Anda di halaman 1dari 46

Only you matahari baru saja terbit dari sebelah timur,, namun tom sudah mulai berolahraga di depan

rumahnya.. "1..2..1..2.." tom mulai menghentak-hentakan kakinya Rere merasa terganggu dengan suara berisik kakaknya diluar! Ia pun terpaksa bangun dan membuka matanya lebar2 meskipun masih sangat mengantuk,, "aduh kak, lo ngapain sih pagi2 udah berisik aja?" tanya rere kesal "lo gak liat gw lagi ngapain? Pagi2 tuh olahraga biar sehat"balasnya "iya! Tapi, lo gak usah berisik juga!, ganggu gue aja" "yaudahlah! Udah pagi juga, mending lo ikut olahraga aja sama gue, jangan tidur mulu!" "ogah!" balas rere dan ngeloyor pergi "pantes aja lo gendut! Gak pernah olahraga sih..."teriak tom rere pun melemparkan sepatu miliknya kearah tom. "rere..!lo apaan sih? Sakit tau.."jerit tom "rasain loe!"balas rere sambil tertawa #SKIP Setelah jam menunjuk angka 08.00, rere telah berpakaian rapih dan duduk di meja makan berdua bersama tom. Rere dan tom memang hanya tinggal berdua di rumah yg cukup besar. Mereka terpaksa harus berjauhan dengan Orang tua'nya karena mama dan papanya stay di Malaysia. "mau berangkat bareng gue gak?"tanya tom, tapi rere nggak jawab. "udah dong! Jangan cemberut gitu, jelek tau.."canda tom "apaan sih?"balas rere jutek lalu handpone tom berbunyi, ia pun segera mengangkat telpon dari zen. "iya zen ada apa?" "what? Zen.., duh gue kangen banget sama dia"gumam rere setelah lama berbincang di telpon, tom pun berdiri dan segera berjalan keluar menghampiri mobilnya..

"tunggu kak! Gue ikut..."teriak rere "lo mau berangkat bareng gue?"tanya tom. Rere mengangguk "tapi gue mau ke rumah zen dulu..." "gapapa, gue ikut aja" potong rere. Tom pun mengernyitkan dahinya. "kok lo liat gue gitu sih?"tanya rere yg mulai salah tingkah "enggak! Yaudah, masuk..." pinta tom seraya membukakan pintu mobil untuk rere. >Di Perjalanan "lo kenapa sih re, daritadi gw perhatiin kayaknya lo gelisah gitu?"tanya tom "gue gapapa kok" 5 menit kemudian, mereka telah sampai di rumah zen. "hai tom, gue udah nunggu lo daritadi"sapa zen menepuk pundak tom "sorry! Tadi agak macet dijalan.." "oia, rere ikut kita?"tanya zen yg menoleh kearah rere. "ya enggak lah, dia mau ke kampus..."balas tom "emang lo mau kemana kak?"rere bingung "ini urusan cowok re! Lo gak usah tau deh.."balas tom "ugh! Nyebelin banget sih..." lalu lian pun muncul dengan mobilnya yg berwarna silver. "hai tom.,zen..,emm...rere!"sapa lian sembari tersenyum "hai juga li..."balas rere "yaudah, sekarang gue anterin lo ke kampus dulu deh re yuk!"ajak tom "tap...tapi..." "udah ayo! Nanti lo bisa telat,," tom menarik risa dan mengantarkan'nya ke kampus

>Di Kampus "gue pergi dulu ya!"ucap tom "sebenernya lo mau kemana sih?"tanya rere penasaran "lo mau tau banget ya?" "em.., enggak juga sih, yaudahlah, gue masuk kelas dulu" "kalo lo pengen dijemput, lo tinggal telp gue aja!" "oke!" #SKIP rere baru keluar dari kelasnya dan kebetulan hari ini cuaca berubah menjadi mendung. Dia duduk di bangku di depan perpustakaan untuk menunggu tom menjemputnya. namun 30 menit menunggu, ternyata tom belum juga muncul... "kemana sih tuh orang? Gue telpon gak diangkat-angkat.., pasti dia keluyuran... Ugh!"gumam rere kesal "lo belom pulang re?"tanya lena "kakak gue belom jemput nih, kalo elo?" "gue juga masih nunggu jemputan" "ohh gitu, yaudah lo tunggu disini aja bareng gue!" "boleh juga!" waktu menunjukan pukul 15.30, gerimis juga mulai turun dan membuat rere sangat kedinginan. "lo kedinginan ya? Nih, pake jaket gue aja!"usul lena dengan menyodorkan jaketnya. "gak usah len, lo pake aja biar lo gak kedinginan juga!" beberapa saat kemudian, akhirnya tom muncul dan berlari menghampiri rere. "sorry re! Gue telat jemput lo.." "lo abis darimana aja sih?"tanya rere kesal

"tadi gue..." "sorry re, gara2 aku tom jadi telat jemput kamu"tambah zen "maksudnya?" "tadi mobil zen mogok ditengah jalan, dan ..."ucap tom "oh.., yaudah! Gapapa kok"potong rere "kamu gak marah?"tanya zen "ya enggak lah, ngapain aku harus marah? Hehe "cengengesan "yaudah, pulang yuk!"ajak tom "oia len, lo pulang bareng kita aja yuk !"ajak rere pada lena "gak usah re, gue..." "dilarang nolak!"tambah rere lena pun mengalah dan menyetujui ajakan rere untuk pulang bersama... mobil tom telah sampai di depan rumah lena, lena pun mengucapkan terimakasih pada rere dan tom karena sudah mengantarkan'nya pulang. [SKIP] "laper kak..."ucap rere sembari memegang perutnya yg keroncongan "mau makan dulu nih?"tanya tom, dan rere mengangguk dengan semangat tom pun membelokan mobil'nya menuju sebuah restoran yg terkenal dengan makanan'nya yg super enak. "mau makan apa re?"tanya tom "apa ya..? Wah gue bingung nih, soalnya enak2 semua makanan'nya..." rere menunjuk semua makanan yg ada di daftar menu lalu memesan'nya. 5 menit kemudian, semua makanan yg di pesan rere sudah tersaji di meja.. "lo yakin bakal ngabisin semuanya?"tanya tom tidak percaya "tenang kak! Perut gue masih kosong. Kalo cuma segini doang sih, gue bisa ngabisin semuanya..!"balas rere nyengir "ckckck..., adek gue ko rakus banget ya"fikir tom (geleng2 kepala)

"aduh..! Perut gue sakit banget"jerit rere "siapa suruh lo makan sebanyak itu.."balas tom "sorry kak! Tadi gue lagi laper banget, dan gue fikir gue bisa ngabisin semuanya tapi..." "yaudahlah..,lain kali jangan kayak gitu lagi.!" potong tom sembari terus mengurut perut rere dengan memakai kayu putih. malam pun kini telah berganti dengan pagi yang sangat cerah. kring...kring... Suara telpon memekik. dan tom pun mengangkat gagang telpon yg berwarna hijau muda itu. "hallo..."sapa tom "hallo tom! Ini mama"balasnya di ujung telpon yg ternyata adalah ibunya. "oh mama..."ucap tom datar "gimana keadaan kamu dan rere? Sorry I can not see you now" ucapnya sedih. "we are good. But when are you going home mom?"tanya tom sedikit malas "I dont know! Our work is piling up.." "hmm.., oke! Aku ngerti ma" "makasih ya sayang!" dan bla..bla..bla.. "tadi siapa yg telpon?"tanya rere yg baru bangun tidur. "mama"jawab tom masih datar "mama? Kenapa lo gk kasih tau gue kak? Gue kan pengen ngobrol sama mama..." "mama sibuk, jadi dia gak bisa lama2 telpon. Udah sana lo mandi! Bau banget tuh badan lo"tambah tom mengalihkan pembicaraan rere memonyongkan mulutnya karena kesal, lalu dia berjalan ke kamarnya lagi untuk mandi. Setelah berpakaian rapih tom segera mengantarkan rere ke kampus. "ntar gue jemput lo jam berapa?"tanya tom "jam 11 juga gue udah pulang. Soalnya hari ini gue cuma ada satu mata kuliah. Tapi emang lo gak kuliah?"tanya balik rere "kebetulan gue gak ada mata kuliah hari ini, yaudah gue pulang dulu ya!" "oke!" [SKIP] Jam 11.10

"lagi nungguin siapa re?"tanya lian yg menghampiri rere di bangku dekat taman "nunggu tom! Kamu belom pulang juga?" "belom! Gimana kalo aku aja yg anter kamu pulang?"usul lian "em.., kayaknya gak usah deh li, soalnya tom juga lagi jalan kesini ko" "oh.., yaudah gapapa!kalo gitu aku duluan ya re" "oh iya...iya!" drtz...drtz... Rere merasakan getaran handphone'nya lalu ia merogoh saku tas untuk mengambil hp. Ternyata tom mengirimkan pesan singkat. From : Tom "sorry ya re, kayaknya gw gk bisa jemput lo! Hari ini gue ada keperluan mendadak, jadi lo pulang sendiri aja ya!" "ya ampun, kalo bakal kaya gini mending tadi gue ikut bareng lian"gerutu rere karena tidak ada satu taxi pun yg lewat, terpaksa rere harus berjalan kaki sendirian. "ugh!gara2 tom gue harus jalan kaki deh.."gerutu rere terlihat dua orang berlari mendekati rere. Dan tiba2 salah seorang pria itu menubruk rere hingga terjatuh. "aww..."jerit rere lalu pria yg bernama james itu kembali mendekati rere. "are you okay?"tanyanya "can you run it properly?" tanya balik rere dengan sangat marah "hei.., Im sorry! Why are you angry?" tapi sesaat rere bengong saat melihat wajah pria yg menubruknya itu. "ya tuhan! Ganteng banget..."gumam rere dalam hati "kamu gapapa kan?"tanya james lagi, dan rere pun tersadar lalu pergi begitu saja. "dasar cewek aneh. Apa semua cewek disini kayak gitu ya?"tanya james pada ary yg sedari tadi masih menatap rere yg sudah pergi. "ry.. Lo kenapa?"tanya james "dia cewek yang cantik.."ucapnya "mmm..,dasar playboy! Baru liat cewek cantik dikit aja udah kaya gitu" "dia emang cantik james! Lo gak liat waktu dia lagi marah? Itu tuh cute banget tau gak..." "lebay banget sih lo..." james pun meninggalkan ary yg masih menatap kosong ke ujung jalan.

rere duduk di tempat tidurnya sembari mengurut kakinya sendiri. Lalu tom muncul dan mendekati rere. "lo kenapa re?" "kaki gue sakit semua nih. Gara2 lo gk jemput, gue terpaksa harus jalan kaki. Dan lebih parahnya lagi, tadi gue ditabrak sama cowok sampe gue jatoh" "siapa yg udah nabrak lo re?tapi lo gapapa kan?" "gapapa gimana, liat nih kaki gue ampe biru gini" rere menunjukan kakinya yg memang membiru. "ugh! Lo tenang aja re! kalo gue sampe ketemu sama orang itu. gue bakal tonjok dia" "serius?" "yaiyalah re! Gw gk bakal diem kalo ada orang yg bikin lo kaya gini" "hehe.., makasih ya kak! Lo ternyata peduli sama gue..." *peluk tom* "hei..bangun!udah siang"teriak tom yang membuat rere tersentak dan membuka lebar2 kedua matanya. "apaan sih, ini tuh masih pagi tau.."balas rere kesal "masih pagi? Nih liat nih..." tom menunjukan jam beker ke depan mata rere. Jam 08.10 "apaa? Udah jam 8? Aduh, bisa telat nih" rere loncat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. #Di Kampus "gue masuk dulu ya!"ucap rere pada tom "iya!" tom pergi menemui zen di kantin, dan ternyata james dan ary pun ada disana bersama zen. "hy tom!"sapa james "james?" tanya tom dalam hatinya. Tom menghampiri james lalu merangkulnya. "kapan lo dateng?kenapa lo gk kasih kabar ke gue kalo elo pulang ke Indonesia?"tanya tom sumringah "gue cuma pengen kasih kejutan sama lo"balas james "ko gue gak dipeluk sih tom?"tanya ary (jealous) "haha.., gue sampe gak sadar kalo elo ada disini ry"canda tom, lalu merangkul ary "klop banget..."tambah zen cengengesan. "ikh.., gue masih suka sama cewek kali tom"ary melepaskan pelukan tom "dasar lo! Lo fikir gue enggak? Gue juga masih suka cewek " Zen dan james hanya bisa tertawa.

