Anda di halaman 1dari 20

Menentukan isi puisi lama, pantun dan gurindam

Oleh: Emelda Listiana XII PSIA 6 08

1. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain : 1. Jumlah kata dalam 1 baris 2. Jumlah baris dalam 1 bait 3. Persajakan (rima) 4. Banyak suku kata tiap baris 5. Irama Contoh Puisi LAMA: Saat di meja makan pertama muncul seribu bayangan duka banyak yang berlalu, pagi itu orang masih mabuk dengan impiannya Dari radio keluar berita-berita basi, naiknya harga-harga Bukan itu yang disebut perubahan! dimanakah sebernarnya keindahan bersemayam? Saat di meja makan kedua : kesepian menekan tiba-tiba ada jerit dari lorong tak bertepi maka hidup hanya sebuah perjalanan lurus, tak berjiwa bukan pengembaraan, bukan petualangan :meneruskan yang sudah ada padahal hidup berjalan ke depan

Puisi lama ada bermacam-macam, diantaranya: 1. Pantun 2. Gurindam 3. Syair 4. Mantra

1. Pantun Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat. CIRI CIRI PANTUN : 1. Setiap bait terdiri 4 baris 2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran 3. Baris 3 dan 4 merupakan isi 4. Bersajak a b a b 5. Setiap baris terdiri dari 8 12 suku kata 6. Berasal dari Melayu (Indonesia) Contoh : Ada pepaya ada mentimun (a) Ada mangga ada salak (b) Daripada duduk melamun (a) Mari kita membaca sajak (b)

MACAM-MACAM PANTUN A. DILIHAT DARI BENTUKNYA 1. PANTUN BIASA 2. SELOKA (PANTUN BERKAIT) 3. PANTUN KILAT ( KARMINA ) 4. TALIBUN B. DILIHAT DARI ISINYA 1. PANTUN ANAK-ANAK 2. PANTUN ORANG MUDA 3. PANTUN ORANG TUA 4. PANTUN JENAKA 5. PANTUN TEKA-TEKI

2. Gurindam Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India) CIRI-CIRI GURINDAM: a. Sajak akhir berirama a a ; b b; c c dst. b. Berasal dari Tamil (India) c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat. Contoh : Kurang pikir kurang siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b ) Bagai rumah tiada bertiang ( b ) Jika suami tiada berhati lurus ( c ) Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

Gurindam berisi ajaran, nasihat, atau semacam kata-kata mutiara. Contoh Gurindam: Jika ilmu tiada berguna Tiada berapa ia berguna Silang selisih jangan dicari Jika tersua janganlah lari-berlari Perkataan tajam jika dilepas Ibarat beringin racun dan upas Berdasarkan contoh gurindam tersebut, dapat disimpulkan ciri2 gurindam, yakni: - tiap bait terdiri atas dua larik - jumlah suku kata tiap2 larik tidak tetap *umumnya 10 -- 14 suku kata - bersajak a-a - hubungan larik pertama dan kedua membentuk hubungan sebab-akibat - umumnya berisi suatu kebenaran untuk memberi nasihat - isi gurindam dapat dilihat dari larik kedua

3. Syair Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab. CIRI CIRI SYAIR : a. Setiap bait terdiri dari 4 baris b. Setiap baris terdiri dari 8 12 suku kata c. Bersajak a a a a d. Isi semua tidak ada sampiran e. Berasal dari Arab Contoh : Pada zaman dahulu kala (a) Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang raja nan bijaksana (a) Negeri bernama Pasir Luhur (a) Tanahnya luas lagi subur (a) Rakyat teratur hidupnya makmur (a) Rukun raharja tiada terukur (a) Raja bernama Darmalaksana (a) Tampan rupawan elok parasnya (a) Adil dan jujur penuh wibawa (a) Gagah perkasa tiada tandingnya (a)

4. Mantra Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan. Contoh: Assalammualaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu

ADA PERTANYAAN?

Bacalah kutipan gurindam berikut! Kurang fikir kurang siasat Tentu dirimu kelak tersesat 1. Maksud isi kutipan gurindam tersebut adalah A. Sifat cermat dalam berbuat membawa kesuksesan. B. Berpikir dalam bertindak, belum tentu selamat. C. Tiada guna menyesal bila sudah tersesat. D. Sifat terlalu hati-hati akan baik hasilnya. E. Sifat kurang cermat berpikir akan membawa kerugian.

