Anda di halaman 1dari 8

BAB II RUANG LINGKUP ILMU TAUHID

DEFINISI ILMU TAUHID


Ilmu Tauhid secara umum diartikan dengan ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan aqidah agama dengan menggunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik dalil naqli, dalil aqli maupun dalil perasaan (wujdan). Sarjana barat menterjemahkan Ilmu Tauhid ke bahasa mereka dengan Theologi Islam. Secara etimologi Theologi itu terdiri dari dua Ikata yaitu theos berarti Tuhan dan Legos berarti ilmu. Dengan demikian dapat diartikan sebagai ILMU KETUHANAN. Sedangkan secara terminologi (istilah), theologi itu diartikan : 1. The discipline which concert God or Devene Reality and Gods Relation to the world, maksudnya suatu pemikiran manusia secara sistematis yang berhubungan alam semesta. 2. Sciense of religion, dealing therefore with God and Man in his relation to God, maksudnya pengetahuan tantang agama yang karenanya membicarakan tentang Tuhan dan Manusia serta manusia dalam hubungannya dengan Tuhan. 3. The sciense which treats of the facts and fenomena of religion and the relationship between God and Man, maksudnya ilmu yang membahas fakta-fakta dan gejala agama dan hubungannya antara Tuhan dan Manusia. Dari beberapa pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa theologi merupakan ilmu yang membicarakan tentang Tuhan dan hubungannya dengan manusia, baik berdasarkan kebenaran agama (wahyu) ataupun berdasarkan penyelidikan akal murni. Inilah sebabnya theologi itu bukan hanya berupa uraian bersifat pikiran tentang agama semata (the intelectual expression of religion) tetapi dapat juga bercorak agama (reaviled theologi) or (filosophical theologi). Ilmu Tauhid ini juga sering dinamakan dengan Ilmu Kalam, Ilmu Ushuluddin dan Ilmu Aqaid. Disebut Ilmu Tauhid karena tujuan pokok ilmu ini adalah mengESA-kan Tuhan (Allah) baik zat, sifat maupun afalnya (perbuatanNya).

Tauhid adalah Iman. Iman berati percaya dan mempercayai. Kepercayaan yang kuat dengan landasan rukun iman. Pengamalan rukun islam secara konsekuen dan seluruh hukum dan tata aturan yang disampaikan Allah melalui Rasulullah Muhammad SAW dalam bentuk Al-Quran dan Hadist.

Para ahli ilmu tauhid membagi aqidah menjadi 2 bagian, yakni aqidah pokok dan aqidah cabang.

A. Aqidah Pokok
Aqidah pokok disebut juga dengan Rukun iman. Yakni : 1. Iman kepada Allah 2. Iman kepada malaikat-malaikat Allah 3. Iman kepada kitab-kitab Allah 4. Iman kepada rasul-rasul Allah 5. Iman kepada Hari kiamat 6. Iman kepada qadha dan qadar Allah Definisi iman Secara bahasa kata iman berasal dari bahasa Arab amana yang berarti memberi keamanan. Atau amana-yu minu-imanan Menurut Al-Quran, iman berarti mempercayai segala yang diturunkan Allah kepada nabi-nabiNya. Menurut istilah jumhur ulama :

Iman adalah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan Iman itu berupa pembenaran dengan hati artinya hati menerima semua ajaran yang dibawa oleh Rasul shallallahu alahi wa sallam. Pengakuan dengan lisan artinya mengucapkan dua kalimat syahadat asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Sedangkan perbuatan dengan anggota badan artinya amal hati yang berupa keyakinankeyakinan dan beramal dengan anggota badan yang lainnya dengan melakukan ibadah-ibadah sesuai dengan kemampuannya (Lihat Kitab At Tauhid li Shaff Ats Tsaani Al Aali, hal. 9) Dan salah satu pokok penting dari aqidah Ahlus sunnah wal jamaah ialah keyakinan bahwa iman itu bertambah dan berkurang (Lihat Fathu Rabbbil Bariyah, hal. 102). Hal ini telah ditunjukkan oleh dalil-dalil dari Al Kitab maupun As Sunnah. Salah satu dalil dari Al Kitab yaitu

firman Allah taala (yang artinya), Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada. (QS. Al Fath [48] : 4). Dalil dari As Sunnah di antaranya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang sosok kaum perempuan, Tidaklah aku melihat suatu kaum yang kurang akal dan agamanya dan lebih cepat membuat hilang akal pada diri seorang lelaki yang kuat daripada kalian ini (kaum perempuan). (HR. Al Bukhari dan Muslim).

