Anda di halaman 1dari 42

KONTRAK PERKULIAHAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

PENDAHULUAN
Kontrak Perkuliahan ialah rancangan perkuliahan yang disepakati bersama antara dosen dan mahasiswanya. Kontrak Perkuliahan disusun oleh dosen yang lebih memahami apa yang diperlukan oleh mahasiswa dalam mata kuliah tersebut, yaitu yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan kurikulum program studi yang diikuti mahasiswa. Akan tetapi, begitu mahasiswa memilih atau mengambil mata kuliah tersebut, maka berlakulah kontrak perkuliahan antara dosen dan mahasiswa, dalam arti bahwa jelas tertulis mengenai tugas dan tanggungjawab masing-masing dalam pelaksanaan proses belajar mengajar selama 1 semester. Dengan demikian Kontrak Perkuliahan juga berfungsi sebagai alat monitor pelaksanaan proses belajar mengajar. stilah Kontrak Perkuliahan disepakati untuk digunakan pada pelaksanaan mata kuliah !kelas besar" #lebih dari $% orang mahasiswa&. 'ntuk !kelas kecil" atau perkuliahan pada Program Pasca (arjana digunakan istilah Kontrak )elajar yang lebih bersifat indi*idual #ibarat dibuatkan pakaian yang !tailor-made" untuk masing-masing, bukan pakaian kon*eksi&, karena dapat disusun sesuai dengan kebutuhan setiap mahasiswa. Dalam hal ini mahasiswa ikut menentukan isi Kontrak )elajar bersama dosen pengasuh mata kuliah. +atar )elakang Kontrak Perkuliahan dan Kontrak )elajar didasari oleh teori mengenai Pendidikan ,rang Dewasa, )elajar -andiri dan )elajar Aktif. ,leh karena itu dalam modul ini mula-mula akan dibahas berbagai teori tersebut sebelum membicarakan isi Kontrak Perkuliahan.

Tujuan Instruksional

(etelah menyelesaikan modul ini mahasiswa akan dapat . menjelaskan peranan dan f n!s" K#n$rak Perk l"a%an dalam proses belajar mengajar. (ecara khusus mahasiswa akan dapat . 1. -enjelaskan pengertian, tujuan, tahap-tahap belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran orang dewasa $. -enjelaskan pengertian, cara-cara dan peran belajar aktif dalam proses belajar mahasiswa /. -enjelaskan definisi, cara aplikasi belajar mandiri dan strategi belajar mandiri 0. -enjelaskan pengertian kontrak perkuliahan dan hubungannya dengan prinsip belajar mahasiswa dewasa 1. -enjelaskan langkah-langkah penyusunan kontrak perkuliahan

PENDIDIKAN ORANG DE&ASA


Pendahuluan

(esuai dengan namanya, pendidikan orang dewasa merupakan pendidikan yang diperuntukkan bagi orang dewasa #bukan anak-anak&. Pendidikan orang dewasa mempunyai pendekatan, ruang lingkup, tujuan maupun strategi yang berbeda dengan pendidikan untuk anak-anak. Pendidikan orang dewasa menitikberatkan pada belajar secara berkelanjutan sepanjang hayat untuk mempelajari keterampilan yang dapat digunakan dalam mengarahkan diri sendiri. Di dalam menjalankan proses pendidikannya, orang dewasa lebih menyukai belajar dalam kondisi bebas, tidak begitu menyukai hafalan, lebih mengutamakan pemecahan masalah, dan hal-hal yang praktis.

Tujuan

2ujuan orang dewasa mengikuti pendidikan ber*ariasi. Ada yang bertujuan untuk promosi, naik pangkat, dan lain-lain. Ada yang mengikuti pendidikan untuk memperluas interaksi sosial antara sesama peserta atau memperdalam ilmu itu sendiri. 2ujuan tersebut sangat menentukan proses belajar orang dewasa. (elain itu, proses belajar orang dewasa juga dipengaruhi berbagai faktor, seperti faktor kebebasan, tanggung jawab, pengambilan keputusan

sendiri, faktor pengarahan diri sendiri, faktor psikologis, faktor moti*asi dan faktor fisik. (eringkali berbagai macam pertanyaan timbul sehubungan dengan Pengertian "pendidikan orang dewasa", antara lain. apa itu pendidikan orang dewasa, siapa pendidik orang dewasa, siapa peserta pendidikan orang dewasa, apa maksud diadakannya pendidikan orang dewasa dan lain-lain. )anyak pakar telah menulis tentang pendidikan orang dewasa dan membuat banyak rumusan-rumusan mengenai hal itu sesuai dengan persepsi mereka masingmasing. Pada umumnya para ahli pendidikan memandang pendidikan orang dewasa sebagai salah satu jenis bentuk pendidikan yang pada hakikatnya berbeda dengan konsep pendidikan anak-anak di sekolah. Ada PR, ya ?

Pendidikan orang dewasa mulai diorganisasikan secara sistematis sekitar tahun 13$%. Pada saat itu pendidikan dirumuskan sebagai suatu proses yang menimbulkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan sepanjang hayat. )elajar bagi orang dewasa adalah bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk selalu bertanya dan mencari jawabannya. Pendidikan orang dewasa berbeda dari pendidikan anak-anak #paedagogy&. Perbedaan Pendidikan anak-anak akan berlangsung dalam bentuk asimilasi, identifikasi pendidikan orang dewasa dan peniruan. Pendidikan anak-anak adalah proses pemberian dasar-dasar dengan pengetahuan, pembentukan sikap mental dan moral serta pendidikan pendidikan anak-anak kewarganegaraan. (edangkan pendidikan orang dewasa lebih menitikberatkan kemampuan untuk memecahkan problem-problem yang mereka alami dalam hidup mereka dan dalam masyarakat.

Kata "Androgogik" berasal dari bahasa 4unani aner atau andr yang berarti orang #bukan anak& dan agogus berarti mengarahkan diri. Dengan demikian hasil pendidikan orang dewasa adalah lulusan #orang dewasa& sebagai sasaran pendidikan yang dapat mengarahkan diri sendiri dan menjadi guru untuk dirinya sendiri. Pendidikan orang dewasa merupakan proses ketika seseorang, dalam waktu tertentu, mengikuti pendidikan secara teratur berdasarkan pada kebutuhannya untuk memecahkan masalah diri sendiri atau masyarakat karena adanya perubahan-perubahan informasi, pengetahuan, atau keterampilanketerampilan, penghayatan dan sikap-sikap. -enurut '56(7, #1389&, pendidikan orang dewasa adalah proses pendidikan yang diorganisasikan isinya, tingkatannya dan metodenya secara formal maupun nonformal untuk memenuhi kebutuhan yang melengkapi pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan, memperkaya pengetahuan, mendapatkan keterampilan dan membawa perubahan sikap seseorang sebagai tenaga pembangunan yang mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi, sosial dan budaya. Perbedaan antara anak-anak dan orang dewasa mempunyai implikasi yang penting pada proses belajar-mengajar. :ika dilihat dari faktor usia, yang berumur di bawah 19 tahun dikategorikan sebagai anak-anak, sementara orang dewasa adalah mereka yang berumur 19-1; tahun atau lebih. )eberapa peneliti juga menggolongkan orang dewasa ke dalam beberapa kategori yang lebih rinci. (elain dilihat dari faktor usia, pengertian orang dewasa dapat dilihat juga dari segi psikologis dan biologis. (eseorang dikatakan telah dewasa secara psikologis karena ia sudah dapat mengarahkan diri sendiri, tidak terikat pada orang lain, dapat bertanggungjawab terhadap segala tindakannya, mandiri serta dapat mengambil keputusan sendiri. (ementara jika dilihat dari segi biologis, seseorang dikatakan dewasa apabila yang bersangkutan telah memperlihatkan tanda-tanda kelamin sekunder. Pada pria ditandai dengan tumbuhnya "jakun", suara berubah menjadi besar dan berat, dan tumbuhnya bulu-bulu di tubuhnya, seperti kumis, jenggot, cambang, bulu

dada dan sebagainya. Pada wanita ditandai dengan terjadinya menstruasi, tumbuhnya payudara, dan sebagainya. Dari beberapa rumusan tersebut, disimpulkan bahwa pendidikan orang Definisi dewasa meliputi bentuk pengalaman belajar yang dibutuhkan oleh pria dan pendidika n orang wanita dewasa sesuai dengan minat dan kebutuhannya pada tingkatan dewasa kemampuan dan pengetahuan yang berbeda-beda untuk mendukung perubahan peranan serta tanggung jawab dalam kehidupannya. Dengan demikian, proses instruksional di uni*ersitas termasuk salah satu bentuk pendidikan orang dewasa, dengan asumsi bahwa mahasiswa dianggap sebagai orang dewasa. 2ujuan utama dari pendidikan mahasiswa sebagai orang dewasa adalah untuk Tujuan membantu setiap mahasiswa sebagai orang dewasa, untuk mengembangkan pendidikan diri melalui pendidikan. 2idak ada satu sistem pendidikan orang dewasa yang orang dewasa dapat memenuhi semua kebutuhan belajar dan keinginan mahasiswa. (ekali pun demikian tidak tertutup kemungkinan terdapat usaha-usaha untuk membantu setiap mahasiswa untuk mengembangkan potensi #kemampuan& yang mereka miliki sebaik mungkin. -elalui pendidikan orang dewasa, dosen diharapkan mampu mendorong Perkemperkembangan mahasiswa ke arah tiga hal, yaitu . bangan maha-siswa a. -embangkitkan semangat mahasiswa< b. -emberikan kemampuan kepada mahasiswa agar dapat berbuat seperti diperbuat orang lain< c. -emberi kemampuan kepada mahasiswa untuk dapat menolak atau menerima hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan mereka.

Pencapaian ketiga aspek ini mengacu pada pencapaian rasa percaya diri dan kemampuan hidup mandiri sesuai dengan status seseorang dalam masyarakat. Ketiga aspek tersebut membebaskan orang dari kebodohan agar tidak diperlakukan sebagai robot yang pasif dan yang hanya melaksanakan perintah tanpa berpikir. (ebaliknya mahasiswa diharapkan menjadi manusia kreatif,

sensitif, sadar, dapat menjadi anggota masyarakat yang berperan aktif dalam proses pembangunan. Ketiga aspek tersebut merupakan bekal pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang menjadi tujuan akhir pendidikan orang dewasa yang diselenggarakan oleh berbagai institusi. Ketiga aspek itu adalah tujuan akhir dari suatu pendidikan di lembaga pendidikan tinggi.

