitungan biaya produksi memerlukan pengetahuan mengenai:
Kuantitas dan kombinasi input yang diperlukan dalam produksi
Biaya masing-masing input

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

BIAYA DALAM JANGKA PENDEK 1


Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh berproduksi atau tidak berproduksinya perusahaan, dan dalam jangka pendek perusahaan tidak bisa menghindari biaya ini walaupun produksinya nol Biaya variabel bergantung pada tingkat output

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

BIAYA DALAM JANGKA PENDEK 2


Biaya total adalah biaya tetap plus biaya variabel (TC = TFC + TVC) Biaya tetap rata-rata (AFC - average fixed cost) adalah biaya tetap total dibagi kuantitas output, di mana setiap kenaikan kuantitas output akan menurunkan AFC secara drastis karena nilai biaya tetap total yang sama dibagi dengan nilai kuantitas output yang semakin besar (fenomena ini disebut spreading overhead)
Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

BIAYA DALAM JANGKA PENDEK 3


Ada banyak kombinasi input untuk setiap tingkat output Biaya variabel total (TVC total variable cost) adalah jumlah semua variasi biaya menurut output dalam jangka pendek

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

BIAYA DALAM JANGKA PENDEK 4


Biaya marjinal (MC) adalah kenaikan biaya total yang disebabkan oleh produksi satu unit output tambahan Dari produksi 1000 unit, biaya peningkatan output menjadi 1001 unit adalah MC MC mengukur biaya input tambahan untuk setiap unit output tambahan MC mencerminkan perubahan biaya variabel
Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

BIAYA DALAM JANGKA PENDEK 5


Pada kurva biaya variabel total:
Slopenya positif, karena biaya total selalu meningkat mengikuti kuantitas output Nilai slopenya adalah nilai biaya marjinal Peningkatan biaya marjinal akhirnya menyebabkan kenaikan biaya total dengan laju yang tinggi

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

BIAYA DALAM JANGKA PENDEK 6


Biaya variabel rata-rata (AVC - average variable cost) adalah biaya variabel total dibagi kuantitas output, dengan hubungan:
AVC meningkat ketika biaya marjinal di atas biaya variabel rata-rata AVC menurun ketika biaya marjinal di bawah biaya variabel rata-rata Titik minimum AVC berpotongan dengan biaya marjinal

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

BIAYA DALAM JANGKA PENDEK 7


Biaya total rata-rata (ATC - average total cost) adalah biaya total dibagi kuantitas output ATC setara dengan jumlah biaya tetap rata-rata dan biaya variabel rata-rata, dengan hubungan:
ATC menurun ke biaya marjinal yang berada di bawahnya ATC meningkat ke biaya marjinal yang berada di atasnya Titik minimum ATC adalah perpotongan antara biaya marjinal dan biaya total
Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

KEPUTUSAN OUTPUT: PENERIMAAN, BIAYA, DAN LABA 1

Perusahaan kompetitif sempurna menghadapi kurva permintaan yang berbentuk garis horizontal (artinya permintaan elastis sempurna)

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

KEPUTUSAN OUTPUT: PENERIMAAN, BIAYA, DAN LABA 2


Penerimaan total (TR - total revenue) adalah harga dikali kuantitas output Penerimaan marjinal (MR - marginal revenue) adalah penerimaan tambahan dari satu unit tambahan Penerimaan marjinal dari perusahaan kompetitif sempurna akan sama dengan harga pasar produk saat ini

Penerbit Erlangga

BAB 8

Biaya Jangka Pendek dan Keputusan Output

KEPUTUSAN OUTPUT: PENERIMAAN, BIAYA, DAN LABA 3


Dalam industri kompetitif sempurna, perusahaan yang memaksimalkan laba akan berproduksi hingga titik di mana harga outputnya tepat sama dengan biaya marjinal jangka pendek (P = MC)
Karena P = MR dalam persaingan sempurna, maka rumus pemaksimalan laba menjadi MR = MC

