Anda di halaman 1dari 16

Cinta sejati

Pagi yang sangat cerah, secerah hati Nayla yang saat itu tengah berbahagia karna akan menjemput kepulangan Gara dan Andra di bandara. Nayla adalah gadis yang cantik dan juga baik hati, dengan kecantikan dan kebaikan hatinya, banyak banget cowok yg naksir sama gadis cantik yg satu ini, termasuk Andra dan Gara. Andra itu kakak kandung Gara dan mereka adalah teman nayla sejak kecil, sejak kecil Andra dan gara memang sudah menyukai nayla. Gara yg memang seorang cowok yg agak pecicilan sangat gampang baginya untuk mendekati dan mendapatkan hati nayla. Berbeda dengan andra yg memang sangat dingin dan memilih memendam perasaanya pada nayla... Setelah lulus kuliah, andra dan gara memang tinggal di luar negri untuk mengurus perusahaan milik orang tuanya,, setelah tiga tahun berada di Amerika, akhirnya kini mereka kembali pulang ke jakarta. "Hai gara... andra..."sapa nayla "hai juga cantik"balas gara sembari menarik hidung mungil nayla tapi berbeda dengan andra yg ngeloyor pergi tanpa membalas sapaan nayla. "andra kenapa?"tanya nayla bingung "aku juga gk tau tuh"balas gara dengan mengangkat bahunya "hmm,, oia kamu capek ya?"tanya nayla" "em.., tadinya sih iya, tapi kalo udah liat kamu capek aku jadi ilang"balas gara genit "huh, bisa aja kamu ini" gara dan nayla pun segera pulang ke rumah, dan disana sudah ada andra dan papanya yg bernama hery... "hai pa, apa kabar?"gara memeluk papanya karena rindu sudah lama tidak bertemu "papa baik nak, oia kenapa mama gk ikut pulang bareng kalian?" "ya engga lah pa, soalnya mama masih sibuk sama kerjaannya" "ya udahlah, gk usah ngebahas itu! Mending kalian istirahat aja dulu"pinta hery "gk pah, kebetulan aku pengen jalan2 dulu sama nayla.."sergah gara "loh, memang kamu gk capek?"tanya hery "enggak pah, ya udah aku pergi dulu ya" gara pun berpamitan pada hery, andra hanya tersenyum kecut. Karena sangat rindunya dengan kota jakarta, gara pun mengajak nayla mengelilingi kota itu hingga larut malam, tanpa sadar jam telah menunjukan pukul 22.00. karena khawatir, orang tua nayla pun menelpon dan menanyakan keberadaan anaknya,,, "hallo.., ada apa ma?"sapa nayla "kamu ada dimana nay? Udah jam berapa sekarang?kenapa kamu belum pulang?"tanya mama'nya khawatir "aku lagi sama gara ma..." "iya mama tau, tapi sekarang udah malem. Kamu cepet pulang y! Papa nanyain kamu terus tuh" "ya udah deh, aku pulang sekarang ma!" 'KLIK' nayla menutup kembali ponselnya. "mama kamu y?"tanya gara. Nayla mengangguk "ya udah, kita pulang yuk!udah malem juga"ajak nayla "oke deh.." gara pun mengantar nayla pulang ke rumahnya

"makasih ya gar, udah anter aku pulang"ucap nayla "harusnya juga aku yg bilang makasih sama kamu" "iya deh sama2. ya udah, aku masuk dulu ya!" "ok!sampe jumpa besok" gara pulang ke rumah dengan hati yg bahagia, namun andra kesal melihat gara yg seperti itu. "darimana aja lo, jam segini baru pulang?"tanya andra "kan lo tau gue udah jalan sama nayla" "oh..."balas andra singkat dan berlalu pergi "dasar aneh"gumam gara esok paginya, gara berniat mengajak nayla dan keluarganya untuk berlibur ke pantai, kebetulan hari itu cuacanya memang sedang sangat cerah. Gara pun menelpon nayla. "hallo gar, ada apa?"tanya nayla di ujung telpon "nay, aku lagi di jalan nih mau ke rumah kamu" "mau apa?"tanya nayla "hari ini aku mau ngajak kamu liburan, mama papa kamu juga udah tau ko" "loh, ko aku gk tau?" tut..tut..tut.. Gara telah menutup telponnya. #Sesampainya di rumah nayla... "gimana, udah siap?"tanya gara "nyebelin.., mau liburan ko gk bilang2 aku sih?"tanya nayla jutek "sorry nay.., oia mama papa mana?" "udah pergi duluan" "ya udahlah, yuk pergi sekarang!" gara menarik nayla ke mobilnya... Beberapa lama kemudian, keduanya telah sampai di tempat tujuan. Disana pun sudah ada hery, andra dan kedua orang tua nayla yg sudah menunggu,,, "andra ikut juga?"tanya nayla dalam hati tiba2 gara merangkul pundak nayla dan mengajaknya ke tepian laut... "kalo emang kaya gini, gue gk usah ikut tadi"batin andra setelah seharian berpanas-panasan dengan teriknya matahari, membuat nayla dan gara kelelahan... "cari minum yuk!aku haus nih"ajak nayla pada gara "ya udah yuk!" mereka berdua pun bertemu dengan orang tuanya yg sedang asyik mengobrol sambil meminum es kelapa muda... "kalian darimana aja sih?"tanya evi (mama nayla) "gk dari mana-mana ko ma" "hm, kayaknya enak tuh es kelapa"ucap gara karena kehausan, gara menyeruput minuman itu dengan terburu-buru, karena berantakan nayla mencoba membersihkan mulut gara dengan tanganya, andra pun semakin kesal dibuatnya... [SKIP]

