Anda di halaman 1dari 30

ANALISIS VEGETASI METODE POINT CENTERED QUARTER (PCQ)

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Ekologi Tumbuhan Yang Dibina oleh Drs.Fatcur Rochman, M.Si.

Oleh Kelompok 3 Aulia Fitri Wardhani 120342422 Niken Eka Agustina 120342400170 Soya Desita 120342422 Sukma Qumain 120342422472 Tiara Dwi Nurmalita 120342400172

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI MARET 2014

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di muka bumi ini, di suatu bentang alam tertentu jenis-jenis tumbuhan memiliki kecenderungan untuk membentuk masyarakat tumbuhan, masyarakat tumbuhan yang disebut dengan vegetasi pada dasarnya terbentuk sebagai akibat dari adanya dua fenomena penting, yaitu adanya perbedaan dalam toleransi terhadap lingkungan dan adanya heterogenitas dari lingkungan. Metode point centered quarter (PCQ) merupakan metode jarak yang banyak digunakan untuk pohon dan semak. Parameter yang digunakan adalah frekuensi, densitas, dan dominansi. Jumlah individu dalam suatu area dapat ditentukan dengan mengukur jarak antara individu tumbuhan dengan titik sampling. Titik sampling merupakan titik dalam garis transek, pada titik tersebut dibagi menjadi empat kuadran yang masing-masing individu tumbuhan jarak terdekat dengan titik sampling. Metode point centered quarter (PCQ) adalah salah satu metode tanpa plot. Keuntungan menggunakan metode tanpa plot daripada berbasis teknik plot yang standar adalah bahwa metode point centered quarter (PCQ) cenderung lebih efisien. Metode tanpa plot lebih cepat untuk dilakukan, membutuhkan peralatan yang relatif sedikit, sehingga hanya membutuhkan sedikit pekerja (Mitchell, 2007). 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dibuat, didapatkan rumusan masalah yaitu mengenai bagaimana teknik pengambilan data struktur dan komposisi vegetasi dengan cara Poin Centre Quarter (PCQ)? 1.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang sudah didapatkan, maka tujuan yang didapatkan adalah untuk mengetahui teknik pengambilan data struktur dan komposisi vegetasi dengan cara Poin Centre Quarter (PCQ).

1.4 Ruang Lingkup Penelitian dilaksanakan di area sekitar kanpus Universitas Negeri Malang hingga jalan Simpang Bogor tepatnya mulai dari area di belakang Gedung Kimia O2 hingga di area lahan di Jalan Simpang Bogor, tepatnya di depan SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Waktu penelitian dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Februari 2014, mulai pukul 07.00 WIB sampai selesai. 1.5 Definisi Istilah 1.5.1 Vegetasi Vegetasi adalah kumpulan beberapa tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis dan hidup bersama pada suatu tempat. Diantara individuindividu tersebut terdapat interaksi yang erat antara tumbuh-tumbuhan itu sendiri maupun dengan binatang-binatang yang hidup dalam vegetasi itu dan fakto-faktor lingkungan (Martono 2012). 1.5.2 Analisis Vegetasi Analisis vegetasi merupakan cara pendeskripsian suatu tipe vegetasi berdasarkan komposisi floristik vegetasi yaitu dengan membuat daftar jenis suatu komunitas (Martono, 2012). 1.5.3 PCQ (Point Centered Quarter) PCQ (Point Centered Quarter) merupakan salah satu metode jarak (Distance Method). Metode ini tidak menggunakan petak contoh (plotless) dan umunya digunakan dalam analisis vegetasi tingkat pohon atau tiang (pole) (Ariyanto dkk, tanpa tahun). 1.5.4 Densitas Mutlak Densitas mutlak didefinisikan sebagai jumlah pohon per unit area (Mitchell, 2007). 1.5.5 Densitas Relatif Densitas relatif dari setiap spesies didefinisikan sebagai presentase total jumlah observasi dari spesies (Mitchell, 2007). 1.5.6 Dominansi mutlak Dominansi mutlak dari tiap spesies yang dinyatakan sebagai basal areanya per hektar (Mitchell, 2007). 1.5.7 Dominansi Relatif

