Anda di halaman 1dari 12

hari

Download Gratis di
http://90hari.sedekah.net
Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh..Bismillamirrohmanirrohim

Sungguh berbahagia seseorang yang selalu dekat dengan Allah, dan menjadikanNya
sandaran yang kokoh dalam hidupnya. Betapa tidak, Dialah pencipta,penumbuh,
pemelihara, penjamin, pendidik, pelindung, penolong mahluk-mahlukNya. Kalau semua
sifat kebaikan seluruh mahluk yang ada ini dikumpulkan pada satu orang, maka kebaikan
yang terhimpun itu hanyalah setetes air dibandingkan samudra kedermawanan Allah.

Dialah Maha Indah, Maha Perkasa, Maha Bijaksana. Pancaran hati-Nya adalah kasih
sayang yang tak bertepi dan tanpa pamrih. Gerak-gerikNya adalah kelembutan dan
keindahan. KehendakNya pasti terlaksana. HukumNya adil, keputusanNya bijaksana.

Artikel "90 Hari Menuju Allah" ini kami susun, Agar kita mulai terbiasa melakukan hal-hal
yang Allah suka, dan dicontohkan langsung oleh Baginda Nabi SAW, dengan semua
keutamaan-keutamaannya, kami sertakan juga tabel sebagai panduan seberapa jauh
kita berkomitmen dan disiplin dalam menjalankan program mulia ini. Bila kita dapat
mempertahankannya dalam 90 hari, insya Allah, anda akan mulai terbiasa dan
"Menikmati" semua aktifitas-aktifitas menuju ridho Allah ini, hingga diri kita akan merasa ada
yang hilang dan gelisah bila terlewati satu saja kemulian-kemulian diatas. pada tahapan
ini... anda akan menjadi pribadi yang berbeda, yang selalu ingin dekat Allah, dan insya
Allah, Allahpun akan sangat dekat dengan kita.

Wahai Anak Adam, Berdirilah menghadapKu, maka Aku berjalan kepadamu.


Berjalanlah kepadaKu, maka Aku berlari kepadamu. ( Hadits Qudsi)

Silahkan sebarkan program mulia ini sebanyak-banyaknya, semoga menjadi amal sholeh
kita bersama, sesuai firman Allah dalam QS.4 : 85, "Siapa yang menyeru kebaikan, dia akan
mendapatkan pahala dari apa yang mereka lakukan”

Kritik dan saran silahkan disampaikan ke team@sedekah.net, atau Nomor Hotline kami
08.12.13.14.0.15 (SMS/Telp)

Mari Kita Berbagi Informasi, Berbagi Motivasi, Bersama Sedekah Community (sedekah.net)

mohon dicetak berwarna, agar lebih menarik


Subuh Dzuhur Ashar Magrib Isya
No. Tgl Dhuha Tahajjud
F Q F Q B F Q F B F B
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
www.sedekah.net

30
Keterangan:
F = Fardhu Berjamaah
Q = Shalat Sunat Qa’bla (Sebelum Shalat Fardhu) Tandai pada bagian kotak yang anda lakukan
B = Shalat Sunat Ba’da (Setelah Shalat Fardhu)
Banyak dari kita yang meremehkan shalat berjamaah. Oleh karenanya, melalui tulisan ini
akan coba kami jelaskan mengenai hukum-hukum tentang wajibnya shalat berjama'ah,
karena sebenarnya masalah ini adalah masalah yang teramat penting.

Allah SWT banyak menyebut kata "shalat" dalam Al Qur'anul Karim. Ini menandakan begitu
penting perkara ini. Allah SWT berfirman :

*"Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang


rukuk."(Al Baqarah : 43)

Ayat mulia ini merupakan nash tentang kewajiban shalat berjamaah. Dan dalam Shahih
Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: *"Seorang laki-laki buta datang
kepada Nabi dan berkata: "Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai penuntun yang akan
menuntunku ke Masjid. " Maka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi
keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: "Apakah kamu mendengar
adzan ? Ya, jawabnya. Nabi berkata :"Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!"*

Didalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam tidak memberikan keringanan
kepada Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu untuk shalat dirumahnya (tidak
berjamaah) kendati ada alasan, diantaranya:
F Keadaan beliau buta.
F Tidak adanya penuntun ke Masjid.
F Jauh rumahnya dari Masjid.
F Adanya pohon-pohon kurma dan lain-lain yang ada diantara rumah beliau dan Masjid.
F Adanya binatang buas di Madinah.
F Tua umurnya dan telah lemah tulang-tulangnya.