Hari pun sudah mulai gelap. nayla, gara dan yg lainya juga telah memutuskan untuk pulang... "kira2, nayla lagi ngapain y sekarang?"fikir gara gara terus memainkan handphone di tanganya, setelah akhirnya dia memilih untuk menelpon nayla. "hallo..."sapa nayla "lagi ngapain nay?"tanya gara "baru mau tidur nih, besok aku ada kuliah pagi, ada apa gar?" "gk ada papa, aku cuma kangen aja sama kamu..."balas gara "diih genit banget sih kamu! Oia kalo gk ada yg penting, aku mau tidur nih, takut besok kesiangan" "oh gitu ya, yaudah deh" "iya, maaf ya gar" "gapapa..." besoknya. sebelum nayla bangun, gara sudah lebih dulu berada di rumah nayla... "nay nya mana tante?"tanya gara pada evi "hmm, masih tidur tuh di atas! tadi tante udah coba bangunin nayla, tapi dia gk mau bangun. Coba kamu yg bangunin deh gar!"pinta evi "oke tan!" lalu gara pun masuk ke kamar nayla. Sejenak ia memandangi wajah cantik nayla, gara tersenyum dan berbisik di telinga gadis itu... "nay bangun udah siang!"bisik gara, tapi nayla belum bangun juga. Akhirnya gara menarik hidung nayla. Nayla pun terbangun. Setelah matanya terbuka, tiba2 nayla berteriak. "AAAAA..." "ngapain kamu teriak2?"tanya gara bingung "ngapain kamu ada di kamar aku?"tanya nayla kaget "aku cuma disuruh tante buat bangunin kamu nay, katanya hari ini ada kuliah pagi. Tapi ko jam segini belom bangun juga?" "oh my god" *tepuk jidat* "kamu tuh dari dulu gk pernah berubah y"ucap gara nayla berlari ke kamar mandi, setelah berpakaian rapih nayla berangkat ke kampus bersama gara... "makasih ya gar, udah nganterin aku. Aku masuk dulu daaah!" "iya, daaah" "lo kenapa nay?ko ngos-ngosan gitu?"tanya keisha sahabat nayla "gue kesiangan tau. Tapi ko kalian masih disini? Kenapa gk masuk kelas?"tanya nayla bingung "sebelumnya sorry ya nay, tapi tadi gue dapet info katanya dosen kita gk bisa masuk hari ini"balas tia yg juga sahabat nayla "lho kenapa?" "gue gk tau tuh" "udahlah gk usah difikirin! Mending ke kantin yuk"ajak keisha *di kantin "eh nay, ngomong2 tadi gw liat lo dianterin sama cowok, siapa dia?"tanya tia "itu gara..."jawab nayla "gara temen lo waktu kecil itu?"tanya tia lagi "iya, kenapa sih nanya2?" "enggak. dia baik banget y sama lo" "iyalah, gara kan temen gue dari kecil"

"tapi gue perhatiin, kayaknya dia suka tuh sama lo" "ngaco aja deh, ya gak mungkin lah"sergah nayla "oia, gara kan punya kakak tuh. siapa sih namanya gue lupa..."kata keisha "andra"tambah tia "iya tuh si andra. Menurut lo siapa diantara dua cowok itu yg lebih ganteng?andra atau gara?" "gak tau ah gelap"balas nayla saat sedang asiknya mengobrol, tiba2 vino muncul. Vino adalah sosok cowok yg dulu pernah menjadi tambatan hati nayla. Tapi nayla memilih mengakhiri hubunganya dengan vino karena memang menurut nayla vino adalah cowok yg agak 'bandel'... "nay.."ucap vino pelan "apa?"tanya nayla "enggak. Gue cuma pengen ngomong sama lo" "sorry!temen gue gk bisa di ganggu"sergah tia tia menarik nayla dan mengajaknya pergi dari vino. "udah nay, cowok kaya vino gk usah lo ladenin lagi"pinta tia "tapi ti gue..." "ssttt... Lo harus inget. Vino itu udah sering nyakitin elo" "hmmm..."nayla menghela nafas panjang karena kepalanya terasa pusing. Nayla memilih untuk pulang ke rumah... "nyebelin! Kenapa juga gue mesti mikirin si vino. Bikin kepala pusing aja.."oceh nayla "ngapain sih ngomel2 sendiri..." suara itu membuat nayla menghentikan langkahnya, saat membalikan badanya, nayla mendapati Temmy sudah berdiri di dekatnya... {untuk lebih jelasnya, temmy itu adalah adik kandung dari papa nayla/om nayla. Tapi karena usianya masih muda (27th) nayla biasa memanggilnya kakak} "kak temmy..."nayla berhambur memeluk temmy "aduh, semangat banget sih meluknya. Sampe gk bisa nafas nih"ucap temmy "eh sorry, abis aku kangen banget sama kamu kak..." "ohya? Yaudah lanjutin aja meluknya!" temmy balas memeluk nayla dengan eratnya...

keesokan harinya, nayla telah bersiap untuk berangkat ke kampus, kebetulan hari ini temmy yg akan mengantarkan nayla kuliah... "kak temmy mau nganterin aku?"tanya nayla "iya, hari ini kakak lagi free soalnya" "oh gitu, ya udah yuk berangkat sekarang!" *sesampainya di kampus "aku tungguin kamu di sini y"ucap temmy "kenapa gk pulang?"tanya nayla "ngapain di rumah? Gk ada siapa2 juga" "yaudah, mending kak temmy ikut aku aja!" nayla menarik tangan temmy supaya mengikutinya "aduh, mau dibawa kemana sih?" "udah, kak temmy diem aja!" "nah, kak temmy duduk manis disini deh!" nayla meminta temmy duduk di bangku yg ada di pinggir lapangan "ngapain aku duduk disini?"tanya temmy bingung "hari ini kan aku ada latihan, jadi kakak temenin aku disini ya!" "hmm, kamu ini ada2 aja..."

