Anda di halaman 1dari 3

Ingat Selalu Komitmen Kita

Sekitar tiga bulan yang lalu, aku beserta teman satu tim mewakili Poltekkes Kemenkes Malang mengikuti Olimpiade Kegawatdaruratan Dasar bagi mahasiswa tingkat nasional di Balai Pelatihan Kesehatan Batam. Di sana, merupakan pusat pelatihan kesehatan terbesar di Indonesia, dengan alat-alat tercanggih, khususnya di bidang keperawatan. Olimpiade ini diikuti lebih dari 40 tim dari seluruh poltekkes di Indonesia, universitas negeri maupun swasta, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Sebelum berangkat menuju Batam, kami semua diberi pengarahan dari para dosen. Teman-teman satu tim menunjukku sebagai pemimpin dalam tim kami. Sambil beranjak menuju mobil yang sudah siap melancong ke bandara Juanda dini hari itu, kami semua sebelumnya berdoa bersama-sama. Aku merasa belum siap, apalagi ada tim dari Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada, down banget rasanya! Ucap Yayang. Santai aja wes, yang penting kita semangat buat yel-yel yang udah kita susun semalam. Bener nggak? Timpal Tommy. Yayang, kita nggak perlu takut, ingat ya kawan-kawan, tujuan kita ikut kompetisi ini adalah belajar. Menang atau kalah hanyalah bonus. Kalau kita belajar, ya harus sungguhsungguh, kita lakukan yang terbaik, sekuat tenaga kita, dan yel-yel kita biarlah jadi pengobar semangat tim kita. Ucapku. Sip, bener banget tuh. Berdoa mulai. Pimpin Edo, anggota tim paling semangat dan aktif di tim kami. *** Babak penyisihan pertama dapat kami lalui dengan cukup mudah, dari 40 tim diseleksi menjadi 20 tim. Tim kami menjadi salah satu dari 20 tim yang lolos. Poltekkes Malang, yang paling yes yes, nggak pake no no, sekali lagi yes, sekali lagi yes, sekali lagi yes yes yes! Dengan yel-yel kebanggaan kami, kami berlima berteriak-teriak kegirangan bagaikan mendapat undian hadiah jutaan rupiah. Alhamdulilah teman-teman, kita masih diberi kesempatan untuk bisa melangkah ke tahap selanjutnya, semuanya pasti akan lebih menantang. Jangan sampai lupa, ingat komitmen awal

kita, lakukan yang terbaik, lakukan yang terbaik! Menang atau kalah itu bonus. Proseslah yang paling penting. Kataku dengan pasti. Iya, setuju aku Ir. Ucap Feris, anggota paling kocak di tim kami. *** Tahap demi tahap dapat kita lalui dengan cukup baik, saat ini ada 6 tim yang masih berjuang dalam semi final, termasuk tim kami. Selanjutnya akan diambil 4 tim yang akan lolos ke babak final. Namun, kami semua dengan wajah suram keluar dari ruangan kompetisi. Bukankah tadi Irka udah mbagi ke kamu Ris, kalau kamu itu tugasnya mengukur frekuensi nafas, bukannya wawancara gitu! Ah masa waktu 15 menit, frekuensi nafas aja nggak terhitung! Wajar kalau juri tadi bilang hanya faktor keberuntungan yang bakalan membuat tim kita lolos babak selanjutnya! Edo mengomel karena keteledoran Feris. Feris hanya cengengesan melihat wajah kami semua yang geram terhadapnya. Ini bener-bener jadi pelajaran buat kita semua! Kalau memang juri masih memberi kesempatan buat kita untuk masuk tahap final, jangan sampai hal yang tadi terulang kembali. Sekarang kita hanya bisa berdoa sambil menanti pengumuman selanjutnya. Ucapku sambil menarik nafas panjang untuk menenangkan suasana hati. *** Waktu pengumuman tim yang lolos babak final telah tiba. Kami semua merasa pasrah tak ada yang semangat menatap layar LCD yang akan menampilkan 4 tim yang lolos babak selanjutnya. Universitas Indonesia, Poltekkes Tanjung Pinang, Poltekkes Manado, dan Poltekkes Kemenkes Malang. Serentak kami berteriak kegirangan melihat nama kampus kami tercantum di dalam layar. Sungguh tak ada yang menduga. Kami benar-benar bersyukur kepada Tuhan yang masih diberi kesempatan untuk melaju ke babak selanjutnya. Teman-teman, aku nggak nyangka kalau kita bisa melangkah sejauh ini, tinggal selangkah lagi, kita akan memetik hasil jeri payah kita. Ingat selalu komitmen awal kita, kita di sini belajar, bukan semata-mata untuk mencari kemenangan, kita lakukan saja yang terbaik, apapun hasilnya nanti, setidaknya kita tak akan pernah menyesal karena telah melakukan yang terbaik, sekuat tenaga kita. Bismillah! Kataku dengan begitu semangat.

Hingga akhirnya babak final kita lalui dengan sukses, kami adalah tim yang solid. Bagiku setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda sehingga tercipta suatu tim yang saling melengkapi dan menjadi tim yang kuat. Edo, adalah pribadi yang cerdas, aktif dan semangat sangat terampil di bidang pemberian terapi oksigen. Yayang, teman sekamarku sewaktu di Batam merupakan teman yang ahli di bidang pemeriksaan sistem pernafasan. Feris, si kocak yang selalu santai, ternyata sangat ahli dalam melakukan resusitasi jantung paru. Tommy, adalah pribadi yang selalu bisa menenangkan suasana kami saat kompetisi, sifatnya yang tidak mudah goyah dan tenang saat menghadapi masalah. Irka, yaitu aku sendiri, yang lebih cenderung menguasai teori dan mengatur pembagian tugas dalam tim. Kami tak menyangka, tim kami mampu menjadi juara 1 dalam olimpiade ini, juara 2 diraih oleh Universitas Indonesia dan juara 3 oleh Poltekkes Tanjung Pinang. Bagiku pengalaman ini sungguh pengalaman yang tak akan pernah bisa kulupakan. Berpegang teguhlah selalu pada komitmen yang baik, maka kau akan mendapatkan hasil yang sungguh istimewa. ***