Anda di halaman 1dari 74

KULIAH GERIATR

dr.Savita Handayani SpPD Divisi Geriatri Bagian/SMF Penyakit Dalam FK UNIBA

PENDAHULUAN
Keberhasilan pembangunan kesejahteraan : usia harapan hidup - Jumlah lansia Di Indonesia : Di Sumut : 1960 : 4,5 juta. 2000 :635.927 dari 1980 : 8,0 juta. 11.506.808 (5,53 %) 2000 : 14,9 juta. Di Medan: (7,28 %) 2000 :94.329 dari 2020 : 11,34 % ? 1.904.273 (4,95%) Di Sumut dan Medan : 37,8 % dan 40,93 % lansia usia 60-64 tahun

USIA HARAPAN HIDUP


Usia harapan sewaktu lahir Usia 60 tahun

1950-1955 1975-1980 Dunia 47,0 Negara 65,2 Maju Negara 42,4 Berkembang 57,5 71,9 55,1

1995-2000 2020-2025 63,9 73,7 62,5 70,4 75,4 69,6

1975-1980 15,3 18,5 14,9

PENGGOLONGAN LANSIA
Lansia menurut UU no.13 tahun 1998 : Usia 60 tahun, di LN 65 tahun. Lansia muda (young old) : 60-74 tahun. lanjut (middle old) : 75-84 tahun. tua (old old) : 85 tahun. Lansia (elderly) : 60-74 tahun. tua (old) : 75-90 tahun. sangat tua (very old) : > 90 tahun. Istilah2 lain : hexagenarian, heptagenarian, octagenarian, nonagenarian, centenarian.

DITINJAU DARI KEMANDIRIAN


- Lansia mandiri sepenuhnya : lansia yang sehat, masih dapat mengurus serta memelihara diri dan rumah tangganya dlm kehidupan sehari-hari. - Lansia yang tidak sepenuhnya sehat, tapi masih dapat mengurus dirinya. - Lansia yang sakit dan sama sekali tdk dpt mengurus dirinya sendirijompo

JUMLAH LANSIA
USA Bureau of theCensus (1993)
1990-2025 : Pertambahan jumlah lansia Indonesia Kenya Brazil India China Jepang Jerman Swedia 414 % 347 % 255 % 242 % 220 % 129 % 66 % 33 %

PASIEN GERIATRI PASIEN LANSIA


Lansia : 60 tahun Geriatri : 60 tahun Penyakit lebih 1 jenis (multipatologi)

GERIATRI DAN GERONTOLOGI


Gerontologi : geros= tua + logos = ilmu Mempelajari ttg berbagai aspek lansia dan proses menua. Geriatri : geros = tua + iatrea = to care. Mempelajari ttg perawatan lansia.

ASESMEN GERIATRI

PEMBAGIAN GERONTOLOGI
GERONTOLOGI
Sosial Psikologik Biologik Ger Medik Geriatri

DEFINISI
British Geriatric Society : cabang ilmu penyakit dalam (general medicine) yang menangani aspek klinik, pencegahan, pengobatan, rehabilitasi dan sosial dari penyakit-penyakit pada lansia.

PERBEDAAN
INTERNA GERIATRI Pendidikan kesehatan pd lansia 0 D/peny yang yang tdk dilaporkan 0 Mengetahui kondisi rumah + Penampilan penyakit tdk khas + Patologi multipel 0 Penyakit fisik + jiwa + Masalah obat + Perawatan berkelanjutan 0 Penanganan penderita secara 0 Komprehensif dan kerja tim NB : 0 = tdk diperhatikan. + =diperhatikan ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++

MENGAPA PERLU PELAYANAN LANSIA ?


PENATALAKSANAAN PENYAKIT PD LANSIA DEWASA. MULTIPATOLOGI. POLIFARMASI. FUNGSI ORGAN VITAL MENURUN. GEJALA/TANDA TIDAK KHAS.

PENYAKIT YANG SERING PADA LANSIA


Stieglitz : 4 kelompok besar yaitu Penyakit kardiovaskuler : hipertensi, arteriosklerosis serebral, koroner, renal dsb. Penyakit endokrin : DM, Klimakterium, imbalans tiroid dsb. Penyakit tulang dan sendi : osteoartritis, artritis reumatoid, artritis gout dsb. Penyakit neoplasma. Lain-lain : penyakit infeksi, sistem saluran cerna, urogenital dsb.

