Anda di halaman 1dari 16

BAB II PENGANTAR ISTILAH DAN TUJUAN BIAYA

Terminologi Biaya Akuntan mendefinisikan biaya sebagai pengorbanan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya biasanya diukur dalam sejumlah uang untuk memperoleh barang atau jasa. Actual cost adalah biaya yang terjadi (historical cost) yang membedakannya dari biaya yang dianggarkan (budgeted cost). Objek biaya (cost object) adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk berbagai tujuan, seperti produksi,mesin, servis, dll. Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung Penelusuran dan pengalokasian biaya: Biaya langsung adalah biaya yang berhubungan dengan setiap tujuan baiaya dapat ditelusuri jumlah cost effective. Contohnya adalah biaya dari kaleng dan botol adalah merupakan biaya langsung dari perusahaan minuman. Istilah cost tracing digunakan untuk menggambarkan penentuan dari biaya langsung untuk setiap tujuan biaya. Biaya tidak langsung adalah biaya yang berhubungan dengan setiap tujuan biaya yang tidak dapat ditelusuri dari cost effective. Contohnya adalah gaji supervisor yang mengawasi pengemasan produk berbagai macam minuman ringan di pabrik Pepsi merupakan biaya tidak langsung dari Pepsi-Colas. Cost allocation adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penentuan biaya tidak langsung untuk setiap produk.

Perilaku Biaya : Biaya Variabel dan Biaya Tetap Sistem biaya mencatat sumber-sumber biaya yang diperoleh dan bagaimana biaya-biaya tersebut kemudian digunakan. Pencatatan perolehan sumber-sumber biaya dan penggunaannya membantu manajer untuk melihat bagaimana perilaku dari biaya. Perilaku biaya berarti bagaimana biaya akan bereaksi atau merespon perubahan aktivitas bisnis. Bila aktivitas bisnis meningkat atau menurun, biaya tertentu mungkin akan ikut naik atau turun atau mungkin juga tetap. Untuk tujuan perencanaan, manajer harus dapat mengantisipasi apakah yang akan terjadi; jika biaya mengalami perubahan, manajer harus tahu sejauh mana perubahannya. Untuk membantu tugas manajer, biaya biasanya dikategorikan menjadi: Biaya variabel adalah biaya yang akan berubah secara proporsional dengan perubahan aktivitas. Aktivitas tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk seperti unit yang diproduksi, unit yang dijual, jam kerja, dll. Dalam perusahaan manufaktur variabel cost termasuk bahan baku dan beberapa elemen overhead pabrik seperti pelumas, pengiriman, dan komisi penjualan. Dalam suatu perusahaan dagang biaya variabel meliputi harga pokok penjualan, komisi penjualan, dan biaya penagihan. Dalam sebuah perusahaan jasa, misalnya rumah sakit, biaya variabel jasa perawatan kepada pasien termasuk biaya untuk pemasok, obat-obatan, makanan, dan barangkali jasa perawat.

Jumlah biaya

Jumlah unit produksi

Biaya tetap, biaya yang selalu tetap besarnya secara keseluruhan tanpa terpengaruh oleh tingkat aktivitas. Sebagai konsekuensinya, pada saat tingkat aktivitas naik atau turun, total biaya tetap konstan, kecuali jika dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan dari luar seperti perubahan harga.
Jumlah biaya

Jumlah unit produksi

Cost Drivers Cost drivers bersifat variabel yang sebanding dengan tingkat aktivitas. Dengan demikian ada hubungan sebab akibat antara perubahan tingkat aktivitas dengan perubahan dalam total cost. Contohnya adalah jika biaya desain produksi berubah sejalan dengan jumlah part suatu produk, maka jumlah part suatu produk merupakan cost drivers dari biaya desain produksi. Cost drivers dari biaya variabel adalah tingkat aktivitas yang perubahannya menyebabkan perubahan yang sebanding dengan biaya variabel. Biaya yang bersifat tetap (fixed cost) dalam jangka pendek tidak mempunyai cost drivers, tetapi mungkin akan mempunyai cost drivers dalam jangka panjang. Contohnya adalah biaya pengujian PC Dell. Biaya-biaya ini terdiri dari biaya gaji dan peralatan dari departemen pengujian yang sukar untuk berubah. Dalam hal ini, volume produksi bukan merupakan cost driver dari biaya pengujian dalam jangka pendek. Tetapi dalam jangka panjang Dell akan menambah atau mengurangi pegawai dan peralatan dari departemen Pengujian pada tingkat yang dibutuhkan untuk jumlah produksi pada masa yang akan datang. Dalam jangka panjang, volume produksi merupakan cost drivers dari biaya pengujian.