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wassallam
telah bersabda : *"Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat.
Maka aku perintahkan seorang untuk menjadi imam dan shalat bersama. Kemudian aku
berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang
yang tidak mau ikut shalat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka." (Al Bukhari-
Muslim)

Hadits diatas telah menjelaskan bahwa tekad Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam untuk
membakar rumah-rumah disebabkan mereka tidak keluar untuk shalat berjamaah di masjid.
Dan masih banyak lagi hadits yang menerangkan peringatan keras Rasulullah terhadap
orang-orang yang tidak hadir ke masjid untuk berjamaah bukan semata-mata karena mereka
meninggalkan shalat, bahkan mereka shalat di rumah-rumah mereka.

Ibnu Hajar berkata : *"Hadits ini telah menerangkan bahwa shalat berjamaah adalah fardhu
'ain, karena kalau shalat berjamaah itu hanya sunnah saja, Rasulullah tidak akan berbuat
keras terhadap orang-orang yang meninggalkannya, dan kalau fardhu kifayah pastilah telah
cukup dengan pekerjaan beliau dan yang bersama beliau.”
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata : "Tidak ada tetangga masjid kecuali shalat di
masjid." Ketika ditanyakan kepada beliau : "Siapa tetangga masjid ?" Beliau menjawab :
"Siapa saja yang mendengar panggilan adzan." Kemudian kata beliau : "Barangsiapa
mendengar panggilan adzan dan dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya,
kecuali dia mempunyai udzur.”

Meningggalkan shalat berjamaah merupakan salah satu penyebab untuk meninggalkan


shalat sama sekali. Dan perlu diketahui bahwa meninggalkan shalat adalah kekufuran, dan
keluar dari islam. Ini berdasar pada sabda Nabi : *"Batas antara seseorang dengan kekufuran
dan syirik adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim). "Janji yang membatasi antara kita
dan orang-orang kafir adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia kafir."*

Setiap muslim wajib memelihara shalat pada waktunya, mengerjakan shalat sesuai dengan
yang disyariatkan Allah, dan mengerjakan secara berjamaah dirumah-rumah Allah. Setiap
muslim wajib taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta takut akan murka dan siksanya.

Hadits mengenai wajibnya shalat berjamaah dan kewajiban melaksanakannya di rumah Allah
sangat banyak Oleh karena itu setiap muslim wajib memperhatikan, dan bersegera
melaksanakannya. Juga wajib memberitahukan hal ini kepada anak-anaknya, keluarga,
tetangga, dan seluruh teman-teman, apapun caranya agar mereka melaksanakan perintah
Allah SWT dan rasul-Nya dan agar mereka takut terhadap larangan Allah dan rasul-Nya dan
agar mereka menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik yang tercela, diantaranya
malas mengerjakan shalat.
Ringkasan dari buku berjudul : Meneladani Sholat-sholat Sunnat Rasulullah Shollallahu 'alayhi wa
Sallam, diitulis oleh Muhammad bin 'Umar bin Salim Bazmul, diterbitkan oleh Pustaka Imam Syafi'i dan
ditambahkan dari berbagai sumber.

a) Sholat Sunnat Rawatib Shubuh

Sholat sunnat rawatib Shubuh itu ada dua roka'at, yang dikerjakan sebelum Sholat Subuh.
Ada beberapa riwayat mengenai dua roka'at rawatib sebelum Shubuh ini, salah satunya
adalah :

Dari 'Aisyah radhiallahu 'anha , dari Nabi Shollallahu 'alayhi wa sallam, beliau bersabda :
"Dua raka'at sebelum Shubuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya, (keduanya lebih aku
suka darpada dunia secara keseluruhan). Diriwayatkan oleh Muslim. -= Hadits Shahih=-

b) Sholat Sunnat Rawatib Zhuhur

Sholat Sunnat Rawatib Zhuhur termasuk sunnat yang dianjurkan, dan dilaksanakan empat
raka'at sebelum sholat Zhuhur dan empat raka'at setelahnya, atau empat raka'at sebelum
sholat Zhuhur dan dua raka'at setelahnya. maupun dengan mengerjakan dua raka'at sebelum
sholat zhuhur dan dua raka'at setelahnya. Ketiga kategori tersebut dikerjakan oleh seorang
muslim dengan niat rawatib sholat zhuhur, maka diperbolehkan. Dengan demikian, berarti
dia telah melaksanakan Sunnah ini. Terdapat beberapa riiwayat, saya ambilkan satu saja :