[SKIP] rere berjalan di koridor kampus untuk mencari kakaknya. Namun ia tidak menemukan tom, malah ia berpapasan dengan zen. "hy re! Mau kemana?"tanya zen "eh kamu zen. Aku lagi nyari tom, liat gak?"tanya balik rere "em.., tadi sih aku liat dia lagi sama temen-temen'nya di lapangan basket, mau kesana?" "iya.." "mau dianterin?" "em.., boleh!" zen berjalan mendahului rere. Namun perlahan ia menarik tangan rere supaya dia bisa berjalan berdampingan. "ya tuhan! Apa gue lagi mimpi? Zen pegang tangan gue.. oh my god"gumam rere dalam hatinya rere dan zen telah sampai di lapangan basket. Ternyata tom memang sedang berada disana bersama ketiga teman'nya Lian,James Dan Ary. "tom! Nih ada yg nyariin elo..."teriak zen tiba2 rere kaget saat melihat cowok yg kemarin menabraknya itu sedang bersama kakaknya. "itu kan..."fikir rere "ada apa re?"tanya tom menghampiri adiknya rere pun menarik tangan tom agak menjauh. "kak, lo udah janji sama gue kan? Kalo elo bakal nonjok cowok yg udah nabrak gue kemaren?"tanya rere sedikit berbisik "iya re, gue masih inget ko. Terus?" "sekarang cowok itu ada disini kak" "ohya? Mana? Biar gue kasih pelajaran tuh anak" tom sudah mengepalkan kedua tangan'nya rere menunjuk ke arah james, lalu tom merasa bingung. "ko james sih? Dia temen gue kali re" "tapi dia yg udah nabrak gue kak. Inget, lo udah janji sama gue. Katanya lo mau jadi kakak yg baik buat gue?" "iya, tapi..." "janji itu utang kak" tom menarik nafasnya dalam2 dan berjalan mendekati james.

"sorry ya james. Ini bukan kemauan gue, tapi gw udah janji sama rere.."gumam tom lalu 'BUGGH' Tom mendaratkan pukulan'nya di perut james. "lo kenapa tonjok gue? Gue salah apa sama lo?"tanya james bingung sembari memegangi perutnya. "kemaren, gue udah janji sama adek gue. Kalo gue bakal kasih pelajaran sama cowok yg udah ngejahatin dia"balas tom (menunduk) "lo gila! Gue gak kenal sama adek lo, mana mungkin gue jahatin dia" tom menoleh kearah rere begitupun james. "jadi..." "dia adek gue!" "oh, gue tau! Ternyata cewek yg kemaren gue tabrak itu adek lo?"tanya james. Tom mengangguk "sorry tom! Sebenernya kemaren gw gk sengaja nabrak dia. Soalnya kmaren gue dikejar sama be*cong jadi gue sama ary lari2, eh gk sengaja gw nabrak adek lo" "gw yg harusnya minta maaf sama lo! Gue juga sebenernya gk mau nyakitin lo, tapi gw udah janji" "gapapa tom!"balas james yg masih memegangi perutnya. Rere merasa tidak enak lalu pergi. Zen pun mengikutinya. "apa kaki kamu masih sakit?"tanya zen "gapapa ko"jawab rere singkat zen menahan tangan rere. Seketika langkah rere ikut terhenti. "kenapa?"tanya rere gugup zen meminta rere untuk duduk, sementara ia berjongkok untuk melihat keadaan kaki rere yg agak membengkak. "aww! Jangan dipegang zen.., itu sakit banget.." "kenapa kamu gak minta tom buat urut kaki kamu sih?" "emang parah ya?" "kaki kamu bengkak. Kayaknya ini terkilir" zen mengelus lembut kaki rere. Rere tersenyum penuh arti sembari terus menatap wajah zen yg ganteng'nya gak ada yg ngalahin (lebay) "ngapain kamu liatin aku kayak gitu?"tanya zen mengernyitkan dahinya "oh.., enggak!" balas rere yg mulai sadar. "bilang aja kalo kamu naksir sama aku!"celetuk zen "Geer banget kamu!"

"em.., udah sore! Mau pulang bareng gak?"tanya zen "apaaa? Semoga ini nyata..."gumam rere "gimana?"tanya zen lagi "aku mau!"jawab rere sumringah "keliatan banget senengnya"canda zen "masa sih?" rere mulai tersipu. Dan zen tersenyum sangat manis. lian melihat dari kejauhan, ia tersenyum kecut saat melihat rere tengah bersama zen. "kenapa harus zen cowok yg lo suka re? Kenapa bukan gue?" gumam lian "kamu cewek yang manis! Aku seneng bisa deket sama kamu re..."gumam zen "seandainya aku ini pacar kamu zen. Mungkin aku bakal jadi cewek yg paling bahagia di dunia ini"gumam rere zen mengantar rere sampai ke depan rumahnya. Setelah itu zen pamit pulang, namun sebelum ia pergi zen sempat akan mencium pipi rere tapi... "kalian pulang bareng?"suara itu membuat zen mengurungkan niatnya. "tom?lo udah pulang?"tanya rere "iya! Emang kenapa?"tanya balik tom "gapapa sih"jawab rere lemes "yaudah, aku pulang dulu ya!"ucap zen "gak masuk dulu zen?"tanya tom "gak usah deh, gw buru2! Bye.." zen berlalu pergi. Rere pun masuk kedalam rumah dengan wajah juteknya. "kenapa lo harus muncul sih tom? Padahal tadi zen... Ugh pokoknya gw sebel sama tom!"gumam rere dalam hatinya. "kenapa lo bisa pulang bareng zen?"tanya tom "menurut loe?"balas rere masih jutek "lo kenapa sih? Aneh banget. Gue kan cuma nanya" tanpa mendengarkan tom, rere segera berlari menaiki anak tangga untuk memasuki kamarnya yg berada di lantai atas. "dasar! Gue dicuekin"gerutu tom >sementara itu... "arggh.! Kenapa gue bego banget sih? Harusnya gue bilang kalo gue itu sebenernya suka sama dia

(rere)" zen berkata dalam hatinya. Zen melemparkan badanya ke tempat tidur. Ia menatap langit2 dalam kamarnya, terlihat rere tersenyum manis padanya. "Rere..."ucapnya dengan tersenyum. Namun perlahan wajah rere tiba2 menghilang. Zen pun merasa sangat kecewa. [SKIP] tok..tok..tok.. (suara orang mengetuk pintu) "tunggu sebentar!" rere sedikit berteriak lalu berlari untuk membukakan pintu. Setelah pintunya terbuka, ternyata james yang datang. "hy..."sapanya "elo..?"rere sedikit kaget "lo kaget gue dateng kesini? Tenang aja! Gue gak bakalan nonjok elo balik kok"balas james "maksud lo?" "kemaren, tom tiba2 nonjok gw! Gw gak tau kenapa. Tapi dia bilang dia udah janji sama adiknya. Lo adiknya tom kan?" "..."rere tidak menjawab pertanyaan james. "siapa yang dateng re?"tanya tom dari dalam rere juga tidak menjawab pertanyaan tom. Akhirnya tom yg menghampiri pintu untuk melihat siapa yg datang. "oh elo james. Masuk deh!"tom melebarkan pintu agar james bisa masuk. Tom dan james berbincang di ruang tamu, sedangkan rere mengintip dari balik dinding yg berdekatan dengan ruang tamu tersebut. "nyebelin banget sih tuh cowok, gayanya aja selangit"gumam rere tiba2 handphone'nya berbunyi sangat nyaring. Tom pun baru sadar kalau adiknya sedang menguping pembicaraan'nya dengan james. "rere? Ngapain lo disitu? Nguping ya?" "hehe.., maaf ya! Tapi gue gak nguping ko"jawab rere cengengesan. James hanya menutup mulutnya untuk menahan tawanya yg akan segera meledak. Rere pun berlalu dan mengangkat telpon di ruang tengah.

Percakapan via telp: "iya, ada apa len?"tanya rere "kuliah gak hari ini?"tanya lena "hari ini gue gak ada jadwal" "perfect! Jalan yuk!" "kemana?" "kemana aja lah, gue bosen dirumah terus" "yaudah, lo kerumah gw ya! Gw mau mandi dulu..!" "oke!" [SKIP] "gimana re, lo udah siap?"tanya lena "gue udah siap. Tinggal jalan aja yuk!" "eh, kalian mau kemana?"tanya tom kepo "mau tau aja atau mau tau banget..?"tanya rere "dih, nyebelin banget sih..." "kita cuma mau jalan2 aja ko tom. Mau ikut?"balas lena "enggak deh..." "yaudah, pergi sekarang yuk len!"ajak rere "hati-hati di jalan ya!"ucap tom "iyaaa bawel..."jawab rere "geer banget deh adek gw! Orang gue ngomong sama lena ko week " muka rere mulai merah. Ia pun menarik tangan lena supaya bisa cepet2 pergi. [SKIP] rere dan lena tengah duduk di salah satu cafe dengan memesan makanan dan minuman untuk mengisi perut yg mulai lapar. Di sela2 mereka makan, rere mulai terpaku saat tau zen juga berada disana bersama ary. "lo kenapa re..?"tanya lena rere tidak menjawab. Matanya terus saja tertuju pada zen. Akhirnya lena mengikuti arah pandangan rere dan... "oh...! Ternyata ada zen. Pantes aja mata lo gak ngedip2"ucap lena "sumpah len, dia ganteng banget" bisik rere "gue tau! Oia, apa dia udah tau kalo elo suka sama dia?"tanya lena. Rere menggeleng. "masa sih? Kenapa lo gak bilang aja kalo elo udah lama banget suka sama dia!" "gw belom berani buat ngomong itu sama zen" rere tertunduk lesu

tiba2 zen juga melihat ke arah rere dan tersenyum sangat manis. "eh liat deh! Zen ngeliatin elo terus tuh, cieee.." "oh my god len, gue meleleh nih! Lo ngerasa gempa gak?" "apaan sih, gak ada gempa ko" "tapi jantung gue len..." " " lena cuma nyengir 15 menit kemudian, rere dan lena sudah menghabiskan makanan'nya. "hy re.."sapa zen "em..,hy"balas rere malu2 "mau pulang ya?" "iya zen. Tapi gue kebetulan lagi buru2. Bisa gak lo anterin rere pulang?"sergah lena "boleh aja!" "lo apaan sih? Terus gw gimana?"tanya ary manja "lo pulang bareng gw aja yuk!"ajak lena "tapi.." "udah ayo!"lena cepat2 menarik tangan ary keluar. "mau pulang sekarang?"tanya zen "iya!" saat keduanya berjalan keluar. Tiba2 ada seorang cowok dengan memakai topi dan kacamata hitam menabrak rere sampai terjatuh. (lagi2) "aduuuh! Bisa gak sih kalo jalan liat2?"rere mulai marah2. Cowok itu mulai membuka kacamata hitam'nya. Dan ternyata dia...... "dia lagi..."fikir rere cowok itu kembali memakai kacamata hitamnya lalu pergi tanpa meminta maaf pada rere... "bukannya itu james?"fikir zen zen mengulurkan tangannya dan rere menyambutnya. Ia pun telah kembali berdiri... "kamu gapapa kan?"tanya zen "gapapa!" jawab rere sembari tersenyum. meskipun dia masih kesel banget sama james yang sudah menabraknya 2 kali. "yaudah, pulang sekarang yuk!"ajak zen. Rere mengangguk [SKIP]

sesampainya dirumah, rere disambut oleh kakaknya tom dan lian yg memang sudah lama menunggunya. "akhirnya adek gw pulang juga"ucap tom sedikit lega "ada apa?"tanya rere santai "nih, lian udah lama banget tungguin elo.."balas tom sembari menunjuk kearah temannya lian. "hy!"lian melambaikan tangannya. Sedangkan rere hanya membalas dengan tersenyum. "em.., ada apa li?"tanya rere "gue pergi dulu ya!"ucap tom yang buru2 pergi meninggalkan rere bersama lian "lah, kenapa dia ninggalin gue sama li?"fikir rere bingung lian hanya tersenyum lalu mengajak rere untuk duduk bersamanya. "kamu abis jalan sama zen?"tanya lian tiba2 "kamu tau darimana?" "tau aja"jawab lian datar dengan wajah yang sedikit menunduk. Tiba2 pintu rumah terbuka, dan orang2 yg tidak pernah diharapkan oleh rere pun bermunculan. "hy bro.., kami datang!"ucap ary sedikit berteriak "heh! Lo gak usah teriak2! Ini rumah bukan hutan..."tambah james "sorry!"balas ary dengan wajah tanpa dosa. "ngapain kalian ada disini?"tanya rere jutek "apa tom ada dirumah?"tanya james, rere hanya memonyongkan bibirnya. "ayolah sayang, kamu gak usah masang wajah kayak gitu! Nanti cantiknya ilang loh..."canda ary dan tom pun akhirnya menampakan wajahnya. "kalian udah datang"ucap tom "iya, gimana dengan rencana kita?"tanya james tom menarik james agar sedikit menjauh dari adiknya. Setelah berbisik, james pun kembali.. "gimana?"tanya ary "katanya tom mau mandi dulu"jawab james dengan mengambil tempat duduk di dekat rere. "ngapain sih pake duduk disitu? Jauhan gih!"ucap rere "gak mau"balas james santai rere berdiri dari tempat duduknya, tapi james menahan tangannya hingga rere kembali duduk.