"tau gk kak?" "apa?" "pelatihnya cewek loh, cantik lagi..." "terusss?" "udah gitu aja"balas nayla "oke kita mulai latihan sekarang anak2..."seru seorang pelatih basket yg bernama vicky. mata temmy pun langsung tertuju pada sang pelatih yg amat cantik itu... Selesai berlatih, temmy segera mendekat pada vicky dan menyapanya... "em.., hai" temmy agak gugup "iya, ada yg bisa dibantu?"tanya vicky "maaf mrs, dia kakak saya.."sergah nayla "oh kakak kamu..." "iya. Tapi katanya dia pengen kenalan sama mrs" "kamu apaan sih nay?"tanya temmy malu2 "gapapa koq, kenalkan saya vicky"vicky mengulurkan tanganya lalu temmy menyambutnya. "temmy.."balas'nya dengan masih gugup "ehm...ehm..,kayaknya aku harus pergi dulu nih. Yaudah aku ke kantin dulu deh, bye!"nayla ngeloyor pergi di kantin nayla masih duduk2 santai bersama sahabatnya keisha dan tia. "oh,. Jadi ceritanya lo mau jodohin om elo sama mrs pretty itu y?"tanya tia "namanya vicky woi.."sergah keisha "gue juga tau namanya vicky, tapi kan dia cantik banget..." "iya juga sh"tambah keisha "jadi beneran nay?"tanya tia lagi "iya.., kali aja berhasil. Kak temmy gue kan cakep"balas nayla "masalahnya, disini juga dosen2 yg masih keren pun gak ada yg nyantol sama mrs pretty ini" saat ketiganya tengah asik membicarakan vicky, tiba2 vino muncul dengan wajah yg penuh dengan bekas luka. "vin, lo kenapa?"tanya nayla khawatir "gapapa, kemaren gue cuma jatoh dari motor"jawab vino "gk mungkin kalo cuma jatoh. Pasti lo berantem lagi kan?"tanya nayla lagi. vino menatap wajah nayla yg memang saat itu terlihat sangat khawatir padanya.. "sebenernya iya,, sorry nay gue belom bisa berubah buat lo"ucap vino. Nayla hanya menghela nafas panjang "nay, ngapain sih elo ngeladenin dia lagi? Udah yuk pergi!" tia menarik nayla pergi "kenapa sih nay, elo masih perhatian aja sama si vino?"tanya tia heran "gue.. Gue cuma kasian sama dia ti" "gk usah lo kasian sama dia, inget! dia itu cowok yg udah ngecewain elo" ditempat lain, ada gara yg tengah melihat album photo'nya saat masih kuliah, dan kebanyakan foto di album'nya itu gara sedang bersama nayla. Gara pun tak hentinya tersenyum jika mengingat masa2 indah bersama teman kecilnya itu,,, berbeda dengan gara. Andra saat itu tengah murung karena memikirkan nayla,, "akhir2 ini gue liat, kayaknya lo lagi ada masalah deh ndra. Cerita dong sama gue!"pinta rey teman andra "gue gapapa"jawab andra datar "pasti ini soal nayla"celetuk rey "maksud lo?"tanya andra bingung "andra, gue itu udah lama banget temenan sama lo"

"terus?" "gue tau ndra,kalo elo itu suka kan sama nayla?"tanya rey "enggak" "gk usah bohong deh lo!gue tau kali"sergah rey. Andra terdiam "menurut gue, kalo elo emang suka ya tinggal bilang aja apa susahnya? Nayla itu cantik bro, pastinya banyak banget cowok yg naksir dia. Kalo dia keburu diambil orang gimana???" andra semakin bingung mendengar ucapan rey... "udah lah rey, gue lagi gk mood buat ngomongin itu" "pulang yuk kak!"ajak nayla pada temmy yg sedang asik berbincang dengan vicky "aduh nay, kamu ganggu aja deh"bisik temmy pada nayla "sorry kak, tapi aku capek pengen pulang"balas nayla "yaudah, kamu pulang duluan gih! Kakak masih pengen ngobrol sama vicky" "tapi kak..." "kamu naik taxi aja deh y!" "ish.,nyebelin" dengan kesal nayla segera pergi meninggalkan temmy nayla terpaksa berdiri di depan kampusnya untuk menunggu taxi. Tapi setelah lama menunggu, tak satu pun taxi yg lewat di depanya, padahal saat itu perut nayla sudah berteriak histeris meminta untuk diisi... "aduuuh, sampe kapan gw musti nungguin disini? Mana perut laper lagi, kak temmy jahat banget deh sama gw"gumam nayla tiba2 muncul vino yg menghampirinya "hai nay, belum pulang?"tanya vino "belum"balas nayla dingin "em, nay.., gue...." tind...tind...tind... Suara klakson mobil gara membuat vino tak melanjutkan perkataanya "nay, mau pulang sekarang?"tanya gara "kamu jemput aku?" "iya dong!" "yaudah, aku pulang bareng kamu aja deh. Oia vin, sorry gue pulang duluan y! Daaah"ucap nayla "cowok itu pacar kamu y?"tanya gara pada nayla saat di perjalanan "cowok yg mana?" "yg tadi sama kamu lah" "oh, bukan koq. Dia vino temen aku"jawab nayla "yakin cuma temen?"tanya gara tak percaya "beneran! Udah ah, ngapain sih ngebahas itu? Yg lain aja!" sesampainya di rumah "masuk dulu gar!"ajak nayla pada gara "iyadeh.." setelah masuk kedalam rumah, nayla langsung pergi ke dapur dan membuka lemari es,,, "kamu nyari apa nay?"tanya evi .mamanya. "aku laper ma!aku lagi nyari makanan"balas nayla dengan mulut yg dipenuhi makanan. "oia nay, temmy mana?" "aku gk tau"