Hubungan dari Berbagai Jenis Biaya Secara garis besar biaya dapat dibagi menjadi : biaya langsung/tidak langsung dan biaya variabel/tetap (fixed). Biaya-biaya ini dapat dikombinasikan menjadi : Biaya langsung dan bersifat variabel; Biaya langsung dan bersifat tetap (fixed); Biaya tidak langsung dan bersifat variabel; Biaya tidak langsung dan bersifat tetap (fixed).

Biaya Total dan Biaya per Unit Pada umumnya, pembuat keputusan harus memperkirakan jumlah biaya total (total cost) daripada biaya per unit (unit cost). Tetapi dalam beberapa keputusan, penghitungan unit cost merupakan suatu hal yang penting. Contohnya adalah seorang ketua komite social sedang memutuskan apakah ia akan menyewa sebuah grup musik untuk untuk suatu acara. Total biaya/jasa yang diperlukan diperkirakan sebesar $1.000. Sebelum keputusan ditentukan, ketua komite social harus memperkirakan total cost dan kemungkinan jumlah orang yang akan hadir. Tanpa mengetahui hal ini, ia tidak dapat memutuskan secara tepat tentang perkiraan harga karcis masuk atau bahkan kemungkinan apakah acara akan dilaksanakan atau tidak. Dengan demikian ia harus menghitung unit cost yaitu dengan membagi total cost dengan jumlah orang yang diharapkan akan hadir. Jika ada 1.000 orang yang hadir, maka unit cost adalah sebesar $1 per orang; jika ada 100 orang yang hadir, unit cost akan menjadi $10. Sistem akuntansi melaporkan jumlah total cost dan cost rata-rata per unit. Unit cost dapat juga disebut cost rata-rata (average cost), dihitung dengan membagi jumlah total cost dengan jumlah yang berhubungan dengan biaya tersebut. Unit dapat dinyatakan dalam berbagai cara, contohnya adalah perakitan mobil, pembungkusan paket, atau jam kerja. Diperkirakan biaya sebesar $40.000.000 akan terjadi pada tahun 2004 untuk memproduksi 500.000 telepon seluler di pabrik Memphis, sehingga unit cost dapat dihitung sebagai berikut : Total biaya produksi Jumlah unit yang diproduksi $40.000.000 500.000 units $80 per unit

Jika 480.000 unit dijual dan jumlah persediaan akhir sebanyak 20.000 unit, konsep unit cost membantu dalam menentukan jumlah total cost dalam laporan laba rugi dan neraca :
Harga Pokok Penjualan di Laporan laba rugi, 480.000 units X $80 per unit Persediaan akhir di neraca, 20.000 units X $80 per unit Total biaya produksi dari 500.000 units $38.400.000 1.600.000 $40.000.000

Menggunakan Unit Cost secara Tepat Unit cost digunakan dalam laporan keuangan. Tetapi dalam banyak keputusan, manajer akan lebih memperhatikan total cost dari pada unit cost. Contohnya yaitu produksi telepon seluler di pabrik Memphis, diasumsikan biaya yang terjadi dalam tahun 2004 sebesar $40.000.000 yang terdiri dari biaya tetap sebesar $10.000.000 dan biaya variabel sebesar $30.000.000 (biaya variabel per unit $60). Total biaya tetap dan biaya variabel per unit yang diharapkan di tahun 2005 tidak berubah dari tahun 2004. Anggaran biaya tahun 2005 pada tingkat produksi yang berbeda, total biaya variabel, total biaya tetap, dan total biaya yang terdiri dari :
Unit yang Diproduksi Biaya Variabel Per Unit Total Biaya Variabel Total Biaya Tetap Total Biaya Biaya Per Unit

