Anda di halaman 1dari 73

KARA Kara adalah gadis kelas 2 sma yang memiliki sifat agak aneh.

Ia sangat malas dalam hal belajar. Namun ia memiliki hobby makan dan membaca novel romantis Dan jika berbuat kesalahan ia selalu tertawa untuk mengelak,, Kara yang selalu bangun kesiangan. Hari ini pun sepertinya ia akan terlambat masuk sekolah. Saat ia memasuki kelasnya, ternyata di dalam sedang diadakan ulangan matematika. Karena kara datang terlambat akhirnya ia tidak diizinkan masuk dan tentunya mendapat hukuman untuk berdiri di luar kelas hingga ulangan matematika selesai Kara : oh god! Kenapa nasibku harus seperti ini *menepuk jidatnya sendiri* Setelah ulangan matematika selesai. Semua murid berhamburan dari dalam kelas dan kara mulai sedikit lega karena ia bisa bertemu dengan sahabat dekatnya indri. Indri : kesiangan lagi? *menepuk pundak kara* Kara : ya! Begitulah Indri : kau mau ke kantin? Kara : aku mau! *bersemangat* Indri : kau tidak berubah! Jika mendengar makanan kau pasti langsung bersemangat.. Kara : itulah aku hehe.. Kara dan indri pun berjalan menuju kantin. Namun di saat mereka ingin memesan makanan tiba2 uki muncul dan mendekati kara. Uki : hai kar *tersenyum genit* Kara : apa? *jutek* Uki : kenapa tadi kau tidak masuk kelas? Apa kau bangun kesiangan lagi? Kara : kau benar! Aku memang itdak bisa bangun pagi, puas? Uki : kau selalu saja galak! Apa salahku? Kara : tidak ada! Sudah ya, aku lapar dan ingin makan.. Indri : kar, uki sangat menyukaimu. Jadi kau jangan terlalu galak kepadanya *berbisik* Kara : tapi aku tidak menyukai dia sama sekali! Dan kau harus tau jika aku tidak suka pada pria yang memakai kacamata seperti uki.

Indri : ohh! Baiklah SKIP !!! Sepulang sekolah, kara tidak langsung pulang kerumahnya. Melainkan, ia pergi ke tempat game center.. Sebenarnya, kara tidak begitu bisa bermain game. Namun tujuannya pergi ke game center hanya untuk bertemu dengan ka sento (pria tampan yang bekerja di game center) Sento : hai kara Kara : hai kak! *malu*
Sento : kau ingin bermain game? Kara : tentu saja! oia, aku ingin bermain game tapi aku tidak begitu mahir untuk memainkannya... Sento : aku akan mengajarimu. Setuju? Kara : yeah! Sento dan kara duduk berdampingan, dan mereka bermain game bersama. Setelah berjam-jam duduk dan bermain game, akhirnya kara mulai merasa lelah dan pamit pulang pada sento... Sento : hati di jalan ya! Kara : iya, bye... @Di perjalanan... Saat tengah berjalan, kara mulai merasa kesal karena ia tiba mendapat pesan singkat dari uki yang mengatakan cinta padanya... Kara : ugh! Apa maksudnya ini..? Kara menendang sebuah kaleng kosong di depannya. Namun kaleng itu mengenai kepala pria yang dulu pernah terkena lemparan kertas ulangannya.. Dia seorang mahasiswa yang bernama Louis. Dan mahasiswa itu selalu memanggil Kara dengan kata "Onde" Louis : kau lagi? Apa tidak ada hal lain selain melempariku dengan ini? Kara : maaf! Aku benar tidak sengaja Louis : selalu saja kata maaf yang kau ucapkan. Dasar Onde...

Kara : hei, berhenti memanggilku Onde! Kau pikir aku ini apa hah..? Louis : whatever! Pria itu pergi meninggalkan Kara yang masih kesal... SKIP !!! Keesokan harinya. Seperti biasa, Kara bangun kesiangan lagi. ia pun segera berlari menuju kelasnya yg berada di lantai dua. Bu sakura sedang menulis rangkuman di papan tulis. Supaya tidak ketahuan terlambat, kara pun merangkak ke tempat duduknya, dan Berhasil ! 5 menit kemudian, muncul seorang gadis berambut panjang. Sepertinya dia murid baru... .... : Permisi! Bu sakura : masuklah! Oh, apa kau murid baru? .... : iya! Aku memang murid baru disini Bu sakura : siapa namamu? .... : namaku Reina, tapi anda cukup memanggilku rei. Bu sakura : ouh, nama yang cantik! Baiklah, kau boleh duduk di... Bu sakura mulai mencari tempat duduk yang kosong. Dan dia pun mendapatkannya, tepatnya di belakang tempat duduk kara dan indri. Bu sakura : kau boleh duduk di sana! Reina : terimakasih! Reina berjalan melewati bangku kara. Sesaat ia menoleh dan memasang wajah sinis kearah kara, lalu ia duduk di bangkunya. Kara : ada apa dengannya? Kenapa dia menatapku seperti itu? *berbisik pada indri* indri : aku tidak tau! Uki : hai cantik... *mencolek lengan reina* Reina : hai... Uki : siapa namamu?

Reina : panggil aku rei! Itu cukup. Uki : baiklah, rei cantik! Kara : dasar genit! indri : kau cemburu? Kara : *menjitak kepala indri* aku tidak mungkin cemburu! Indri : awww! kau selalu saja begitu... Kara : kau yang memulainya in,, indri : okay! Aku mengerti... SKIP ! *Saatnya bel istirahat berbunyi.. Indri : kau ingin makan apa? Kara : aku sedang tidak napsu makan *menatap rei di sampingnya* Indri : hei! Berhentilah menatap reina seperti itu... *menepuk lengan kara* Kara : ugh! Dia baru saja datang ke sekolah ini, tapi lihatlah! Dia sudah mempunyai banyak penggemar. Indri : katakan, jika kau iri padanya! Kara : close your mouth indri! sepulangnya sekolah, lagi kara bertemu dengan louis... Kara dan louis memang selalu saja bertemu dan selalu saling meledek. Tentu saja Louis lah yang memulainya... Louis : hai Onde... Kara : diam kau! Louis : dari tadi aku diam Kara : dasar aneh! Louis : kau yang aneh, "Onde" Kara : sudah aku bilang, jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu! Dan berhentilah

menggangguku.. Louis : aku tidak pernah mengganggumu... Kara : dasar kau! "Pria Kesepian Kurang Kerjaan" kali ini Louis kalah perang... Louis pun pergi, namun tanpa sengaja kara melepaskan sepatunya dan mengenai kepala louis (lagi) Louis : hei.., berhentilah melemparku dengan sepatumu ini! Kara : *menunduk* Louis : bisakah kau menjadi gadis yang lebih lembut? Kara : apa? Aku harus lebih lembut? Week louis pun sangat kesal lalu memarahi kara dan melemparkan sepatu itu ke tempat yang jauh... Kara pun menangis, dan louis langsung berlari meninggalkan kara yang menangis ( tidak bertanggung jawab ) SKIP !! Hari ini hari minggu, kara yang memang tidak pernah mempunyai pekerjaan pun memilih jalan ke taman yang berdekatan dengan game center. Ternyata disana juga ada Rei yang sedang bermain-main dengan ponselnya... Kara : kau ada disini juga rupanya.. Rei : apa ada masalah? Kara : umh, tidak! Kara dan rei pun bertemu dengan Louis yang baru saja keluar dari game center, Ternyata louis adalah teman kak sento, Kara langsung shock. Berbeda dengan rei yang langsung jatuh cinta pada louis yg memang mempunyai wajah sangat tampan itu... Rei : hai, siapa namamu? *genit* Louis : apa itu penting? *muka datar* Rei : tentu! Aku ingin tau siapa namamu.. Louis : umh, aku louis! Rei : aku rei *menjulurkan tangan*

Kara : ugh! Dasar genit.. Rei benar telah jatuh cinta pada louis. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengajak louis untuk berkencan. Awalnya louis menolak, tapi rei terus memaksanya dan akhirnya mereka berdua pergi ke sebuah cafe... Kara pun penasaran dan mengikuti louis dan rei, namun ternyata ia malah bertemu dengan uki. Uki : kita bertemu lagi kara... *senyum pepsodent* Kara : ugh! Sial... Uki : ini hari libur, bagaimana jika kita pergi berkencan? Kara : apa? Aku tidak mau! Uki : lalu, sekarang untuk apa kau berada di cafe ini dan... Uki pun mengikuti arah pandangan mata kara dan melihat rei bersama seorang pria. Uki : apa kau sedang memata-matai rei? Kara : ssttt! Jaga bicaramu! Jangan sampai dia tau aku mengikutinya.. Uki : aku tidak akan memberitau rei jika kau mau pergi berkencan denganku Kara : please, jangan memaksaku! Uki : baiklah jika kau tidak mau, mungkin rei akan tau jika kau ada disini memata-matainya.. Kara : arrgh! Kau benar membuatku kesal. Baiklah, aku akan menuruti apa maumu.. Uki : haha.. Itu lebih baik! Akhirnya kara dan uki berjalan keluar. Namun ia kembali bertemu dengan Louis.. Louis : *menatap kara* Kara : apa yang kau lihat? Louis : apa dia kekasihmu? *menunjuk uki* Kara : apa aku harus menjawabnya? Louis : umh, itu tidak penting! Tapi, aku hanya ingin mengatakan jika hari ini tidak cocok untuk

berkencan.. Kara : wah, tapi sayangnya aku dan uki akan berkencan sekarang *tersenyum menang* Uki : apa kau mengenal pria ini? *menunjuk louis* Kara : no! Ignore him,, ayo kita pergi *menarik tangan uki* kara dan uki pun sampai di sebuah taman... Kara : lalu, sekarang apa yg akan kita lakukan? *malas* Uki : apa kau mau ice cream? Kara : sebenarnya aku sangat ingin memakan ice cream. Tapi aku tidak ingin memakannya bersama uki *bergumam* Uki : bagaimana? Kau mau tidak? Kara : aku tidak mau! Lagipula, aku sedang tidak ingin memakan ice cream *berbohong* Uki : baiklah... Tiba uki menggeser duduknya. Dan kini uki sudah sangat dekat dengan Kara,, uki menutup kedua matanya lalu memonyongkan bibirnya. dan mengarah ke pipi kara. Kara sangat ketakutan lalu berlari pergi... Uki : lho, mana kara? *bengong* kara terus berlari dan sesekali ia menoleh ke arah belakang, takut jika uki mengejarnya... Tanpa sadar sebuah tiang berada di depannya dan "BUGHH" kara menabraknya, lalu seketika ia pingsan. Kebetulan Louis baru saja pulang dari tempat kak sento. Ia pun melihat kara yg tergeletak di jalanan. Louis segera mengangkat tubuh kara dan membawa kara ke rumahnya... Pipi kara menjadi bengkak dan berwarna hijau kebiruan gara menabrak tiang. Louis membawa es batu dalam kantong kecil dan menempelkannya di pipi kara yg bengkak. Louis : dasar gadis aneh! Untuk apa dia berada di jalanan dengan pipi yang bengkak ini? Apa dia dikejar oleh seekor anjing, umh, sepertinya itu tidak mungkin... Sekilas Louis mengamati wajah kara yang tertidur... Louis : gadis ini terlihat sangat manis jika ia sedang tertidur seperti ini,, dia terlihat seperti gadis yang sangat lembut. Tapi kenyataannya tidak!

hari sudah mulai gelap, tapi kara belum juga sadar dari pingsannya... Namun saat ponselnya berbunyi, kara pun tiba terbangun dan langsung merogoh ponsel yang ada di saku bajunya. Kara : ya, hallo... Mom : dimana kau? Kenapa kau belum pulang? Kara : ya tuhan! Dimana aku? *berpikir* Mom : cepat pulang! Kara : ok..oke mom, aku segera pulang! Kara menutup telponnya dan memegangi pipinya yg terasa berdenyut-denyut. Louis : kau sudah sadar? Kara menoleh ke sumber suara dan mendapati louis berjalan kearahnya dengan segelas air putih ditangannya.. Kara : k..kau! Apa yang kau lakukan disini? Oia, ada dimana aku? Louis : sekarang kau sedang berada di rumahku. Kara : apa? Kenapa aku bisa ada di rumahmu dan... Kau tidak melakukan apapun padaku kan? *mulai salting* Louis : jaga bicaramu nona! Tentu saja aku tidak melakukan apapun padamu. Aku hanya menolongmu, itu saja! Kara pun berdiri dan tanpa pamit ia segera berlari keluar dari rumah louis... Louis : dasar gadis aneh! @Di Rumah Kara : aww! Ini semua gara uki aku jadi seperti ini *memegang pipinya* Mom : KARAAA *berteriak dari bawah* Kara : ya Mom! *balas berteriak* Mom : kemarilah! Kara pun turun dari kamarnya dan menemui mom dan adik laki nya yang menunggu di ruang makan...

Kara : i'm coming! Mom : hei, kenapa dengan wajahmu kara? *memegang pipi kara* Kara : aww! Jangan menyentuhnya mom, ini sangat sakit.. Mom : apa yang terjadi? Kara : umh.., tadi aku tidak sengaja menabrak tiang di jalan Mom : kenapa bisa? Apa kau dikejar seseorang? Kara : iya! Mom : siapa orang itu? Kara : ah, sudahlah mom! Aku tidak ingin membahas itu lagi.. Igo : wajahmu terlihat jelek! Kara : diam kau anak kecil dan Lanjutkan saja makanmu...! SKIP !! Mom : kara, ayo bangun! Kau harus pergi sekolah... Kara : mhhh... Mom, sepertinya hari ini aku tidak akan masuk sekolah Mom : memang kenapa? Apa kau sakit? Kara : tidak! Aku hanya malu dengan keadaan wajahku seperti ini mom.. Mom : tapi, bagaimana jika kau tertinggal pelajaran? Kara : tidak akan! Nanti aku bisa meminjam buku pada indri.. Mom : hmm., baiklah! Terserah kau saja. Kara : thanks mom! ===== jam 13.30 ! Kara mulai merasa bosan berada dikamarnya. Ia pun mengajak adiknya yang berumur 9 tahun itu pergi ke tempat game center...

Igo : untuk apa kau mengajaku ketempat ini kak? Kara : main game! Sudahlah, kau diam saja dan jangan banyak bicara... Igo : tapi, mom melarang kita untuk tidak bermain game. Apa kau lupa? Kara : aku ingat, tapi kau jangan pernah memberitahu mom tentang ini. Okay? Igo : *silent* Kara : baiklah, ini untukmu! *memberikan uang berwarna biru* Igo : hehe.., bisa aku atur kak. Kau tenang saja! Kara : ugh! Kenapa bisa aku mempunyai adik sepertimu? Dasar mata duitan.. Igo pun berlari ke sebuah ruko untuk membeli ice cream, dan kara duduk di bangku untuk menunggu kedatangan sento... Kara : mana ya kak sento? *lirik kanan lirik kiri* kara telah menunggu cukup lama, namun sento tak pernah muncul. igo yang telah mengantuk karena kelelahan pun menarik tangan kakaknya agar bisa cepat pulang ke rumah. Igo : sampai kapan kau akan duduk disini? Aku sudah sangat mengantuk kak, ayo kita pulang! *merengek* Kara : hmm.., mungkin kak sento memang tidak akan datang, baiklah! Ayo kita pulang... @Di Jalan igo masih menjilat tangan kanannya yang penuh dengan sisa ice cream,, sedangkan tangan kirinya menggenggam jari kara. Kara : apa kau sudah selesai? Berhentilah menjilat tanganmu! Itu sangat menjijikan... Igo : *tetap menjilat tangannya* saat melewati sebuah lapangan, igo melihat ada beberapa pemuda sedang berlatih basket. Ia pun berhenti dan mengajak kara untuk melihatnya lebih dekat ke arah lapang. Igo : wah, kakak itu benar hebat bermain basket! *memuji* tiba bola basket itu menggelinding kearah kara. Tanpa disangka, dari keenam pemuda itu ternyata louis juga ada disana...