"loh, koq gk tau? Tadi kan dia sama kamu?"tanya evi lagi *nayla hanya mengangkat bahunya* nayla kembali ke ruang tamu untuk menemui gara, tapi ternyata gara tidak ada disana "kemana dia?"fikir nayla setelah mencari kemana-mana, akhirnya nayla menemukan gara di taman belakang, sepertinya dia sedang memberi makan kelinci kesayangan nayla... "aku cari2, ternyata kamu ada disini"ucap nayla "kamu masih pelihara kelinci ini?"tanya gara sembari mengelus kelinci berwarna putih itu "iya, ini kan hadiah dari kamu waktu aku ulang tahun yg ke 17"balas nayla *gara tersenyum* [SKIP] "andra.."seru indah/teman andra di kantor "iya, ada apa?"tanya andra "aku mau ngajak kamu dinner malem ini, mau ya!" "gak akh, malez" "loh koq gitu? Please lah ndra!"pinta indah *memelas* "ya udah deh iya!"balas andra terpaksa "beneran nih?"indah masih tak percaya. Andra mengangguk dan pergi. *malam harinya... Saat andra sampai di restoran, andra berpapasan dengan temmy yg saat itu dia juga sedang berkencan dengan vicky... "andra..? Kamu mau makan disini juga?"tanya temmy "oh iya kak, aku..." "dia siapa?"tanya indah pada andra "saya temmy, teman andra. Kamu pacarnya andra y?"tanya temmy "bukan kak! Dia cuma temen aku di kantor"sergah andra "ooh.., yaudah. Kalian lanjut makan aja!aku kesana dulu"temmy pun meninggalkan andra dan indah. Setelah selesai makan dan mengantarkan vicky ke rumahnya, temmy pun segera pulang,tapi temmy melihat vino sedang berdiri di depan pintu. "mau cari siapa?"tanya temmy "aku mau ketemu nayla kak, dia ada di rumah kan?" "oh nayla, sebentar y saya panggil dia dulu" "nay, ada yg nyariin kamu tuh!"kata temmy pada nayla "siapa kak?" "gk tau. Temuin dia sana!" "yaudah deh" nayla membuka daun pintu, dan wajah vino pun terpampang jelas di hadapanya. "ngapain lo kesini?"tanya nayla jutek "gue kangen sama lo nay!" "kangen sama gue?sorry gw gk butuh" nayla membalikan badanya, tapi vino lebih cepat menahan langkah nayla. Vino pun menarik nayla ke dadanya. Dia memeluk erat gadis itu, nayla tak dapat berbuat apa2 lagi. Dia hanya bisa menangis dipelukan mantan kekasihnya itu...

vino masih memeluk nayla, dia juga ikut menangis di pundak nayla.. "lepasin gue vin!"pinta nayla lemah "lo boleh pukul gue nay, lo boleh lakuin apapun sama gue sesuka lo, tapi gue minta elo jangan pernah benci sama gue!"pinta vino perlahan vino melepaskan pelukanya. "maaf! Gue emang udah banyak salah sama elo. Gue harap lo bisa maafin semua kesalahan gue" *nayla menunduk* "sebenernya, dari dulu gue udah maafin elo.." nayla mengangkat wajahnya dan menatap vino "elo emang baik nay. Gue juga gk pantes buat cewek sebaik lo, sekali lagi gw minta maaf..." vino menghela nafasnya yg sesak, lalu pergi... Nayla pergi ke kamarnya. Sambil memeluk bantal guling pemberian vino, dia kembali menangis... [SKIP] "kamu sakit ya nay?" *gara memegang kening nayla* "aku gapapa.." nayla menepis tangan gara "kalo ada masalah cerita dong sama aku!" *nayla menatap gara* "ngapain kamu liatin aku kayak gitu?" gara mengernyitkan dahinya tiba2 nayla merebahkan kepalanya di pundak gara dan memejamkan matanya... *Gara mengelus lembut rambut nayla* "sebenernya kamu kenapa?"gara kembali bertanya *nayla menggeleng* "emm... Nayla" "hmmm?" "aku boleh tanya?" "apa?" "siapa sih orang yg paling kamu sayang?" nayla kembali terduduk *menatap gara bingung* "aku cuma nanya..." "mama sama papa lah" "selain itu?" "kak temmy" "terus?" "emm..." *berfikir* "kamu..."ucap nayla *gara terbelalak* "kamu kan sahabat aku yg paling aku sayang" nayla membenarkan *gara kecewa* "hanya sebatas itu?"tanya gara "iya. Emang maunya gimana?"