"apaan sih?" "apa salahnya sih kita duduk deketan? Gak ada zen juga kan?"canda james "tapi ada gue disini"ucap lian "maksud kamu?" rere mulai bingung "enggak! Bukan apa2"balas lian james masih memegang tangan rere. Rere pun tidak sadar dengan itu. Tiba2 zen muncul dan melihat rere begitu dekat dengan james, ia pun sangat cemburu melihat kedekatan gadis yg sangat ia sayangi tengah bersama cowok lain. "kayaknya kalian udah akrab banget"ucap zen dengan nada judes rere baru tersadar, ia pun melepaskan tangannya dari james. "ehem..!gue mau ikut ke toilet dulu ah" *ary kabur* "gue juga mau nemuin tom" *lian ikut kabur* "em.., duduk zen!"pinta rere "lo udah lama disini?"tanya zen pada james *masih judes* "enggak juga, emang kenapa?"balas james. Zen hanya menggeleng. "kamu mau minum apa zen?"tanya rere "gak usah re, aku gk haus!" "ko gue gak ditawarin?"tanya james "lo masih punya tangan punya kaki kan?" "masih..." "yaudah, lo ambil aja sendiri " [SKIP] "re.., gue pergi dulu ya! Lo jangan kemana-mana, jagain rumah!" "lo pikir rumah kita bakal kabur apa?" "kali aja, udah ya! Bye..." "kenapa sih, tom selalu aja pergi. Terus gue selalu aja ditinggalin sendirian di rumah... " lalu handphonenya bergetar,, rere pun membuka pesan singkat yg masuk ke handphonenya. From : unknow number "sendiri lagi di rumah ya? Kasian... ! Mau ditemenin gak???

"siapa nih??"fikir rere *bingung* rere memasuki kamarnya dan menghidupkan televisi yang terletak di depan tempat tidurnya,, namun tiba rere teringat pada zen. Ia pun mengambil hp'nya dan mulai mencari nama zen di kontak hp'nya. Percakapan via telpon: "hallo..."sapa zen lembut "ha...hallo zen, aku..aku.. ganggu kamu gak?" "oh kamu re, nggak ko, kamu gak ganggu. Ada apa?" "em... eem..." rere mulai bingung harus ngomong apa "pasti kamu lagi kesepian?"zen coba untuk menebak "hhh.., kamu bener!" "mau aku temenin?" "maksud kamu? Bukannya kamu lagi sama tom ya?" "enggak juga, tom lagi jalan tuh sama wina" "wina?" "iya, rencana'nya james mau comblangin tom sama wina, jadi..." "oke..oke! Aku ngerti sekarang. Yaudah kamu kerumah sekarang dong!aku pengen jalan. bosen dirumah sendirian terus " "oke babe.., Wait me!" Klik! Zen menutup telpon dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi... "apa? Zen panggil gw babe? Hehe... Kemajuan nih "gumam rere sumringah [SKIP] Rere sudah berpakaian rapih. Dia pun duduk manis di ruang tamu untuk menunggu kedatangan zen, seseorang mengetuk pintu. Rere bingung "kenapa zen cepet banget nyampe rumah gue?" rere membuka pintu. Tapi bukan zen yang datang melainkan james "elo lagi? Ngapain sih pake kerumah gue segala?"tanya rere jutek "em.., sebenernya tom yang nyuruh gue buat nemuin lo" "tom nyuruh elo buat nemuin gw? Buat apa?"tanya rere. James hanya mengangkat bahunya. Rere mulai cemberut, tiba zen kembali menelpon'nya. Rere kembali sumringah lalu mengangkat panggilan dari zen. "iya zen?" "aku lagi jalan, bentar lagi aku nyampe rumah, kamu udah siap kan?" "aku udah siap ko" "oke.., sekarang kamu tunggu aku di luar soalnya aku udah....." **BRAKKKK** terdengar suara yang sangat keras dari jalan dekat rumah rere. tiba panggilan pun ikut

terputus... "zen...? Kamu masih disitu kan? Hallo..." rere terus menyebut nama zen, namun tak ada jawaban sama sekali. Sementara james berlari dan melihat apa yang terjadi., ternyata dijalan telah terjadi kecelakaan mobil. dan rere menjadi sangat sedih saat tau zen yang menjadi korban kecelakaan itu... "ZENNN..!" *rere teriak* rere berlari menghampiri zen yang telah berhasil dikeluarkan dari mobilnya yang telah hancur,,, "zen, aku mohon bangunlah!" rere mulai mengguncang-guncangkan tubuh zen yg telah dipenuhi oleh darah. James menghampiri rere dan mencoba untuk membuatnya tenang.. "gue minta lo tenang re! Gue udah panggil ambulance, dan bentar lagi juga dateng" "kenapa james? Kenapa harus zen? Ini semua gara gue! Kalo aja tadi gw gak nyuruh zen buat dateng kerumah, mungkin semua ini gak akan pernah terjadi..." rere mulai menangis "ini bukan salah lo, ini takdir!" "tap...tapi...." sebelum rere melanjutkan ucapannya, james sudah menarik rere kedalam pelukannya... "gue mohon! Jangan nyalahin diri lo sendiri" pinta james yg semakin mempererat pelukannya pada rere. "tapi james..." "ssttt! Gue yakin zen gak akan kenapa-napa, dia cowok yang kuat" zen sudah dibawa ke Rumah Sakit dan segera mendapatkan perawatan serius. Sedangkan rere hanya dapat menangis dan tidak dapat melakukan apa. 20 menit kemudian. Tom, lian, ary dan lena mulai menampakan dirinya,, "apa yg sebenernya terjadi? Kenapa zen bisa kayak gini?"tanya tom khawatir "zen..." lagi ucapan james terputus oleh rere yg kembali menangis "zen kayak gini karena gue! gue yang salah kak..."ucap rere "maksud lo?"tom bingung rere pun menceritakan kejadian awal saat rere meminta zen untuk datang kerumah dan bla...bla...bla... "tapi, itu bukan salah elo re..."timpal james "iya! James bener, bukan lo yang salah tapi..."tambah tom

"tapi apa hah?"rere tidak dapat membendung lagi air matanya, tom pun meminta lena untuk membawa adiknya ke tempat lain agar rere bisa lebih tenang... "udah dong re, jangan nangis terus!"pinta lena "kenapa harus zen? kenapa...???" "gue tau gimana perasaan lo sekarang, tapi please! Lo gak boleh nyalahin diri sendiri. Karena gue yakin, zen bakal kecewa kalo liat lo kayak gini.." rere pun menangis dipundak lena. Sedangkan james hanya melihat dari jauh dan ia seakan ikut merasakan kesedihan yg tengah dirasakan rere... "gue gak nyangka. Ternyata cinta rere begitu besar buat zen"fikir james [SKIP] pagi harinya. meskipun kondisinya masih sangat lemah, tapi zen sudah dapat membuka matanya. Dokter juga sudah memperbolehkan rere dan yang lainnya untuk menjenguk zen. Rere dan yang lainnya memasuki ruangan dan menemui zen yang masih terkulai lemah di tempat tidur. Namun beberapa menit setelah menjenguk zen, tom pamit keluar. Begitupun teman zen lainya yg ikut keluar untuk makan di kantin. Kini dalam ruangan itu hanya ada rere dan zen yg masih tak berdaya. "maaf ya zen, gara aku kamu jadi kayak gini"ucap rere *menunduk* zen mencoba untuk tersenyum meski masih sangat lemah. Rere pun meraih tangan zen dan meremasnya pelan, kehangatan itu membuat zen membalas untuk meremas tangan rere namun tiba..... tiba detak jantung zen mulai melemah kembali. Rere ingin berlari untuk memanggil seorang dokter, namun zen masih saja memegangi tangannya dengan sangat erat. "sekarang gimana?"fikir rere yg mulai panik namun untungnya tom muncul bersama james.. "ada apa re?" "zen kak..." "ya tuhan! James tolong lo panggil dokter sekarang...!"pinta tom sedikit berteriak, james pun segera berlari untuk menemui dokter... [SKIP] "saat ini kondisi zen begitu mengkhawatirkan. Mungkin untuk beberapa hari kedepan zen belum bisa diganggu dan kalian tidak boleh menemuinya untuk sementara waktu..."ucap dokter "tapi zen akan baik aja kan dok?"tanya rere sedih. Namun tidak ada jawaban apapun dari dokter. Tom merangkul adiknya dan memeluknya erat. "lo yang sabar ya re! Gue yakin zen bakal baik aja.."

"tapi kak..." "lo tau zen kan? Dia cowok yang kuat..."sergah tom. Rere hanya mengangguk pelan. "mending sekarang lo makan dulu deh re! Apa lo gak laper? Dari kemaren gue belom liat lo makan apa2..."ucap lena "gue gak laper.." tiba2 james pergi. Dan beberapa lama kemudian ia kembali dengan sekantong makanan ditangannya. "nih, gue bawain makanan buat lo!"ucap james sembari menyerahkan kantong makanannya pada rere. "tapi gue gak mau makan james..." "kalo elo gak mau makan, lo bakal sakit!" "biarin! toh kalo gue sakit, gue bisa temenin zen disana..."balas rere *ngotot* "dasar cewek batu!" gerutu james "apa lo bilang?"tanya rere *melotot* "enggak! Udah ikut gue yuk!" james menarik tangan rere dan duduk di bangku taman dekat rumah sakit. "ngapain lo ngajak gue kesini?"tanya rere *bingung* james tidak menjawab apapun, ia hanya mengeluarkan makanan dan meminta rere untuk memakannya. "gue kan udah bilang kalo gue gak mau makan..." "yakin? Apa lo gak ngiler liat makanan ini?" *GLEKKK* rere hanya menelan ludahnya karena merasa tergoda melihat makanan yg dibawa oleh james. Tapi ia tetap tidak ingin makan. "ayo makan!" "enggak james! Gw gak laper..." "gw suapin ya?" "jangan gila!" james memaksa supaya rere bisa membuka mulutnya,, dan akhirnya berhasil! "susah banget nyuruh lo makan, padahal sebenernya lo laper banget kan?" "gue..." "ternyata kalian disini..." tom tiba2 muncul "akhirnya lo mau makan juga!"tambah tom "keliatannya adek lo kelaperan tuh..."timpal james "JAMES!" *rere mulai melotot* "thanks ya james! Lo udah bikin adek gw mau makan..!"

"it's oke tom!" [SKIP] zen belum juga sadar, namun rere masih setia menunggu zen meskipun hanya di ruangan tunggu. "aku mohon, bangunlah zen! Aku kangen kamu.." gumam rere beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruangan tempat zen dirawat dan ia memberitahukan bahwa zen sudah sadar. "apa saya boleh melihatnya dok?"tanya rere. Dokter pun memperbolehkan. >di dalam ruangan "zen..."panggil rere setengah berbisik zen menoleh lalu tangannya mulai bergerak mendekati tangan rere... "kamu jangan banyak gerak dulu zen! Kamu masih belum sembuh" zen mengangkat tubuhnya, dan kini ia sudah dalam keadaan duduk berhadapan dengan rere. "sejak kapan kamu ada disini?"tanya zen dengan nada suara yg masih lemah "em.., sejak kamu masuk rumah sakit ini" "apa kamu khawatir waktu aku...." "pasti! Aku khawatir banget liat keadaan kamu kayak gini zen" "hmm,, makasih ya. Kamu udah mau peduli sama aku " "iya!" 2 hari kemudian, zen sudah diperbolehkan untuk pulang. Dan rere tak ketinggalan untuk ikut menjemput kepulangan zen dari rumah sakit... "akhirnya! Kamu sembuh juga..."ucap rere senang " " zen cuma senyum zen tiba2 menggandeng tangan rere dan menariknya kedalam mobilnya,, "biar aku yang nyetir zen..."pinta rere "aku masih bisa kali" "tapi kamu masih sakit jadi...." "ssttt! Kamu udah liat kan kalo aku baik2 aja?" "tapi...."