Kara : aduh! Lagi aku harus bertemu dengannya, sial..! Louis : hei! Bisa kau lemparkan bola itu padaku? *sedikit berteriak* Kara : *menundukan kepala* Igo : kak, ayo lemparkan bola itu! Kara : aku tidak mau! Louis pun datang menghampiri kara dan igo. Igo : ini bolanya kak! *memungut bola dan memberikan pada louis* Louis : terimakasih! Oia, apa dia kakakmu? *menunjuk kara* Igo : iya, dia kakakku. Namanya kara. Kara : hei, kenapa kau harus menyebut namaku? *menoleh kearah igo* Igo : memang kenapa? Louis : *tersenyum* lagi aku bertemu dengan gadis aneh ini! Kara : igo, kau bilang tadi kau mengantuk kan? Ayo kita pulang! *menarik lengan adiknya* Igo : tadi aku memang mengantuk, tapi sekarang tidak lagi! Kara : ugh! Kau menyebalkan, yasudah. Jika kau tidak mau pulang, aku akan pulang sendiri.. Igo : tapi, bagaimana denganku? Kara : aku tidak peduli! Kara berlalu pergi, dan igo hanya bisa mengikuti langkah kaki kara dari belakang... Kara : ya tuhan! Kenapa aku harus terus-menerus bertemu dengan pria itu??? Igo : kak, tunggu aku! Kara : Cepatlah! *kesal* saat dalam perjalanannya menuju rumah,, tanpa disangka, di tengah jalan tiba kara dan igo dihadang oleh tiga orang pria dengan wajah yang sangat menyeramkan. Karena ketakutan, igo pun bersembunyi di belakang punggung kara. Kara : mau apa kalian?

___ : hai nona manis? Kau tidak usah takut pada kami, kami ini bukan orang jahat *mencolek dagu kara* Kara : arrgh! Beraninya kau menyentuhku! Menjauhlah dariku, atau aku akan berteriak... ___ : haha... Aku suka gadis galak! Berteriaklah jika kau mau, karena mungkin tidak akan ada orang yg mau menolongmu pria itu mulai mendekat. Kara memundurkan langkahnya dan tangannya menggenggam erat tangan igo. Igo : lalu sekarang bagaimana? *ketakutan* Kara : entahlah, aku tidak tau.. Kara pun mulai terpojok karena ia sangat ketakutan. Sedangkan ketiga pria itu sudah berada di dekatnya. Karena tak tau harus berbuat apa, kara hanya dapat memejamkan matanya dan berharap seseorang akan datang untuk menolongnya.. Sesaat suasana hening. Kara mencoba membuka sedikit matanya,, dan melihat pria itu masih ada di dekatnya.. Tanpa pikir panjang, kara pun berteriak dan membawa igo berlari menjauhi ketiga pria tersebut. Ketiga pria itu terus mengejar kara. Karena benar ketakutan, kara memilih kembali ke lapang tempat louis dan teman-temannya bermain basket. Tapi sayangnya lapang itu sudah sangat sepi dan tak ada satu orang pun disana... Kara : kemana mereka? ___ : haha...kau tidak bisa lari dari kami nona manis! Kara : aku mohon jangan ganggu aku dan adikku! ___ : kami tidak akan mengganggumu, kami hanya ingin berkenalan denganmu. Pria itu kembali mendekati kara.. Namun tiba..... ___ : aww! Sebuah bola basket mengenai pria jahat itu. Dan ternyata Louis lah yang melemparkan bola tersebut... Louis : jangan pernah kau mengganggunya! ___ : siapa kau? Tidak usah kau mencampuri urusan kami.. Louis : aku hanya tidak suka melihat temanku diganggu...

Karena kesal ketiga pria itu menyerang louis. Untungnya, louis pernah ikut dalam pelatihan tinju. Jadi dia dapat mengatasi pria itu dengan sangat mudah... Setelah mendapat beberapa luka di wajahnya, akhirnya ketiga pria itu pun kaburrr... Igo : kakak hebat!! Louis : *tersenyum* louis pun menghampiri kara yang masih sedikit ketakutan... Louis : apa kau baik saja? Kara : *diam* Louis : apa ada yang terluka? Kara : umh.., aku tidak apa! Terimakasih kau sudah mau menolong kami... Kara berjalan melewati louis dan menarik tangan adiknya untuk segera pulang kerumah... SKIP !! Di rumah... "aku hanya tidak suka melihat temanku di ganggu..." Kara : teman? Apa dia menganggapku teman? Kenapa dia mau menolongku? padahal dia selalu mengejekku... Tiba ia merasakan ngilu di pipinya... Kara : ya ampun! Aku sampai melupakan ini,, argh! Sepertinya, besok aku harus memakai masker ke sekolah! ( bukan masker untuk pemutih muka ya! Tapi masker untuk penutup/pelindung muka ) ===== Indri : hei, ada apa? Kenapa kau memakai masker ke sekolah? Kara : wajahku lebam! Indri : lebam? Coba aku lihat! Kara membuka maskernya dan pipinya memang masih terlihat bengkak dan biru... Indri : ya ampun! Kenapa bisa seperti itu?

Kara : umh, jadi begini ceritanya... *mulai bercerita* Indri : kasihan sekali kau! Dan kurangajar sekali si uki itu. Berani-beraninya dia mencoba ingin menciummu... Kara : aku juga kesal padanya.. Indri : yasudah, sebaiknya kita masuk kelas sekarang! Kara : *mengangguk* SKIP !! Pulang sekolah, seperti biasa kara berjalan kaki menyusuri jalanan yang biasa ia lewati.. Seketika ia menghela nafas ketika mendapati seorang pria yang sangat ia kenali tengah duduk di pinggir lapangan dengan memainkan sebuah bola basket. Kara : apa ini takdir? atau memang sebuah kebetulan? Kenapa aku harus bertemu dia lagi ugh... Louis : hei... Kau! *mendekati kara* kara terus berjalan tanpa menoleh kearah louis yg memanggilnya. Namun tangannya tertahan, dan louis lah yg menahan tangannya. Kara : maaf! Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu, jadi lepaskan tanganku! Louis : aku juga malas bertengkar denganmu, tapi aku hanya ingin memberikan ini padamu! *menyodorkan sebuah gelang* Kara : ha? Itu gelang miliku... tapi kenapa benda ini ada padamu? Louis : kemarin kau sempat menjatuhkannya. Kau ingat? Kara : *berpikir* ohh ya! Aku ingat. Terimakasih kau sudah mengembalikan ini padaku.. Seketika hening... Louis mengamati wajah kara dan tentu saja kara merasa jengah... Louis : kenapa kau memakai masker? Apa wajahmu masih bengkak? Kara : *mengangguk* louis mendekati kara dan mencoba membuka masker yang tengah di pakai oleh gadis itu.

Kara : kau mau apa? Louis : aku hanya ingin melihat wajahmu yg bengkak,, kara membiarkan louis membuka maskernya, dan tangan louis mulai menyentuh pipi kara yg masih terlihat biru itu... Louis : aku akan mengobati lukamu, ikutlah denganku! Kara : kemana? Kara : hei, kau mau mengajakku kemana? Louis : ke rumahku! Kara : untuk apa ke rumahmu? Louis : diam, dan jangan banyak bicara! Kara : *menutup mulutnya* setelah sampai di rumah. Louis cepat pergi ke kamarnya untuk mengambil sebuah salep. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, louis kembali menemui kara dan duduk di sampingnya... Louis : mendekatlah! Kara : *menggeser duduknya mendekati louis* louis mengusapkan salep itu di wajah kara yang lebam,, namun kara meringis kesakitan. Akhirnya louis mendekatkan wajahnya dan perlahan meniup dan mengusap pipi kara dengan lembut.. Kara : oh god! Kenapa aku bisa sedekat ini dengannya... *salting* Louis : kau gugup? Kara : umh.., sama sekali tidak! Louis : *tersenyum* Kara : kenapa kau tersenyum? Louis : tidak apa ! Kara : *menatap louis* Louis : berhenti menatapku seperti itu! Nanti kau bisa jatuh cinta...

Kara : err! Siapa yang akan jatuh cinta pada pria menyebalkan sepertimu hah..? Louis : menyebalkan? Kau belum tau! Aku ini pria yang sangat populer dan disukai banyak gadis... Kara : benarkah? *mengangkat satu alisnya* Louis : yup! Begitulah.. Setelah selesai mengobati kara. Jam di dinding rumahnya telah menunjukan pukul 15.30,, kara pun segera beranjak dari duduknya dan pamit pulang pada louis.. Kara : emp.. Sudah sore, aku pulang dulu! Louis : mau aku antar? Kara : kau tidak usah berpura-pura baik padaku! Lagipula, aku masih bisa pulang sendiri.. Louis : terserah! Aku hanya menawarkan kebaikan.. Kara : ! SKIP !! Keesokan harinya.. Pagi sebelum berangkat ke sekolah, kara sudah mendapat telpon dari nomor yang tidak ia kenal. Karena penasaran, kara pun langsung mengangkat telpon tersebut... "Via Telpon" Kara : hallo... ___ : hallo cantik! Kara : apa? Cantik? Siapa kau..? ___ : apa kau tidak mengenali suaraku? Kara : *berpikir* ___ : bagaimana? Apa kau sudah mengenaliku? Kara : apa kau... Uki? *mencoba menebak* ___ : haha.. Akhirnya kau mengenaliku juga. Kara : jadi, kau benar uki? ___ : iya honey!

Kara : darimana kau tau nomor handphoneku? Uki : itu rahasia honey! Kara : jangan lagi kau memanggilku honey! *kesal* Uki : kenapa? Kara : aku bukan pacarmu bodoh! Uki : tapi aku mencintaimu... Kara : ugh..! Terserah KLIK! Kara segera menutup ponselnya dan berlari keluar untuk pergi ke sekolah.. Kara : bagaimana bisa dia tau nomor ponselku? Apa indri yang memberikannya? Tapi, sepertinya itu tidak mungkin.. Di depannya terlihat sebuah kaleng kosong,, kara telah mengayunkan kaki untuk menendang kaleng itu, namun ia mengingat saat kaleng itu mengenai kepala louis.. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menendang kaleng tersebut.. ___ : hei... Kara! Mendengar seseorang meneriaki namanya, kara pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.. Kara : kak sento? Sento : hai... Kara : h..hai! Sento : berangkat sekolah? Kara : *mengangguk* Sento : sendiri? Kara : seperti yang kau lihat, aku hanya berjalan sendirian.. Sento sempat tersenyum lalu ia mengacak-acak rambut kara.. Kara : apa yang kau lakukan? Rambutku jadi berantakan kak...

Sento : maaf! Sento kembali merapihkan rambut kara dan menyapu poni yang menghalangi wajah cantiknya.. Sento : aku antar ya! Kara : tidak usah kak, sekolahku tidak jauh dari sini jadi... Sento : sudahlah! *meraih tangan kara dan menggandengnya* Kara : emp... Kak! Sento : apa? *tanpa menoleh ke arah kara* Kara : hari ini kau tidak masuk kerja? Sento : kebetulan aku sedang free! Kara : ohh.. *menganggukan kepala* 7 menit kemudian, kara telah sampai di depan sekolahnya... Kara : sudah sampai.. Sento : baiklah, sekarang kau masuk ke kelasmu! Kara : iya! Terimakasih kau sudah mengantarkan aku.. Sento : sama kara melambaikan tangan kearah sento dan berlalu menuju kelasnya... Kara : pagi... Indri : bersemangat sekali kau hari ini, ada apa? Apa kau mendapat sebuah undian? Kara : no..no..! Lebih dari itu.. Indri : lalu apa? Ayo ceritakan padaku! Kara : umh.., tadi kak sento mengantarkan aku ke sekolah.. Indri : maksudmu, kak sento yang bekerja di game center itu kan? Kara : yup!

Indri : lalu, apa istimewanya? Aku pun setiap hari diantar pacarku ke sekolah.. Kara : tentu saja itu sangat istimewa, karena baru pertama kalinya aku berjalan bersama dengan pria yg sangat aku sukai... Dan kau tau? Di sepanjang perjalanan, dia menggandeng tanganku... Indri : benarkah itu? Kara : *mengangguk* Indri : ouh so sweet! Saat sedang asik mengobrol, seketika wajah kara berubah saat reina memasuki kelas... Reina : hei kau! Bukankah kau yang kemarin ada di taman itu kan? Kara : ya! Itu aku. Kenapa? Reina : apa kau sudah lama mengenal louis? Kara : louis? Siapa dia? Aku tidak mengenalnya! Reina : jangan bohong! Louis bilang kalian sudah lama saling kenal Kara : dia berkata seperti itu padamu? Reina : ya! Katakan, sudah berapa lama kau mengenal dia? Kara : aku memang benar tidak mengenalnya! Aku dan dia hanya... Rei : hanya apa? Kara : aku dan dia hanya pernah beberapa kali bertemu, tidak lebih dari itu. Rei : kau yakin? Kara : untuk apa aku berbohong padamu? Rei : tapi kenapa louis berbicara lain tentangmu? Kara : soal itu aku tidak tau *mengangkat bahunya* rei pun mengernyitkan dahi lalu duduk di bangkunya.. Indri : louis? Siapa dia? Kenapa kau tidak pernah bercerita padaku tentang dia? Kara : ah,, dia tidak penting!

Indri : tidak penting? Kara : iya! sudahlah, Aku sedang tidak ingin membahas pria itu.. Indri : ??? Bel tanda masuk sudah berbunyi, kini saatnya kara dan teman-teman'nya untuk berhenti berbicara karena seorang guru telah memasuki kelas untuk mulai mengajar.. Bu Emi : baik anak,, sekarang saatnya membuka buku matematika kalian dan kerjakan soal di halaman 223.. Indri : ulangan lagi? Kara : mati aku! Semalam aku tidak sempat belajar.. *menepuk keningnya* Indri : siap saja! kau pasti akan mendapat nilai 'bebek' lagi.. *cengengesan* Kara : hufft! Semoga kali ini tidak lagi.. Indri : aku juga berharap seperti itu.. SKIP !! 90 menit untuk mengerjakan soal matematika benar membuat otak kara menjadi panas (?),, untungnya, hari ini sekolah sedang mengadakan rapat. Jadi semua siswa bisa pulang lebih awal.. \(^o^)/ Indri : kara, hari ini aku ingin main ke rumahmu ya.. Kara : boleh! Tapi, apa pacarmu tidak datang menjemputmu? Indri : tidak! Dia masih sibuk dengan urusannya.. Kara : baiklah, ayo kita ke rumahku sekarang! Indri : okay! Saat melewati gerbang sekolah, ternyata michele sedang membagikan kartu undangan untuk acara ulang tahunnya nanti malam.. Kara dan indri pun mendapatkan undangan itu.. Michele : nanti malam, jangan lupa datang ke acara ulang tahunku ya! Kalian juga harus memakai gaun yang cantik. karena akan banyak pria tampan di rumahku! Indri : benarkah? Tentu kami akan datang,, terimakasih untuk undangan'nya..

Michele : iya benar! U welcome.., aku pergi dulu ya, bye..! Michele pun berlalu pergi... Kara : sepertinya aku tidak akan ikut.. Indri : kenapa? Kara : aku malas! v,v Indri : tapi, disana akan ada banyak pria tampan. Bukankah kau ingin bertemu dengan pangeranmu? Kara : pangeranku hanya kak sento ! Indri : jangan begitu! Ayolah, kau harus ikut.. Kara : entahlah, aku benar malas pergi! Kara melanjutkan langkahnya dan diikuti indri.. @Di Rumah.. Indri : apa mom ada di rumah? Kara : hanya ada igo di rumah.., mom masih sibuk dengan pekerjaannya. Ayo kita ke kamarku! Indri : *mengangguk* Kara menyalakan televisi di kamarnya. dan kebetulan hari itu ada acara music., kedua gadis itu pun mulai bernyanyi dengan suara falsetto'nya tidak tau jika di kamar sebelah, igo sedang sibuknya belajar... Igo pun menggedor pintu kamar kakaknya.. Kara : ada apa? Igo : diamlah, jangan berisik! Apa kau tidak tau jika aku sedang belajar? Kara : oops! Maafkan aku adikku sayang.., baiklah kami tidak akan mengganggumu. Sekarang lanjutkan belajarmu! Igo : dan satu lagi.. Kara : apa? Igo : suaramu itu jelek dan tidak enak di dengar, jadi jangan pernah bernyanyi dan berteriak seperti itu!