Dari Ummu Habibah radhiallahu 'anha, dia bercerita, aku pernah mendengar Rasulullah
shollallahu 'alayhi wa sallam bersabda : "Barang siapa memelihara sholat empat rakaat
sebelum zhuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah akan mengharamkannya dari
Neraka. (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Majah) -=Hadits Shahih dan dishahihkan
pula oleh Syaikh Albani =-

c) Sholat Sunnat Rawatib Ashar

Sholat Sunnat Rawatib Ashar termasuk sunnat yang dianjurkan, dan dilaksanakan empat
raka'at sebelum sholat Ashar secara bersambung dengan dua tasyahud sebagaimana sholat
empat rakaat lainnya, dengan salam pada rakaat terakhir. Terdapat beberapa riwayat,
diantaranya: Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shollallahu 'alayhi wa sallam
bersabda : "Allah akan mengasihi orang yang mengerjakan shalat empat raka'at
sebelum Ashar". Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud. -=Hadits
Hasan=-

d) Sholat Sunnat Rawatib Maghrib

Sholat Sunnat Rawatiib Maghrib terdiri dari dua raka'at yang dikerjakan setelah Sholat
Maghrib.
Hal tersebut didasarkan pada hadits Ummu Habibah, istri Nabi Shollallahu 'alayhi wa sallam,
dia bercerita, aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu 'alayhi wa sallam bersabda :
"Tidaklah seorang hamba muslim mengerjakan sholat karena Allah dalam satu hari dua belas
raka'at sebagai tathawwu' dan bukan fardhu melainkan Allah akan membangunkan untuknya
sebuah rumah di surga" (Atau , melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di
Surga): (Empat raka'at sebelum Zhuhur dan dua raka'at setelahnya serta dua raka'at setelah
Maghrib, dua raka'at setelah 'Isya dan dua raka'at sebelum Shubuh.)" Diriwayatkan oleh
Muslim dan ( penafsiran dua belas raka'at tathawwu' sebagai kalimat "Empat raka'at sebelum
zhuhur “ diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan An-Nasa'i -=Hadits Shahih=-

e) Sholat Sunnat Rawatib 'Isya'

Terdapat dua raka'at sholat rawatib sesudah Sholat 'Isya. (Disampaikan oleh Hadist Ibnu
Umar -hadits Shahih diriwayatkan oleh al Bukhari - juga terdapat riwayat dari 'Aisyah -hadits
Shahih diriwayatkan oleh Muslim- dan Ummu Habibah -hadits Shahih-lihat hadits diatas
pada rawatib Sholat Magrib).

Sholat sunnah rowatib selain witir dan sholat sunnah fajar tidak disunnahkan dilakukan
ketika dalam perjalanan. Hal ini didasarkan dari riwayat ketika Ibnu Umar r.a. ditanya
tentang sholat rowatib Dzuhur ketika dalam perjalanan ia berkata, Seandainya aku
melakukan sholat rowatib, tentunya aku tidak mengqoshor sholat.

Ibnul Qayyim berkata, Termasuk tuntunan Rosulullah dalam perjalanan adalah mengqoshor
sholat fardlu. Tidak ada riwayat dari beliau yang menunjukkan bahwa beliau melakukan
sholat sunnah sebelum dan setelah sholat qoshor tersebut, kecuali sholat witir dan sholat
sunnah fajar

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk dapat melaksanakan dengan maksimal Sholat-
sholat Sunnat ini, karena sholat-sholat inilah yang akan memperbaiki / menyempurnakan
timbangan amalan ibadah Sholat kita pada hari penghisaban kelak. Aamiin Ya Rabb.

Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan
kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka
siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu?
Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu`min bertawakkal.
(QS. 3 : 160)

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-
bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat
ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa
yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami
memberi kepadanya pahala yang besar.
(QS. 4 : 114)
Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam:
“Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. 93:1-
2). Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa Allah swt sampai bersumpah pada kedua
waktu itu?. Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa kedua waktu itu adalah waktu yang
utama paling dalam setiap harinya.