BEBERAPA DASAR MEMAHAMI GERIATRI


Proses Menua. Gambaran/karakteristik penyakit pada lansia. Sindroma Geriatri/Geriatric Giants. Pelayanan kesehatan pada lansia.

1. KONSEP PROSES MENUA (AGEING PROCESS).


*Akumulasi progresif dari perubahan2 pd tbh, yang menyebabkan meningkatnya kepekaan terhadap penyakit dan kematian, sebagai akhir dari usia lanjut. * Kemunduran yang progresif dari organisme setelah tercapainya kematangan/maturitas dari ukuran, bentuk atau fungsi organisme, yang bersifat universal, hakiki, progresif dan merusak, akibat bertambahnya usia.

*Sir Alex Comfort : proses menua adalah bertambahnya usia yang ditandai kegagalan utk mempertahankan homeostasis yang disebabkan stres fisiologik kegagalan akibat viabilitas dan vulnerabilitas . * Constantinides : proses menua adalah menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki /mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya shg tdk dpt bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

TANDA-TANDA PROSES MENUA


- Universal - Deterioratif - Tidak menimbulkan kehancuran/kegagalan sistem.

UMUR
Chronological age. Biological age.

TEORI2 TTG PROSES MENUA


- Genetic Clock : telah terprogram sec genetik utk spesies ttt, mempunyai jam genetik di dlm nukleus diputar menurut replikasi ttt . - Mutasi somatik (error catastrophe) : faktor lingkungan (zat kimia, radiasi, karsinogenik) menyebabkan mutasi somatikkesalahan beruntun trankripsi, translasi kesalahan sintesis protein/enzim - Kerusakan sistem imun : berkurangnya kemampuan sistem imun mengenal sel2 tbh. - Kerusakan akibat radikal bebas: superoksida, OH -, H202 , bereaksi dengan protein, asam lemak tdk jenuh, DNA. - Sisa metabolisme : asupan kalori yang berlebihan modifikasi cara hidup

MENUNDA PROSES MENUA


- Cegah/kurangi radikal bebas. - Metabolisme/makanan. - Manipulasi sistem imun

CEGAH/KURANGI RADIKAL BEBAS


Sumber Radikal Bebas
Obat-Obatan Merokok Polusi Udara Radikal Bebas Membran Sel Protein Empisema Saraf Katarak Penuaan Inflamasi Reaksi Enzim Radiasi

Jantung & Pembuluh darah

ATASI DENGAN ANTIOKSIDAN


Antioxidant
Menangkal radikal bebas Endogen : Superoxide dismutase (SOD) Katalase Glutation peroksidase Eksogen : Vitamin C, Beta karoten Vitamin E, Zinc, Selenium Koenzim Q10

UPAYA
Radikal Bebas dan Antioksidan
GANGGUAN

RADIKAL BEBAS

ANTI OKSIDAN

UNSUR-UNSUR ENZIM TUBUH


- SOD : Zn, Cu, Mn : merubah superoksida H202 + 02. - Katalase : Fe : merubah H202 H20+02 - Glutation peroksidase : Se : menguraikan H202 H20

Pengaturan Makan
Jumlah kalori dikurangi 20%, Gizi seimbang Porsi kecil, sering Perbanyak makan sayur, buah-buahan Hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, goreng-gorengan

Pengaturan Makan
Sumber protein hewani sebaiknya dari ikan, pilihan berikutnya ayam, setelah itu daging sapi, tetapi dipilih dari hewan yang masih muda Hindari makanan yang sudah diawetkan, pilih makanan yang segar Hindari alkohol dan kopi

Pengaturan Makan
Perlu Tambahan Supplement
Vitamin C : 500 1000 mg/hr Vitamin E : 100 400 IU Beta Karoten : 10000 25000 IU Selenium : 50 100 mcg Zinc : 30 50 mg Magnesium : 200 mg Kalsium : 500 1500 mg Koenzim Q10 : 30 mg Dosis rendah multivitamin Prebiotik dan Probiotik

SISTEM IMUN PD LANSIA


Sistem imun : Sistem imun alamiah/ natural/ innate/ non spesifik, berfungsi untuk mempertahankan sistem imun tubuh dalam menghadapi berbagai benda asing / mikro-organisme, misalnya sel fagosit, natural killer. Sistem imun adaptif/acquired/ didapat/ spesifik merusak benda asing / mikroorganisme yang telah dikenal sebelumnya, misalnya limfosit T dan B.