gara memegangi kedua tangan nayla. Dia menatap lurus ke bola mata gadis di depanya... "apa kamu tau kalo aku juga sayang sama kamu?"tanya gara "___" nayla terdiam "aku sayang sama kamu, bukan hanya sebatas persahabatan. Tapi aku bener2 sayang sama kamu, aku cinta sama kamu nay..." kali ini nayla yg terbelalak, dia masih tak percaya dengan apa yg diucapkan gara "kenapa cepet banget?"fikir nayla "apa kamu juga punya perasaan yg sama?"tanya gara nayla tersenyum dan kembali merebahkan kepalanya di pundak gara... "apa ini artinya iya?"tanya gara. nayla mengangguk *gara tersenyum puas* *** "hmmm, apa yg udah gue lakuin? Kenapa gw harus bilang iya sama gara? Apa emang gw juga sayang sama dia? Atau ini cuma pelarian gw dari vino?" gumam nayla di kamarnya tok...tok...tok... "siapa?"tanya nayla, namun tak ada jawaban, terpaksa nayla turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamarnya... Saat pintu terbuka... "surprise..." ternyata gara dengan membawa mawar di tangannya *nayla bengong* "kamu ngapain malem2 kesini?"tanya nayla "aku kangen kamu" balasnya genit "ckckck..." *nayla geleng2 kepala* "eh, ndra... Lo tau gk kalo kemaren gara baru jadian sama nayla?"tanya rey pada andra saat di kantor. Andra sedikit tersentak, namun dia mencoba menyembunyikan'nya. "enggak!emang kenapa?"tanya gara santai "jadi lo gk tau? Gue sih cuma nanya lo doang" *pagi ini, gara akan mengajak nayla pergi ke kebun strawberry. karena memang nayla sangat suka dengan strawberry. Setelah selesai mandi, nayla dan gara pun segera berangkat... "wah, banyak juga y strawberry'nya"ucap nayla "iya lah, namanya aja kebun strawberry"tambah gara nayla memetik satu buah strawberry dan mencicipinya,, "mm.., manis juga!tapi agak asem juga nih.." "masa sih asem? Yang ada juga tukang kebun'nya yg asem" gara mencoba membuat nayla tertawa "ada2 aja kamu ini" nayla mencubit pinggang gara tiba2 hujan pun turun dengan derasnya. Karena tidak bisa pulang, nayla dan gara memilih untuk mencari tempat berteduh...

"aduh, gimana dong nih?kita gk bisa pulang"kata nayla "tenang aja, ujan'nya gk bakal lama koq" "tapi aku takut" "takut apa? Kan ada aku, kalo kamu takut. Kamu tinggal peluk aku aja!" "huh... Maunya" *gara nyengir* lalu gara melepas jaketnya untuk nayla yg sedang kedinginan setelah menunggu lama, akhirnya hujan pun reda. Gara pun mengantarkan nayla pulang. [SKIP] besoknya, saat nayla berangkat ke kampus dia sudah merasa tidak enak badan, kepalanya terasa sangat pusing dan wajahnya pun pucat... "lo kenapa nay?"tanya tia "emang gw kenapa?gue gapapa"balas nayla "tapi muka lo pucet banget, lo sakit?" "enggak..." "elo yakin?" tia sangat khawatir. *Nayla mengangguk pelan* di perpustakaan, nayla berpura-pura mencari buku. Padahal dia sedang mencoba menahan rasa sakit di kepalanya... "nay...!elo kenapa?" hmm, suara itu... Vino? "gw gapapa..."jawab nayla sembari memegangi kepalanya "tapi nay..." "cukup vin! Gw gk mau lo perhatiin gue lagi" nayla bangkit dan pergi waktu sudah menunjukan pukul 14.55, lagi2 hujan turun dengan derasnya... "ujan lagi?"fikir nayla saat sebuah taxi lewat, nayla menghentikan taxi itu lalu masuk, tapi ternyata di dalam sudah ada penumpang. Dan ternyata itu andra... "maaf!aku kira taxinya kosong" nayla ingin kembali keluar, namun andra menahanya. "udah, masuk aja!"pinta andra. Nayla menurut di dalam taxi, nayla dan andra hanya diam. Tak ada sepatah kata pun yg keluar dari mulut keduanya. Saat di tengah jalan, taxi yg ditumpangi nayla dan andra tiba2 mogok. "kenapa pak?"tanya andra "maaf mas, mobil saya mogok" "ko bisa gitu sih, rumah saya masih jauh banget pak"tambah nayla "aduh, saya minta maaf mba! Mending mas sama mba cari tumpangan lain saja" terpaksa andra dan nayla pergi untuk mencari tumpangan lain, tangan kanan andra memegangi payung dan tangan kirinya ia masukan ke saku celananya. Sedangkan nayla hanya mengikuti andra di sampingnya sembari memeluk tasnya di dadanya...