Kara : Apa kau bilang? Suaraku jelek? Igo : memang benar igo pun pergi meninggalkan kamar kakaknya.. Kara : dasar! Dia tidak tau jika aku ini calon bintang... SKIP !! Malam harinya, tepat pukul 18.59 indri sudah bersiap-siap dengan gaun cantiknya. Berbeda dengan kara yang masih berada di kamarnya dengan laptop yang masih menyala.. Indri : ya tuhan! Kenapa kau belum bersiap-siap? Kara : hei, sejak kapan kau ada di rumahku? Indri : kau tidak perlu tau! Sudah, sekarang ayo ganti bajumu dan pergi bersamaku! Kara : sudah kubilang, aku tidak akan ikut ke pesta itu.. Indri : tapi, kau benar harus ikut! Jika tidak, kau akan menyesal nanti.. Kara : kenapa begitu? Indri : sudahlah jangan banyak tanya, sekarang kau ganti dulu pakaianmu! Kara : tapi... Karena geram, akhirnya indri menarik kara dari tempat tidurnya dan memaksa dia untuk mengganti pakaiannya dengan gaun cantik berwarna ungu muda... Dengan gaun cantik berwarna ungu itu, kara terlihat sangat anggun dan cantik.. Indri : waw... Lihatlah! Kau tampak manis memakai gaun itu. Aku yakin, pasti semua pria akan terpesona melihatmu seperti ini.. Kara : kau berlebihan! Indri : aku serius! Yasudah, ayo kita pergi sekarang.. Kara : aku harus pamit pada mom.. Indri : tidak usah! Tadi aku sudah berpamitan pada mom,, dan dia mengizinkanmu untuk pergi bersamaku malam ini..

Kara : ??? Tanpa berlama-lama, kedua gadis itu pun segera pergi ke acara ulang tahun michele... Disana sudah terlihat sangat ramai oleh tamu undangan., dan diantara para tamu itu, terlihat para pria yang mengenakan setelan tuxedo dan memakai topeng di wajah mereka... Kara : kenapa mereka memakai topeng? Apa ini pesta topeng? Indri : aku tidak tau... Michele : hei, ayo masuk! *berteriak* Kara : chele, apa acaramu bertema pesta topeng? Michele : *menggeleng* Kara : lalu...... Kara : lalu, kenapa semua pria memakai topeng di wajahnya? Michele : memang! Tapi hanya pria yang boleh memakai topeng itu, kalian tidak perlu memakainya Indri : ohh, begitu ya.. *** acara menyanyi dan memotong kue ulang tahun telah selesai. Kini acara dansa bersama pun segera di mulai... Kara : kenapa harus berdansa? Aku kan tidak punya pasangan tiba seorang pria bertopeng datang menghampiri kara dan mengajaknya berdansa... ___ : maukah kau berdansa denganku? Kara : aku..umh...aku... Tanpa mendapat jawaban dari mulut kara, pria itu segera menarik tangan kara dan mereka mulai berdansa. Pria itu melingkarkan kedua tangannya di pinggang kara,, sedangkan kara sendiri melingkarkan lengannya di leher pria misterius itu.. Saat berdansa, kedua pasang bola mata itu saling bertatapan. "mata biru yang indah" kara tersenyum dan mulai jatuh cinta pada mata indah yang tengah menatapnya.. Kara : jika aku boleh tau, siapa namamu?

___ : apa itu penting? Kara : bagiku sangat penting.. ___ : *tersenyum* Kara : kenapa kau tersenyum? Apa ada sesuatu yang lucu? ___ : tidak! Kara : lalu? ___ : kau cantik, bahkan sangat cantik! Kara : *blush* ___ : kau tampak beda dari biasanya kara! Kara : apa? Hei, darimana kau tau namaku? ___ : itu rahasia! Kara : *cemberut* setelah lelah berdansa, kara berjalan cepat menuju meja dan meraih segelas juice.. Karena kehausan, kara menghabiskan minuman itu dengan cepat.. Namun tanpa di duga, ternyata minuman yang diminum kara adalah segelas anggur yang memabukan (?) Michele : KARA... Kenapa kau meminum itu? Kara : apa? Ada apa? Memang, apa yang aku minum? Michele : kau meminum anggur,, kau bisa mabuk kara.. Kara : APA..? Yang benar saja? Michele : iya! Mungkin beberapa menit lagi kau akan merasakan pusing.. Kara : oh tidak!! *** benar saja apa yang dikatakan michele,, beberapa menit setelah meminum anggur itu kini kara telah merasakan pusing di kepalanya.. Indri yg kebingungan, mulai panik.. Indri : bagaimana jika mom'nya tau? Aku bisa dihukum..

Michele : lalu, sekarang bagaimana? Indri : entahlah, aku juga tidak tau! Kara berjalan sempoyongan menuju balkon rumah michele.. Ia menatap langit malam dan mulai berbicara sendiri,, tapi sesosok pria menghampirinya. Ya! Dia adalah pria yang sempat berdansa dengan kara.. ___ : apa kau tidak apa? Kara : si..siapa kau? Kenapa kau ada disini? Apa mungkin kau kak sento? ___ : kau tidak perlu tau siapa aku,, Kara : tapi... "BRUKKK" kara terjatuh ke lantai dan pria itu menolongnya... ___ : kara, sadarlah!! Kara : aku... Aku mencintaimu kak... *mengigau* pria itu menatap kara. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah kara dan... Hidung mereka bersentuhan,, hingga detik berikutnya, pria itu memiringkan wajahnya dan kini benda lunak itu telah menempel di bibir kara... Yup! Kara dan pria misterius itu berciuman sangat mesra namun sayangnya, kejadian itu tidak berlangsung lama karena tiba kara pingsan dan tidak sadarkan diri... SKIP !!! Paginya... Kara mulai membuka matanya dan memegangi kepalanya yang masih terasa pusing... Kara : mhhh... Dimana aku? Mom : kau sudah sadar? Kara : mom, kenapa kepalaku terasa sangat berat dan pusing? Mom : jelas saja kepalamu pusing,, semalam kau banyak meminum anggur.. Kara membulatkan matanya dan mengingat saat dirinya kehausan dan meminum segelas juice yg ternyata adalah anggur.. Kara : ya ampun! Mom, aku benar tidak sengaja meminum itu,, aku pikir itu hanya minuman biasa

dan... Mom : ya! Mom tau, indri sudah menceritakan semuanya.. Kara : ohh, syukurlah! Mom : tapi lain kali, jangan kau ulagi lagi! Kara : tidak akan mom, aku janji! Mom : yasudah, sekarang pergilah mandi dan mom akan menyiapkan sarapanmu di meja.. Kara : baik! Kara beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Saat melewati sebuah cermin, ia berhenti dan menatap wajahnya di cermin.. Kara : semalam, aku merasakan sebuah ciuman. Tapi... Apa itu sungguhan? Atau aku hanya bermimpi? Tapi rasanya ciuman itu sangat nyata... *memegangi bibirnya* *** Indri : hai.. Honey! Kara : hai... *muka datar* Indri : kenapa wajahmu begitu? Kara : sepertinya aku masih mabuk.. *menunduk* Indri : ada saja kau ini... Kara : ohiya.., semalam siapa yang mengantarkan aku pulang? Indri : tentu saja aku, memang siapa lagi? Kara : aku pikir... Umh, in... Indri : apa? Kara : emp... Sepertinya, semalam ada seorang pria yang menciumku.. Indri : what? Benarkah itu? Kara : iya, sepertinya aku benar berciuman dengannya,, tapi sayangnya aku tidak bisa mengingat dengan jelas.

Indri : waah.. Kira siapa ya pria yang beruntung yang mendapatkan ciuman pertamamu? Kara : entahlah! Tapi aku harap pria itu adalah kak sent... Indri : ssttt! Berhentilah menyebut nama sento! Aku harap bukan dia yang beruntung mendapatkan ciuman pertamamu itu.. Kara : kenapa? Indri : kau tau? Sebenarnya aku sebal jika mendengar kau menyebut-nyebut nama sento.. Kara : .... Kara : kau jahat! Indri : kau yang terlalu berlebihan kara! Seperti tidak ada nama pria lain saja,, Kara : jelas kau tau jika aku sangat menyukai kak sento.. Indri : tapi, apa dia juga menyukaimu? Kara : aku... Aku tidak tau! Indri : hmm, lebih baik kau jangan terlalu berharap pada pria itu! aku takut jika nantinya kau akan sakit hati.. Kara : maksudmu? Indri : emp., soal itu... Lupakan! Karena aku tidak ada maksud apa.. Kara : ugh..! Menyebalkan *** jam sudah menunjukan pukul 14.23 namun kara belum juga pulang ke rumahnya. Ia masih asik bermain game di tempat sento, ada Louis juga disana... Louis : kenapa kau belum pulang onde? Kara : apa masalahmu hah? Louis : tidak ada! Hmm.., pantas saja nilai ulanganmu selalu jelek,, kau tidak pernah belajar dan lebih banyak bermain game Kara : hah? Darimana kau tau jika nilai ulanganku selalu jelek?

Louis : apa kau lupa? Kau sering melempar kertas ulanganmu ke kepalaku... Kara pun merasa malu dan mulai menunduk. Menatap kakinya yang masih memakai sepatu sekolahnya.. Louis : baiklah, bagaimana jika kau bermain game bersamaku? Kara : tidak mau! Louis : kenapa? Kau marah padaku? Kara : arggh... Oke! Ayo kita main! Kara duduk disamping louis dan mulai bermain game.. Sesekali mata louis bergerak dan menatap gadis yang duduk di sampingnya. Ujung bibirnya bergerak dan menyunggingkan sebuah senyuman penuh arti... "gadis ini benar lucu! Tapi entah apa yang membuatku selalu ingin mengganggunya. Ingin membuat dia marah, dan aku sangat menyukai mimik wajahnya saat ia sedang kesal dan marah... " batin louis Kara menyadari saat louis memperhatikannya. Ia pun mulai mempunyai kesempatan untuk cepat mengakhiri permainan itu... Kara : yess! Kau kalah louis.. Louis pun tersadar dan mendapati permainan telah usai, dan kara yang mengalahkan jagoannya... Louis : kenapa aku bisa kalah? Ugh, pasti kau curang... Kara : aku tidak curang! Kau saja yang tidak bisa bermain game sento yang baru saja memasuki ruangan pun segera menghampiri kara dan louis... Sento : apa kalian sudah selesai? Kara : sudah! Dan kau tau? Aku bisa mengalahkan orang ini... *menunjuk louis* Louis : huh! Itu gara kau bermain curang... Kara : aku tidak curang.. Sento : sudah, kalian tidak usah ribut! Beberapa saat suasana menjadi hening, namun detik berikutnya sento dibuat kaget oleh seorang wanita yang tiba menutup matanya.. ___ : hai... Apa aku membuatmu terkejut?

Sento : kate? Apa benar ini dirimu..? ___ : kau melupakanku? Iya sayang, ini aku kate! Sento pun segera berhambur memeluk wanita yang bernama kate itu... Kara : ? Sento : umh, kenalkan! Dia kate.. Louis menjulurkan tangannya dan disambut hangat oleh kate. Namun kara masih dengan wajah bingungnya.. Kate : siapa namamu? Kara : umh.., aku... Louis : kara! Namanya kara... Kate : ohh, hai kara... Kara : h..hai.. *FakeSmile* Sento : kate adalah pacarku. Dia baru pulang dari jepang.. Kara : apa? Kate : senang bertemu kalian.. apa kalian teman sento? Louis : ya! Kami temannya... Kara : umh.., maaf! Sepertinya aku harus segera pulang.. Kara melangkahkan kakinya yang berat. Entah apa yang membuatnya menjadi sangat lemah dan sulit untuk mempercayai semua yg dilihatnya hari ini. Kate : dia gadis yang cantik *berbisik di telinga sento* Sento : tapi kau lebih cantik sayang! Kate : Louis : sepertinya, aku juga harus pergi.. Sento : kau mau kemana?

Louis : umh, menemui seseorang.. Bye! Sento+Kate : Bye... Kara masih berjalan dengan tatapan kosongnya. Ia masih mengingat saat ia bersalaman dengan wanita yang bernama kate... Namun langkahnya tiba terhenti karena seseorang menghadangi jalannya... Kara : jangan halangi aku! Aku mau pulang.. *wajah datar* Louis : apa kau menyukai sento? Kara : apa aku harus menjawab pertanyaanmu? Louis : umh, tidak! Kara : dan sekarang, menyingkirlah dari hadapanku! Aku sangat lelah dan ingin pulang.. Tanpa sadar, butiran bening itu telah terjatuh dari sudut mata kara dan membuat pipi gadis itu menjadi basah... Louis : hei, kau menangis? Kara : tidak! *mengusap pipinya* Louis : kau tidak bisa membohongiku.., dasar gadis cengeng! Lalu tiba kara menunduk dan menutup bibir dengan telapak tangannya agar tangisan itu tidak akan terdengar oleh louis... Louis : ayolah, kau jangan menangis seperti itu! Kara : kau tidak tau, bagaimana rasanya sakit hati... Louis : aku tau! Bahkan aku pernah mengalaminya.., tapi aku tidak menangis seperti dirimu.. Kara : kau dan aku berbeda! Louis : aku tau, tapi... Kara : kau dan dia sama saja, tidak pernah mau mengerti perasaan seorang gadis sepertiku... Kara menabrak bahu louis dan berlari untuk pulang ke rumahnya... Louis : kau harus tau kara! Aku tidak sama seperti sento, aku menghargaimu... *batin louis*

kara melemparkan tubuhnya ke sofa yang berada di kamarnya. Sejenak, ia memejamkan mata dan menghela nafas sesaknya... Kara : huftt! Rasanya aku ingin berteriak di telinganya... Aku ingin berteriak dan mengatakan jika aku sangat menyukainya.. Kara mencengkram bajunya dan sesekali ia mengacak-ngacak rambutnya hingga terlihat sangat berantakan... Lalu ponselnya berdering. Terlihat nama indri di layar ponsel, kara pun cepat mengangkat telponnya.. Kara : ya in, ada apa? Indri : kau selalu saja seperti itu. Hei, aku sudah ada di depan kamarmu, cepat buka pintunya! Kara : hah? Indri : jangan kaget! Ayo cepat buka pintunya, untuk apa kau mengunci kamarmu.. Kara : maaf! Tapi hari ini aku sedang tidak ingin diganggu, pergilah! Dan besok kita akan bertemu di sekolah. Okay? Indri : sebenarnya ada apa? Tidak biasanya kau mengurung diri dikamar? Kara : aku sedang malas, aku sangat lelah hari ini. Sudah ya! Klik! Panggilan pun terputus.. Indri : ugh! Sebenarnya dia kenapa? SKIP !! Hari ini kara bangun kesiangan lagi. Jam di meja kamarnya telah menunjuk angka 7, kara pun bergegas mandi dan mengganti pakaiannya dengan tergesa-gesa... Di tengah perjalanannya menuju sekolah, kara bertemu dengan louis. Dan lagi louis menahan langkah kaki kara yang sedang terburu-buru itu.. Kara : Kali ini aku benar sudah terlambat. jadi, aku mohon jangan halangi jalanku..! Louis : bagaimana jika aku mengantarkanmu kesekolah? Kara : ha? Louis : ayo masuk ke mobilku! Kara : tap..tapi aku...