Dominansi relatif spesies tertentu didefinisikan menjadi suatu dominansi mutlak yang tiap spesiesnya dibagi oleh total penutupan 100 kali untuk menyatakan hasilnya dalam presentase (Mitchell, 2007). 1.5.8 Nilai Penting Nilai penting merupakan harga yang didapatkan berdasarkan penjumlahan dari nilai relatif dari sejumlah variabel yang telah diukur (). 1.5.9 Frekuensi Frekuensi merupakan variabel yang menggambarkan penyebaran dari populasi di suatu kawasan (Syafei, 1990)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Martono, 2012). Vegetasi, tanah dan iklim berhubungan erat dan pada tiap-tiap tempat mempunyai keseimbangan yang spesifik. Vegetasi di suatu tempat akan berbeda dengan vegetasi di tempat lain karena berbeda pula faktor lingkungan nya. Vegetasi hutan merupakan sesuatu sistem yang dinamis, selalu berkembang sesuai dengan keadaan habitatnya. Tjitrosoepomo (2004), menyatakan bahwa Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi. Dalam ekologi hutan, satuan vegetasi yang dipelajari atau diselidiki berupa komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari semua spesies tetumbuhan yang menempati suatu habitat. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam analisis komunitas adalah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari. Metode point center quarter merupakan metode jarak yang banyak digunkan untuk pohon dan semak. Parameter yang digunakan adalah frekuensi, densitas, dan dominasi. Jumlah individu dalam suatu area dapat ditentukan dengan densitas dan dominansi. Jumlah individu dalam suatu area dpat ditentukan dengan mengukur jarak individu tumbuhan dengan titik sampling. Titik sampling merupakan titik dalam garis transek, pada titik tersebut dibagi 4 kuadran yang masing-masing terdapat individu tumbuhan jarak terdekat dengan titik sampling. Metode kuadran atau Point-Centered Quarter Methodmerupakan salah satu metode jarak (Distance Method). Metode ini tidak menggunakan petak contoh (plotless) dan umunya digunakan dalam analisis vegetasi tingkat pohon atau tiang (pole). Namun dapat pula dilengkapi dengan tingkat pancang (saling

atau belta) dan anakan pohon (seedling) jika ingin mengamati struktur vegetasi pohon. Pohon adalah tumbuhan berdiameter 20 cm, diameter 10-20 cm adalah pancang, diameter < 10 cm dan tinggi pohon > 2,5 m adalah pancang, serta tinggi pohon < 2,5 m adalah anakan. Syarat penerapan metode kuadran adalah distribusi pohon atau tiang yang akan dianalisis harus acak dan tidak mengelompok atau seragam (Ariyanto dkk, tanpa tahun).

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan penelitian Penelitian dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Peletakan sejumlah titik contoh secara acak dalam komunitas tumbuhan. Berdasarkan pengalaman di lapangan, sebaiknya dibuat suatu seri garis arah kompas (garis rintis) dalam komunitas tumbuhan yang akan diteliti, kemudian sejumlah titik contoh dipilih secara acak atau secara teratur sepanjang garis rintis tersebut.

Pembagian areal sekitar titik contoh menjadi empat kuadran yang berukuran sama. Hal ini dapat dilakukan dengan kompas atau bila suatu seri garis rintis digunakan kuadran-kuadran tersebut dapat dibentuk dengan menggunakan garis rintis itu sendiri dan suatu garis yang tegak lurus terhadap gads rintis tersebut melatui titik contoh.

Di dalam metode ini di setiap titik pengukuran dibuat garis absis dan ordinat khayalan, sehingga di setiap titik pengukuran terdapat empat buah quadran. Pilih saw pohon di setiap quadran yang letaknya paling dekat dengan titik pengukuran dan ukur jarak dari masing-masing pohon tersebut ke titik pengukuran. Pengukuran dimensi pohon hanya dilakukan terhadap keempat pohon yang terpilih.