'ak$#r(fak$#r )an! Mempen!ar %" Belajar Oran! De*asa


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar mahasiswa sebagai orang dewasa, yaitu faktor kebebasan, tanggung jawab, pengambilan keputusan, pengarahan diri sendiri, psikologis, fisik, daya ingat, dan moti*asi. 'ak$#r Ke+e+asan
Kebebasan

7iri kedewasaan adalah kebebasan atau ketidakterikatan dengan orang lain. Dalam proses belajar, seorang dewasa cenderung berkeinginan untuk menentukan apa yang ingin dipelajarinya serta membandingkan dan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman-pengalaman belajar telah dimiliki sebelumnya. Dengan demikian proses belajar orang dewasa lebih bersifat demokratis. (elain itu, mahasiswa sebagai orang dewasa juga dapat menilai kebenaran informasi yang mereka terima dari dosen. Dengan demikian pendekatan mereka terhadap apa yang dipelajarinya dan mengarah pada pemecahan masalah. 4ang penting bagi mereka adalah bagaimana mengaplikasikan sesuatu dan bagaimana memecahkan masalah, bukan sekedar pengetahuan dan teori-teori. Dengan demikian mereka memerlukan contoh dan non contoh aplikasi pengetahuan dan teori dalam kehidupan sehari-hari. Proses belajar mahasiswa perlu disesuaikan dengan faktor kebebasan yang dimiliki orang dewasa, misalnya dengan membebaskan mahasiswa untuk memilih tugas yang ingin dikerjakan, meminta mahasiswa untuk menulis opinion paper sebagai pemecahan masalah atas suatu kasus. 'ak$#r Tan!! n! Ja*a+

Tanggung jawab

=aktor tanggung jawab membedakan sifat anak-anak dari sifat dewasa. ,rang dewasa bertanggung jawab terhadap tindakannya dan dapat berdiri sendiri.

Dalam hal kedewasaan, mahasiswa dan dosennya sebenarnya sama dan sejajar. Perbedaannya bahwa dosen memiliki pengetahuan>keterampilan tertentu yang belum dimiliki mahasiswa. Karena kesejajaran tersebut mahasiswa cenderung ingin diperlakukan sebagai seseorang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya. -ereka senang dianggap sebagai sahabat yang mengerti apa yang mereka lakukan. -ereka membutuhkan dosen sebagai tempat bertanya jika mereka mengalami masalah dalam melakukan kegiatannya. Dengan demikian, belajar bagi mahasiswa adalah proses saling bertukar pendapat, bukan menunggu perintah>petunjuk. Kegiatan diskusi, tanya jawab, tugas mandiri #penelitian kecil, re*iew literatur&, dan ketentuan waktu yang jelas # deadlines& merupakan cara yang dapat membantu membina rasa tanggung jawab mahasiswa terhadap proses belajar. 'ak$#r Pen!am+"lan Kep $ san Send"r" ,rang dewasa mampu mengambil keputusan sendiri berdasarkan sistem nilai Pengamdan pengetahuan yang dimiliki, tanpa ditentukan atau dipengaruhi oleh orang bilan keputusan lain. -ereka dapat menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk diri mereka. Dikaitkan dengan proses belajar, mahasiswa tidak dapat dipaksa untuk menerima kebenaran-kebenaran dari luar. -ahasiswa menentukan arah perjalanan yang didapatnya, menghubungkan dengan kebutuhan dirinya dan pengalamannya, dan menilai baik-buruknya. -aka dalam penyajian bahan pelajaran kepada orang dewasa hendaklah dosen lebih mengutamakan pemberian informasi yang rele*an dan netral. Peran dosen dalam hal ini sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa dalam mengambil keputusan dan menyeleksi informasi yang diterima, terutama dalam hal-hal baru. 'ak$#r Pen!ara%an D"r" Send"r" 7iri lain dari kedewasaan adalah orang dewasa mampu mengarahkan diri Pengarahan sendiri, dan mereka mempunyai pandangan sendiri #way of life&. ni berarti diri sendiri dalam proses belajar-mengajar, mahasiswa mampu untuk berinisiatif dan berkreasi sendiri sesuai dengan pandangan yang dimilikinya. 5amun,

walaupun mereka mampu mengarahkan diri sendiri, bukan berarti mereka tidak memerlukan orang lain. nteraksi antara mahasiswa dalam proses belajar adalah cukup tinggi, bahkan mungkin lebih tinggi dari interaksi dalam proses belajar anak-anak. Dengan mengenal mahasiswa secara mendalam, dosen dapat memberi kesempatan pada mahasiswanya untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain. Dengan demikian berdasarkan pengalaman pendidikan>kerja mereka, usia mereka, keinginan-keinginan mereka, dosen dapat mengarahkan proses belajar mahasiswa. -elalui cara ini dosen kemudian dapat menyesuaikan program dan memilih metode yang tepat untuk mereka, misalnya metode diskusi kelompok, simulasi, atau studi kasus, yang akan dapat mengakomodasi tingkat interaksi antar mahasiswa dan faktor pengarahan diri dalam kelompok. 'ak$#r Ps"k#l#!"s
Psikologis

Dalam proses belajar orang dewasa, faktor psikologis hendaknya diperhatikan. Perlu ada kesan bahwa mahasiswa diterima sebagai orang dewasa yang mempunyai kebebasan berekspresi dan berkreasi dan dihargai sebagai sahabat. 4ang penting adalah dosen dan mahasiswa dapat menumbuhkan rasa saling membutuhkan, bukan saling menggurui. Asas humanistik sangat penting dalam hal ini. 'ak$#r '"s"k

Fisik

-ahasiswa dewasa membutuhkan situasi belajar yang lebih bebas. (ecara fisik ia membutuhkan tempat latihan yang tidak mengikat. 'ntuk itu semua tempat dan perlengkapan perlu diatur agar . 1& memberikan kenyamanan, $& menyenangkan, /& bersifat santai tidak formal #bentuk tata kelas yang klasikal kurang tepat dibandingkan dengan tata kelas bentuk huruf '&, 0& pengaturan udara di ruangan yang baik, 1& penempatan alat dan media pengajaran yang tepat.

Kondisi fisik fasilitas #ruangan dan peralatan& juga harus dibarengi dengan kondisi fisik mahasiswa dan dosen yang baik. :umlah mahasiswa jangan terlalu banyak. :umlah yang ideal adalah antara 11-$% orang, karena memungkinkan untuk dialog dan diskusi antara dosen dengan semua mahasiswa. Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan praktis, jumlah kelas yang tidak terlalu besar memungkinkan setiap mahasiswa mendapat kesempatan untuk menjalankan praktek. Daya ingat orang dewasa juga mempengaruhi proses belajar, terutama dalam hal menangkap>menerima pelajaran baru, mengingat pengalaman dan pengetahuan yang sudah pernah didapat, menghadirkan kembali yang lama dan menghubungkan dengan yang baru. Daya ingat seseorang menurun jika usianya makin lanjut. ,leh sebab itu, dosen yang baik tidak akan mengharuskan mahasiswa untuk menghafal bahan pelajaran yang bertumpuktumpuk. 4ang diperlukan oleh mahasiswa adalah pengertian dan pemahaman terhadap materi yang dipelajarinya, bukan cuma sekedar menghafal saja. 'ak$#r M#$",as" Perlu diperhatikan bahwa moti*asi orang dewasa untuk mengikuti pendidikan Motivasi berbeda-beda. -enurut ?oule #1391&, moti*asi peserta pelatihan orang dewasa dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu . Per$ama< adalah mereka yang berorientasi pada tujuan #goal oriented&, yaitu mereka yang mementingkan penerapan dan pemanfaatan pelajaran sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya promosi atau naik pangkat, dan lain-lain. Ked a< adalah mereka yang berorientasi pada kegiatan # social oriented&, yaitu mereka yang mementingkan interaksi antar sesama peserta dan proses belajar sebagai tujuan belajar. Ke$"!a< adalah mereka yang berorientasi pada mempelajari ilmu itu sendiri #learning oriented& karena mereka senang belajar. Dengan mengenal dan memahami faktor-faktor tersebut, maka program yang akan disajikan dalam proses belajar hendaknya sudah memenuhi asumsi dasar sebagai berikut .

1. -ahasiswa sebagai orang dewasa mampu mengarahkan diri sendiri dalam belajar #self-directing&. $. -ahasiswa sebagai orang dewasa mempunyai pengalaman hidup yang sangat kaya yang merupakan sumber belajar yang berharga. /. -ahasiswa sebagai orang dewasa cenderung lebih berminat pada proses belajar mengajar yang berhubungan dengan penyelesaian masalah dan tugas-tugas yang dihadapinya. Aspek yang penting dalam ini adalah bahwa mahasiswa sebagai orang dewasa bukan cuma "passive recepient" atau penerima yang pasif, namun lebih sebagai "active actor" atau indi*idu yang berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

Ga)a Belajar Oran! De*asa


Ga a belajar -ahasiswa sebagai orang dewasa merupakan orang-orang yang sudah sebagai kondisi terbentuk. -ahasiswa sudah dapat menilai program-program yang disajikan, belajar dan juga menilai cara penyajian program oleh dosen. 2idak jarang mahasiswa

merasa bosan dan kadang-kadang lesu, sebab bahan yang mereka terima tidak sesuai atau kurang rele*an dengan minat dan kebutuhan mereka. Padahal menurut penilaian dosen bahan yang dipilih telah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