Orang yang suka memulai di pagi harinya dengan menyebut dan mengagungkan Allah
dengan melakukan shalat dhuha yakni shalat sunnat dua rakaat sekali, dua kali, tiga kali atau
empat kali sesudah naik matahari kira-kira antara jam 7 sampai dengan jam 11, Allah SWT
akan menjamin baginya dengan jaminan istimewa di dunia dan akhirat.

Perbuatan tersebut adalah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW selama hidupnya,
sebagaimana beberapa keterangan antara lain :

"Telah berkata Abu Huraerah : Kekasih saya, (Nabi Muhammad SAW) telah berwasiat tiga
perkara kepada saya, yaitu puasa tiga hari tiap-tiap bulan, sembahyang dhuha dua rakaat dan
sembahyang witir sebelum tidur". (Hadits Shahih Riwayat Bukhari Muslim).

"Ada orang bertanya kepada Aisyah : Adakah Rasulullah SAW sembahyang dhuha? Jawabnya
: Ada, empat rakaat, dan terkadang ia tambah yang dikehendaki oleh Allah". (H.R. Muslim).

Memang SHALAT DHUHA merupakan keistimewaan yang luar biasa, sebab manusia akan
merasa berat dan bahkan terlalu berat disaat-saat yang tanggung untuk berangkat kerja atau
sedang kerja (sekitar jam 7 hingga jam 11), dia menyempatkan diri dulu buat melakukan
shalat sunnat tersebut.

Padahal dirasa berat hanyalah apabila belum biasa dan belum tahu keistimewaannya. Lain
halnya dengan orang yang sudah tahu keistimewaannya dan imannya pun cukup kuat, tentu
walau bagaimanapun keadaannya, apakah dia mau berangkat, ataukah sedang dikantor,
tentu ia mengutamakan shalat itu barang sebentar, ia merasa sayang akan keutamaan ridha
Allah yang ada pada shalat tersebut.

Keutamaan shalat DHUHA dalam pahalanya memadai buat mensucikan seluruh anggota
tubuh yang padanya ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sebagimana keterangan
Rasulullah SAW bahwa setiap persendian itu ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya.
Sedang dengan tasbih, tahmid, takbir dan amar ma'ruf nahyil munkar, cukuplah memadai
buat kafarat kepada haq tersebut. Tapi semua itu cukuplah memadai dengan shalat DHUHA
dua rakaat :

"Dari Abu Huraerah ridliyallhu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda : Pada tiap-tiap persendian
itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap
tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah (bacaanya : SUBHANALLAH/MAHA
SUCI ALLAH, ALHAMDULILLAH/SEGALA PUJI BAGI ALLAH, LAA ILAHA
ILLALLAHU/TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, ALLHU AKBAR/ALLAH MAHA BESAR),
setiap amar ma'ruf nahyil munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan
memperkuat/melakukan dua rakaat shalat dhuha" (Riwayat Muslim - Dalilil Falihin Juz III,
hal 627).

Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa shalat empat rakaat dipagi hari, Allah bakal menjamin
dan mencukupkan segalanya dengan limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga
bathinpun akan terasa damai walau apapun tantangan hidup yang merongrong, karena dia
telah sadar semua itu ketetapan Allah :

"Hai anak Adam, tunaikanlah kewajibanmu untuk KU, yaitu sembahyang empat rakaat pada
pagi hari, niscaya Aku akan mencukupi sepanjang harimu (Hadits Riwayat Imam Ahmad,
Abu Ya'la).

Dengan lafadz lain berbunyi :

"Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk KU empat rakaat pada pagi hari, aku akan
mencukupimu sepanjang hari itu" (Riwayat Ahmad dari Abi Murrah).

Coba renungkankan isi daripada do'a setelah shalat dhuha itu, nadanya seolah-olah memaksa
untuk diperkenankan oleh Allah. Dan memang demikianlah lafadz do'a tersebut diajarkan
oleh Rasulullah SAW :

"Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah
kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik)
Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu".

Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah (berlafadz perintah), dan jika ada di
didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih
jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan
Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-
hamba Mu yang shaleh".