3.2 Waktu dan Tempat KKL Analisis Vegetasi dengan metode PCQ dilaksanakan pada Hari Minggu 9 Februari 2014 pada pukul 08.00 WIB-13.00 WIB. Tempat pelaksaannya yaitu di sekitar area Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Alam Universitas Negeri Malang. Lokasinya terbagi menjadi 10 plot, 4 plot di sekitar kebun biologi, 4 plot di area belakang gedung biologi dekat dengan SMP Laboraturium, dan 2 plot masing-masing di belakang Gedung Kima dan GLB. 3.3 Populasi dan sampel Populasi yang diamati berupa pohon yang berada di area plot dari kuadran 1 hingga 4. Sampel pohon diambil dari 4 kuadran 10 plot. 3.4 Alat dan Bahan Alat yang digunakan yaitu klinometer dan roll meter sedangkan bahan yang digunakan hanya tali rafia. 3.5 Prosedur 1. Arah tertentu dibidik dengan menggunakan klinometer untuk mebuat transek. 2. Garis transek dibuat sepanjang 10x10 meter 3. Ditentukan pohon yang terdekat dari titik pusat sesuai dengan arah mata angin dari keempat penjuru. 4. Jarak pohon ke titik pusat diukur, dan diameter pohon tersebut dihitung berdasarkan data keliling batang pohon yang telah diukur setinggi dada. 5. Kemudian tabulasi data dibuat, dan dianalisis. 3.6 Teknik Analisis Data Berbagai karakter tumbuhan dapat diukur, biasanya parameter vegetasi yang umum diukur adalah densitas (kerapatan), dominansi, dan frekuensi (kekerapan), Indeks Nilai Penting (INP). Densitas, dominan, frekuensi, dan INP dapat diperoleh dengan berbagai cara metode sampling. Parameter vegetasi tersebut dapat diukur secara kuantitatif sebagai berikut: 1. Densitas Densitas (kerapatan) adalah jumlah cacah individu suatu spesies per satuan luas. Luas tersebut dalam meter persegi (m2). Densitas seluruh spesies = Jumlah cacah individu seluruh spesies Luas area cuplikan Perhitungan di atas adalah perhitungan densitas absolut atau disebut juga densitas aktual. Untuk tujuan tertentu akan sangat berguna bila konstribusi cacah individu dari satu spesies diekspresikan sebagai hubungan antara cacah

individu suatu spesies dengan total cacah individu seluruh spesies yang akan ditemukan di dalam seluruh plot yang dikaji. Ini disebut sebagai densitas relatif. Densitas relatif spesies A = Total cacah individu spesies A x 100 %

Jumlah total cacah individu seluruh spesies 2. Frekuensi Frekuensi adalah pengukuran distribusi atau agihan spesies yang ditemukan pada plot yang dikaji. Frekuensi menjawab pertanyaan pada plot mana saja spesies tersebut ditemukan atau berapa kali munculnya suatu spesies pada plot yang diteliti. Frekuensi diekspresikan sebagai presentase munculnya cacah plot tempat suatu spesies ditemukan. Frekuensi spesies A = Jumlah plot terdapatnya spesies A x 100 % Jumlah seluruh plot yang dicuplik Frekuensi dapat dinyatakan dalam pecahan atau dalam persen. Frekuensi dapat juga diekspresikan dengan istilah relatif. Frekuensi relatif spesies A = Total frekuensi spesies A x 100 %

Jumlah total frekuensi seluruh spesies 3. Dominansi

Dominansi suatu spesies dapat ditentukan dengan mengukur basal area pohon atau penutup (coverage) pohon atau herba. Luas basal area suatu jenis pohon dapat diperoleh dari diameter pohon setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Bila pohonnya mempunyai akar banir maka diameter pohon diukur langsung di atas banirnya. Penutup pohon atau herba adalah luas proyeksi tajuk atau kanopi pohon atau herba. Penentuannya hampir mirip dengan penentuan densitas, satuannya adalah cm2 atau m2. 4. Indeks Nilai Penting (INP) Merupakan penjumlahan nilai relatif dari frekuensi kerapatan dan dominansi suatu jenis. INP sering dipakai karena memudahkan dalam interprestasi hasil analisis vegetasi.

BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA Sam- No. pling Quarter 1 1 2 3 4 2 1 2 Jenis Tumbuhan Jarak K Pohon D Pohon D kuadrat alfa jarak pengamat

Tectona grandis sp Tabebulia resantica

5,25 3,40 5,83 4,23 3,42 2,34

1,67 0,37 0,83 0,33 0,34 1,07

0,53 0,12 0,26 0,11 0,11 0,34

0,28 57,00 0,01 70,00 0,07 67,00 0,01 50,00 0,01 85,00 0,12 45,00

5,25 3,40 5,83 1,23 3,42 8,70

Minosop crairemi Syzygium 3 aqueaneum 4 Canari umindicum Callophylum 1 endohylum 2 3 4 Alestonia vularis 1 Cidigium javanicum 2 3 Ceiba pentandra Dhillenia serrata 4 Thumb 1 Setenia macropila 2 3 Euginia aquea Burm 4 1 Diosperos malabaria 2 3 4 Maduca longifolia 1 Palem palmate 2 3 Gnetum gnemon 4 1 2 3 4 1 Ceiba pentandra 2 Albesia palkata

2,84 2,90 3,62 2,78 1,10 4,35 3,55

0,66 0,53 1,90 0,34 1,02 0,45 0,46

0,21 0,17 0,61 0,11 0,32 0,00 0,14 0,15

0,04 74,00 0,03 88,00 0,37 75,00 0,01 64,00 0,11 0,00 0,02 75,00 0,00 0,02 45,00

2,84 2,90 6,72 2,78

8,00 6,29

2,70 2,07 5,20

0,37 0,54 0,30

0,12 0,17 0,00 0,10

0,01 85,00 0,03 85,00 0,00 0,01 30,00

2,70 2,07 5,20

3,68 3,88

1,33 1,44

0,42 0,46

0,18 85,00 0,21 80,00

6,65 3,88

10

3 Albesia saman 4 Delonix regea 1 (Flamboyan) 2 Lecaena leusepala 3 4 Total Rata-rata diameter

5,40

0,85

0,27 0,00 0,25 0,34

0,07 76,00 0,00 0,06 57,00 0,12 65,00

5,42

5,43 4,36

0,77 1,08

5,43 4,36

78,33 0,22 1,95825 3,83474 26,0774 0,04396 332,95064

1,80 0,06

Rata-rata jarak : Jumlah pohon per 100 m2 Dominansi mutlak densitas mutlak kuadran

*Rata-rata jarak didapatkan dari penjumlahan jarak pohon dibagi dengan total *Densitas mutlak diperoleh dari hasil antara unit per D2 *jumlah pohon per100m2 diperoleh dari hasil dari 100 per rata-rata jarak *dominansi mutlak didapat dari hasil kali antara basal area rata-rata (Ba) dengan jumlah pohon jenis tumbuhan *Ba = d/4 Menghitung Densitas Relatif Jumlah Jumlah dalam pohon dalam Densitas quarter 100m2 relatif (%) 0,025 0,652 5,208327924 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,5 0,1304 0,543333333 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833 0,025 0,652 2,716395833

Jenis tumbuhan Tectona grandis sp Tabebulia resantica Minosop crairemi Syzygium aqueaneum Canari umindicum Callophylum endohylum Alestonia vularis Cidibium javanicum Ceiba pentandra Dhillenia serrata Thumb Setenia macropila Euginia aquea Burm Diosperos malabaria

Meduca longiforia Palem palmate Gnetum gnemon Albesia palkata Albesia saman Delonix regea (Flamboyan) Lecaena leusepala