1.) Iman kepada Allah iman kepada Allah maksudnya mempercayai bahwa Allah taala itu ada. Dia menjadikan alam sseluruhnya dari langit, bumi dan lain-lain. Dia bersifat dengan segala sifat kesempurnaan yang layak bagi dzat-Nya. Dan maha suci dari segala sifat kekurangan yang tiada layak bagi dzat-Nya. Pokok dari iman kepada Allah terkandung dalam kalimat La ilaha illallah Terkandung dua makna iman kepada Allah, yaitu iman kepada sifat wajib pertama, yakni 11 sifat dan iman kepada sifat wajib kedua, yakni 9 sifat. a. Sifat wajib pertama (Sebelas sifat) 1.)) Al- Wujud 2.)) Al-Qidam 3.)) Al-Baqa = ada (As sajdah 32:4) = dahulu (Al jadid 57:3) = kekal (Al qashash 28:88)

4.)) Al-Mukhalafatu lil hawaditsi = berbeda dengan sesuatu yang lain (Asy syura 42:11) 5.)) Al-Qiyamuhu binafsihi 6.)) As-Samu 7.)) Al Bashar 8.)) Al-Kalam 9.)) Kaunuhu samian = ada dengan sendirinya (Al ankabut 29:6, al baqarah 2:225) = Maha mendengar (Az zuhruf 43:80) = Maha melihat (Asy syura 42:11) = Maha berkata (An nisa 4:164) = keadaan Allah Maha mendengar (Az zuhruf 43:80)

10.)) Kaunuhu bashiran 11.)) Kaunuhu mutakalliman

= keadaan Allah Maha melihat (Asy syura 42:11) = keadaan Allah Maha berbicara (An nisa 4:164)

b. Sifat wajib kedua (Sembilan sifat) 1.)) Al wahdaniyah 2.)) Al qudrah 3.)) Al iradah 4.)) Al ilmu 5.)) Al hayat 6.)) Kauhunu qadiran 7.)) Kaunuhu mukraman = Maha Esa (Al anbiya 21:20) = Maha kuasa (Al baqarah 2:20) = Maha berkehendak (Al qashash 28:68) = Maha mengetahui (Al hujurat 49:18) = Maha hidup (Al baqarah 2:255) = keadaan Allah Maha kuasa (Al baqarah 2:20) = keadaan Allah Maha berkehendak (Al qashash 28:68) = keadaan Allah Maha mengetahui (Al hujurat 49:18) = keadaan Allah Maha hidup (Al baqarah 2:255)

8.)) Kaunuhu aliman

9.)) Kaunuhu hayyan

Sifat Jaiz Allah


Yaitu sifat yang boleh ada dan boleh pula tidak ada pada Allah SWT. Sifat jaiz bagi Allah hanya satu yaitu, bahwa Allah SWT boleh melakukan segala sesuatu yang mungkin ataupun tidak mungkin melakukannya. Maasyaa Allahu Kaana walam ya syaalam yakun (segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah terjadi, dan segala sesuatu bila tidak dikehendaki tidak terjadi).

Sebagaimana firman Allah SWT :

Katakanlah: Ya Tuhan yang memiliki segala kekuasaan.Engkau berikan kekuasaan kepada barang siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari barang siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan barangsiapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Kuasa. (QS Ali Imran 26)

Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka. (QS Al Isra 54)

Sifat mustahil Allah


Yaitu sifat kebalikan dari sifat wajib Allah seperti al adam = tidak ada, al huduts = baru, al fana = binasa, mumatsalatsu lil hawaditsi = sama dengan sesuatu yang lain, ihtiyajuhu ila ghairihi = membutuhkan kepada yang lain, at taaddudu = berbilang dan sebagainya.

2). Iman kepada malaikat Iman kepada malaikat maksudnya mempercayai bahwa malaikat itu ada, bertubuh halus diciptakan oleh Allah dari nur (cahaya), tiada makan dan minum, tiada pernah melanggar perintah Allah dan selalu menuruti segala perintah Nya. Termasuk beriman kepada malaikat adalah percaya kepada makhluk halus yang lain, seperti jin, iblis, dan syaitan. (Al Hijr 15:27, Al Baqarah 2:168, Al Kahfi 18:50).