hari mulai gelap, tapi nayla dan andra masih belum bisa pulang karena tidak ada satu kendaraan pun yg lewat di depan mereka... Andra mengajak nayla untuk mencari tempat berteduh, dan akhirnya ada satu rumah yg cukup besar. Andra pun mencoba mengetuk pintu... "iya, ada yg bisa saya bantu?"tanya seorang ibu yg muncul dari dalam "maaf bu saya mengganggu, tapi apa bisa ibu menolong kami?" "saya bisa tolong apa?" "kami berdua tidak bisa pulang, karena sudah malam, apa boleh kami menginap disini?"tanya andra. ibu itu pun berfikir sejenak, dan melihat ke arah nayla yg masih terdiam di dekat andra. "tapi kamu membawa perempuan, apa dia pacarmu?atau istrimu?kalau kalian suami istri, saya akan izinkan kalian menginap disini. Tapi kalau bukan, maaf!saya tidak bisa membantu kalian" andra merangkul pundak nayla "kebetulan, kami memang pengantin baru bu" ucap andra, nayla melirik andra dengan bingung "engga bu, sebenernya kami..." sebelum nayla melanjutkan ucapanya, andra telah menutup mulut nayla dengan tangannya... "istrimu kenapa?" "gapapa bu. Kamu gk papa kan?"tanya andra. Nayla terpaksa mengangguk di dalam, nayla dan andra harus tidur sekamar. Nayla sangat keberatan. "aku gk mau kita tidur bareng disini"ucap nayla "kamu tenang aja! Aku gk bakal ngapa-ngapain kamu" andra bangkit dan tidur di sofa yg berada di kamar itu. "kenapa kita harus pura2 jadi pasangan suami istri?"tanya nayla, andra menoleh. "aku hanya kepikiran itu..." balas andra lama2 nayla pun tidak tega melihat andra yg tidur di sofa tanpa memakai selimut... "nih,selimut buat kamu!" "gak usah! Nanti kamu gimana?" "aku gapapa, udah kamu pake aja!" "hm, y udah! Makasih..." [SKIP] pagi2 sekali, andra sudah bangun. Ia segera pergi ke dapur dan membuat teh hangat untuk nayla,, "hoam..! Udah pagi. andra mana?"fikirnya "kamu udah bangun? Nih aku buatin teh hangat buat kamu!" andra memberikan teh itu pada nayla "makasih ya! Padahal kamu gk usah repot2"balas nayla. Andra hanya tersenyum "tumben banget andra baik sama aku"gumam nayla "kalo udah, kita pulang ya!"ajak andra, nayla mengangguk saat menunggu taxi di jalan, lagi2 tak ada satu pun yg lewat, wajah andra pun terlihat sangat cemas. "aduh, udah jam 7. Aku bisa telat ke kantor nih"gerutu andra "gimana kalo aku telpon sopir aku aja ndra?" "gak ada waktu lagi nay, emm.., kamu berani kan kalo aku tinggal sendiri disini?" "aku berani, tapi..."

"ya udah, kalo gitu aku pergi duluan ya!" andra pun segera berlari mengejar waktu yg tersisa. Beberapa saat kemudian, gara muncul. "nay, kamu gapapa kan? Aku khawatir waktu denger semalem kamu gk pulang kerumah"ucap gara "aku gapapa gar!" "kalo gitu kita pulang sekarang y!" nayla menurut, sebelum masuk ke mobil, nayla sempat memperhatikan jalanan. Sepertinya ia mengkhawatirkan andra sesampainya dirumah, nayla langsung berhambur menuju meja makan... "nay, gimana ceritanya sih sampe kamu gk pulang semalaman?untung andra sempet nelpon dan kasih tau mama"tanya mamanya "jadi andra sempet telpon mama?" "iya nay" lalu nayla pun menceritakan semua yg telah terjadi, tiba2 nayla kefikiran dengan andra. "nay,kamu istirahat ya! Sekarang aku harus pergi ke kantor"ucap gara "iya..."balas nayla singkat sebelum berangkat, gara menyempatkan untuk mencium pipi nayla terlebih dulu *muach* "aduh, kamu itu beruntung banget ya punya pacar gara. Dia itu perhatian banget sama kamu" puji mamanya "hmmm,.. Iya"balas nayla datar setelah mamanya pergi, nayla memasukan makanan ke dalam tempat makan dan berniat memberikanya pada andra... _____ 'tok..tok..tok..' "masuk!"andra sedikit berteriak "hai..."sapa nayla "eh kamu nay, ada apa?tumben kamu mampir kesini"tanya andra "emm, aku bawain ini buat kamu!" nayla menaruh makanan itu di atas meja kerja andra "ko repot2?"tanya andra "ngga repot ko!" andra pun memakan semua makanan dari nayla dengan lahapnya, nayla senang melihatnya. Saat andra dan nayla tengah asik mengobrol, ternyata dari kejauhan ada indah yg melihat itu dan membuat dia cemburu, tanpa mengetuk pintu, indah langsung menerobos masuk ke ruangan andra. "bisa ga sih kamu ketuk pintu dulu sebelum masuk?"ucap andra "ga perlu. Siapa dia?"tanya indah sewot "kenalkan saya nayla" *menjulurkan tangan* tapi indah tak menyambutnya "ngapain kamu ada disini? Kamu bukan pacar andra kan?" "bukan mba" "ya sudah, ngapain kamu lama2 disini. Oia saya juga mau kasih tau sama kamu kalo andra itu punya saya, jadi kamu gk usah deket2 sama dia!" "kamu itu ngomong apa sih?"tanya andra tak mengerti

