Anda di halaman 1dari 15

BAB 1 PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan

pemerintahan yang baik (good government governance), telah mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menerapkan akuntabilitas publik. Akuntabilitas dapat diartikan keberhasilan sebagai dan bentuk kewajiban misi

mempertanggungjawabkan

kegagalan

pelaksanaan

organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik (Mardiasmo,2 2! dalam Armando, 2 "#).

Akuntabilitas menunjukkan adanya kewajiban untuk melaporkan secara akurat dan tepat waktu tentang in$ormasi yang terkait dengan

pertanggungjawaban pemerintahan. Akuntabilitas akan semakin membaik jika didukung oleh suatu sistem akuntansi keungan yang menghasilkan in$ormasi yang tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. %ebaliknya sistem in$ormasi akuntansi yang usang dan tidak akurat akan menghancurkan sendi&sendi partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas (Aribowo, 2 Aristanti (2 ""). (n$ormasi akan berman$aat apabila in$ormasi tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan dan dapat dipahami oleh para pemakai. )leh karena itu, Pemerintah Daerah wajib memperhatikan in$ormasi yang disajikan dalam laporan ') dalam

keuangan untuk keperluan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. (n$ormasi akuntansi yang terdapat di dalam laporan keuangan Pemerintah Daerah harus mempunyai beberapa karakteristik kualitati$ yang disyaratkan. *arakteristik kualitati$ laporan keuangan adalah ukuran&ukuran normati$ yang perlu diwujudkan dalam in$ormasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Adapun karakteristik kualitati$ yang merupakan prasyarat normati$ yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki sebagaimana disebutkan dalam *erangka *onseptual Akuntansi Pemerintahan (Peraturan Pemerintah +epublik (ndonesia ,o. '" -ahun 2 " ) terdiri dari. (a) +ele/an! (b) Andal! (c) Dapat dibandingkan! dan (d) Dapat dipahami. 0ntuk itu, diperlukan adanya %istem Pengendalian (ntern (%P() yang memadai. %istem Pengendalian (ntern Pemerintah (%P(P) terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan yang memadai atas keandalan laporan keuangan sesuai dengan %tandar Akuntansi Pemerintahan, yang mana akan menghasilkan laporan keuangan yang memberikan in$ormasi yang berkualitas. (Armando, 2 "#) Peraturan Pemerintah (PP) ,omor 1 -ahun 2 2 menyatakan bahwa

pengendalian intern meliputi berbagai kebijakan yaitu, (") terkait dengan catatan keuangan, (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah, serta penerimaan dan pengeluaran telah sesuai dengan otorisasi yang memadai, (#) memberikan

keyakinan yang memadai atas keamanan aset yang berdampak material pada laporan keuangan pemerintah. 3ika penerapan %P( berjalan dengan baik maka laporan keuangan yang dihasilkan akan memberikan in$ormasi yang berkualitas, dan begitu juga sebaliknya jika penerapan %P( tidak berjalan dengan baik maka akan memungkinkan laporan keuangan yang dihasilkan tidak memberikan in$ormasi yang berkualitas. %elain itu, untuk menyajikan in$ormasi keuangan yang handal kepada para pemakai agar sesuai dengan rencana yang ditetapkan, diperlukan media tertentu yang dipandang rele/an, yaitu pengawasan keuangan daerah (-uasikal, 2 *eputusan Presiden ,omor '4 -ahun 2 ').

" tentang -ata 5ara Pengawasan

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dalam Pasal " ayat (1) menyebutkan, bahwa pengawasan adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar pemerintah daerah berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang&undangan yang berlaku yang akan menghasilkan laporan keuangan yang mempunyai nilai in$ormasi. Pengawasan keuangan daerah terkait dengan proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar pengelolaan keuangan pemerintah daerah berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang&undangan yang berlaku dalam kaitannya dengan semua hak dan kewajiban daerah dalam kerangka penyelenggaraan pemerintahan yang dapat dinilai dengan uang, dalam hal ini termasuk segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban Pemerintahan Aceh dalam kerangka AP6A yang dilakukan oleh %atuan *erja Perangkat Aceh di Pemerintah Aceh.