0,652 2,716395833 0,652 2,716395833 0,652 2,716395833 0,652 2,716395833 0,652 2,716395833 0,652 2,716395833 0,652 2,716395833 Total 12,517 *Densitas relatif didapat dari hasil bagi antara jumlah individu jenis tumbuhan dibagi dengan total individu seluruh jenis tumbuhan, kemudian hasil baginya dikalikan 100%

0,025 0,025 0,025 0,025 0,025 0,025 0,025

Menghitung Dominansi relatif Nama spesies Tectona grandis sp Tabebulia resantica Minosop crairemi Syzygium aqueaneum Canari umindicum Callophylum endohylum Alestonia vularis Cidibium javanicum Ceiba pentandra Ceiba pentandra Dhillenia serrata Thumb Setenia macropila Euginia aquea Burm Diosperos malabaria Meduca longiforia Palem palmate Gnetum gnemon Albesia palkata Albesia saman Delonix regea (Flamboyan) Lecaena leusepala Dominasi jenis tumbuhan Diameter Basal area Total Rata-rata 0,53 6,6568 6,6568 6,6568 0,12 1,5072 1,5072 1,5072 0,26 3,2656 3,2656 3,2656 0,11 1,3816 1,3816 1,3816 0,11 1,3816 1,3816 1,3816 0,34 4,2704 4,2704 4,2704 0,21 2,6376 2,6376 2,6376 0,17 2,1352 2,1352 2,1352 0,61 7,6616 12,9368 6,4684 0,42 5,2752 0,11 1,3816 1,3816 1,3816 0,32 4,0192 4,0192 4,0192 0,14 1,7584 1,7584 1,7584 0,46 5,7776 5,7776 5,7776 0,12 1,5072 1,5072 1,5072 0,17 2,1352 2,1352 2,1352 0,1 1,256 1,256 1,256 0,46 5,7776 5,7776 5,7776 0,27 3,3912 3,3912 3,3912 0,25 0,34 3,14 4,2704 3,14 4,2704 3,14 4,2704 Dominansi relatif (%) 9,43071186 5 2,13525551

Tectona grandis sp Tabebulia resantica

6,657 1,507

0,652 0,652

4,3402336 0,9826944

Minosop crairemi Syzygium aqueaneum Canari umindicum Callophylum endohylum Alestonia vularis Cidibium javanicum Ceiba pentandra Dhillenia serrata Thumb Setenia macropila Euginia aquea Burm Diosperos malabaria Meduca longiforia Palem palmate Gnetum gnemon Albesia palkata Albesia saman Delonix regea (Flamboyan) Lecaena leusepala

3,266 1,382 1,382 4,270 2,638 2,135 6,468 1,382 4,019 1,758 5,778 1,507 2,135 1,256 5,778 3,391 3,140 4,270

0,652 0,652 0,652 0,652 0,652 0,652 1,304 0,652 0,652 0,652 0,652 0,652 0,652 0,652 0,652 0,652 0,652

2,1291712 0,9008032 0,9008032 2,7843008 1,7197152 1,3921504 8,434272 0,901064 2,620388 1,146216 3,767256 0,9826944 1,3921504 0,818912 3,767256 2,210932 2,04728

0,652 2,78404 Total 46,0223328 *dominansi relatif diperoleh dari hasil bagi antara dominansi suatu jenis tanaman

7 4,62638695 3 1,95731755 7 1,95731755 7 6,04989063 3,73669715 4 3,02494531 5 18,3264764 9 1,95788423 8 5,69373137 2,49056475 5 8,18571282 9 2,13525551 7 3,02494531 5 1,77937959 7 8,18571282 9 4,80404157 2 4,44844899 3 6,04932394 9

dengan dominansi seluruh jenis tanaman, kemudian hasil bagi tersebut dikalikan 100% Menghitung frekuensi Frekuensi tiap jenis(%) Frekuensi relatif(%) 2,5 4,761904762 2,5 4,761904762