100.000 200.000 500.000 800.000 1000.000

$60 $60 $60 $60 $60

$ 6.000.000 $12.000.000 $30.000.000 $48.000.000 $60.000.000

$10.000.000 $10.000.000 $10.000.000 $10.000.000 $10.000.000

$16.000.000 $22.000.000 $40.000.000 $58.000.000 $70.000.000

$160,00 $110,00 $ 80,00 $ 72,50 $ 70,00

Manajer pabrik yang menggunakan unit cost tahun 2004 sebesar $80 per unit akan mempunyai total cost actual yang lebih besar dari yang diperkirakan jika unit yang diproduksi tahun 2005 di bawah unit yang diproduksi tahun 2004 yaitu sebesar 500.000 unit. Jika jumlah actual yang diproduksi sebesar 200.000 unit maka :
cost actual (200.000 unit X $110 per unit). cost budget (200.000 unit X $80 per unit) underestimates $22.000.000 $16.000.000 $ 6.000.000

Keyakinan pada unit cost yang berlebihan pada situasi seperti ini akan mengakibatkan kekurangan cash yang akan digunakan untuk membayar biayabiaya, jika jumlah produksi turun menjadi 200.000 unit. Dengan adanya kejadian seperti ini, maka dalam pembuatan keputusan, manajer harus memperkirakan total biaya variabel, total biaya tetap, dan total biaya daripada unit cost. Perusahaan Industri, Perdagangan, dan Jasa Perusahaan dapat dibagi ke dalam tiga sektor: Perusahaan sektor industri Perusahaan ini membeli bahan baku dan komponen-komponen lainnya dan mengubahnya menjadi berbagai macam barang jadi. Contohnya adalah perusahaan otomotif, perusahaan pembuatan makanan, perusahaan tekstil, dll

Perusahaan sektor perdagangan Perusahaan ini membeli produk dan kemudian menjualnya tanpa melakukan perubahan terhadap produk tersebut. Sektor ini meliputi perusahaan pengecer (misalnya toko buku) atau pedagang besar (grosir).

Perusahaan sektor jasa Perusahaan ini memberikan jasa yang merupakan produk tidak berwujud. Contohnya adalah pengacara, Kantor Akuntan Publik, Bank, perusahaan asuransi, stasiun radio dan televisi.

Jenis-jenis persediaan Perusahaan sektor industri membeli bahan baku dan komponen lainnya dan mengubahnya ke dalam berbagai jenis barang jadi. Perusahaan ini mempunyai tiga jenis persediaan : Persediaan bahan baku Bahan baku adalah material atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat suatu produk Persediaan barang dalam proses Barang dalam proses adalah persediaan barang yang proses produksinya baru diselesaikan sebagian dan masih membutuhkan pekerjaan lebih lanjut sebelum siap untuk dilempar ke pasar. Persediaan barang jadi Barang jadi adalah unit produk yang telah diproses secara penuh, tetapi belum dijual kepada konsumen. Perusahaan sektor perdagangan membeli produk dan kemudian menjualnya tanpa melakukan perubahan. Perusahaan ini hanya mempunyai satu jenis persediaan, yaitu persediaan barang dagangan. Perusahaan sektor jasa memberikan jasa yang merupakan produk tidak berwujud , sehingga perusahaan ini tidak mempunyai prsediaan untuk dijual. Biaya Produksi Perusahaan manufaktur biasanya membagi biaya produksi ke dalam tiga jenis, yaitu: Bahan langsung Bahan langsung adalah bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk jadi dan dapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut. Tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Contohnya yaitu biaya gaji dari operator mesin pabrik. Biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik adalah seluruh biaya manufaktur yang berhubungan dengan obyek dari biaya yang tidak dapat ditelusuri pada produk jadi.