Masalahnya adalah apakah 7aporan *euangan Pemerintah Aceh yang telah disusun oleh %atuan *erja Perangkat Aceh telah sesuai dengan %tandar Akuntansi Pemerintah dan telah menghasilkan in$ormasi yang diharapkan yaitu in$ormasi keuangan yang berkualitas. 6erdasarkan hasil pemeriksaan atas 7aporan *euangan Pemerintah Daerah (7*PD) Pemerintah Aceh -ahun Anggaran 2 "2, 6P* +( Perwakilan Aceh memberikan opini 8ajar Dengan Pengecualian (8DP), hal ini berarti belum ada peningkatan opini yang diberikan atas 7*PD Pemerintah Aceh dari tahun&tahun sebelumnya. )pini wajar dengan pengecualian hampir tiap tahun diperoleh Pemerintah Aceh mulai 2 2, 2 9, 2 " , 2 "", dan terakhir tahun anggaran 2 "2

(6P* +( Pro/insi Aceh, 2 "#). :asil penelitian ;erry Armando (2 "#) menunjukkan adanya pengaruh signi$ikan sistem pengendalian intern pemerintah dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai in$ormasi laporan keuangan pemerintah. %edangkan hasil penelitian Aristanti 8idyaningsih, dkk (2 "") menunjukkan adanya tingkat keeratan hubungan kausalitas e$ekti$itas sistem akuntansi keuangan daerah dan sistem pengendalian intern dengan kualitas in$ormasi laporan keuangan memiliki tingkat hubungan yang cukup berarti. 6erdasarkan latar belakang tersebut, penulis bermaksud mengkajinya melalui suatu penelitian dengan judul. Pengaruh Efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, Sistem Pengen alian !ntern Pemerintah an Penga"asan Keuangan Daerah terha a# Kualitas !nf$rmasi La#$ran Keuangan Pemerintah A%eh.

&. 'umusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah.


1) Apakah e$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah, sistem pengendalian

intern pemerintah dan pengawasan keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.
2) Apakah e$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh

terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.


3) Apakah sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh terhadap

kualitas in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.


4) Apakah pengawasan keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas

in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.

(. )u*uan Penelitian 6erdasarkan rumusan masalah, yang menjadi tujuan penelitan ini adalah.
1) 0ntuk mengetahui pengaruh e$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah,

sistem pengendalian intern pemerintah dan pengawasan keuangan daerah terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.
2) 0ntuk mengetahui pengaruh e$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah

terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.


3) 0ntuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah

terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.


4) 0ntuk mengetahui pengaruh pengawasan keuangan daerah terhadap

kualitas in$ormasi laporan keuangan Pemerintah Aceh.

+. Kerangka Penelitian,Pemikiran +.1 Pengaruh Efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah )erha a# Kualitas !nf$rmasi La#$ran Keuangan Pemerintah 7aporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban atas

kepengurusan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas. 7aporan keuangan yang diterbitkan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku agar laporan keuangan tersebut dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau dibandingkan dengan laporan keuangan entitas lain. 0ntuk dapat menghasilkan in$ormasi laporan keuangan yang berkualitas diperlukan suatu sistem akuntansi keuangan daerah yang didasarkan atas standar akuntansi pemerintahan. :all (2 4. "<") dalam Aristanti (2 ""), mengungkapkan bahwa, =The

quality of information generated by the accounting information system impacts managements ability to take actions and make decisions in connection with the organizations operations and to prepare reliable financial statements >. %edangkan Mulyadi (2 ". "9) mengkaitkan tujuan umum pengembangan

sistem akuntansi diantaranya adalah untuk menyediakan in$ormasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru dan untuk memperbaiki in$ormasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur in$ormasinya. %istem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang rele/an untuk pembuatan keputusan (Mardiasmo, 2 4. #4).

+.& Pengaruh Sistem Pengen alian !ntern Pemerintah )erha a# Kualitas !nf$rmasi La#$ran Keuangan Pemerintah Masih diperolehnya opini wajar dengan pengecualian atas laporan keuangan pemerintah daerah (7*PD) menunjukkan bahwa laporan keuangan pemerintah daerah belum sepenuhnya memenuhi karakteristik kualitati$ yang disyaratkan, yaitu rele/an, andal, dapat dibandingkan dan dapat dipahami. )leh karena itu diperlukan perbaikan dalam sistem pengendalian intern pemerintah. %istem pengendalian intern pemerintah merupakan suatu proses yang diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam pencapaian e$ekti/itas, e$isiensi, ketaatan terhadap perundang&undangan yang berlaku, dan keandalan penyajian laporan keuangan pemerintah yang terlihat dari kualitas laporan keuangan (Armando,2 "#). %istem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran&ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong e$isiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen (Darwanis, 2 9).