1%

Apabila bahan yang disajikan memenuhi kebutuhan peserta dan disajikan dengan gaya yang sesuai dengan gaya belajar mereka, maka mahasiswa akan dengan mudah menguasai bahan tersebut dan dapat mempraktikkannya di masyarakat. (ebaliknya jika penyampaian bahan tidak sesuai dengan gaya belajar peserta, maka tujuan pengajaran akan sukar tercapai. ,leh sebab itu, seorang dosen perlu mengetahui gaya belajar mahasiswanya, antara lain bahwa mereka tidak menyukai hafalan-hafalan, mereka lebih mengutamakan pemecahan masalah dan hal-hal yang praktis daripada yang teoritis. Kegiatan belajar yang berupa kuliah saja tidak menarik bagi mahasiswa, mereka lebih senang terlibat dalam interaksi intelektual dengan teman-temannya seperti dalam diskusi kelompok, latihan-latihan pemecahan masalah yang praktis #studi kasus&, obser*asi, dan penggunaan multi media dalam pengajaran. Proses belajar mahasiswa sebagai orang dewasa biasanya berlangsung melalui beberapa tahap sebagai berikut a. kesadaran (awareness) tahap pengenalan dan penjelasan tentang konsep dan materi yang akan dipelajarinya. b. pengetahuan/pemahaman tahap penjelasan dan pemahaman terhadap konsep, teori, prosedur dan prinsip-prinsip yang berlaku pada materi atau keterampilan yang akan dipelajari. c. keterampilan tahap penguasaan suatu keterampilan dan uji coba keterampilan tersebut melalui praktek dan latihan d. penerapan keterampilan atau pengalaman tahap penerapan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dikuasai pada masalah baru yang belum pernah diketahui e. sikap tahap menentukan sikap berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki. Perubahan sikap ini tidak mungkin dicapai dalam waktu singkat, tetapi memerlukan waktu yang lama.
Tahaptahap belajar orang dewasa

11

Pelaksa)etapa pun baiknya perencanaan perkuliahan yang telah dibuat, sikap naan perkufleksibel tetap diperlukan, karena pada saat pelaksanaan perkuliahan mungkin liahan

diperlukan perubahan dari rencana yang sudah ada. ?al yang perlu diperhatikan oleh dosen dalam melaksanakan perkuliahan mahasiswa maupun bagi dosen untuk melanjutkan proses perkuliahan. 'mpan balik dari dosen merupakan cara untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa memperbaiki proses belajarnya. 2idak adanya umpan balik dari dosen dapat menyebabkan mahasiswa frustasi, bosan dan kehilangan arah. -ereka tidak tahu apa dan di mana kesalahan mereka, tidak tahu apa kekurangan mereka, juga tidak tahu di mana posisi mereka dibandingkan dengan sesama rekannya. ,leh sebab itu, umpan balik ini penting sekali bagi mahasiswa untuk mencapai tujuan belajarnya 'mpan balik dari mahasiswa terhadap dosen berguna untuk menyesuaikan
!mpan balik mahasiswa

!mpan balik dari adalah umpan balik #feedback&. 'mpan balik ini berguna bagi baik bagi dosen

proses perkuliahan berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan strategi yang sesuai dengan tujuan belajar mahasiswa. :ika dosen tidak mengetahui persepsi mahasiswa tentang proses perkuliahan yang dijalankan, dosen tidak akan mengerti apa dan di mana kekurangan perkuliahannya. 'mpan balik mahasiswa juga memberi kesempatan kepada dosen untuk bersikap fleksibel terhadap kebutuhan mahasiswa dan rencana perkuliahan yang dibuatnya. 'ntuk mecapai hasil belajar yang optimal, orang dewasa belajar dari berbagai

"umber belajar

sumber. (umber belajar yang paling dianggap penting oleh orang dewasa adalah teman, keluarga atau tetangga. :adi strategi belajar orang dewasa harus melibatkan interaksi dengan orang banyak. (etelah teman, yang dianggap penting adalah pakar, tenaga ahli atau dosen. (etelah teman dan dosen, orang dewasa menggunakan berbagai jenis buku, media cetak lainnya dan media

1$

noncetak. 4ang termasuk dalam media cetak adalah buku, modul, booklet, leaflet, chart, foto, surat kabar, majalah, dan lain-lain. tele*isi. Ran!k man Pend"d"kan #ran! de*asa adala% pend"d"kan )an! men"$"k+era$kan pada -ara +er$an)a sepanjan! %a)a$ dan mempelajar" ke$eramp"lan n$ k men!ara%kan d"r" send"r". Dalam menjalankan pr#ses +elajarn)a/ #ran! de*asa le+"% men) ka" k#nd"s" +elajar )an! +e+as/ $"dak men) ka" %afalan dan le+"% men! $amakan peme-a%an masala% dan %al(%al prak$"s. Oran! de*asa men!"k $" pend"d"kan karena m#$",as" )an! +er+eda( +eda/ )a"$ n$ k men-apa" $ j an $er$en$ 0 goal-oriented1/ n$ kmemen %" ke+ $ %an s#s"al dan ke+ $ %an pen!em+an!an d"r"n)a 0learn"n!(#r"en$ed1. 'alk$#r('ak$#r )an! mempen!ar %" pend"d"kan #ran! de*asa adala% fak$#r ke+e+asan/ $an!! n!ja*a+/ pen!am+"lan kep $ san/ pen!ara%an d"r" send"r"/ ps"k#l#!"s dan f"s"k. Dalam pend"d"kan #ran! de*asa/ d#sen +erf n!s" sena!a" #r!an"sa$#r )an! men!#r!an"sas"kan pen!alaman(pen!alaman dar" ke%"d pan ma%as"s*a se+enarn)a menjad" s a$ pen!alaman dan pen!e$a% an +ar )an! mem+er" ar$" +a!" ma%as"s*a. Pelaksanaan pr#ses +elajar men!ajar +a!" #ran! de*asa +erlan!s n! fleks"+el. Umpan +al"k menjad" san!a$ pen$"n! dalam men"n!ka$kan "n$eraks" pr#ses +elajar men!ajar. S m+er +elajar )an! +an)ak d"! nakan #le% #ran! de*asa adala% $eman($eman send"r". Dalam pr#ses +elajar/ pemanfaa$an +e+erapa s m+er +elajar )an! d"k#m+"nas"kan den!an $epa$ akan le+"% +a"k dar"pada pen!! naan sa$ s m+er +elajar saja. (edangkan yang termasuk dalam media noncetak adalah radio, kaset, ,?P, slide, film, *ideo,

1/

BELAJAR AKTI'
Pendahuluan

Dalam proses belajar, perubahan tingkah laku terjadi karena adanya latihan atau pengalaman yang dialami oleh seseorang. Perubahan tersebut biasanya bersifat relatif permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. )elajar aktif merupakan fungsi interaksi antara indi*idu dan situasi di sekitarnya yang diarahkan oleh tujuan belajar. nteraksi yang terus-menerus menimbulkan pengalaman-pengalaman dan keinginan untuk memahami sesuatu yang baru, yang belum dipahami, atau yang belum dialami. )elajar aktif ditandai bukan hanya melalui keaktifan mahasiswa yang belajar secara fisik, namun juga keaktifan mental. :ustru keaktifan mental merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam belajar aktif dibandingkan keaktifan fisik. )elajar merupakan usaha manusia untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. Dalam proses belajar terjadi perubahan dan peningkatan mutu kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa, baik dari segi kognitif, psikomotor maupun afektif.

Definisi

)elajar aktif #sering dikenal sebagai "7ara )elajar -ahasiswa Aktif"& merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara-cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri. Kemampuan belajar mandiri merupakan tujuan akhir dari belajar aktif. 'ntuk dapat mencapai hal tersebut, kegiatan perkuliahan dirancang sedemikian rupa agar bermakna bagi mahasiswa. )elajar yang bermakna terjadi bila mahasiswa berperan aktif dalam proses belajar dan akhirnya mampu memutuskan apa yang akan dipelajari dan cara mempelajarinya #2 laela*a$"/ 3445&. )elajar aktif merupakan perkembangan dari teori Dewey Learning by Doing #1;13-131$&. Dewey sangat tidak setuju pada rote learning atau belajar dengan menghafal. Dewey merupakan pendiri sekolah Dewey chool yang menerapkan prinsip-prinsip learning by doing, yaitu bahwa mahasiswa perlu terlibat dalam proses belajar secara spontan. Keingintahuan mahasiswa akan hal-hal yang belum diketahuinya mendorong keterlibatan mahasiswa secara

Dewe

10

aktif dalam suatu proses belajar. -enurut Dewey, dosen berperan untuk menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk dapat belajar. Dengan peran serta mahasiswa dan dosen dalam belajar aktif akan tercipta suatu pengalaman belajar yang bermakna sehingga dapat membentuk "mahasiswa sebagai manusia seutuhnya". (esuai dengan persepsi Dewey, peran serta mahasiswa dan dosen dalam Peran konteks belajar aktif menjadi sangat penting. Dosen berperan aktif sebagai dosen dan mahasiswa fasilitator yang membantu memudahkan mahasiswa belajar. sebagai nara sumber yang mampu mengundang pemikiran dan daya kreasi mahasiswa, sebagai pengelola yang mampu merancang dan melaksanakan kegiatan belajar bermakna, dan yang dapat mengelola sumber belajar yang diperlukan. -ahasiswa juga terlibat dalam proses belajar bersama dosen, karena mahasiswa dibimbing, diajar, dan dilatih

- menjelajah, - mencari, - mempertanyakan sesuatu, - menyelidiki jawaban atas suatu pertanyaan, - mengelola, - dan menyampaikan hasil perolehannya secara komunikatif. -ahasiswa dibimbing agar mampu menentukan kebutuhannya, menganalisis informasi yang diterima, menyeleksi bagian-bagian penting, dan memberi arti pada informasi baru. -ahasiswa juga diharapkan mampu memodifikasi pengetahuan yang baru diterima dengan pengalaman dan pengetahuan yang pernah diterimanya. (elain itu, mahasiswa juga dibina untuk memiliki keterampilan agar dapat menerapkan dan memanfaatkan pengetahuan yang pernah diterimanya pada hal-hal atau masalah-masalah baru yang dihadapinya. Dengan demikian, mahasiswa mampu belajar mandiri.