Louis : kau sudah terlambat kan? Kara : --kara masih kebingungan. Jika dia tidak ikut dengan louis, pasti dia akan terlambat masuk kelas. Tapi jika dia ikut dengan louis, pasti kara akan berhutang budi pada pria baik hati itu.. Louis : jadi bagaimana? Kau mau ikut denganku atau tidak? Kara : umh... Louis : ugh! lama sekali, sudah ayo! Louis menarik pergelangan tangan kara. Dan deg..deg..deg! Suara itu terdengar sangat jelas. Kara pun memegangi dadanya yg tengah berdebar-debar.. Louis segera melajukan mobilnya. Dan tanpa menempuh waktu yang lama, 5 menit kemudian mereka telah sampai di sekolah kara.. Louis : oke, kita sudah sampai.. Kara : lou? Louis : apa? Kara : darimana kau tau ini sekolahku? Daritadi aku tidak memberitaumu! Louis : oh, itu emp... *bingung* Kara : tapi sudahlah tidak perlu di bahas,, aku harus masuk sekarang! Louis : yasudah, masuklah ke kelasmu! Jangan lupa berdo'a supaya kau tidak dapat hukuman hari ini Kara : umh.., sulit rasanya aku harus mengatakan ini padamu. Tapi.., terimakasih banyak kau sudah menolongku hari ini Louis : tidak masalah! Aku senang bisa membantumu. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Bye... Kara : bye... *melambaikan tangan* setelah itu, kara berlari menuju kelasnya. Dan dia terus berdo'a supaya saat dirinya masuk, belum ada seorang guru di kelasnya... Indri : hei kau, ayo sini!

Kara : fiuh! Akhirnya do'aku terkabul... Indri : kau hampir terlambat sayang! Kara : yup, aku tau! "kali ini kau menyelamatkan aku, thanks Louis" kara tersenyum dan kembali memainkan ponselnya sebelum gurunya datang untuk mengajar. Di tempat lain. Louis masih terdiam duduk di kelasnya, sedangkan teman-temannya yang lain telah berhamburan keluar karena kelas telah dibubarkan. Dia menatap ponselnya. Tiba matanya merah dan nafasnya mulai tidak beraturan. "aku sangat merindukanmu, sangat-sangat rindu" louis menghela nafasnya lalu memasukan kembali ponsel itu pada saku celananya. *** bel tanda pulang telah terdengar sangat nyaring, semua murid segera berlari berhamburan dari dalam kelas.. Hari ini cuaca sedang tidak mendukung. Awan terlihat abu kehitaman, dan angin yang bertiup cukup kencang hingga menerbangkan semua dedaunan yang gugur dari pohon. Indri : mau kuantar pulang? Kara : tidak usah! Aku terbiasa berjalan kaki. Lagipula rumahku dekat dari sini Indri : kau yakin? Tapi, sepertinya hujan akan segera turun. Kara : tidak usah cemas, jika hujan turun itu lebih bagus. Indri : umh, yasudah jika itu maumu. Aku duluan ya! Bye.. Indri memasuki mobilnya dan beberapa detik kemudian mobil itu telah menghilang dari pandangan kara.. Meskipun sedikit takut, tapi kara tetap melanjutkan langkahnya dengan cepat supaya ia bisa segera pulang ke rumah.. Di tengah perjalanannya, mata kara tertuju pada sosok pria di tengah lapang yang tengah mencoba memasukan sebuah bola basket kedalam ring.. Kara : bukankah itu louis? Kara berjalan mendekati pria itu, dan benar saja. Pria itu adalah louis... Kara : apa yang kau lakukan disini lou?

Louis : --- *diam* Kara : hei., aku bertanya padamu! Louis pun berhenti melemparkan bola itu dan sebentar ia memejamkan mata lalu menghela nafas lagi.. Louis : kau tidak pulang? Kara : aku sedang dalam perjalanan pulang. Lalu apa yang kau lakukan disini? Bukankah sebentar lagi hujan akan turun? Louis : aku tau! Kara melihat wajah louis yang murung. "tidak biasanya ia seperti ini" batin kara tetesan air kini terjatuh dari langit, semakin lama semakin deras.. Kara mengangkat tasnya dan ia pakai sebagai pelindung kepalanya. Ia berlari kecil mencari tempat untuk berlindung, namun louis tak menghiraukan itu. Dia malah semakin bersemangat untuk mencoba memainkan bola basketnya di tengah guyuran hujan. Kara : hei.. Berhentilah bermain! Nanti kau bisa sakit *berteriak* "siapa yang akan peduli jika aku sakit?"gumam louis louis tidak mau berhenti. Ia masih terus melemparkan bolanya ke dalam ring, hingga akhirnya kara kembali berlari mendekati louis yang telah basah kuyup. Kara : louis kau bisa sakit. Ayolah, berhenti bermain dan kita cari tempat berteduh! Louis : aku tidak mau! Biar saja aku sakit. Kara : arggh! Kau ini keras kepala. Yasudah terserah.. Kara berbalik dan hendak meninggalkan louis, namun langkahnya terhenti saat pria itu menahan tangannya.. Louis : tunggu! Apa kau mencemaskan aku? Kara : menurutmu? Louis : *tersenyum* Kara : ada apa? Apa ada yang lucu? Louis : tidak! "ternyata masih ada orang yang peduli padaku"batin louis

kemudian Louis menggenggam tangan kara lalu mengajaknya berlari untuk mencari tempat berteduh.. Dan dibawah pohon besar dengan daun yang lebat mereka berteduh.. Louis : bajumu jadi basah.. Kara : iya! louis pun membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah jaket berwarna abu miliknya,, Louis : pakailah ini! Kara : tidak usah lou, aku... Tanpa memperdulikan ucapan'nya, louis telah memakaikan jaket itu di tubuh kara. Louis : kau bisa sakit, jadi pakai saja jaketku! Kara : lalu, kau bagaimana? Louis : tidak apa,, Jangan cemaskan aku! Kara pun memonyongkan bibirnya dan mengalihkan pandangan matanya ke depan. Kara : umh.., lou! Louis : apa? Kara : emp... Louis : apa yang ingin kau katakan? Katakan saja! Saat kara mulai membuka mulutnya untuk berbicara, namun tiba terdengar suara guntur. Kara yang memang sangat takut bila mendengar suara guntur itu memilih menutup matanya dan sesekali ia menyebut nama mom'nya.. Louis : kau kenapa? Kara : aku takut... *menutup telinga* Louis : takut? Louis pun semakin mendekatkan tubuhnya pada kara. Ia meraih pundak gadis itu dan perlahan namun pasti. Kini kara sudah aman berada di dada louis yang basah namun terasa hangat itu Louis : kau sudah merasa lebih baik?

Kara : *mengangguk pelan* Louis : kau tidak perlu takut lagi sekarang! Kara : terimakasih louis! Louis : sama *** Kara : hujannya sudah berhenti. Aku harus pulang sekarang! Louis : aku akan mengantarmu! Kara : tidak perlu! Aku bisa pulang sendiri.. Kara beranjak dari duduknya., namun louis cepat menarik tangan kara hingga gadis itu terpaksa harus duduk kembali dan menatap wajah louis yang kini sudah berada di depan wajahnya... "mata yang indah..... Sepertinya aku pernah melihat mata ini... Ya! Aku pernah melihatnya. Pria yang berdansa denganku malam itu,, dia juga memiliki mata yang indah seperti yang kulihat saat ini! Apa jangan......" batin kara Louis : kau melupakan sesuatu nona! Kara : apa? Oh ya, aku lupa! Ini jaketmu... *memberikan jaket abu pada louis* Louis : bukan itu! Kau boleh membawa pulang jaketku... Kara : lalu apa? Louis : ini..! Louis memberikan sebuah ikat rambut berbentuk kelinci milik kara yang terjatuh saat louis memeluknya tadi... Kara : ohh, itu! Terimakasih.. Aku pergi dulu! bye... "ya tuhan! Kenapa perasaanku jadi aneh seperti ini? Kenapa aku harus gugup saat dia menatapku? Dan Mata itu...... Arghhh,, Sadarlah kara! Kau ini kenapa?" batin kara louis hanya tersenyum dan sesekali menghela nafasnya saat kara menghilang dari pandangan matanya... Tangannya merogoh tas dan mendapati sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya.

From my mom : "louis anakku, ibu sangat merindukanmu! Tapi maaf, aku belum bisa pulang untuk menemuimu. Bagaimana dengan keadaanmu dan ayahmu? Aku harap kalian selalu dalam keadaan baik saja. Jaga dirimu baik! Ibu menyayangimu sayang!" louis kembali menahan tangisnya. Sebenarnya ia sangat marah dan ingin sekali memaki ibunya yang tega meninggalkan dirinya bersama ayahnya yang memang tidak pernah ada untuknya. Tapi ia sadar, dia tidak mungkin bisa membenci ibu yang sangat ia sayangi... Louis : aku rasa, kalian sudah tidak menyayangi aku lagi. Aku selalu sendiri, dan kadang aku seperti anak yang tidak mempunyai orang tua... Kenapa kalian tega padaku? Louis mengepalkan kedua tangannya, lalu dengan sangat kesal tangan itu menghantam pohon besar yang berada di sampingnya. Darah segar pun mengucur dari tangannya,, saat ini ia tengah terluka. Namun tak ada yang tau jika hatinya jauh lebih terluka..... louis memejamkan kedua matanya. Menahan rasa perih di jari tangan yang masih mengeluarkan darah. Dengan susah payah ia merogoh tas untuk mengambil sebuah sapu tangan dan ia pakai untuk menutupi tangannya yg terluka. Louis pun berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari area lapang. Namun saat ia hendak membuka pintu mobil, seseorang meneriaki namanya. Louis menoleh. Berharap kara yang datang, namun wajah louis terlihat begitu kecewa saat mendapati reina yg memanggil namanya. Reina mengajak louis untuk berbincang sebentar. Namun melihat keadaan louis yang memakai baju basah dan tangan yang terluka membuat rei sangat simpatik dan mulai mencuri kesempatan supaya ia bisa lebih dekat dengan louis. Rei mengobati tangan louis yang terluka, meskipun awalnya louis menolak. Namun rei bersikeras untuk tetap membantu louis mengobati tangannya. *** Di tempat yang berbeda, Kara mulai merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Ia merasa sangat bingung dan tidak tau apa arti dari perasaannya saat ini. Kara menelpon indri dan mengajaknya bertemu di sebuah cafe. Indri pun mengiyakan ajakan kara sebenarnya kara sangat malu jika harus mencurahkan semua isi hatinya pada indri, namun karena sudah tidak tahan dengan apa yang tengah dirasakannya. Akhirnya kara memberanikan diri untuk berbicara pada sahabatnya. Kara baru sadar jika dia sedang jatuh cinta. Menurut indri, perasaan kara masih bisa dibilang normal. Seorang gadis menyukai seorang pria, itu adalah hal yang wajar... Kara : apa kau yakin jika perasaan ini adalah cinta?

Indri : aku rasa begitu! Tapi, apa kau pernah merasakan hal ini sebelumnya? Kara : emp.. Tidak! Indri : kau serius? Kara : iya benar! ini pertama kalinya aku merasa seperti orang yang sangat bodoh. Indri : itu berarti. Sebelumnya kau tidak pernah jatuh cinta? Kara : maksudmu? Indri : sento. Apa kau mencintainya? Kara : *hanya diam* Indri : perasaan suka dan cinta itu jelas mempunyai arti yang sangat berbeda. Kara : ??? Indri : perasaanmu terhadap sento hanya sebatas suka. Kau hanya mengagumi wajah sento yg tampan, tanpa ada rasa cinta di hatimu, sedangkan perasaanmu terhadap pria itu adalah cinta dan... Kara : jadi maksudmu, aku jatuh cinta pada louis? *memotong ucapan indri* Indri : emp... Sepertinya begitu! Apa kau juga berpikiran sama denganku? Kara : entahlah! Aku bingung *** keesokan harinya, Louis tidak masuk kuliah. Alasannya karena ia sakit, sakit apa? Mungkin karena tangannya yg masih memakai perban (?) sedangkan kara, hari ini bisa bersantai di rumah karena setiap hari sabtu sekolahnya libur... Indri mengajak kara untuk pergi berkencan. Namun kara menolaknya, kenapa? Kara : kau bodoh! Aku ini tidak punya pacar, bagaimana mungkin aku pergi berkencan? Sedangkan kau bersama pacarmu, lalu aku? Apa kau akan menjadikan aku pawang hujanmu hah? Indri : haha... Tidak mungkin aku menjadikanmu pawang hujan! Hari ini cuaca sangat cerah, bagaimana jika kau mengajak louis untuk berkencan? Kara : apa kau sudah gila? Indri : aku tidak gila! Apa salahnya jika kau mengajak louis? lagipula aku juga ingin tau seperti apa pria

itu.. Kara : sudahlah, kau pergi saja dengan pacarmu dan jangan ganggu aku! Indri : lalu, kau akan melakukan apa di hari libur ini? Pergi ke game center? Itu tidak mungkin kan? Kara : umh.., sepertinya hari ini aku akan menemani adiku bermain? Indri : hmm.., yasudah! Aku tidak akan memaksamu, tapi lain kali aku ingin kau memperkenalkan pria itu padaku. Okay? Kara : aku tidak janji! Tut...tut..tut! Panggilan pun terputus... *** hari ini terdengar sebuah keributan di rumah louis. Ayahnya datang dengan keadaan yang "kurang baik". Louis tidak terima jika ayahnya pulang membawa seorang wanita yang tidak ia kenal,, namun louis baru sadar jika kedua orang tuanya sedang mengalami sebuah masalah yang sangat rumit. Ibunya tidak pernah datang untuk menjenguknya, sedangkan ayahnya tidak pernah ada di rumah dan sering menghabiskan waktunya diluar bersama seorang wanita... Louis : apa ayah dan ibu akan bercerai? Pertanyaan louis membuat ayahnya menjadi bingung, bagaimana ia harus menjelaskan semua masalahnya pada anak laki2 semata wayangnya? Ayah : kau tidak perlu tau masalah orang tuamu! Louis hanya mendengus kesal dan menatap aneh ayahnya juga perempuan paruh baya yg tidak dikenalnya.. Ia beranjak dari duduknya dan berniat untuk keluar. Ayah : tunggu! Louis : ada apa lagi? Ayah : maafkan aku! Aku tidak berniat untuk... Louis : cukup! Aku tidak ingin bicara lagi denganmu. Jika itu yang akan kalian lakukan, lakukan saja dan jangan perdulikan aku! Ayah : apa yang kau katakan? Louis : aku tau, jika ayah dan ibu sudah tidak seperti dulu. Jika dengan bercerai bisa membuat ayah bahagia dengan wanita jalang ini... *menunjuk wanita ayahnya*

Ayah : jaga bicaramu louis! *mulai marah* ayahnya mengangkat tangan dan ingin menampar anaknya, namun louis dengan cepat menepis tangan ayahnya. Louis : apa kau ingin menampar anakmu, demi wanita ini? Ayah : kau sudah kurang ajar! Louis : aku tau! Tapi, itu semua karena kau tidak pernah mengajari aku. Louis pergi meninggalkan rumahnya dengan amarah yang masih memuncak. Ia sempat menendang pintu dan ayahnya hanya dapat mengelus dada.. *** kara mulai merasa jenuh. Setelah adiknya tertidur, ia pun pergi keluar untuk mencari udara segar.. Di tengah perjalanannya, ia melihat pemandangan yang kurang mengenakan hatinya. Sento sedang berkencan dengan kate di sebuah taman. entah kenapa, melihat pemandangan itu hatinya masih terasa sakit... Tanpa sadar air matanya kembali jatuh, tapi kara buru2 menghapusnya. Tiba2 ponselnya berbunyi, dan kara segera mengangkat telpon dari nomor yg tidak dikenalnya.. Via telp ; Kara : hallo.. ___ : maaf! Apa anda yang bernama kara? Kara : ya benar! Ada apa? ___ : teman anda mengalami kecelakaan dan sekarang dia ada di rumah sakit. Kara : hah, APA? Emp... Baiklah, aku akan segera ke rumah sakit sekarang... Terimakasih! Kara menutup telpon dan berlari menuju rumah sakit yang tak jauh dari sana. Setelah sampai, kara mencoba bertanya pada seorang suster, dan suster itu memberitahukan bahwa indri dirawat di kamar no 14. Kara segera berlari mencari kamar itu dan akhirnya, ia menemukannya. Kara membuka pintu kamar itu perlahan dan mendapati tubuh indri terkulai lemah di sebuah ranjang yang berbalut sprei dan bantal serba putih. Indri : akhirnya kau datang! *suara parau* Kara : apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bisa seperti ini? *panik* mata kara pun beralih kearah seorang pria yg juga terbaring disamping ranjang indri. Dia adalah kekasih indri yang bernama edo..