lalu handphone nayla berbunyi. Ia mengangkat telponya, setelah menutup kembali hp'nya, nayla pamit pada andra. "ndra aku pergi dulu, maaf udah ganggu!" "kamu gk ganggu ko nay. Kenapa harus buru2?" "aku harus ke kampus" *nayla berlalu dari hadapan andra* di tempat lain ada harlan dan kedua putranya andra dan gara sedang membicarakan sesuatu di ruang kerja harlan... Karena ada kepentingan yg mendadak, harlan meminta salah satu dari putranya untuk kembali pergi ke Amerika. Andra tidak setuju untuk pergi, akhirnya gara lah yg diminta harlan untuk pergi, dengan terpaksa gara menurut. *** besoknya, gara menemui nayla di kampus. "gara?ngapain kamu ada disini?"tanya nayla "nay, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" "ngomong apa?" gara menarik tangan nayla menuju mobilnya. "ada apa gar?"nayla terlihat cemas "besok aku mau pergi ke Amerika"ucap gara to the point "kenapa harus kesana lagi?" "papa sama mama yg suruh aku buat pergi" "hhhhh..."nayla tertunduk "kamu kenapa nay?" "aku gk tau, tapi rasanya aku takut kalo kamu bakal lupain aku" gara pun memeluk nayla "kamu tenang aja!aku janji gk akan pernah lupain kamu" [skip] keesokan harinya, gara telah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara diantar oleh andra dan harlan. "gara..,kamu jaga diri baik2 ya disana!"ucap harlan "iya pah.." "gue cuma minta sama lo. Jangan pernah elo terbawa sama pergaulan disana!dan lo harus inget, elo punya nayla yg selalu nungguin lo"tambah andra "gue ngerti ndra. Gue titip nayla sama lo ya!" pinta gara. Andra mengangguk *ketika nayla baru pulang dari kuliahnya, dia bertemu dengan ega. Ega yg tidak tau dengan kepergian gara pun menanyakan sahabatnya pada nayla. "hai nayla..."sapanya "hai.., ega ya?"tanya nayla "iya aku ega, masa lupa?" "hehe... iya maaf" "oia, gara'nya mana?"tanya ega "kamu gk tau ya? Pagi tadi kan dia pergi" "pergi? Kemana?" "amerika.." "hah..? Kurang asem tuh si gara, gk ngasih kabar sama gw!"

"aku duluan ya!" nayla melangkahkan kakinya "eh tunggu! Mau aku anterin pulang gk?" "serius?" "iya lah, mumpung gara gk ada"candanya. Nayla tersenyum sesampainya di rumah. Ternyata sudah ada tia dan keisha yg menunggu kedatanganya. "makasih ya ga, udah anterin aku pulang"ucap nayla pada ega "iya sama2.." "gebetan baru ya?"tanya tia pada nayla "kalo itu gebetan'nya nayla, gara dikemanain dong?"tambah keisha "hussh..,jangan ngomong yg enggak2 deh! Dia itu ega, temenya gara. Kalian mau gw comblangin sama ega?"canda nayla "boleh juga tuh" celetuk keisha "lo kan udah punya leon key" "iya sih, tapi boleh dong gue punya cadangan, hihi..." "lo fikir ega ban mobil?" *** sejak kepergian gara, nayla lebih banyak menghabiskan waktunya bersama andra. Tanpa ia sadari, nayla merasa jauh lebih nyaman bila sedang bersama andra, nayla juga lupa jika hatinya telah dimiliki gara,,, singkat cerita 3 bulan sudah gara berada jauh dari nayla, dia menyesal harus meninggalkan kekasih hatinya. Jauh2 pergi ke amerika, ternyata gara hanya di jodohkan oleh mama'nya dengan gadis bernama Amel yg juga anak dari teman mamanya. "aku kangen kamu nay..."batin gara melihat anaknya yg terus menerus terlihat murung, mama'nya mengizinkan gara untuk kembali pulang ke jakarta, tapi dengan satu syarat, amel juga harus ikut denganya. Andra pun mendapat kabar jika gara akan kembali pulang ke jakarta. Dia merasa kecewa karena dia fikir, mungkin tidak akan ada waktu lagi untuk bisa dekat2 dengan nayla... Andra menjemput gara di bandara. Tapi andra bingung saat melihat seorang wanita berjalan di samping gara. "hai ndra.., lo mau jemput gue ya?"tanya gara "iya, oia elo bawa siapa?" "em..,dia amel. Anak temen mama" "aku amel, pacarnya gara"tambah amel "pacar?"tanya andra bingung andra menarik gara supaya menjauh dari amel. "bener dia pacar lo?"tanya andra "em.. Sebenernya amel itu..,emang cewek gw ndra" "apa...?jadi selama ini elo udah lupa sama nayla? Tega lo.." "gue...gue...bisa jelasin! Sebenernya..." gara pun menceritakan semuanya. Tapi andra semakin marah mendengar penjelasan gara. "lo kenapa sih? Gue kan udah jelasin sama lo?"gara bingung "gue tau! Tapi kalo gue jadi elo, gue bakal pilih pulang daripada harus dijodohin sama cewek yg sama sekali

nggak gue cintai. Atau jangan2 lo beneran suka sama amel?" "gila aja lo! Gue kan cuma cinta sama nayla"serggah gara "terus, nanti lo mau ngomong apa sama nayla soal amel?" "gue belom tau. Tapi please! Nayla gk boleh tau kalo gue dijodohin sama amel, gw gk mau dia kecewa!"pinta gara pada andra "hmmmm..."andra menghela nafas beratnya dan menunduk