11

)elajar aktif mengandung berbagai kiat yang berguna untuk menumbuhkan kemampuan belajar aktif pada diri mahasiswa dan menggali potensi mahasiswa dan dosen untuk sama-sama berkembang dan berbagi pengetahuan, keterampilan serta pengalaman.
Mengapa belajar aktif #

-elalui pendekatan belajar aktif, mahasiswa diharapkan akan lebih mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang dimilikinya. Di samping itu mahasiswa juga secara penuh dan sadar dapat menggunakan potensi sumber belajar yang terdapat di sekitarnya, lebih terlatih untuk berprakarsa, berpikir secara sistematis, kritis, tanggap, sehingga dapat menyelesaikan masalah sehari-hari melalui penelusuran informasi yang bermakna baginya. Dengan demikian, belajar aktif diasumsikan sebagai pendekatan belajar yang efektif untuk dapat membentuk mahasiswa sebagai manusia seutuhnya yang mempunyai kemampuan untuk belajar mandiri sepanjang hayatnya, dan untuk membina profesionalisme dosen.

Ba!a"mana -ara +elajar ak$"f6


"trategi acara perkuliahan dan jadwal perkuliahan yang ditentukan. (trategi perkuliah perkuliahan yang digunakan juga merupakan seuatu yang rutin, yaitu ceramah an

(eorang dosen cenderung melaksanakan tugas secara rutin berdasarkan satuan

#kuliah mimbar&, atau dilengkapi dengan kerja laboratorium jika diperlukan. -ahasiswa duduk mendengarkan dosen yang berceramah, atau mahasiswa sibuk mencatat ceramah dosen tersebut. tulah gambaran rutin dari setiap perkuliahan yang umum terjadi.

19

)elajar aktif memperkenalkan pendekatan yang lain daripada gambaran rutin perkuliahan yang terjadi. )elajar aktif menuntut keaktifan dosen dan juga mahasiswa. )elajar aktif juga mensyaratkan terjadinya interaksi yang tinggi antara dosen dengan mahasiswa. ,leh karena itu, dosen perlu mengembangkan berbagai kegiatan belajar yang dapat melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses belajar berdasarkan tujuan instruksional yang jelas, kegiatan yang menantang kreati*itas mahasiswa sesuai dengan karakteristik mata kuliah dan karakteristik mahasiswa. Dosen juga akan mengajarkan mahasiswa keterampilan-keterampilan dan "istem pengetahuan secara terintegrasi dari matakuliah yang satu dengan yang terintegrasi lainnya. -isalnya, kemampuan berbahasa ndonesia merupakan kemampuan dasar yang dikembangkan dalam matakuliah -K' )ahasa ndonesia. 5amun, kemampuan berbahasa ndonesia juga dapat dinilai dari makalah yang ditulis mahasiswa dalam matakuliah lain. 7ontoh lain, adalah keterampilan mengamati, mengajukan pertanyaan, menyusun hipotesis, melakukan obser*asi>percobaan, menafsirkan, dan membuat laporan. (emua keterampilan dasar ini diperlukan dan harus dikuasai mahasiswa dalam matakuliah metodologi penelitian. )elajar aktif memperkenalkan berbagai cara pengelolaan kelas yang beragam, $erbagai ragam tidak hanya berbentuk kegiatan klasikal saja. Kegiatan belajar klasikal atau penge-lolaan ceramah masih tetapi digunakan agar dosen dapat memberi penjelasan tentang kelas materi perkuliahan dengan jelas dan baik. 5amun, kegiatan ceramah bukan satu-satunya model pengelolaan kelas. Kegiatan belajar berkelompok dapat dilakukan dengan tujuan membina $elajar kerjasama antar mahasiswa untuk saling menghargai pendapat, berbagi berkependapat, mendengarkan pendapat, membagi tugas, dan bertanggungjawab lompok secara mandiri dalam kebersamaan, serta melatih sikap kepemimpinan. Kegiatan belajar berkelompok dapat merupakan cara untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa akibat rutinitas cara pengelolaan kelas.

18

$elajar berpasangan

Kegiatan belajar berpasangan pada dasarnya hampir sama dengan kegiatan belajar berkelompok, kecuali dalam berpasangan hanya ada dua orang mahasiswa yang menyelesaikan tugas. (edangkan kegiatan belajar perorangan merupakan sarana untuk mengembangkan kemandirian dan potensi yang optimal dalam diri masing-masing mahasiswa. Kegiatan belajar perorangan dapat memberikan tantangan tertinggi bagi mahasiswa untuk berprestasi secara mandiri. )elajar aktif mensyaratkan pemanfaatan sumber belajar yang beraneka ragam secara optimal dalam proses belajar. (umber belajar yang dapat dimanfaatkan tidak hanya terbatas pada sumber belajar yang terdapat dalam lingkungan kampus saja, seperti dosen, teman, laboratorium, studio, perpustakaan dan lain-lain, namun juga pada sumber belajar yang ada di luar kampus, seperti komunitas masyarakat, objek atau tempat tertentu, media, gejala alam, nara sumber setempat, dan lain-lain. Pemanfaatan sumber belajar yang beranekan ragam secara optimal merupakan titik tolak kegiatan pembelajaran yang ber*ariasi dan menantang bagi mahasiswa. )elajar aktif memberi kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk setiap mahasiswa mempunyai karakteristik dan perilaku yang berbeda-beda. Karena itu dalam belajar aktif dosen perlu memperhatikan perbedaan indi*idu tersebut, sehingga setiap mahasiswa dapat mencapai ketuntasan belajar dan pengembangan diri yang optimal. Dosen juga diharapkan dapat mengakomodasi lahirnya karya-karya baru yang berbeda, dapat menumbuhkan sikap berani berbeda dalam diri setiap mahasiswa, dan dapat mentolerir perbedaan untuk melindungi keaslian karya baru. (elain kegiatan belajar yang ber*ariasi, dosen juga perlu memperhatikan perbedaan-perbedaan indi*idu tersebut melalui peran aktif mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai kegiatan perkuliahan. 7ontoh yang paling nyata dalam hal ini adalah penyusunan k#n$rak perk l"a%an indi*idu yang merupakan hasil negosiasi antara mahasiswa dan dosen.

"umber belajar

Peran mahaberkembang secara optimal sesuai dengan kemampuannya. Pada dasarnya siswa

1;

)elajar aktif mensyaratkan diberikannya umpan balik terus menerus dari !mpan dosen kepada mahasiswa, dan juga sebaliknya dari mahasiswa kepada dosen. balik 'mpan balik dari dosen kepada mahasiswa menjelaskan tentang prestasi belajar mahasiswa yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan, juga kelemahan mahasiswa yang perlu diperbaiki. (ebaliknya umpan balik dari mahasiswa kepada dosen merupakan masukan bagi dosen untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang berlangsung. )elajar aktif juga memungkinkan penilaian dilakukan dengan cara yang Penilaian beragam, karena penilaian dengan satu cara saja biasanya kurang berhasil. mahasiswa (etiap jenis penilaian mempunyai kekuatan dan kelemahan tertentu. ,leh karena itu, untuk menjaga keseimbangan penilaian atas pengetahuan, keterampilan dan sikap, perlu dilakukan berbagai cara penilaian. Penilaian hasil belajar mahasiswa perlu dilakukan secara objektif, sehingga hasil %enjang Keterampilan penilaian dapat membantu mahasiswa untuk lebih berkembang mencapai !ntuk tujuan belajarnya. -ar@ano, Pickering, dan -c 2ighe #1330& memberikan Penilaian salah satu alternatif penilaian hasil belajar aktif mahasiswa berdasarkan &asil $elajar indikator yang dapat diukur pada setiap jenjang keterampilan, yang terdiri atas 1 jenjang keterampilan dalam belajar aktif, sebagai berikut.
Effe-$",e %a+"$s #f m"nd

m"ndm"nd
7##pera$"#n8 7#lla+#ra$"#n

Effe-$",e 7#mm n"-a$"#n

Inf#rma$"#n Pr#-ess"n! 7#mple9 T%"nk"n!

13

:enjang keterampilan belajar aktif ini juga menunjukkan secara implisit kemampuan mahasiswa untuk )elajar -andiri dan menggunakan (trategi Kognitif. Dalam proses belajar. Dari bagan keterampilan belajar aktif tersebut terlihat bahwa seorang mahasiswa sudah melalui proses belajar aktif jika ia mampu menunjukkan keterampilan berpikir kompleks, memproses informasi, berkomunikasi efektif, bekerjasama dan berkolaborasi, dan berdaya nalar efektif. (etiap jenjang keterampilan tersebut mempunyai indikator-indikator yang sangat khusus sebagai berikut .
Indikator Penilaian

1. )erpikir Kompleks #!omple" #hinking& o -enggunakan berbagai strategi berpikir kompleks dengan efektif o -enerjemahkan isu dan situasi menjadi langkah kerja dengan tujuan yang jelas $. -emproses nformasi #$nformation %rocessing& o -enggunakan berbagai strategi teknik pengumpulan informasi dan berbagai sumber informasi dengan efektif o -enginterpretasikan dan mengsintesiskan informasi dengan efektif o -enge*aluasi informasi dengan tepat o -engidentifikasi kemungkinan-kemungkinan perolehan manfaat tambahan dari informasi /. )erkomunikasi 6fektif #&ffective !ommunication& o -enyatakan > menyampaikan ide dengan jelas o (ecara efektif dapat mengkomunikasikan ide dengan berbagai jenis pemirsa, dengan berbagai cara untuk berbagai tujuan o -enghasilkan hasil karya yang berkualitas 0. )ekerjasama #!ooperation / !ollaboration& o )erusaha untuk mencapai tujuan kelompok

$%

o -enggunakan keterampilan interpersonal dengan efektif o )erusaha untuk memelihara kekompakan kelompok o -enujukkan kemampuan untuk berperan dalam berbagai peran secara efektif 1. )erdaya 5alar 6fektif #&ffective 'abits of (ind& a. Disiplin Diri # elf )egulator& -engerti akan pola pikirnya sendiri -embuat rencana yang efektif -embuat dan menggunakan sumber-sumber yang diperlukan (angat peka terhadap umpan balik b. )erpikir Kritis #!ritical #hinking& 2epat dan selalu berusaha agar tepat :elas dan selalu berusaha agar jelas )erpikir terbuka -enahan diri untuk tidak impulsif -emperlihatkan prinsip>warna jika memang diperlukan Peka terhadap perasaan dan tingkat Pengetahuan orang lain c. )erpikir Kreatif #!reative #hinking& 2etap melaksanakan tugas walaupun hasilnya belum jelas benar )erusaha sekuat tenaga dan semampunya (elalu mempunyai #dan berusaha mencapai& standard yang ideal yang ditetapkan untuk dirinya -empunyai cara-cara untuk melihat situasi cari perspektif lain, selain yang ada