Edo : maaf! Gara2 aku, temanmu jadi celaka Indri : sudahlah! ini bukan salahmu sayang.., lagipula kita hanya mengalami luka ringan! Kara : " apa ibumu sudah mengetahui ini? Indri : iya, dia sudah tau! Beberapa saat kemudian, pintu kamar terbuka dan seorang pria masuk dengan sekeranjang buah di tangannya. Kara sangat terkejut saat melihat pria itu.. "apa yang dia lakukan disini?"pikirnya Pria itu berjalan mendekati edo yang terbaring. Ia melemparkan senyum pada kara, sedangkan kara tidak meresponnya. Edo : kau datang untuk menjengukku? ___ : tentu saja! Indri : siapa dia sayang? Edo : ohya, kenalkan! Dia temanku, namanya louis.. Indri : ohh,, ha? Edo : kau kenapa? Tangan indri yang masih lemah menarik tangan kara supaya mendekat,, indri pun berbisik di telinga kara "apakah louis yang dimaksud kara adalah louis yang kini ada di hadapannya?" kara hanya diam mendengar pertanyaan itu. Namun setelah indri mendesaknya kara pun menganggukan kepalanya pelan. Indri : ohh god! Apa ini sebuah kebetulan? Kara kembali merasakan getaran dari ponselnya. Ia merogoh sakunya, dan terdapat satu pesan yang masuk.. Setelah membaca pesan itu, kara berpamitan pada sahabatnya untuk segera pulang. Indri : kau mau kemana? Kara : mom menyuruhku pulang.. Tapi, kau tidak usah khawatir! besok aku akan kembali untuk menjengukmu! Indri : mm... baiklah! Oia, apa kau mau mengantarkan temanku? *bertanya pada louis*

kara membulatkan matanya. "kenapa indri harus mengatakan itu pada louis? Arghh!" Louis : dengan senang hati! *tersenyum* Kara : emp... Sepertinya tidak usah! Lagipula aku masih bisa pulang sendiri.. Tanpa mendengar louis sudah menggandeng tangan kara dan menariknya keluar. Edo menggaruk kepalanya yg tidak gatal karena masih tidak mengerti. Sedangkan indri hanya terkekeh.. Kara kembali merasakan perasaan aneh itu. Entah apa, tapi hatinya menjadi tidak tenang. Ia takut akan satu hal,, ia takut jika dirinya benar2 telah jatuh cinta pada louis.. SKIP !! Louis : aku perhatikan, dari tadi kau tidak banyak bicara. Kau kenapa? Kara : aku tidak apa2! Louis : benarkah? *memperhatikan wajah kara* Kara : jangan melihatku seperti itu! Louis : maaf! Seketika suasana menjadi hening. Kara terdiam dan pandangannya mulai kosong. karena tidak memperhatikan jalan, kara pun tersandung dan hampir terjatuh. Namun louis dengan cepat menangkap tubuh kara... Kini posisi mereka sudah sangat dekat. Tangan louis menahan tubuh kara yang hampir terjatuh, sedangkan kedua tangan kara melingkar di leher louis... Louis hampir saja akan mencium kara,, gadis itu hanya memejamkan mata. namun kara tersadar lalu melepaskan diri dari tangan louis yang menahan tubuhnya... Louis : kau baik2 saja? Kara : iya, aku baik2 saja! Terimakasih... Tapi sebaiknya aku pulang sendiri! Louis : ........ Kara pun melanjutkan langkah kakinya. Semakin lama, kara semakin menghilang dari pandangan mata louis. Dan lagi2 mereka harus berpisah di tengah jalan... "PRANKKK" suara itu terdengar saat louis akan melangkahkan kaki memasuki rumahnya. Sejenak louis terdiam, ia berdiri dibalik pintu sembari mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut

ibu dan ayahnya. "aku sudah lelah! Kau benar membuatku gila. Jika itu yang kau inginkan, aku akan memberikanya untukmu... Besok pengacaraku akan mengurus perceraian kita. Kau PUAS?" tubuh seorang ibu yang lemah itu kini terjatuh, dia terduduk di lantai dengan air mata yang kini membanjiri wajahnya. "maafkan aku! Sebenarnya bukan itu yang aku inginkan, tapi..." ayah louis mencoba membela diri "tapi apa hah? Kau ingin aku mempertahankannya? Kau gila! Aku tidak ingin di madu, lebih baik kita bercerai. Dan setelah itu kau boleh menikah dengan wanita barumu! Wanita itu beranjak dan berlari kecil menuju pintu keluar. Tapi ia tertegun saat melihat louis telah berdiri di hadapannya. Ibu : louis? Sejak kapan kau berdiri disana? Louis tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Matanya merah. tapi louis tidak berani untuk menangis, karena jika dia menangis berarti louis bukan lagi seorang pria sejati.. Ibu : maafkan ibu nak! Ibu tau kau pasti sangat terpukul mendengar ini. Tapi... Louis : apa itu jalan yang terbaik? Louis memotong kata Ibunya. Wanita itu pun tak mampu lagi untuk berkata-kata. Hanya matanya yang berkaca-kaca yang dapat menjawab pertanyaan putranya. Louis pun memeluk ibunya.. Louis : jika perceraian adalah yang terbaik, aku tidak akan menghalangi keputusan kalian. Ibu : ibu benar minta maaf lou! ibu tidak pernah memikirkan perasaanmu. Hanya karena ibu dan ayahmu yang egois, maka kau yang harus menjadi korban'nya.. Louis : aku tidak apa! Tapi, aku ingin tinggal bersamamu bu, aku tidak ingin ada di rumah ini lagi.. Ibu : jangan! Ibu tidak ingin kau meninggalkan kuliahmu.. Louis : tapi bu... Ibu : kali ini saja dengarkan ibumu nak! Louis : lalu bagaimana dengan ayah?

Ibu : kau tidak perlu cemas. Ayahmu tidak akan tinggal disini lagi. Dia akan pergi ke luar kota bersama istri barunya nanti.. Louis : apa ibu tega meninggalkan aku sendirian di rumah ini? Ibu : jika ibu tidak bekerja, ibu akan tinggal disini bersamamu! Louis kembali memeluk ibunya. Kali ini lebih erat,, Louis : aku menyayangimu bu! Ibu : aku pun sangat menyayangimu.. *kembali menangis* SKIP !! *keesokan harinya* karena telah merasa jauh lebih baik, indri dan edo sudah diperbolehkan oleh dokter untuk pulang ke rumah mereka. Kara : bagaimana keadaanmu sekarang? Indri : jauh lebih baik. Terimakasih kau sudah menjengukku! Kara : sama! Tapi, kapan kau bisa pulang ke rumah? Indri : sekarang aku sudah boleh pulang. Dan aku ingin, sebelum aku pulang ke rumah. Kita makan dulu di restoran ya! Kara : apa itu harus?

Indri : aku kelaparan kara! Di rumah sakit ini aku selalu diberi makan bubur, dan aku tidak menyukainya. Kara : hm., baiklah! Kali ini aku akan mengikuti keinginanmu,, tapi, kemana perginya edo? Indri : hari ini dia ada ujian, jadi pagi sekali dia sudah berangkat ke kampus Kara : tapi kan dia belum sembuh? Indri : entahlah! Aku juga sudah melarangnya untuk tidak masuk kuliah, tapi dia memang pria yang keras kepala. Oia, kemarin. Apa kau pulang dengan selamat? Kara : kau ini bicara apa? Jika aku tidak selamat, mungkin aku tidak akan pernah menemuimu lagi. Indri : hehe... Aku pikir louis membawamu kabur "plakk" kara memukul pelan lengan indri dan membuat indri meringis.

*** Kara : jadi... Kita akan makan dimana? Indri : disana! Indri menunjuk kearah rumah makan terbuka di pinggir jalan raya. Kara hanya mengikuti langkah kaki indri,, lalu mereka mengambil duduk di salah satu meja yang masih kosong.. Namun tiba kara membulatkan matanya saat melihat sento dan louis berjalan kearahnya. Sento : hai kara! tidak disangka kita bisa bertemu disini kara hanya diam dan menundukan kepalanya. Tapi indri mempersilahkan sento dan louis untuk duduk bersama mereka. Kara : kau ini bodoh! Untuk apa menyuruh mereka duduk dengan kita? *berbisik* Indri : maaf! Kara : ugh! Kau ini benar aneh seorang waitress menghampiri meja kara dan menyodorkan sebuah buku menu. Dengan cepat kara meraih buku menu itu dan memesan banyak makanan. Kara : aku pesan es krim, sandwich coklat, dan strawberry, juga jus. Oia, kak sento dan louis mau pesan apa? Hari ini aku yang traktir! Oh ya, tambah pizza juga ya! Louis : Indri : aku yang kelaparan, kenapa kau yang memesan banyak makanan? "aduuhh! Kebiasaan burukku datang lagi... Jika sedang stres seperti ini, aku selalu ingin banyak makan"batin kara Sento : tidak kusangka. Ternyata kara hobby makan.. Saat sento berkata seperti itu, pipi kara berubah menjadi merah. Dia benar sangat malu "pasti sento akan berpikiran jika dirinya adalah gadis yang rakus" kara hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Louis yang merasa aneh pun hanya dapat menahan tawanya yg hampir saja akan meledak... Pesanan telah datang dan kini meja itu sudah penuh dengan berbagai makanan yang di pesan oleh kara, indri, louis dan juga sento.

Kara mulai bingung dengan makanan sebanyak itu. "apa mungkin aku bisa menghabiskan semua makanan ini?" Indri : kenapa kau diam? Kara : aku bingung! Mana yang harus aku makan terlebih dulu ya? Indri : salahmu sendiri ! Kenapa kau harus memesan makanan sebanyak ini? Kara menggigit bibirnya dan menoleh kearah louis yang memang tengah memperhatikannya sedari tadi. Sedangkan sento sedang asik melahap makanannya,, kara mendengus kesal. dia mulai berpikir, kenapa bisa ia menyukai pria seperti sento? Padahal, sento tidak pernah sekali pun memperhatikannya.. Kara pun mulai mengambil pizza yg ada di hadapannya dan melahapnya dengan cepat. Louis hanya terkekeh kecil dan berkata "aku menyukai gadis yang memiliki selera makan yang bagus seperti kara" kara menghentikan gerakan tangannya dan tersedak. Indri segera memberikan segelas minuman dan kara pun meminumnya dengan cepat. Kara : kau ingin mengatakan kalau aku ini gadis yang rakus kan? Louis : aku tidak pernah berkata seperti itu.. Kara : katakan saja! Kalau kau ingin mengejekku.. Indri : aduh, kenapa kalian ribut? Aku datang kesini karena aku ingin makan. Bukan ingin melihat kalian bertengkar seperti ini... Kara : dia yang memulainya *menunjuk louis* Louis : tapi aku tidak mengejekmu! Kara : siapa bilang? Kau mengejekku secara tidak langsung.. Kara beranjak dari duduknya dan berniat untuk pergi. Namun louis mencegahnya dan menarik tangan kara hingga gadis itu kembali duduk di kursinya... Louis : kau ini benar sensitive! Baiklah, aku minta maaf jika itu membuatmu marah.. Kara : *diam* Sento : sudahlah, Tidak baik mengabaikan makanan ini, ayo cepat lanjutkan makanmu! Dengan terpaksa kara kembali melanjutkan melahap makanannya yang sudah ia pesan. namun karena terlalu banyak, kara pun tidak dapat menghabiskan makanannya...

Kara : ya ampun! Perutku terasa sangat penuh.. Indri : aduuh, aku lupa! Aku tidak memberitau edo jika aku sudah keluar dari RS,, dia pasti kebingungan mencariku... Indri beranjak dan berlari meninggalkan kara bersama louis dan sento... Kara : hei... Kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku! *berteriak* Indri : maaf! Aku buru... Kara : lalu, bagaimana dengan aku? Indri tidak menjawab pertanyaan kara. Ia tetap berlari karena takut edo mengkhawatirkannya. Sento : lou, sepertinya aku juga harus segera pulang. Kau mau ikut bersamaku atau.... Louis : kau pulang duluan saja! Sento : ohh, okay! Kalau begitu aku pulang duluan ya,, bye... Kini di meja itu hanya tinggal kara dan louis. Kara masih mengelus perutnya yang sakit karena terlalu banyak makan,, sedangkan louis berjalan ke tempat kasir untuk membayar semua makanan. Setelah itu ia kembali mendekati kara.. Louis : aku sudah membayar semuanya.. Kara : heeh, kenapa kau yang bayar? Aku bilang, aku yang akan traktir... Louis : sudah, tidak apa Kara : berapa yang harus aku bayar padamu? Louis : tidak usah! Kara : tapi... Louis : lebih baik kita pulang sekarang! Louis meraih tangan kara dan menggandengnya.. Kara : apa? Kita? Kara berhenti lalu melepaskan tangannya dari genggaman louis.

Louis : ada apa? Kara : aku tidak ingin pulang bersamamu. Lebih baik aku pulang sendiri dan kau juga... Louis : apa salahnya jika kita pulang bersama? Lagipula, rumah kita satu arah.. Kara : mmm.... Louis : ayo! Louis kembali menggandeng tangan kara dan kali ini kara pun tidak dapat menolaknya,,, Louis : onde... Kara : aku bukan onde! Louis : umh,,maaf! Kara : ada apa? Louis : aku ingin bertanya sesuatu padamu! Kara : bertanya tentang apa? Louis : em.. Sebelumnya aku ingin minta maaf karena selama ini aku selalu mengejekmu! *louis menghentikan langkahnya* Kara : kenapa tiba kau seperti ini? *kebingungan* Louis : entahlah! Tapi, aku selalu merasa bersalah padamu.. Kara : *tersenyum* tidak kusangka.., Ternyata pria sepertimu bisa mengucapkan kata maaf.. Louis : maksudmu? Kara : nothing! Louis : gadis aneh! Tapi aku menyukaimu.. kara membuka mulutnya dan menatap louis dengan kaget... "apa maksudnya, dia menyukaiku?" tiba ada seorang gadis berjalan melewati kara dan louis. Gadis cantik itu bernama mina, dan dia satu sekolah dengan kara,, tapi kara tidak mengenalnya karena mina masih duduk di kelas 10 sedangkan kara di kelas 11. Mina : hai kak louis!

Louis : hai mina! Apa yang sedang kau lakukan disini? Mina : aku baru saja pulang dari rumah teman. oh ya, siapa dia? Sepertinya aku tidak asing dengan wajah kakak ini *menatap kara* Kara : siapa? aku? *menunjuk dirinya sendiri* Mina : iya, kau! Apa kita pernah bertemu? Kara : umh... *berpikir* Mina : oh ya, aku baru ingat! Ternyata kita bersekolah di sekolah yang sama kak.. Kara : benarkah? Mina : iya! Aku pernah melihatmu, tapi mungkin kau tidak akan mengenaliku.. Kara : Maaf! Aku memang tidak pernah melihatmu, tapi aku senang bisa bertemu denganmu Mina : aku juga senang bisa bertemu dengan kakak! Tapi, kenapa kau bisa mengenal kak louis? Apa jangan kalian pacaran? Kara : ah, tidak! Aku bukan pacarnya.. Mina : lalu? Sebelum kara menjawab, ponsel mina berdering. Dengan cepat ia merogoh saku bajunya dan mengangkat telpon yang entah dari siapa. Setelah selesai menelpon, mina pun pamit pergi. Kara : sejak kapan kau mengenal mina? Louis : sudah lama. Dia adik temanku,, Kara : edo maksudmu? Louis : hmm.., temanku bukan hanya dia (edo) Kara : ohh,, maaf! Louis : kau harus tau! Mina itu gadis yang sangat cerdas. Dia peraih nilai tertinggi dalam tes nasional. Dan menurut gosip, IQ-nya 300! Kara : ha ? "aku juga pernah mengikuti tes nasional. Dan hasilnya... Aku mendapat nilai yang sangat 'mengerikan'..