MANIPULASI SISTEM IMUN


-Vaksinasi (influenza setiap tahun dan pneumokok setiap 5 tahun, dan nutrisi (gizi). - Zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah vitamin A,C,E, sedangkan mineral berupa selenium, zat besi dan seng. - Imunomodulator.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES MENUA


- Endogenic aging : cellular agingtissue aging, anatomical aging, organ aging, seluruh tubuh. - Exogenic factor : lingkungan, faktor sosio budaya (life style) faktor risiko.

PERUBAHAN2 AKIBAT PROSES MENUA


TEMPAT KESELURUHAN Kulit Kardiovaskuler MORFOLOGI FUNGSI TB (bungkuk ok kifosis) BB TBW fat to lean body mass Mengerut Atrofi sweat gland Elongatio dan tortuosity COP termasuk aorta HR response Tunika intima menebal. to stress. Tunika media fibrosis. R. Hipertrofi jantung Sklerosis valvula jantung Jlh Nefron Cr Cl , RBF , Jlh glomerulus abnormal Osmol urine . Elatisitas aktivitas silia VC , uptake 02 , Refleks batuk .

Ginjal Paru

PERUBAHAN2 AKIBAT PROSES MENUA


TEMPAT Gastrointestinal Skeleton Eyes MORFOLOGI HCL , saliva Taste buds OA, Loss of bone substance. Arcus senilis Pupil size , Degenerasi lensa dll. FUNGSI

Akomodasi , Acuity . Color sensitivity

MENUA SEHAT DAN MENUA LAZIM


MENUA SEHAT (HEALTHY AGING = NORMAL AGING= successful aging= menua fisiologis) : penurunn fisiologis krn bertambahnya usia, tdk dipengaruhi kompliksi penyakit, pemaparan lingkungan, gaya hidup. MENUA LAZIM (USUAL AGING= menua patologis : kombinasi faktor2 di atas.

TUJUAN GERIATRI
1. Memelihara kesehatan lansia pengawasan kesehatan dan pencegahan penyakit. 2. Deteksi dini dan terapi secara tepat dan cepat. 3. Kemandirian maksimal. 4. Perawatan dan dukungan simpatik penyakit stadium terminal (hospice care)

TUA BERGUNA DAN BERKUALITAS


1. Hambatan fisik minimal, dan mampu mengatasinya. 2. Sehat mental, dan mampu mempertahankan harga diri. 3. Dapat mempertahankan aktivitas fisik dan mental. 4. Mandiri. 5. Melanjutkan gaya hidup. 6. Puas dengan hidup atau keadaannya (stabil sosioekonomi, mempunyai peranan dalam lingkungan).

2. GAMBARAN/PENAMPILAN PENYAKIT PADA LANSIA


Penyebab penyakit : multipatologi, saling berhubungan dan saling memperberat. Penyebabnya tersembunyi (occult), tanpa gejala atau ringan, tidak khas, setelah diketahui penyakitnya ternyata penyakit telah berat, atau dpl penyebab penyakit telah lama berada dalam tubuh, sebelum timbul keluhan maupun tanda-tanda penyakit yang bersifat menahun/kronik), gangguan jiwa bersama-sama gangguan fisik.

Diagnosa lebih sulit : anamnese yang cermat, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan teratur untuk mengetahui penyakit sedini mungkin. Perjalanan penyakit : kronik, cepat progresif, cacat yang lama sebelum meninggal dunia, semakin rentan menderita penyakit. Masalah obat : polifarmasi, interaksi obat, efek samping obat, keracunan obat, iatrogenik.

PARAMETER LANSIA Etiologi

KARAKTERISTIK PENYAKIT PADA LANSIA

Mulainya

DEWASA MUDA Endogen Eksogen Tersembunyi Jelas, nyata. Kumulatif Spesifik (multipel) (tunggal) Kronik Baru terjadi Insidious, Florid (jelas asimtomatik sekali)

KARAKTERISTIK PENYAKIT PADA LANSIA


PARAMETER LANSIA
Perjalanan penyakit

DEWASA MUDA Kronik Akut Progresif Self limitted Kekebalan (-) Kekebalan (+) Besar, aneka Kecil ragam bentuk

Variasi Individual

CONTOH KARAKTERISTIK PENYAKITPADA LANSIA


PNEUMONIA.
Gambaran klinis :awal takhipnu &takhikardia. Jarang : demam, batuk produktif, lekositosis, radiologis khas. D/ 1 kriteria major+2 kriteria minor+foto dada Kriteria major : batuk, sputum, demam >37,8oC. Kriteria minor: sesak nafas, nyeri dada, konsolidasi paru, lekositosis.