$1

)erkaitan dengan belajar aktif, seorang dosen perlu merencanakan berbagai jenis tugas dengan pentahapannya, bertindak sebagai fasilitator, dan sebagai e*aluator. Ran!k man Belajar ak$"f mer pakan s a$ pendeka$an dalam pen!el#laan s"s$em pem+elajaran melal " -ara(-ara +elajar ak$"f men j +elajar mand"r". Kemamp an +elajar mand"r" mer pakan $ j an ak%"r dar" +elajar ak$"f. Ke"k $ser$aan dan peran ser$a ma%as"s*a dan d#sen dalam k#n$eks +elajar ak$"f mer pakan %al )an! san!a$ pen$"n!. Belajar ak$"f men!and n! +er+a!a" k"a$ n$ k men m+ %kan lemamp an +elajar ak$"f pada d"r" ma%as"s*a dan men!!al" p#$ens" ma%as"s*a dan d#sen n$ k sama(sama +erkem+an! dan +er+a!" pen!e$a% an/ ke$eramp"lan ser$a pen!alaman. Un$ k dapa$ meran-an! ke!"a$an )an! mel"+a$kan ma%as"s*a se-ara ak$"f dan menan$an! ma%as"s*a se-ara "n$elek$ al/ d"perl kan d#sen )an! memp n)a" krea$"f"$as dan pr#fes"#nal"sme $"n!!". Belajar ak$"f mens)ara$kan d"+er"kann)a mpan +al"k se-ara $er s mener s dar" d#sen kepada ma%as"s*a )an! d"lak kan se-ara #+jek$"f. Umpan +al"k j !a d"+er"kan #le% ma%as"s*a kepada d#sen n$ k memper+a"k" pr#ses +elajar men!ajar. Ked a jen"s mpan +al"k $erse+ $ dan per+a"kan )an! d"lak kan #le% ma%as"s*a ma p n d#sen akan dapa$ mem+an$ ma%as"s*a n$ k le+"% +erkem+an! men-apa" $ j an +elajarn)a.

$$

BELAJAR MANDIRI
(alah satu akhir yang diharapkan dicapai dari proses perkuliahan di perguruan tinggi adalah mahasiswa yang mandiri. -ahasiswa diharapkan tidak tergantung pada dosen, dalam arti mahasiswa tidak bersikap pasif dalam proses belajar, tetapi dapat bekerja secara mandiri dan menjadi guru bagi dirinya sendiri.

Pendahuluan

Dalam perkuliahan di perguruan tinggi, ada dua jenis kegiatan belajar, yaitu kegiatan belajar tatap muka dengan dosen #kuliah&, dan kegiatan belajar yang dilakukan mahasiswa tanpa kehadiran dosen #kegiatan terstruktur dan belajar mandiri&. 'ntuk mengikuti mata kuliah yang berbobot $ (K( misalnya, mahasiswa diharapkan melakukan kegiatan belajar sebagai berikut . 3. K l"a% $a$ap m ka : 3; 0m"n!! 1 9 5 0SKS1 9 <= men"$ > 3;== men"$ > 5? jam 5. Ke!"a$an $ers$r k$ r : 3; 0m"n!! 1 9 5 0SKS1 9 ;= men"$ > 345= men"$ > @5 jam @. Belajar mand"r" : 3; 0m"n!! 1 9 5 0SKS1 9 ;= men"$ > 345= men"$ > @5 jam J mla% > 43 jam
Pengertian $obot "K"

Dari perhitungan tersebut, terlihat jelas bahwa 8%A # 90 jam& dari beban mata kuliah dilakukan mahasiswa tanpa kehadiran dosen. -ahasiswa harus melakukan kegiatan terstruktur dari mata kuliah tersebut secara mandiri #sendiri atau dalam kelompok&, dan mahasiswa juga harus mempelajari materi mata kuliah tersebut secara mandiri. Kedua keinginan tersebut dilakukan tanpa kehadiran seorang dosen secara fisik. Balaupun dosen tidak hadir

$/

secara fisik secara bersama-sama mahasiswa untuk melakukan kegiatan terstruktur dan belajar mandiri, dosen tetap diharapkan memberikan bimbingan belajar bagi mahasiswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. (eringkali seorang dosen berasumsi bahwa mahasiswa, sebagai seorang manusia dewasa yang sudah lulus sekolah menengah atas, tentunya sudah tahu cara belajar mandiri. 5amun kenyataannya, bekal yang diperoleh mahasiswa ketika mereka menempuh pendidikan di sekolah menengah atas beraneka ragam. Ada sekolah yang memang sudah membina siswanya untuk dapat belajar mandiri, tetapi tidak sedikit pula sekolah yang kurang membina siswanya untuk belajar mandiri. )ahkan yang dibina adalah belajar yang bersifat hanya menerima apa yang diajarkan oleh guru saja. Di samping itu, yang juga banyak diajarkan adalah belajar yang dikenal dengan sebutan rote learning #belajar hafalan&. Di perguruan tinggi, suasana belajar yang pasif dan menerima saja atau rote learning tidak diharapkan terjadi. 4ang diharapkan di perguruan tinggi adalah terjadinya proses belajar yang pada akhirnya dapat menjadikan lulusannya #mahasiswa& menjadi guru bagi dirinya sendiri setelah lulus dari perguruan tinggi atau dengan kata lain, mahasiswa dapat belajar mandiri. )elajar mandiri didefinisikan sebagai usaha indi*idu mahasiswa yang otonomi untuk mencapai suatu kompetensi akademis #Ko@ma, )elle, Billiams, 138;&. Keterampilan ini, jika sudah dimiliki, dapat diterapkan dalam berbagai situasi, tidak hanya terbatas pada satu mata kuliah atau di perguruan tinggi saja. Dengan keterampilan tersebut, mahasiswa akan mampu mengatasi tantangan baru tanpa ketergantungan pada pemecahan masalah secara tradisional atau pada orang lain. )elajar mandiri tidak sama dengan "pembelajaran indi*idu" #individuali*ed

'ara $elajar Di "M!

Definisi

Pengajaran individu vs instruction&. %ersonali*ed ystem of $nstruction #Keller&, !omputer Assisted belajar $nstruction, %rogrammed $nstruction #Sk"nner& merupakan contoh dari mandiri

pengajaran indi*idu, namun bukan belajar mandiri. Balaupun demikian, sistem pengajaran indi*idu merupakan salah satu metode yang dapat

$0

digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan proses belajar mandiri mahasiswa.

Belajar Mandiri ???

)elajar mandiri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menentukan tujuan belajarnya, merencanakan proses belajarnya, menggunakan sumber-sumber belajar yang dipilihnya, membuat keputusankeputusan akademis, dan melakukan kegiatan-kegiatan yang dipilihnya untuk mencapai tujuan belajarnya #Br##kf"eld/ 34AB&. -ahasiswa secara aktif berpartisipasi dalam menentukan APA yang akan dipelajarinya dan )ACA -A5A cara belajarnya. )elajar mandiri bukan merupakan usaha mengisolasi mahasiswa dari bimbingan dosen karena dosen berfungsi sebagai sumber, pemandu dan pemberi semangat. )elajar mandiri menunjukkan bahwa mahasiswa tidak tergantung pada penyeliaan # supervision& dan pengarahan dosen yang terus-menerus, tetapi mahasiswa juga mempunyai kreati*itas dan inisiatif sendiri, serta mampu untuk bekerja sendiri dengan merujuk pada bimbingan yang diperolehnya # elf Directed Learning, Kn#*les/ 34?<&. Ketidakhadiran dosen, tidak adanya pertemuan tatap muka di kelas, dan 'iri belajar mandi ketidakhadiran teman-teman sesama mahasiswa bukan merupakan ciri utama ri dari belajar mandiri. 4ang menjadi ciri utama dalam belajar mandiri adalah pengembangan dan peningkatan keterampilan dan kemampuan mahasiswa untuk melakukan proses belajar secara mandiri, tidak tergantung pada faktorfaktor dosen, kelas, teman dan lain-lain. Peran utama dosen dalam belajar

$1

mandiri adalah sebagai konsultan dan fasilitator, bukan sebagai otoritas dan satu-satunya sumber ilmu.

Kek a$an dan Kelema%an


$elajar sebagai Adderly D Ashwin #1389& mengatakan bahwa dalam belajar mandiri, tanggung mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang besar atas proses belajarnya. jawab )elajar mandiri mengharuskan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu tugas mahasisw atau masalah melalui analisis, sintesis, dan e*aluasi suatu topik mata kuliah a

secara mendalam, kadang-kadang juga melalui kombinasi antara pengetahuannya dengan pengetahuan yang diperoleh dari mata kuliah lain. Adderly D Ashwin juga mengatakan bahwa mahasiswa mendapat kepuasan belajar melalui tugas-tugas yang diselesaikannya. Dalam belajar mandiri mahasiswa mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam hal penelusuran literatur, penelitian, analisis, dan pemecahan masalah. :ika dalam melakukan tugas-tugasnya mahasiswa berkelompok, maka pengalaman yang diperolehnya menjadi semakin kaya, karena melalui kelompok tersebut mahasiswa akan belajar tentang kerjasama, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. 4ang lebih penting lagi ialah bahwa belajar mandiri dapat digunakan untuk mencapai tujuan akhir dari pendidikan, yaitu mahasiswa dapat menjadi guru bagi dirinya sendiri.

Apl"kas" Belajar Mand"r"


Tujuan Instruksional

)elajar mandiri telah diterapkan dalam berbagai mata kuliah. 7hickering #1381& memberikan contoh tentang penerapan belajar mandiri untuk mencapai tujuan instruksional berdasarkan ranah kognitif taksonomi )loom, dari jenjang pengetahuan sampai jenjang e*aluasi. 2ujuan akhir dari belajar mandiri adalah pengembangan kompetensi intelektual mahasiswa. )elajar mandiri dapat membantu mahasiswa menjadi seseorang yang terampil dalam memecahkan masalah, menjadi manajer #pengelola& waktu yang unggul, dan menjadi seorang pembelajar yang terampil untuk belajar.