Contohnya yaitu : biaya listrik, biaya perlengkapan pabrik, biaya depresiasi gedung pabrik, dll. Inventoriable Costs Inventoriable costs adalah seluruh biaya dari suatu produk yang merupakan asset ketika biaya ini dikeluarkan dan akan menjadi harga pokok penjualan ketika produk ini dijual. Dalam perusahaan manufaktur, semua biaya produksi yang meliputi bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik merupakan inventoriable cost. Inventoriable cost dalam perusahaan perdagangan adalah biayabiaya yang dikeluarkan untuk pembelian barang dagangan yang akan dijual kembali dalam bentuk yang sama. Sedangkan dalam perusahaan jasa tidak ada inventoriable cost, karena perusahaan jenis ini tidak mempunyai persediaan barang dagangan. Period Costs / Biaya Periode Period cost adalah semua biaya dalam laporan laba rugi selain harga pokok penjualan. Period cost adalah merupakan biaya dari periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi, karena biaya-biaya ini diharapkan akan menghasilkan pendapatan pada periode yang bersangkutan dan tidak diharapkan akan menghasilkan pendapatan pada periode yang akan datang. Pembebanan biaya-biaya ini pada periode yang bersangkutan dilakukan dengan menandingkan biaya dengan penghasilannya. Ilustrasi dari Inventoriable Cost dan Period Cost Berikut ini disajikan laporan laba rugi dan laporan harga pokok produksi dari suatu perusahaan industri, Cellular Products. Dari laporan laba rugi dan laporan harga pokok produksi tersebut dapat dilihat bahwa : Biaya bahan baku, dihitung sebagai berikut :
Persediaan awal bahan baku $11.000 Pembelian bahan baku $73.000 Persediaan akhir bahan baku $8.000 Bahan Baku yang digunakan $76.000

Biaya tenaga langsung adalah sebesar $9.000 Biaya produksi tidak langsung / biaya overhead sebesar $20.000 Inventoriable costs sebesar $104.000 Period costs sebesar $70.000 Operating income sebesar $32.000, dihitung dari total pendapatan dikurangi dengan harga pokok penjualan dan biaya operasi (di luar biaya bunga dan pajak).

Cellular Products Laporan Laba Rugi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 Pendapatan Harga Pokok penjualan Persediaan barang jadi awal, 1 Januari 2004 Harga pokok produksi Harga pokok barang tersedia untuk dijual Persediaan barang akhir, 31 Desember 2004 Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya operasi : Pemasaran, distribusi, dan biaya customar service Total biaya operasi Laba operasi 70.000 70.000 $ 32.000 $ 22.000 104.000 126.000 18.000 108.000 102.000 $210.000

Cellular Products Laporan Harga Pokok Produksi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2004 Bahan baku: Persediaan bahan baku awal, 1 Januari 2004 Pembelian bahan baku Bahan baku tersedia untuk dipakai Persediaan akhir, 31 Desember 2004 Bahan baku yang digunakan Biaya tenaga kerja langsung Biaya produksi tidak langsung: Tenaga kerja tidak langsung Perlengkapan Listrik dan penerangan Depresiasi - bangunan pabrik Depresiasi peralatan pabrik Biaya lain-lain Total biaya tidak langsung Biaya produksi tahun 2004 Persediaan barang dalam proses awal, 1 Januari 2004 Total biaya produksi Persediaan barang dalam proses akhir, 31 Desember 2004 Harga pokok produksi 7.000 2.000 5.000 2.000 3.000 1.000 20.000 105.000 6.000 111.000 7.000 $104.000

$ 11.000 73.000 84.000 8.000 $ 76.000 9.000

Hubungan antara Inventoriable Cost dengan Period Cost a. Perusahaan Industri


Neraca Laporan Laba Rugi

Pembelian Bahan Baku

Persediaan Bahan Baku

Pendapatan

Dikurangi Inventoriable Cost Tenaga Kerja Tidak langsung Overhead Pabrik = laba kotor Dikurangi Period costs Beban Penjualan & Adm Persediaan Barang dlm Proses Persediaan Barang Jadi Harga Pokok Penjualan

= Laba Operasi

b. Perusahaan Dagang
Neraca Laporan Laba Rugi

Pendapatan Dikurangi Inventoriable Cost Pembelian Barang Dagangan Persediaan Barang Dagangan Harga Pokok Penjuala n = Laba Kotor Dikurangi