Penerbit Erlangga

BAGIAN 2

Dasar-dasar Mikroekonomi: Konsumen dan Perusahaan

9 Biaya Jangka-Panjang dan Pilihan Output

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI PERUSAHAAN
Pada semua perusahaan, salah satu kondisi berikut ini berlaku:
Perusahaan mendapatkan laba positif Perusahaan mengalami kerugian Perusahaan mencapai titik impas (tingkat penghasilan normal, berarti laba nol)

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG 1


Laba positif jangka pendek:
Mendorong perusahaan untuk terus meraih laba dan untuk berekspansi dalam jangka panjang Mendorong perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG 2


Kerugian jangka pendek:
Menyudutkan posisi perusahaan dalam industri, karena masih harus membayar biaya tetap meskipun menghentikan produksi Dalam jangka panjang, mendorong perusahaan untuk keluar dari industri

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG 3


Keputusan penutupan usaha bergantung pada apakah penerimaan bisa menutup biaya variabel Jika penerimaan bisa diusahakan melampaui biaya variabel, laba operasi (operating profit) bisa menutup biaya tetap dan mengurangi kerugian

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG 4


Ketika harga berada di bawah titik minimum (juga merupakan perpotongan dengan biaya marjinal, dan disebut juga titik penutupan usaha - shut-down point) dari kurva biaya variabel rata-rata:
Penerimaan total lebih kecil dari biaya variabel total Laba operasi menjadi negatif Perusahaan akan tutup

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG 5


Di semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC memperlihatkan tingkat output yang memaksimalkan laba
Di semua harga di bawah titik penutupan usaha, output jangka pendek optimal sama dengan nol

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG 6

Kurva penawaran jangka pendek (short-run supply curve) adalah bagian dari kurva biaya marjinal yang berada di atas kurva biaya variabel rata-rata

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG 7


Bergesernya kurva penawaran industri disebabkan oleh:
Dalam kondisi jangka pendek, perubahan biaya marjinal secara industri
Dalam kondisi jangka panjang, perusahaan yang masuk ke atau keluar dari industri

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

BIAYA JANGKA PANJANG: SKALA EKONOMIS DAN DISEKONOMIS 1


Peningkatan skala produksi yang:
Menurunkan biaya rata-rata, disebut skala penghasilan meningkat (increasing returns to scale) atau skala ekonomis (economics of scale) Tidak mengubah biaya rata-rata, disebut skala penghasilan konstan Meningkatkan biaya rata-rata, disebut skala penghasilan menurun (decreasing returns to scale) atau skala disekonomis (diseconomics of scale)
Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

BIAYA JANGKA PANJANG: SKALA EKONOMIS DAN DISEKONOMIS 2

Kurva biaya rata-rata jangka panjang (LRAC long-run average cost curve) menunjukkan biaya sesuai variasi skala dalam jangka panjang

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

PENYESUAIAN JANGKA PANJANG TERHADAP JANGKA PENDEK 1


Laba jangka pendek dalam industri menyebabkan:
Masuknya perusahaan baru Ekspansi perusahaan Bergesernya kurva penawaran industri ke kanan, sehingga harga turun dan akhirnya menghapus laba tersebut

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

PENYESUAIAN JANGKA PANJANG TERHADAP JANGKA PENDEK 2


Kerugian jangka pendek dalam industri menyebabkan:
Keluarnya perusahaan Penurunan skala perusahaan Bergesernya kurva penawaran industri ke kiri, sehingga harga naik dan akhirnya menghapus kerugian tersebut

Penerbit Erlangga

BAB 9

Biaya Jangka Panjang dan Keputusan Output

PENYESUAIAN JANGKA PANJANG TERHADAP JANGKA PENDEK 3


Ekuilibrium persaingan jangka panjang (long run competitive equilibrium) tercapai ketika:
P = SRMC = SRAC = LRAC
Laba sama dengan nol

Penerbit Erlangga