Aduuh! Ini sungguh memalukan..."batin kara Louis : maka dari itu, kau harus rajin belajar! Supaya bisa seperti mina.. Kara : kau ini sebenarnya siapa? aku mau belajar ataupun tidak itu bukan urusanmu kara baru sadar jika louis masih menggenggam tangannya. Ia pun melepaskan tangannya dan berlalu begitu saja. Louis : hei... Tunggu aku! Kara : jangan mengikutiku! Louis : kau ini kenapa? Kenapa kau mudah marah? Aku kan hanya memberitaumu... Kara : jelas kau membandingkan aku dengan mina,, Louis : bukan begitu.., ayolah kara! *menahan tangan kara* Kara : lepas! Aku mau pulang... Tiba saja Louis menarik tangan kara. Dan kini kara sudah berada di punggung louis... Kara : louis, turunkan aku! Louis : kau ini sangat cerewet.. Kara : kenapa kau harus menggendongku? Aku kan masih bisa berjalan... Louis : sudah, diamlah! Kara pun membisu. Dia hanya menurut perintah louis,, dan dengan terpaksa ia harus memeluk "pria jelek" itu.. Di perjalanan louis terus mengoceh tanpa henti. Ia bercerita tentang teman wanita yang ada di kampusnya hingga kara merasa bosan dan mulutnya terus menguap... "huh, sampai kapan dia akan bercerita? Aku benar mengantuk"gumam kara punggung louis terasa hangat. Sampai kara merasa nyaman berada di punggung itu dan menyandarkan kepalanya hingga ia tertidur... Louis : kara, apa kau masih mendengarkan aku..? Louis menghentikan langkahnya dan menepuk pelan lengan kara yang melingkar di lehernya.

Louis : kara, apa kau tidur? Sekali lagi louis bertanya, dan tidak ada jawaban.. Louis tau jika kara telah tertidur, ia pun kembali melangkahkan kakinya.. Setelah sampai di depan rumah kara, louis menekan bell dan pintu pun segera terbuka.. Mom : maaf! Kau mencari siapa? Louis : maaf nyonya, aku datang kesini karena ingin mengantarkan putri anda.. Mom : putriku? Ya ampun kara... Apa yang terjadi padanya? Louis : tidak apa! Dia hanya tertidur.. Mom menghela nafas lega, lalu meminta louis untuk membawa kara ke kamarnya.. Louis pun membaringkan tubuh kara di ranjang dengan sangat hati... Matanya masih menatap wajah kara yang sedang tertidur pulas. Seketika, ia mengalihkan pandangannya, saat tangan kara tiba menghampiri jemarinya,, senyum itu mulai mengembang di bibir louis,, dadanya berdebar-debar tidak karuan. "apa ini yang namanya CINTA?" pertanyaan itu masih saja berkecamuk di dalam otaknya... "apa kau sudah selesai?" suara itu membuyarkan lamunan louis. Ia segera tersadar lalu berdiri dari ranjang kara.. Louis : aku sudah selesai! Kalau begitu aku pamit pulang.. Mom : baiklah! Terimakasih banyak karena kau sudah mengantarkan putriku pulang.. Louis : sama SKIP !! besok adalah hari rabu. Dan kara lupa jika besok di sekolahnya akan diadakan tes tentang Sejarah.. Mom : bagaimana? Apa hari ini kau sudah belajar? Kara : *menggeleng* aku lupa! Mom : hmm... Kebiasaan buruk,, ayo sekarang belajar! Mom tidak ingin melihat nilaimu jelek lagi... Mom meninggalkan kamar kara. Kara berusaha belajar karena menyesal telah membuat mommy'nya kecewa. Tapi, tetap saja dia membaca komik yang selalu ada di tempat tidurnya... Kara : hmm.., membosankan! Bagaimana caranya ya supaya aku bisa pintar tanpa belajar? *impossible*

*** di sekolah waktu pelajaran telah dimulai. Kara benar sangat takut dengan tes kali ini, ia takut akan membuat momnya kecewa lagi. "kau pasti bisa kara!"gumam kara dengan menghela nafas tiba rei menepuk punggung kara dan berbisik di telinga kara.. Rei : pulang sekolah aku akan menunggumu di taman.. Kara : kenapa harus menungguku? Ada apa? Rei : nanti kau akan tau sendiri. Okay? Kara : mm... Baiklah! Rei tersenyum miring lalu ia kembali duduk di bangkunya... setelah jam pelajaran usai, Kara segera memasukan semua buku kedalam tas gendongnya.. Ia berjalan dengan sedikit terburu-buru menuju sebuah taman di dekat sekolah.. Kara mendapati rei yang berdiri membelakanginya. Sepertinya rei tengah melamun, tatapan matanya kosong dan sesekali ia menghela napas berat... Kara : untuk apa kau memintaku datang kesini? Rei membalikan badannya. Ia tersenyum miring lalu berjalan mendekati kara,, tatapannya sedikit berbeda. Ia seperti sedang bersedih.. Kara : apa yang terjadi? Rei : kara... Kara : ya? Rei : sepertinya, hubunganmu dengan louis sudah semakin dekat saja. Kara : apa maksudmu? Rei : kau tau kan? Sejak awal aku bertemu dengan louis, aku sudah jatuh cinta padanya. Kara : lalu? Rei : apa kau juga menyukai louis? Kara : hhh.. Kau ini ada saja! Rei : jawab aku! Kara : aku tidak menyukainya.. Rei : sungguh?

Kara : aku rasa iya! Rei : kalau begitu, mulai sekarang kau tidak boleh mendekati dia lagi! Kara : aku tidak pernah mendekatinya.. Kau harus ingat itu! Rei : akhir ini, aku sering melihat kalian selalu bersama. Dan terakhir, aku juga melihatmu tertidur di punggungnya, dan aku yakin jika kau juga menyukai louis. Iya kan? Kara : tidak! Rei : jawablah dengan kejujuranmu! Kara : sebenarnya, ada apa denganmu? Jika kau menyukainya, nyatakan saja perasaanmu padanya! Kenapa kau harus menyalahkan aku? Kara mengeratkan giginya, karena kesal ia pun berlalu pergi. Tapi tiba rei menahan langkah kaki kara.. Kara : ada apa lagi? Rei : apa kau benar tidak tertarik pada louis? Kara berpikir sejenak, dan sedetik kemudian ia menganggukan kepalanya.. Rei : kalau begitu, bantulah aku! Kara : membantumu? Rei : *mengangguk* Kara : apa yang harus aku lakukan untuk membantumu rei? Rei : bisakah kau mendekatkan aku padanya? Kara : *bingung* Rei : aku ingin mendapatkan cintanya. Kau bisa membantuku kan? Kara : jadi, maksudmu aku harus membuat louis jatuh cinta padamu? Rei : ternyata kau pintar! Kara : hah? Kenapa aku? Kenapa kau tidak melakukannya sendiri? Rei : karena aku tidak bisa mendekatinya,, Maka dari itu aku meminta bantuanmu. Kara : tapi aku... Rei : kalau kau mau membantuku, itu berarti kau benar tidak menyukainya.. Kara : kau menjebaku..? Rei : terserah kau saja. Jika kau tidak mau membantuku, berarti kau memang menyukai louis.. Kara : ugh! Okay, aku akan membantumu.. Rei : baguslah

rei sempat mengibaskan rambutnya sebelum ia menghilang dari pandangan mata kara.. *** ponsel kara bergetar dan terdapat satu pesan baru,, namun kara tidak mengenali nomor yang mengirimnya pesan.. From : Unknown Number "hai onde! apa sore ini kau sibuk? Aku ingin bertemu denganmu!" "apa ini louis? Jika benar, darimana dia tau nomor ponselku?"batin kara dengan cepat, kara segera membalas pesan dari nomor yg tidak dikenalnya.. From : Me To : Unknown Number "kau siapa? Aku tidak mau bertemu denganmu " From : Unknown Number "siapa lagi yang selalu memanggilmu onde kalau bukan aku? Ada yang ingin aku katakan padamu, keluarlah sebentar! Aku akan menunggumu di taman" Kara : ternyata benar dia louis, ugh! Darimana dia tau nomorku? Pasti edo! SKIP at taman! Kara : apa yang ingin kau katakan padaku? Louis : duduklah dulu! Kara : maaf! Aku tidak punya banyak waktu, jadi katakan saja apa yang ingin kau katakan padaku! Louis : baiklah... Louis terlihat sangat gugup, dan tangannya berkeringat hingga kara melihatnya dengan jelas.. Saat louis membuka mulutnya dan akan mengatakan sesuatu, tiba saja louis kembali merapatkan mulutnya ketika reina muncul dihadapannya. Rei : hai louis.. Hai kara.. Kara&Louis : *diam* krik...krik..krik... Suasana menjadi hening. Kara mengangkat tangan dan menatap jam berwarna biru muda yang melingkar di lengan kanannya. Kara : waktumu habis lou! Maaf, aku harus pergi.. Louis : kau mau kemana? *mencegah langkah kara* Kara : aku masih ada urusan.. Rei : sudah, biarkan saja kara pergi.. Kalau kau butuh teman,aku akan menemanimu disini Louis : tapi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu kara!

Kara : lain kali saja! Kali ini aku benar tidak bisa... Kara berlalu pergi. Namun louis masih bisa mencium aroma parfum yang biasa kara pakai.. "kenapa kau tidak mengerti? Aku sudah menunggu saat seperti ini.. Tapi kenapa kau harus pergi sebelum aku mengucapkannya padamu...?"batin louis Rei : apa kau sering datang kesini? Suara rei membuat louis sedikit tersentak dan membuyarkan lamunannya.. Rei : louis.. Kenapa kau diam? Louis : tidak apa! Rei : cuaca sore ini tidak begitu cerah, bagaimana kalau kita pergi mencari makan? Louis : kita? Rei : *mengangguk* Louis : kau pergi saja sendiri! Aku tidak lapar.. Louis beranjak dari duduknya. namun rei kembali menahan tangan louis, supaya pria itu tidak akan meninggalkannya sendiri... louis segera menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Sesekali ia mengerjap dan menggelengkan kepalanya,, bayang kara masih saja muncul di benaknya. Sungguh kejadian langka.. Biasanya louis selalu tertidur saat ia mulai merasa kesal dan melupakan hal yang menurutnya tidak penting untuk diingat.. Namun berbeda untuk kali ini. "aku tidak pernah menyangka. Ternyata kau bisa membuatku seperti ini,, membuatku menjadi gila karena memikirkanmu..." batin louis *** Kara : bagaimana? Apa yang kau lakukan bersama louis kemarin? Rei tidak menjawab pertanyaan kara. ia hanya mendengus dan sesekali rei membuka ponselnya dan memasukannya lagi pada saku baju seragamnya. Kara : apa kalian sudah mulai dekat? Rei : louis bukan type pria yang gampang untuk ditaklukan.. Kara : maksudmu? Rei : hhh... Aku sudah berkali-kali mencoba merayunya. Tapi tetap saja dia tidak tertarik padaku Kara : apa mungkin louis tidak menyukai wanita? Rei : itu tidak mungkin kara.. Kring..! Bel tanda pulang telah berbunyi. Rei dan kara segera menghentikan obrolan mereka dan memasukan buku kedalam tas lalu pulang...

Rei : semoga hari ini louis tidak akan menemuimu.. Kara : aku pun berharap begitu! Rei : baiklah, aku duluan! Bye... Rei berlalu pergi. Kara menyipitkan matanya lalu berdesis pelan.. Kara : ishh.., aku benar tidak mengerti dengan gadis itu! KARAAAA.... Seseorang berteriak dari arah belakang. Kara menoleh sebagai respon dan mendapati indri yang berlari kearahnya. Kara : ada apa? Indri : ini gawat.. Kara : gawat? Apa yang gawat? Indri : ayo ikut aku! Indri menarik tangan kara... Kara : tunggu dulu! Ada apa sebenarnya? Indri : kita akan ke rumah sakit.. Kara : untuk apa kita kesana? Indri : nanti kau akan tau sendiri.. Kara : tap..tapi... Indri menarik lengan kara dengan paksa. Setelah sampai. Indri menghentikan langkah kakinya tepat di kamar bernomor 22, begitupun dengan kara yang juga ikut menghentikan langkah kakinya.. Indri : masuklah! Kara : aku? Indri : menurutmu siapa lagi? Kara : tapi, kenapa harus aku? Tanpa menjawab pertanyaan kara, indri segera mendorong tubuh kara hingga kara masuk ke kamar yang terlihat seseorang tengah terbaring disana.. "kenapa aku harus masuk kesini? Dan... Siapa dia..?"batin kara perlahan kara berjalan menghampiri seorang laki yang tengah berbaring itu. Matanya terpejam dan wajahnya penuh dengan luka.. "apa yang terjadi padanya?"

kara sedikit tersentak saat mengetahui pria itu adalah louis. Tiba pintu kamar kembali terbuka. Edo dan indri muncul dengan wajah yang terlihat sedih,, Mereka berdua berjalan mendekati ranjang louis dan duduk di samping kara yang masih terlihat bingung. Kara : apa yang sebenarnya terjadi? Indri : louis koma.. Kara : kenapa? Indri : dia... Edo : biar aku yang jelaskan! Indri : ok! Lalu edo pun menceritakan kejadian yang telah menimpa louis. Kejadian itu terjadi saat malam hari. Saat louis hendak pergi ke sebuah minimarket untuk membeli makanan ringan.. Sebenarnya dia sempat menelpon edo ketika mobilnya mengalami kesalahan. Tiba remnya blong dan ia tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya, lalu sebuah truk menabrak mobil louis hingga hancur dan louis pun terpental jauh keluar dari mobilnya.. Edo : aku segera membawa louis ke rumah sakit karena sebelumnya, dia sempat menelponku. Indri : kasihan sekali dia.. Kara : lalu, apa hubungannya denganku? Edo : aku rasa, kaulah satu-satunya orang yang lebih diharapkan louis untuk ada di sisinya. Kara : kenapa harus aku? Lagipula aku tidak punya hubungan apapun dengan louis.. Edo : aku tidak tau harus menghubungi siapa lagi selain kau,, Ibunya sedang berada di luar negri, sedangkan ayahnya... Entahlah aku juga tidak tau. Indri : louis itu pria yang sangat kesepian! Kara : ??? Edo : aku mohon untuk kali ini saja. Temani louis! Kara : tapi... Indri : aku dan edo harus pergi! Maaf, aku tidak bermaksud merepotkanmu.. Kara : ugh.., terserah kau saja! SKIP !! Kara masih terduduk manis di samping ranjang louis. Meskipun hari mulai larut, kara tetap bersabar menunggu kesadaran louis.. drtz..drtz..drtz.. *1 new message*

From : Reina "hari ini aku tidak bertemu louis, apa dia ada bersamamu?" dengan cepat kara membalas pesan singkat dari reina. From : Me To : Reina "datanglah ke rumah sakit! kau akan bertemu louis disini" rei kaget mendengar louis masuk rumah sakit. Ia pun segera pergi ke RS untuk menemui pria idaman hatinya.. Rei : apa yang terjadi? Kara : dia mengalami kecelakaan.. Rei : kecelakaan? Kara : iya! Ohya, aku sudah seharian menunggunya disini.. Apa kau mau menggantikan aku? Rei : dengan senang hati.. Kara : kalau begitu aku akan pulang! Rei : oke, hati dijalan! Kara berjalan menuju pintu dan meninggalkan rei dan louis berduaan dalam satu ruangan. Sebenarnya, ada sesuatu yang mengganjal. Kara merasa tidak rela meninggalkan louis bersama reina,, namun apa boleh buat. Dia tetap harus melakukan itu... 5 hari sudah louis dirawat di rumah sakit, dan keadaannya pun masih sama, louis masih dalam keadaan koma.. Selama 5 hari kara tidak ada di samping louis, tapi kara masih menjenguk dan melihat keadaan louis meskipun hanya melihat dari balik pintu kamar.. Indri merasa kecewa pada sahabatnya itu. Indri tau, sebenarnya kara juga menyukai louis tapi kara tidak bisa mengungkapkan perasaannya sendiri. Indri : kenapa kau ini sangat bodoh? Aku yakin kau juga menyukai louis. Tapi, kenapa kau malah membantu rei? Kara : aku tidak pernah menyukai louis, dan rei lah yang pantas mendapatkan..... Indri : hei, sadarlah! Tidak baik kau membohongi perasaanmu sendiri. Kara hanya diam dan mengulum bibirnya. Sepertinya perkataan indri ada benarnya juga,, kara memang sering merasakan perasaan yang membuatnya sakit saat mengingat rei yang tergila-gila pada louis. Namun disisi lain perasaannya akan berubah secara tiba saat ia sedang bersama dengan louis. *** cklek..! Dengan perlahan, kara membuka pintu,, Wajahnya mengintip untuk melihat keadaan sekitar. well, ternyata mata louis masih terpejam dan tak ada seorang pun yang berada disisinya,, kemana rei? Ugh, jangan pikirkan dia! Kara berjalan mengendap menuju ranjang louis, berharap tak akan ada suara yang akan membangunkan pria yang sedang terbaring itu...