Period Costs

Beban Penjualan & Adm = Laba Operasi

Biaya Utama dan Biaya Konversi Sistem biaya dalam perusahaan industri dapat dibagi menjadi dua, yaitu: a. Biaya utama (prime costs) Biaya utama ini meliputi semua biaya langsung dalam produksi. Contohnya dalam Cellular Products, jumlah prime cost adalah sebesar $85.000 ($76.000 biaya bahan baku + $9.000 biaya tenaga kerja langsung). b. Biaya Konversi (Conversion Costs) Biaya konversi adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku. Contohnya dalam Cellular Products, jumlah biaya konversi adalah sebesar $29.000 ( $9.000 biaya tenaga kerja langsung + $20.000 biaya overhead pabrik). Mengukur Biaya Tenaga Kerja Meskipun klasifikasi biaya tenaga kerja bervariasi diantara perusahaan, sebagian besar perusahaan membagi biaya menjadi : a. Biaya tenaga kerja langsung dari produksi (dapat ditelusuri dari produk secara individu) b. Biaya overhead produksi, terdiri dari : Biaya tenaga kerja tidak langsung, contoh: biaya operator forklift truck, penjaga gudang, overtime premium, idle time. Gaji manajer, kepala departemen, dan supervisor.

Overtime Premium Overtime premium adalah tarif upah yang dibayarkan kepada pekerja (baik pekerja langsung maupun tidak langsung) untuk kelebihan jam kerja. Overtime premium biasanya merupakan bagian dari biaya pekerja tidak langsung atau overhead pabrik. Contoh: George Flexner melakukan perbaikan untuk Sears Appliance Services, yang mendapatkan upah sebesar $20 per jam dan $30 per jam untuk kelebihan jam kerja. Jika dia bekerja selam 44 jam, termasuk 4jam kelebihan jam kerja dalam satu minggu, maka upah yang dia terima adalah :
Upah perbaikan langsung (44 jam x $20 per jam) Overtime premium (4 jam x $10 per jam) Total upah $880 40 $920

Idle Time Idle time adalah upah yang dibayar untuk waktu yang tidak dipakai berproduksi yang disebabkan karena berkurangnya pesanan, kerusakan mesin, kesalahan jadwal, dll. Klasifikasi Biaya untuk Pembuatan Keputusan a. Biaya diferensial Biaya diferensial adalah perbedaan biaya di antara dua alternatif. Dalam keputusan bisnis, setiap alternatif memilki konsekuensi biaya dan manfaat yang harus dibandingkan dengan biaya dan manfaat yang akan diperoleh dari alternatif lain yang tersedia. Biaya diferensial disebut juga sebagai incremental

cost, meskipun secara teknis yang dimaksud dengan incremental cost berkaitan dengan kenaikan biaya yang terjadi karena perubahan dari satu alternatif ke alternatif lainnya; sedangkan penurunan biaya sering disebut decremental cost. b. Opportunity cost Opportunity cost adalah manfaat potensial yang akan hilang bila salah satu alternatif telah dipilih dari sejumlah alternatif yang tersedia. Opportiniy cost tidak selalu dicatat dalam catatan akuntansi organisasi, tetapi opportunity cost adalah biaya yang harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan. Setiap alternatif memiliki opportunity cost yang melekat padanya. c. Sunk cost Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat diubah oleh keputusan apapun yang dibuat saat ini atau pun masa yang akan datang. Karena sunk cost tidak dapat diubah oleh keputusan apa pun, maka sunk cost bukanlah biaya diferensial. Oleh karenanya sunk cost dapat diabaikan dalam pembuatan keputusan. Untuk menggambarkan sunk cost, asumsikan bahwa perusahaan membayar $50.000 beberapa tahun yang lalu untuk membeli mesin tertentu. Mesin tersebut digunakan untuk memproduksi barang yang saat ini sudah ketinggalan jaman dan tidak dijual lagi. Meskipun kemudian dari hasil peninjauan kembali menunjukkan hasil bahwa ternyata pembelian mesin tersebut tidak bijaksana, tidak ada hal apa pun yang dapat diperbuat untuk mengubah keputusan itu. Sangatlah bodoh kalau kemudian diputuskan untuk terus memproduksi barang yang sudah ketinggalan dengan mesin tersebut untuk menutup biaya yang dikorbankan untuk mendapatkan mesin tersebut. Singkatnya, sejumlah $50.000 uang telah dibayarkan untuk membeli mesin tersebut telah terjadi dan tidak dapat dikategorikan sebagai biaya diferensial untuk pembuatan keputusan di kemudian hari. Dengan alasan ini, biaya tersebut dianggap telah tenggelam dan dapat diabaikan dalam pengambilan keputusan.