BEDA PNEUMONIA LANSIA DAN DEWASA


Gambaran klinis Perubahan status mental Sepsis berat Jatuh Takhipnu&takhikardia Lekosit N a Inkontinensia Mortalitas Lansia +++ ++ +++ ++ + ++ ++ Org dewasa + + +

Demam
Batuk+sputum Kelainan radiologis Resolusi cepat

+
+ + +

+++
+++ +++ ++

Diabetes Melitus
D/ sulit, karena : -Kemampuan penderita kurang untuk menyatakan keluhan. - Ggn multiorgan, multipatologi, gejala samar. - Berdasarkan KGN 140 mg/dL.

Hipertensi.
Kombinasi hipertensi sistolik dan diastolik. ISH 65-70% dari hipertensi pada lansia. Gejala : tidak khas. D/ : TD 140/90 mmHg.

Penyakit jantung koroner


AP : rasa nyeri lebih ringan. IM : Studi Rodstein: 29% gejala klinik khas. 40% tidak khas. 31% silent. Studi Framingham : 25% silent.

LANSIA DENGAN RISIKO TINGGI


Lansia laki-laki dan duda. Lansia yang sangat tua ( 80 tahun). Lansia yang kesepian. Lansia yang baru keluar dari perawatan di RS. Lansia yang mengalami dukacita yang dalam. Lansia yang mengalami depresi.

3. MASALAH KESEHATAN PADA LANSIA


Sindroma Serebral. Konfusio. Gangguan syaraf otonom: hipotensi postural, hiper/hipotermia, disfungsi kandung kemih, gangguan motilitas sal cerna. Jatuh. Inkontinensia urine & atau fekalis. Penyakit Tulang dan fraktur. Dekubitus.

Kane & ouslander : a series of IS :


Immobility. Incontinence. Infection.
Impaction. Isolation. Insomnia. Impotence.

Instability. Intelectual impairment. Impairment of v,h,t,s,c,c, si. Inanition. Iatrogenesis. Immune deficiency. Impecunity

SINDROMA GERIATRI/GERIATRIC GIANTS


Masalah2 kesehatan utama pada lansia - Sindroma serebral : aterosklerosis serebri + penyakit2 yang dpt menimbulkannya. Gejala/manifestasi : * Seluruh otak : dementia, inkontinentia, gangguan gait dan refleks dll. * Arteri karotis : TIA, strok, arteritis. * Arteri vertebralis : gangguan suhu tubuh, TD, keseimbangan tubuh. - Confusio = konfusional toksik= delirium akut = sindroma otak akut= gagal otak akut = sindroma psiko organik akut. Memburuknya derajat kesadaran dan kewaspadaan dan terganggunya fungsi berpikirdisorientasi.

Dementia : fungsi intelektual dan memori terganggu. Dementia : -tipe Alzheimer (SDAT) : 50 % -tipe multi infarct (vaskuler) : 20 % -tipe campuran : 20 % -lain2 : 10 %. - Gangguan otonom : hipotermia, hipertermia, hipotensi postural, disfungsi kandung kemih, gangguan menelan, konstipasi. Terjadi ok enzim kholinestrase asetilkolin ggn transmisi saraf di ganglion otonom Lain2 : penyakit2 vaskuler serebral + obat (fenitiazin, anti parkinson, antikolinergik dll)

FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN OTONOM Penurunan asetil kolin karena adanya penurunan ensim kolin asetilase Terjadinya perubahan morfologis sehingga jumlah reseptor kolin menurun Perubahan patologik t.u penyakit pembuluh darah otak mengakibatkan iskemia atau infark otak---- gangguan otonom

HIPOTENSI ORTHOSTATIK
Definisi : penurunan tensi sistolik/diastolik 20 mmHg pada saat penderita berubah posisi dari terlentang ---berdiri. Mekanisme pengaturan tekanan darah : tensi dipertahankan oleh refleks baroreseptor di sinus karotikus. Saat perubahan posisi dari terlentang ke berdiri terjadi penurunan mendadak vol darah (700cc) di dada menuju perut dan kaki- venous return menurun - isi sekuncup turun tensi turun. Kompensasi saraf simpatik mel baroreseptor vasokontriksi arteri dan parasimpatik dgn HR tensi tetap

GEJALA DAN TANDA HIPOTENSI ORTOSTATIK


Sering tanpa gejala Gejala berupa keluhan rasa melayang / ngliyeng ( light headed) tidak sadar tapi akan segera baik bila posisi badan dibaringkan lagi. Sering disertai dengan keringat dingin, pupil melebar( silau ), gang GIT, disfungsi VU dan poliuria nokturnal.

ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI


Penurunan fungsi otonom akibat usia, disertai hilangnya elastisitas pembuluh drh. Gangg aktivitas barorefleks akibat tirah baring lama Hipovolemia dan / hiponatremia ( diuretik ) Obat hipotensif Akibat berbagai penyakit yg mengganggu saraf otonom (Parkinson, CVD, DM dll )

PENATALAKSANAAN HO
Terapi umum : berupa peninggian posisi kepala waktu tidur, hilangkan obat hipotensif dan penyakit penyebab hipotensif Terapi khusus : banyak macam tetapi hampir tidak berhasil baik.

Gangguan regulasi temperatur:


Pengaturan suhuhipotalamus merupakan termostat. Bila terjadi keadaan tertentu menye-babkan suhu lebih rendah / tinggi mekanisme kompensasi untuk mempertahankan suhu. Pada lansia fungsi regulasi ini terganggu hipo/ hiperthermi.

Inkontinensia urine et alvi


Stress Urgensi Luapan Fungsional

TWO BASIC TYPES OF AGE-RELATED OSTEOPOROSIS


The characteristics of

Characteristics

OP type I (POSTMENOPAUSAL)
51 - 75

OP type II

SENILIS)
>70

Age (years) Type of bone loss


Rate of bone loss Fracture sites

Mainly trabecular

Accelerated Vertebrae (crush) and distal radius Parathyroid function Decreased Calcium absorbtion Decreased Secondary Metabolism of 25decreased OH-D to 1,25dihydroxy vitamin

Trabecular and cortical Not accelerated Vertebrae (multiple wedge) and hip Increased Decreased Primary decreased

CAUSES OF SECONDARY OSTEOPOROSIS


NUTRITIONAL LOW CALCIUM INTAKE VIT D DEFICIENCY PROTEIN MALNUTRITION ALCOHOLISM DRUGS CORTICOSTEROIDS HEPARIN ANTIEPILEPTIC TOBACCO GASTROINTESTINAL MALABSORBSION IMMOBILIZATION DISUSED SYSTEMIC DISEASE HEPATIC DISEASE RENAL DISEASE RHEUMATOID DISEASE NEOPLASTIC DISEASE MULTIPLE MIELOMA LYMPHOMA MONOCYTIC LEUCEMIA

ENDOCRINE DISEASE CUSHING SYNDROME HYPERTHYROIDISM HYPERPARATHYROIDISM HYPOGONADISM

Chestnut CH, Osteoporosis, Rehab Med, 1988

RISK FACTORS ASSOCIATED WITH OSTEOPOROSIS


NON MODIFIABLE
Family history of osteo porosis or fracture Personal history of fracture as an adult Increasing age Early menopause (< 45 years old) Late menarche (> 16 years old) Amenorrhea or irregular menstrual periods Female sex White or Asian ancestry

MODIFIABLE
Lifelong low calorie intake Poor health / frailty Immobilization Sedentary lifestyle Thin body frame or low body weight Calcium / vitamin D-deficient diet Heavy alcohol use Cigarette smoking

MANAGEMENT OF OSTEOPOROSIS
PREVENTION TREATMENT

PREVENTIVE / MEASURES
1. 2. 3. 4. OPTIMAL PEAK BMD RISK FACTORS MODIFICATION AVOIDANCE LOSS OF BONE MASS AVOIDANCE OF FALLS & TRAUMA CAUSING FRACTURES (ENVIRONMENT, ETC)

NON-PHARMACOLOGICAL MEASURES

FAKTOR NUTRISI : Nutritional Factors


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. CUKUP KALSIUM / Appropriate calc. intake CUKUP VIT.D / Appropriate vit. D intake KURANGI FOSFAT / Phosphate reduction CUKUP PROTEIN / Appropriate protein intake BATASI KAFEIN / Limit coffein intake HINDARI ALKOHOL / Avoid alcohol abuse KURANGI GARAM, GULA / Reduce salt and sugar HENTIKAN ROKOK / Stop smoking

POLA HIDUP AKTIF : Active Healthy Life-style KURANG GERAK PROGRAM LATIHAN FISIK

Increase knowledge, information, & education

Increase knowledge, information, & education

- Jatuh/fall : intrinsik : kondisi fisik dan psikis , dementia, konfusio, gangguan pancaindra, ggn sistem neurmuskuler dll. Ekstrinsik : obat-obatan (anti hipertensi , diuretik, tranquilizers, antikolinergik), lingkungan (pakaian/ sandal tdk cocok, perlengkapan RT tdk teratur, cahaya krg trg, lantai tdk rata, permadani terlipat, alat bantu gerak tdk cocok.