%istem pengendalian intern diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. %istem pengendalian intern menentukan kualitas in$ormasi laporan keuangan. %istem pengendalian intern terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan yang memadai atas keandalan laporan keuangan. 3adi semakin baik penerapan sistem pengendalian intern akan semakin berkualitas in$ormasi laporan keuangan.

+.( Pengaruh Penga"asan Keuangan Daerah )erha a# Kualitas !nf$rmasi La#$ran Keuangan Pemerintah Menurut ?osa (2 " ) dalam D Ar$ianti (2 "") yang dimaksud dengan pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik in$ormasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa sumber data organisasi atau pemerintahan telah digunakan see$ekti$ dan see$isien mungkin guna mencapai tujuan organisasi atau pemerintahan. Pengawasan keuangan daerah pemerintah adalah pengawasan keuangan daerah yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pengawasan keuangan daerah pemerintah terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan yang memadai atas keandalan laporan keuangan (Armando, 2 "#). Pengawasan keuangan daerah merupakan upaya untuk mengenali penyimpangan atau hambatan dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah. 6ila ternyata kemudian ditemukan adanya penyimpangan atau hambatan, diharapkan akan dapat segera dideteksi atau diambil tindakan koreksi, sehingga in$ormasi keuangan dapat segera digunakan oleh pemakai, dan pengelolaan keuangan pemerintah daerah dapat berjalan secara maksimal. Pengawasan keuangan daerah juga menentukan kualitas in$ormasi laporan keuangan.

-. Hi#$tesis :ipotesis yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini sebagai berikut. :" . @$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah, sistem pengendalian intern pemerintah dan pengawasan keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan pemerintah Aceh. :2 . @$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan pemerintah Aceh. :# . %istem pengendalian intern pemerintah berpengaruh terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan pemerintah Aceh. :4 . Pengawasan keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas in$ormasi laporan keuangan pemerintah Aceh.

BAB & ME).DE PENEL!)!AN

1. .#erasi$nal /aria0el,Data1/aria0le Aariabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua /ariabel antara lain.
1) Aariabel Dependen

Aariabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas in$ormasi laporan keuangan pemerintah.
2) Aariabel (ndependen

Aariabel independen dalam penelitian ini adalah e$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah, sistem pengendalian intern pemerintah dan pengawasan keuangan daerah. %ecara ringkas indikator dan alat ukur yang digunakan untuk masing& masing /ariabel tersebut dapat dilihat dalam table berikut. .#erasi$nalisasi /aria0el /aria0el @$ekti/itas sistem Akuntansi *euangan Daerah (B") Definisi @$ekti/itas penerapkan sistem akuntansi pemerintahan daerah yang meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan AP6D yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. (Permendagri ,o."#
&

!n ikat$r %istem dan prosedur akuntansi penerimaan kas %istem dan prosedur akuntansi pengeluaran kas
&

Skala (nter/al

%istem dan prosedur akuntansi aset tetapCbarang milik daerah


&

10

-ahun 2

1).

%istem dan prosedur akuntansi selain kas


&

%istem Pengendalian (ntern Pemerintah (B2)

%P( adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang e$ekti$ dan e$isien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang&undangan. %istem Pengendalian (ntern Pemerintah yang selanjutnya disingkat %P(P, adalah %istem Pengendalian (ntern yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. (PP ,o.1 C2 2) Pengawasan keuangan daerah merupakan proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar pemerintahan daerah berjalan secara e$ekti$ dan e$isien sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang&undangan (PP ,o. '9 -ahun 2 <) *ualitas (n$ormasi 7aporan *euangan Pemerintah adalah
11

7ingkungan pengendalian
& & &

(nter/al

Penilaian resiko

*egiatan pengendalian (n$ormasi komunikasi


& &

dan

Pemantauan pengendalian intern

Pengawasan *euangan Daerah (B#)

& & &

Pemeriksaan Monitoring dan @/aluasi

(nter/al

*ualitas (n$ormasi

&

+ele/an

(nter/al

7aporan *euangan Pemerintah (?)

ukuran&ukuran yang perlu diwujudkan dalam in$ormasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya untuk menyajikan in$ormasi yang berman$aat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan (PP ,o. '" -ahun 2 " ).