Kesimpulan Biaya adalah pengorbanan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya biasanya diukur dalam sejumlah uang untuk memperoleh barang atau jasa. Berdasarkan dapat tidaknya biaya ditelusuri dari fisik barang, biaya dapat dibedakan menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Berdasarkan perilakunya, biaya dapat dibedakan menjadi biaya variabel dan biaya tetap. Secara garis besar biaya dapat dibagi menjadi : biaya langsung/tidak langsung dan biaya variabel/tetap (fixed). Biaya-biaya ini dapat dikombinasikan menjadi : Biaya langsung dan bersifat variabel; Biaya langsung dan bersifat tetap (fixed); Biaya tidak langsung dan bersifat variabel; Biaya tidak langsung dan bersifat tetap (fixed).

Sistem biaya dalam perusahaan industri dapat dibagi menjadi dua, yaitu: Biaya utama (prime costs) Biaya konversi (conversion cost)

Perusahaan manufaktur biasanya membagi biaya produksi ke dalam tiga jenis, yaitu: Bahan langsung Biaya tenaga kerja Biaya overhead

Inventoriable costs adalah seluruh biaya dari suatu produk yang merupakan asset ketika biaya ini dikeluarkan dan akan menjadi harga pokok penjualan ketika produk ini dijual. Period cost adalah semua biaya dalam laporan laba rugi selain harga pokok penjualan. Klasifikasi Biaya untuk Pembuatan Keputusan Biaya diferensial Opportunity cost Sunk cost

SOAL
2-16 Menghitung dan menginterpretasikan biaya unit produksi. Minnesota Forest Products (MFP) memproduksi tiga produk kertas yang berbeda di pabrik Vaasa yaitu Supreme, Deluxe, dan Regular. Masing-masing produk memiliki jalur produksinya sendiri di pabrik. Saat ini produksi memakai tiga jenis klasifikasi biaya manufaktur sebagai berikut : bahan langsung, upah pabrik langsung, dan biaya pabrik tidak langsung. Total biaya pabrik tidak langsung pada bulan Juli 2004 sebesar $150 juta ($20 juta merupakan biaya tetap). Total jumlah ini dialokasikan untuk masing-masing jalur produk atas dasar biaya upah pabrik langsung pada jalur tersebut. Ringkasan data (dalam jutaan) untuk bulan Juli 2004 adalah sebagai berikut : Supreme Biaya bahan langsung Biaya upah pabrik langsung Biaya pabrik tidak langsung Unit diproduksi $84,0 $14,0 $42,0 80 Deluxe $54,0 $28,0 $84,0 120 Regular $62,0 $ 8,0 $24,0 100

Diminta : 1. Hitung biaya manufaktur per unit untuk masing-masing produk yang diproduksi pada bulan Juli 2004 3. Anggaplah pada bulan Agustus 2004, produksi sebanyak 120 juta unit jenis Supreme, 160 juta unit jenis Deluxe, dan 180 juta unit jenis Regular. Mengapa informasi biaya manufaktur perunit akan menyesatkan ketika memprediksi total biaya manufaktur pada bulan Agustus 2004?

