Anda di halaman 1dari 1

Detail Penelitian Obat Bahan Alam

Judul Penelitian Uji Efek Anti Radang Daun Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) dan Rimpang Temu Kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) pada Tikus Putih Galur Wistar. Peneliti Hisran H NC Soegiarso Mathilda B. Widianto Abstrak Telah dilakukan penelitian uji efek anti radang ekstrak etanol daun bandotan (Ageratum conyzoides Linn., Asteraceae) dan ekstrak kering rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb., Zingiberaceae), pada tikus putih galur Wistar dengan metode penanaman butiran kapas. Hasil menunjukkan bahwa kedua ekstrak menghambat pembentukan granuloma. Keterangan Skripsi Tahun 1988 Tempat Penelitian Dept. Farmasi ITB Uji Farmakologi Metode penanaman butiran kapas secara subkutan pada punggung tikus. Setelah beberapa hari kapas beserta granuloma yang menyertainya ditimbang. Senyawa anti radang akan menghambat pembentukan granuloma tersebut. Persen hambatan menunjukkan aktivitas senyawa anti radang. Tiga fase respons yang diamati yaitu fase transudatif, fase eksudatif, dan fase proliferasi. Ekstrak etanol daun bandotan dan ekstrak kering rimpang temu kunci dengan dosis 0,5; 1 dan 2 g/kg bb memberikan efek antiradang yang cukup berarti dibandingkan kontrol, dengan efek anti radang terbesar terjadi pada dosis 1g/kg bb antar keduanya ekstrak etanol daun bandotan memberikan efek anti radang yang lebih besar dari pada ekstrak kering rimpang temu kunci. Sedangkan ekstrak etanol rimpang temu kunci memberikan efek anti radang yang paling rendah.