& &

Andal

Dapat dibandingkan
&

Dapat Dipahami

&. M$ el Statistik Model statistik pada penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda yang merupakan tehnik statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh antara dua atau lebih /ariabel yaitu /ariabel independen dan /ariabel dependen. %etelah kuisioner terkumpul untuk melakukan analisis data perlu

dilakukan uji /aliditas (validity) dan reliabilitas (reliability). 0ji /aliditas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar&benar mengukur apa yang perlu diukur. 0ji reliabilitas bertujuan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok indi/idu.

(. Pengu*ian Hi#$tesis (.1 U*i /ali itas 0ji /aliditas dilakukan untuk menguji seberapa baik suatu instrumen yang dibuat mengukur konsep tertentu yang ingin diukur atau apakah kita mengukur

12

konsep yang tepat dan keandalan dengan stabilitas dan konsistensi pengukuran (%ekaran, 2 1. #9). -eknik pengujian /aliditas menggunakan teknik korelasi

product Moment dari Pearson dengan tingkat signi$ikansi <D untuk mengetahui keeratan pengaruh antara /ariabel bebas dengan /ariabel terikat dengan cara mengkorelasikan antara skor item pertanyaan terhadap skor total. Apabila nilai total Pearson correlation E ,# atau probabilitas kurang dari , < maka item tersebut /alid (Arikunto, 2 2. "41).

(.& U*i 'elia0ilitas %etelah dilakukan pengujian /aliditas, selanjutnya akan dilakukan pengujian reliabilitas, yang tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, jika dilakukan pengukuran dua kali atau lebih. Dengan demikian, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi instrumen untuk mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran (%ekaran, 2 1. 4 ).

0ji ini dilakukan pada pernyataan&pernyataan yang sudah /alid. 0ntuk uji reliabilitas ini digunakan rumus Cronbachs Alpha dengan bantuan program %P%%. 6ila Cronbachs Alpha memiliki nilai lebih besar dari ,1 (%ekaran, 2 1. "'') ,1

menyatakan bahwa pada umumnya reliabilitas yang nilai r kurang dari

dikatakan kurang reliabel, antara ,1 sampai ,2 adalah cukup reliabel, dan di atas ,2 suatu instrument dikatakan baik.

(.( 'an%angan Pengu*ian Hi#$tesis

13

+ancangan pengujian hipotesis berdasarkan kerangka pemikiran seperti pada gambar di bawah ini.
X1 X2 X3 Y

*eterangan. ? F *ualitas (n$ormasi 7aporan *euangan Pemerintah B" F @$ekti/itas %istem Akuntansi *euangan Daerah B2 F %istem Pengendalian (ntern Pemerintah B# F Pengawasan *euangan Daerah Persamaan model empiris yang digunakan untuk penelitian pengaruh B ", B2, dan B# terhadap ? dengan menggunakan analisis linier berganda adalah. 2 3 4 5 6171 5 6&7& 5 6(7( 5 8 *eterangan. ? F *ualitas in$ormasi laporan keuangan pemerintah G F *onstanta H"H2H# F *oe$isien regresi B" F @$ekti/itas sistem akuntansi keuangan daerah B2 F %istem pengendalian intern pemerintah B# F Pengawasan keuangan daerah I F error term 0ntuk menguji pengaruh /ariabel independen (B", B2, dan B#) baik secara simultan maupun parsial terhadap /ariabel dependen (?) dilakukan dengan langkah&langkah sebagai berikut.
1. Pengujian secara simultan pengaruh dari /ariabel independen terhadap

/ariabel dependen dilakukan dengan melihat nilai H (koe$isien regresi) masing&masing /ariabel. Dengan ketentuan, jika H" F H2 F H# F , maka /ariabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap /ariabel dependen.

14

,amun jika paling sedikit ada satu Hi (i F ", 2, #) J

, maka /ariabel

independen secara simultan berpengaruh terhadap /ariabel dependen.


2. Pengujian secara parsial pengaruh dari /ariabel independen terhadap

/ariabel dependen dilakukan dengan melihat nilai H (koe$isien regresi) masing&masing /ariabel. Dengan ketentuan, jika H", H2, dan H# F , maka

/ariabel independen secara parsial tidak berpengaruh terhadap /ariabel dependen. ,amun jika Hi (i F ", 2, #) J , maka /ariabel independen secara parsial berpengaruh terhadap /ariabel dependen. BAB ( HAS!L PENEL!)!AN DAN PEMBAHASAN

1. Hu0ungan,Pengaruh Simultan

15