$9

(tudi kasus, re*iew literatur, proyek penelitian dan seminar merupakan bentuk-bentuk kegiatan yang dapat memberikan kesempatan kepada Kegiatan mahasisw mahasiswa untuk belajar mandiri secara indi*idu maupun secara kelompok. a :ika dikelola dengan baik, maka kegiatan-kegiatan tersebut dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendalami topik-topik yang diminatinya dan pada saat yang sama menikmati keuntungan kerjasama antar teman #jika berkelompok&. -elalui belajar mandiri ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang mungkin takkan pernah dapat diperoleh melalui perkuliahan tatap muka di ruang kelas. :ika direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, belajar mandiri dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk generali*ation and transfer #suatu keterampilan membentuk struktur dan strategi kognitif yang dapat digunakan dalam berbagai situasi&, memahami manfaat belajar, dan kemampuan untuk menganalisis, sintesa, dan mengaplikasikan hal-hal yang sudah dipelajari. -ahasiswa seperti itu biasanya mempunyai tingkat kepuasan belajar yang lebih tinggi, mempunyai perhatian>minat yang tidak terputusputus, dan mempunyai kepercayaan diri yang kuat, lebih dari mahasiswa yang hanya belajar secara pasif dan menerima saja #K#Cma/ Belle/ &"ll"am/ 34?A&.

(imulasi

-ahasiswa yang mampu belajar mandiri, disebut mahasiswa mandiri, Keterampilanketerampila memerlukan beraneka ragam keterampilan, sumber, dan fasilitas untuk n pras arat mampu mengatasi tantangan yang dihadapinya. -ahasiswa perlu mengetahui

$8

cara memperoleh informasi untuk menjawab pertanyaan yang dimilikinya, dan juga cara bertanya yang benar. -ahasiswa juga perlu mengetahui teknik dan metode penelitian yang tepat, serta dapat menggunakannya dengan baik dan benar. (eperti telah dikemukakan sebelumnya, mahasiswa dapat belajar mandiri jika ia telah menguasai keterampilan-keterampilan prasyarat, misalnya keterampilan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia. Dengan demikian, mahasiswa memerlukan bantuan dosen untuk menguasai keterampilanketerampilan prasyarat. 2idak berarti bahwa hanya mahasiswa senior yang sudah mampu belajar mandiri, karena prestasi dan lamanya menjadi mahasiswa bukan merupakan prasyarat dari kemampuan belajar secara mandiri di berbagai situasi. 7hickering #1381& berpendapat bahwa mahasiswa yang mampu belajar mandiri adalah mahasiswa yang dapat mengontrol dirinya sendiri, mempunyai moti*asi belajar yang tinggi, yakin akan dirinya, mempunyai orientasi>wawasan yang luas dan luwes. )iasanya mahasiswa yang luwes, mandiri, dan tidak konformis akan dapat belajar mandiri. 5amun, dukungan dan bimbingan dosen biasanya tetap diperlukan oleh mahasiswa yang sudah dapat belajar mandiri.
Peran dosen

)anyak dosen yang kurang dapat melihat manfaat belajar mandiri bagi mahasiswa. ?al ini biasanya terjadi jika dosen kurang percaya akan integritas dan kemampuan mahasiswa, merasa tidak aman #insecured& untuk berurusan dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang terjadi di luar ruang kuliah, atau tidak memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk memberikan bimbingan. (ebenarnya, peran dosen dalam proses belajar mandiri mahasiswa sangat penting dan sensitif. Dosen harus mampu memahami dan mengerti tujuan belajar mahasiswa. 2anpa harus mengubah tujuan belajar mahasiswa menjadi tujuan pengajaran dosen, dosen harus mampu membantu mahasiswa untuk menerjemahkan tujuan itu menjadi langkah-langkah belajar yang operasional dan membantu mahasiswa untuk menerapkan langkah-langkah tersebut.

$;

Penentuan tujuan sumber belajar, proses belajar, dan e*aluasi harus dilakukan oleh dosen bersama mahasisw. Kebutuhan dan harapan dari kedua belah pihak #bukan hanya pihak dosen atau pihak mahasiswa saja& harus diperhitungkan dalam proses penentuan tersebut. Dosen juga diharapkan mempunyai waktu khusus untuk berdiskusi dan menge*aluasi hasil belajar mandiri mahasiswa.

+ingkungan yang dapat mendukung proses belajar mandiri adalah lingkungan (ingkungan yang menantang, terbuka pada rasio, luwes, interdisiplin, dan tidak tradisional. :ika dosen hanya mengharapkan satu jawaban yang benar dari suatu tugas, maka mahasiswa tidak akan dapat belajar mandiri. Karena dari belajar mandiri mahasiswa justru menemukan berbagai kemungkinan jawaban. :ika dosen membatasi mahasiswa untuk membaca hanya buku teks saja #satu buah& maka mahasiswa tidak akan dapat belajar mandiri, karena belajar mandiri menuntut mahasiswa untuk membaca berbagai sumber untuk dapat membuat keputusan. ?al lain yang tidak mendukung proses belajar mandiri mahasiswa adalah jika segala keputusan dan langkah mahasiswa untuk menyelesaikan tugas tergantung dari persetujuan dosen. Dalam situasi seperti itu mahasiswa tidak akan dapat belajar mandiri, karena belajar mandiri memberikan fleksibilitas mahasiswa untuk mengambil keputusan dan menerima resiko keputusan tersebut.

$3

:ika dibandingkan dengan persyaratan kuliah tatap muka, maka belajar mandiri mempunyai persyaratan lebih. )elajar mandiri memerlukan waktu yang dapat mengakomodasi kesalahan-kesalahan, mengurangi gangguan kegiatan lain, dan memungkinkan terjadinya efek yang kumulatif. Dalam hal ini, dosen harus sabar dan memberikan waktu yang cukup serta penghargaan yang cukup agar mahasiswa dapat belajar mandiri.
'ara Pengembangan keterampilan belajar mandiri dapat dilakukan dengan dua pengajara cara, yaitu dosen membekali mahasiswa dengan strategi kognitif, dan dosen n

membimbing mahasiswa melalui kontrak perkuliahan. )erbekal strategi kognitif dan kontrak perkuliahan, mahasiswa akan melalui proses belajar secara mandiri. Dalam hal proses belajar yang akan dilalui adalah proses belajar yang sudah disetujui oleh mahasiswa dan dosen, terutama mengenai topik, tujuan instruksional, dan penilaian instruksionalnya. -ahasiswa mempunyai kebebasan untuk mengaplikasikan strategi kognitif yang dimiliki secara heuristic #yang paling tepat untuk masalah tertentu dalam waktu tertentu& dalam proses belajar mandiri untuk mencapai hasil belajar yang telah disepakati dalam kontrak perkuliahan. 4ang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah penentuan tujuan proses Tujuan belajar mandiri dari suatu mata kuliah< apakah untuk pencapaian keterampilan belajar mandi dan pengetahuan tertentuE atau untuk pengembangan kebiasaan dan ri kemampuan belajar mandiriE :ika mahasiswa diasumsikan sudah menguasai strategi kognitif yang dapat digunakan untuk belajar mandiri, maka tujuan proses belajar mandiri dari suatu mata kuliah adalah pencapaian keterampilan dan pengetahuan tertentu sesuai dengan tujuan instruksional mata kuliah tersebut. Kondisi seperti ini dapat diterapkan untuk mahasiswa yang sudah terlatih belajar mandiri, atau sudah mempunyai bekal strategi kognitif untuk belajar mandiri #misalnya, mahasiswa yang sudah cukup senior&. 'ntuk mahasiswa yang baru saja masuk ke perguruan tinggi, atau masih berada di semester rendah, maka tujuan proses belajar mandiri dari suatu mata kuliah akan lebih banyak untuk pencapaian kebiasaan dan kemampuan belajar mandiri. (ecara gamblang, tujuannya akan lebih mengarah pada pengembangan strategi kognitif mahasiswa, dan hanya sebagian kecil porsinya untuk pencapaian keterampilan atau pengetahuan bidang ilmu tertentu. dosen perlu menyadari hal ini, sehingga pola bimbingan belajar dan

/%

pada pemberian tugas belajar mandiri bagi mahasiswa di semester rendah hendaknya berbeda dari pola bagi mahasiswa di semester lanjut.

)elajar mandiri juga dapat dikembangkan melalui penggunaan materi Pembinaan instruksional yang tercetak maupun terekam yang diintegrasikan dengan belajar mandiri perkuliahan. 7ontoh materi instruksional tercetak adalah handout, outline, tugas membaca terencana, buku kerja, silabus, buku pegangan mahasiswa, dan modul. 7ontoh materi terekam adalah kaset audio, video, mocrofische/microfilm, computer-assisted-instruction, dan video interaktif. )elajar mandiri juga dapat dibina melalui kerja laboratorium dan pengenalan penggunaan perpustakaan kepada mahasiswa sebagai bagian integral dari perkuliahan, khususnya penggunaan perpustakaan, penelusuran literatur di perpustakaan, analisis dan e*aluasi informasi. (elain itu, dosen juga dapat menumbuhkan belajar mandiri pada diri mahasiswa melalui pembentukan kelompok belajar yang dibimbing oleh tutor atau sesama mahasiswa. ?al yang perlu dipertimbangkan adalah kriteria untuk menge*aluasi proses Kriteria evalua belajar. 6*aluasi harus berfokus pada pencapaian perilaku belajar mandiri yang dapat diukur, termasuk menentukan belajar mandiri yang dapat diukur, memilih sumber belajar, menganalisis, dan menge*aluasi masalah, dan memecahkan masalah. Dosen perlu membahas tentang kriteria e*aluasi proses dan hasil belajar ketika membuat kontrak perkuliahan dengan mahasiswa, sehingga jelas bagi mahasiswa tentang kriteria keberhasilan belajar mereka.
si