2-17 Biaya langsung dan tidak langsung, efek dari perubahan pengklasifikasian jenis biaya. Minnesota Forest Products (MFP) mempekerjakan konsultan untuk membantu mengurangi biaya energi di pabrik St. Cloud miliknya. Saat ini, MFP tidak menelusuri biaya energi ke masing-masing tiga produk kertasnya yang berbeda yaitu Supreme, Deluxe, dan Regular. Konsultan energi mencatat bahwa masing-masing jalur produksi pada pabrik St. Cloud mempunyai pengukur energi yang banyak dan penelusuran biaya energi untuk masing-masing jalur adalah mungkin. Dari $150 juta biaya pabrik tidak langsung pada bulan Juli 2004, sebesar $90 juta merupakan biaya energi yang dapat ditelusuri ke jalur produksi masing-masing. Sisa sebesar $60 juta biaya pabrik tidak langsung (termasuk $20 juta biaya tetap) dialokasikan ke masingmasing jalur produk atas dasar biaya upah pabrik langsung pada jalur tersebut. Dengan menggunakan informasi ini, analis biaya pada MFP melaporkan jumlah berikut (dalam jutaan) untuk bulan Juli 2004. Supreme Biaya bahan langsung Biaya upah pabrik langsung Biaya energi langsung Biaya pabrik tidak langsung Unit diproduksi $84,0 $14,0 $39,8 $16,8 80 Deluxe $54,0 $28,0 $40,7 $33,6 120 Regular $62,0 $ 8,0 $ 9,5 $ 9,6 100

Diminta : 1. Bedakan biaya langsung dengan biaya tidak langsung? 4. Mengapa Manajer MFP memilih biaya-biaya energi sebagai biaya langsung daripada biaya pabrik tidak langsung? 5. Hitung biaya manufaktur perunit untuk masing-masing produk line.

2-27 Menghitung harga pokok barang yang dibeli dan harga pokok barang dijual. Data dibawah ini untuk Marvin Department Store. Neraca saldo (dalam ribuan) untuk tahun 2004. Biaya pemasaran, distribusi, dan biaya jasa customer $37.000 Persediaan barang dagangan, 1 Januari 2004 27.000 Perlengkapan 17.000 Biaya administrasi dan umum 43.000 Persediaan barang dagangan, 31 Desember 2004 34.000 Pembelian 155.000 Biaya lain-lain 4.000 Biaya transportasi masuk 7.000 Retur pembelian dan pengurangan 4.000 Diskon pembelian 6.000 Hitung (a) harga pokok barang dibeli dan (b) haga pokok barang dijual 2-29 Laporan laba-rugi dan daftar harga pokok barang diproduksi. Perusahaan Howell mempunyai neraca saldo sebagai berikut (dalam jutaan): Untuk tanggal spesifik Bahan langsung, 1/1 2004 Barang dalam proses, 1/1 2004 Barang jadi, 1/1 2004 Bahan langsung, 31/12 2004 Barang dalam proses, 31/12 04 Barang jadi, 31/12 04 Untuk tahun 2004 $15 Pembelian bahan langsung 10 Upah pabrik langsung 70 Penyusutan-pabrik, bangunan dan peralatan 20 Gaji supervisor pabrik 5 Overhead pabrik lain-lain 55 Pendapatan Biaya pemasaran, distribusi, dan jasa pelanggan Supply pabrik Perlengkapan pabrik Upah pabrik tidak langsung

$325 100 80 5 35 950 240 10 30 60

Diminta : Siapkan laporan laba-rugi dan daftar pendukung harga pokok barang diproduksi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004. (untuk pertanyaan tambahan berkenaan dengan fakta ini, lihat problem selanjutnya). 2-31 Laporan laba-rugi dan daftar harga pokok barang diproduksi. Item dibawah ini (dalam jutaan) berkenaan dengan perusahaan Chan: Untuk tanggal spesifik Barang dalam proses, 1/1 04 Bahan langsung, 31/12 2004 Barang jadi, 31/12 2004 Hutang dagang, 31/12 2004 Piutang dagang, 1/1 04 Barang dalam proses, 31/12 04 Barang jadi, 1/1 04 Piutang dagang, 31/12 04 Utang dagang, 1/1 04 Bahan langsung, 1/1 04 Untuk tahun 2004 Perlengkapan pabrik Upah pabrik tidak langsung Penyusutan-pabrik, bangunan dan peralatan Pendapatan Overhead pabrik lain-lain Biaya pemasaran, distribusi, dan jasa pelanggan Bahan langsung dibeli Upah pabrik langsung Supply pabrik Pajak property atas pabrik