'Cuppp' zen mencium pipi rere lembut, rere cengo Zen mulai menjalankan mobilnya, sedangkan rere masih diam seribu bahasa karena masih merasakan ciuman zen di pipinya... "kenapa kamu diem?"tanya zen. Rere masih diam "hei...!" zen mengibaskan jari tangannya di depan wajah rere "em.., eh iya kenapa zen?" "hmm.., harusnya aku yg nanya kamu kenapa?" "aku..? Aku gapapa!" rere kembali memegangi pipinya. "em.., maaf ya re!" "buat apa?" "tadi aku cium kamu gak bilang2..." "ohh! Em.., gapapa!" tiba2 zen menghentikan mobilnya di tengah jalan... "ada apa?" zen melepas setir mobilnya dan mulai melirik kearah rere yang masih terlihat bingung... "aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap zen serius "ap...apa?" "aku....." "kenapa?" "aku suka sama kamu rere!" "what???" "maaf kalo aku terburu-buru ngomong ini sama kamu" "tapi zen..." zen menggenggam tangan rere dan meletakan tepat di dadanya. "kamu bisa ngerasain ini kan?" "aku tau, tapi...." "kenapa harus pake tapi?" "em.., maaf zen. tapi aku masih belum yakin sama perasaan aku" "maksud kamu?" "aku.., aku belum yakin apa aku juga cinta sama kamu atau engga!" "kenapa? Apa ada cowok lain?" "enggak!" "terus?" "......." rere hanya diam

tiba zen semakin mempererat genggaman tangannya pada rere. "aku bisa, buat kamu yakin dengan perasaan kamu sekarang!"ucap zen mantap "caranya?" "jadi pacar aku!" "jadi pacar kamu..?" "ya! Kamu mau kan jadi pacar aku?" "tap...tapi..." "ssttt! Aku cuma butuh jawaban kamu.., ya atau enggak?" rere berfikir sejenak... "udahlah re, terima aja zen jadi pacar lo! Toh, lo juga udah lama suka sama dia" gumam rere dalam hati "gimana re?" "em.., aku... Aku mau zen!" "mau apa?" "ishhh, nyebelin! Mau jadi pacar kamu lah" "serius?" tanya zen, rere mengangguk dengan malu zen pun berhambur memeluk rere erat bahkan sangat erat... "zen, aku gak bisa nafas!" "ohh, sorry! Saking senengnya aku sampe gak mau lepasin kamu!" "lebay!" "beneran! Jadi, sekarang kita resmi jadian?" "iya babe!" ucap rere *senyum* "kamu bilang apa barusan?"tanya zen pura gak denger "iya babe..." "em.., aku masih gak denger!" ucap zen lagi yg sekarang mendekatkan telinganya di bibir rere... "IYA BABE.., MULAI SEKARANG KITA RESMI JADIAN" kali ini rere berteriak zen pun tersenyum puas dan mencium pipi rere dengan gemas (?) [SKIP] Besoknya... hari pertama setelah rere&zen pacaran "hari ini kamu keliatan cantik banget"puji zen "makasih! Tapi, apa kemaren aku gak cantik ya?" "ya enggak lah! Kemaren kamu juga cantik, tapi hari ini kamu lebih cantik" "kamu bisa aja" rere mencubit pipi zen.

"oia, apa tom udah tau kalo kita pacaran?"tanya zen "belom" "kenapa kamu gak ngasih tau?" "emang penting ya?" "em.., enggak juga sih" "yaudah lah, ntar juga dia tau sendiri" "hayo loh ketauan, berduaan mulu kayak orang pacaran!"ucap tom yg tiba muncul. "panjang umur banget lo kak!"balas rere "lagi ngomongin gw?" "gak ada kerjaan banget gw ngomongin lo"timpal rere "kita emang pacaran kali tom"jelas zen "becanda mulu loe zen, udah deh. Pulang yuk re!" "serius! Gue sama rere emang pacaran" "beneran?" tom menoleh kearah rere "iya kak! Gue sama zen emang pacaran" "kapan kalian jadian? Koq gue gk tau?" "baru kemaren gw jadian sama adek lo yang cantik ini" zen merangkul pundak rere.. "wah gue kudet! Oke, congratulate deh buat kalian berdua, jadi... Sekarang lo gak usah nebeng ke mobil gw ya"canda tom pada rere "iya deh, gue pulang bareng bebep gue aja"balas rere "yaudah deh, gue duluan! Bye..." rere baru pulang. Tapi dia melihat ada dua mobil yg terparkir di pekarangan rumahnya... "mobil siapa ya? Apa ada temen tom?"fikir rere rere mulai membuka pintu rumahnya, namun keadaan rumah begitu sepi tidak ada tanda ada orang dirumah. "tom...!"panggil rere sedikit berteriak, namun tidak ada jawaban. Di tempat lain, tom dan james tengah berbincang di kamar tom yang berada dilantai atas... "gimana caranya ya gue ngungkapin perasaan gue sama lena?"ucap tom "emang lo beneran suka sama dia? Lena kan sahabatan sama rere adek lo"balas tom "dari dulu kali gw suka sama lena, tapi gw gak berani buat nembak dia,, lo punya ide gak gimana caranya supaya lena tau kalo gw naksir dia?" james menerawang. Lalu ia bangkit dari duduknya dan disusul tom yg juga berdiri... "lo mau tau gimana caranya?" "iyalah, apa lo udah ada ide?" "oke, gue kasih tau ke elo ya. Sekarang lo anggap aja kalo gue lena. Cewek yg sekarang lo taksir dan..." "dan apa?"

james mengangkat tangan tom dan menggenggamnya..(?) "james, lo masih normal kan?" "maksud lo?" "lo masih suka cewek kan?" "yaiyalah, menurut loe? Gue cuma praktekin aja kali" "syukur deh! Gue kira loe..." "PLAKKK" james langsung nampar tom "gila loe! Sakit tau..." "makanya lo diem aja!" "oke...oke...! Terus sekarang gimana?" "sekarang lo tinggal natap gue! Anggap aja gue lena, dan bilang kalo lo suka banget sama gue em... Maksud gue lena" tom mulai menatap mata james lalu mengungkapkan semua perasaannya pada james yg dianggapnya sebagai lena... Namun tanpa di sangka, rere telah sampai di depan kamar tom yg kebetulan pintunya tengah sedikit terbuka. "ohh, ternyata ada james"fikir rere dan berniat masuk ke kamar tom. Namun langkahnya terhenti saat mendengar tom mengatakan sesuatu. "gue suka sama lo, gue sayang bahkan gue cinta sama lo! Apa lo mau jadi pacar gue?"tanya tom pada james yg ada dihadapannya saat itu. "oh my god! Apa gue gak salah denger? Tom bilang cinta ke james? Ini gila..." rere memundurkan langkahnya dan pergi. "gimana james, apa gue udah bener?"tanya tom "nah lo bisa, gue yakin pasti lena bakal langsung terima cinta lo" "serius lo?" "dua rius" "thanks james! Lo emang temen gue yg paling the best" *peluk james* rere kembali melihat ke kamar tom, dan dia juga liat waktu tom peluk james... "oh my god!" *seketika pingsan* terdengar suara benda terjatuh, akhirnya tom berhenti memeluk james dan melihat kearah luar kamarnya. "ya ampun! Rere..."jerit tom yg melihat adiknya pingsan di depan pintu kamarnya. "dia kenapa?"tanya james panik "gue gak tau!" akhirnya tom cepat mengangkat tubuh rere dan membawanya ke kamar...

James mencoba membantu mengusapkan kayu putih di hidung rere dan memijat keningnya... Dan setelah beberapa menit kemudian rere pun sadarkan diri. "akhirnya lo sadar"ucap james lega rere membuka lebar kedua matanya dan segera meloncat dari atas kasur menjauh dari james,,, "lo kenapa? Ko kaya takut gitu? Gue bukan setan kali..."ucap james "elo...elo..." rere tidak dapat melanjutkan ucapannya karena tom yg tiba muncul. "elo udah sadar re? Syukur deh"kata tom yang menhampiri adiknya. "pliss, jangan deket!" rere menahan tubuh tom supaya tidak mendekatinya. "kenapa sih re?" tom kebingungan "iya, adek lo aneh! Apa jangan dia..." "shut up james! Gue minta lo pergi dari rumah gue sekarang juga!"sergah rere "re, loe aneh banget. Sebenernya lo kenapa?"tanya tom "lo juga diem tom! Gue jijik..." rere pun segera berlalu meninggalkan kamarnya menuju kamar mandi. "sorry james! Jangan dimasukin hati omongan rere. Mungkin dia lagi stres" "gapapa tom, santai aja! Yaudah, gue mending pulang deh" "oke, and thanks ya buat ide lo! Kapan gue bakal coba ngomong langsung sama lena" "kenapa harus kapan? Kenapa gak besok?" "gue belom siap!" "em.., oke gue ngerti!" di kamar mandi "pliss tuhan! Semoga apa yg gue denger tadi itu gak bener? Masa sih tom h*mo?"gumam rere [SKIP] esok paginya, tom sudah siap untuk berangkat ke kampus dan begitupun dengan rere yg juga sudah siap di meja makan dengan sepotong roti isi selai di hadapannya. "pagi..."sapa tom dengan senyum di bibirnya, namu rere tetap cuek tom tidak menghiraukan adiknya yg masih jutek. Ia tetap mengambil duduk di kursi sebelah rere. "tom..."ucap rere pelan "ya?" "gue boleh tanya?" "tanya apa?" "menurut loe.., apa gue cantik?" tanya rere hati, tom hanya mengernyitkan dahinya. "em.., kalo elo gak mau jawab gapapa ko"tambah rere "heh.., dari kemaren gue liat lo kaya orang aneh. Lo kenapa sih?" "gue aneh? Perasaan lo aja" rere kembali menunduk dan melahap roti yg sedari tadi belum ia sentuh.