3). Iman kepada kitab-kitab Allah Iman kepada kitab-kitab Allah maksudnya percaya bahwa Allah SWT telah menurunkan beberapa kitab kepada nabi-nabi Nya. Empat kitab yang harus diimani adalah kitab-kitab Taurat, yang diturunkan kepada nabi Musa as, Zabur yang diturunkan kepada nabi Daud as, Injil yang diturunkan kepada nabi Isa as, dan Al-Quran yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Disamping itu ada shahifah (halaman) yang diberikan kepada nabi-nabi Syits, Ibrahim, dan Musa as. (Al Maidah 5:44, Al Isra 17:55, Al Maidah 5:47, Asy Syuara 26:192-196).

4). Iman kepada rasul-rasul Allah Iman kepada rasul-rasul allah maksudnya mempercayai bahwa Allah SWT mengutus para rasul Nya untuk membawa syiar agama dan segala hukum dan perintah Agama serta membimbing umat pada jalan dan diridhai Allah. (Al Anbiya 21:7, Al Baqarah 2:136, Al An am 84). Rasul-rasul itu wajib memiliki empat sifat : a. b. c. d. Shidiq Amanah Tabligh Fathonah = Benar = Dapat dipercaya = Menyampaikan = Cerdas

5).Iman kepada hari kiamat Iman kepada hari kiamat maksudnya mempercayai bahwa hari kiamat benar akan datang. Yaitu hari dimana hancurnya dunia, hingga masuknya seseorang ke surga atau neraka . Pada hari kiamat Allah menghancurkan kehidupan alam ini, selanjutnya seluruh makhluk memasuki tahaptahap kehidupan alam akhirat. Tanda-tanda hari kiamat sughra (kiamat kecil) a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Ilmu agama diangkat, tidak diperhatikan lagi, bahkan hilang sama sekali. Kebodohan mewabah dimana-mana. Perzinahan merajalela. Semua minuman keras dijual bebas. Jumlah laki-laki lebih sedikit dibanding perempuan, 1:50 Wanita budak melahirkan anak tuannya,sebab dikawini oleh tuannya. Orang yang tidak dapat bersepatu,berkaos kaki, bersandal, sebab melarat menjadi raja dan pembesar Negara. Para bekas penggembala bermegah-megah bak istana. Dibangkitkan dajjal dan pendusta. Jarak tempuh semakin dekat dengan sarana transportasi modern. Fitnah merajalela. Manusia ingin segera mati tidak tahan terhadap fitnah.

Tanda-tanda kiamat kubra (kiamat besar) a. b. c. d. e. f. Matahari terbit dari ufuk barat. Muncul binatang aneh, mampu berbicara (An Naml 27-82). Munculnya imam mahdi (menurut beberapa imam). Munculnya al masih dajjal (penggembala pendusta). Turunnya nabi Isa as, membunuh dajjal bersana kaum muslimin. Munculnya kaum perusak Yajuz dan Majuz.

g. Raibnya Al-Quran dan Mushaf. h. Seluruh manusia bumi menjadi kafir.

6). Iman kepada qadha dan qadar Iman kepada qadha dan qadar maksudnya setiap mukmin dan muslim wajib mempunyai niat dan yakin sungguh-sungguh bahwa segala perbuatan makhluk sengaja atau tidak sengaja telah ditetapkan oleh Allah SWT. (Al Hadid 57:22, Al qamar 54:49) Iman kepada qadha dan qadar (taqdir) juga mempercayai bahwa segala sesuatu perkataan dan perbuatan makhlukseluruhnya adalah dengan kehendak Allah SWT. Dengan takdirNya dan dengan pengetahuanNya. Sebelum perkataan dan perbuatan itu terjadi. Perbuatan dan perkataan itu, sama-sama memiliki kebaikan seperti iman dan keburukan seperti kufur dan maksiat. Semuanya itu dengan takdir Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

Al qardhawy, Yusuf. 1983. Iman dan Kehidupan. Jakarta: Bulan Bintang. Azzaino, Zuardin H.S. 1991. Aqidah Ilahiah Ilmiah. Surabaya: Pustaka al Hidayah. Jakub, Ismail Tk.H. 1958. Iman. Jakarta: C.V. Indrajaya. http://ilmutauhid.wordpress.com/2009/04/05/pengertian-ilmu-tauhid http://abuzidan12.blogspot.com/2010/06/ilmu-tauhid.html http://ruangpustaka.blogspot.com/2010/05/sifat-jaiz-bagi-allah.html http://abumuslih.com/imam.html http://quran.com/17/54 http://shahih.wordpress.com/sifat -mustahil-allah.html http://wikipedia.com/ali-imran http://shahih.wordpress.com/sifat-wajib-allah.html