Lama kara memandang wajah louis. Tiba bibirnya bergerak dan membuat segurat senyum.. Entah! Mungkin kara baru tersadar, ternyata wajah louis sangat lucu.. Saat menatap louis, kara selalu saja merasakan kenyamanan dan selalu bisa membuatnya tersenyum.. "cepatlah sembuh!" bisik kara dengan sangat pelan. Hmm... Kara menghela nafasnya, dan beranjak pergi. Namun langkahnya terhenti saat ia merasakan sesuatu menahan tangannya. Sejenak tubuh kara membeku. Lalu detik berikutnya, gadis itu berbalik dan menatap tangannya yang tertahan.. "jangan pergi!" kata itu keluar dari mulut seorang pria yang menahan tangan kara. Kara membulatkan matanya saat mengetahui louis telah sadar dan menggenggam tangannya dengan sangat erat. Kara : k..kau sudah sadar? Louis hanya tersenyum kecil, lalu menarik tangan kara hingga kara terduduk di tepi ranjang.. Deg! Seketika jantung kara berdetak begitu cepat, dan keadaan menjadi kaku hingga kara menjadi sangat gugup. Kara : aku akan panggilkan dokter! Kara kembali beranjak, tapi louis pun kembali menarik tangan kara dan kali ini jauh lebih cepat dari sebelumnya.. Louis : untuk apa kau memanggil dokter? Kara : aku ingin memberitahukan kalau kau sudah sadar.. Louis terkekeh kecil dan tangannya masih menggenggam tangan kara. Louis : tidak perlu! Dokter sudah tau.. Kara : apa? Jadi, Sejak kapan kau.... Louis : dua hari yang lalu! Kemana saja kau? Padahal aku berharap, saat aku membuka mataku. Orang yang pertama kali aku lihat adalah kau, tapi... Louis tidak melanjutkan ucapannya, melainkan hanya menatap wajah kara dengan serius.. Kara : ekhem... Maaf! Sepertinya kau masih harus banyak istirahat.. Louis : aku sudah sehat! Kara : ohh, mm..! Louis : ohya, aku ingin bertanya sesuatu padamu.. Kara : soal apa? Louis : umh., reina! Apa kau berencana membuatku jatuh cinta padanya?

Kara menggigit bibir bawahnya dan berpikir sejenak. "darimana louis tau tentang itu?" Kara : emp... Itu... Aku... Louis : kenapa kau lakukan itu? Louis memiringkan wajahnya dan melihat raut wajah kara yang mulai panik. Kara pun hanya menunduk, tak berani melihat wajah louis yang saat ini berada dekat di depannya... Kara : rei benar menyukaimu lou, dan aku yakin kau juga mempunyai perasaan yang sama terhadap reina.. Louis : kau salah! Kara mengangkat wajahnya dan menatap louis dengan kening berkerut. Kara bingung, bagaimana bisa louis menolak gadis secantik reina? Kara : apa maksudmu? Louis : aku tidak pernah sedikit pun menyukai reina,, dan aku sudah menyukai gadis lain.. Kara : ohh,, baiklah kalau begitu aku harus pergi! Tidak lucu jika tiba gadismu datang dan melihat aku ada disini.. Mungkin dia akan memarahiku! Tiba louis mencengkram lengan kara dan membuat gadis itu meringis karena kesakitan,, louis mendengus dan sesaat ia memejamkan mata lalu menghela nafas berat.. Louis : ternyata kau belum juga peka.. Louis : peka? Louis : arggh..! Kau.. Kau adalah gadis yang aku sukai.. Aku menyukaimu kara! Kara : ap..apa? Louis : aku menyukaimu! Aku tau ini bodoh,, tapi aku benar tertarik padamu, dan aku... Kara : louis... Louis : ya? Kara : apa kau sadar dengan ucapanmu itu? Louis : tentu saja! Apa kau pikir aku masih sakit? Kara : hhh... Kau masih saja menyebalkan.. Louis : apa yang membuat aku selalu menyebalkan di matamu? Kara : sifatmu! Louis : apa? Kara : kau tidak boleh mengabaikan perasaan seorang wanita! Louis : maksudmu?

Kara : reina lah yang mencintaimu. Bukan aku! Louis melebarkan matanya. Genggaman tangannya perlahan melonggar, dan kini louis hanya tercengang dengan pengakuan kara.. "oke, anak kini saatnya saya akan membagikan hasil tes kalian" ucap seorang guru yang baru muncul dari balik pintu kelas.. Indri : mudah-mudahan, aku bisa mendapat hasil yang bagus! Kara tidak merespon ucapan indri. Dia hanya sibuk memainkan pulpennya dan sesekali mencoretkan sesuatu di atas kertas yang berada di hadapannya.. "Kara... Ini hasil tesmu! kali ini nilaimu naik, meskipun hanya sedikit" Kara : benarkah? Kara berlari kecil mendekati meja guru dan meraih sebuah kertas,, terlihat angka 6 di kertas tersebut. Kara hanya menghela nafas lalu perlahan ia membuangnya kembali. Kara menggigit bibirnya dan berjalan menuju bangkunya.. Indri : bagaimana? Apa nilaimu bagus? Kara hanya menggeleng pelan. Lalu indri pun menarik kertas itu dari genggaman tangan kara,, Indri : 6. tidak terlalu buruk.. Kara : tapi, mom akan kecewa karena aku tidak pernah mendapat nilai di atas tujuh. Indri : tak apa! Itu tandanya, kau harus lebih rajin belajar mulai sekarang.. Kara : oke! Aku tau itu SKIP !! Indri : kara, ada seseorang yang sedang menunggumu! Kara sudah hafal betul siapa orang yang menunggunya.. Kara : apakah dia louis? Indri : iya., Cepat kau temui dia! Louis sudah lama menunggumu di depan gerbang sekolah.. Indri berlalu pergi. Kara melangkahkan kaki menuju gerbang, terlihat seorang pria sedang memainkan ponsel disamping sebuah mobil.. Louis terlihat sangat tampan dengan memakai kaos putih polos dipadu dengan jeans hitam yang membuatnya terlihat sangat perfect! Kara tersenyum kecil dan mendekati louis. Awalnya terasa canggung, karena untuk pertama kalinya ada seorang pria yang menjemputnya di sekolah.. Louis melebarkan pintu mobil dan mempersilahkan kara untuk masuk.. Kara terdiam sejenak, lalu dia masuk dengan tangan yang mulai berkeringat. Apa mungkin ini pertanda? Pertanda bahwa kara memang benar telah jatuh hati pada louis? Namun kara mendadak cemas. Ia takut jika hatinya benar telah jatuh pada louis.. Lalu bagaimana dengan reina? Kara tidak ingin membuat orang lain sakit hati karena dirinya.. "kenapa kau diam?" suara itu membuat kara sedikit tersentak, lalu kara mengalihkan pandangannya pada sesosok pria yang tengah serius mengemudikan stir mobil.

Louis : ada masalah? Kara : tidak ada. Mm... Aku hanya sedikit lelah Louis : oke. lalu, apa jawabanmu? Kara : jawaban? Jawaban apa? Louis : hhh... ternyata kau sudah melupakannya.. Raut wajah louis berubah murung. Sebenarnya kara sudah tau dengan apa yang harus ia jawab untuk pertanyaan louis... Jawabannya adalah "YA" tapi untuk mengatakan itu sungguh sangat sulit. Kara masih menghargai reina sebagai teman. Jika kara menerima cinta louis, ia takut akan terjadi sesuatu dengan reina... Kara : maaf lou, aku tidak bisa.. Louis hanya diam. Sesekali ia menghela nafas berat,, lalu ia membantingkan stir dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sangat sepi... Louis : kenapa? Kara : aku belum yakin.. Louis : mungkinkah ada pria lain? Kara : tidak! Louis : lalu? Kara hanya menundukan kepalanya. Tak kuasa membendung air mata yang hampir jatuh.. Kara berubah menjadi gadis pendiam dan lebih mudah menangis semenjak louis mengatakan bahwa ia sangat mencintai kara.. Kara benci dengan keadaan seperti itu. Dulu ia tidak pernah menangis karena seorang pria, tapi sekarang kara sangat mudah untuk menitikan air mata.. "Aku menyesal telah bertemu denganmu! Menyesal karena akhirnya aku jatuh cinta padamu" kara menutup wajah dengan kedua tangannya. Tak kuat lagi menahan rasa sesak di dada.. Louis hanya menatap gadis di sampingnya. Sesekali dia memejamkan mata dan berpikir "kenapa aku bisa mencintainya? Mencintai seorang gadis yang......" tiba louis mendekat dan memeluk kara.. Akhirnya, air mata itu terjatuh di dada louis,, Louis : untuk pertama kalinya aku mencintai seorang gadis, dan itu adalah kau! Kau adalah cinta pertamaku... Kara tidak merespon. Dia masih menangis di dada louis. Namun lambat laun, kara mulai berhenti menangis dan perlahan tangannya melingkar untuk membalas pelukan louis.. Kara : maafkan aku! Mungkin aku memang egois.. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Tapi, aku juga tidak ingin membuat temanku kecewa,, dia juga sangat mencintaimu louis... Louis : dia mencintaiku, tapi aku tidak mencintainya! Kara melepaskan pelukannya. Dia menatap keluar dan tidak berani melihat kearah louis.. Kara mulai berpikir kembali. Sebenarnya apa yang dia lakukan? Untuk apa dia membohongi perasaannya sendiri? Jika cinta katakan cinta! Kenapa itu sangat sulit?

Kara mendengus pelan. Dipejamkannya kedua mata lalu perlahan ia menghirup udara lalu menghembuskannya dengan perlahan... Oke! Ini saatnya untuk mengatakan yang sejujurnya. Kara harus mengatakan "YA" untuk pertanyaan louis. Kara pun berbalik. Berniat untuk menoleh kearah louis,, namun kara sangat kaget saat tiba bibirnya menyentuh sesuatu. Sesuatu yang lembut dan mampu membuat aliran darahnya naik dengan cepat.... mobil louis kini telah terhenti tepat di depan rumah kara. Gadis di sampingnya masih diam membisu. Terlihat dengan jelas saat wajah kara tiba berubah menjadi merah. Sedangkan tangannya masih memegang bibir yang sempat bersentuhan dengan..... Louis : sudah sampai! Kara mengerjap dan segera membuka pintu mobil. tapi dengan cepat louis menahannya. Kara : ada apa? Kara bertanya tanpa melihat kearah louis. Louis : maaf! Kara : untuk apa? Louis : aku... Kara : umh,, sepertinya akan turun hujan. Kau harus cepat pulang! Terimakasih sudah mengantarkanku sampai rumah. Kara melepaskan tangannya dari louis dan berlari kecil menuju rumahnya... *** jantung itu masih terasa berdetak dengan cepat. Seketika tubuh itu pun terasa lemas saat mengingat kejadian tadi,, kejadian yang membuat kara tersipu malu... Masih terbayang dalam benaknya ketika louis menciumnya,, bibir itu masih merasakan sentuhan lembut dari bibir louis. Kara memejamkan mata dan menyentuh dadanya... "aku mencintainya!" tiba saja ungkapan itu muncul begitu saja dari bibirnya. Lama kara memejamkan mata. Hingga tanpa sadar ia pun mulai tertidur.., ponselnya memekik dengan ringtone melow. Karena terlalu pulas, kara tidak mendengar dering dari ponselnya.. Lalu terdengar suara petir, akhirnya hujan turun dengan deras. Kara pun terbangun dan menatap jam di tangannya.. Kara : ya ampun, sudah sore! Kara beranjak dari tidurnya dan berjalan menuju kamar adiknya. Tapi, igo tidak ada di kamarnya, kemana dia? Tidak mungkin dia bermain hingga sore seperti ini.. Kara pun mulai panik saat tau igo tidak ada di rumah... Gadis itu kembali menapaki anak tangga untuk mengambil sebuah mantel dan payung. Saat hujan seperti ini igo pasti berteduh di rumah temannya,, kara pun menemui satu persatu teman igo. Tapi tetap kara tidak menemukan adiknya... Kemana sebenarnya igo? Jika mom tau, ia akan marah dan menghukum kara... SKIP !!

Di sebuah halte, seorang anak tengah terduduk dengan sebuah tas di sampingnya. Badannya basah dan menggigil karena kedinginan. Beruntung seorang kakak menghampirinya dan mengajaknya untuk pulang.. Igo : kakak siapa? --- : aku teman kakakmu! Igo : kakaku? Maksudmu kara? --- : yup! Ayo, aku akan mengantarkanmu pulang... Igo terdiam. Ia tidak kenal dengan kakak itu, ia takut jika kakak itu adalah orang jahat yang mengaku sebagai teman kakaknya... Tapi kekhawatiran itu hilang saat sebuah senyuman terpampang dari bibir orang itu. Kakak itu meraih tangan igo dan menariknya kedalam mobil.. Igo masih memperhatikan wajah asing itu, sepertinya dia orang baik, tapi kara tidak pernah mengajak kakak itu kerumah. Apakah benar dia teman kara? --- : ini rumahmu kan? Igo hanya mengangguk sebagai respon dari pertanyaan kakak itu. Hujan perlahan reda, namun rintik masih terasa menyentuh sebagian kulit yang tidak mengenakan jaket.. Igo turun dari mobil dan berterimakasih pada kakak yang sudah mengantarkannya pulang. Kakak itu hanya tersenyum dan kembali memasuki mobilnya.. Saat akan menyalakan mobilnya, orang itu melihat kara yang tiba muncul dan segera memeluk adiknya. Kara : hei, darimana saja kau? Aku sangat mencemaskanmu! Igo : aku terjebak hujan saat akan pulang kerumah. Beruntung kakak itu menolongku! Kara : kakak? Igo : iya! Itu orangnya... Orang itu keluar dari mobilnya dan menghampiri kara.. --- : hy! Kara : kau... --- : aku tidak sengaja bertemu adikmu di jalan. Dia kedinginan, maka dari itu aku mengantarkannya pulang... Kara : mm... Terimakasih! --- : it's okay! Cepat bawa adikmu kedalam dan jangan lupa berikan dia teh hangat! Igo : ohya, aku belum tau siapa nama kakak... --- : Rei! Igo : seperti nama pria.. --- : hehe.., iya! Tapi nama asliku adalah Reina... Igo : ohh,, kalau begitu. Terimakasih kak reina! Kakak sangat baik Reina : iya, sama! Kakakmu juga sangat baik padaku Kara menyipitkan matanya. Kenapa bisa rei berkata seperti itu? Kekhawatiran itu kembali muncul. Ia takut jika reina mulai merencanakan sesuatu.