kepulangan gara disambut oleh nayla di rumahnya, gara jadi salah tingkah karena ada amel disampingnya... Hal serupa pun dirasakan oleh nayla, dia merasa aneh pada sikap gara yg telah berubah padanya. "sayang, dia siapa?"tanya amel pada gara "sayang???"tanya nayla dalam hatinya "em..,nayla! Sebaiknya aku anter kamu pulang ya, kayaknya gara kecapekan mau istirahat"pinta andra "tapi..."nayla masih bingung andra pun membawa nayla ke mobilnya agar segera pulang kerumah. "apa aku boleh tanya sesuatu?"tanya nayla "kamu mau tanya apa sih?"balas andra "perempuan yg tadi sama gara itu siapa?" "oh, dia amel temenya gara" "tapi dia bilang sayang tadi" "em..,mereka emang kayak gitu. Saking deketnya jadi amel sering panggil gara sayang.."andra coba untuk menutupi "oohh..." *** sekian lama gara menyembunyikan hubunganya dengan amel. Namun lambat laun durian yg telah matang pun pasti akan tercium juga baunya. "sayang..,kita kan udah lama pacaran. Kapan dong kamu mau nikahin aku?"tanya amel manja "aku gk tau mel, udah ah aku males kalo ngomongin itu!"balas gara "koq kamu gitu sih?tapi janji ya kamu gk akan tinggalin aku!" "iya..iya.." amel pun memeluk gara, tanpa disadari ada nayla yg sedari tadi mendengarkan pembicaraan keduanya. Kue yg tadinya akan ia berikan pada gara pun terjatuh, karena tangan nayla tidak mampu menahannya lagi. Gara pun kaget melihat nayla berdiri lemas di hadapanya. "nayla?kamu...kamu udah lama ada disitu?"tanya gara terbata "berani banget ya kamu nguping pembicaraan orang"bentak amel "nay, aku bisa jelasin semuanya!"ucap gara "gk perlu!kamu gk usah capek2 buat ngejelasin semuanya, maaf kuenya jatuh. Mungkin aku buang aja" nayla pun memungut kue2 yg jatuh dan berlari pergi "kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku gar?apa salah aku sama kamu?"batin nayla nayla menundukan wajahnya, pandanganya kosong. Tanpa melihat jalanan, tiba2 'BRUGH' sebuah mobil menambraknya, tubuhnya terpental dan kepalanya terbentur. Andra yg sedang mengendarai mobilnya menuju rumah, melihat orang2 berkerumun di jalan. Karena penasaran ia menghentikan mobilnya dan melihat apa yg terjadi. "nayla...!kamu kenapa nay?" tanpa menunggu lama lagi, andra segera menelpon ambulance dan nayla cepat2 dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Nayla mengalami luka parah di kepalanya. Sehingga ia harus di masukan ke ruang UGD untuk mendapatkan perawatan yg serius. 3 hari nayla tidak sadarkan diri, orang tuanya sudah sangat cemas melihat keadaan putrinya yg terkapar tak berdaya di ranjang rumah sakit. Andra berjalan melewati koridor rumah sakit dengan membawa bunga ditanganya, ia memasuki ruangan nayla. Andra menggenggam tangan nayla erat, matanya mulai berkaca-kaca, tiba2 nayla menggerakan jarinya perlahan dan kemudian ia sadarkan diri. "andra..."panggilnya pelan dengan suara parau "kamu sadar nay? Aku disini"ucap andra. Nayla tersenyum tipis "kenapa kamu bisa kaya gini?"tanya andra. Nayla hanya diam "makasih kamu udah baik sama aku"ucap nayla "kamu gk perlu berterima kasih! Kita kan teman.." "jadi kamu masih anggap aku teman?" "iya nay...?" "sebenernya, aku mau kita bisa lebih dari itu"ucapnya, ternyata andra telah mengerti maksud ucapan nayla. Andra bangkit dan mencium kening nayla. "aku sayang kamu nay!"ucapnya lembut gara melihat itu dari balik pintu, tanpa sadar ia menjatuhkan bunga yg ingin ia berikan pada nayla. Hatinya sangat terpukul melihat nayla telah bersama dengan laki2 lain, dia mengepalkan tanganya dan berlalu pergi... "maaf nay! Aku udah bikin kamu jadi kayak gini. aku tau, pasti kamu sekarang benci banget sama aku"batin gara nayla mencoba bangkit dari sakitnya, ia ingin sembuh dan kembali seperti biasanya,,, namun tuhan berkata lain. Seminggu setelah nayla sadar, jantungnya kembali melemah. dokter yg telah melakukan berbagai cara pun tak dapat berbuat apa2 lagi untuk nayla. Dengan terpaksa, dokter harus mengatakan jika nyawa nayla tak dapat tertolong lagi, seketika suasana di ruangan tempat nayla dirawat pun penuh dengan suara tangisan. Mama nayla langsung pingsan mendengar putrinya telah tiada, gara yg merasa bersalah pun tak dapat berkata apa2 lagi selain menyesali semua kesalahanya pada gadis yg sangat ia cintai. Andra menggoyang-goyangkan tubuh nayla yg lemah, namun semuanya telah terjadi. Nayla tak mungkin kembali lagi. Dia terus memeluk tubuh nayla yg telah dingin. "aku tau, kamu akan lebih bahagia di sana nay! Aku sayang kamu, dan sampai kapan pun aku akan tetap menyimpan rasa ini buat kamu"batin andra *cinta sejati yg aku cari selama ini ternyata telah ada di depanku, dia sangat menyayangiku, begitu pun aku. Terhmakasih tuhan!engkau telah hadirkan dia untuku. Meskipun aku tak mungkin bisa bersamanya lagi, tapi aku bahagia karena bisa mengenalnya* (isi diary nayla sebelum ia pergi) = The End =