$10 5 12 20 50 2 40 30 40

$ 5 20 9 350 10 90 80 40 6 1

System biaya manufaktur perusahaan Chan memakai tiga jenis klasifikasi yaitu bahan langsung, upah pabrik langsung, dan biaya-biaya pabrik tidak langsung. Diminta : siapkan laporan laba-rugi dan daftar pendukung harga pokok barang yang diproduksi. (untuk pertanyaan tambahan mengenai fakta ini, lihat problem selanjutnya). 2-35 Rugi kebakaran, menghitung biaya persediaan. Seorang pegawai yang sedang putus asa, Fang W Arson, menaruh obor di pabrik pada 26 Februari yang banyak anginnya. Akibat dari kebakaran telah merusakkan pabrik dan seluruh isinya. Untungnya, catatan akuntansi disimpan pada bangunan lainnya. Catatan tersebut mengungkapkan hal berikut untuk periode 1 Januari 2004 sampai dengan 26 Februari 2004 :

Bahan langsung dibeli Barang dalam proses, 1/1 2004 Bahan langsung, 1/1 2004 Barang jadi, 1/1 2004 Biaya pabrik tidak langsung Pendapatan Upah pabrik langsung Harga pokok Persentase margin kotor berdasarkan pendapatan Harga pokok barang tersedia untuk dijual

$160.000 $ 34.000 $ 16.000 $ 30.000 40% biaya konversi $500.000 $180.000 $294.000 20% $450.000

Kerugian tertutup semua dengan asuransi. Perusahaan asuransi ingin mengetahui biaya-biaya historis atas persediaan sebagai dasar negosiasi pelunasan, meskipun sebenarnya pelunasan didasarkan biaya pengganti, bukan biaya historis. Diminta : Hitung harga pokok: 4. Persediaan barang jadi, 26/2 2004 5. Persediaan barang dalam proses, 26/2 2004 6. Persediaan bahan langsung, 26/2 2004 2-36 Problem komprehensif atas biaya perunit, biaya produk. Tampa Office Equipment memproduksi dan menjual rak dari logam. Perusahaan memulai operasi 1 Januari 2004. Biaya-biaya yang terjadi pada tahun 2004 adalah sebagai berikut (V singkatan dari variabel; F singkatan dari fixed): Biaya bahan langsung Biaya upah pabrik langsung Biaya energi pabrik Biaya upah pabrik tidak langsung Biaya upah pabrik tidak langsung Biaya pabrik tidak langsung lainnya Biaya pabrik tidak langsung lainnya Biaya pemasaran, distribusi dan jasa pelanggan Biaya pemasaran, distribusi dan jasa pelanggan Biaya administrasi $140.000 V 30.000 V 5.000 V 10.000 V 16.000 F 8.000 V 24.000 F 122.850 V 40.000 F 50.000 F

Biaya manufaktur variabel adalah variabel menurut unit yang diproduksi. Biaya variabel pemasaran, distribusi, dan jasa pelanggan variabel menurut unit dijual.

Data persediaan adalah : Awal, 1 Januari 2004 0 lb. 0 unit 0 unit Akhir, 31 Desember 2004 2.000 lbs. 0 unit ? unit

Bahan langsung Barang dalam proses Barang jadi

Produksi pada tahun 2004 sebanyak 100.000 unit. Dua pound bahan langsung digunakan untuk membuat satu unit produk jadi. Pendapatan pada tahun 2004 sebesar $436.800. Harga jual perunit dan harga beli per pound bahan langsung stabil sepanjang tahun. Persediaan akhir barang jadi perusahaan dihitung dari biaya manufaktur perunit rata-rata untuk tahun 2004. Persediaan barang jadi pada 31 Desember 2004 sebesar $20.970. Diminta : 1. Hitung persediaan bahan langsung, total biaya, 31 Desember 2004 5. Hitung persediaan barang jadi, total unit, 31 Desember 2004 6. Hitung harga jual perunit, 2004 7. Hitung pendapatan operasional, 2004

REFERENSI

1. Horngren, Datar, Foster, Cost Accounting, a Managerial Emphasis, International Edition, Chapter 1, The Accountants Role in the Organizational, Chapter 2, An Introduction to Cost Terms and Purposes 2. Garrison, Noreen, Akuntansi Manajerial (edisi terjemahan), Bab 2, Istilahistilah Biaya, Konsep, dan Klasifikasi

Anda mungkin juga menyukai