Sesaat rere sedikit tersentak dengan suara handphone'nya yg tiba berbunyi sangat nyaring. Via telpon : rere : hallo... Zen : kamu udah siap? Aku jemput sekarang ya? Rere : em.., iya! Tapi jemputnya jangan dirumah ya! Zen : loh ko gitu? Kenapa? Rere : em... Itu... "siapa sih re?"tanya tom "temen" "jangan bohong! Pasti zen"tebak tom tom menarik handphone dari tangan rere dan berbicara dengan zen. Zen : ada apa re? Tom : bener kan, ini zen.. Zen : ko elo? Mana rere? Zen : dia gila! Udah, lo ngobrol sama gue aja! *kedip mata ke rere* "balikin hp gue!" rere merebut kembali hp dari tangan tom.. Rere meminta zen supaya cepat menjemputnya. Dan beberapa lama kemudian suara klakson mobil telah memanggil rere untuk segera keluar dari rumahnya. "tuh pacar lo udah dateng!"ucap tom, rere hanya diam dan berjalan keluar. "salam ya buat zen!"canda tom *sedikit berteriak* rere menghentikan langkahnya dan kembali mendekati tom. "awas ya! Jangan sampe lo rebut zen dari gue!"ucap rere dengan tatapan tajamnya. " " tom cengo "kamu kenapa re? Ko wajah kamu ditekuk terus?"tanya zen yg memulai pembicaraan rere mengangkat wajahnya dan menatap zen. "kamu beneran sayang sama aku?" "aku sayang sama kamu re" "tapi....." "tapi apa?" rere langsung berhambur ke dada zen dan memeluknya. "aku mohon jangan tinggalin aku!"ucap rere

zen melepas pelukan itu dan mengangkat dagu rere. "kenapa kamu bisa ngomong kaya gitu re? Jelas2 kamu tau kalo Aku gak akan pernah bisa ninggalin kamu" "tapi kamu deket sama tom juga james" "emang apa masalahnya?" "aku takut kalo..., kalo tom atau james ngambil kamu dari aku" seketika tawa zen meledak... "=))=D... Kamu lucu babe! Mana mungkin james rebut aku dari kamu" "ko kamu malah ketawa sih? Nyebelin..." rere menjauh dari zen dan kembali memonyongkan bibirnya. "sorry..! Abisnya kamu aneh, masa takut tom sama james ngambil aku dari kamu, plisss deh mereka itu cowok dan aku gak mungkin mau kalopun mereka nyuruh aku pergi dari kamu" "serius " "iya!" "syukur deh!"ucap rere lega "sini lagi dong!"pinta zen "mau apa?" "peluk lagi!" *genit* rere kembali mendekati zen dan kembali berpelukan (kayak lala dan po *teletubies*) hari masih sangat siang, kira pukul 12.15 namun tiba tetesan air terjatuh dari langit dan membuat semua orang berlarian untuk mencari tempat berteduh, tak terkecuali rere dan zen yang saat itu masih berada di lingkungan kampus. "yahh! Ko tiba ujan sih?"gerutu rere sembari menepuk bajunya yang basah terkena air hujan. Lalu handphone rere pun bergetar tanda ada pesan yang masuk.. From : My Brother "re, loe dimana sekarang? Buruan pulang! Ada orang yang nunggu elo di rumah, cepetan!" "ugh! Siapa lagi sih?"omel rere "siapa?"tanya zen "Tom" "kenapa lagi dia?" "dia suruh aku cepet pulang, gak tau deh ada apa" "yaudah, aku anter kamu pulang sekarang ya?" "tapi kan ini masih ujan" "gapapa! Lagian aku bawa mobil ko" "em.., yaudah deh yuk" rere dan zen pun berlari menuju mobil zen yang terparkir di halaman kampus.

Dengan cepat zen mengendarai mobilnya dan 15 menit kemudian mereka telah sampai di rumah rere. "masuk dulu yuk!"ajak rere pada zen "emp..." "udah ayo!" rere menarik tangan zen ke dalam rumahnya dan.... "mama...?"ucap rere tidak percaya "hai sayang? Apa kabar? Mamanya mulai berjalan dan memeluk rere dengan sangat erat. "aku baik ma, mama gimana?" "seperti yang kamu liat, mama masih sehat kan?" "mmm.., aku kangen banget sama mama!" "mama juga" rere dan mamanya berhenti berpelukan. Kini mata diti (mama rere) menjurus pada cowok yang berada disamping putrinya... "siapa dia re?"tanya mamanya "oia, aku lupa! Dia zen ma em..." "pacar kamu?" potong mamanya, rere cuma menggaruk kepalanya yg tidak gatal (?) "saya zen tante!" zen mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh diti "oia, kak tom mana ma?"tanya rere "ada diatas, em... Sama temennya!" "temennya? Siapa?" "namanya james!" tiba rere langsung memegang tangan zen dan menggenggamnya. "kamu kenapa babe?"tanya zen *berbisik* "mendingan kamu pulang ya!" pinta rere balas berbisik di telinga zen "kenapa?" *bingung* "udah, kamu pulang aja! Ayo..." rere menarik tangan zen keluar dan menyuruhnya untuk segera pulang kerumah. [SKIP] "tadi gue denger ada suara zen, mana dia?"tanya tom "ngapain lo nanyain dia?" tanya balik rere yang menaikan satu alisnya "gapapa, orang gue cuma nanya " james udah kebelet pengen pipis tapi dia lupa tempat kamar mandi di rumah tom akhirnya ia lari gak jelas hingga james menabrak rere sampe jatuh. Dan parahnya, james juga jatuh dan badannya menindih tubuh rere...

"AAAAA..." *teriak "ssttt!" james menutup mulut rere namun rere menepisnya,, "elo apaan sih james? Ayo bangun!"ucap rere kesal "sorry..sorry!" james pun bangun dan membantu rere untuk berdiri.., "kalo di rumah itu gak usah pake lari bisa kan?" rere mulai kesel "sorry! Abis dari tadi gue kebelet pengen pipis" "iya, tapi kan... Ugh! Ngapain juga gue ngomong sama loe" rere berjalan melewati james namun tiba sesuatu menahannya, dan itu tangan james. "apa lagi?" "ternyata kalo difikir-fikir lo cantik juga , coba aja kalo elo lebih kalem dikiiit aja, pasti lo tambah cantik" puji james " hah " rere cengo james berlalu pergi, rere masih diam dengan mengernyitkan dahinya... "apa? Dia bilang gue cantik? Ya ampun... Gimana bisa dia muji gue sedangkan dia kan...." "lah, ko elo masih disini?" tanya james yg baru keluar dari kamar mandi "masalah buat loe?" "dihhh, galak banget sih" "biarin weeek " "tuh cewek sebenernya kenapa sih? Kayaknya benci banget sama gue... Emmmp.., tapi boleh juga sih. Gue suka gaya dia kalo lagi marah gitu,, bikin gemes " ~o~o~ malam pun tiba, malam minggu ini rere meminta zen untuk datang kerumahnya karena mamanya ingin mengajak semua teman tom dan rere untuk makan malam bersama. Semua sudah berkumpul, tapi rere belum juga menampakan wajahnya. "adik kamu mana tom?"tanya mama pada tom "gak tau mah, emp.. Mungkin dia masih di kamar, biasalah kalo cewek itu suka ngaret" 5 menit kemudian rere pun turun dari kamarnya, dan kini semua mata tertuju padanya. Karena baru kali ini rere terlihat sangat cantik dan anggun dengan dress berwarna ungu yang ia kenakan. "waw! Beautiful" celetuk arry "ehem.., itu cewek gue!" balas zen *berdeham*

"baru kali ini gue liat dia keliatan manis banget.."gumam james terkagum "kalian kenapa sih? Belom pernah liat cewek ya?"tanya rere agak risih karena diliatin banyak cowok. "kamu cantik banget malam ini babe" puji zen sembari mengedipkan sebelah matanya, rere pun tersipu... Kini makan malam sudah di mulai, pertama suasana begitu hening namun beberapa saat kemudian semua menjadi kacau karena lampu mendadak mati... Rere yang memang takut gelap hanya bisa menjerit dan menutupi wajah dengan tangannya... Zen dan yang lainnya pun ikut panik dan berlari kesana kemari untuk mencari lilin atau senter,, karena keadaan sedang gelap akhirnya mereka saling tubruk dan jatuh,,, sesaat rere merasa kaget karena seseorang memegang tangannya dan merangkul pundaknya,,, "zen, apa ini kamu?"tanya rere .................. "iya babe, ini aku!" "mm.., aku takut!" ucap rere zen pun memeluk rere dan berharap tom segera muncul dan membawa sesuatu yang bisa membuat ruangan menjadi terang. "tadaaaa" tom pun muncul dengan membawa lilin yang ukurannya sangat besar "kamu tenang ya!" ucap zen yang mengelus rambut rere. "aku bakal tenang kalo kamu ada dideket aku zen!" "iya! Aku bakal ada di deket kamu terus ko" "aduh, kenapa jadi kayak gini, Tante minta maaf ya! Makan malamnya jadi berantakan gini" "gapapa kok tan!"balas james "tante jadi gak enak sama kalian" "kalo gak enak kasih kucing aja tante!" canda arry "hahaha.., bisa aja lu" timpal tom yang melemparkan bantal ke wajah arry. Karena lampu masih padam, terpaksa semuanya harus menginap di rumah tom. Lian dan arry tidur di kamar tom. Sedangkan zayn mengalah untuk tidur di sofa bersama james... "kamu gapapa tidur disini?" "gapapa re, aku udah biasa ko" "tapi kan..." "udah malem. Tidur gih!" "aku gak mau kamu sakit" "gak akan! Percaya deh..." "y...yaudah deh, aku tidur ya!" "iya! Oia.." "kenapa?" "ada yang lupa" "apa?" zen menarik tangan rere dan "Cuppp" zen mendaratkan bibirnya di pipi rere... "good night"bisik zen lembut "good night too"

"ugh! Ngapain juga gue harus liat pemandangan kayak gini ! Mesra-mesraan di depan gue, bikin gue envy aja oops!" gumam james [SKIP] Pagi sudah tiba,, mama rere pun sudah tidak ada dirumah karena harus kembali ke singapore untuk urusan pekerjaan. Keadaan rumah masih sepi karena orang masih terlelap tidur. Sedangkan rere mencoba pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Meskipun ia belum pernah memasak sebelumnya, tapi ia tetap berusaha.. Saat sedang sibuk mengiris bawang, tak sadar seseorang mengawasinya dari tepi pintu. Rere yang tidak terbiasa mengiris bawang pun akhirnya menangis karena bau bawang yang sangat pedas "ugh! Nih bawang pedes banget sih" gumam rere yang mulai menangis. "kalo gak biasa masak, gak usah dipaksain!".... Rere mengangkat wajahnya dan melihat james telah berdiri di hadapannya. "gak usah komentar deh! Mending bantuin gue nih ngiris bawang!"balas rere dan menggosok matanya. James pun mendekati rere... "mata lo kenapa?" "lo gak liat kalo mata gue kepedesan gara ngiris bawang!" "sini gue bantu!" james meraih wajah rere dan meniup matanya yg merah... "DEGGGG" Jantung rere pun langsung meloncat,,, "ya ampun! Apa ini? Ko gue jadi deg-degan gini ya?"fikir rere james masih memegang wajah rere, dan tiba zen muncul dan menarik james agar menjauh dari pacarnya... "lo ngapain disini? Pake pegang pacar gue segala lagi" "sorry zen, tadi gue cuma..." "cuma apa? Jangan bilang kalo elo pengen ngedeketin cewek gue..."sergah zen "enggak ko zen! Dia cuma nolongin aku ko" "kamu yakin?" "iya babe! Masa aku bohong sama kamu" "emp.., yaudah! Aku bantuin kamu masak ya?" "boleh " james memasang wajah kesalnya dan berlalu pergi... "umh.., aneh! Kenapa gue jadi gugup banget waktu gue deket sama james"gumam rere "kamu gapapa?" tanya zen yang mengibaskan jari tangan di depan wajah rere "ak...aku gapapa zen!" [SKIP] "tumben pagi ini ada sarapan?"ucap tom "gue yang bikin!"balas rere

"elo yang bikin? Apa gue gak salah denger? Sejak kapan lo berani nginjek dapur?" tom mengernyitkan dahinya. "emang rere gak pernah masak?"tanya lian "boro!"balas tom "sialan lo kak" *pukul tom pake sendok* "awww! Sakit re..." "rasain loe!" "ko pada ribut sih? Mending makan deh yuk!" james menengahi rere dan tom. #saat makan "oia, gue mau ngasih tau kalo hari ini cewek gue mau dateng kerumah!"celetuk tom "uhuk...uhuk..." *batuk* "apa lo bilang? Cewek loe?"rere membelalakan matanya "iya! Biasa aja kali re, gak usah kaget gitu" beberapa menit kemudian, orang yang di tunggu pun muncul... "hy guys!" sapa cewek itu "hai sayang!" tom mendekati cewek itu dan mencium kedua pipinya,, dan itu sangat membuat rere kaget, bingung and semuanya. "len...lena? Ngapain lo..." "lo pasti kaget?"potong lena "jadi elo pacar tom?" "hehe.., iya! Kenapa? Lo seneng kan kalo gue bakal jadi kakak ipar lo?" rere memegangi kepalanya dan "BRUKH" ia terjatuh dan pingsan. "rere..." jerit lena zen pun berlari menghampiri rere dan mengangkat tubuh pacarnya ke sofa.., "bangun babe!"bisik zen "dia kenapa tom?"tanya lena "gue gak tau len! Tapi, dia emang suka kayak gitu" "coba kasih nafas buatan!"usul arry "gimana caranya?"tanya zen *pura oon* "masa gitu aja gak bisa? Sini biar gue yang ambil alih...!" arry duduk di samping rere, dia mulai memonyongkan bibirnya dan tiba rere bangun... "AAAAA..." rere dan arry berteriak bersamaan "PLAKKK" sebuah tamparan pun mendarat di pipi arry. "awww! Maksud gue kan baik, kenapa lo nampar gue" "jangan kurangajar lo!" "rasain loe!" bisik lian *terkekeh* "gilaaa,, sakit banget"