Itulah keistimewaan dan keutamaan shalat DHUHA, didunia memberikan keberkahan hidup
kepada pelakunya, diakheratpun /di hari kiamat orang itu dipanggil/dicari Tuhan untuk
dimasukkan ke dalam syurga, sebagaimana sabda Nya didalam hadits qudsi :

"Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu DHUHA, maka ketika
datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu
mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang DHUHA? inilah pintu kamu, maka
masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah". (Riwayat Thabrani dari Abu
Huraerah).

www.sedekah.net Hotline: 08.12.13.14.0.15


...Dengan qiyamullail, Allah akan memberi kekuatan. Dengan qiyamullail, Allah
mengabulkan doa. Dengan qiyamullail, dapat menghapus keburukan, mencegah dosa dan
menangkal penyakit. Dengan qiyamullail, dapat semakin mendekatkan kepada Allah.
Dengan qiyamullail, Allah akan menggolongkan dalam ibaadurrahman. Dengan qiyamullail,
Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji. Dengan qiyamullail, Allah akan memasukkan
ke surga-Nya...

Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud,
artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu.
Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu
berdampingan denganAllah SWT.

Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :


“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau.
Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah
shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan
untuk dilaksanakan . Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah
bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta
sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan
selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :


“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR.
Muslim )

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :


Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan
shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang
malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 - Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang
terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih
utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana
engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang
melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim
meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT
akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :


“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal
sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku
perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan
permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR
Bukhari dan Muslim )

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :


Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at.
Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at,
dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah
setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW
:“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi
Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Bersabda Nabi SAW :


“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki)
yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

Keutamaan Shalat Tahajud :


Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang
siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9
macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat
cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S
dan dari Berbagai Sumber
KISAH NYATA
Mudah-mudahan kisah Aslina ini, bisa memotivasi kita untuk lebih bersemangat menjalankan program 90 Hari
Menuju Allah ini. Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang.
Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti
fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Masuk lorong waktu
dan ingin dikembalikan ke dunia.

Berikut catatan Riau Pos yang turut serta mendengarkan kesaksian Aslina dalam temu Alumni ESQ (emotional,
spiritual, quotient) Ahad (24/9) di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang
menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr
Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife.
com dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.

Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu
memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri. Sebelum Aslina
memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga
sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang kepada dirinya.

Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA
ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok
(hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.
Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah
Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang
batas sehingga belum bisa dioperasi.

''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,' ' jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat.
Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina
kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak
jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ''Aslina seperti orang
ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam
pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, '' ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu
Aslina memberikan kesaksiaanya. ''Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,'' begitu
ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara
Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati
jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang.
''Saya telah merasakan mati,'' ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya,
terlalu sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan
lebih sakit lagi. ''Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,'' tambahnya. Di saat itu ia sempat
diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ''Saat di ujung napas, saya berzikir,'' ujarnya. ''Sungguh sakitnya,
Pak, Bu,'' ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru. Diungkapkan, ketika ruhnya telah
tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang
terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina.
''Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,'' ujar Aslina mencerita pengalaman
matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ''siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama
orangtuamu." Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ''Tak
ada teman kecuali amal,'' tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan
pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan
seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis, badan
berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut. Aslina
melanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,'' sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum
ajal menjemput.

Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin
sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya
bertemu dengan ayah saya,'' tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang
berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.

http://90hari.sedekah.net 9
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan
berkata: ''Wahai ayah, janji saya telah sampai.'' Mendengar itu ayah saya saya menangis.Lalu ayahnya berkata
kepada Aslina. ''Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. '' ruh Aslina pun menjawab. ''Saya tak bisa pulang,
karena janji telah sampai''.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu
benar-benar ada. ''Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah
kekal,'' ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya
kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh
Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan
yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu.
''Siapa kamu?'' lalu perempuan itu menjawab.''Akulah (amal) kamu.''

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat
penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada
amalnya. ''Siapa manusia ini?'' Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang
tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat bahkan tak bisa mengucapkan
dunia kalimat syahadat ketika di dunia.Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi
ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia
itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau
yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya.
Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh.

Tampak pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah orang yang suka berguru pada
babi. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan
tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap,
kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul
suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99
butir.Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak
itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya
tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek
berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan berbuat baik,red).
Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.
''Saya mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ''Saya pun
bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,'' ungkap Aslina.
Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam
Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ''husnul khatimah'' itu
mengeluarkan cahaya terang.Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun
bicara kepada ruh Aslina. ''Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.''

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang
sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu
berkata. ''Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.''Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolong
kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.''

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia
senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh
serta tidak melanggar aturan Allah.

http://90hari.sedekah.net 10