/1

$elajar tuntas

Dalam banyak hal, belajar mandiri berbeda dari belajar tuntas. )elajar tuntas merupakan strategi belajar yang berdasarkan pada tujuan belajar, dirancang untuk memungkinkan sebanyak mungkin siswa mencapai kriteria keberhasilan dalam waktu yang diberikan, dan menggunakan sistem penilaian acuan patokan. )elajar tuntas dikembangkan oleh )enyamin )loom pada sekitar tahun 139%an, dan kemudian dilanjutkan oleh :ames ?. )lock. (ecara teoritis, belajar tuntas didasarkan pada . 1. +akat dan kecepatan bela,ar )ahwa setiap mahasiswa mempunyai kecepatan belajar yang berbeda dalam mempelajari suatu pelajaran, dan kecepatan belajar setiap mahasiswa berbeda dalam mempelajari pelajaran yang berbeda. $. -emampuan untuk menguasai pela,aran )ahwa setiap mata pelajaran, tergantung dari instructional mode yang digunakan dalam mata pelajaran tersebut, mempersyaratkan kemampuan atau keterampilan mahasiswa yang berbeda #verbal ability. aural ability. dan lain-lain&. /. (utu program instruksional Diukur dari segi . F Kejelasan dan ketepatan teknik instruksional untuk setiap mahasiswa #berdasarkan perbedaan indi*idu&. F :umlah partisipasi dan latihan fslsm belajar untuk setiap mahasiswa. F :umlah dan jenis penguatan serta umpan balik yang diberikan untuk setiap mahasiswa. 0. -etahanan (perseverance) bahwa setiap mahasiswa berbeda dalam ketahanan dan keuletannya #persistance& dalam mempelajari suatu mata pelajaran berdasarkan pengalaman keberhasilannya dan kegagalannya dalam mempelajari mata pelajaran tersebut. 1. /aktu

/$

)ahwa setiap mahasiswa membutuhkan jumlah waktu yang berbeda untuk mempelajari dan menguasai suatu mata pelajaran. Baktu merupakan *ariabel utama dalam belajar tuntas.
)sumsi (ecara fisik, asumsi dasar dari belajar tuntas adalah . 1. (emua mahasiswa dapat dan akan belajar jika diberi kesempatan dan dasar waktu yang cukup sesuai dengan yang diperlukan. $. Ketuntasan didefinisikan berdasarkan ranah dan jenjang taksonomi )loom. /. Pelajaran perlu dibagi menjadi unit-unit yang lebih kecil. 0. 'nit-unit belajar tersebut perlu diurutkan. 1. (etiap unit belajar perlu dirancang untuk dapat dikuasai oleh mahasiswa secara tuntas. 9. Ajarkan setiap unit kepada mahasiswa, sehingga penguasaan mahasiswa terhadap unit-unit belajar menjadi prasyarat untuk ketuntasan penguasaan. 8. -ahasiswa dinilai berdasarkan kriteria absolut, bukan berdasarkan perbandingan dengan kawan-kawannya.

:adi, belajar tuntas berbeda dengan belajar mandiri. )elajar tuntas Perbedaan belajar memperhatikan perbedaan indi*idu dalam hal gaya belajar, kecepatan belajar, tuntas dan dan kemampuan belajar. Baktu merupakan *ariabel utama dalam belajar belajar mandiri tuntas. 5amun, belajar tuntas tidak mengintegrasikan otonomi mahasiswa dalam belajar. Dengan demikian, dalam belajar tuntas, mahasiswa masih tetap tergantung pada dosen dan penyelia #tutor, super*isor dan lain-lain&. Dosen mempertimbangkan perbedaan masing-masing mahasiswa dalam merancang kegiatan instruksionalnya. Dosen menentukan tujuan instruksional, strategi belajar, dan e*aluai hasil belajar berdasarkan karakteristik masing-masing mahasiswa. Pengendalian proses belajar mengajar masih sebagian besar berada dalam tangan dosen, bukan mahasiswa. )elajar mandiri lebih menguntungkan kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan apa yang akan dipelajarinya dan bagaimana cara mempelajarinya. ,tonomi atau kemandirian mahasiswa merupakan *ariabel utama dalam belajar mandiri. Dosen dan penyelia berfungsi sebagai penasehat

//

yang memberikan pengarahan terhadap mahasiswa, dan sebagai sumber informasi yang dapat digunakan oleh mahasiswa dalam proses belajar. )erdasarkan pengarahan-pengarahan dosen, mahasiswa menentukan tujuan belajarnya, arah belajarnya, strategi pencapaian tujuan belajar, dan sumbersumber yang digunakan untuk mendukung proses belajar. Dengan demikian, mahasiswa merupakan pengendali bagi proses belajarnya sendiri. )aik belajar tuntas maupun belajar mandiri, keduanya berdasarkan pada tujuan instruksional atau tujuan belajar. 2ujuan instruksional merupakan landasan pijak bagi seluruh komponen dalam proses belajar mengajar lainnya. Ran!k man Belajar mand"r" mer pakan sa%a "nd","d ma%as"s*a )an! #$#n#m" n$ k . men-apa" s a$ k#mpe$ens" akadem"s. Ke$eramp"lan +elajar mand"r" dapa$ d"$erapkan dalam +er+a!a" s"$ as"/ $"dak %an)a $er+a$as pada s a$ ma$ak l"a% saja a$a d" l"n!k n!an kamp s saja. Belajar mand"r" mem+er" kesempa$an kepada ma%as"s*a n$ k se-ara ak$"f +erpar$"s"pas" dalam menen$ kan apa )an! akan d"pelajar" dan +a!a"mana -ara +elajarn)a. Belajar mand"r" $"dak mer pakan sa%a men!"s#las" ma%as"s*a dar" +"m+"n!an d#sen . Belajar mand"r" adala% pen!em+an!an dan pen"n!ka$an ke$eramp"lan ma%as"s*a n$ k melak kan pr#ses +elajar se-ara mand"r"/ $"dak $er!an$ n! pada fak$#r d#sen/ kelas/ $eman/ dll. Dalam +elajar mand"r"/ ma%as"s*a +er$an!! n!ja*a+ a$as pr#ses +elajarn)a. O$#n#m" a$a kemand"r"an ma%as"s*a mer pakan ,ar"a+el $ama dalam +elajar mand"r". Hal "n" mer pakan k n-" per+edaan +elajar mand"r" dar" +elajar $ n$as. Belajar $ n$as memper%a$"kan per+edaan "nd","d ma%as"s*a dalam %al !a)a +elajar/ ke-epa$an +elajar dan kemamp an +elajar. Nam n +elajar $ n$as $"dak men!"n$e!ras"kan ,ar"a+el #$#n#m" ma%as"s*a dalam +elajar

/0

Agar dosen dapat mengembangkan mahasiswa untuk mampu belajar mandiri, maka dosen perlu merencanakan kegiatan instruksionalnya dengan saksama berdasarkan kebutuhan dan karakteristik awal mahasiswa. (elain itu, proses belajar mandiri juga mensyaratkan keterbukaan dosen untuk memperkaya dirinya terus menerus, dan adanya sarana dan sumber belajar yang memadai.. )elajar mandiri dapat diterapkan untuk mencapai berbagai tujuan instruksional meliputi kognitif, afektif dan psikomotor. 'ntuk mampu belajar mandiri, mahasiswa perlu memiliki keterampilan G keterampilan prasyarat, seperti keterampilan memanfaatkan sumber belajar. Peran dosen sebagai fasilitator dan pembimbing mahasiswa untuk belajar mandiri adalah sangat penting. +ingkungan yang menantang, terbuka pada risiko, luwes, interdisiplin dan modern juga berperan penting dalam proses belajar mandiri. Pengembangan keterampilan belajar mandiri dapat dilakukan dengan cara dosen membekali mahasiswa dengan strategi kognitif dan dosen membimbing mahasiswa melalui kontrak belajar.

/1

KONTRAK PERKULIAHAN
Dalam merancang perkuliahan dosen biasanya memahami apa yang akan dia lakukan dan bahas dalam perkuliahan, apalagi bagi dosen yang telah mengajar mata kuliah yang sama selama beberapa semester. 2etapi apa yang direncanakan dan dipikirkan seorang dosen belum tentu dimengerti oleh mahasiswa, bahkan juga oleh dosen yang lain, bila tidak diungkapkan secara lisan atau tertulis. Dalam mengikuti perkuliahan, mahasiswa seringkali dibiarkan menebaknebak apa yang akan dialami dan dipelajari. Atau terkadang dosen memberi informasi yang sangat sedikit tentang mata kuliahnya, kemudian mengharapkan mahasiswa dapat membangun atau membentuk sendiri apa yang dimaksud dosen. Di beberapa perguruan tinggi dosen membuat silabi mata kuliah untuk dibagikan kepada mahasiswa. 2etapi informasi dalam silabi terkadang sedikit, misalnya hanya berisi daftar buku atau bab buku yang akan digunakan dalam perkuliahan. Ada juga silabi yang lebih banyak berisi tentang konsekuensi bagi mahasiswa kalau terlambat menyerahkan tugas, terlambat datang, tidak ikut tes pada waktunya, dan sebagainya. Kontrak perkuliahan perlu memuat informasi lebih lengkap dibandingkan contoh di atas. Di dalam sistem pendidikan tinggi sebenarnya telah dilakukan berbagai bentuk kontrak perkuliahan #learning contract&, meskpun tidak secara eksplisit menggunakan istilah tersebut. Penyusunan makalah dengan topik yang dipilih sendiri oleh mahasiswa, atau mendapat bonus nilai karena membuat proyek di luar tugas-tugas yang diberikan dosen, dapat disebut sebagai kontrak perkuliahan. Dalam hal ini terjadi negosiasi antara dosen dan mahasiswa. -ahasiswa mempunyai otonomi untuk menentukan apa yang akan dia pelajari atau lakukan, berdasarkan minat, kebutuhan tertentu dan pengalaman hidup. Kontrak perkuliahan merupakan strategi yang sesuai digunakan untuk mahasiswa atau mahasiswa dewasa #adult learners&.