mata rere kini kembali kearah tom dan lena.... "lo gapapa kan re?"tanya lena pelan ............. "kenapa lo liatin gue kayak gitu?" tanya lena bingung "lo beneran pacaran sama tom?"tanya balik rere "i..iya! Emang kenapa?" "tapi kenapa gue gak tau" "jelas aja lo belom tau, kemaren kita baru aja jadian re" "jadi...." mata rere melintas menuju james "apa?"tanya james bingung "jadi, lo sama tom gak pacaran?"tanya rere hati "apa lo bilang? Gue sama tom pacaran? Lo gila! Sorry ya! Gue itu masih doyan sama cewek.." "ko elo segitunya banget sih sampe ngira gue pacaran sama james? Lo pikir kita h*mo?"timpal tom "salah lo sendiri! Waktu itu gue liat ko pas lo pegang tangan james terus bilang kalo elo cinta sama dia. Pake pelukan segala lagi..." "wah bener lo james" arry menggelengkan kepalanya "eh tunggu, lo semua jangan salah sangka dulu! Waktu itu gue sama tom bla...bla...bla..." setelah james menceritakan semuanya akhirnya rere pun mulai mengerti... "ohh! Jadi gitu ceritanya.., hehe.., sorry gue udah salah sangka"ucap rere "huh! Pantes aja akhir ini lo beda banget sama gue. Ternyata alesannya itu" "sorry tom!gue kan gak tau" "jadi, lo gak marah kan?"tanya lena "kenapa gue harus marah? Gue seneng ko kalo elo pacaran sama tom " "thanks ya!" lena pun berhambur memeluk rere. [SKIP] di kampus~ "oia, hari ini kamu pulang jam berapa babe?"tanya zen pada rere "aku gak tau! Tapi kayaknya agak sore soalnya aku punya banyak tugas dari dosen. Emang kenapa?" "enggak! Tapi kayaknya aku gak bisa jemput kamu nanti" "gapapa ko, emang kamu mau kemana?" "kebetulan nanti sore aku ada acara keluarga" "ohh,, iya! gapapa deh" "hei! Pacaran mulu, masuk kelas yuk!"ajak lena "yaudah! Aku masuk kelas dulu ya.." "iya! Bye..." jam sudah menunjukan pukul 15.55 rere juga telah menyelesaikan tugasnya dan telah bersiap untuk pulang. "re, sorry ya! Gue gak bisa pulang bareng lo, soalnya gue mau pergi sama lena"ucap tom "yagh! Ko gitu sih..." "kan ada zen yang nganterin" "zen lagi ada urusan, makannya dia gak bisa jemput gue" "mmh.., jadi gimana dong? Soalnya gue udah janji sama lena" "yaudah lah gapapa! Gue nanti pulang sendiri aja" "yakin gapapa?" "iya! Udah sana, lena pasti udah nungguin elo!"

"yaudah, gue pergi dulu ya! Bye..." "bye..." skip jam 16.15. Udah nunggu lama banget, tapi gak ada satu taxi pun yang lewat. "wah gawat! Sampe kapan gue harus nunggu disini? Mana perut gue udah kelaperan banget lagi"gerutu rere "elo belom pulang?"tanya seseorang dari arah belakang. Rere pun menoleh dan melihat james mendekatinya. "belom! Lo juga kenapa belom pulang?" "tadi gue ada latihan basket., oia zen mana? Biasanya kan dia ngejemput lo pulang?" "dia gak bisa jemput gue sekarang!" "ohh! Elo mau pulang bareng gue gak?" "gak usah james! Gue nunggu taxi aja" "serius?" "iya" "tapi jam segini mana ada taxi, udah mau ujan lagi! Lo mau keujanan disini?" "em.., biarin deh!" "yaudah, gue duluan ya bye..." saat james pergi, tiba terdengar suara petir. Rere pun langsung berubah fikiran dan kembali memanggil nama james. "james... Tunggu!"teriak rere "kenapa?" "gue berubah fikiran. Gue mau pulang bareng elo" ucap rere yang ketakutan mendengar suara petir. James hanya tersenyum dan menarik tangan rere menuju mobilnya. Di perjalanan. Rere hanya diam tanpa bersuara sedikitpun. begitupun dengan james yang fokus ke arah jalan karena harus menyetir... "ko diem aja sih?"tanya james memulai pembicaraan. "emang menurut lo gue mesti ngapain?" "ya.. Ngapain aja! Jangan diem mulu dong! Gue kan taunya elo itu cewek yang cerewet..." "enak aja, gue itu bukan cewek yang cerewet.." "hehe... Becanda kali! Oia, Kenapa sih elo itu galak banget sama gue?tapi sama yang lain enggak deh kayaknya" "abisnya elo jadi cowok nyebelin banget! Dan yang bikin gue gak mau deket sama lo itu karena elo itu...." rere menaikan satu alisnya. "emang gue kenapa?" "karena elo pernah meluk tom" "ya ampun, lo masih aja ngomongin itu! Gue kan udah bilang kalo gue itu masih suka sama cewek" "gue gak percaya" tiba james pun menghentikan mobilnya... "elo mau bukti kalo gue masih suka cewek?" tanya james dengan menatap tajam kearah rere. "ya ampun, dia mau ngapain"gumam rere sedikit ketakutan. James pun mulai mendekati tubuh rere. Lebih dekat dan semakin dekat.... "cukup james! Gue gak perlu bukti dari elo.. Sekarang gue percaya ko kalo elo masih suka cewek"pinta rere semakin takut. "terlambat re..." james semakin mendekat, bahkan wajahnya sudah berada di depan wajah rere... Rere hanya dapat menutup matanya dan...

james pun sama memejamkan matanya dan "Cuppp" rere merasakan sebuah 'benda' lembut telah menyentuh bibirnya... Rere pun merasakan detak jantungnya yang berlari sangat cepat, namun ia tak berani untuk membuka matanya karena tau james masih mencium bibirnya lama mereka berciuman. Setelah 5 menit kemudian akhirnya rere merasa jengah dan mendorong tubuh james hingga bibir mereka terlepas... "apa yang lo lakuin? Berani banget lo nyium gue?" bentak rere dengan wajah merahnya. "sorry re, gue cuma..." "PLAKKK" Sebuah tamparan mendarat dipipi james sebelum james menyelesaikan kata-katanya. "elo jahat james! Lo udah berani ngambil first kiss gue" rere membuka pintu mobil dan berlari meninggalkan james yang masih memegangi pipinya yang sakit karena mendapatkan tamparan dari rere. "first kiss? Jadi selama ini rere belom pernah ciuman?"fikir james [SKIP] rumah rere~~~ rere membanting pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang. "kenapa james? Kenapa harus dia cowok pertama yang nyium gue? Padahal gue belom pernah ngelakuin itu sama zen. Ugh! Gue benci sama lo james..." setelah lelah membayangkan ciuman pertamanya bersama james, akhirnya rere pun terlelap tidur dengan tangan yang masih stuck di bibirnya... Sementara itu, lain lagi dengan keadaan zen yang saat ini tengah kesal karena mamanya sudah berani menjodohkan dia dengan rina anak dari teman mamanya... "kenapa mama harus ngejodohin aku sama dia? Aku udah bilang kalo aku udah punya pacar ma"ucap zen dengan kesal pada mamanya. "rina anak yang baik zen, dia juga udah lama suka sama kamu dan..." "dan aku gak pernah suka sama dia ma"sergah zen dengan cepat. "sekali ini aja mama mohon sama kamu! Lupain pacar kamu dan mulailah mencintai rina!" kali ini mamanya mulai memperlihatkan wajah memelas. "mama ngejodohin aku sama rina karena dia anak temen mama yang kaya itu kan? Plis ma, jangan paksa aku!" lalu zen pun pergi dari rumahnya untuk menemui rere... Hari mulai malam. Tom pun menemui rere di kamarnya dan membangunkan adiknya yang masih terlelap tidur... "re..., bangun!" "mmhhh..." rere menggerakan badannya namun matanya masih terpejam. "cepet bangun! Daritadi zen nungguin elo tuh" rere pun langsung terbangun saat tom menyebut nama zen. "apa lo bilang? Zen ada disini?"tanya rere dengan mata yang masih sedikit tertutup. "iya! Daritadi dia nungguin elo, udah cepet temuin dia!" rere berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, dan setelah itu ia turun untuk menemui zen di ruang tamu. "zen..."panggil rere dengan suara lembutnya. Zen pun menoleh dan berjalan mendekati rere lalu tiba memeluknya... "ka..kamu kenapa?"tanya rere kebingungan.

"aku kangen kamu re!" "cuma beberapa jam kita gak ketemu, tapi kamu udah kangen banget sama aku. Gimana kalo nanti aku..." "ssttt! Aku mohon Jangan terusin kata itu!" sergah zen. "ok...oke!" kini rere membalas pelukan zen... Drtz...drtz...drtz... *getar hp* "bentar zen!" rere merogoh saku celananya dan membaca pesan singkat yang masuk ke hp'nya. From : unknown number "sekali lagi gue minta maaf sama lo! Gue tau gue salah tapi plisss... Jangan benci gue karena gue udah berani nyium elo" ________ "ugh! Pasti ini james..."gumam rere "sms dari siapa?"tanya zen #kepo "em.., bukan siapa ko! Cuma sms nyasar" jawab rere yang mulai menghapus pesan dari james. "umh.., malam ini aku pengen tidur di rumah kamu babe, apa boleh?"ucap zen tiba "kenapa? Apa kamu lagi ada masalah sama mama kamu?"tanya rere mencoba menebak. "em.., enggak! Aku cuma lagi males tidur dirumah" "ohh! Yaudah, kamu boleh ko tidur disini!" "thanks!" malam pun semakin larut. Rere telah kembali tertidur di kamarnya, dan zen tidur berdua di kamar tom... [SKIP] Pagi hari~~~ "hari ini lo gak ngampus?"tanya tom pada rere "gue lagi gak ada jadwal kuliah hari ini" "kalo gitu kita sama! Aku juga lagi free hari ini..."tambah zen "ohya? Bagus deh kalo gitu..."balas rere sumringah "gimana kalo hari ini kita jalan?"usul tom "kemana?"tanya rere "ke pantai kayaknya asik tuh!"balas zen "boleh juga! Oke, gue bakal kasih tau lena sekarang" "wah, kayaknya bakal seru nih!" zen tersenyum kearah rere dan rere membalas senyuman itu. Setelah sarapan. Rere pun pergi mandi dan berganti pakaian dengan memakai jeans kesayangannya dipadu dengan t-shirt berwarna putih bersih. ia juga tidak lupa memakai kacamata hitam yang pernah dibelikan zen untuknya... "kamu cantik banget!"puji zen pada rere "makasih!" "kalian udah siap kan? Kita berangkat sekarang!"ucap tom sedikit berteriak. "oke!" di mobil tom duduk di depan bersama lena, dan zen duduk dibelakang berdua bersama rere. Hari ini zen terlihat tidak seperti biasanya. Ia terlihat murung dan wajahnya selalu terlihat bingung. bahkan ia sampai tidak ingin melepaskan genggamannya dari tangan rere. "zen, kamu gapapa kan?"tanya rere cemas

"aku gapapa!"jawabnya singkat "tapi....." ucapan rere terhenti karena zen menggenggam tangannya semakin erat....