Kara : igo, ayo masuk! Dan kau... Apa kau ingin mampir kerumahku? Rei : aku ingin sekali mampir, tapi sayangnya aku harus cepat pulang. Jadi lain kali saja ya. Bye! Kara menghela nafasnya yang berat. Ia memutar bola matanya dan menarik tangan igo masuk ke dalam rumah. Malam ini mom harus bekerja lembur di kantornya. Kini hanya ada kara dan igo di rumah,, karena kedinginan igo terlelap tidur di samping kara yang tengah menonton tv. Hujan kembali turun. Suara petir pun bersahutan tiada henti.. Kara semakin takut saat listrik di rumahnya mendadak mati,, beruntung indri datang bersama kedua temannya. Indri : kara, buka pintunya! Indri berteriak dari luar, kara pun berjalan menghampiri pintu dengan sebuah lilin di tangannya. Kara : indri. Kau kah itu? Indri : ya, ini aku. Cepat buka pintunya! Diluar sangat gelap Kara : oke.., Tunggu sebentar! Krek! Pintu telah terbuka. Indri pun segera meloncat masuk dan disusul kedua temannya, edo dan..... Kara : ahh, syukurlah kau datang! Aku sangat ketakutan di rumah sendiri.. Indri : kemana perginya mom dan adikmu? Kara : mom lembur di kantornya, sedangkan igo sudah tertidur.. Indri : mm... Ohya, kenalkan! Ini mike.. Indri menunjuk seorang pria tinggi, berkulit putih dan... Ah, dia sangat tampan.. Mike menjulurkan tangannya, kara tersenyum lalu menjabat tangan itu dengan sesekali berdecak kagum.. Tangannya benar lembut! Mike : senang bertemu denganmu! Kara hanya mengangguk dan mempersilahkan tamu yang datang untuk duduk di ruang tamu yang hanya diterangi sebuah lilin... Kara meminta indri untuk menemaninya membuat minuman di dapur. Itu sebuah kesempatan bagi kara untuk bertanya lebih jauh tentang mike.. Indri hanya menggeleng tak percaya. Bagaimana bisa kara jatuh hati pada pandangan pertama? Louis bahkan jauh lebih tampan dan jauh lebih baik dibanding mike.. Apa maksudnya indri berkata seperti itu? Mike. Bukankah dia terlihat baik, sekali lagi indri menggeleng.

Indri : hmm... Terserah kau saja! Aku tidak akan melarangmu untuk menyukai dia Kara : aku hanya mengaguminya. Tidak lebih dari itu... Indri : aku tidak mengerti apa yang kau maksud! Aha! Akhirnya indri mengerti. Mungkinkah hati kara telah jatuh pada seorang pria? Apakah pria itu adalah louis? Kara hanya mengulum bibirnya. Tidak berani untuk berkata iya dan membenarkan pernyataan indri.. Indri : oh god! Benarkah itu? Benarkah kau mencintai louis? Kara : umh... Sudahlah! Tidak perlu dibahas. Ayo bawa minumannya ke depan! Indri hanya terkekeh dan mencubit pipi kara dengan gemas. Pada akhirnya seorang gadis yang konyol dan sedikit "bodoh" itu jatuh cinta pada seorang pria.. Dan kini tidak akan ada lagi nama sento yang keluar dari mulut kara.. 30 menit kemudian, lampu menyala. Kara pun bernafas lega karena tidak ada lagi kegelapan.. Tapi diluar hujan masih mengguyur, menambah dinginnya malam yang menusuk. *** ting! Bunyi bel terdengar sangat nyaring. Mom berlari kecil menghampiri pintu dan membukanya.. Mom : siapa? --- : kara... Apa dia sudah bangun? Mom hanya mengernyitkan dahinya. Tapi, dengan hangat mom mempersilahkan tamu itu untuk masuk.. Mom : apa kau teman kara? --- : mm... Ya! Lebih tepatnya, aku teman barunya. Mom : ohh! Tunggu sebentar.. Mungkin kara sudah terbangun. Mom berjalan menapaki anak tangga menuju kamar untuk membangunkan kara.. Kamar itu kosong. Kara masih berada di kamar mandi,, terdengar suara fals itu di dalam toilet. Tok..tok! Mom : kara, cepat sedikit! Ada temanmu yang sudah menunggu.. Kara : siapa mom? Mom : entahlah, dia tidak menyebutkan namanya.. Mungkinkah louis datang untuk menjemputnya?

Kara terbelalak dan dengan cepat ia menyelesaikan kegiatannya di dalam kamar mandi... Ia segera mengenakan baju seragamnya dan setelah menyisir rambutnya, kara segera turun dari kamar untuk menemui teman yang mom maksud. "Mike...?" kara menghentikan gerakan kakinya saat tau mike telah duduk di ruang tamu. Kara pikir louis datang untuk menjemputnya, tapi kekecewaan itu muncul saat tau pria itu bukan orang yang sedang ia diharapkan. Kara : mike? Ada apa? Mike : hy kara! Apa aku mengganggumu? Kara : mm.. Tidak! Mike : good! Kalau begitu, ayo kita berangkat! Kara Mike Kara Mike : kau akan mengajaku pergi? : yup! : kemana? : ke sekolahmu..

Kara mengernyitkan dahi. Dia tidak percaya dengan apa yang mike katakan.. Mereka baru saling mengenal beberapa jam yang lalu, tapi dengan cepat mike sudah bisa mendekati gadis berusia 17 tahun itu. SKIP !! Setelah sekian lama berpacaran. Kini kate mulai mengusulkan sesuatu. Kate meminta sento untuk cepat menikahinya,, tapi sento menolak. Dia pikir usianya masih sangat muda dan belum matang untuk melangsungkan pernikahan... Kate : apa salahnya jika kita menikah di usia yang masih muda? Kate terlihat sangat kesal dengan penolakan sento untuk mempercepat pernikahan mereka. Sento : kita masih sangat muda kate. Bahkan aku belum genap berusia 25th.. Kate : lalu? Sento : aku akan menikahimu, setelah aku berumur 25 taun. Kate : tapi, menunggu 2 tahun lagi.. Itu terlalu lama! Sento : aku mohon mengertilah kate! Untuk kali ini saja... Kate hanya mendengus kesal. Ia tidak terima dengan keputusan sento.. Akhirnya ia berlalu pergi tanpa

memperdulikan sento yang masih menatapnya. *** Indri : hei! Kenapa kau melamun? Kara : aku tidak melamun.. Indri : ohh, apa kau sedang memikirkan louis? Kara : *menggeleng* Indri : lalu? Kara : mike! Apa dia... Drtz..drtz..drtz..! Kara menghentikan ucapannya saat tiba ponselnya bergetar. From : Louis "sore ini, aku akan menunggumu di danau. Aku tidak mau tau, kau harus datang menemuiku!" kali ini kara memilih memakai dress dengan motif bunga diatas lutut. Mencepol rambutnya, dan menyisakan sedikit poni di wajahnya. Entah kenapa, kara begitu antusias untuk bertemu louis. Bahkan ia seperti sudah tidak sabar ingin melihat sosok pria yang telah berani mencuri hatinya. Di tempat lain, louis sudah terlalu lama menunggu kara di tepi danau. Sesekali ia melemparkan kerikil ke dalam air yang sedang tenang itu, kembali ia menatap jam di tangannya. Sudah 30 menit, louis duduk di sana tapi kara belum juga menunjukan batang hidungnya. "ehemm!" suara dehaman membuat louis menoleh dan seketika senyuman itu mengembang di bibir louis.. Sesaat pria itu terperangah dengan apa yang ia lihat saat ini,, matanya tidak berkedip sedikitpun. Louis masih menatap gadis manis yang tengah berdiri tak jauh dari hadapannya. "apakah benar yang aku lihat saat ini?"batin louis tak percaya. Gadis itu semakin mendekat dan mengambil duduk di samping louis. Tapi terlihat dengan jelas jika mereka berdua sangat gugup, louis masih menatap lekat gadis itu namun tangannya mulai berkeringat.. "apa yang sedang kau lihat?" gadis itu mulai membuka mulutnya. Louis mengerjap lalu mengalihkan pandangannya ke depan menatap air danau. "umh., siapa yang mengajarimu berdandan seperti itu?" louis bertanya dengan nada dingin, namun dalam hatinya ia tersenyum bahagia. "kenapa? Apa kau tidak menyukainya?"

Louis : mm... Aku menyukainya, tapi aku baru pertama kali melihatmu secantik ini. "benarkah?" gadis itu mulai tersipu. Louis mengangguk pelan. Louis : aku sudah menunggumu lama sekali, tapi kenapa kau baru muncul sekarang? Kara : oh..itu aku... tadi aku harus menjemput adiku dulu di sekolahnya. ohya, kenapa kau menyuruhku untuk datang kesini? Louis : aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Kara : ap..apa itu? Louis memejamkan matanya. Menghirup sedikit oksigen dan menghembuskannya secara perlahan. Louis : lusa aku berangkat ke London. Kara membulatkan matanya. Berharap louis hanya bergurau dengan ucapannya. karena tidak ingin terlihat cemas, kara hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman. Louis : tapi sebelum aku pergi, aku ingin menanyakan satu hal padamu.. Kara : apa? Louis beralih posisi. Kini ia menggeser duduknya supaya lebih dekat dengan kara.. Tangannya pun mulai bergerak dan ia meletakannya di punggung tangan kara. Seketika suasana menjadi hening, mungkin hanya terdengar detak jantung yang berdegup sangat kencang dari keduanya. "bisakah kau menungguku?" pertanyaan itu terdengar sangat lembut di telinga kara, gadis itu terlihat sangat gugup. Tatapan matanya hanya tertuju pada mata louis yang dekat dengannya. "menunggumu?" "ya! Aku ingin kau menungguku.. Menunggu aku kembali. Meskipun kau tidak pernah menjawab "ya" untuk pertanyaanku, tapi aku tau. Jauh di lubuk hatimu kau menyimpan sebuah perasaan padaku. Kau juga mencintaiku, benar kan?" "tidak!" "kau bohong. jika kau tidak mencintaiku, katakan padaku sekarang juga!" "aku..." ucapan kara terhenti ketika tiba ponselnya memekik. Tertera nama mike di layar ponselnya. Kara mulai bertanya, untuk apa mike menelpon disaat suasana seperti ini? Disaat ia ingin merasakan suasana romantis hanya berdua dengan louis.. Kara terdiam, ia tidak mengangkat telponnya. Hanya menatap layar dan berpikir, jika dia mengangkat telpon dari mike mungkin louis akan merasa diabaikan. tapi..... Louis : kenapa tidak di jawab? Sebenarnya, siapa yang menelponmu?

Kara : umh, bukan siapa! Louis : yasudah, jawab saja! Aku akan menunggu... Kara pun mulai menekan tombol hijau pada ponselnya.. Kara : hallo...? Mike : kenapa lama sekali? Kau ada dimana sekarang? Kara : aku... Kara menggigit bibirnya. Ia tidak ingin mike tau jika saat ini kara sedang berdua dengan louis di pinggir danau. Kara : aku... Mike : emp., kau tidak perlu memberitahuku. Aku sudah melihatmu sekarang! Klik! Sambungan terputus.. Kara membulatkan matanya dan menoleh kearah belakang. Oh dear! Ternyata mike sedang berjalan kearahnya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Untuk apa mike mencarinya? Pertanyaan itu terus memenuhi otaknya. Kara memang mengagumi mike. Mike begitu tampan, dan sangat baik. Tapi, kali ini semuanya berubah. Mike menjadi orang yang sangat menyebalkan dan, kara tidak menyukai saat mike terus mencari keberadaannya Mike : ternyata kau disini louis menoleh dan menatap mike dengan mengernyitkan dahinya Louis : siapa dia? Kara bangkit dari duduknya dan berbisik pada mike Kara Mike Kara Mike : untuk apa kau datang kesini? : aku ingin mengajakmu makan malam : apa? : aku ingin mengatakan sesuatu padamu kara

Kara : katakan disini saja! Mike : tapi... Kara : terserah! Kara berbalik dan hendak menjauh, tapi mike menahannya. Mike : oke! Aku akan mengatakannya sekarang.. Kara : katakanlah! Sebelum membuka mulutnya. Terlebih dulu mike meghirup udara lalu menghembuskannya secara

perlahan.. Mike : kara, aku..... "aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu!" kara terperangah mendengar ungkapan dari mulut mike.. Louis yang mendengar pun langsung berdiri dan mendorong tubuh mike supaya menjauh dari gadis yg dicintainya. Louis : apa maksudmu berkata seperti itu? Mike : hei, tidak usah mendorongku! Louis : sebenarnya siapa dia? Kenapa dia berani berkata seperti itu padamu kara..? Kara hanya diam. Mulutnya seakan terkunci, sedangkan mike mulai mendekat dan menarik tangan kara supaya lebih dekat dengannya.. Louis bingung. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Bagaimana mungkin ia harus memiliki saingan untuk mendapatkan hati kara. Layaknya anak kecil, louis dan mike saling berebut untuk mendapatkan perhatian dari seorang gadis bernama kara. Oke, ini memang sulit, kara tidak ingin membuat keributan di tempat umum, tapi.. Ia juga tidak bisa menghentikan kedua pria itu. Mike : bukankah kau bukan pacarnya? Louis : aku memang bukan pacarnya, tapi sebentar lagi dia akan menjadi milikku.. Mike : apa? Benarkah itu kara? Louis : kara, bukankah aku lebih dulu mengatakan perasaanku padamu? Jawablah sekarang! Apa kau juga menyukaiku? Kara memejamkan matanya. Gadis itu menggigit bibirnya, kenapa kejadiannya harus seperti ini? Lalu kara pun menghela nafasnya., Kara : maaf mike, kau tidak mengetahui aku yang sebenarnya. Aku pun tidak tau tentang dirimu. Bukankah kita baru saling mengenal? Rasanya aneh jika tiba kau menyukaiku.. Mike : tapi, aku benar menyukaimu kara.. Kara : sekali lagi aku minta maaf padamu.. Mike : jadi, apa kau lebih memilih pria ini? *menunjuk louis* kara menoleh dan menatap louis dengan lekat.. Ia tersenyum kecil dan kembali mengalihkan pandangannya pada mike. Kara : aku sudah terlanjur mencintainya..

Louis membulatkan matanya. Apakah yang dikatakan kara itu benar? Mike : benarkah? Kara : ya! Aku memang jatuh cinta padanya.. Maaf sudah membuatmu kecewa, tapi aku tidak pernah menginginkan semua ini terjadi.. Mike tertunduk lemas. Tanpa berkata apa lagi, ia pun pergi meninggalkan kara dan louis.. Meskipun itu menyakitkan bagi mike, tapi apa boleh buat? Kara memang tidak pernah berpikir untuk jatuh cinta pada mike.. Louis : apakah itu benar? Kara : apa? Louis : kau juga mencintaiku? Kara : bukankah tadi kau mendengarnya sendiri? Louis tersenyum. Dia tidak percaya jika akhirnya cintanya terbalaskan... Louis mendekat dan menarik kara ke dadanya. Mendekap erat tubuh gadis itu dengan sesekali tangannya membelai punggung kara.. Louis : aku sangat menyayangimu! Louis melepaskan pelukannya dan perlahan mengecup kening kara dengan lembut, membuat gadis itu lagi tersipu malu.. Kara : apa kau akan tetap pergi? Louis : mm.. Ya! Tapi, itu hanya 1 bulan saja. Setelah itu aku akan kembali.. Kara : kau serius? Louis mengangguk cepat. "aku pasti akan kembali. karena aku tidak ingin menyia-nyiakan gadis manis ini" louis menarik hidung kara dengan gemas. Kara : aaa... Hentikan! Louis menarik tangan kara untuk kembali duduk di tepi danau. Hari mulai gelap, karena jam sudah menunjuk pukul 17.20 Louis : setelah ini aku akan mengantarkanmu pulang! Kara hanya mengangguk pelan tanda setuju..

*** pukul 17.49 Kara : ayo kita pulang sekarang! Aku takut mom mencariku kemana-mana... Louis : baiklah.. Kara bergeser dan beranjak dari tempat duduknya, tapi louis segera menahan tangan itu. Otomatis kara kembali duduk... Kara : ada apa lagi? Louis tidak berkata apapun, ia hanya menatap gadis itu dengan tatapan tak percaya... Benarkah ini nyata? Ataukah hanya mimpi? Seorang gadis yang konyol itu kini telah menjadi miliknya... Louis mulai mendekatkan wajahnya lalu menutup mata.. Kara tau apa yang akan dilakukan louis padanya. Ia pun ikut menutup kedua matanya.. Hidung mereka telah bersentuhan, dan detik berikutnya bibir mereka telah menyatu... "ini ciuman kedua dari louis" gumam kara dalam hatinya. Kara tak pernah tau jika orang pertama yang menciumnya di pesta topeng saat ulang tahun michele adalah louis... Louis lah yang menjadi orang pertama yang mendapatkan ciuman dari kara. Lama sekali mereka berciuman. Hingga akhirnya louis melepaskan bibirnya dari bibir kara,, seketika wajah keduanya berubah menjadi merah... Louis : ayo kita pulang! Kara hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki louis..... Louis menggenggam erat tangan kara, kehangatan itu terasa saat angin berhembus dan kara melingkarkan tangannya di pinggang louis... END