Nama spesies Tectona grandis sp Tabebulia resantica

Minosop crairemi 2,5 4,761904762 Syzygium aqueaneum 2,5 4,761904762 Canari umindicum 2,5 4,761904762 Callophylum endohylum 2,5 4,761904762 Alestonia vularis 2,5 4,761904762 Cidibium javanicum 2,5 4,761904762 Ceiba pentandra 5 9,523809524 Dhillenia serrata Thumb 2,5 4,761904762 Setenia macropila 2,5 4,761904762 Euginia aquea Burm 2,5 4,761904762 Diosperos malabaria 2,5 4,761904762 Meduca longiforia 2,5 4,761904762 Palem palmate 2,5 4,761904762 Gnetum gnemon 2,5 4,761904762 Albesia palkata 2,5 4,761904762 Albesia saman 2,5 4,761904762 Delonix regea (Flamboyan) 2,5 4,761904762 Lecaena leusepala 2,5 4,761904762 Total 52,5 *frekuensi relatif didapat dari hasil bagi antara frekuensi suatu jenis tanaman dengan frekuensi total seluruh jenis tanaman, kemudian hasil bagi tersebut dikalikan 100%

Jenis tumbuhan Tectona grandis sp Tabebulia resantica Minosop crairemi Syzygium aqueaneum Canari umindicum Callophylum endohylum Alestonia vularis Cidibium javanicum Ceiba pentandra Dhillenia serrata Thumb Setenia macropila Euginia aquea Burm

Densitas Frekuensi relative relatif 5,208327924 4,761904762 2,716395833 4,761904762 2,716395833 4,761904762 2,716395833 4,761904762 2,716395833 4,761904762 2,716395833 2,716395833 2,716395833 0,543333333 2,716395833 2,716395833 2,716395833

Dominansi relatif 9,430711865 2,135255517 4,626386953 1,957317557 1,957317557

Nilai penting 19,4009446 9,61355611 12,1046875 9,43561815 9,43561815

Urutan nilai penting 2 15 8 16 17 5 11 13 1 17 7 14

4,761904762 6,04989063 13,5281912 4,761904762 3,736697154 11,2149977 4,761904762 3,024945315 10,5032459 9,523809524 18,32647649 28,3936193 4,761904762 1,957884238 9,43618483 4,761904762 5,69373137 13,172032 4,761904762 2,490564755 9,96886535

Diosperos malabaria Maduca longifolia Palem palmate Gnetum gnemon Albesia palkata Albesia saman Delonix regea (Flamboyan) Lecaena leusepala

2,716395833 2,716395833 2,716395833 2,716395833 2,716395833 2,716395833 2,716395833 2,716395833

4,761904762 4,761904762 4,761904762 4,761904762 4,761904762 4,761904762

8,185712829 2,135255517 3,024945315 1,779379597 8,185712829 4,804041572

15,6640134 9,61355611 10,5032459 9,25768019 15,6640134 12,2823422

4 15 12 18 3 9 10 6

4,761904762 4,448448993 11,9267496 4,761904762 6,049323949 13,5276245

Sesuai dengan analisis data, pada seluruh plot ditemukan

21 jenis

tumbuhan. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan nilai penting dari masing-masing tumbuhan mulai dari terkecil hingga terbesar berturut-turut Gnetum gnemon dengan nilai 9,25768019, Dhillenia serrata

Thumb dengan nilai 9,43618483, Syzygium aqueaneum dengan nilai 9,43561815, Tabebulia resantica. Dengan nilai 9,61355611, Maduca longifolia dengan nilai 9,61355611, Euginia aquea Burm dengan nilai 9,96886535, Cidibium javanicum dengan nilai 10,5032459, Palem palmate dengan nilai 10,5032459, Alestonia vularis dengan nilai 11,2149977, Delonix regea (Flamboyan) dengan nilai 11,9267496, Albesia saman dengan nilai 12,2823422, Minosop crairemi dengan nilai 12,1046875, Setenia macropila dengan nilai 13,172032, Lecaena leusepala 13,5276245, Callophylum endohylum dengan nilai 13,5281912, Diosperos malabaria dengan nilai 13,5281912, Albesia palkata dengan nilai 15,6640134, Tectona grandis sp dengan nilai 19,4009446, dan yang terbesar adalah Ceiba pentandra dengan nilai 28,3936193.