Puisi berikut untuk soal nomor 2-4. Sampai di manakah cinta Ayah dan Ibu, Anakku Kalau tidak hingga ke ujung-ujung jari Akan tinggal saja menggapai, melambai dari stasiun kecil Pelabuhan terpencil Kemudian engkau sendirilah Ayah dan Ibu dari Nasibmu Terimalah Bumi dan Langit, hujan terik Siang serta malam hari kalbumu Sekali kan tiba saat kau tegak sendiri Berdiri atas bahu kami, ya pijaklah kepala kami Jangkau bintang-bintang yang dari abad ke abad Cuma dapat kami tengadahi! (Karya Zaini K.M.) 2. Makna stasiun kecil pada puisi tersebut adalah . A. Terminal B. Rumah C. Pedesaan D. Halte E. Peristirahatan

3. .Maksud puisi tersebut adalah A. Doa dan perjuangan orang tua untuk kesuksesan anaknya. B. Orang tua yang sangat menyayangi anaknya hingga ke ujung jari. C. Anak yang sudah berhasil meraih citacita berkat ketekunannya. D. Kasih sayng orang tua kepada anak selalu mengalir siang dan malam. E. Nasib seorang anak bergantung pada kasih saying orang tua.

4. Suasana dalam puisi tersebut adalah A. Bimbang B. Damai C. Mencekam D. Tegang E. Resah

5. Asri sangat sedih karena kemarin kelinci kesayangannya mati. Asri seolah kehilangan sahabat karibnya. Air matanya selalu berlinang jika teringat kelincinya yang mati. Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah .... A. Singkarak jauh di Padang Tempat indah untuk wisata Si Pussy kelinci tersayang Kami selalu main bersama B. Burung nuri terbang melayang Di angkasa tinggi terbangnya Kini mati kelinci tersayang Mata berlinang mengenangnya C. Pulau Bunaken di Sulawesi Tempat indah untuk wisata Bermain dengan si Pussy Hari berlalu tiada terasa D. Pergi jalan ke Jepara Jangan lupa beli ukiran Asri sangat gembira Dapat hadiah si Pussy E. Bila kita ingin ke pasar Pasar modern ada di mall Ayo kita bergiat belajar Supaya nilainya maksimal

6. Apabila kita tidak berhati-hati dan tidak waspada


dalam melakukan suatu pekerjaan maka akan celaka. Gurindam yang sesuai dengan isi nasihat di atas adalah a. Kurang fikir kurang siasat, tentu dirimu kelak tersesat. b. Jika diturut kehendak hati, kelak boleh menjadi mati. c. Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya paedah. d. Jika hendak mengenal orang berilmu, belajar dan bertanya tiada jemu. e. Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, di situlah banyak orang yang tergelincir.

7. Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh Kita adalah berpuluh juta yang bertahan hidup sengsara dipukul banjir, gunung api, kutu, dan hama dan bertanya-tanya diam, inikah yang namanya merdeka (Taufik Ismail) Penyair dalam penggalan puisi di atas bermaksud mengungkapkan. a. tuntutan perbaikan kesejahteraan rakyat b. penderitaan sebagian besar rakyat c. republik ini milik yang menderita d. keadaan bencana alam yang menimpa rakyat e. keadaan rakyat yang tidak bersuara

8 . Mereka selalu saja bermusuhan tidak pernah rukun. Sekarang mereka harus menanggung segala akibat dari perbuatannya. Gurindam yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah. a. Kurang pikir kurang siasat, tentu kelak dirimu tersesat. b. Siapa menggemari silang-sengketa, kelaknya pasti berdukacita. c. Membuat perkara amatlah mudah, jika terjadi timbullah gundah. d. Fikir dahulu sebelum berkata, supaya terelak silang-sengketa. e. Kalau diri kena perkara, turut susah sanak saudara

9. Bacalah puisi berikut ini dengan saksama! Surat dari ibu Jika bayang telah pudar Dan elang laut pulang ke sarang Angin bertiup ke benua Tiang tiang akan kering sendiri Dan nahkoda sudah tau pedoman Boleh engkau datang padaku Makna lambang dari nahkoda sudah tahu pedoman adalah a. Sudah mencari pedoman hidup b. Sudah menemukan arah dan tujuan c. Sudah mempunyai pasangan hidup d. Sudah berilmu dan berpengalaman e. Sudah menjadi nahkoda berpengalaman

10. Bacalah larik-larik puisi berikut! Buah mengkudu kusangka kandis Kandis terletak dalam puan Gula madu kusangka manis . Larik yang tepat untuk melengkapi pantun di atas adalah A. Senyum adinda memang manis B. Gula manis di dalam cawan C. Bunga melati banyak yang suka D. Kawan manis idaman hati E. Manis lagi senyummu, Tuan