Pendahuluan

/9

(ebelum membahas apa yang dimaksud dengan kontrak perkuliahan dan bagaimana melakukannya dalam proses belajar mengajar, terlebih dahulu perlu diingat kembali prinsip-prinsip belajar mahasiswa dewasa yang telah dibahas pada Pembelajaran ,rang Dewasa. Baktu itu telah dibahas beberapa karakteristik mahasiswa dewasa, antara lain ialah keinginan untuk diperlakukan sebagai pribadi yang bebas, bertanggung jawab dan dapat dipercaya. (istem perkuliahan menggunakan kontrak perkuliahan tepat untuk digunakan untuk mahasiswa, sebab kontrak perkuliahan memandang perkuliahan sebagai usaha yang bersifat kolaboratif dan mensyaratkan adanya negosiasi dan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa. Di samping alasan yang berhubungan dengan kecenderungan belajar mahasiswa dewasa, manfaat lain penggunaan kontrak perkuliahan adalah Manfaat* +elevansi membantu tugas dosen dengan membuat jelas peranan dan tanggungjawab Kontrak mahasiswa dalam proses belajar. Dalam hubungan tersebut, manfaat atau Perkuliahan fungsi kontrak perkuliahan dapat dijelaskan sebagai berikut. 0. -ontrak perkuliahan men,elaskan peranan dan tanggung,awab mahasiswa (alah satu kesulitan terbesar yang dihadapi mahasiswa adalah membangi waktu dengan baik. Apabila mahasiswa mengetahui apa yang diharapkan dilakukan olehnya dan dalam kerangka waktu yang bagaimana, kemungkinan besar mereka akan berusaha menyelesaikan tugas-tugas pada waktunya dan mempersiapkan diri untuk ujian. 1. -ontrak perkuliahan dapat meningkatkan efisiensi bela,ar Kontrak perkuliahan dalam bentuk yang lengkap berisi penjelasan secara garis besar untuk setiap pertemuan. Dengan mengerti lebih dahulu apa yang akan dibahas, mahasiswa mempunyai kerangka berpikir untuk mencerna dan menanggapi apa yang akan dibahas dalam kuliah. Dalam kuliah mahasiswa sering sibuk menulis apa yang

/8

dikuliahkan dosen. -ereka cenderung menulis apa saja yang dikatakan dosen, atau mencatat informasi yang justru kurang penting. Dengan demikian pokok-pokok utama kuliah justru tidak dimengerti dengan baik. Apabila dosen menggunakan o*erhead transparency #,?2& dalam mengajar dan hard copy transparency tersebut dapat disertakan dalam kontrak perkuliahan, akan membantu mahasiswa dalam membuat catatan kuliah dan menangkap pokok-pokok penting perkuliahan.

Pengertian kontrak perkuliahan

Pada dasarnya yang dimaksud dengan kontrak perkuliahan adalah rancangan perkuliahan yang disepakati bersama oleh mahasiswa dan dosen. Kontrak perkuliahan sudah banyak digunakan dalam berbagai pendidikan, misalnya pendidikan orang dewasa, pendidikan tinggi, training dalam dunia bisnis dan industri, -etode ini diangap sebagai cara yang paling efektif untuk membantu mahasiswa mendiagnosa kebutuhan belajar, merancang kegiatan belajar, mendefinisikan dan memilih bahan belajar yang rele*an dan cara belajar yang tepat, dan menjadi terlatih untuk melakukan e*aluasi pribadi. Dalam suatu kontrak perkuliahan secara jelas akan disebutkan dan dijabarkan tujuan belajar, sumber-sumber belajar yang dapat digunakan, kegiatan-kegiatan belajar, dan prosedur penilaian #e*aluasi&.

Manfaat

K#n$rak Belajar Kontrak perkuliahan dapat dibedakan menjadi dua macam, kontrak belajar dan K#n$rak Perk l"a%an #indi*idual& dan kontrak perkuliahan. Kontrak belajar indi*idual dilakukan

dosen dengan seorang mahasiswa, biasanya bersifat tailor-made menurut kebutuan belajar mahasiswa tersebut. )iasanya kontrak belajar indi*idual digunakan dalam matakuliah yang ditawarkan secara mandiri #independent course&. Kontrak belajar yang dilakukan dengan sekelompok mahasiswa, sifatnya lebih terstruktur dan tidak memberikan banyak kebebasan kepada

/;

mahasiswa untuk menentukan sendiri berbagai aspek kontrak tersebut. Kontrak belajar tersebut biasa disebut kontrak perkuliahan. Pada bagian sebelumnya telah disebutkan tentang pentingnya memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berinisiatif memilih dan menentukan program belajar. -eskipun demikian, tidak berarti bahwa dosen demikian saja menerima apa yang dinyatakan mahasiswa sebagai kebutuhan belajar. Dosen tetap mempunyai tanggungjawab untuk memberikan penilaian secara profesional tentang kurikulum yang dianggap berarti dan berguna, serta caracara belajar yang efektif untuk mencapainya. Di samping itu dalam berbagai situasi pendidikan terdapat kompetensi-kompetensi tertentu yang dipersyaratkan harus dikuasai oleh mahasiswa. Kontrak perkuliahan dapat digunakan untuk mencapai kesepakatan bentuk program belajar yang memuat kompetensi yang dituntut dan topik atau keterampilan tertentu yang diminati oleh mahasiswa yang bersangkutan. Kontrak perkuliahan lebih terstruktur dibandingkan dengan kontrak belajar indi*idual dan tidak terlalu banyak memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih. -eskipun demikian keinginan dan kebutuhan mahasiswa untuk mempelajari atau mengulas isu tertentu dengan lebih dalam masih dapat dilakukan melalui penulisan paper, proyek penelitian dan sebagainya. Kontrak Pen usunan perkuliahan disusun oleh dosen yang bersangkutan, memuat gambaran yang jelas dan cukup rinci tentang deskripsi mata kuliah, tujuan perkuliahan, strategi, e*aluasi dan kriteria yang akan digunakan. Kontrak ini perlu dibahas dengan mahasiswa pada awal perkuliahan untuk memberi penjelasan dan mendapatkan kesepakatan. Kontrak perkuliahan perlu memuat informasi berikut ini . 1. -anfaat mata kuliah $. Deskripsi perkuliahan /. 2ujuan nstruksional 0. ,rganisasi materi 1. (trategi perkuliahan
Isi Kontrak Perkuliahan

/3

9. 8. ;. 3.

-ateri.> )ahan bacaan perkuliahan 2ugas-2ugas Kriteria penilaian :adwal perkuliahan, dengan menyebutkan topik bahasan dan bahan bacaan yang rele*an.

Manfaat )agian ini menjelaskan mengapa mahasiswa perlu mengambil mata kuliah mata kuliah

ini, apa kegunaan mata kuliah ini untuk pengembangan pribadi, bagaimana hubungan mata kuliah ini dengan tujuan Program (tudi atau :urusan.

Deskripsi perkuliahan

4ang dimaksud dengan deskripsi mata kuliah adalah pernyataan yang mengandung ruang materi dan garis-garis besar atau pokok bahasan yang terdapat dalam mata kuliah tersebut. 2ujuan mata kuliah menjelaskan tentang hasil belajar yang akan dicapai pada akhir perkuliahan. -ahasiswa perlu tahu kompetensi apa yang akan dapat dia ketahui dan lakukan setelah mengambil suatu mata kuliah, apakah tujuan mata kuliah berupa kemampuan pemecahan masalah, meningkatkan kemampuan berkomunikasi atau merancang suatu program. -engapa tujuan mata kuliah tersebut penting E Perumusan tujuan mata kuliah secara jelas akan membantu mahasiswa dan dosen untuk menge*aluasi sejauh mana tujuan tersebut telah tercapai. Perumusan tujuan dilakukan dalam bentuk kompetensi untuk berbagai le*el menurut taksonomi )loom atau taksonomi lain. Pada bagian ini dijelaskan organisasiatau urutan materi, yang dapat ditampilkan dalam bentuk diagram, disertai penjelasan mengapa disusun seperti itu. )agian ini menjelaskan prosedur kerja atau kegiatan yang akan dilakukan dalam perkuliahan. Kombinasi berbagai metode belajar mengajar dapat digunakan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. (ebagai contoh metode ceramah singkat dikombinasikan dengan metode diskusi. 7eramah singkat dimaksudkan untuk menyampaikan atau memberi kerangka berpikir,

Tujuan Instruksional

-rganisasi materi

"trategi perkuliahan

0%

sedangkan diskusi digunakan untuk melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses belajar dan mencapai kesepakatan atau kesimpulan kelompok. Pada awal perkuliahan mahasiswa perlu mengetahui buku teks, artikel atau Materi* bahan bacaan lain yang menjadi bahan acuan dan bacaan wajib. Di samping $ahan ba.aan itu untuk tugas-tugas indi*idual, seperti menulis paper dan kritik, mahasiswa juga dianjurkan untuk menggunakan sumber belajar lain yang rele*an. Pada bagian ini disebutkan tentang tugas-tugas indi*idual atau kelompok Tugasyang harus dilakukan mahasiswa, berikut jadwal atau batas waktu Tugas penyelesaian tugas. Disebutkan pula tujuan dari masing-masing tugas dan apa yang diharapkan dilakukan mahasiswa, apakah diharapkan menjelaskan, mendiskusikan, menganalisis, mengkritik, membandingkan atau menerapkan suatu prinsip. Di samping itu informasi tentang waktu tes semester dan e*aluasi lain juga perlu disertakan. )agian ini menjelaskan tentang kriteria penilaian prestasi belajar mahasiswa, Kriteria untuk menunjukkan dia dianggap berhasil atau tidak berhasil. Di samping itu, penilaian kalau perlu dijelaskan pula tentang pembobotan tugas, e*aluasi dan cara penilaian lainnya. )agian ini memuat jadwal perkuliahan berupa tanggal, topik yang akan %adwal dibahas, dan bahan bacaan yang rele*an dengan setiap pokok bahasan. Di perkuliahan samping itu dicantumkan pula batas akhir #dead line& untuk penyerahan tugas dan tes>e*aluasi yang akan dilakukan.

01

Ran!k man K#n$rak perk l"a%an mer pakan kesepaka$an d#sen dan ma%as"s*a men!ena" +er+a!a" aspek perk l"a%an. Kesepaka$an "n" d"lak kan pada a*al perk l"a%an dan d"! nakan se+a!a" ped#man perk l"a%an. K#n$rak perk l"a%an dapa$ menjad"kan ma%as"s*a le+"% kr"$"s men!ena" $ j an/ s$ra$e!" dan %as"l +elajarn)a/ dan mem+ a$ mereka le+"% mand"r".

0$