BAB V PEMBAHASAN

Pada kegiatan kuliah

kerja lapangan dilakukan pengamatan mengenai

vegetasi di suatu area. Area yang digunakan merupakan kawasan kampus Universitas Negeri Malang dan Depan SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan vegetasi pohon dengan menggunakan metode Point Centered Quarter (PCQ). Metode ini dilakukan dengan cara membagi plot menjadi empat kuadran dan menentukan titik tengah dari kuadran tersebut. Kemudian, mencari pohon yang jarak nya paling dekat dengan titik tengah pada masing-masing kuadran. Kemudian, jarak antara pohon dan titik diukur dan mengukur lingkar pohon tersebut. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa INP tertinggi berada pada tumbuhan Ceiba pentandra dengan nilai 28,3936193. Ceiba pentandra ditemukan pada plot 4 yang berada pada kebun biologii dan plot 9 yang berada di depan SMP Laboratorium. Plot 4 memiliki kondisi abiotik dengan suhu udara 280C, kelembaban udara 64%, suhu tanah 250C, kelembaban tanah 50%, pH tanah 5, intensitas cahaya 2,9, dan kesuburan tanahnya sedikit subur. Sedangkan plot 9 memiliki kondisi abiotik yang berbeda dengan plot 4. Plot 9 memiliki kondisi abiotik dengan suhu udara 320C, kelembaban udara 60%, suhu tanah 260C, kelembaban tanah 25%, pH tanah 6, intensitas cahaya 1, dan kesuburan tanahnya sedikit subur. Berdasarkan paparan tersebut didapatkan suatu pernytaaan bahwa pada plot 9 memiliki kondisi abiotik yang jauh berbeda dengan plot 4. Ceiba pentandra ditemukan pada 2 plot sekaligus mengindikasikan bahwa keberadaan pohon tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan abiotik yang sudah disebutkan sebelumnya. Kurniawan dan Parikesit (2008), menyatakan bahwa keberadaan jenis pohon dapat dikaitkan dengan ketinggian dan kelembaban. Sedangkan jenis-jenis yang ada pada tegakan dapat dilihat dari besarnya indeks nilai penting (INP) digunakan untuk mengetahui tingkat kesusuaian terhadap tempat tumbuh yang baik dibandingkan dengan jenis lainnya, Secara umum tumbuhan dengan indeks nilai penting (INP) tertinggi mempunyai daya adaptasi, daya kompetisi dan kemampuan reproduksi

yang lebih baik dibandingkan dengan tumbuhan yang lain dalam satu lahan tertentu. Selanjutnya, INP suatu jenis merupakan nilai yang menggambarkan

peranan keberadaan suatu jenis dalam komunitas. Semakin besar INP suatu jenis, maka semakin besar pula peranan jenis tersebut dalam komunitas (kaninde dkk, 2011). Jadi, peranan Ceiba pentandra penting dalam suatu komunitas tertentu yang berada di Universitas Negeri Malang. INP yang ditemukan berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa INP nya hampir merata pada semua tumbuhan. Menurut Kaninde dkk (2011), INP dengan nilai yang tersebar merata pada banyak jenis lebih baik daripada bertumpuk atau menonjol pada sedikit jenis karena menunjukkan terciptanya relung (niche) yang lebih banyak dan tersebar merata, spesifik, dan bervariasi. INP yang merata pada banyak jenis juga sebagai indikator semakin tingginya keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem dan perkembangan ekosistem yang baik untuk mancapai pada tahap klimaks.