4. PRINSIP PELAYANAN KESEHATAN PADA LANSIA


Holistik : -manusia seutuhnya asesmen geriatri. -vertikal dan horizontal. -aspek preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Tim Interdisipliner x muldidisipliner.

KONSEP PELAYANAN KESEHATAN LANSIA


Pelayanan Kesehatan Lansia di Masyarakat (Community Based Geriatric Service): peran puskesmas, dokter praktek swasta, integrasi dengan dinas sosial, agama, pendidikan dan kebudayaan, LSM. Pelayanan Kesehatan Lansia di Masyarakat Berbasis Rumah Sakit (Hospital Based Community Geriatric Service): RS setempat membina lansia di wilayahnya -puskesmaslokakarya, simposium, ceramah. -RS pusat rujukan. Pelayanan kesehatan lansia berbasis rumah sakit (hospital based geriatric service) : RS menyediakan pelayanan kesehatan lansia. Poliklinik geriatri, bangsal geriatri akut, klinik siang terpadu (day hospital), bangsal geriatri kronik, pantirawat wredha (nursing home). RSJ : pelayanan kesehatan jiwa lansia layanan terkait (conjoint care).

TINGKATAN PELAYANAN GERIATRI


Sederhana : pelayanan poliklinik lansia Sedang : poliklinik geriatri, day hospital. Lengkap : sedang + bangsal geriatri akut. Paripurna : lengkap + bangsal geriatri kronik.

ALUR PELAYANAN KESEHATAN LANSIA


IGD POLIKLINIK SPESIALIS

Konsul tan

POLI GERIATRI Spes Peny Dlm

Day Hosp

R.Ger Akut

R.Ger Kronik

R.Rwt lain

Dok prak swasta

Puskesmas

Dokter keluarga

Populasi lansia

PELAYANAN SOSIAL LANSIA


Panti wredha. Sheltered accomodation. Home help services : membersihkan rumah, cuci seterika dll. Meals on wheels. Night attendants. Dll.

ASESMEN GERIATRI
Analisa multidimensional yg dilakukan geriatris atau tim interdisipliner utk menentukan masalah dan kapabilitas/kemampuan medik, psikososial dan fungsional lansia, dgn tujuan rencana terapi menyeluruh dan tindak lanjut jangka panjang. Tim interdisipliner : geriatris/internist plus, psikiater/psikolog, neurolog, rehabilitasi medik, sosiomedik, perawat geriatri, gizi dll.

Asesmen
- Asesmen lingkungan dan sosial : sosiomedik. - Asesmen fisik : dokter/perawat. - Asesmen psikis : dokter/perawat. - Asesmen disabilitas : dokter / fisioterapist, psikogeriatrist

CAKUPAN ASESMEN
Anamnesis : identitas penderita, obat yang digunakan, kebiasaan buruk (merokok, mengunyah tembakau, alkohol dll), gangguan yg didapati (ggn menelan, komunikasi/bicara, gerak yang terbatas), gangguan psikis, riwayat geriatric giants, lansia risiko tinggi dll. Pemeriksaan fisik : tanda vital (TD dalam posisi terlentang dan tegak), kelainan sistem2 tubuh dll.

Laboratorium : foto toraks, darah, urine, feses rutin, gula darah, lipid darah, fungsi hati, ginjal, tiroid dll. Pemeriksaan Fungsi : *AKS dasar : fungsi sederhana bangun dari tempat tidur, berpakaian, ke kamar mandi/toilet. *AKS instrumental : mengendarai mobil, memasak, naik sepeda dll. *Kemampuan mental : fungsi intelek, memori lama dan memori yang baru terjadi.

Asesmen lingkungan Keadaan rumah, karpet yang terlipat, barang2 kecil yang berserakan dilantai, alat2 rt sulit dicapai, WC tidak memenuhi syarat, kebersihan dll. Daftar masalah

THANK YOU