"kita pisah disini ya! Gue sama lena mau jalan berdua dulu"ucap tom "ouh! Oke, gue sama rere disini aja..." tom berlalu pergi dengan lena. Sedangkan rere duduk berdua bersama zen di tepian pantai. "enak banget ya udara disini"ucap zen dengan menghela nafas panjangnya "panas gini ko dibilang enak"balas rere "iya, soalnya disamping aku udah ada kamu. Jadi mau sepanas apapun, pasti tetep sejuk kalo deket kamu..." *mulai gombal* "ihh! Gombalnya kumat deh" rere mencubit pinggang zen. "aww! Sakit babe..." "emang enak " zen pun tertawa seperti tidak ada beban. Namun dibalik itu semua sebenarnya dia sedang ada dalam situasi yang sangat membuatnya bingung. "gue gak mungkin bisa ninggalin cewek sebaik rere, tapi gue juga gak mungkin bikin mama kecewa. Terus apa yang harus gue lakuin sekarang?"gumam zen dengan mata yang menatap rere. "plisss zen, jangan liatin aku kayak gitu" suara rere membuat zen mengalihkan pandangannya. Kali ini zen menatap laut di depannya. Namun tiba matanya kembali menatap gadisnya. Tangannya mulai bergerak ke wajah rere dan perlahan zen mengecup lembut bibir mungil rere tentu saja rere kaget dibuatnya, namun dengan cepat rere pun membalas ciuman itu. "i love you!"bisik zen sangat lembut,, "love you too"balas rere [SKIP] "udah sore, kalian mau pulang bareng kita atau..." "lo duluan aja tom! Nanti gue bakal anterin rere pulang ko"sergah zen "ohh! Yaudah, gue sama lena duluan" "daaah rere!"ucap len "daaah!" "oia, loe jagain adek gue ya! Awas kalo elo bikin dia nangis!"tambah tom "sippp!" "mau ngapain kita disini?"tanya rere penuh kebingungan "aku pengen ngabisin waktu berdua sama kamu" "aneh banget! Kenapa gue mikir yang enggak ya tentang zen? Ugh! Pliss deh re, lo itu gak boleh negative thinking"gumam rere zen menarik rere ke dadanya dan mendekapnya sangat erat... "zen! Kamu jangan bikin aku takut dong..." "kenapa kamu harus takut?" "kamu gak biasanya kayak gini sama aku! Aku takut setelah kamu kayak gini nanti kamu bakal pergi ninggalin aku" "gak akan!" zen semakin mengeratkan dekapannya di tubuh rere,,,

................. duduk berdua bersama rere adalah hal yang paling zen sukai. Ia merangkul pundak rere dan sesekali mengelus lembut rambut panjang'nya yang tengah terurai... "re..., kalo misalnya aku....." ucapan zen terhenti "apa?" "kalo misalnya aku... Pergi ninggalin kamu, apa kamu.....?" kata zen kembali terhenti karena rere yang mendongahkan wajahnya dan menatap mata zen dengan tatapan yang penuh dengan kecemasan. "ini gak serius re! Aku cuma...." "aku gak tau apa maksud kamu, tapi yang jelas aku gak suka kamu nanya kayak gitu sama aku" mata rere mulai berkaca-kaca "maaf! Aku gak bermaksud buat kamu sedih" "aku mohon! Kamu jangan pernah ngomong kayak gitu lagi" "i..iya! Aku gak akan pernah ngomong kayak gitu lagi. Aku janji, tapi please! Kamu jangan nangis" zen mulai mendekat dan menyeka air mata yang telah jatuh dari mata rere. "lebih baik kita pulang!"ucap rere "oke! Aku anter kamu pulang ya?" tanya zen dan rere hanya mengangguk pelan. [SKIP] "kalian udah pulang?" tanya tom rere tidak menjawab. Wajahnya terus tertunduk lemas dan ia segera memasuki kamarnya dengan langkah yang lunglai... "kenapa dia?"tanya tom pada zen "em.., gue gak tau! Gue pulang dulu ya..."balas zen yang kembali memasuki mobilnya. Karena penasaran, akhirnya tom pun berlari ke kamar rere untuk menemui adiknya... "lo gapapa kan?"tanya tom sedikit cemas "gue gapapa!"jawabnya singkat "gue ini kakak lo re, apapun yang terjadi sama lo, gue berhak tau..." tom sedikit meninggikan nada suaranya. Rere sedikit tersentak lalu ia membalikan badannya dan menatap tom. "gue cuma gak ngerti sama zen kak. Coba lo fikir, kenapa dia bisa-bisanya bilang kalo dia mau pergi ninggalin gue..."ucap rere sedikit terisak "elo serius?" tom mengernyitkan dahinya. "ugh! Gue gak tau deh" rere melemparkan tubuhnya ke ranjang. "gak mungkin dia berani ninggalin elo! Gue tau kalo dia sayang banget sama lo" "ohya? Tapi gue belom sepenuhnya percaya kalo dia bener sayang sama gue, kalo dia bener sayang gue, gak mungkin kan dia ngomong gitu sama gue" "umh.., udah malem! Lo cepet tidur deh, besok lo harus bangun pagi" tom mencoba mengalihkan pembicaraan'nya. "besok gue gak mau kuliah ah"ucap rere males "kenapa?" "malesss"balas rere lalu menarik bantal untuk menutupi wajahnya. "ckckck! Terserah lo deh,, good night my sist, bye...!" "yeah! Good night too" saat akan memejamkan matanya, tiba handphone rere bergetar dan terdapat satu pesan singkat dari zen. From : My Love

"kamu marah babe? Please, maafin aku! Aku tau aku salah... Besok aku tunggu kamu di taman deket kampus ya, jangan lupa dandan yg cantik!" "ugh! Padahal gue udah niat buat gak masuk kuliah besok"gumam rere [SKIP] Keesokan harinya ~ "katanya gak mau kuliah?" tanya tom yang baru saja selesai mandi. "em.., gak jadi! Soalnya gue mau ketemu sama zen..." "cieee... Yang udah baikan nih"canda tom *mencolek dagu rere* "lo apaa sih, orang gue sama zen gak pernah marahan " "iya deh iya! Oia, mau gue anter?" "gak usah! Gue naik taxi aja" "yaudah! Hati di jalan ya!"tambah tom dan membuat rere terrenyum. "baru kali ini gue liat lo perhatian sama gue tom" gumam rere setelah menaiki taxi kira 15 menit kemudian rere telah sampai di sebuah taman yang jaraknya berdekatan dengan kampusnya. Tapi saat ia tengah mencari keberadaan zen, tiba seseorang menahan tangannya. "james? Ngapain lo nahan gue? Lepasin!" "gue... Gue mau minta maaf sama lo"ucap james pelan "lo gak salah, jadi sekarang lo lepasin tangan gue!" "please re maafin gue! Kemaren gue bener gak sengaja nyium elo...." "ssttt! Jangan ngomongin itu sekarang" rere menutup rapat mulut james dengan tangannya. Rere melepaskan tangannya dari mulut james dan kembali berjalan untuk mencari zen, tapi james tetap mengikuti rere dari belakang. "lo ngapain sih ngikutin gue?"tanya rere kesel "sebelum lo maafin gue, gue bakalan terus ngikutin elo" "ugh! Nyebelin banget siii......" tiba ucapan rere terhenti dan langkahnya pun ikut terhenti saat matanya melihat .......

sebelumnya, saat zen tengah menunggu kedatangan rere, tiba seseorang duduk disampingnya. Dan cewek itu adalah rina (cewek yang dijodohin sama zen),, rina merangkul dan memeluk zen. Meskipun merasa risih tapi zen tidak bisa berbuat apa selain hanya diam dan membiarkan rina melakukan apapun yang ia mau " "jadi..., apa ini rencana zen?"ucap rere setengah berbisik rere memundurkan langkahnya dan beranjak pergi. Namun zen melihatnya dan dia mengejar rere yang hendak berlari. "tunggu re!"pinta zen "jadi ini yang mau kamu tunjukin?"ucap rere sedikit terisak "apa maksud kamu?" "cewek itu...." "dia bukan siapa! Percaya sama aku" "maaf zen, aku harus pergi..." "tapi re, kamu jangan salah paham dengan semua ini" tiba rina mendekat. dan kini rere melihat sangat jelas saat rina merangkul tubuh zen di hadapannya.

"zen, dia siapa?"tanya rina manja "lo apaan sih? Lepasin gue!"bentak zen pada rina "ko kamu kasar banget sih? Inget ya! Mama aku sama mama kamu itu udah sepakat buat ngejodohin kita zen"ucap rina "ya tuhan! Apa ini mimpi?"gumam rere dalam hatinya "please! Kamu jangan dengerin dia, aku..." "cukup zen, aku gak mau denger apa lagi, aku mau pulang..." "tapi re..." "james, anterin gue pulang!"pinta rere pada james "o..oke!"balas james yang terlihat sedikit bingung ### "udah dong re, lo jangan nangis terus! Ntar air mata lo bisa abis"ucap james saat dalam perjalanan "biarin, gue gak peduli hiks...hiks..." "ngapain sih lo pake nangis segala? Zen kan udah bilang kalo cewek itu...." " aaaaa..., gue benci sama zen, gue benciii" rere berteriak dan tidak memperdulikan james. James pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan... "ngapain lo berenti?"tanya rere "gue gak bisa konsen kalo elo masih nangis histeris kayak gitu! Lo tau gak sih? Suara elo itu bikin kuping gue sakit" "sorry james! Gue kan masih kesel sama si zen" "iya gue tau! Tapi, gak usah lebay juga kali" "oke..oke! Gue gak akan jerit lagi, sekarang anterin gue pulang!" "sekarang?"tanya james "enggak, besok!" "ohh, yaudah" "iih.., nyebelin banget sih lo, ya sekarang lah masa gue harus nunggu disini sampe besok?" "yaelah, ngambek mulu!" "udah cepetan!" "oke..oke!" [SKIP] James turun dari mobilnya dan mengantar rere sampai ke dalam rumahnya... "kenapa lo?"tanya tom "gapapa!" "tapi, lo kayak abis nangis. Oia, katanya lo mau ketemu zen, ko udah pulang lagi sih?"tanya tom lagi, dan membuat rere kembali menangis. "lo kenapa re? Cerita sama gue!"pinta tom "elo sih, pake ngomongin zen segala"sergah james "emang kenapa sama zen?" "tadi zen bawa ceweknya dan...." 'BUKK' rere dengan cepat menginjak kaki james dan membuat james menjerit kesakitan... "awww! Ugh.., sakit re" "sorry! Gue gak sengaja" "jadi..., zen kenapa?"tanya tom lagi "gapapa ko tom, gak usah dipikirin! Oia, gue capek, dan gue mau lanjutin tidur lagi..." rere berlari kecil menuju kamarnya, dan sengaja ia mengunci rapat pintu kamar itu supaya tidak ada lagi yang mengganggu tidurnya,, termasuk tom... [SKIP]

1hari... 2hari... 3hari... Rere sudah tidak memperdulikan zen lagi, baginya zen sudah membuat hatinya sakit bahkan sangat sakit.. Untuk sekarang rere lebih sering menghabiskan waktunya di rumah bersama tom kakaknya... Lain lagi jika tom sedang pergi dengan lena, dengan terpaksa rere harus tinggal dirumah sendirian., "hari ini gue ada janji sama lena, gapapa kan kalo lo sendiri dirumah?"tanya tom "ya! Gapapa, itu sih udah biasa" "hehe., bagus deh kalo gitu! Yaudah gue pergi dulu ya...."ucap tom dengan mencubit pipi rere. "oke, hati dijalan ya tom! dan kalo elo pulang, Jangan lupa lo harus bawain gue makanan!" "sippp!" karena jenuh, rere pun memilih bermain PS meskipun harus bermain sendirian... 10 menit setelah tom pergi, tiba terdengar seseorang mengetuk pintu. Dan setelah rere membukakan pintu ternyata james yang datang ke rumah. "eh elo james, mau ketemu tom ya? Wah sayang banget, tom lagi pergi tuh sama lena..."ucap rere "enggak! Siapa juga yang mau ketemu dia, gue mau ketemu elo kali" "gue...? Ngapain lo mau ketemu sama gue?" "gue mau mastiin kalo elo baik aja" "hah... Maksud lo?" "em.., gue takut aja kalo elo masih nangis dan prustasi kayak kemaren, terus...." "terus apa? Bunuh diri maksud loe?" "kali aja" "gila lo! Secinta-cintanya gue sama zen, gue gak mau bunuh diri gara dia" "ya bagus deh kalo gitu..." "oia, daripada lo ngomongin zen mending elo temenin gue main PS gimana?" "lo bisa main PS juga?" "ya bisa lah, gimana? Mau gak?" "boleh juga" akhirnya james dan rere pun mulai bermain PlayStation bersama,, hingga tanpa sadar hari mulai sore dan tom belum juga pulang ke rumah... Namun, terdengar suara mobil terparkir di halaman rumah. Rere berlari keluar karena ia pikir itu tom,, tapi setelah membuka pintu ternyata ..........