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan Kesimpulan yang didapat berdasarkan pembahasan adalah bahwa INP tertinggi dimiliki oleh Ceiba pentandra dengan nilai 28,3936193. INP pada masing-masing spesies yang ditemukan hampir merata sehingga dapat dikatakan bahwa keanekaragamannya tinggi. 6.2 Saran Setelah melakukan kegiatan penelitian analisis vegetasi dengan

menggunakan metode point centered quarter (PCQ), dapat diberikan saran-saran sebagai berikut. 6.2.1 Sebaiknya sebelum melakukan penelitian atau praktik di lapangan dipastikan bahwa alat-alat sudah memadahi dan kelengkapan alat juga harus diperhatikan. 6.2.2 Sebaiknya dalam penggunaan klinometer harus benar-benar sudah bisa menggunakan alat tersebut dengan baik dan benar agar tidak terjadi kesalahan dalam pengukuran tinggi pohon. 6.2.3 sebaiknya ketelitian dalam pengukuran baik panjang maupun sudut harus diperhatikan, supaya tidak ternyadi banyak kesalahan dan penyimpangan dalam penelitian.

DAFTAR RUJUKAN

Ariyanto, Joko., Widoretno, Sri., Nurmiyati., dan Agustina Putri. Tanpa tahun. Kainde, R.F., Ratang, S.P., Tasirin, J.S., dan Faryanti, D. 2011. Eugenia. Analisis vegetasi Hutan Lindung Gunung Tumpa, 17 (3). (Online),

(http://repo.unsrat.ac.id/290/1/ANALISIS_VEGETASI_HUTAN_ LINDUNG_GUNUNG_TUMPA.pdf), diakses 8 Februari 2014. Kurniawan, A. Dan Parikesit, 2008. Persebaran Jenis Pohon di Sepanjang Faktor Lingkungan di Cagar Alam Penamnjung Pangandaran. Jawa Barat. Martono, Djoko Setyo. 2012. Agritek. Analisis Vegetasi dan Asosiasi antara Jenisjenis Pohon Utama penyusun Hutan Tropis Dataran Rendah di Taman Nasional Gunuung Rinjani Nusa Tenggara Barat vol 13 (2). (Online), (http://www.unmermadiun.ac.id/repository_jurnal_penelitian/Jurnal%20A gritek/Jurnal%20Agri-tek%202012/September/3_Djoko%20SM%20hal %2018-27.pdf), diakses pada 28 Februari 2014. Mitchell, Kevin. 2007. Quantitative Analysis by the Point-Centered Quarter Method. NewYork : Hobart and William Smith Colleges. Studi Biodiversitas Tanaman Pohon di 3 Resort Polisi Hutan (Rph) di Bawah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Telawa Menggunakan Metode Point Center Quarter (PCQ). (Online), (http://download.portalgaruda.org/article .php?article =50875&val=4058), diakses pada 15 Maret 2014. Syafei, Eden Surasana. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. ITB: Bandung. Tjitrosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi tumbuhan Spermatophyta.

Yogyakarta : UGM.

LAMPIRAN Gambar Keterangan Plot 1 kuadran 3 Tectona grandis sp

Plot 1 kuadran 4 Tabebulia resantica

Plot 2 kuadran 2 Minosop crairemi

Plot 2 kuadran 3 Syzygium aqueaneum

Plot 2 kuadran 4 Canarium indicum

Plot 3 kuadran 1 Callophylum endohylum

Plot 3 kuadran 4 Alestonia vularis

Plot 4 kuadran 1 Cidibium javanicum

Plot 4 kuadran 3 Ceiba pentandra

Plot 4 kuadran 4 Dhillenia serrata Thumb

Plot 5 kuadran 1 Setenia macropila

Plot 5 kuadran 3 Euginia aquea Burm

Plot 6 kuadran 1 Diosperos malabaria

Plot 6 kuadran 4 Meduca longiforia

Plot 7 kuadran 1 Palem palmate

Plot 7 kuadran 3 Gnetum gnemon

Plot 9 kuadran 1 Ceiba pentandra

Plot 9 kuadran 2 Albesia palkata

Plot 9 kuadran 3 Albesia saman

Plot 10 kuadran 1 Delonix regea (Flamboyan)

Plot 10 kuadran 2 Lecaena leusepala