Saat rere membukakan pintu rumahnya,, ternyata yang datang adalah lian dan zen... "hai" sapa lian dengan senyum manisnya "h..hai"balas rere dengan gugup karena ada zen disana "tom ada?" "gak ada li, kebetulan dia lagi pergi sama pacarnya" "lena?" "yup,, yaudah masuk dulu deh li, di dalem juga ada james ko"pinta rere "james? Ngapain dia disini?"tanya lian pelan. Lian pun berjalan melewati rere namun tidak dengan zen yang masih terpatung diluar dengan menundukan kepalanya... "hei.. Mau masuk gak?"tanya rere dengan nada judesnya. Zen mengangkat wajahnya dan menatap wajah gadisnya. "umh.., kalo gak mau masuk yaudah" rere merasa gugup karena zen menatapnya, dan ia pun memilih pergi namun tangannya kembali tertahan.. Zen semakin mendekat. Dan perlahan ia pun memeluk rere dari belakang... "kamu ngapain zen? Lepasin!" "aku tau kamu marah sama aku" "kalo kamu tau, ngapain kamu dateng kesini lagi?"

"aku cuma mau minta maaf sama kamu" "maaf untuk apa?" "karena..." "kalo kamu lebih memilih perjodohan itu, aku gak bakal larang kamu.. Aku tau kamu sayang sama mama kamu dan...." "aku juga sayang kamu..." "tapi kamu gak mungkin ngelawan mama kamu,, udahlah zen! Mungkin emang harus sampe sini aja hubungan kita" rere mulai menangis dan melepaskan diri dari pelukan zen "maaf!" zen menunduk lalu ia pergi dari rumah rere "kamu kenapa?"tanya lian yang melihat rere menangis "gapapa" rere mencoba menyeka airmata dari pipinya "kalo gapapa, ngapain kamu nangis?" "pasti zen" james mencoba menebak Tiba2 rere pun berlari dan berhambur memeluk lian yang tengah menatapnya... "sttt! Kamu jangan nangis,, ayo cerita sama aku, apa yang sebenernya terjadi?"dengan lembut lian membalas memeluk rere dan sesekali tanganya membelai wajah rere yang tengah dibanjiri oleh air mata (?) "kenapa harus lian yang dia peluk? Kenapa bukan gue coba?" gumam james dalam hatinya Lian melepas pelukannya dan kini dia memegang kedua pipi rere dan menge-lap air mata dari pipi cewek yang sangat ia sayangi itu... "kamu gak mau cerita?"tanya lian pelan "aku gapapa li,, makasih" "makasih buat apa?" "pelukan kamu hangat" rere tersenyum lalu pergi ke kamarnya.. "ngapain lo liatin gw kayak gitu?" lian menyenggol pundak james "elo..." "kenapa?" "elo enak banget sih bisa dipeluk sama rere"james mulai cemberut "envy ya? Kasian deh loe " SKIP !!! Next Morning.... "rere bangun! Lo gak liat sekarang jam berapa?" teriak tom di telinga rere "mmhhh,, hari ini gue gak kuliah kak!" balas rere dengan suara serak "eh.. Lo kenapa! Lo sakit?" "gak tau deh, tapi kepala gue emang agak pusing" Tom memegang kening adiknya... "ya ampun! Badan lo panas banget,, lo harus ke rumah sakit sekarang" "tapi...." "udah, gak usah protes deh!" tom mengangkat tubuh rere menuju mobilnya dan dia menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.... SKIP di RS.... "gimana keadaan adik saya dok?"tanya tom dengan khawatir "adik anda mengalami Demam yang cukup tinggi,, tapi tidak usah cemas karena saya sudah memberikan dia suntikan dan sekarang dia sedang tertidur" "apa saya boleh menjenguknya?" "boleh,, silahkan!"

"terimakasih dokter" Tom duduk di samping ranjang tempat rere terbaring,, dia mengelus lembut rambut adiknya dan sesekali mencubit pelan pipinya... "cepet sembuh ya! Gue sayang banget sama elo"bisik tom tepat di telinga adiknya 5 menit kemudian,, zen muncul di rumah sakit karena tom yang memintanya untuk datang... "rere kenapa?"tanya zen sangat cemas "dia cuma demam, lo gak usah khawatir"balas tom Zen mendekat dan perlahan ia mencium kening rere dengan lembut... "hubungan lo sama rere baik2 aja kan?"tanya tom tiba2. Namun zen tidak menjawabnya "apa kalian putus?" sambung tom "gue..., gue dijodohin tom! Dan gue rasa rere udah mutusin hubungan kita" jawab zen dengan menunduk,, tom hanya dapat menghela nafasnya dan dia menggenggam erat jemari adiknya... "sebenernya gue gak rela kalo rere sakit gara2 elo zen,, tapi... Mungkin ini udah takdir buat adek gue" tom mengecup tangan adiknya dan itu membuat rere terbangun.. "tom..." rere mulai berbicara meskipun suaranya terdengar sangat berat,, "gue disini re..." "gue mau pulang tom, gue gak betah disini...." "tapi lo masih lemah" "enggak! Gue gapapa, cepet bawa gue pulang!" rere memaksakan diri untuk bangun namun kepalanya masih terasa sangat berat... "awww" jerit rere yang memegangi kepalanya "gue udah bilang,, elo itu masih sakit" terdengar suara handphone zen yang berbunyi sangat nyaring,, ia pun membuka hp'nya dan setelah itu ia pamit untuk pergi... "sorry, gue harus pergi"ucap zen. Tom hanya diam dan masih memegangi pundak rere "cepet sembuh ya babe!" sambung zen dan langsung meninggalkan ruangan itu... "elo yang sabar ya!" ucap tom Rere kembali menangis dan kali ini ia menangis dipelukan kakaknya.... ======================== Sore harinya, rere sudah merasa baikan. Ia pun sudah bisa pulang kerumahnya... Lian yang mengetahui rere sakit pun datang dan menjenguk rere di rumahnya... "kamu gapapa kan?"tanya lian *memegang kening rere* Rere tersenyum dan menepis tangan lian dari keningnya "ish.., aku gapapa kali,, oia kamu bawa apa kesini?" tanya rere mengalihkan pembicaraan "umh.., kebetulan aku bawa buah buat kamu" lian membawa keranjang buah dan memberikannya pada rere "aku mau dong" rere membuka keranjang itu dan mengambil satu buah apel "mau aku kupasin?" "boleh,," Lian pun mulai mengupas buah apel itu,, namun karena kurang hati2 jarinya pun teriris oleh pisau yang

tengah ia gunakan... "awww!" "kamu kenapa? Ya ampun! Tangan kamu bedarah li.." "gapapa ko, aku..." Sebelum menyelesaikan ucapan'nya tiba2 rere sudah menarik tangan lian dan mengemut jarinya yang terluka.. saat kejadian itu,, tom mengintip dari balik pintu dan bibirnya pun mulai membentuk sebuah senyuman... 3 bulan kemudian, rere sudah dapat melupakan zen yang memang telah bertunangan dengan rina, dan kini ia tengah menjalin hubungan serius dengan lian, cowok yg selama ini memang sangat mencintainya. Sedangkan tom juga sudah berniat akan bertunangan dengan kekasihnya lena, ary yang dulu seorang playboy pun kini telah menemukan cinta sejatinya, yaitu Fakhira. adik kelasnya yang ada di kampus. Berbeda dengan james yg 3 minggu lalu memilih kembali ke Inggris untuk menemui ayah kandungnya sekaligus kekasihnya delo. === "finaly, aku bisa memiliki kamu"ucap lian dengan senyum di bibirnya "apa kamu bahagia?"tanya rere "kenapa kamu nanya gitu? Tentu aja aku bahagia" "maaf ya! Selama ini aku gak pernah peka sama perasaan kamu!" "it's oke! Yg penting sekarang kamu udah tau kan kalo aku bener2 sayang sama kamu" "ya!" "hei, gimana penampilan gue menurut kalian?"tanya tom yang tiba2 muncul dengan memakai setelan jas berwarna hitam "lo mau kemana kak? Rapih bener?"tanya rere "gue gak akan kemana-mana. Tapi, baju ini bakalan gue pake nanti pas acara pertunangan gue sama lena" "serius? Jadi lo sama lena beneran bakal tunangan?" lian mengernyitkan dahinya "menurut elo? Oia, setelah gue sama lena tunangan. Gue pengen liat kalian juga..." "tunangan maksud lo?" "iya" "gue sama rere gak akan tunangan tom!"celetuk lian "kenapa? Lo gak serius ya sama adek gue?"tom mulai melebarkan bola matanya. "gue serius banget sama adek lo, makanya gue gak akan pernah bertunangan sama dia karena gue bakal langsung nikahin rere " "so sweet" mata rere mulai berbinar "I Love you!" lian mengecup kening rere, dan memeluknya di depan tom. "berani banget lo peluk rere di depan gue li" "sorry tom! Tapi, sebentar lagi juga rere bakal jadi milik gue sepenuhnya hehe.." [SKIP] tiba saatnya dimana tom dan lena melangsungkan pertunangan mereka. "terharu banget liat tom sama lena" rere menangis dengan air mata bahagianya. "kita akan segera menikah, kamu tenang aja!"celetuk lian dengan merangkul pundak rere. "ih, apaan sih!" rere mencubit pinggang lian "aww! Sakit tau" lian membalas dengan mencubit pipi rere.

*Setelah beberapa jam kemudian. Acara pertunangan tom dan lena pun selesai. Lian menggandeng tangan rere menuju mobilnya dan mereka pulang ke rumah orangtua lian. "aku gugup li.." rere menahan langkah kakinya "gak usah gugup! Aku ada disini sama kamu"lian menggenggam erat tangan rere "ma, ini rere! Cewek yang selama ini aku ceritain ke mama"ucap lian pada mamanya "hai tante!" sapa rere dengan sangat gugup mama lian menatap dari ujung kaki hingga ujung kepala rere.. "cantik kan ma?"tanya lian "hmm.., iya! Rere cantik, persis dengan apa yang kamu ceritain ke mama" mama lian tersenyum "makasih tante!"rere tersenyum malu "kapan kalian akan menikah?" tanya mamanya tiba2 "menikah?"tanya rere shock "secepetnya ma!"sergah lian "tapi li..." "ssttt! Aku serius mencintai kamu, dan aku ingin kita secepetnya menikah" "tapi aku belom siap untuk ini dan aku takut.." "takut? Apa yang kamu takutin?" "aku takut gak bisa bikin kamu bahagia" lian pun menarik rere kedalam pelukannya. "aku yang akan buat kamu bahagia, karena aku udah jauh lebih bahagia jika kamu mau jadi pendamping hidup aku..." "kamu baik lian" "kamu jauh lebih baik" [SKIP] ary dan lian sudah berkumpul di rumah tom.. Ary memperkenalkan pacar barunya yang bernama Fakhira. Dia cantik, imut dan lucu,, setelah lelah bergonta-ganti pacar, akhirnya fakhira lah yang mampu membuatnya tidak lagi menjadi seorang playboy. Tidak lama setelah itu, ary dan fakhira pamit pulang karena harus pergi menghadiri acara keluarganya,, Tom dan lena pun memilih berduaan di ruang tamu.. Sedangkan Lian dan Rere sedang asik-asiknya menonton Televisi. "acaranya gak ada yang bagus" rere membanting remote tv ke atas sofa dan berjalan melewati lian. "mau kemana?"tanya lian "ambil minum!" rere berjalan kearah dapur dan disusul lian yang mengikutinya dari belakang... "ngapain kamu ikut2?"tanya rere tanpa menjawab lian tiba2 mendorong tubuh rere ke dinding dan kini wajah mereka sudah sangat dekat... "kamu kenapa li..?" "aku mau tanya satu hal sama kamu..." "apa?" "apa kamu bener2 cinta sama aku?" "maksud kamu apa? Tentu aja aku cinta kamu, kalo aku gak cinta sama kamu, aku gak mungkin mau jadi pacar kamu" "tapi..." "apa?"

"apa di hati kamu masih ada orang lain?" "enggak!" "tapi zen...." "sstttt !" rere menempelkan telunjuknya dibibir lian "aku gak mau kamu sebut nama dia lagi! Kamu harus percaya sama aku li...! Gak ada orang lain di hati aku karena dihati aku cuma ada satu orang dan orang itu adalah kamu..." "serius?" tanya lian, rere mengangguk. Lian pun memegang kedua pipi rere dan mencium keningnya dengan sangat lembut... "makasih!" "buat apa?" "buat semua yang udah kamu lakuin buat aku" lian tersenyum manis lalu kembali mendekap tubuh rere di dadanya... THE END